YS282 – YESAYA 54:6-8. PENGOLAHAN SAMPAI HARI PENEBUSAN

YES 54:6. PEREMPUAN YANG DITINGGALKAN SUAMINYA.

6.a. Sebab Tuhan memanggilmu sebagai seorang perempuan yang ditinggalkan.

Perempuan yang ditinggalkan ini di-panggil kembali, meskipun ia sudah ditinggalkan. Perempuan yang diting-galkan itu pasti ada sebabnya, apalagi kalau suaminya tidak ada salahnya se-perti Tuhan, suami umatNya. Sebab itu lebih baik jangan sampai menjadi pe-rempuan yang ditinggalkan, tetapi te-tap lekat dengan suaminya, sebab kalau ditinggalkan, berarti celaka, bah-kan sangat dahsyat. Begitulah Tuhan dengan umatNya Israel, yang adalah istriNya (ayat 5). Betul Tuhan penuh dengan belas kasihan dan kemurahan, tetapi rencana Allah akan merosot, bahkan bisa cacat, sayang! Pelihara hubungan baik dalam kasih dan dalam kesucianNya. Ini syarat minimum yaitu hidup dalam kesucian, sebab Allah itu suci, semua dimulai dengan kesucian 1Pet 1:15-16. Dia sudah jadi Penebus kita, luar biasa. Itu panggilan yang luar biasa, jangan meremehkan dan menge-cilkan panggilanNya, sebab ini pang-gilan yang mulia dan Allah tidak me-nyesal akan panggilanNya Rom 11:29. Justru jangan kita yang kecewa, sebab panggilanNya ini adalah suatu kemu-rahan dan kehormatan dan kemuliaan yang besar. Kita yang sebetulnyatidak layak, dipanggil dan diberi karunia2Nya dan kita pasti beruntung dan tidak akan kecewa kecuali berdosa. Orang yang kembali dalam dosa, menghinakan panggilanNya, bukannya berkat dan rencana Allah yang indah2 turun ke atasnya, tetapi sebaliknya celaka dan kepahitan.

Tetapi kalau toh seorang undur dan pahit hatinya, Allah terus mencari dan memanggilnya, sebab sebelumnya, dari permulaan, Allah sudah mengasihi se-mua orang Yoh 3:16, Rom 5:8. Jangan ditipu dan disesatkan iblis seperti Lot yang cinta Sodom sehingga meskipun di-panggil2 kembali oleh Abraham, ia tidak mau akhirnya binasa. Lot kecewa atau menyesal dengan panggilannya, tetapi Tuhan tidak menyesal, Dia terus mencari, bahkan memanggilnya kem-bali, sampai habis kesempatannya (ma-ti), apa boleh buat, sesudah itu ia dibuang dari Allah untuk se-lama2nya. Dahsyat!

Kadang2 ada kepahitan seperti Naomi yang lebih cocok dipanggil Mara, sebab itulah kenyataan hidup-nya. Tetapi Naomi atau Mara ini mau mendengar panggilan Tuhan untuk kembali, ia meninggalkan Moab, dan siap meskipun menjadi sebatang kara dan 2 anak mantu yang disuruhnya pulang, dan Mara mau pulang sendiri kembali kepada Tuhan yang memang-gilnya (tetapi Ruth tetap ikut). Ia tidak bisa mengharapkan apa2 lagi, sebab semua sudah habis, tetapi ia menjawab panggilan Tuhan untuk kembali. Karena itu Tuhan memulihkan hidupnya menjadi indah.

Mengapa suami dan kedua anaknya tidak mau kembali? Apakah Tuhan ti-dak memanggilnya kembali? Tuhan pasti memanggilnya kembali, tetapi seperti Lot, mereka sudah mencintai Moab dan sampai mati tidak mau kem-bali, sebab itu Tuhan membiarkan me-reka cepat mati, supaya Naomi bisa kembali, sebab Naomi masih mau kembali, sebab ia ke Moab karena ter-seret oleh suami dan anak2nya; sayang Naomi tidak bisa memenangkan me-reka, ia gagal, sebab memang orang2 ini keras hati seperti Lot. Naomi di-pulihkan meskipun tidak penuh, sebab api itu tidak padam dalam dirinya, sebab itu ia pulangsekalipun tidak ada harapan apapun.

 

6.b. dan berdukacita dalam roh.

Orang yang berdukacita dalam rohnya, seringkali tidak tampak dari luar, apalagi kalau dihiasi dan diramaikan dengan segala macam kesukaan dan rekreasi dunia. Ini memang cara orang berdosa bersukacita. Ams 14:12-14, tetapi hatinya takut dan kuatir Rom 3:17. Kadang2 mereka tidak mengerti apa yang dikuatirkan, lebih2 kalau di-bujuk oleh iblis, bahkan ada yang diajak bunuh diri supaya tenang dan nyaman. Tetapi sesudah mati mereka meng-gelepar dalam Neraka seperti orang kaya “tetangga Lazarus” itu Luk 16:23. Dukacita dalam roh itu menyiksakan, tiada sejahtera dan gelisah. Kalau do-sanya diampuni, ia akan ada sejahtera Mat 11:28-30.

 

6.c. dan seorang istri masa muda yang ditolak, kata Allahmu.

Kalau ditolak oleh Allah, Allah tidak pernah salah, yang salah adalah istri itu sendiri. Sebab itu kalau susah, sedih, kacau, dalam kepahitan, perlu meren-dahkan diri untuk periksa diri dan kembali pada Tuhan. Israel ber-ulang2 mengalami seperti ini, waktu mereka keras hati maka penderitaannya, sebab tidak mau bertobat, mereka  berjalan terus sampai ber-tahun2. Kalau mereka bertobat sungguh2, Tuhan akan meno-longnya. Ini terjadi ber-ulang2, misal-nya Hak 2:13-15 dst. Ini tampaknya bisa di-ulang2 (jatuh bangun dalam dosa) tetapi makin lama akan makin rusak, akhirnya rencana Allah habis dan mereka ditawan dan binasa untuk selamanya, Israel tidak bangkit kembali (hanya Yehuda yang bangun kembali). Hati2, semua ada batas waktunya, ka-lau keras hati, binasa untuk kekal. Kalau toh masih bisa bertobat (Tuhan sangat mengharapkannya 2Pet 3:9) keadaannya itu seperti menerusi api, gundul dan habis sama sekali. 1Kor 3:15. Jangan keras hati, ada batasnya, celaka untuk kekal.

 

YES 54:7. DITINGGALKAN TUHAN SESAAT.

 

7.a. Untuk sesaat aku meninggalkan engkau.

Tuhan itu adil, maha kuasa, maha tahu. Dia tidak memanjakan atau menipu umatNya. Kalau mereka berdosa, tidak ditinggalkan, tetap jaya, itu seperti menyesatkan dan menjerumuskan ke dalam Neraka kekal. Sebab dengan dosa2nya mereka pasti masuk Neraka, sekalipun umat Tuhan (Mat 7:21-23). Perlu dihajar supaya bertobat. Maz 119:67,71,75, Ibr 12:5-6. Begitu juga orangtua mengasuh dan mendidik anak2nya dan gembala2 memukul domba2nya dengan tongkatnya, yaitu domba2 yang melarikan diri atau tersesat. Kalau tidak demikian, domba2 itu tersesat dan binasa untuk sela-manya. Sebab itu jangan marah atau ber-sungut2 dalam penderitaan apa saja, Tuhan tidak pernah salah,tetapi kita perlu periksa diri supaya tahu kesalahannya, dan bertobat kembali! Yang keras hati akan terhilang. Tidak semua anak terhilang pulang, misalnya Lot tidak mau bertobat kembali, juga Yudas, akhirnya semuanya yang tidak mau kembali, keras hati binasa untuk kekal.

 

7.b. Tetapi dengan kemurahan yang besar, Aku akan mengumpulkan engkau.

Ini kehendak Allah, tetapi tetap ter-gantung dari reaksi kita masing2! Jangan lupa, kalau susah, sedih, ko-song, menderita atau apa saja yang tidak enak, datanglah kepada Tuhan Yesus, kepada gembala yang benar, kepada saudara2 seiman yang diurapi Tuhan, jangan pada kaki tangan iblis, atau orang2 yang hidup dalam dosa, akan makindisesatkan, ditipu dan binasa untuk kekal. Kalau sudah yakin Gerejanya benar seperti anak terhilang di rumah bapa, jangan pergi, pasti iblis seperti singa yang meng-aumn2 siap melahapnya 1Pet 5:8. Memang dalam keadaan mabuk dosa atau keduniawian orang seringkali tidak bisa mem-bedakan mana yang betul. Tetapi biasanya Allah mengejar terus lewat hamba2Nya, orang2 yang dipimpin Roh atau langsung bicara kepadanya. Kalau terus keras hati menolak, ia celaka untuk selamanya. Kemurahan Allah itu sangat besar tetapi jangan menghi-nakannya dengan keras hati, bisa bi-nasa untuk kekal Rom 2:4. Baru kalau seorang bertobat, kemurahan Allah berlaku atasnya.

Paling baik jangan undur, nanti pahit, celaka dan bahaya, bisa kehilangan keselamatan untuk kekal!

 

 

YES 54:8. TUHAN MENYEMBUNYIKAN WAJAHNYA.

 

8.a. Dalam sedikit murka Aku menyembunyikan wajahKu daripadamu.

Kadang2 Tuhan dicari dan tidak ada seperti dalam Hab 1:2.

Ada 2 macam alasan mengapa Tuhan sembunyi.

  1. Sebagai ujian bagi umatNya. Ini banyak contohnya. Sebab semua orang yang tumbuh, harus mengalami ujian untuk tumbuh, misalnya Yusuf, Daud, Ayub yang mengalami saat2 diting-galkan.
  2. Karena kesalahan umatNya dan Tuhan meninggalkannya seperti pada Saul. 1Sam 28:6.

Cara membedakannya adalah de-ngan periksa diri dengan tulus dan sungguh2, pasti bisa tahu sebab Tuhan selalu memonitor dan memelihara anak2Nya dengan teliti.

Yang penting jangan ber-sungut2 dan jangan menyalahkan Allah dalam segala perkara, bisa gagal dan celaka. Allah tidak pernah salah, kita harus pe-riksa diri. Sesudah periksa diri kalau salah perbaiki dan sesudah beres, maka pada saatnya Tuhan akan kem-bali, sesuai dengan kesungguhan per-tobatannya dan tingkat dosa dan ke-kerasan hatinya. Anak terhilang sesu-dah bertobat, ia tetap diterima kembali dengan sukacita oleh bapanya, tetap ia kehilangan se-gala2nya sebab dosanya parah, bagiannya sudah habis, akibat mabuk anggur dunia. Tetapi kalau bertobat pasti lebih untung yaitu se-lamat, lepas dari neraka dan kembali dipulihkan, seberapa banyak itusesuai dengan kasus masing2. Misalnya Yu-nus. Tuhan mengampuni, tetapi karier-nya habis, kemuliaan habis, apalagi Saul, bahkan binasa. Paling baik jangan berdosa. Kalau ujian, bertekunlah da-lam Kristus (sekalipun tidak ada ja-waban) tetap setia dan taat, jangan bereaksi dosa dan minta pimpinan Roh Kudus dan taat, maka kalau lulus justru kita akan tumbuh lagi setingkat, lebih tinggi. Kalau terus2an lulus, meningkat terus sampai tinggi yang sangat tinggi seperti Yusuf, Daud, Daniel dll. Habakuk lulus, sekalipun Tuhan sem-bunyi Hab 3:17-19.

 

8.b. ini untuk sesaat.

Tuhan tidak mencobai lebih dari kekuatan, tidak lebih lama 1 haripun. Pada waktu yang tepat Ia akan menyatakan kemuliaanNya pada yang lulus dan pertolonganNya pada yang bertobat, masing2 sesuai kasus dan keadaannya. Supaya tekun dan tidak berbuat salah, dan tidak keluar dari rencana Allah, tetaplah dalam Pokok yang benar (ingat 7 KPR. Perlu ke-7 nya, jangan hanya 1-2), maka kita bisa tahan seperti Yusuf sampai 23 tahun.

Sesudah Ayub lulus, ia hidup lagi 140 tahun sampai melihat generasi anaknya yang ke-4 Ay 42:16. Mungkin sekali Ayub termasuk orang sempurna Wasiat Lama yang bangkit waktu Putra manusia Yesus mati Mat 27:52-53. Sa-ngat indah. Tekunlah, meskipun sikon kita seperti ini (Tuhan Yesus sembunyi), sebab Dia tidak pernah lalai 1 detikpun. Kalau kita lulus, semua akan berubah menjadi kebaikan Rom 8:28. Jangan bereaksi atau hidup dalam dosa, tetapi tetap dalam kesucian memperkenan-kan Tuhan.

 

8.c. Tetapi dengan kebaikan yang kekal, Aku berkemurahan padamu.

Ini tergantung dari kita. Kita diolah, kita tidak ditentukan, tetapi kita harus mengambil keputusan dari diri kita sendiri.

 

Penentuan Allah itu:

  1. Tergantung dari kita. Dia hanya tahu lebih dahulu, bukan menentukan lebih dahulu Rom 2:29.
  2. Dia tidak menentukan sepihak. Kita bukan mesin, tetapi mahluk bebas yang harus mengambil keputusan dari diri kita sendiri Luk 12:57, Yus 24:15.
  3. Dia bisa menentukan kita untuk bisa ber-buah2 maksimal Yoh 15:16, sebab itu kita harus mengenal kehendak dan rencanaNya dan taat dipimpin RohNya, maka hidup kita akan dapattumbuh dan berbuah maksimal, bahkan bisa sempurna.
  4. Rencana hidup dari Allah. Untuk hidup dan berbuah maksimal, Ia mem-buat rencana hidup yang terbaik bagi kita Yer 29:11, Ef 2:10. Sebab itu kita harus percaya, menyerah, tahu kehen-dak dan pimpinanNya lalu taat penuh. Jangan lupa rencana Tuhan dalam hidup kita dirajut dalam rencana keluarga, rencana Gereja lokal dan rencana Gereja global Ef 2:10. Kita tidak pernah dibentuk sendirian, tetapi terikat ber-sama2 dalam tubuh Kristus. Sebab itu kita harus tahu tempat kita yang betul 1Kor 12:18. dalam tubuh Kristus, baik dalam keluarga, dalam Gereja lokal sampai kelak dalam Gereja global. Kalau kita berjalan dalam kasih (dipimpin Roh dalam kesucian di jalan sempit) kita akan bisa dirajut menjadi satu. Kalau hidup dalam kebencian (berjalan sendiri, dipimpin daging dan roh setan), akan terobek (kawan2 menjadi lawan Ams 16:7) dan keluar dari rencana Allah. Di mana2 saja tidak jadi. Jangan hidup dalam kebencian (benci adalah tanda khas iblis!), di mana2 saja akan rusak, kacau, tidak bisa masuk rencana Allah. Tetapi kalau dengan kasih ilahi (tanda khas Allah), kita bisa setia dan tahan dimana saja Tuhan menaruh kita (sekalipun dalam tempat di mana kita dibenci seperti Yusuf, Daud dll), bahkan kita bisa mencintai musuh, ber-buah2 dan tumbuh dalam rencanaNya yang indah.

Mula2 semua (baik orang2 yang benci dan orang2 yang hidup dalam kasih, semua masih ber-sama2 terus. Tetaplah hidup benar seperti Musa hidup penuh kasih dengan Tuhan di tengah2 Israel yang banyak memben-cinya. Tetapi pada akhir zaman, pada saat penuaian waktu Hujan Akhir akan dipisahkan, oleh Tuhan (bukan ber-pisah sendiri! Bukan karena menya-lahkan, menghakimi dan benar sendiri, sebab justru kita mengasihi dan meng-garami semua. Tetapi akan terjadi pemisahanoleh Tuhan dengan Hujan Akhir, Polarisasi Wah 22:11, masa  hukuman rumah Allah 1Pet 4:17, maka Tuhan sendiri yang memisahkan). Peliharalah hidup ini baik2 dalam kasih Kristus dalam keluarga dan Gereja lokal, dan selanjutnya Tuhan sendiri yang akan merajut dan memotong carang2 yang tidak lagi mau berbuah.

 

Aku berkemurahan padamu.

Orang yang memilih Tuhan dan setia, taat sampai ke akhir, akan melihat bagian yang heran ini, yaitu kebaikan yang kekal yang diberi oleh kemu-rahanNya.

Tuhan itu baik, bukan sadis seperti iblis yang adalah penipu dan pem-bunuh. Pasti indah dan Tuhan sanggup mengubah semua yang hidup dipimpin Roh dalam kesucian dan kasih, menjadi kebaikan yang heran Rom 8:28, apalagi pada akhir zaman, sangat sangat indah, Gereja Tuhan menjadi ajaib dan Surga menjadi satu dalam Gereja akhir zaman yang ajaib itu Ef 1:9-10. Kita jangan terlalu pusing tentang Gereja yang ajaib itu Wah 12:1, tetapi yang penting bagaimana bisa masuk ke dalamnya sehingga bisa ikut pengangkatan dan mengalami penyatuan Surga Bumi yang heran itu. Siapa yang bisa masuk (seperti ligabis! Yang selalu penuh dan taat dipimpin Roh dalam kesucian dan kasih, penuh 7 KPR) akan mengalami Surga di bumi yang heran! Masuklah!

 

8.d. Kata Tuhan Penebusmu.

Mengapa Tuhan menyebut penebus, bukankah itu permulaannya? Ya, tetapi permulaannya belum lengkap. (Kita sekarang sudah ditebus rohnya, tetapi belum mengalami tebus tubuh Rom 8:23 baru pada saat2 itu), itu akan lengkap pada saat terakhir waktu menjadi sempurna, ikut pengangkatan atau kebangkitan waktu pengangkatan. Ef 1:13-14; 4:30, Luk 21:28. Kita menunggu hari penebusan) yang heran itu. Betapa ajaib dan indah hari penebusan yang besar itu, kita menjadi tubuh yang sempurna, masuk dalam kemuliaan yang kekal, masing2 dalam tingkat kemuliaan yang sesuai dengan tingkatan yang kita capai sampai pada saat terakhir di dunia ini.

 

nyanyian: Tabernakel Glory no 102.

Marilah hari mulia,

hari penebusan.

Di tengah kerja kuharap,

Kau datang lekas2.