M3798 – Hakim-Hakim 3:11-30. Kemenangan Iman Ehud (Bagian Ke-2)

Hak 3:12. Kembali beruat jahat. Tetapi sesudah hidup yang manis ini, mereka kembali hidup dalam dosa dan menjadi celaka. Kalau Israel mengalami hidup yang susah, pahit, penuh celaka, itu bukan karena direncanakan demi-kian oleh Tuhan tetapi oleh karena dosa2 mereka sendiri. Orang yang hidup dalam dosa tidak akan bahagia, meskipun senang, uangnya banyak, bisa bersukacita terus, tetapi celaka, dan itu tergantung dari berapa banyak dosa2 dan kekerasan hatinya. Tetapi orang beriman itu seharusnya waktu semua baik2 menyenangkan, memakai kesempatan ini untuk membangun perkara2 rohani dalam hidupnya sam-pai ber-buah2, sehingga menguntung-kan. Ini maksud dari Tuhan seperti yang diberikan Tuhan pada Daud dan Salomo 1Taw 22:9-11. Mula2 Salomo memakai kesenangan dan kelimpahan ini baik2, tetapi kemudian jadi jahat.
Hak 3:11. Waktu Otniel menjadi Ha-kim
yang melepaskan Israel dari Kusyan Risyataim raja Mesopotamia, Israel hidup dengan enak dan sentosa (Hak 3:7-11) 40 tahun. Semua senang, Israel senang, Tuhanpun senang.HAK 3:11-13. ISRAEL TIDAK BISA HIDUP ENAK.

Mengapa orang begitu mudah jadi undur dari Tuhan waktu kelimpahan? Sebab:

  1. Seringkali waktu limpah orang mu-dah ber-senang2 dari dunia ini, bahkan bisa sampai hedonisme, cari senang terus tetapi mula2 tetap ke Gereja. (Seharusnya nomer 1 kesukaan kita dari Tuhan. Pil 4:4,7, Rom 14:17).
  2. Timbul keinginan untuk terus bersu-kacita, cari senang terus, kesukaan duniawi, apalagi kalau sudah terikat dan mabuk, tidak suka lagi pikul salib, lahir batin.
  3. Kalau sudah timbul keinginan per-kara2 duniawi, kemewahan dan suka-cita daging, maka tidak lagi suka per-kara2 dari Tuhan Luk 5:39. 7 KPR jadi rutin, bahkan kemudian terpaksa dan menjadi beban berat.
  4. Orang ini sudah menjadi suam, mendua hatinya dan lebih berat pada perkara duniawi. Setan bekerja lebih kuat dalam hatinya dan Roh Kudus ber-dukacita, terpadamkan atau terpaksa keluar dari hatinya, seperti pada Saul.
  5. Orang ini akan undur dari Tuhan, apalagi kalauada alasan dengan sau-dara seiman atau pimpinannya dan dengan berani dengan lantang ia melawan, sebab banyak setan sudah ada dalam hatinya Mat 12:43-45. Ia un-dur, penuh dosa dan kejahatan dan murka Tuhan atasnya, tetapi ia terus melawan dan memberontak sampai betul2 remuk, hancur berantakan baru kembali pada Tuhan, kadang2 tetap melawan. Sebab itu pada waktu kelim-pahan, ingatlah akan hal ini, jangan se-perti Salomo, Nuh yang waktu limpah, mabuk anggur dan telanjang atau Israel yang seringkali jatuh waktu kelimpahan dan senang. Perhatikan kalau sudah mulai bosan dengan Firman Tuhan dan 7 KPR, itu berarti sudah ada yang salah, tidak beres, ada ke-inginan dosa. Bertobat waktu ini lebih mudah dan tidak sampai rusak dan ca-cat, daripada sudah lanjut dalam dosa dan timbulbanyak cacat yang tidak bisa dipulihkan sekalipun bertobat kembali. Seharusnya orang beriman bisa hidup suci sehingga bisa hidup bahagia.

Mengapa Tuhan membangkitkan Ejlon menjadi celaka bagi Israel? Tetapi disini sebaliknya, sebab hidup menuruti daging, terus cari kesukaan2 dosa yang sesaat, ia hidup dalam ba-nyak dosa dan meninggalkan roha-ninya. Sebab ini sebagai anak, ia dihajar bapaknya supaya bertobat dan pada akhirnyatidak sampai binasa kekal Ibr 12:6,10. Kalau tidak mau bertobat, ke-ras hati seperti orang Israel yang mau terus ber-senang2 menuruti daging, seperti orang zaman Nuh, Lot, itu hidup yang tidak bahagia.

Tetapi kalau mau terus hidup sejahtera, bahagia dalam perlindungan dan berkat Tuhan dan terus sampai Surga, hiduplah dalam kesucian, di jalan sempit, pikul salibtaat akan Fir-man Tuhan yaitu melakukan kehendak Bapa. Percayalah akan Firman Tuhan, maka hidup yang benar dan taat itu pasti enak dan sentosa.  Jangan per-caya mulutnya iblis dan daging. Jadi hidup berkenan pada Tuhan supaya bahagia, tumbuh, ber-buah2 sampai mati dan bersambung di Surga.

HAK 3:14. ISRAEL MENDERITA SELAMA 18 TAHUN.

Mereka sudah tidak tahan. Kalau se-nang2 sampai 40 tahun atau 80 tahun tidak terasa (Hak 3:11,30). Kadang2 kalau orang menderita, ia justru jadi lebih rohani. Tetapi tidak semua orang menjadi rohani waktu tidak enak! Te-tapi sebagian malah marah2, ber-su-ngut2, berontak, sehingga tambah cela-ka, lalumenghalalkan segala cara untuk jadi enak kembali,maka ia lebih dalam terjerumus dalam jerat iblis. Tetapi kalau sudah enak semua, mau enak terus, lalu terjerat keinginan dan per-cintaan dosa sehingga hidup rohaninya jadi suam, mendua, gairah rohaninya merosot, mogok, makin terikat, mabuk, telanjang, rohaninya rusak dalam ta-ngan iblis. Sebab itu dosanya terus ber-tambah2, kalau tidak bertobat bisa binasa.

Tetapi orang yang matanya celik, mau terus dipimpin Roh akan bisa menggunakan kesempatan ini untuk terus tumbuh, melakukan kehendak Tuhan, berbuah, Terus Meningkat Sampai Puncak kesempurnaan.

HAK 3:15. SEBAB DIHAJAR,

MULAI SADAR.

Kalau tidak mau sadar, tidak mau bertobat, hajaran itu makin keras dan celaka itu kena kepadanya. Kalau mau bertobat, semua diterima kembali, asal masih hidup. Putra terhilangpun diteri-ma kembali, tetapi cacat! Orang yang mengerti dan mau taat tidak mau sam-pai cacat, sebab ini menjadiukuran un-tuk kekal. Jangan keras hati, pasti celaka Ibr 3:13-15.

Ketika Israel bertobat kembali, Tuhan memulihkannya dengan:

  1. Memunculkan Ehud dan
  2. Buat jalan lepas dari celakanya itu. Cara Tuhan itu tidak terbatas.

HAK 3:16-17. HADIAH DAN BELATI BERMATA DUA.

Apa yang harus dilakukan Ehud? Se-perti biasa orang Israel membawa hadiah (upeti) selama 18 tahun untuk Ejlon yang menjajah Israel. Ejlon bisa pergi seperti biasanya dan kemudian pulang. Tetapi hatinya me-nyala2 de-ngan gairah dari Tuhan. Tuhan me-mimpinnya untuk membawa selain hadiah (upeti), juga pedang/ belati.

Yang penting bukan siasat, cara atau metode2nya, tetapi harus percaya kepada Tuhan. Ehud yakin Tuhan bisa tolong. Tuhan mem-beri pimpinan pada Ehud untuk bersedia. Dengan iman, segala cara dan pimpinan Tuhan pasti memberi hasil Mrk 9:23. Tanpa iman, cara2 seperti initidak akan bisa jadi. Barak sudah diberi caranya oleh Tuhan, tetapi tidak berani sebab tidak percaya Hak 4:6-8. Orang yang tidak percaya akan selalu menemukan alasan bahwa cara Tuhan itu tidak bisa jadi, mustahil! Dengan akal, semua cara Ehud, Daud, Gideon, Yosafat dll adalah mustahil, tidak masuk akal. Tetapi orang yang dipakai Tuhan itu akan menang dengan iman,sebab percaya, bukan nomer 1 karena caranya, sebab biasanya cara Tuhan itu tidak masuk akal. Tetapi orang percaya akan me-nang karena disertai Tuhan. Kalau Tuhan beserta, Tuhan akan buka jalan, beri jalan, beri pimpinan dan dengan Tuhan, Tuhan akan membuat se-muanya berhasil!

Contoh lain, misalnya janda murid nabi 2Raj 2:2-4. Cara Tuhan yang dikatakan Elisa itu tidak masuk akal tetapi toh terjadi.

HAK 3:18-19. SENDIRIAN DENGAN ALLAH.

Orang yang punya iman tidak takut sendirian, sekalipun tidak disetujui teman2 lain, sekalipun ditinggalkan sendirian, ia tetap berani maju mela-kukan kehendak Allah sebab yakin, sebab punya iman! Ehud sudah kembali sampai didaerah Israel, di Gilgal (dekat Yerikho, kota pohon Kurma). Mengapa disebutkan sampai 2 kali (ayat 19+26).

Patung2 pahatan di Gilgal. Ini milik siapa, siapa yang menyembahnya. Ye-rikho sudah diambil orang Moab, yang lain pasti kena pengaruhnya juga, sebab Moab menguasai Israel. Mungkin juga Israel yang mendirikan dan me-nyembah patung2 ini, mungkin supaya memperkenankan orang Moab, seka-ligus Israel menyembahnya untuk mendapatkan pertolongannya. Ini me-nyalakan amarah hati Ehud, seorang yang dipimpin Roh pasti tidak setuju dengan hal2 seperti ini. Seperti Daud melihat dan mendengar Goliat, ia tidak tahan, sebab Roh Kudus ada di dalam dirinya. Juga Ehud melihat patung2 pahatan, ini tidak ada dalam Taurat, bahkan ini suatu kebencian bagi Tu-han,dan Ehud tidak tahan dan bergerak dalam pimpinan Roh Kudus. Di tempat2 patung pahatan ini, ia balik kembali ke Moab tetapi orang2 yang memikul hadiah itu disuruh kembali. (Cara2 dalam Wasiat Lama kadang2 ada dusta tetapi dengan maksud baik seperti disini, masih dibiarkan, baru kalau sumpah, tidak boleh dusta Mat 5:33-37. Dalam Wasiat Baru tidak lagi boleh dusta sekalipun dengan maksud baik.

Juga membunuh musuh dalam Wasiat Lama masih dibiarkan, tetapi dalam Wasiat Baru justru mengasihi dan memberkati musuh Mat 5:43,44).

Ia pergi sendiri, berjalan dengan Tuhan. Mengapa berani? Sebab percaya dan dipimpin Roh. Ia tidak setuju dengan penyembahan berhala di Gilgal. Ia yakin akan Allahnya yang maha besar dan maha kuasa.

Kita harus makin banyak berjalan dengan iman bukan dengan kekuatan manusiawi Zak 4:6, tetapi dengan kua-sa Allah, yang nyata dengan iman. Be-lajar terus berjalan dengan iman, seka-lipun dalam perkara kecil 2Kor 5:7, ber-tindaklah dengan iman (bukan berarti jangan berpikir, tetapi berpikir baik2 supaya jangan ngawur dan jangan men-cobai Allah Mat 4:7, tetapi berjalanlah dalam Roh. Kita harus menghadapi se-mua serangan iblis dengan perisai iman Ef 6:16 dan dengan iman mentaati pimpinan Roh Kudus Rom 8:14. Keme-nangan Ehud dan semua orang ber-iman adalah kemenangan iman, oleh Firman Tuhan dan Roh Kudus.

HAK 3:20. TAAT DIPIMPIN ROH.

Tanpa Tuhan, rencana ini akan gagal. Ehud bertindak Tuhan bekerja. (Juga Daud bertindak, Tuhan bekerja. Demi-kian juga Musa, Daud, Petrus, Paulus, Timotius dll). Pada akhir zaman kita ha-rus belajar makin mahir berjalan dalam Roh, yaitu dengan iman mentaati suara Roh.

HAK 3:21-26. EHUD TAAT, TUHAN MEMBERI KEMENANGAN.

Ini suatu skenario yang panjang dan rumit. Kalau Tuhan tidak mengerjakan-nya, Ehud tidak bisa melakukannya sendiri, bingung, kacau, salah satu saja ia bisa mati. Ehud dapat pimpinan Tuhan dan melakukannya, Tuhan yang membuat semuanya berhasil.

Dalam semua langkah2 ini Tuhan yang bekerja sehingga semuanya jadi. Ehud lolos karena Tuhan, luar biasa.

HAK 3:27. EHUD MENGGERAKKAN SELURUH ISRAEL.

Jangan beriman sendiri, nasehati dan bagi2kan iman itu kepada orang lain juga.

Ehud membunyikan nafiri, mena-sehati dan mendorong mereka dan memberi contoh dengan berjalan di depannya. Memang ada orang yang ikut2an seperti Barak bergantung pada Debora (Hak 4:8. Tetapi jangan kecil hati. Murid2 mula2 imannya kecil atau tidak ada. Tetapi makin lama imannya tumbuh sehingga akhirnya menjadi seperti Gurunya).

Kalau kita mulai tumbuh dalam iman, jangan lupa, bantu saudara2 kita juga Luk 22:32, bangkitkan iman sau-dara2 yang lain seperti Ehud mem-bangkitkan iman2 umat Tuhan lainnya.

 

HAK 3:28-29. APA SAJA YANG DIPERBUATNYA BERUNTUNG JUGA.

Perjalanan hidup kita itu dengan iman, bukan dengan penglihatan 2Kor 5:7.

Tidak sulit untuk hidup dengan iman, sebab jalannya sudah kita ketahui yaitu Tuhan Yesus, Dialah jalan kita Yoh 14:4-6. Belajar tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan dan taat, bahkan dalam segala jalan yang dipimpin Roh kita akan untung dalam semuanya Maz 1:3.

 

HAK 3:30. ISRAEL SENTOSA 80 TAHUN.

Sesudah Tuhan menolong Israel de-ngan tangan Otniel, maka Israel hidup sentosa selama 40 tahun. Tetapi sesu-dah Otniel mati, Israel kembali berdosa dan jadi celaka. Sesudah Israel bertobat dan ditolong Tuhan lewat tangan Ehud, mereka hidup dengan sentosa selama 80 tahun lalu Israel berdosa lagi lalu hidupnya jadi celaka lagi. Hak 4:1. Mengapa? Sebabnya adalah:

  1. Waktu hidupnya sentosa, rohaninya merosot, seharusnya tetap baik bahkan meningkat.
  2. Harus bisa mengajak orang seki-tarnya untuk sama2 berperang dan menang dan terus meningkat. Dengan kata lain, ia sendiri harus meningkat, lalu menolong orang lain meningkat ber-sama2. Luk 22:32.

Jadi kita harus menggunakan ke-sempatan waktu hidup sentosa, sejah-tera, supaya terus tumbuh, jangan berhenti atau macet.

Ini kesalahannya orang Israel. Kalau sudah senang, semua jalan baik, me-reka merasa semua sudah beres, Tuhan kurang diperlukan, rohani diabaikan, macet, jadi lemah, undur dalam dosa dan terus ber-tambah2 dalam dosa sampai hukuman Tuhan jatuh.

Seharusnya mereka harus terus bertekun tumbuh dalam Tuhan. Jangan hanya bertobat sampai tertolong lalu stop,jadi “biasa” kembali seperti da-hulu, tetapi harusterus maju di dalam Tuhan, Terus Meningkat Sampai Pun-cak sesuai dengan rencana Allah, kalau bisa sampai sempurna seperti Kristus. Kita harus terus meningkat. Jangan tetap saja itu berarti macet. Setiap hari kita hidup, Tuhan mempunyai rencana bagi kita untuk:

  1. Terus meningkat dalam rohani. Kalau tidak meningkat berarti ada yang tidak beres, seringkali ada dosa atau ke-inginannya karena tertipu setan, karena bodoh atau menuruti daging. Itu semua harus dibersihkan dan kalau sudah bersih, kita bisa terus tumbuh, terus meningkat.
  2. Berusaha untuk bisa menjadi berkat bagi orang lain, bisa menarik orang lain untuk ikut ber-sama2 meningkat. Ini sangat penting, supaya tidak macet rohaninya, sebab ini prinsip rohani, orang yang memberi, itu berkatnya lebih banyak daripada menerima Kis 20:35. Justru dengan menjadi garam dan terang bagi orang lain, membantu, menolong, mendorong orang lain untuk juga terus tumbuh dan me-ningkat ber-sama2, maka kita sendiri akan terus kuat dan ber-api2, bergairah untuk terus tumbuh sampai seperti Kristus.Prinsipnya, hidup itu harus Terus Meningkat Sampai Puncak dan mengajak orang lain.

Ilustrasi: Lokomotif dan gerbong. Kalau jadi gerbong, satu kali akan berhenti dan macet sebab tidak punya mesin sendiri, tergantung dari orang lain. Tetapi kalau jadi lokomotif, tidak akan pernah macet, tidak akan ber-henti, sebab punya mesin sendiri, bisa jalan sendiri, bisa jalan terus. Bedanya lokomotif dan gerbong, lokomotif itu memberi, gerbong itu menerima saja; lokomotif bisa menarik gerbong2 lain, kalau gerbong tidak bisa menarik diri sendiri apalagi menarik yang lain untuk maju! Kalau kita tumbuh, dan mau menarik danmenolong orang2 lain supaya tumbuh dan maju, kita sendiri akan tumbuh terus, tidak akan macet. TMSP, sampai mati atau Tuhan datang!

Sebab itu gembalakanlah domba2 Tuhan, baik dalam keluarga, baik dalam Gereja, dalam Persekutuan Sel, dalam seksi2 dalam semua bagian dari Gereja (semua orang yang cinta Tuhan, seharusnya menggembalakan domba2 Tuhan Yoh 21:15-17. Bahkan semua pemimpin dalam Gereja, seharusnya betul2 cinta Tuhan dan juga adalah gembala bagi domba2 Tuhan yang dipimpinnya). Kalau kita mau meng-gembalakan, maka kita tidak akan macet, tetapi terus tumbuh, terus me-ningkat, supaya bisa menjadi seperti Kristus. Jangan memikirkan hanya diri kita sendiri, tetapi bagaimana bisa membuat orang lain tumbuh. Bagai-mana bisa mem-bagi2kan makanan Firman Tuhan sehingga orang lain bisa tumbuh. Bagaimana bisa memuridkan orang lain seperti kita juga meniru Kristus. Orang beriman yang cinta Tu-han itu harus menggembalakan dom-ba2 Tuhan dan memuridkannya Mat 28:19. Orang seperti ini tidak akan macet, tetapi terus tumbuh sebab su-ka, maumembawa orang lain tumbuh karena Kristus.

 

KESIMPULAN.

Kesalahan orang Israel, itu sangat jelas, kalau sudah senang, enak lalu lupa Tuhan, cari senang2, icip2 anggur du-nia, mendua, suam, timbul percintaan dosa dan duniawi, sehingga rohaninya merosot dan dosa2nya ber-tambah2, sehingga hidupnya jadi pahit dan celaka lagi. Sebab itu, keadaan seperti ini harus dicegah. Kalau ada yang salah bertobatlah dan yang sudah sungguh2, teruslah meningkat, jangan macet dan jangan maju sendiri, ajak, bawa semua yang lain, yang bisa dibawa, diajak maju seperti lokomotif, jangan seperti gerbong, maka kita tidak akan sampai berhenti dan macet. Terlebih berkat memberi daripada menerima Kis 20:35. Yang cinta Tuhan Yesus gembalakanlah domba2 Tuhan, muridkan mereka, sambil kita sendiri juga digembalakan dan dimuridkan (penggembalaan ber-tingkat Kel 18:21).