YS 313 – YESAYA 59:8-12. SEPERTI BERUANG ME-RAUNG2 DAN MERPATI MERATAP PAHIT

Dalam ayat2 ini diterangkan nasib umat Tuhan yang hidup dalam dosa. Ini me-mang bertentangan dengan yang seharusnya. Seharusnya umat Allah yang Maha suci itu hidup dalam ke-benaran dan kesucian, sehingga bisa hidup dengan damai sukacita, sebab Allah kita itu di atas se-gala2nya, Maha kuasa, Maha tahu, kasih akan umatNya dan tidak ada yang bisa dicegah dari kehendakNya Luk 1:37, Ay 42:2. Dia sanggup membuat orang yang mau percaya dan taat hidup suci dan baha-gia seumur hidupnya. Tetap  kenya-taan, sebagian umat Tuhan hidup da-lam dosa dan tentu nasibnya celaka sekarang dan sampai kekal. Tentu ini bukan kehendak Tuhan.

 

YES 59:8. TIDAK ADA KEBENARAN DAN SEJAHTERA DALAM LORONG2NYA.

8a. Mereka tidak mengenal jalan sejahtera.

Ini tanda khas orang yang hidup dalam dosa Rom 3:17.

 

8b. dan dalam segala perjalanannya, tiadalah kebenaran.

Ini benar di hadapan Allah dalam se-gala2nya (MAK DSY). Jangan lupa bu-kan benar di hadapan manusia, bukan kebenaran atau kesucian yang relatif seperti orang Gereja Pergamus atau orang2 akhir zaman yang “tidak fana-tik” dan bisa menyesuaikan diri dengan segala kemajuan2 jalan lebar (bisa berdosa sedikit2), ini tetap dosa.

 

8c. mereka membuatnya jadi lorong2 yang bengkok.

Ini mungkin indah dan cocok untuk orang modern. Seringkali alasannya asal tidak berdosa; tetapi tidak mung-kin orang yang ingin atau suka di jalan lebar  tidak berdosa, memang dari luar belum tampak, tetapi dalam hatinya sudah tampak dosa2nya dan Tuhan ta-hu! Inilah lorong2nya, bisa di-beng-kok2kan, disesuaikan dengan keadaan zaman, tetapi ini bengkok di hadapan Allah, tidak benar dan tiada sejahtera, tiada keselamatan!

 

8d. siapa saja yang berjalan di dalamnya tidak akan mengenal sejahtera.

Semua orang yang berjalan ber-sama2 dengan mereka, yang setuju dengan pi-kirannya, yang bergaul dengan mereka, semua akan menjadi sama2 bengkok, tidak ada yang mengenal sejahtera. Sebab itu orang2 yang benar jangan bergaul atau bersekutu dengan mere-ka, harus tegas 1Kor 5:9-11. Salahkan yang dosa Ef 5:11, jangan menjadi anjing kelu Yes 59:10, tolong dengan kasih dan nasehati mereka Yak 4:17, rebut dari dalam api Yud 20 supaya mereka jangan binasa Yak 5:19-20. Tetapi jangan kita yang ditarik dalam jalannya yang bengkok. Jangan kita diracuni oleh keinginan2 dosanya melainkan garami, terangi mereka.

 

YES 59:9. KEADAAN ORANG BERIMAN DI JALAN LEBAR.

 

9a. Sebab itu kebenaran itu jauh dari kita.

Ini berarti hidup tidak benar di ha-dapan Tuhan. Tetapi banyak orang ada dalam keadaan seperti ini dalam jalan lebar, dalam Gereja2 jalan lebar. Kita tidak bisa mengukur dari jumlah orang. Dalam dunia, toko yang banyak orang biasanya punya banyak kelebihan. Te-tapi jumlah orang banyak dalam kekristenan bukan ukuran. Seperti yang ikut Saul, Absalom dan Daud, Yero-beam dan Rehabeam, Achab dll. Kita harus mengerti Firman Tuhan dan pu-nya pendirian yang betul. Tanpa pe-ngertian yang betul tidak ada pendirian yang betul. Kanak2 rohani (yaitu orang yang tidak mengerti kebenaran Firman Tuhan akan terombang-ambing oleh jumlah2 besar yang menarik banyak orang Ef 4:14, yang penting dari orang2 dan Gereja Kristen bukan kebesaran dan kemewahan, kenyamanan lahiriah tetapi limpah dengan kebenaran Fir-man Tuhan dan penuh dan dipimpin Roh dalam kebenaran Tuhan di jalan sempit (mau pikul salib!). Yang penting bukan jumlah besar atau kecil tetapi kebenaran Firman Tuhan yang limpah dan terus bertambah dan pimpinan Roh Kudus sehingga bisa taat akan Fir-man Tuhan. Kalau tidak mengerti, bodoh akan sesat Mrk 12:24 dan binasa Ams 10:20b, Hos 4:6.

 

9b. Dan keadilan tidak sampai pada kita.

Masih jauh dari keadilan dan kebe-naran, dengan kata lain penuh dengan kesalahan, dosa dan kejahatan dalam segala segi hidupnya. Ini hidup yang tidak berkenan pada Tuhan dan kalau ada dosa, maka iblis bebas bekerja di dalamnya. Banyak orang jahat dihukum Allah, tetapi pada akhir zaman Tuhan mengizinkan orang jahat makin banyak dan makin jaya (Wah 22:11), sehingga pengaruh penyesatannya makin banyak pada orang2 yang tidak mengerti, tidak bertobat dan tidak mau digembalakan sehingga binasa Mrk 6:34.

 

9c. Kita menunggu terang, tetapi kita memandang kekaburan.

Orang hidup dalam terang itu nikmat Maz 29:2, hatinya bebas, penuh sejah-tera Allah, tidak tertuduh dan Tuhan bisa bekerja bebas dalam hidupnya, mengalami rencana Allah yang indah2, meskipun harus pikul salib.

Orang2 ini menunggu terang tetapi ternyata kabur. Mengapa? Sebab tidak mau bertobat sungguh2, terus jatuh bangun dalam dosa dan keinginan2 dosa dibiarkan sehingga tidak dapat karunia mengerti dari Tuhan Mat 13:11, Mrk 4:11. Orang yang melihat kebenaran dengan kabur, pendiriannya tidak tegas dan jalannya tidak tentu, sehingga terus jatuh bangun dalam dosa, tetap di Halaman dengan kebe-naran relatif (sebab tidak tahu yang mutlak). Orang ini akan hanyut dalam arus dosa, terpisah dari kebenaran (Wah 22:11) atau mati dalam masa hukuman rumah Allah 1Pet 4:17, Kis 5:1-11.

 

9d. (menunggu) untuk terang, tetapi kita berjalan dalam kegelapan.

Mengapa bisa begini, sebab Tuhan ber-janji yang cari akan mendapat Mat 7:7. Mereka tidak mendapat sebab tidak sungguh2 bertobat.

Betapa sedih. Orang ingin dan mau tetapi tidak mau pikul salib, tidak mau belajar Firman Tuhan dan berdoa sungguh2 sehingga tetap ada dalam kegelapan, tetap bodoh dan hanyut dalam dosa dan kebinasaan. Segala langkah2nya dalam kegelapan, sebab itu mudah jatuh dan sesat.

 

YES 59:10. SEPERTI ORANG BUTA DAN MATI.

10a. Kita me-raba2 pada dinding seperti orang buta.

Orang buta banyak celakanya, jalannya keliru sampai sesat, jatuh bahkan mu-dah dikalahkan musuh, dekat dengan celaka dan binasa. Begitu orang yang buta rohani itu celaka dalam se-ga-la2nya. Ke mana2 hanya me-raba2, kira2, tidak tahu yang tepat dan benar. Banyak bergantung dari orang lain dan mudah disesatkan orang yang sama2 buta masuk dalam lubang dan celaka atau binasa Mat 15:14. Sekalipun pin-tar, berkedudukan, cukup tua berpeng-alaman, kaya, sukses tetapi tidak mengerti Firman Tuhan apalagi tidak bertobat, tidak boleh jadi pemimpin, itu pemimpin buta! Maka ayat ini akan berlaku, orang buta pimpin orang buta, celaka besar, binasa semuanya! Harus bertobat, tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan dan taat akan apa yang sudah dimengertinya sehingga bisa berjalan benar dan bisa menolong orang lain, bahkan memimpin orang lain dalam jalan kebenaran. Kualifikasi sekuler atauduniawi tidak berlaku dalam Gereja di hadapan Allah.

 

10b. dan kita me-raba2 se-olah2 kita tidak punya mata.

Sebetulnya punya mata, tetapi tidak bisa melihat. Semua orang beriman sekalipun bodoh dan tidak terpelajar bisa mengerti Firman Tuhan sebab Roh Kudus mencelikkan matanya 1Kor 2:10. Ini bukan hikmat manusiawi tetapi diberikan Roh Kudus bagi orang yang “di dalam” Mrk 4:11 (mau percaya, taat akan kebenaran yang sudah dimenger-tinya dan terus meningkat dalam 7 KPR). Tetapi sebab keras hati dalam dosa, tidak taat, hanya jadi pendengar atau penonton, mata rohaninya tidak bisa melihat, bahkan melihat tetapi tidak mengerti seperti tidak punya mata Mat 13:13, sebab mereka hanya mengajarkan hukum2 akal manusia yang relatif dan sesat. Mat 15:9. Sebe-tulnya sangat sederhana, mau berto-bat dan taat, maka hidupnya menjadi bahagia Yak 1:23, Luk 12:58. Sebab bisa mengerti dan bisa taat oleh perto-longan Roh Kudus.

Jangan hanya me-raba2, kira2, tidak tahu yangbetul dan salah, bahkan buta. Harus jelas, bisa membedakan. Kalau tidak tahu, tanya, belajar, berdoa, selidiki terus sampai dapat, jangan setengah hati!

 

10c. Kita tersontoh di siang hari seperti waktu malam.

Orang seperti ini jatuh terus sekalipun di siang hari, artinya sebetulnya tidak perlu jatuh. Bisa tanya, bisa selidiki, ada kesempatan, ada pelajaran, ada fasilitas yang tersedia tetapi tidak mau belajar, tidak mau melihat dengan benar. Bahkan tidak ada godaan, tidak ada ancaman, tidak ada tekanan dll, ada banyak fasilitas penolong, tetapi toh jatuh dalam dosa dan celaka, ini namanya orang tersontoh di siang hari bolong! Sudah dinasehati, sudah digembalakan baik2, sudah ditolong, dibimbing, ada banyak fasilitas, tinggal di tempat rohani tetapi toh jatuh dalam dosa dan masuk jerat iblis yang keji dan hina, ini terantuk di siang hari! Sayang dan celaka.

 

10d. Kita berada di tempat2 kehancuran seperti orang mati.

Kalau di tengah2 kota yang hancur di bom atau dibumi  hanguskan seperti Ziklag, semua rusak dan keadaannya seperti orang mati, itu nasib yang sangat jelek. Tetapi sebetulnya fasilitas dan pertolongan Tuhan dalam tubuh Kristus limpah.

Pepatah dunia mengatakan seperti tikus jatuh ke beras mati kelaparan, suatu keadaan yang kontroversi. Mengapa? Sebab hatinya keras, tidak mau bertobat dan tidak mau percaya. Kita punya Allah yang Maha besar, yang cinta seperti Bapa pada anak2-Nya, yang tiada taranya, tetapi binasa seperti anak2 iblis, sebab keras hati, bodoh, tidak percaya, tidak taat Mrk 12:24. Sebab itu percaya dan taatlah cari Tuhan dan belajar kebenaran Fir-man Tuhan habis2an seperti Daud yang siang malam memikirkan dan menye-lidiki Firman Tuhan Maz 1:1-3, pasti bisa tertolong, percaya akan Firman Tuhan Ibr 4:12 dan bertobat sungguh2 sampai dalam batin, pasti bisa terto-long. Sungguh2 mau, berarti mau pikul salib dan taat, pasti tertolong.

 

YES 59:11. SEPERTI BERUANG

ME-RAUNG2 DAN MERPATI YANG MERATAP PAHITNYA.

11a. Kita semua me-raung2 seperti beruang.

Beruang itu binatang jahat seperti singa yang dibunuh Daud 1Sam 17:34-37. Merpati itu binatang korban, seringkali lambang Roh Kudus, tetapi disini meratap sangat pahit. Ini dua macam orang beriman yang sudah tahu jalan selamat, ada yang sudah percaya, tetapi tidak bertobat Mat 3:10,seperti beruang, yang suci dan indah seperti merpati, tetapi undur seperti Saul yang mula2 penuh dengan Roh Kudus tetapi kemudian penuh dengan roh setan, dipakai iblis Yoh 15:2. Begitu celaka nasib orang yang tidak bertobat dan yang undur dari Tuhan, hidup dalam dosa. Seharusnya jadi anak Allah de-ngan segala fasilitas Allah yang heran, pasti bisa mendapat nasib yang mulia tetap kemudian jadi anak iblis, nasib-nya sungguh celaka! Anak Allah tetapi nasibnya seperti anak iblis, celaka luar biasa, ter-balik2! Jangan undur dari Tuhan dan keras hati dalam dosa, seha-rusnya rumahnya di Surga mulia penuh kemuliaan dan sukacita tetapi ternyata tersiksa di neraka dan me-raung2 untuk abadi, celaka yang terbesar. Sayang sekali.

Seperti Israel yang seharusnya menjadi senang, sukacita dan mulia di Kanaan, tetapi sebab undur ber-sungut2, berontak melawan sebab ti-dak percaya, akhirnya celaka, binasa dalam padang gurun, sangat bodoh!

 

11b. Meratap dengan pahit seperti merpati.

Ini orang suci yang berbalik kembali dalam kedagingan Gal 3:3-4. Seperti Saul, Simson, Gehazi dll.

Roh Kudus meratap dengan sangat pahit sebab didukakan dan dilawan oleh orang yang dahulu dipenuhinya Yes 38:14. Sebetulnya kita sudah dime-teraikan oleh Roh Kudus sampai hari penebusan, sampai hari kebangkitan dan ikut pengangkatan masuk Surga (Roh Kudus sanggup menolong kita sampai ke akhir) tetapi sebab melawan Roh dan menuruti daging dan dosa, maka Roh Kudus dilawan, disakiti ha-tinya dan akhirnya RohKudus diusir pergi Ef 4:30. Hal seperti ini terjadi pada beberapa orang yang ditipu oleh iblis seperti Simson, Saul, Salomo dl. Sayang. Jangan mendukacitakan Roh Kudus sampai Ia meratap sangat pahit, sebab Dia tahu nasib dari orang2 yang melawan Roh Kudus ini akan sangat sangat celaka, bahkan celaka yang mak-simal dan paling besar. Jangan undur, jangan keras hati dalam dosa, jangan tertipu oleh daging, dunia, iblis atau apapun jua sampai melawan Roh Ku-dus, itu celaka! Dahsyat! Orang Kristen Halaman kalau undur seperti beruang yang me-raung2 dan orang Ruangan Suci yang undur mendukacitakan Roh Kudus seperti burung dara yang meratap pahit. Wah 14:11.

 

YES 59:12. TAHU, SADAR TETAPI TERLAMBAT.

12a. Karena kesalahan2 kita ber-tambah2 di hadapan Mu; (dan dosa2 kita bersaksi melawan kita.

Kalau sudah mati, apalagi sudah masuk Neraka, semua akan tampak jelas, se-perti mata iblis yang bisa jelas melihat Allah di atas tahtaNya dalam Surga mulia dengan adil, suci dan mulia dan melihat Neraka yang penuh dosa Yak 2:19. Juga orang kaya yg kaya uang dan kaya dosa, yang ada di neraka, ia sadar bahwa nasibnya celaka, juga sauda-ra2nya bakal celaka, sebab itu ia minta tolong pada Abraham Luk 16:27-28.

Sudah begitu celakanya dan meskipun ia sendiri celaka, tetapi sebab sadar ia begitu bodoh sehingga dahsyat akibat-nya, maka ia minta tolong Abraham un-tuk saudara2nya. Orang yg mati akan punya mata seperti i-blis, celik tetapi nasibnya tidak bisa berubah, seperti iblis. Jangan sampai menyesal, berto-batlah sungguh2 sekarang Ibr 3:15.

 

12b. Karena kesalahan2 kita ada pada kita dan akan segala kejahatan kami, kami mengetahuinya.

Sudah tidak ada kesempatan lagi, ter-lambat untuk kekal Pkh 9:10, Ibr 9:27. Tidak ada penyesalan dan celaka lebih besar dari ini. Sangat dahsyat dan mengerikan dan sangat bodoh!

Kita melihat perbandingan dari kesempatan yang diberikan pada orang2 beriman selama di dunia dan sesudahnya.

  1. Dalam dunia kita mendapat pahala sesuai dengan perbuatan kita Wah 22:12, Rom 8:17-18; 14:12 dsb. Hidup di dunia ini suatu kesempatan emas. Misalnya ia mau berkorban, penuh pengorbanan, menyerah, taat, misal-nya 24, ia mendapat pahala 24, kalau penyerahan dllnya 89, ia dapat pahala 89 hampir sempurna (100).
  2. Dalam zaman Antikris untuk orang yang tertinggal, (yang mati dalam dosa tetap binasa) dengan aniaya maksimal, usaha habis2an dan pengorbanan mak-simal kalau tetap setia sampai mati, hanya selamat dapat jubah putih dan daum palm Wah 7:9. Jadi dalam zaman Antikris, orang2 yang tertinggal, harus dengan pengorbanan dan penyerahan penuh, penderitaan penuh, usaha pe-nuh, mungkin semuanya (rata2 dari orang yang tertinggal) itu lebih kurang 70-90, tetapi pahalanya hanya 1, asal selamat.
  3. Kalau sudah mati, biarpun ada usaha sampai 99, sudah tidak ada gunanya, pahalanya tetap nol seperti orang kaya dalam neraka, pikirannya terang 86, se-olah2 ada kasih untuk menolong 5 saudara2nya, tetapi gagal, tidak bisa berhasil dania sendiri tetap di Neraka, pahalanya 0 dan usahanya itu juga sia2, nol, tidak ada hasil dari pekerjaan orang2 di Neraka!

 

KESIMPULAN.

Jangan keras hati dalam dosa, jangan tertipu, terbujuk oleh iblis, dunia, hawa nafsu dan umpan apapun juga. Bagai-manapun juga orang2 beriman, yang sudah percaya dan tahu jalan kesela-matan, jangan berdosa, itu membuat hidup tidak ada sejahtera, pahit, rugi, dihajar, dihukum supaya bertobat. Ka-lau tidak mau bertobatakibatnya ada-lah neraka kekal se-lama2nya. Tidak ada kesempatan lagi, sekalipun masih ada kebaikan dari orang kaya, ini untuk saudara2nya, ada ratio (logika), pikiran yang terang, mengakui segala dosa2-nya yang otomatis naik saksi sendiri, semuanya sia2 untuk abadi. Hiduplah benar (MAK DSY) itu sejahtera, indah dan manis di dunia sampai kekal Yoh 4:13, kesukaannya cukup untuk seumur hidup meskipun menderita seumur hidup di dunia seperti Lazarus. Ini yang betul!

 

Nyanyian:

satu kali akan ada, hari senang buat saya