M3813 – Ibrani 2:5-7. Hidup Di Dunia, Adalah Sekolah Pribadi Bersama-Sama.

MENGAPA DUNIA = SEKOLAH ?

Mengapa Tuhan tidak menciptakan manusia seperti malaikat, langsung ditaruh dalam Surga sehingga semua bisa berjalan lebih mulus tidak seperti sekarang, Tuhan banyak makan hati sampai ber-ulang2 murka dan menjatuhkan hukuman dahsyat. Kalau toh ada malaikat berdosa, langsung dihukum masuk Neraka, semua selesai, tidak terlalu rumit dan tidak terlalu makan hati seperti sekarang 2Pet 2:4. Mengapa?Sebab maksud Tuhan menciptakan malaikat dan manusia itu sangat berbeda, meskipun sama2 mahluk bebas. Malaikat itu diciptakan hanya untuk jadi malaikat, sebab itu yang berdosa langsung dibuang, yang setia tetap jadi malaikat.

Maksud Tuhan membuat manusia itu lain, manusia itu seperti bahan mentah, bisa diolah menjadi Allah atau jadi iblis. Tempat pengolahan itu di dunia, jadi dunia ini menjadi suatu tempat pengolahan atau sekolah, keluar dari dunia jadi seperti Kristus tetapi dalam tingkatan yang ber-beda2, dari sekedar selamat 1Kor 3:15 sampai yang tertinggi seperti Kristus, golongan mempelai Kristus. Juga yang menjadi seperti iblis, masuk Neraka, tetapi tingkatnya ber-beda2, meskipun sesudah masuk Neraka, semua akan menjadi sempurna dalam dosa, tetapi hukumannya dicocokkan dengan tingkat dosa terakhir waktu meninggalkan dunia. Jadi dunia ini menjadi sekolah buat keduanya.

Kita akan menyelidiki sekolah untuk manusia supaya bisa menjadi seperti Kristus. Sesudah lahir baru, rohnya sudah ditebus dan terus tumbuh menjadi seperti Kristus (hanya tumbuh selama masih “sekolah” di dunia), tetapi tubuhnya belum ditebus, sebab itu semua orang beriman dan orang dosatubuhnya kurang lebih sama 1Yoh 3:2.

Hidup manusia di dunia itu adalah pengolahan dalam ber-macam2 cara dan segi, sebab itu pengolahan ini bisa dianggap seperti sekolah (Tuhan Yesus Gurunya 1Kor 11:1); Hidup ini juga seperti perang. Ay 7:1, seperti orang berdagang Mat 25:14-18, seperti orang bertanding 1Kor 9:25, seperti tanaman yang akan dituai Mat 13:24-30 seperti perjalanan dari Mesir sampai Kanaan dsb.

 

  1. PRINSIP SEKOLAH.
  2. Berbeda tingkatnya. Ada orang hanya sekolah sampai tingkat SD, ada yang lebih tinggi bahkan sampai S3 dan sesudah keluar, lulus dari dunia, tingkatan rohani itu jadi ukuran kemuliaannya dalam Surga untuk kekal; sebab itu meningkatlah setinggi mungkin TMSP Pil 3:14. Jangan hanya sekolah SD, kalau bisa sampai S3. Begitu secara rohani belajar lebih banyak Firman Tuhan dan pelayanan lebih banyak dalam pimpinan Roh Kudus (Gal 2:20) supaya bisa meningkat se-tinggi2nya sebab sekolah itu hanya selama di dunia.
  3. Naik kelas terus menerus. Setiap orang menghadapi banyak kesukaran setiap hari. Setiap anak2 Allah mendapat pemberian = anugerah Allah sesuai dengan tingkat rohaninya, kesungguhan dan ketaatannya Pil 1:29. Pemberian (anugerah Allah) bagi kita adalah:
  4. Kemampuan dan kesanggupan yang Tuhan berikan pada kita, seperti Paulus 1Kor 15:10. Ini ukuran anugerah Tuhan untuk Paulus, tidak sama untuk setiap orang, tetapi Tuhan adil, semua yang memenuhi syarat2nya pasti diberi (dari anugerah ini) kemampuan, kesanggupan ilahi tertentu. Anugerah Allah untuk Petrus, untuk rasul2 lain, Yusuf, Daud, Saul dll ber-beda2. Dan anugerah ini bisa terus ber-tambah2 sesuai keadaan dan reaksi kita, misalnya kalau taat (bekerja) lebih keras, anugerah Allah ini akan bertambah seperti rasul2 1Kor 15:10.
  5. Satu seri atau satu set sengsara untuk masing2 kita, misalnya untuk Paulus 2Kor 11:22-33. Ini satu set (1 keranjang) sengsara untuk Paulus. Petrus menerima bentuk yang lain, juga rasul2 lain, Daud, Yusuf, Abraham, Ishak, Yakub, semua orang, masing2 mendapat anugerah sengsara dalam ukurannya masing2. Ayub juga diberi cukup banyak anugerah sengsara untuk di tanggungnya karena Kristus. Masing2 kita harus bersyukur menerima anugerah (pemberian) sengsara ini. (Paulus pernah menawar untuk dikurangi duri2 sengsara ini, tetapi Tuhan menjawab anugerahNya itu cukup baginya 1Kor 12:7-10.

Orangtua yang punya anak2, selain sukacita, seringkali anak2juga menjadi beban sengsara baginya (apalagi anak yang melawan dan kurang ajar), termasuk juga anak yang cacat. Sampai berapa lama anugerah sengsara ini? Tergantung cara orangtua itu mendidiknya baik atau tidak, dengan kuasa dan hikmat Allah atau dengan kekuatannya sendiri. Juga penderitaan karena anggota2 keluarga lainnya, suami istri, orangtua, saudara, di kantor, dalam pelayanan, dalam pekerjaan, itu semua ukuran sengsara dari anugerah Tuhan. (Tetapi jangan hanya menderita, juga mendidik dengan tegas, menggarami mereka dengan hikmat, kuasa keberanian Roh, jangan jadi anjing kelu atau diam saja. Yes 56:10, Yak 4:17).

Naik kelas terus menerus.

Dalam setiap sengsara atau penderitaan jangan sampai gugur, harus lulus. Jangan marah, benci, dendam, berkelahi dll dosa,  tetapi tetap suci dan bereaksi sesuai dengan Firman Tuhan, kalau bisa dipimpin Roh (lebih2 yang sudah mengalami baptisan Roh Kudus, dengan berdoa dalam Roh ada hikmat dan kekuatan dari Roh). Setiap hari, dalam setiap segi ada banyak sengsara (bukan penderitaan karena salah); kalau kita lulus, kita naik 1 tingkat lagi. Begitu setiap hari kita terus diolah; kalau dalam setiap pencobaan kita naik lagi, naik terus, maka kita akan terus meningkat ke arah makin seperti Kristus. Inilah maksud sekolah di dunia ini, supaya dalam semua penderitaan kita lulus, tidak jatuh dalam dosa dan sebab itu meningkat terus, naik kelas terus! Orang yang dipimpin Roh yang terus hidup dalam kesucian, penuh pengurapan Tuhan, akan terus menerus meningkat setiap kali sehingga tumbuh dengan cepat. Ber-macam2 penderitaan itu diizinkan Allah datang pada kita untuk meningkatkan kita dalam kemuliaan Allah Rom 8:17, kemuliaan Allah turun 1Pet 4:14, dari kemuliaan kepada kemuliaan. 2Kor 3:18. Dengan demikian kita tumbuh terus.

 

III. TUMBUH.

  1. Rohani maju, naik terus. Kalau kita hidup tanpa rohani kita tumbuh, itu hidup sia2. Ini seperti anak sekolah, ber-tahun2 tidak naik kelas, orangtua marah, anaknya sendiri juga merasa malu sebab hidup sia2; semua orang yang tahu, bisa mengerti kalauanak ini jadi murid yang sia2.

Begitu juga secara rohani, tetapi untuk menilai pertumbuhan rohani itu lebih sulit. Banyak orang beriman hidup sia2, tetapi ia tidak tahu, tidak sadar (sebetulnya gembala2 harus sadar, ini bebannya, seperti punya anak yang tidak naik kelas terus menerus, orangtuanya akan sangat terbeban dan sangatsedih). Rohani kita harus lulus setiap kali sehingga terus naik, jangan jatuh dalam dosa dan tidak naik Pil 1:25. Harus nyata kemajuannya 1Tim 4:15, jangan macet 2Tim 3:9; kalau terus tidak naik, tidak lama lagi akan jadi suam dan undur!

  1. Harus naik lebih tinggi. Ibr 6:1-3. Kita harus terus belajar, jangan belajar perkara2 yang permulaan terus, tentang pertobatan, tentang berkat, tentang pengampunan dan hukuman dll, tetapi kita harus meningkat lebih tinggi!

1Kor 3:1-3. Jangan tinggal kanak2 dalam Kristus, hanya ribut, berkelahi, merebut hal2 dunia, tidak bisa pikul salib, tidak bisa taat dsb 1Kor 13:11. Kita harus menjadi dewasa, bisa melayani, berguna, bisa hidup suci, tidak jatuh bangun terus dalam dosa (ini kanak2 rohani, tunduk pada perkara2 duniawi Gal 4:3).

Dalam hal kejahatan biarlah kita kanak2 jangan lihai atau mahir 1Kor 14:20 (kecuali bekas orang jahat yang lihai, dia sudah tahu, sesudah bertobat harusberhenti berdosa). Kita harus mengerti pelajaran Firman Tuhan yang dalam2 Ef 4:14. Jangan hanya bisa minum susu tetapi tidak bisa makan makanan yang keras Ibr 5:13, 1Pet 2:12. Lama sedikit atau terlalu keras sedikit sudah tidak tahan Yes 28:13, timbul banyak keluhan.

Gereja penginjilan dan pengajaran.

Kedua macam gereja ini tidak bisa dibandingkan sebab lain modelnya tetapi keduanya diperlukan. Seringkali Gereja penginjilan terus meningkatkan pada penginjilan dan KKR tetapi Gereja pengajaran pada pelajaran2, seminar2 dll.

Gereja penginjilan banyak menginjil dan cepat berkembang, itu mengagumkan sehingga terus ditekankan pada penginjilan saja.

Gereja pengajaran banyak belajar dan mendidik dengan Firman Tuhan sehingga anggota2nya mengerti lebih banyak dan lebih setia sebab kokoh dalam Firman Tuhan. Tetapi kadang2 kurang penginjilan.

Gereja pengajaran juga rindu dan perlu penginjilan, semua anggotanya juga harus belajar pergi menginjil dan menangkan jiwa.

Gereja pengajaran itu lebih lambat tumbuhnya sebab orang baru seringkali tidak tahan, sebab tidak dapat susu, tidak suka hadir didalamnya sebab makanannya keras,dituntut terlalu banyak bagi mereka, lebih2 orang baru,  misalnya harus hidup mematikan daging supaya bisa dipimpin Roh, periksa diri sebelum Perjamuan Suci, syarat2 minimum untuk pelayanan, bertekun dalam 7 KPR dsb. Orang baru lebih suka susu, yang mudah, menyenangkan. Sebab itu orang2 baru perlu dibimbing baik2, dengan sabar sampai bisa makan makanan keras, jangan minum “susu” terus, tidak cukup, nanti tidak tumbuh, sehingga banyak yang jatuh, kadang2 juga pemimpin2nya.

Seringkali orang-orang baru ini beralasan terlalu lama, sebab memang untuk makanan keras perlu waktu lebih lama. Kalau makan bubur lebih cepat daripada makan besar dan keras tetapi itu kuat dan penting untuk pertumbuhan. Alasannya terlalu lama dan diulang-ulang, sebab mereka tidak mengerti, padahal dalam setiap ulangan itu ada hal2 baru yang perlu dimengerti, tidak sama dengan keterangan sebelumnya meskipun tentang pokok yang sama.

Bayi yang ngompol tidak dimarahi, tidak dituntut apa2, tetapi anak besar dimarahi dan dididik, dibimbing supaya sebelum tidur kencing dahulu supaya tidak ngompol. Anak2 TK tidak bisa mendengar kuliah yang terlalu lama. Mereka perlu dibimbing dan diberi pengertian supaya bisa makan makanan keras. Juga orang2 yang tidak mau menyangkal diri, melepaskan hidup yang lama, seringkali tidak suka dengan makanan keras lalu pergi ke sana-sini atau cari susu. Tetapi orang yang tumbuh justru tidak suka Firmanpenginjilan terus, tetapi ingin belajar Firman Tuhan dengan lebih mendalam.

Dalam akhir zaman perlu memenangkan jiwa tetapi juga penting untuk tumbuh supaya bisa menghadapi dosa dan kejahatan yang meningkat dahsyat supaya tidak sampai terseret dan jatuh.

Gereja penginjilan kalau tidak tumbuh, maka banyak yang jatuh bahkan juga yang melayani.

Gereja pengajaran kalau tidak mau penginjilan, tidak bisa tumbuh pesat.

Gereja  yang betul itu perlu keduanya, yaitu limpah Firman Tuhan dan limpah berdoa dalam Roh dan kebenaran Kis 6:4, Maz 42:3 supaya bisa terus berjalan dalam Roh dan hidup berkemenangan.

  1. Dasar yang kuat untuk terus tumbuh! Pertumbuhan apalagi pelayanan harus didasarkan atas hidup yang suci, di jalan sempit, mahir pikul salib sehingga bisa hidup dalam kesucian. Orang yang belum bisa hidup dalam kesucian itu kanak2 rohani.

Yang meskipun anak tetapi seperti hamba, takluk kepada azas2 atau difbata dunia, Gal 4:1-3.Ini berarti bahwa apa yang “harus” di dalam dunia, juga “harus” bagi orang Kristen yang kanak2 rohani. Seringkali hukum2 dan cara hidup orang dunia, mode, kemewahan, keindahan duniawi dll, juga dipakai kanak2 rohani dan ini juga dipakai dan cocok untuk penginjilan (tari2an, tontonan2, sulapan, musik yang hebat2, makan minum dll) untuk menarik orang2 dunia untuk bertobat, Gereja2 penginjilan perlu hal2 yang mewah, indah, menarik, tetapi Gereja pengajaran asal limpah dengan Firman Tuhan, seminar, buku2, sekolah Alkitab dll. Juga hidup yang tertib dalam kesucian dan kasih Kristus yang murni, hidup dicocokkan dengan Firman Tuhan, itu sangat menarik bagi orang2 dewasa rohani, lebih senang dan bisa setia. Tetapi kanak2 suka cari sensasi duniawi dan lebih cocok dengan perasaan hatinya.

Untuk tumbuh kita harus hidup dalam kesucian, tabiat yang lama dibuang. Seperti membuat pelita emas, kalau yang dipakai emas, tahan ditempa untuk jadi pelita, orangnya tidak sampai jatuh dan hancur. Tetapi kalau pakai tanah liat, ditempa, cepat pecah tidak tahan dan hancur, jatuh. Jangan lupa untuk tumbuh harusterus hidup dalam Ruangan Suci (7 KPR), sehingga terus berkemenangan. Pengertian Firman Tuhan harus terus tumbuh 2Pet 3:18. Ini tidak ada habisnya sampai kita jadi sempurna, dan kalau kita mentaati Firman Tuhan (sampai dimana kita mengerti sampai disitu kita harus taat Pil 3:16. Dengan kata lain mana2 yang sudah kita mengerti, itu kita taati). Di atas dasar yang kuat ini Kol 2:6-7 kita bisa terus ditumbuhkan oleh Roh Kudus.

  1. Ber-buah2. Tuhan ingin kita pergi memberitakan Injil dan berdoa bagi orang sakit, sebab ini kebutuhan manusia supaya sehat rohani dan jasmnai 3Yoh 2.

Jadi garam untuk panci kita dan pelita yang menyala untuk sekitar kita Mat 5:14-16 dengan penuh kasih Luk 10:27 dan belas kasihan Mat 9:13. Biar mata kita dicelikkan Allah, sehingga belas kasihan melihat orang2 dalam panci kita menderita kekal di Neraka, kalau tidak diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Jiwa2 yang kita menangkan itu menjadi mahkota kita untuk kekal. 1Tes 2:9.

LULUS.

Satu kali kita akan keluar dari dunia ini dan kembali pada Bapa (ingat di dunia kita sudah jadi anak2 Allah, dan orang yang tidak percaya, anak2 iblis 1Yoh 3:10). Ini bukan nanti di Surga, tetapi sejak sekarang ini Yoh 1:12. Memang tubuh kita belum ditebus, sebab itu dari luar tidak tampak bedanya, bahkan orang2 beriman bisa ditarik oleh tubuhdagingnya untuk menuruti daging dan berbuat dosa. (Justru tubuh belum ditebus, ini termasuk pengolahan, sekolah untuk melatih roh kita terus berkemenangan atas daging yaitu dengan terus menerus mematikannya Rom 6:6). Yang lengah, kurang bisa pikul salib, kurang mengerti Firman Tuhan dan kurang berdoa, akan terseret segala keinginan daging, dunia dan iblis sehingga tidak tumbuh. Jangan sampai ini terjadi. Kita harus terus hidup dalam kemenangan, lebih dari pemenang Rom 8:36-37, bahkan berjalan dalam pawai kemenangan 2Kor 2:14.

Kalau sudah sekali lepas (mati) tidak bisa kembali, sekalipun menyesal sekali (menyesal seperti Yudas itu sia2 2Kor 7:10 tidak membawa pada pertobatan, ini dukacita orang dunia, seperti dukacita orang kaya di Neraka Luk 16:25-31). Sebab itu selama kita hidup dalam dunia, perhatikan untuk nomer 1 mencari kerajaan Allah dan terus hidup benar dalam pimpinan Roh Kudus supaya setiap hari bisa memakai anugerah kemampuan dan kesanggupan ilahi dan dalam jatah anugerah sengsara itu terus lulus, naik kelas. Dengan demikian kita tumbuh terus sehingga terus meningkat, bertumbuh dan mendapat banyak jiwa2 baik angka I (seluruh dunia mendengar Injil Mat 24:14), angka II (jumlah orang percaya digenapkan Rom 11:25), dan angka III (jumlah orang sempurna genap Wah 14:1) yang akan digenapi waktu Tuhan Yesus datang. Kalau seorang jatuh bangun dalam dosa, ia tidak naik, malah bisa turun (dalam dunia tidak terdengar murid sekolah turun kelas, tidak ada, tetapi dalam rohani justru banyak terjadi murid2 Kristus turun kelas, bahkan keluar kembali ke dunia sebab undur atau murtad!!). Jangan sampai ada yang terus jatuh bangun dalam dosa sehingga tidak naik setiap kali menghadapi kesukaran dan penderitaan karena Kristus, sehingga turun setiap kali dan kadang2 turunnya itu bisa drastis, banyak dan berbahaya, hilang keselamatannya. Jangan mulai dalam Roh berakhir dalam daging! Jangan sampai ini terjadi. TMSP (Terus Meningkat Sampai Puncak). Jangan hidup sia2. Secara jasmani (sekuler) tidak ada orang mau jadi pengangguran, tetapi semua ingin produktif, dan makin maju;apalagi murid, ingin terus naik kelas. Tumbuhlah terus, meningkat setiap kali yaitu dengan lulus dalam kesukaran2 yang diberikan (dianugerahkan) kepada kita dan lulus dalam melakukan kehendak Allah dengan sukacita dalam pimpinan Roh Kudus (bukan dengan ber-sungut2, tetapi dengan penuh syukur). Dengan demikian kita bisa hidup baru, dalam tabiat baru dan menangkan jiwa2 bagi Tuhan. Orang seperti ini akan mengalami pertumbuhan yang indah, dari kemuliaan kepada kemuliaan ilahi 2Kor 3:18 dan akan mengalami rencana2 Allah yang indah, yang tidak terduga 1Kor 2:9, makin meningkat dan makin indah di hadapan Tuhan.

Nyanyian:

Semakin mulia Dia mengubahku, ubahku, ubahku.