YS216 – Yesaya 45:7-10. Pencipta Dan Ciptaannya.

YES 45:7. CAHAYA DAN GELAP, DAMAI DAN JAHAT.

AKU MEMBUAT TERANG DAN MENCIPTAKAN GELAP; AKU MEMBUAT DAMAI DAN MENCIPTAKAN YANG JAHAT. AKULAH TUHAN YANG MEMBUAT SEGALA PERKARA INI.

Terang dan gelap, damai dan jahat itu justru lawannya, bertentangan. Tuhan berkata bahwa Ia menciptakan semuanya. Apa artinya? Mengapa begitu? Sedangkan Allah itu hanya terang, bukannya gelap, damai, suci, bukannya jahat. Ini bukan berarti bahwa Tuhan yang berbuat jahat, tetapi Tuhan mengizinkan iblis bekerja seperti pada Hawa, Tuhan mengizinkan iblis berbuat jahat pada Ayub, bukan Tuhan yang berbuat jahat Ayub 1. Juga dalam 1Sam 16:14. Satu roh jahat dari Allah, ini bukan berarti Allah punya roh jahat atau menyuruh roh jahat pergi berbuat jahat pada Saul, tetapi roh2 jahat itu datang dari Allah dan dapat izin untuk mengganggu Saul.

Allah izinkan sebab Allah adil, karena Saul menolak Roh Allah dan memilih yang jahat, sebab itu terpaksa Allah mengizinkan roh setan itu datang kepada Saul dan mengganggunya, roh iblis datang pada Ayub menjadi ujian bagi Ayub.

Ayat ini berarti bahwa kalau Tuhan tidak mengizinkan, maka semua yang gelap dan jahat itu tidak ada, bisa dimusnahkan atau ditiadakan. Mereka ada sebab Allah yang mengizinkan dan menciptakan mereka.

Allah menciptakan Lucifer dan ia menjadi iblis. Allah menciptakan malaikat dan yang jatuh menjadi setan2.

Pada mulanya semua yang diciptakan Allah itu baik se-mata2 Kej 1:31. Tetapi karena Allah menciptakan manusia dan malaikat2 berkemauan bebas, maka mereka bisa tetap setia atau berubah menjadi jahat, maka timbullah yang jahat dari yang baik.

Mengapa Allah membuat demikian? Untuk menciptakan manusia dan diolah sampai bisa menjadi sempurna seperti Allah. Berkemauan bebas berartibisa atau ada kesempatan/ kemungkinan jadi jahat, tetapi dengan mengambil keputusan yang betul dan tegas, setiap orang bisa tetap tinggal setia pada kebenaran.

Kita belum mengerti lengkap semuanya. (Ul 29:29), tetapi Allah tidak pernah salah, cacat, keliru, jahat, berdosa dll. Ia Allah yang maha kuasa, kasih, maha suci, maha tahu dan maha adil.

Seperti anak kecil tidak bisa mengerti semua pikiran bapaknya, begitulah kita, seringkali belum mengerti seluruh rencana dan kehendak Allah, tetapi kita percaya Allah itu baik, suci, benar dan tidak ada kegelapan atau kejahatan di dalamnya. Beginilah cara Tuhan yang unik membuat manusia (yang berkemauan bebas), bisa diolah menjadi sempurna seperti Allah Yoh 10:35, sebab di dalam dunia sudah “diciptakan” Allah yang baik dan  yang jahat, yang terang dan yang gelap, yang damai dan yang jahat. Percayalah dan taat akan Tuhan, pasti lebih indah, lebih senang untuk kekal kalau kita mau menjadi seperti Allah, itu jauh lebih indah, lebih untung, lebih bahagia daripada segala yang lain. Kita bisa menjadi tetap suci, bahkan tumbuh sampai seperti Kristus, kalau kita mau, sebab Tuhan sudah merencanakannya dan pasti FirmanNya genap Luk 1:37, Ay 42:2.

 

YES 45:8. TUHAN MENYEDIAKAN SEMUA YANG DIPERLUKAN UNTUK JADI SEPERTI DIA.

 

Engkau langit teteskanlah dari Atas dan biarlah awan2* mencurahkan kebenaran. (KJ: skies).

Apakah yang diteteskan dari langit? Itu adalah hujan yaitu dalam awan2 dan langsung dikatakan itulah kebenaran. Langit itu juga berarti Surga. Dari Tuhan dan Surga berasal kebenaran, sebab Allah itu suci dan benar, iblis yang pembohong. Yoh 10:10, Ezr 9:15, Maz 4:1; 7:9, Rom 1;17; 3:22 dsb. Dia suci dan benar dan tidak ada dosa atau kegelapan di dalamNya. Allah mencurahkan dan jadi sumber dari segala kebenaran. Kalau kita memelihara hubungan dengan Allah dengan baik, maka kita akan tinggal tetap benar dan makin meningkat dalam kesucian seperti Allah di puncak bukit kesucianNya Maz 48:2.

 

Biarlah bumi terbuka dan biarlah ia menumbuhkan keselamatan dan biarlah kebenaran tumbuh ber-sama2; Aku Tuhan sudah menciptakannya.

Kalau bumi mau terbuka menerimanya maka hujan kebenaran itu akan menghasilkan keselamatan.  Tidak sulit asal mau percaya dan menerima dengan tulus, Roh Kudus akan mengerjakannya di dalam hati dan hidup kita. Allah itu maha pintar, maha kuasa, Ia sanggup menanam dan menumbuhkan sampai sempurna. Bagian kita adalah membuka hati, yaitu mau dan taat, selanjutnya adalah bagian Tuhan untuk memberi pengertian, kekuatan untuk taat dan memberi pimpinan untuk bisa tetap berjalan dalam jalur kebenaran Allah di jalan sempit. Kebenaran dan keselamatan akan tumbuh ber-sama2 dan Allah yang menjaga, memelihara dan mensuply segala fasilitas yang diperlukan. Jangan ragu2, percaya dan taatlah pasti bisa dan jadi sesuai rencana Allah yang heran. Tuhan tidak menuntut hal yang ber-lebih2, semua orang bisa asal mau sebab Tuhan sudah menyediakan semuanya dengan lengkap, mudah, bahkan pikiran untuk mengerti juga datang dari Tuhan. Ams 20:12, Dan 1:20. Orang yang tidak bisa mengerti Firman Tuhan dan perbuatannya menjadijahat. Orang seperti ini memang tidak mau percaya dan memilih Allah dan ia jadi makin jahat dalam pembinaan dari blis.

Jadi kalau pilih iblis jadi jahat seperti iblis dan pilih Allah jadi suci seperti Allah. Yang plin-plan, ikut arus, sebab tidak mau ambil keputusan, akan diseret daging (Yoh 3:19) menjadi seperti iblis! Sebab itu setiap kita harus mengambil keputusan dengan tegas Luk 12:57 untuk percaya, memilih dan taat kepada Tuhan yaitu dengan menyangkal diri Luk 9:23, untuk bisa taat kepada Tuhan dan FirmanNya.

 

YES 45:9. WAI CIPTAAN YANG BERTENGKAR DENGAN PENCIPTANYA.

 

Wai bagi dia yang bertengkar dengan Penciptanya.

Ini suatu perkara yang sangat kurang ajar dan jahat. Anak yang berani bertengkar dengan orangtua itu sudah termasuk kurang ajar, apalagi dengan Penciptanya, Dia jauh lebih tinggi, lebih mulia, lebih besar dari ciptaannya. Kalau orangtua dan anak, itu sama2 manusia, sama2 ciptaanNya danTuhan juga yang sudah menciptakan semuanya; kalau tidak diberi oleh Tuhan seperti Elkana dan Hana, tidak akan muncul anak. Baru sesudah Tuhan memberi, orangtua bisa melahirkan anak. Tetapi Sang Pencipta itu yang menentukan se-gala2nya.

Dia terlalu tinggi dan besar di atas ciptaanNya, sebab itu jangan kita berani ber-bantah2 atau bertengkar, protes, menyalahkan dan menjahati Dia, itu akan membuat celaka pada diri kita sendiri dan rencana Allah yang penuh kasih dan kemurahanNya bisa batal. Percayalah Allah itu baik, kasih, tidak pernah salah, tidak ada dosa atau kejahatan, kekejaman di dalam Dia Maz 92:16; 119:37, Ay 34:10, Ul 32:4. Tidak mungkin kita lebih benar dari Allah, tidak mungkin Allah salah atau ada dosa atau tidak adil dst yang jelek.

Sebab itu tunduk, taat, bersyukur, permuliakan dan bersyukurlah dalam segala perkara, kecuali kalau ada dosa, bertobatlah segera habis2an. Wai yang berani bertengkar dengan Allah atau ber-bantah2 dan melawan, orang itu akan celaka se-gala2nya, bahkan kalau tidak bertobat celaka itu sampai kekal, wai2!

 

Biarlah tembikar melawan tembikar yang dari tanah.

Kalau begini masih mungkin (meskipun bukan kehendak Allah), sebab sama2 ciptaanNya dari tanah dan sama2 belum sempurna. Sekalipun orangtua, atau pemimpin masih bisa salah, tetapi anak2 tidak boleh bertengkar atau kurang ajar pada orangtuanya, sekalipun orangtua salah, jangan setuju dengan salahnya, tetapi tetap menghormati orangtua Ef 6:1-2.

Juga tunduk pada pemimpin2 yang sudah ditetapkan Tuhan, (maupun yang ditetapkan pimpinan) Ibr 13:17. Kalau pemimpin salah, tetap bersikap yang baik, hormat tetapi tentu tidak ikut yang salah sambil berdoa dan bertanya, sebab masih mungkin justru anggotanya yang tidak mengerti dan pemimpin yang disalahkan justru benar. Tetapi keduanya tetap manusia, masih mungkin ada pertengkaran sebab masih mungkin pemimpin bersalah (apalagi anggotanya), sebab mereka bukan Allah yang tidak mungkin bersalah. Tetapi bagaimanapun juga bersekutulah dengan kasih dan pimpinan Roh Kudus. Jangan membalas jahat dan tetap sopan dengan kasih Kristus tetapi dipimpin Roh.

Pemimpin2, gembala itu bukan bekerja karena digaji, pemimpin yang betul hidup dari Tuhan dengan iman, sebab sekalipun seorang anggota Gereja tidak memberi apa2, gembala tetap melayani dan menggembalakan karena Tuhan, bukan karena uang atau karena nafkahnya, tetapi semua karena Tuhan!

Meskipun antara tembikar bertengkar atau berkelahi, tetapi itu tidak baik sebab kita belajar mengampuni dan mengasihi musuh apalagi saudara seiman Mat 5:44, tetapi tetap minta kecerdikan dari pimpinan Roh Kudus sebab orang yang tidak bertobatpun bisa berbuat jahat.

Kadang2 ada orang2 rohani atau pemimpin bisa bertindak tegas dengan hikmat dan kuasa Roh (seharusnya kita terus dipimpin Roh) tetapi jangan dari kehendak sendiri atau daging, hawa nafsunya. Semua umat Tuhan seharusnya dipimpin Roh bukan dipimpin dagingnya Rom 8:13-14, Gal 5:16.

Belajar bersekutu dalam kesucian dan kasih, sebab ini cara persekutuan orang beriman. Kadang2 ada orang yang berani, vokal, melawan, tidak mau kalah pada pemimpin2nya, biasanya itu sudah ada sedikit atau banyak dosa, kedagingan atau pekerjaan setan. Perlu bertobat, lalu menyucikan hati dan minta pimpinan Roh, sebab dengan kedagingan atau dosa, saran2 atau kerjasama itu sia2, diperbudak dan di-injak2 setan, akan menghasilkan makin banyak dosanya dan kerusakannya. Cara Tuhan bukan dengan berkelahi, benci dan dosa2 lainnya.

 

Apakah tanah liat berkata kepada Dia yang membentuknya, apakah yang Engkau perbuat?

Tuhan bicara demikian supaya kita tahu betapa besar bedanya antara Penjunan dan tanah liat dan perbandingan Allah dan manusia itu masih jauh lebih besar lagi. CiptaanNya itu tidak tahu apa2. Coba lihat bayi yang baru lahir dengan orangtuanya, bedanya terlalu besar, sebab bayi tidak bisa apa2 sama sekali, tanpa orangtuanya bayi itu akan mati. Yang sering menjadi penyebabnya adalah kita bertindak sendiri lalu menyalahkan Allah, dan protes, apakah yang Engkau perbuat.

Kalau kita taat pada kehendak Allah, maka Dia akan menolong kita sampai berhasil penuh sekalipun berjalan di tengah2 maut seperti Maz 91:1-8. Yang penting percaya dan taat penuh, selanjutnya Tuhan akan menolong dan menyempurnakan ketaatan kita.

Jangan menyalahkan Allah1 Daud taat, sebab itusekalipun 10 kali mau dibunuh oleh Saul, tetap lolos bahkan mendapat kesempatan bisa “membunuh” balik Saul dua kali. Dalam segala perkara Tuhan punya jalan. Elisa dengan mudah membatalkan tentara Syam yang mengepung dia. Dalam segala perkara Dia sanggup menolong kita asal mau taat padaNya, asal kita tidak menyalahkan Allah.

Atau perbuatannya (berkata): Ia tidak punya tangan.

Ini komentar seenaknya, menyalahkan Tuhan tidak punya tangan sebab tidak ditolong. Ini disebabkan karena mau jalan sendiri lalu Tuhan disuruh menolong, tidak ada tanganNya, sebab itu ber-tanya2lah akan Tuhan dahulu, 1Taw 16:11 baru kita bisa bertindak menurut kehendakNya. Tanpa tahu kehendak Tuhan Ef 5:17 kita melakukan kehendak kita sendiri dan tangan Tuhan tidak ada yang menyertai kita, akibatnya tangan iblis bekerja menghancurkan dan menjerumuskan dan singa iblis melahapnya. Kalau seorang sadar bahwa ia tidak bisa berjalan sendiri, lalu bergantung sepenuhnya pada Tuhan, ia akan menjadi orang sukses dan beruntung dalam se-gala2nya.

YES 45:10. ANAK YANG MENYALAHKAN IBU BAPAKNYA.

WAI BAGI ORANG YANG BERKATA KEPADA BAPAKNYA, APAKAH YANG ENGKAU PERANAKKAN? DAN KEPADA IBUNYA, APAKAH YANG ENGKAU LAHIRKAN?

Ini anak yang kurang ajar dan jahat menyalahkan dan menegur ibu bapaknya, padahal masih ada Allah di atas semuanya yang menciptakan semuanya.

Seharusnya kita bersyukur meskipun kita tidak mengerti atau mengalami hal2 yang pahit Ef 5:20. Orang yang tahu bersyukur kepada Tuhan itu berarti sudah mengucapkan terimakasih untuk hal2 baik yang akan diterimanya dari Tuhan sekalipun belum melihat atau menghadapi kasus yang tidak mungkin ada apa2 yang baik, sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil Luk 1:37, Ay 42:2. Kalau kita mau bersyukur, Tuhan akan menuntun kita, sehingga tidak menyalahkan siapapun. Sekalipun orangtuanya jahat si anak masih bisa bahagia dan berhasil dengan pimpinan Tuhan seperti Hizkia anak Ahas yang sangat jahat 2Taw 28,29, 2Raj 16,18. Orang yang bersyukur pada Tuhan dalam segala perkara akan dituntun Tuhan, mula2 penyuciannya dari segala dosa2nya, lalu dilekatkan dalam Pokok yang benar, lalu dipimpin dalam jalan Tuhan, pasti bisa jadi indah asal taat, jangan keras hati. Bahkan juga kepada bapak ibunya, sebab Tuhan bisa menolong dan memimpin dua pihak ini, anak dan orangtuanya pada persekutuan yang suci dan diisi dengan kasih Kristus, lalu rencana Allah digenapkan pada keduanya. Sangat indah, asal tidak terlambat atau habis waktunya seperti penjahat yang di salib di sebelah Tuhan Yesus. Baik orangtua dan anak atau menantu (dan cucu) hendaklah semuanya belajar bersyukur kepada Tuhan dalam segala perkara, lalu taat akan pimpinan Tuhan, kasih Kristus akan menyelamatkan dan membuat perkara2 yang indah dalam orang2 yang taat, anak dan orangtuanya 1Kor 2:9. Problemnya bukan pada Allah atau sikon atau orang lain, tetapi pada diri sendiri yang tidak mau percaya dan taat akan kehendak Allah.

 

KESIMPULAN.

Problem diantara Pencipta dan ciptaanNya, pemimpin dan anggota2, anak dan orangtua, itu semua terletak dalam diri kita sendiri. Kalau kita taat kepada Tuhan, mau berterimakasih, percaya dan menurut kehendakNya, semua akan beres, asal tidak terlambat, tidak habis waktunya. (Kalau terlambat, baru bertobat itu seperti menerusi api, selamat tetapi tidak dapat apa2 lagi 1Kor 3:15. Kalau tidak bertobat, binasa untuk kekal).

Yang terutama yang harus disembah dan ditaati adalah Tuhan Sang Pencipta, juga yang membuat bapak2 jasmani dan rohani dan anak2nya. Allah tidak pernah salah, tidak membedakan orang, tidak pernah berdosa atau jahat, tidak ada masalah pada Allah, semua beres. Kalau kita mau bertobat, berubah untuk taat pada Tuhan, biarpun kita tinggal di tengah2 penjahat, orang yang tidak tahu berterimakasih, orang2 yang keji seperti Musa di tengah2 Korah dkk, 10 pentintai, orang2 Israel yang keras tengkuk dan ber-sungut2 terus sampai 10 kali dsb dalam banyak kelemahan dan kejahatan, tetapi sebab Musa mau taat, tidak terpancing untuk berdosa (kecuali di Mara dan Meriba), maka hasilnya luar biasa.

  1. Israel akhirnya masuk Kanaan dengan kemenangan yang besar, yang belum pernah ada di dunia waktu itu, sukses besar, padahal bangsa yang begitu jahat, tetapi dipimpin Musa (yang jahat sudah mati dihukum).
  2. Musa tumbuh sampai sempurna, luar biasa, sehingga jadi contoh yang hampir seperti Kristus. Sebab itu dalam sikon yang bagaimanapun, jangan putus asa, tetap bersandar pada Tuhan, jangan menyalahkan Tuhan atau orang2 lain atau sikon atau iblis, tetapi taat sungguh2 pada Tuhan, maka Tuhan sanggup membuat Israel bangsa yang gagal sampai sukses besar (generasi berikutnya) dan Musa yang dimakan hati, tetapi bisa tumbuh jadi sempurna. Jangan putus asa, jangan jalan sendiri, bergantung penuh pada Tuhan, percayalah akan Allah, Dia sanggup! (Tetapi jangan sampai terlambat, mulai sekarang).

 

Nyanyian:

Ku tak dapat jalan sendiri.