YS275 – Yesaya 53:4-5. Penderitaan Untuk Menebus Manusia.

YES 53:4. PENDERITAAN YANG DISALAH MENGERTI.

4.a. Sesungguhnya Ia menanggung kesedihan kita.

Dalam Yesaya 53 ini kita melihat segala macam penderitaan yang ditanggung Putra manusia Yesus dalam menebus manusia. Bukan hanya mati untuk menebus dosa kita di atas kayu salib tetapi juga hidup sebagai manusia dari lahir sampai mati menjadi contoh, jalan dan teladan Yoh 14:6 untuk menolong orang yang sudah ditebus, bisa tumbuh menjadi seperti Kristus. Jadi apa yang dibuat Allah untuk manusia itu luar biasa, bukan hanya menyelamatkan tetapi mengolah dan mengubah menjadi seperti Kristus, menjadi allah, masuk dalam persekutuan dengan Kristus begitu erat sebagai mempelai Kristus, menjadi satu yang dikiaskan seperti suami istri dalam Ef 5:32. Dan di dalam Kristus, kita masuk dalam keluarga ilahi, yang mula2 1+1+1=1 sekarang orang yang sudah selamat masuk di dalam Kristus menjadi satu, lalu masukdalam keluarga ilahi ini menjadi satu.

Kita ini diberkati di dalam Kristus dengan segala berkat2 rohani di tempat2 atau tingkat Surgawi. Ini tujuan kita, berkat rohani bukan berkat duniawi yang fana dan yang akan lenyap, istimewa waktu mati. Ef 1:3. Dan di dalam Kristus kita sudah dipilih sebelum dunia ini jadi Ef 1:4. Jadi sebelum dunia ini jadi, kita sudah ada di dalam pikiran Allah atau suatu bagian dari Allah yang maha besar dan waktu ibu kita akan hamil, kita diturunkan dalam zygote yang baru terjadi itu. Bagi kita, hal ini sangat sangat rumit sebab ini mengikut sertakan begitu banyak orang, faktor, keadaan, dll, tetapi Allah sudah mengerjakannya dengan sempurna, sampai kita lahir di dunia. Dan di dalam Kristus (sesudah percaya pada Tuhan Yesus) kita mendapat penebusan (keselamatan) dan kemudian diolah untuk menjadi seperti Allah (kita dijadikan anak2 Allah sejak mulai percaya Yoh 1:12) dan terus diolah dan ditumbuhkan sampai menjadi sempurna seperti Kristus (kalau mau percaya dan mau diolah). Orang yang bisa percaya itu sangat untung dan berbahagia, ia akan tahan diolah (sebab ada tujuan yang sangat besar dan ia percaya) lalu berubah menjadi begitu indah.

Orang2 Yang tidak mau percaya, tetap menjadi anak2 (turunan) Adam pertama yang menjadi anak2 iblis. 1Yoh 3:10. Tuhan memberi kesempatan pada semua. Kita yang sudah percaya dan sudah menerima berkat2 yang begitu besar di dalam Kristus, jangan me-nyia2kan, meremehkan atau mempermainkan berkat yang besar ini Ibr 2:3. Jadi Putra manusia Yesus menjadi korban tebusan untuk kita, dan menjadi contoh. Sebab itu kita juga dalam pengolahan di dunia ini akan mengalami penderitaan2 ini dalam hidup di dunia ini (di Surga sudah tidak ada penderitaan, tidak ada pengolahan). Sebab itu jangan menolak penderitaan atau salib seperti yang sudah ditanggung Tuhan Yesus bagi kita sebab kesempatan satu2nya untuk pikul salib, hanya di dunia!  Dan dengan salib atau penderitaan ini kita bisa menjadi seperti Kristus, setingkat dan sempurna Ef 4:13, 1Kor 11;1. Sebab itu kalau kita mempelajari semua penderitaan Kristus ini, itu juga jadi pedoman, contoh dan pegangan bagi kita, sebab jumlah dan ukuran penderitaan karena kebenaran, karena Kristus itu juga menjadi ukuran kemuliaan kita seperti Kristus untuk kekal Rom 8:17-18. Sebab itu belajar meniru Kristus dalam segala penderitaan ini yaitu:

  1. Bersukacita, sejahtera, tidak ber-sungut2.
  2. tidak bereaksi dosa dan
  3. Taat melakukan kehendak Allah dalam pimpinan Roh Kudus, bukannya mogok atau ngambek.

Ini 3 kunci penting untuk mengubah sengsara menjadi kemuliaan. Tentu kalau kita mengerti kebenaran Firman Tuhan dan penuh dan dipimpin Roh, juga punya persekutuan dalam tubuh Kristus (7 KPR) kita akan lebih mudah berhasil dalam menderita karena Kristus ini sehingga menerima kemuliaan yang kekal.

Kalau kita mengambil bagian dalam sengsaraNya maka kita juga akan mengambil bagian dalam kemuliaan Kristus.

Belajar mahir pikul salib, sekalipun diantara orang beriman, dalam tubuh Kristus, selalu ada gesekan, sebab kita belum sempurna, bisa salah paham dll, tetapi belajar menerima dengan kasih sehingga bisa mengampuni dan bisa bereaksi dengan betul.

Ia menanggung segala dukacita, kesedihan, luka batin, sebab dimakan hati dalam pelayanan dan hidupNya, tetapi selalu lulus. (1. Tetap sejahtera sukacita, 2. Tidak bereaksi dosa, 3. Terus melakukan kehendak Allah Bapa tanpa ngambek dsb). Yang penting kita mau bereaksi seperti Kristus dan dengan pertolongan Tuhan pasti bisa Zak 4:26, Pil 4:13.

Kalau menderita, semua manusia di dunia pasti mengalaminya sekalipun raja dan orang yang paling sukses, sebab orang berdosa pasti menderita karena perbudakan dosa Rom 3:17, namun orang suci menderita sebagai ujian dan pengolahan. Tetapi bereaksi yang betul, hanya Kristus dan orang2 yang seperti Kristus yang bisa melakukannya. Jangan sakit hati dengan segala penderitaan yang kita alami karena Kristus, karena kebenaran. (kalau karena dosa, harus berani menerima akibatnya dan bertobat, memperbaikinya! Kalau menderita karena dosa tidak ada pahalanya, kalau bertobat sungguh2, bisa dipulihkan kembali; kalau hidup dalam dosa, akan banyak menderita dengan sia2, tidak ada pahala). Sebab itu hiduplah dalam kesucian dipimpin Roh maka setiap penderitaan yang kita alami, itu akan diubah menjadi tabungan kemuliaan kekal, kalau lulus! (Kalau tidak lulus jadi dosa, rugi!

4.b. Diangkutnya segala penderitaan kita.

Segalam macam penderitaan ditanggung, diangkutNya. Juga kita, jangan mudah patah hati, kecewa, putus asa, mogok dll karena menderita. Kita berusaha menjelaskan kalau kita tidak salah (supaya mereka jangan celaka), tetapi jangan dengan emosi, benci, tiada ampun. Angkat dan angkutlah segala penderitaan karena Kristus, seperti Kristus yang mahir dalam sengsara, seorang manusia sengsara (a man of sorrow) Yes 53:3. Kalau kita mahir, kita boleh maju ujian yang lebih tinggi (artinya lebih berat) dan kalau lulus maka kemuliaannya juga lebih tinggi! Roh kemuliaan akan turun atas orang yang lulus dalam ujian sengsara Kristus ini. 1Pet 4:14.

4.c. Tetapi kita menganggap Dia direndahkan, dipalu dan disengsarakan Allah.

Seringkali orang2 yang menderita karena Kristus ini dianggap orang berdosa, jahat, direndahkan dan dipalu Allah. Se-olah2 sebagai orang buangan. Padahal orang itu sangat berkenan pada Tuhan. Hampir semua pernah mengalami. Seperti Daud dianggap pengkhianat, seperti yang dikatakan Nabal, Daud dianggap seorang yang mendurhaka pada tuannya 1Sam 25:10. Begitu jahat, padahal Daud dan orang2nya sangat berjasa bagi Nabal dan sama sekali tidak menggangu atau menuntut apa2 1Sam 25:15-16. Sebab itu Nabal dihukum Tuhan sampai kaku 10 hari lalu mati 1Sam 25:37-38.

Tetapi dalam kenyataannya justru seringkali kita jugamelihat sebaliknya. Orang yang hidupnya melawan Allah, pengajarannya salah, perbuatannya tidak berkenan pada Tuhan, tetapi sebab kaya atau lihay maka justru ia sangat ditinggikan seperti Saul, Yerobeam, Achab dll. Bahkan sampai matipun, kadang2 orang tidak tahu keadaan yang sebenarnya apalagi kalau sudah percaya ajaran yang salah, maka dengan mata rohani buta, justru orang mati dalam dosapun, tetap dipermuliakan dan dikultuskan seperti Salomo, Yerobeam, Achab dll. Absalom yang begitu jahat dan kurang ajar pada bapaknya masih didukung orang begitu banyak. Justru orang yang tidak mengerti Firman Tuhan itu salah lihat dan mudah mengkultuskan orang2 besar, tetapi di hadapan Tuhan salah dan hina. Orang2 yang mengerti Firman Tuhan, tidak berani meninggikan pemimpin2 yang benar, apalagi yang hidupnya menyalahi Firman Tuhan.

Sulit menilai orang, juga pemimpin2 seperti Barnabas dan Kristus, orang2 memilih Barrabas, Daud dan Saul, Elia dan nabi2 palsu Rom 11:3. Jangan berkecil hati, memang akan ada pemisahan antara yang setia dan tidak 1Kor 11:19 dan di jalan lebar orang2 yang setia dikecilkan dan dihina seperti Kristus.

YES 53:5. OLEH BILURNYA KITA DISEMBUHKAN.

5.a. Tetapi Ia dilukai karena kesalahan kita.

Kita yang salah, Dia yang dilukai dan itu penderitaanNya di atas salib. Biasanya orang tidak terima kalau itu salah orang lain, lalu ia yang disalahkan dan dihukumkan. Tetapi ini akan banyak terjadi, istimewa dalam kekacauan pengajaran. Sebab masing2 menilai menurut pengajaran yang dipegangnya yang bertentangan satu sama lain. Orang yang memegang ajaran yang betul bukan berarti tidak akan pernah menderita. Yang ekstrem terjadi dalam zaman Antikris, justru orang2 yang bertobat dan kembali memegang erat2 Firman Tuhan, dianggap pengkhianat dan penjahat besar yang patut disiksa sampai mati. Memang ini sudah diizinkan Tuhan untuk orang yang undur dan tertinggal Wah 13:7. Tetapi sekarangpun adabanyak Yusuf2 yang menderita seperti orang jahat belasan tahun, Daud, Daniel dsb. Sebagian Tuhan izinkan kalah sampai mati seperti Yohanes Pembaptis dan banyak orang lain lagi dalam Hujan awal. Dalam Minggu ke-70 Daniel (Hujan akhir) tidak ada seorangpun yang benar, mati seperti ini, sebab justru mereka dipersiapkan untuk pengangkatan atau jadi sempurna 1Kor 15:51-52. Zaman sekarang, itu tergantung dari orang dan kasusnya, biasanya kalau toh ditinggalkan Tuhan sebab memang ada sebab yang adil dari Allah. Ayub yang sudah di pintu maut, tidak akan mati sebab ia sungguh2 benar di hadapan Allah. Tetapi jangan kecil hati dalam hal2 yang tidak adil dan benar, percayalah dan Tuhan tetap di pihak orang benar, Dia sanggup menolong kita penuh 1Pet 3:12 (kalau toh tidak penuh semua itu ada sebabnya yang adil) dan bagi orang2 yang benar, dan dipihak Tuhan, pasti Allah memberi yang terbaik. Rom 8:28.

5.b. Ia diremukkan karena kejahatan kita.

Putra manusia Yesus memang disiapkan untuk mati menjadi korban tebusan. Tetapi orang yang sungguh2 hidup benar, bisa tembus Tirai masuk dalam kesempurnaan, ia pasti lepas dari musuhnya. Kasus2 umat Tuhan kadang2 ruwet atau tidak bisa dimengerti orang lain, sebab seringkali tercampur dengan dosa, sehingga iblis bisa terus menuduh dan menuntut. Kalau tahu salahnya lekas bertobat, bereskan, maka setan tidak punya alasan lagi untuk menuduh. Tetaplah berjalan dalam Roh, Tuhan akan melakukan yang terbaik, dan kematian belum tentu berarti kalah atau hukuman, tetapi yang pasti Allah itu adil dan maha kuasa. Jangan takut, berjalan terus dalam pimpinan Roh. Di tengah2 liku2 yang sangat sulit dan menjerat di mana2, Musa selalu menang dan lolos, seperti Kristus dan ini menjadi contoh bagi kita.

5.c. Penyiksaan untuk kesejahteraan ditimpakan ke atasnya.

Luar biasa, Dia tersiksa supaya kita bisa sejahtera. Begitulah kalau kita mau tetap hidup sejahtera, dipimpin sejahtera Allah Pil 4:7, harus mau salib, tersiksa karena Kristus. Kalau tidak mau menderita, sengsara salib, tidak akan bisa sejahtera tetapi gelisah, sebab tidak bisa menerima, marah, dendam dst. Bereskan se-dapat2nya, tetapi kalau toh tidak berhasil, serahkanlah pada Allah, Ia sanggup membereskan semuanya. Kalau kita bisa menyerahkannya pada Tuhan dan mau menderita sengsara, maka kita bisa hidup dalam sejahtera. Orang yang tidak bisa pikul salib, tidak akan pernah mengalami sejahtera Allah. Percayalah, Tuhan sanggup mengatur semua dengan adil dan untuk kebaikan orang yang benar (kalau kita benar) Rom 8:28. Memang perlu waktu untuk menunggu, tetapi kita bisa menunggu dalam sejahtera untuk menunggu karya dan janji Allah yang terbesar. Maz 25:3; 27:14, Pkh 3:11.

5.d. Dan oleh bilurNya kita disembuhkan.

Ini luar biasa. Dia ber-bilur2 karena sengsara yang mematikan, tetapi oleh bilurNya kita disembuhkan.

Dalam pelajaran kesembuhan ilahi, Tuhan menyediakan lebih dari 30 jalur kesembuhan untuk umatNya. Jangan mau ditipu iblis, selama umur yang Tuhan beri, kita bisa tetap sehat seperti jiwa kita sehat 3Yoh 2, supaya jangan sakit2an (sebab itu menghabiskan banyak waktu) supaya hidup kita efektif untuk tumbuh maksimal, terus Meningkat Sampai Puncak dan ber-buah2 semaksimal mungkin. Biarlah kita belajar saling mendoakan dalam kesucian (semua kesalahan dan dosa diakui dan dibuang), sehingga dengan demikian kita bisa saling mendoakan untuk kesembuhan masing2. Yak 5:16.

YES 53:6. SEPERTI DOMBA YANG SESAT.

6.a. Semua kita seperti domba yang tersesat, masing2 kita kembali ke jalannya sendiri2.j

Domba itu mudah sesat, harus digembalakan supaya tidak sesat! Mrk 6:34. Wai domba yang tidak bergembala, ia akan kembali ke jalannya sendiri dan mati diterkam serigala. Memang manusia itu semaunya sendiri, sebab menuruti daging dan dosa2 kejahatannya. Yoh 3:19. Ini yang dikatakan Firman Tuhan tentang domba2, sebab domba2 itu tidak bisa sendirian dan tidak bisa tanpa gembala, mutlak perlu gembala Maz 23:1-6.

6.b. Dan Tuhan menanggungkan di atasNya segala kejahatan kita.

Mengapa begitu? Apa hubungannya dengan domba yang tidak bergembala? Karena menuruti daging menjadi kejahatan dan karena tidak punya gembala atau tidak mau digembalakan Mat 23:27, sebab itu jalan menurut kehendaknya sendiri, menurut daging dan binasa. Supaya bisa digembalakan, maka segala kejahatannya itu ditanggungkan pada Kristus, sang gembala itu, baru terjadi penggembalaan yang baik. Kalau seorang gembala tidak mau menanggung kesalahan dari domba2nya, tidak akan timbul penggembalaan yang baik Yoh 10:11-13.

Kalau gembala tidak mau korban, karena domba2nya tidak akan terjadi penggembalaan yang baik, bahkan bubar, tercerai berai Yer 34:6, sebab domba2nya jalan sendiri dan diterkam srigala. Kalau dapat uang, penghargaan dll baru mau menggembalakan, itu gembala upahan yang tidak diperkenan Tuhan Yez 34:1-10. Sebab itu gembala2 yang mau menggembalakan dengan baik, harus mau berkorban, mau menanggung kesalahan dan dosa domba2nya, baru bisa terjadi penggembalaan yang baik dan gembala itu mendapat upah yang besar dan mulia dari Tuhan.

Kalau gembala tidak mau korban, akan tercerai berai. Misalnya dombanya salah, gembalanya sakit hati dan dibiarkan, tidak dicari, tidak diberi makanan yang baik, tidak dilepaskan dari dosa dan siasat srigala2 buas, akan binasa. Gembala yang mau menggembalakan baik2, mau terbeban itu harus cinta Tuhan Yoh 21:15-17 mau menanggung kesalahan domba2, tidak membalas dan menuntutnya, tetapi karena Kristus mengasihi domba2 Tuhan. Orang yang betul2 cinta Tuhan, itu juga cinta orang2 di sekitarnya 1Yoh 4:20 dan karena cinta Kristus, mau menggembalakan dengan betul dan baik, yaitu mau menanggung dosa kesalahan domba2, untuk menolong dan melepaskannya. Beri rumput Firman Tuhan yang murni dalam pengurapan Roh Kudus sampai terlepas, pulih dan tumbuh.(penggembalaan di jalan lebar prinsipnya berbeda, sama2 dalam kesukaan dosa dan hawa nafsu, bisa akrab dan sehati dalam dosa dan akhirnya sama2 binasa). Mau terbeban menjadi gembala itu karena cinta, sebab ada banyak penderitaan tetapi tetap lulus, maka timbul penggembalaan yang baik dalam kesucian dan pimpinan Roh Kudus, sehingga domba2 bisa tumbuh dengan cepat dan ber-buah2 sampai Dia datang secara pribadi/ bersama.

KESIMPULAN.

Yang mau salib Kristus dan lulus, akan tumbuh dengan indah dan pesat, makin seperti Dia seperti Kristus dan makin ber-buah2; juga berarti mau menggembalakan orang2 di sekitarnya (dalam “pancinya”, jadi berkat bagi mereka Mat 5:13-16). Ini lain dari jabatan gembala Ef 4:11, hanya untuk orang2 tertentu, tetapi gembala karena cinta Tuhan itu untuk semua orang yang cinta Tuhan, biasanya dalam jumlah kecil. Misalnya gembala dalam keluarga, kelompok kecil dll.

Nyanyian:

SalibNya2x, ku mau salib Kristus.