M3827 – Amsal 18:11, Lukas 12:19-20. Asuransi.

MENGENALI SEGALA SEGI.

Dalam dunia kalau kita mengenali satu segi hidup dan bisa bekerja, mendapat nafkah dari segi itu, sudah cukup. Misalnya bekerja dan akhli dalam masak, menjahit, montir, cukur, dokter, insinyur mesin dsb. Sekalipun segi lain sama sekali tidak tahu, tidak apa2. Tetapi dalam hidup rohani kita harus mengenali semua segi hidup secukupnya supaya jangan karena tidak mengerti dalam segi itu lalu jatuh dalam jerat iblis dan berdosa. Misalnya tidak mengerti tentang hidup nikah, tabiat, KB, uang, makan minumibadah, doa, 7 KPR dll bisa jatuh dalam dosa dalam bidang itu. Sebab itu Paulus berkata bahwa ia mengajarkan segala perkara supaya semua orang tahu cukup banyak tentang semua segi hidup sehingga tidak sampai terjerat oleh iblis dalam dosa Kis 20:20. Sebab dosa dalam segi manapun bisa menjalar dan membinasakan, sebab itu dalam hal asuransi kita juga harus tahu secukupnya.

DEFINISI ASURANSI.

Usaha bersama oleh satu badan usaha, dimana anggota2nya membayar premi, sehingga kalau terjadi musibah tertentu sesuai dengan perjanjian, mereka mendapat santunan. Zaman sekarang asuransi makin umum. Bagaimana menurut terang Firman Tuhan, istimewa yang berhubungan dengan asuransi sehat sembuh dan mati?

III. PRINSIP ASURANSI.

  1. SEGI KEUANGAN.
  2. Bagi perusahaan dengan mengatur asuransi karyawan (ada prosentasi yang jadi tanggungjawab masing2), perusahaan bisa mencegah pengeluaran yang tidak terduga supaya perusahaan jangan rugi. Ini tidak melawan Firman Tuhan.b. Pribadi. Misalnya asuransi kesehatan. Sebab semua orang bisa sakit, lebih2 waktu tua, banyak organ aus, mereka menabung dengan membayar premi, supaya ada cukup uang waktu sakit. Biasanya orangtua lebih mudah melihat faedahnya daripada orang muda.

Sering orang yang lanjut usia, melihat faedah yang lebih banyak dari asuransi untuk menangani kesehatan yang menurun dan penyakit2 yang lebih berat sehingga mereka lebih banyak membutuhkan asuransi kesehatan sebagai tabungan untuk waktu sakit, asal tetap harap Tuhan, jangan jadi berhala dan pengharapannya, masih boleh. (Justru asuransi swasta tidak mau terima yang tua, bisa bangkrut).

Dari segi keuangan asuransi itu juga mirip seperti orang menabung.

SEGI ROHANI.

Prinsip iman dan pengharapan. Orang menabung tidak salah, bisa digunakan waktu perlu apalagi waktu musibah, tetapi kita harus tetap berharap Tuhan bukan pada tabungan (atau kepintaran dan kekuatan kita). Orang yang berharap pada uang (kepintaran dan kekuatannya) itu tidak keberkatan tetapi terkutuk Yer 17:5. Orang dunia tidak mengerti hal ini, tetapi orang beriman wajib mengerti. Tetapi ini bukan berarti kita tidak boleh mengatur uang, kekuatan dan pikiran kita untuk mencegah segala yang jelekseperlunya, misalnya kalau bisamenabung, makan yang cukup (dll) untuk pemeliharaan kesehatan, itu bahkan wajib dll, tidak boleh mencobai Tuhan Mat 4:7. Ini cara hidup orang beriman, sebab kita mengerti bahwa kekuatan, kepintaran dan uang kita itu terbatas. Kita tetap mutlak perluberharap dan percaya pada perlindungan Tuhan tetapi rumah kita waktu malam harus dikunci, uang disimpan baik2. dst.

Jadi sikap kita harus selalu diantara kedua ekstrem yang salah itu. Jangan memberhalakan uang, pikiran, kekuatan kita dan sebaliknya jangan bodoh, jangan sembarangan, jangan tidak bertanggungjawab dalam hidup ini. Orang yang harap Tuhan, tetap harus mengerjakan hal2 yang wajib. Misalnya murid2 Putra Manusia Yesus pergi, mereka wajib membawa roti untuk makan di jalan, Yudas bendaharanya Mat 16:5, Mrk 8:14) untuk memelihara hidup secukupnya. (Malaikat tidak punya kewajiban ini, sebab tidak punya tubuh yang harus dipelihara secukupnya seperti kita, kita juga harus mematikan keinginan daging terus menerus, malaikat tidak perlu Rom 6:6, Luk 9:23).

Hidup orang beriman dalam dunia ini biasanya harus selalu memilih yang betul dalam segala segi, misalnya: Pilih dan terus jalan di jalan sempit jangan di jalan lebar Mat 7:14-15. Uang harus menjadi hamba, jangan menjadi tuan mammon 1Tim 6:8-10, Mat 6:24. Jangan harap pada uang, tetapi berpada. Ini menjadi pengolahan yang unik pada kita sehingga kita bisa tumbuh terus menjadi seperti Kristus; hal ini tidak dialami malaikat, mereka tidak diolah seperti kita. Orang yang harap atau memberhalakan uang atau asuransi Ams 18:11 mengira itu seperti kota benteng dan pagar tembok tinggi, satu kali akan kecewa dan mengerti, bahwa semua itu sangat terbatas. Para pengungsi ke Eropa, mungkin punya asuransi kesehatan dan jiwa yang besar, tetapi waktu lari mengungsi, semua itu tidak ada gunanya, bahkan mungkin sebagian mati di jalan. Tetapi orang yang harap pada Tuhan, Tuhan sanggup memeliharanya dalam segala keadaan, juga yang paling sulit sekalipun Maz 91:7, sebab itu orang beriman yang mengerti, yang celik sangat percaya dan berharap pada Tuhan!

Orang yang harap pada Tuhan itu menyucikan hidupnya 1Yoh 3:2 dan belajar mengumpulkan yang kekal semaksimal mungkin, tidak ada batasnya Mat 6:19-21. Jadi cari dahulu kerajaan Surga, Terus Meningkat Sampai Puncak Mat 6:33, cari sebanyak mungkin dengan percintaan akan Tuhan dan akan harta yang kekal, maka Tuhan akan memelihara kita lebih dari asuransi dan tabungan harta. Semua itu akan ditambahkan oleh Tuhan kepada orang yang dapat Surga dan hidup benar (bukan hidup dalam dosa).

 

  1. Hidup sejahtera dari Tuhan. Pil 4:7.

Boleh punya harta, asuransi dan memakainya dengan patut seperti nasi untuk perut lapar, tetapi jangan asuransi, atau harta jadi berhala dan pengharapan lebih dari Tuhan. Salah satu tanda kalau asuransi jadi berhala, mereka tidak lagi takut atau kuatir sebab mengandalkan asuransi atau tabungannya; Ini sejahtera dan ketenangan yang terbatas dan palsu. Misalnya kalau tiba2 mati, tiba2 mengungsi, bagaimana mereka bisa mengandalkan asuransi atau uangnya? Sales asuransi hati2 jangan membuat orang takut sehingga mengambil polish asuransi, supaya ia dapat penghasilan atau keuntungan, itu bukan hamba Allah,  Jangan diperalat oleh mammon. Paling sedikit ceritakan yang benar seperti kebenaran dalam khotbah ini, yaitu boleh ambil asuransi tetapi tetapharap Tuhan. Lebih banyak orang menjadi takut dan kuatir, lebih banyak orang ikut asuransi. Seringkali mereka membuat orang takut supaya mengambil asuransi lalu takutnya hilang, tetapi ini sejahtera dan ketenangan palsu sebab harap pada berhala uang.

Orang beriman seharusnya tidak takut kalau:

  1. Percaya pada Tuhan sebab Tuhan akan memelihara dengan teliti Mat 16:30.
  2. Umur dalam tangan Tuhan, asal hidup benar dan berkenan 1Sam 2:6, Mat 7:21, Kol 1:10.
  3. Bilur Tuhan Yesus dan namaNya menyembuhkan. 1Pet 2:24. Dengan demikian Tuhan jadi Allahnya (“berhalanya”) bukan asuransi meskipun ikut asuransi!

 

Fana dan kekal. Luk 12:19-20. Apa yang diberikan asuransi hanyalah perkara2 yang fana. Seringkali pengertian dan pendirian orang beriman dan orang dunia berbeda sebab yang fana dan kekal itu bedanya seperti bumi dan langit. Jangan berkecil hati kalau Firman Tuhan menasehati kita untuk harap Tuhan lebih dari harta!

Asuransi kesehatan masih boleh tetapi jangan jadi berhala sebab ini bodoh dan buta rohani.

Pertimbangan pribadi atau umum. Rom 14:5-6. Pertimbangan umum (ini jadi peraturan) itu berlaku untuk semua orang Kristen, semua harus taat. Misalnya jangan mencuri, hormati orangtuamu dll. Tetapi pertimbangan pribadi itu berbeda. Setiap orang boleh mempunyai keyakinan pribadi sendiri2 di hadapan Tuhan, dengan izin Tuhan, asal tidak bertentangan dengan Firman Tuhan dan tulus di hadapan Tuhan.

Ini bisa berbeda untuk setiap orang. Misalnya ada orang sangat mementingkan hari Minggu khusus untuk Tuhan lebih dari hari yang lain; contoh lain peraturan setiap Gereja bisa berbeda (tetapi semua harus taat dan tidak melawan Firman Tuhan); Contoh lain: Ada yang hanya mau menjadi vegetarian, tetapi orang lain yakin boleh makan semua 1Tim 4:3-4 boleh saja (sebab larangan lemak, babi, kerang dll itu Wasiat Lama, boleh dimakan Kis 10:15-16. Yang makan tidak berdosa. Tetapi karena data2 ilmiah, ada orang yang mengurangi makan hal2 itu, ada orang lain yang tidak mau sama sekali, tetapiitu bukan dosa, itu keyakinan pribadi) dan diizinkan Tuhan. Jadi asuransi termasuk pertimbangan pribadi, bolehasalkan tetap harap Tuhan, sebab kemampuan asuransi yang sangat terbatas.

Kesembuhan kelas I atau II.

Kesembuhan kelas I adalah sepenuhnya ilahi seperti pada zaman Tuhan Yesus dan Hujan awal Kis 5:16 setiap orang waktu itu disembuhkan, luar biasa. Juga nanti dalam Hujan akhir, dalam Minggu ke-70 Daniel, ini akan terulang dan sekarang sedang meningkat terus sampai puncaknya yaitu semua orang beriman mengalami kesembuhan kelas I.

Kesembuhan kelas II campuran dengan kelas I, itu yang kita lihat sekarang. Biasanya orang Kristen sekarang masih memakai obat dokter dan ini tentu perlu uang, dan kalau ada asuransi bisa lebih murah, ini boleh asal tetap harap Tuhan, sebab semua usaha manusiaini terbatas sekali. (Orang yang harap Tuhan itu menyucikan dirinya 1Yoh 3:2 dan selalu berusaha melakukan kehendak Tuhan Mat 7:21 supaya berkenan kepadaNya Kol 1:10 jangan sampai mendukacitakan hatiNya Ef 5:30. Orang seperti ini sekalipun pakai obat dan dokter, matanya dicelikkan Roh Kudus bahwa semua itu terbatas, Tuhan yang paling menentukan kesembuhan dan umurnya. Perempuan yang meleleh darah 12 tahun, habis uangnya Mrk 5:25,26, habis darahnya (zaman dahulu tidak ada transfusi, menambah darah tidak semudah sekarang). Usaha manusia tetap terbatas, takutlah akan Tuhan yang menentukan sehat sembuh dan umur kita. Pakailah uang, dokter, obat dll, sebagai kebutuhan seperti kita membutuhkan makanan (harus makan) tetapi jangan bertuhankan perut, juga jangan memberhalakan asuransi dan usaha manusiawi. Kelas II tidak salah, tetapijangan jadi berhala dan berharap padanya lebih daripada Tuhan.

Kelas III cara biasa, ini cara orang2 dunia. Ini sebetulnya netral, tetapi biasanya menjadi berhala, sebab ini pengharapan orang dunia, tidak ada lagi yang lain; apalagi kelas IV memakai pekerjaan kuasa gelap, iblis, ini jelas dosa,jahat dan celaka! Sebab iblis itu penipu dan pembunuh, lebih2 terhadap orang beriman.

Jadi mengharapkan kesembuhan kelas I dan II, dengan asuransi masih boleh, tetapi jangan jadi kelas III (jadi pengharapan dan berhalanya) dan kelas IV (memakai kausa gelap).

Batas antara kelas II dan III harus jelas tetapi iman dan pengharapan itu bisa naik turun, ber-ubah2 tergantung dari pemeliharaan rohani orang tersebut (misalnya dengan 7 KPR) sebab kalau rohaninya merosot, imannya luntur, makaasuransi bisa menjadi berhala dan pengharapannya. Ini berarti ia mengharapkan kesembuhankelas III, seperti orang dunia, maka Tuhan sulit atau tidak bisa menolongnya dan Iblis akan bebas menggarapnya. Jangan hanya ber-susah2 memelihara kesehatan jasmani, tetapi juga bahkanterutama memelihara kesehatan rohani, maka jasmanipun akan juga sehat 1Yoh 3:2. Jangan sampai iman, harap, kasihnya merosot lalu berharap penuh pada usaha manusiawi saja.

Sering kalau secara jasmani sehat, baik, makmur, rohani bisa mudah merosot seperti orang Israel dalam buku Hakim2 dan waktu menjadi bangsa yang besar dan terhormat, makmur di Mesir rohaninya merosot tidak lagi setinggi Abraham, Ishak dan Yakub, tetapi seperti orang Mesir, lekat dan cinta Mesir. Pelihara iman dan tetap harap Tuhan.

ASURANSI KEMATIAN.

Apa bedanya dengan asuransi kesehatan? Yaitu:

  1. Semua asuransi yang lain adalah tentang yang fana, tetapi asuransi jiwa yaitu rohnya itu adalah tentang perkara yang kekal. Sebab tubuh yang sakit bisa disembuhkan tetapi jiwa yang melayang tidak bisa dikembalikan, hanya bisa diberi santunan.
  2. Mati itu bukan kebetulan. Yer 15:2 itu adalah hak dan kuasaTuhan 1Sam 2:6 dan Ia melakukannya dengan adil dan tepat.
  3. Dalam asuransi jiwa kematiannya ini dihargaimenurut kehendak atau kemampuan masing2, bisa 10 juta, bisa 10 Milyard.
  4. Beberapa orang menganggap asuransi jiwahanya tentang uang, dan mengambilnya, tetapi kita harus ingat itu saat terpenting yang menentukan keselamatan jiwa kita untuk kekal dan besarnya kemuliaan yang kita terima, jangan dikecilkan dan disederhanakan sehingga kematian itu hanya soal uang, sangat jauh dari itu! Mat 16:26.

Jangan menenangkan hati untuk menghadapi kematian hanya dengan uang. Bagi mereka hidup itu berarti bayar premi, mati itu untung, pewarisnya dapat santunan. Bahkan ada orang yang membakar rumahnya supaya dapat santunan tetapi sesudah diproses, ketahuan, ia dimasukkan penjara. Tidak patut kematian itu dihubungan dengan uang, tetapi dengan keselamatan dan kemuliaan yang kekal! Baik yang mati dan yang ditinggalkan harus sudah percaya dan tetap harap Tuhan. Jangan hanya meninggali harta, tetapi lebih penting meninggali iman. Ada iman ada harta, ada harta belum tentu ada iman, bahkan kadang2 makin jauh sebab harta, apalagi kalau jumlahnya banyak bisa membutakan mata.

Ams 13:22 orang yang baik meninggalkan pusaka pada anak cucunya, manusiawi bisa berarti secara harfiah tetapi tujuan utamanya untuk kita adalah harta yang kekal yaitu iman yang memberi keselamatan dan kemuliaan yang kekal. Untuk apa dapat uang, apalagi jadi buta lalu masuk Neraka. Mat 16:26. Pakai segenap waktu, sisa umur, kekuatan, harta yangada untuk menanam iman yang kekal. Jangan kuatir perkara2 yang fana, tetapi kalau anak2 ada iman, yang fanapun akan ditambahkan oleh Tuhan dengan mudah Mat 6:33 (hati2, tanpa iman, kelimpahan yang fana bisa mencabut keselamatan yang kekal).

Bagaimana kesimpulan tentang asuransi jiwa?

Ini juga persoalan iman dan pengharapan dan persoalan fana atau kekal, lebih2 mati itu sudah pasti masuk dalam kekekalan. Jadi penting sekali apa maksudnya, mengapa seorang ikut asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. (Kadang2 asuransi jiwa diwajibkan, disertakan dalam tiket pesawat terbang dll, atau digabung jadi satu paket dengan ada kesehatan dan tabungan, jadi ikut diambil sebab 1 paket). Tetapi jangan ada pengharapan yangsalah, hanya karena perkara2 yang fana, nomer 1 harus percaya dan harap Tuhan sungguh2, juga anak2 dan seluruh keluarga.

KESIMPULAN.

  1. Ingat uang dan asuransi itu termasuk perkara yang fana, fasilitas yang diperlukan di dunia. Tujuan kita hidup yang kekal. Sehat, sembuh, umur ada dalam tangan Tuhan sekalipun kita juga harus memeliharanya dengan secukupnya.
  2. Iman dan harap pada Tuhan jangan digantikan berhala asuransi atau uang, sebab itu terbatas. Jangan jadi orang bodoh yang hanya memikirkan hidup enak di dunia tidak peduli yang kekal, tetapi lupa kalau malam ini mati, ia terhilang untuk kekal. Luk 12:19.
  3. Kalau memakai ukuran kelas II (bahkan kalau bisa kelas I) maka asuransi sebagai tabungan untuk mengatasi kemungkinan sakit, masih bisa dipakai, tetapi jangan lupa untuk tetap memelihara iman bahkan harus terus tumbuh imannyadan ber-buah2.
  4. Asuransi jiwa, jangan jadi gantungan pengharapan, itu bodoh sebab hanya harap uangnya (asuransi jiwa sedikitpun tidak bisa mengganti jiwanya), tetapi haraplah pada Tuhan untuk keselamatan dan kemuliaan yang kekal, dan utamakan keselamatan yang kekal dari keluarga yang ditinggal. Dengan memberi contoh, dengan berdoa dan nasehat dan tindakan2 tegas yang perlu (ingat imam Eli) supaya yang ditinggal selamat jiwanya, jangan dibutakan oleh kelimpahan harta seperti anak2 Ayub yang hanya bisa ber-foya2 dan hidup bebas menurut daging sebab banyak uang, akhirnya dihukum mati dan celaka. Asuransi jiwa harus dipikirkan baik2 dengan pimpinan Roh Kudus supaya tidak menyesatkan orang2 yang hanya mengharap hartanya. Jangan jadi bodoh seperti orang kaya Luk 12:19 dan jangan membuat orang lain jadi bodoh. Jangan cari dunia yang fana, tetapi hidup yang kekal dan mulia di dalam Kristus. (Kalau asuransi jiwa hanya untuk menutup ongkos penguburan, tidak masalah).

Nyanyian:

Apa padaku, kudapat dari Bapa.