YS277 – Yesaya 53:7-9. Penderitaan Seperti Orang Jahat, Tetapi Mulia Di Hadapan Allah.

YESAYA 53:7. SEPERTI DOMBA YANG DIBANTAI.

7a. Ia ditindas dan Ia disengsarakan.

Firman Tuhan membukakan mata kita, sehingga kita tahu dengan gamblang dan jelas bahwa Tuhan Yesus  turun ke dunia itu menjadi Anak domba Allah Yoh 1:29. Ia jelas melihat tujuan kedatanganNya untuk menebus manusia, menjadi korban tebusan dan Ia mau taat sampai ke akhir. Sebab itu Ia bisa tahan dan lulus sampai ke akhir. Pil 2:8.

Begitu juga kita harus mengerti dan melihat dengan jelas tujuan hidup kita bukan untuk dunia ini tetapi untuk Kristus Pil 1:21 dan jalannya adalah di jalan sempit, hidup di atas Mezbah. Kalau kita bisa mengerti hal ini dengan jelas bahwa kita ikut Tuhan Yesus untuk menderita Luk 9:23, yaitu menderita karena Dia seperti Anak domba Allah sehingga pada waktu kita diolah bisa jadi sesuai dengan kehendak Allah, terus tumbuh,meningkat. Kalau mau menderita seperti Kristus, maka salib akan menjadi kesukaan kita dan kita akan menjadi manusia sengsara dan mahir dalam sengsara dalam segala segi hidup sehingga terus lulus dan terus meningkat, makin indah dan makin mulia seperti Kristus. Memang kita tidak boleh lupa bahwa semua sengsara karena kebenaran, karena Kristus, bukan karena dosa, itu akan berubah menjadi kemuliaan abadi untuk kekal di Surga. Inilah sebabnya mengapa Petrus dan Yohanes bersukacita waktu menderita sengsara karena Kristus Kis 5:41, juga nabi2 Mat 5:10-12 dan semua orang yang celik matanya. Tetapi sukacita itu bukan saja di Surga, tetapi sejak sekarang di dunia ini 1Pet 4:14. Sebab orang2 seperti ini, yang mahir mematikan daging juga mahir hidup dalam kesucian, dan itu menarik suasana Surga yang sesungguhnya dalam hidup di dunia ini! Memang aneh dan ajaib, tetapi inilah kekristenan, sengsara bagi daging, Surga dalam rohnya. Sebab itu jangan takut segala penderitaan dan sengsara karena kebenaran, sebab Tuhan menguasai semuanya dan Iabeserta kita maka kita akan tetap menang dan bersukacita.

Kalau tujuan hidup kita di dunia, mencari dunia ini untuk menikmati kesukaan di dunia untuk melazatkan daging, maka kekristenan kita akan penuh dengan persungutan dan pahit, sebab daging disakiti terus Hidup seperti ini sekalipun penuh dengan kesukaan dosa dan dunia, tetap haus dan terus haus lagi, kosong seperti Yoh 4:13, Ams 14:12-13.

7b. Ia tidak membuka mulutNya. Ia dibawa seperti anak domba kepada pembantaian.

Domba dibawa ke pembantaian sudah pasti mati disembelih. Ini tentang Tuhan Yesus sebagai Anak domba Allah, juga kita yang meniru jejakNya. Maz 44:12, Yer 51:40. Prinsipnya disini adalah menderita tetapi tidak membuka mulut. Ini lain daripada prinsip di dunia. Dalam dunia, kalau mereka menderita karena kebenaran, langsung protes, demo (supaya suaranya didengar)untuk buka mulut bahkan vokal!

Beberapa orang yang vokal (bermulut besar, berani bicara karena sengsara dan penderitaan apalagi kalau benar) berarti menolak salib. Kita boleh menyatakan kebenaran kita supaya orang2 yang melawan tahu, supaya merekajangan melawan kebenaran dan Allah Rom 8:31, 1Pet 3:12 dengan segala akibatnya yang dahsyat, tetapi kalau mereka (“musuh”) kita tetap melawan, jangan pusing, jangan kuatir, ini menjadi salib bagi kita, tetapi Tuhan akan bekerja melawan mereka dengan adil dan dahsyat! Bagi kita salib itu kuasa Allah 1Kor 1:18, kuasa untuk mematikan daging dan kuasa menghadapi musuh supaya bisa mengampuni dan memberkatinya, tetapi kalau merekatidak mau bertobat, Tuhan yang membalasnya Rom 12:19.

Kita harus bersikap seperti domba kelu (bisu) tetapi Tuhan adalah Hakim yang adil, yang pada waktunya akan menghukum musuh orang2 beriman. Belajar seperti Kristus, tutup mulut dan berdoa terus, tetap taat dalam pimpinan Roh dan tetap hidupbenar dan terus berharap Tuhan, Tuhan yang akan membalas dan Roh Kudus akan memimpin kita! Tuhan yang menindak Firaun yang tidak mau bertobat.

Jangan takut akan tempat pembantaian, sebab ini dalam kuasa Allah. Tuhan Yesus memang harus mati, Hujan awal juga penuhdengan kematian, tetapi Hujan akhir tidak ada yang mati 1Kor 15:51-52. Sekalipun sekarang atau kapan saja kalau kita benar, Tuhan akan ada di pihak kita dan memberi kemenangan. Jangan kuatir, Tuhan menguasai semuanya, tidak ada yang kebetulan bagi Allah dan kita dan Allah mengatur yang terbaik. Tuhan sanggup melepaskan seperti Paulus, Petrus dll Kis 12:10; 16:40.

7c. dan seperti domba bisu di hadapan penggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulutNya. (Kis 8:32).

Apa bedanya tempat pembantaian dan pengguntingan bulu? Keduanya penuh sengsara (digunting bulunya berarti domba2 akan mengalami sengsarakedinginan, sebab itu “bajunya”), tetapi pembantaian berarti mati, pengguntingan tidak mati. Kita tidak tahu akhirnya, Tuhan yang pasti tahu, tetapi untuk keduanya sama2 bisu, tutup mulut.  Seringkali kita tidak tahu tentang Salib yang kita hadapi apakah itu dari tempat pembantaian atau pengguntingan. Jangan kuatir semua dalam tangan Allah yang maha kuasa dan yang cinta kita semua. Salib itu biasanya di luar Gereja, lebih2 dalam zaman Hujan awal biasanya menjadi tempat pembantaian. Tetapi juga di dalam Gereja ada salib, diantara orang2 beriman, tetapi biasanya ini tempat pengguntingan (tidak sampai mati, tergantung dari masa dan keadaan serta rencana Allah) dan ini juga menjadi tempat pengolahan dan semua harus belajar untuk bisu, bukan vokal apalagi buka mulut dengan salah, dengan kebencian dan menuruti daging, itu justru menjadi dosa.

Sebab itu jangan vokal, ber-bantah2, itu bukan adat orang2 beriman 1Kor 11:16. Belajar tunduk dan taat pada pemimpin, apalagi kalau tahu pimpinan dan perintahnya betul Ibr 13:17. Kalau toh yakin pemimpin yang salah (lebih sering sebaliknya) bicara dengan kasih dan terus terang, langsung,untuk mem-bagi2kan (share) kebenaran yang dimilikinya, kalau tidak mau jangan ber-bantah2, jangan vokal, serahkan pada Tuhan dan minta pimpinan Roh. Putra manusia di hadapan “hakim2nya” tinggal diam, tidak pusing membela diriNya yang benar, sebab tahu memang waktunya sudah sampai untuk menjadi korban tebusan manusia. Meskipun di tempat pengguntingan. Jangan bereaksi dosa, terus taat dipimpin Roh danberharaplah pada Tuhan, maka kita akan melihat kemuliaan Tuhan yang heran, lebih2 dalam Hujan akhir dalam Minggu ke-70 Daniel, kuasa Allah yang begitu limpah (juga adapelayanan orang sempurna) akan menggenapi 1Kor 15:51. Kita mengalami pengolahan dalam kedua macam tempatini dan itu suatu keuntungannya yang besar sekali, sebab akan diolah menjadi seperti Kristus. Orang yang vokal biasanya tidak bisa mematikan daging, sehingga daging bicara terus dan kata2nya dari dirinya sendiri, atau dari daging dan iblis. Tetapi orang yang bisa bisu itu, bisa mematikan daging dan justru Roh Kudus akan bekerja makin nyata sehingga kita makin peka mendengar suaraNya. Kalau kita tetap tidak bereaksi dosa dan taat akan suarapimpinanNya, maka kita akan melihat dan melakukan perkara2 besar dengan Dia Maz 60:14.

YES 53:8. DIPOTONG DARI NEGERI ORANG HIDUP.

8a. Ia diambil dari penjara dan dari penghakiman.

Barabas berbuat jahat dan masuk penjara untuk diadili dan dihukum, supaya mendapat hukuman yang setimpal dengan kejahatannya. Tetapi Putra manusia Yesus tidak masuk penjara, langsung diambil dari penjara dan dari pengadilan langsung dihukum mati, dipotong dari negeri orang hidup. Ia mengalami hukuman yang paling dahsyat, tanpa keadilan. Dahsyat, keadilan tidak dijalankan di atasNya. Imam besar menuntutNya dengan saksi dusta dan Pilatus yang sudah mengadili dan tidak mendapatkan kesalahan sama sekali (ia berkata: patut dibebaskan), tetapi tetap menghukum mati sambil cuci tangan Mat 26:20; 27:24, Luk 23:14-16. Betul Pilatus cuci tangan, tetapi dia sudah menjatuhkan hukuman mati ke atas Putra manusia Yesus yang tidak bersalah. Memang Ia tidak bersalah dan mati karena kesalahan kita. Ia tidak masuk penjara tetapi langsung dihukum mati, dipotong dari negeri orang hidup.

 

8b. Dan siapakah yang akan menyatakan generasinya.

(Contoh generasi sekarang (sebagian) adalah generasi yang jujur, anti korupsi yang membela hak2 asasi dan membela orang yang benar). Tetapi pada waktu itu, generasiNya adalah generasi yang jahat, yang dikuasai oleh orang2 rohani yang munafik dan jahat dan Herodes dan Pilatus yang berkuasa, itumembunuhNya.

Seharusnya mereka yang membela generasinya tetapi justru orang ini yang menjerumuskan Putra manusia ke dalam hukuman yang dahsyat. Dijepit dari segala arah, oleh Herodes, oleh Pilatus, oleh imam2 dan orang2 rohani waktu itu dan oleh generasinya (yang sudah makan rotinya, ditolong dan dinasehati).

Dahsyat, dijepit dan dijerumuskan dari segala arah. KeadaanNya betul2 terjepit dan tidak ada yang membela, juga murid2Nya sendiri lari. Di mana orang yang sudah disembuhkan, dibangkitkan, diberi makan, diberi pertolongan dll. Tidak ada yang memihakNya, semua menjadi lawanNya atau larimeninggalkanNya.

Kadang2 kita juga dijepit dari segala arah, se-olah2 dalam generasi kita, tidak ada yang membela kita, semua lari. Itu yang dirasakan Elia, tidak ada lagi orang yang membela dia, padahal masih ada 7000 orang yang di pihak Allah dan dia, termasuk Elisa dan murid2nya. Tuhan selalu punya orang2 yang setia, tetapi kadang2 tidak muncul dan tinggal kita seorang diri (tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan kita). Tetapi pada waktu itu,Tuhan Yesus betul2 seorang diri dalam generasiNya. Jangan kecil hati, Tuhan tidak akan meninggalkan kita, tetap berdiri benar di hadapan Allah, dan menungguNya. Tuhan Yesus menderita jauh lebih dari semua penderitaan umatNya.

 

8c. Sebab Ia dipotong dari negeri orang hidup, karena kesalahan umatKu Ia direndahkan (kena bala).

Putra manusia Yesus dipotong dari negeri orang hidup, mati tanpa pembelaan, tanpa keadilan, tanpa seorangpun menolongNya, ditinggalkan oleh semuanya. Ia masih bertahan, sampai akhirnya Bapa juga meninggalkan Dia oleh karena dosa segenap dunia ditimpakan atasNya (seperti tangan orang yang berdosa ditaruh di atas kepala domba, maka kesalahan orang itu, ditimpakan, ditaruh atas domba itu yang menjadi bersalah dan dihukum mati, sebab itu domba itudisembelih). Begitu keadaan Putra manusia Yesus ditinggalkan sendiri, sampai akhirnya Bapa pun meninggalkan Dia sehingga Ia berteriak sebab ditinggalkan BapaNya Mat 27:6. Ini saat yang paling berat, sebab semua boleh meninggalkanNya asal Bapa tetap. Tetapi sebab segala dosa dan kesalahan umat Allah ditaruh di atasNya, maka Bapa tidak bisa tahan dan meninggalkanNya se-olah2 Putra manusia Yesus itu sebagai orang berdosa menggantikan manusia yang berdosa.

Ini penderitaan yang paling dahsyat, top, yang dialami Putra manusia Yesus sebagai korban tebusan (ditinggalkan Bapa dan iblis menghantam Dia, tetapi Tuhan Yesus tetap taat dalam kesucian). Kita menderita, bagaimanapun beratnya,kita tidak akan pernah ditinggalkan oleh Tuhan Allah kita, sebab kita bukan korban tebusan. Kita menderita karena pengolahan untuk diri kita sendiri (memang juga bisa menderita karena salah orang lain, tetapi bukan korban tebusan) dan Allah selalu beserta. Jadi kita menderita bagi diri kita sendiri, juga kalau sampai mati, penderitaan karena pengolahan dan karena itujustru kita tumbuh sampai pada puncak2 kemuliaan yaitu menjadi seperti Kristus. Orang2 yang cinta Tuhan, menderita karena Tuhan, tidak akan pernah mengalami penderitaan yang paling dahsyat ini, hanya Tuhan Yesus sebagai Anak domba Allah yang mengangkut dosa seluruh manusia. Kita tidak akan pernah mengalami seperti ini, Tuhan Allah akan tetap menyertai kita sampai saat terakhir, bahkan berubah menjadi kemuliaan. Ada satu kasus yang mirip seperti ini yaitu penderitaan orang yang ditinggalkan Allah, sebab tidak mau bertobat (ini lazim untuk orang2 yang hidup dalam dosa dan keras hati, tidak mau bertobat) lalu ia diserahkan pada iblis 1Kor 5:5, sehingga iblis datang membinasakan, menghukum dan menyiksakannya tanpa ada Allah, sebab sudah ditinggalkan Tuhan. Ini terjadi pada orang2 yang diserahkan pada iblis seperti Himenius dan Iskandar 1Tim 1:20 dan orang2 Korintus yang berbuat dosa terlalu keji, lebih dari orang dunia 1Kor 5:1,5. Hal seperti ini juga akan terjadi dalam zaman Antikris yaitu orang2 yang ketinggalan dalam pengangkatan, mereka diserahkan pada Antikris, iblis dan tentaranya sebab Tuhan tidak besertanya. Ini suatu perkara yang paling dahsyat dan sangat mengerikan, mereka harus bergumul dalam aniaya Antikris sampai mati. Tuhan masih memberi 2 Saksi untuk menguatkan, tetapi mereka sudah ditinggalkan Allah diserahkan dalam tangan Antikris Wah 13:7. Ini dahsyat sekali, seperti masuk Neraka di bumi, bagi mereka yang ditinggalkan. Tidak ada lagi keadilan sama sekali, wai bangsa2 yang tertinggal ini. Jangan sampai ini terjadi karena sangat dahsyat, meskipun hanya 1260 hari, atau mungkin hanya beberapa hari lalu matinya. Dahsyat. Berjagalah supaya jangan masuk disini, sebab itu bertobat dan hidup suci.

 

YES 53:9. KEMATIAN PUTRA MANUSIA YESUS.

 

9a. Maka ia membuat kuburanNya diantara orang2 keji dan di dalam matinya diantara orang kaya.

Ini akhir dari hidup Putra manusia Yesus sangat jelek seperti orang jahat, sebab memang Ia menjadi “orang berdosa” dan mati sebagai “orang berdosa” karena menanggung dosa kita. Tetapi di hadapan Allah matiNya sangat indah, Ia berhasil dengan sempurna menyelesaikan tugasNya Yoh 19:30. Di hadapan orang banyak reputasinya sangat jelek dan jahat, sehingga orang2 Parisi dan Imam2 meng-olok2nya, misalnya Luk 23:35-37,39, bahkan sesama “orang hukuman”, penjahat di sebelahNya meng-olok2Nya, tetapi sesungguhnya sangat indah kematian PutraNya yang menyelesaikan tugasNya dengan sempurna.

Sampai matipun kita juga belum bisa mengetahui betul keadaan seseorang. Kalau restoran enak, laku keras, orang bisa percaya mutunya, seperti kecap sudah 50 tahun. Tetapi orang mati di hadapan Allah dan manusia bisa berbeda 100% seperti Putra manusia Yesus ini, tetapi yang penting adalahstatusnya di hadapan Allah. Memang dalam terang Firman Tuhan dan karunia marifat Roh Kudus kita bisa tahu, tetapi kalau sudah mati sudah selesai! Bandingkan orang kaya dan Lazarus, juga Yerobeam yang populer diantara rakyatnya tetapi seperti tahi di hadapan Allah, kalau sampai mati tidak bertobat, tetap tahi 1Raj 14:10. Bagaimana matinya, dimana, bagaimana upacaranya dll itu belum tentu sama dengan nasibnya di Surga atau Neraka.

Tetapi yang sangat indah adalah orang2 khusus di akhir zaman yang tidak pernah mati atau bangkit, tetapi berubah waktu pengangkatan dalam tubuh kemuliaan Pil 3:21, 1Kor 15:51-52. Kita sendiri yang menentukan nasib kita dengan pertolongan Tuhan.

9b. Sebab ia tidak melakukan kekerasan, juga tidak ada tipu daya dalam mulutNya.

Ia mati sebagai orang benar yang menanggung dosa isi dunia, bukan dosaNya sendiri. Sebab itu, Bapa dan Roh Kudus yang berkenan kepadaNya membangkitkanNya Rom 6:14; 8:11. Begitu juga manusia, yang benar atau yang dosaukurannya adalah ikut hari kebangkitan pertama, dibangkitkan oleh Trinitas Allah 1Tes 4:16-17.

Tentu kita juga tahu tanda2 orang yang berkenan dan tidak. Siapa yang tahu?

  1. Biasanya orangnya sendiri, kecuali buta dan ditipu iblis.
  2. Gembala harus mengenal domba2nya, istimewa untuk keselamatannya Yoh 10:5, Ibr 13:17 (dalam Gereja besar seperti Musa, sistem penggembalaan bertingkat atau ber-lapis2). Penggembalaan itu sangat penting. Orang2 yang cinta Tuhan, mau dibebani dengan beban ini Yoh 21:15-17. Sebab ini penting untuk merebut jiwanya untuk kekal.
  3. Orangtua, istri, suami, orang serumah, jangan hanya tahu salahnya (sebagai orang dekat) tetapi rebutlah supaya bertobat dan diselamatkan. Sebab itu perlu penggembalaan (Yes 53:16). Memang mengenali saudara2 kita (apalagi dosa, kesalahan dan tabiatnya)itu penting, lebih2 dalam rangka keselamatannya, tetapi tujuan utamanya adalah untuk keselamatan jiwanya, jangan binasa tetapi selamat ke Surga.

Penentuan ini sudah terjadi pada detik kematiannya Ibr 9:27, tetapi orang2 hanya melihat mayatnya, bukan rohnya Pkh 12:7. Ini 1 juta lebih penting (yaitu keselamatan) dari sekolah atau kesehatannya dll, jangan lupakan. Orang yang terbeban untuk keselamatannya itu seperti Yesus, orang yang hanya memperhatikan dosa dan kejahatannya itu seperti iblis si penuduh dan pembunuh. Sebab itu kita sendiri harus beres di hadapan Tuhan;bereskanlah mulut ini, sebab ini membuat dosa yang paling sering dan paling banyak dan segala perbuatan yang jahat, baik dalam pikiran atau perbuatan. Siap bertemu Tuhan Amos 4:12. Kita harus selalu siap, juga menyiapkan orang lain, (apalagi seisi rumah / “panci” kita / domba2 yang dibebankan atas kita) termasuk tabiatnya, sebab tabiat itu pabriknya sumbernya dari perbuatan kita; perhatikan supaya tubuh dosa dan tubuh maut ini selalu dimatikan. Rom 6:6.

YES 53:10. IA AKAN MELIHAT BENIHNYA DAN MEMPERPANJANG UMURNYA.

10a. Tetapi ini memperkenankan Tuhan untuk meremukkanNya.

Disini yang disebut Tuhan adalah Allah Bapa, sebab memang Bapa adalah Tuhan bagi Kristus dan Kristus juga Tuhan, sehingga keduanya boleh disebut Tuhan. Mat 22:44. Istimewa dalam hal perintah dan ketaatannya seperti tuan dengan hambanya. Putra manusia Yesus adalah Tuhan kita, tetapi hamba yang taat kepada BapaNya bahkan sampai mati Pil 2:8. Kalau kita menyebut Tuhan, maka kita harus taat akan perintahNya, yang tidak mau taat, tidak masuk Surga Mat 7:21. Sangat sederhana tetapi pasti! Jangan hanya ber-seru2 Tuhan tetapi tidak taat, itu tahu tetapi celaka, sebab tidak taat! Kalau disuruh yang mudah dan enak tentu menyenangkan, tetapi yang berat dan sakit bagi daging, jangan susah, sebab pahala dan kenaikan tingkat (pangkat, cara duniawi) itu sebanding, sebab Allah itu baik dan adil, tidak pernah salah/ keliru.

Jangan berkecil hati, sebab semua sesuai, adil, benar. Putra manusia Yesus mendapat ujian yang tertinggi dan terberat. Kalau Tuhan berkenan akan meremukkanNya itu bukan kejam atau jahat, tetapi kasih Allah bagi manusia dan bagi PutraNya (ada ikatan kasih yang sempurna dalam Bapa, Putra dan Roh Kudus). Allah tidak pernah salah dan Putra manusia mendapat peremukan yang dahsyat, tetapi sesudah itu diangkat tertinggi dari semuanya Pil 2:9-11. Juga Yusuf, Daud dll diremukkan sangat dahsyat, tetapi sesudah lulus, naiknya juga sangat tinggi. Sebab itu jangan kecewa, curang, ber-sungut2 atau reaksi2 dosa lainnya, apapun yang kita alami atau derita, asal selalu periksa diri dan penuh, dipimpin Roh, maka itu adalah kemuliaan kita. Lebih dahsyat penderitaan yang Tuhan izinkan datang atas kita, lebih mulia rencana Allah bagi kita dan kalau kita lulus, kemuliaan itu akan nyata.

Jangan kuatir, tidak akan lebih dari kekuatan kita 1Kor 10:13 asal tetap dalam kepenuhan dan pimpinan Roh Kudus, kita akan kuat, bahkan semuanya menjadi lebih ringan dan dalam pimpinan Roh Kudus kita pasti lulus, lalu dapat kemuliaan abadi dari Tuhan (bahkan sudah diincipi di dunia!). Sebab itu kalau dapat penderitaan kaliber besar dan tetap dalam kesucianNya jangan kecil hati, itu indah, sekalipun diremukkan. Jangan ingin ditinggikan oleh manusia seperti Achab, Yerobeam, Yosia (yang keliru langkah terakhirnya, sayang) dll. Paulus waktu menerima penderitaan yang meremukkannya di penjara Pilipi (Kis 16:25) apalagi di Hytera sampai mati Kis 14:19-20. Terimalah macam2 peremukan, sebab bagi kita tidak ada yang kebetulan, Allah kita menguasai seluruh dunia Mat 28:18. Yang penting tetap tinggal dalam kepenuhan dan taat dipimpin Roh.

10b. Ia menyerahkanNya dalam kesakitan karena Engkau menjadikanNya suatu korban karena dosa.

Bukan kesalahanNya, tetapi Ia jadi korban dosa. Pernahkah kita jadi korban dosa? Disalahkan karena dosa orang lain. Sungguh ini tidak adil dan tidak enak, tetapi ini termasuk salah satu contoh dan kesempatan yang diberikan Tuhan untuk meningkatkan rohani umatNya, lebih2 yang makin berkenan kepadaNya. Sebab itu jangan protes, berontak, demo, meskipun bukan salah kita, tetapi jadi korban dosa. Pakai kesempatan ini untuk menjadi berkat, menolong orang lain. Jangan lupa, menjadi korban dosa bagi orang lain. Tentu kita tidak mau ini se-gala2nya tidak enak, tetapi Allah tidak pernah keliru. Tetapi jangan salah pakai untuk membenarkan yang salah. Kita boleh menderita, tetapi yang seseungguhnya bersalah harus bertobat sungguh2 supaya jangan kena celaka sebab upah dosa adalah maut. Rom 6:23.

10c. Ia akan melihat benihNya.

Siapa benihNya? Kita. Oleh kelahiran biasa kita menjadi benih Adam tetapi oleh kelahiran baru kita menjadi benih/ keturunan Adam terakhir yaitu Kristus. Sebab itu kita bisa menjadi seperti Kristus. PengorbananNya tidak sia2, hasilnya luar biasa. Rencana Allah digenapkan. Jumlah orang yang selamat, tumbuh dan menjadi sempurna semua akan digenapkan. Ia akan melihatnya, rencana Allah digenapkan. Ibr 12:2. Ini dikerjakan dengan banyak sengsara dan penderitaan; sesudah itu Tuhan Yesus terus berdoa syafaat untuk umatNya, supaya jumlahnya genap dan rampung seluruh benih yang keluar dari Kristus. Begitu indah, Ia sangat bersukacita kalau jumlahnya genap, lalu Tuhan Yesus akan kembali ke dunia menjemput GerejaNya. Begitu juga kita, berapa banyak jiwa2 yang kita menangkan bagi Tuhan, itu menjadi kemuliaan kita untuk kekal. Ini adalah ukuran khusus yang sangat berkenan pada Allah, yaitu kalau kita memenangkan jiwa2 baik angka 1,2 dan ke-3. Sebab itu jangan kita tidak punya apa2, selagi masih hidup di dunia, kerjakan, menangkan dan bimbing jiwa2 yang kita menangkan, sebab itu benih2 yang Tuhan buatkan pada kita. Inilah berkat berkembang biak dalam Kej 1:28 yang akan jadi kemuliaan kita sampai kekal 1Tes 2:19. Jangan kepala kita gundul sebab tidak ada jiwa2 yang kita menangkan dan tumbuhkan. Termasuk anak2 kita dan seisi rumah rumah kita itu sudah jadi jatah kemuliaan kita untuk kekal Kis 16:31. Jangan malas, bodoh dan lalai. Hanya hidup di dunia ini adalah kesempatan satu2nya untuk melakukan kehendak Allah yang utama yaitu jiwa2 2Pet 3:9. Jangan lalai. Berdoalah minta rezeki dari Tuhan, Tuhan pasti beri rezeki pada setiap orang. Jangan hanya memikirkan rezeki jasmani, tetapi rezeki itu untuk kekal. Minta jiwa2 dari Tuhan seperti doa Rachel Kej 30:1. Ini kemuliaan yang paling mulia dan kekal. Tentu harus dengan hidup yang suci, tulus, taat. Sebba kalau undur dan jatuh dalam dosa, mati dalam dosa, semua tidak dihitung Yez 33:13. Sebab itu mintalah jiwa2, rezeki dari Tuhan dan gembalakan. Jangan lupa seisi rumah dan panci kita, kita harus menggarami dan menerangi mereka Mat 5:13-16. Kita akan dapat benih2 dari Tuhan. Jangan sampai anak2 jasmani dan rohani kita mati dalam dosa. Domba2 yang dibebankan atas kita itu benih2 rohani di hadapan Tuhan, jangan sampai jatuh dalam dosa atau rusak, rebut dari dosa dan kesesatan, jangan sampai kena ajaran2 yang jahat dan sesat atau dimakan serigala. Ber-biak2lah, miliki turunan yang limpah dari Tuhan.

Semua ini perlu pengorbanan. Jangan hanya menanggung sengsara tanpa tujuan. Kita menderita banyak sengsara untuk melahirkan, memelihara dan menggembalakan jiwa2 dan itu menjadi ukuran kemuliaan kita. Penderitaan itu harus ada tujuan dan hasilnya yaitu jiwa2, bukan sekedar menderita tanpa gol. Dengan banyak penderitaan ada banyak benih yang didapat dan diselamatkan. Limpah sengsara karena Kristus, jangan limpah dengan dosa dan sengsara karena dosa, itu sia2. Tetapi sengsara karena Kristus akan menghasilkan jiwa2 dan itu menjadi kemuliaan kita.

10d. Ia akan memperpanjang hari2 (umur)Nya.

Semua butuh waktu. Makin lama kita hidup dalam dunia makin banyak kesempatan kita. Tentu jangan hanya hidup tanpa tujuan, tetapi untuk mendapatkan benih2 ilahinya Mal 2:15. Jangan sekedar umur panjang dan hidup tanpa arah atau hidup sia2. Kadang2 orang seperti ini minta mati, sebab tidak punya tujuan hidup.

Tetapi kalau kita mengerti, dan hidup berkenan pada Tuhan, Tuhan bisa beri umur panjang dan punya banyak benih ilahi dari Tuhan. Orang2 yang jahat seperti Korah dkk, 10 pengintai, 250 orang Lewi dengan pengukupan tembaga, Nadab Abihu dll, semua dipotong umurnya sehingga hidup sia2. Kalau mati bersama seringkali karena dipotong umurnya oleh Allah, sebab biasanya semua itu hidupnya tidak sama panjang apalagi ber-sama2 mati dalam jam yang sama. Jangan hidup sia2, orang yang bisa memakai umurnya dengan baik, bisa ditambahi lagi, sebab itu peraturan Tuhan Mat 13:12. Tuhan yang pegang umur, kita hanya memelihara hidup ini. Meskipun dipelihara baik2, kalau dipotong Tuhan, habis, sebab Tuhan yang menentukan 1Sam 2:6. Pakai baik2 umur hidup kita untuk memenangkan jiwa2, lebih2 yang dalam panci kita itu sudah jadi jatah bagi kita. (1 jiwa itu bisa dilayani banyak orang, dan masing2 yang melayani mendapat pahala dan kemuliaannya sendiri2. 1Kor 3:6. Sebab itu malulah kita bekerja sama dengan manis seperti tubuh Kristus, dan semua yang sungguh2 bekerja mendapat upahnya dari Tuhan. Mereka yang sama2 mengangkat batang pohon tetapi dengan pura2, ia tidak dapat upah tetapi hukuman untuk ke-pura2annya  yang hanya ingin dihargai dan dipuji tetapi tidak terbeban, tidak bekerja dan Tuhan tahu dengan tepat. Sebab itu kerjakan semua seperti kepada Tuhan, bahkan juga pekerjaan sekuler Kol 3:22-24, apalagi dalam ladang Tuhan. Jangan terpancing oleh kata2 yang melemahkan oleh orang2 yang dipakai setan, tetapi pandang Tuhan dan bekerjalah untuk Tuhan dengan segenap hati dengan tulus, sekalipun di sebelah kita pura2. Tuhan yang tahu, Dia yang memberi upah dan kemuliaan sesuai dengan perbuatan kita yang sesungguhnya di hadapan Allah Wah 22:12.

10e. dan perkenan Tuhan akan berhasil dalam tanganNya.

Kalau kita berkenan pada Tuhan (Kol 1:10) maka rencana Tuhan akan jadi dan berhasil dengan tangan kita. Sebab itu hiduplah berkenan pada Tuhan. Memang melayani Tuhan tidak boleh dengan dosa baik dalam pikiran atau perbuatan, itu sama sekali tidak menarik berkat Tuhan tetapi hukuman, misalnya Hofni Pinehas, Nadab Abihu, juga pemilik rumah yang menyediakan fasilitas untuk pekerjaan Tuhan (pelayanan, jangan dengan dosa seperti Uza, ia mati dalam pelayanan, tetapi Obed Edom diberkati Tuhan dengan heran, baru 3 bulan berkatnya sudah limpah, luar biasa. Sebab itu hidup berkenan pada Tuhan yaitu sesuai Firman Tuhan, limpah doa pengurapan dan pimpinan Tuhan, dalam tabiat yang baru seperti Kristus, dengan 7 KPR termasuk bisa bekerjasama, bersekutu dalam tubuh Kristus. Kalau kita hidup benar dan berkenan pada Tuhan, pasti Tuhan akan menyertai kita dan Dialah yang menjadi sukses atau buah2 kita, sebab tanpa Tuhan semuanya sia2 bahkan bisa celaka karena ditipu dan diperbudak iblis.

KESIMPULAN.

Jangan hidup sia2, harus tahu tujuannya, yaitu untuk punya turunan ilahi dari Tuhan. Jangan takut diremukkan sebab Tuhan itu cinta, bukan kejam, semua ada maksud yang baik, lebih berat penderitaan kita, kalau lulus, lebih mulia tingkatan yang kita peroleh dari Tuhan.

Tambahan Untuk YS-276

YESAYA 53:7-8.

MALAIKAT DAN MANUSIA.

Kalau malaikat bisa iri, pasti ia gigit jari dan sangatiri kepada manusia, mengapa ia tidak menjadi manusia, yang waktu jatuh ditebus Tuhan yaitu Dia sendiri yang menyerahkan diriNya untuk menebus manusia, tetapi malaikat yang jatuh tidak ditebus. Sebab itu menjadi manusia itu sangat beruntung, bahkan untung besar, sebab:

1l Mau percaya Tuhan Yesus, langsung menjadi anak dari Allah yang maha besar, maha kuasa, maha mulia (Yoh 1:12). Percaya itu sangat mudah, tanpa bayar, tanpa surat Notaris dll, asal bicara dengan hatinya, langsung menjadi anak2 Allah yangresmi dalam kerajaan Surga untuk kekal. Luar biasa. Semuanya begitu mudah, kelihatannya Allah begitu cinta manusia di dunia, dengan kasih ilahi yang luar biasa itu dan Ia berusaha mempermudah segala jalan supaya semua manusia selamat 2Pet 3:9. Begitu mudah, indah dan mulia langsung percaya, langsung diangkat menjadi anak Allah, luar biasa.

  1. Orang yang sudah percaya tidak berhenti sampai disini, tetapi diteruskan, diolah oleh Tuhan dengan bantuan yang besar dari Allah (Pil 4:13, Zak 4:6) sehingga bisa menjadi setingkat dengan Kristus. Luar biasa. Kristus itu Allah. Dalam Yes 9:5. Tuhan yang menjadi Putra manusia itu Allah yang maha kuasa, Bapa kekekalan dst. Lalu manusia yang percaya kalau mau diolah langsung menjadi setingkat dengan Allah, bukan main.
  2. Bukan saja setingkat, tetapi jadi kekasih, sebab orang percaya yang mau diolah dijadikanmempelai Kristus dan menjadi satu dengan Kristus seperti suami istri. Ini rahasia besar Ef 5:32. Ini tidak main2, ini cinta habis2an untuk manusia, begitu besar kasihnya. Sebab itu Lucifer sampai berdosa, sebab iri pada manusia lalu ingin mengangkat dirinya seperti manusia, yaitu setara dengan Allah, tetapi ini jadi dosa sebab melanggar Firman Tuhan dan ia dicampakkan ke dunia Yes 14:14-17.
  3. Manusia dijadikan Allah. Bukan saja anak2 Allah (disebut anak, sebab anak akan tumbuh terus menjadi dewasa dan itu berarti jadi sepenuhnya seperti Allah), tetapi betul2 menjadi Allah seperti Kristus dan Bapa dan Roh Kudus. Tuhan Yesus berkata: Engkaulah allah Yoh 10:30. Tentu Tuhan Yesus lebih besar dari kita, Dia Kepala, kita tubuhNya dan Bapa itu kepala dari Putra. Tetapi ini sudah luar biasa, paling top, paling tinggi yang bisa diberikan Allah dan yang top ini diberikan pada manusia. Manusia yang dibutakan matanya oleh iblis (2Kor 4:4) tidak sadar dan ikut berontak, marah2 melawan Allah sehingga masuk pihak iblis, padahal rencana Allah bagi manusia itu rencana tertinggi, top, tidak ada yang lebih tinggi sebab kita dijadikan sama dengan Kristus!
  4. Manusia diciptakan lebih tinggi dari malaikat sebab manusialah yang akan mengadili malaikat 1Kor 6:3 bahkan Tuhan Yesus menjadi manusia, lebih rendah dari malaikat, jadi orang yang paling rendah diantara manusia Ibr 2:7,9. Jadi kedudukan manusia itu dalam penciptaan Allah lebih tinggi dari malaikat, Allah betul2 mencintai manusia, bahkan seisi dunia ini. Yoh 3:16.
  5. Pengolahan kilat. Dilahirkan sebagai orang berdosa, lalu sesudah percaya, dalam waktu 70-80 tahun sudah bisa menjadi seperti Kristus, atau kurang sedikit tergantung dari iman dan kemauan masing2. Malaikat itu tidak kawin, tidak punya anak, dia sudah ada dari permulaan ciptaan Allah, sudah lebih dari 6000 tahun, tetapi malaikat tetap dalam tingkat yang rendah. Selama 6000 tahun tumbuhnya hanya sedikit, padahal manusia dalam 70-80 tahun sudah bisa menjadi seperti Kristus, luar biasa, bukan main.

Jadi kalau malaikat itu seperti manusia yang berdosa, pasti ia iri dan protes atau demo.

Tetapi malaikat itu setia dan tidak berdosa. Mereka bersukacita sudah diciptakan Allah begitu indah dan langsung tinggal di Surga untuk kekal, tidak mengalami penderitaan dan pergumulan seperti manusia yang dahsyat, sebab manusia itu bergelimpangan dalam penderitaan,hidupnya di dunia ini limpah dengan sengsara, sejak lahir sampai mati penuh air mata. Malaikat tidak kenal air mata, selalu bergembira danpuas dan tetap setia dan taat pada Tuhan. Mereka sudah menikmati Surga dari permulaan penciptaandan bersukacita, menyanyi dan menyembah Allah sepanjang hidupnya yang begitu indah di ciptakan Allah. Malaikat2 tidak iri. Ini hanya untuk perbandingan, sebab malaikat tidak ditebus, kalau berdosa langsung dibuang, tidak disayangkan, tidak dicintai seperti manusia; Kita bandingkan dengan malaikat supaya kita bisa melihat betapa untungnya kita menjadi manusia, betapa besar kasih Allah pada kita, meskipun kita harus menderita sebentar di dunia, tetapi rencana Allahluar biasa dan sangat besar sampai kita manusia dijadikan Allah oleh Allah.

Bagaimana kita bisa diolah sampai menjadi seperti Allah.

Caranya sudah diberi contoh oleh Putra manusia Yesus, yang hidup dalam sengsara karena kebenaran, sengsara karena taat akan BapaNya, Ia menjadi manusia sengsara (a man of sorrow, Yes 53:2). Kita bisa mengambil kemuliaan Allah se-banyak2nya ke dalam dunia ini. Hidup di dunia ini suatu kesempatan satu2nya dan kesempatan yang sangat indah dan limpah. Siapa mau menderita karena Kristus, ia akan dipermuliakan seperti Kristus. Rom 8:17-18. Justru sengsara salib di jalan sempit itu akan berubah menjadi kemuliaan abadi yang kekal. Dunia ini seperti tambang emas. Orang yang mengerti akan berebutan menggali dalam tambang emas untuk mendapatkan emas se-banyak2nya. Mirip seperti ini, dunia ini adalah tambang kemuliaan ilahi yang luar biasa. Kalau kita mau menyangkal diri, pikul salib, menderita karena Tuhan dengan tulus, maka kita akan memperoleh kemuliaan ilahi sebanyak kita mau menerima sengsara dan penderitaan karena Kristus. Orang yang mengerti itu justru bersukacita kalau mendapat kesempatan menderita karena Kristus. Memang menderita itu tidak enak, sakit dan rugi secara daging, menurut pikiran manusiawi, tetapi kalau kita menderita bukan karena salah atau dosa kita tetapi karena Tuhan, itu untung besar, sebab itu bisa berubah menjadi kemuliaan ilahi yang kekal di Surga. Check bisa berubah menjadi uang keculai check palsu. Jadi penderitaan Kristus berubah menjadi kemuliaan, tetapi penderitaan karena dosa itu sia2, tidak jadi apa2, hanya menambah sengsara dan buang waktu yang harus dipikul karena dosa. Kalau bertobat maka dosanya diampuni, tetapi sengsaranya tidak bisa diganti kemuliaan ilahi. Jangan hidup ini jangan berdosa, sebab dosa itu memboroskan waktu kita, tidak ada sejahtera dan gelisah dan semua merugikan rohani kita, sekalipun ada kesukaan dosa sesaat, tetapi sia2.

Kalau kita celik dan mengerti maka kita bisa bersukacita dalam menderita karena Kristus seperti Petrus dan Yohanes Kis 5:41, seperti Paulus dan silas dalam penjara Kis 16:25, dsb. Jangan ber-sungut2, itu menderita dengan sia2 bahkan jadi dosa karena ber-sungut2, justru rohaninya akan merosot tidak meningkat. Bersukacitalah meniru salib atau sengsara karena Kristus.

Sebab itu jangan hidup sia2, kumpukan kemuliaan ilahi se-banyak2nya.

Tetaplah di jalan sempit, nikmati setiap kesempatan waktu kita menderita karena Kristus, bersukacitalah, jangan bereaksi dosa dan terus dipimpin Roh, sehingga semua sengsara karena Kristus akan berubah menjadi kemuliaan yang abadi, mulai di dunia 1Pet 4:14, terus sampai di Surga se-penuh2nya.

Jangan sia2kan penderitaanmu.

Ada seorang istri yang menderita sepanjang umur hidupnya karena suami yang selingkuh, jahat, kejam kepada istrinya sampai mati. Kasihan si istri menderita sampai mati, padahal istri ini sudah percaya Tuhan, sayang. Ia bodoh, me-nyia2kan penderitaannya. Seharusnya ia bisa berubah segala penderitaannya itu menjadi kemuliaan abadi sehingga ia bisa terhibur, bahkan berdukacita waktu mengalami penderitaan itu.

Memang mempunyai suami yang tidak bertobat seperti ini, itu sangat sakit dan menimbulkan banyak penderitaan bagi istri dan keluarganya. Tetapi jangan me-nyia2kan penderitaanmu, sebab Tuhan sanggup menolong kita dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus sehingga menjadi kemuliaan ilahi yang kekal.

Bagaimana caranya?

Jangan bereaksi dosa. Ampuni semua kesalahannya, setiap hari 70×7 kali Mat 18:21-22. Tuhan tidak mengizinkan pencobaan lebih dari kekuatan kita. Kalau sampai suami menyiksa dan menyakiti hati istrinya lebih dari kekuatannya, Tuhan akan bertindak pada waktuNya. Beberapa suami2 yang jahat seperti ini, sesudah waktu mati bertobat habis, ia tetap tidak bertobat, Tuhan mengambil nyawanya, dahsyat! Mungkin ada yang bertobat waktu sakit yang terakhir, lumayan, itu kemurahan Tuhan seperti Simson yang bertobat sebelum mati, tetapi rugi besar, orang ini seperti lolos menerusi api 1Kor 3:15. Ampuni, dan berkati serta belajar mencintai orang jahat ini yang adalah suaminya dan bapak anak2nya. Ampuni dengan segenap hati. Maka hatinya akan plong, bebas, terhibur, bahkan bisa bersukacita. Sebab sengsara yang diterimanya itu menjadi kemuliaan kekal baginya Rom 8:17-18. Memang perlakukan suami seperti ini menjadi siksaan dan kepahitan bagi hidup istri tetapi kalau istri mau mengampuni dan bereaksi betul, tidak berdosa, sesuai Firman Tuhan. Sengsara ini menjadi kemuliaan ilahi yang kekal dan Roh kemuliaan akan turun ke atasnya 1Pet 4:14. Ia akan terhibur dan bahkan bisa bersukacita sebab dapat kemuliaan yang begitu besar.

Kalau si suami tetap belum mau bertobat, itu resikonya sendiri, pasti ada batas waktunya dan hajaran bahkan hukuman Tuhan akan jatuh ke atasnya, apalagi kalau sudah kenal Tuhan, kena lebih banyak. Luk 12:48. Jadi penderitaan itu, kalau kita bodoh dan bereaksi dosa, akan menyiksanya sampai mati. Tetapi kalau kita celik dan taat akan Firman Tuhan (tidak bereaksi dosa, mengampuni, dan memberkati, taat dipimpin Roh) maka penderitaan itu menjadi kemuliaan yang besar sejak di dunia.

 

Penderitaan bukan karena dosa:

– Bereaksi dosa (+) -> penderitaan yang sia2

(hidup jadi pahit).

 

– Dosa (-) ——> penderitaan berubah menjadi kemuliaan

ampuni dan       (Hidup jadi bahagia)

memberkati

Sebab itu jangan kita bodoh, tetapi percayalah akan Firman Tuhan dan minta kekuatan dan pimpinan Roh Kudus sehingga kita bisa bereaksi seperti Firman Tuhan dan justru penderitaan itu jadi untung besar (orang dunia: kejatuhan bulan) sebab kita jadi mulia di Surga dan juga terhibur bahkan bahagia di dunia.

Ada seorang dibuat sakit hati oleh menantunya, sampai anaknya (perempuan) sangat menderita, juga anak menantu ini sangat kurang ajar kepada menantunya. Ini berlangsung ber-tahun2 sampai bapak mertuanya mati kepahitan. Istri dan anaknya sampai dendam pada menantu yang sangat jahat ini. Sayang orang ini tidak kenal Tuhan. Kalau ia kenal Tuhan dan ia bisa bebas merdeka dari dosa Yoh 8:36, Gal 5:1, Rom 6:1-2 sehingga ia bisa memilih untuk taat pada Tuhan, ia bisa mengampuni dan memberkatinya, sehingga sekalipun dikurangajari oleh menantu, ia bisa mengubah itu menjadi kemuliaan yang kekal (sebab ia tidak bersalah) dan dengan demikian ia akan terhibur dan rohaninya bisa terus meningkat, sangat indah.

Jadi orang beriman yang mengerti, tidak perlu mem-buang2 dan me-nyia2kan penderitaannya, asal hidup benar di hadapan Tuhan, maka semua penderitaannya (karena kebenaran) akan berubah menjadi tambahan kemuliaan kekal yang akan diterimanya dalam Surga dan mulai terasa keindahan dan kemuliaanNya di dunia, 1Pet 4:14 dan hatinya akan bersukacita, sungai air hidup mengalir makin deras dalam hidupnya seperti Paulus dan Silas dalam penderitaan di penjara Pilipi Kis 16:25, Yez 47. Sebab itu dalam segala perkara kita bersyukur pada Tuhan asal kita selalu hidup benar dan dipimpin Roh. Juga Paulus yang “kena duri” yang begitu sakit (tidak disebutkan penderitaan yang mana) begitu sakit sampai Paulus minta 3 kali untuk dicabut tetapi Tuhan tolak dan justru itu menjadi berkat baginya bisa menerima lebih banyak berkat2 rohani dari Surga, baik rahasia2 Surga yang mulia (bukan hanya rahasia, tetapi juga akan mengalaminya 2Raj 2:10) dan hidupnya makin meningkat dan makin indah 2Kor 10:12-14. Hampir semua orang punya duri dalam hidupnya sebagian karena dosa dan kesalahan2nya, ini duri celaka, harus bertobat segera supaya jangan terus menderita dengan sia2. Tetapi ada saja duri2 yang menusuknya bukan karena dosa atau kesalahannya. Ini duri2 kalau diterima dengan baik, akan menjadi berkat besar. Jangan bereaksi dosa dan terus menghadapinya dan bertindak dengan cara selalu taat dipimpin Roh, maka duri2 itu menjadi berkat besar.

Ada duri yang pendek, ada yang panjang, ada yang temporer atau yang permanent, ada yang satu yang lebih banyak, tetapi semua diizinkan Tuhan dengan perhitungan kasih yang tepat. Terimalah dengan sukacita, duri2 yang menusuk hidup kita, dengan Kristus kita bisa menanggungnya Pil 4:13 bahkan itu akan menjadi kemuliaan kita.