M3780 – Amsal 27:17-20 Nasehat-nasehat Untuk Hidup Berkemenangan dan Bersukacita

AMSAL 27:17-20. NASEHAT-NASEHAT UNTUK HIDUP BERKEMENANGAN DAN BERSUKACITA.
AMS 27:17. BESI MENAJAMKAN BESI.
Besi menajamkan besi, berarti jenisnya sama. Kalau saling mengasah faedahnya besar, jadi tajam.
Kalau besi dan kayu -> kalah kayunya, pecah, rusak.
Besi dengan periuk -> pecah periuknya.
Jadi harus jenis yang sama, baru ada faedahnya.
Orang baru + orang lama -> kacau dan pecah. Orang baru dengan orang baru, besar faedahnya.
Persekutuan orang baru + orang lama, hasilnya jelek, rusak, mengecewakan (Dan 2:33-34 -> tanah liat dan besi, jenisnya lain, pecahnya justru disini). Sebab itu Firman Tuhan berkata: Orang baru jangan bersekutu dengan orang lama, dengan orang yang tidak mau bertobat. 1Kor 5:9-12, 2Kor 6:17 dll.
Tidak boleh bersekutu, tetapi bukan berarti harus berpisah, pergi (misalnya dalam sekolah, pekerjaanj, famili, tetangga), tetapi jangan sampai diracuni oleh dosa2nya, melainkan garami, terangi Mat 5:13-16, dengan Injil Kristus, dengan hikmat dan kuasaNya 1Kor 2:4, dengan belas kasihan dengan kasih Kristus Mat 9:13, Luk 10:27. Kasihi orang2 di sebelah kita sampai dia masuk Surga, jangan sampai kita pindah ke jalan lebar! Persekutuan tubuh Kristus:
Kalau sejenis jadi berkat.
Kalau campuran, akan pecah.
Kalau mau sejenis, sama2 lahir baru, sama2 mau pikul salib, hidup dalam kesucian,cinta Firman Tuhan, dst, maka persekutuan sejenis, yaitu persekutuan dalam Kristus akan memberi faedah; persekutuan lebih2 pelayanan semacam ini akan tumbuh jadi indah dan heran. Jangan paksakan persekutuan sekalipun ada maksud yang baik atau berguna; ber-sama2 sesaat untuk menggarami, bukan untuk bersekutu, yaitu menjadi garam dan terang.Persekutuan besi dan besi:
1. Sama2 lahir baru, cinta Tuhan, mau tobat, sama2 penuh dengan 7 KPR.
2. Sama2 mau pikul salib, mau berkenan pada Tuhan.
3. Sama2 mencintai dan bicara sesuai Firman Tuhan 1Pet 4:10.
Persekutuan seperti ini jadi berguna bagi kedua pihak, misalnya Maria+Marta -> ribut, tetapi kalau jenisnya sama, bisa sama2 jadi berkat, sama2 jadi tajam, tumbuh dan ber-buah2.
Musa + Korah CS, selalu geger, tidak cocok, sebab jenisnya lain.
Dalam pelayanan: orang lama, tidak mau bertobat, tidak boleh pelayanan. Bersekutu saja tidak boleh, apalagi pelayanan, nanti terus ribut, geger jadi ramai, jadi celaka, jadi kutuk tidak jadi berkat, sebab iblis bisa mudah masuk ke dalamnya (dia anaknya 1Yoh 3:10) dan bisa memperalatnya sehingga pelayanan jadi gagal! Orang lama harus dilayani sampai selamat.Bersekutu itu selalu ada gesekan, ada interaksi satu sama lain, apalagi dalam pelayanan, gesekan lebih kuat satu sama lain.
Jangan takut besi bergesek dengan besi, justru keduanya menjadi tajam dan keduanya mendapat faedah. Belajar bekerjasama, terus terang dalam kasih Kristus. Meskipun ada gesekan2, maju terus dengan kasih Kristus (terus mengampuni, tetapi tentu jangan keras hati dalam dosa, itu jadi jenis yang lain, bukan lagi orang baru tetapi kembali jadi orang lama sehingga pecah, rusak). Harus dalam terang dan mau berubah, bukan keras hati, maka kita akan saling mengasah dan sama2 menjadi tajam, sama2 meningkat dalam Tuhan.
Orang dunia berkata dekat bau bangkai, jauh bau kembang, sebab itu supaya jangan pecah, berkelahi, ribut, lebih baik menjauh saja. Jangan terlalu sering berhubungan, Ini pikiran duniawi, siasat iblis untuk memecah persekutuan dan kerjasama orang beriman.
Jangan takut, bersekutu dan bekerjasama tetapi dengan tabiat baru, dengan penuh pengampunan satu sama lain dan mau berubah, jangan keras hati, maka dengan terang (kesucian, pengakuan, terus terang) dan dengan kasih Kristus (ada pengampunan), justru dengan banyak gesekan dalam persekutuan dan kerjasama kita tumbuh makin seperti Kristus. Gesekan2 itu menjadi pengolahan dalam kontrol Roh Kudus dan Firman Tuhan dan justru menumbuhkan kita. Jangan ragu2, percayalah dan bersandarlah pada Roh Kudus dan Firman Tuhan, pasti kita tertolong dan dalam gesekan2 itu kita bisa tumbuh makin tajam, makin seperti Kristus.
Justru jangan menjauh, sekalipun dekat itu banyak gesekan, tetapikalau daging mau dimatikan terus, disalibkan Rom 6:6, maka makin lama makin manis, makin meningkat dan tumbuh dalam tubuh Kristus. Justru gesekan2 dalam tubuh Kristus, asal daging terus dimatikan, dalam kasih dan kuasa Roh Kudus, itu menjadi pengolahan dan kita sama2 makin tumbuh dan makin mengasihi sampai menjadi seperti Kristus.
AMS 27:18. MENUNGGU POHON ARA, MENUNGGUI TUANNYA!
Orang yang menjaga pohon ara, tidak langsung makan buah aranya, tetapi harus menunggu, bisa lama, tetapi kalau ia mau menunggu terus, bekerja terus dengan setia tanpa hasil, mungkin beberapa tahun, tetapi akhirnya, ia makan buahnya.
Jangan ter-buru2 minta hasil, sabar menunggu waktunya Pkh 3:1. Contoh Yusak jadi hamba Musa (Yus 1:1).
Yosua sabar menunggu dan melayani Musa sebagai hamba atau pembantunya, tetapi akhirnya pembantu bisa jadi direktur.
Dalam dunia hal ini: tidak mungkin, tetapi dalam Tuhan orang2 tidak dibedakan Rom 2:11, ini bisa terjadi, bahkan Tuhan akan menggenapkan FirmanNya.
Harus menunggu tuannya dan selama itu tetap taat melayaninya seperti Yosua terhadap Musa. Enak atau tidak enak, senang atau susah, mengerti atau tidak mengerti (asal dalam kesucian, sesuai Firman tuhan,tidak berdosa) belajar tetap taat dan melayani, tidak boleh berontak, taat terus, tidak boleh melawan.
Siapa tuan kita? Tuhan Yesus Kristus (Tuhan = Tuan Kis 2:36) dan pemimpin2 yang sama seperti Kristus, yang mengajarkan kebenaran Firman Tuhan Ibr 13:17.
Kalau tidak mau menunggu, tidak sabar, melawan tuannya, maka ia tidak jadi apa2.
Mau minteri tuannya -> tidak jadi apa2, belajar dari Tuan dan taat.
Mungkin tuannya (atau pemimpin2nya) salah, sabar, doa+nasehati, jangan melawan, jangan berontak. Biasanya pemimpin2 itu lebih rohani; Pemimpin2 lebih banyak kemungkinannya betul daripada yang dipimpin; pemimpin manusia masih mungkin salah, tetapi Tuhan Yesus tidak pernah salah!).
Kalau tuannya mau berubah dari salahnya (Ibr 13:7), kita tetap taat.
Anak Pendeta, penginjil, tidak jadi apa2, sebab tidak mau menunggu bapaknya sebagai tuan.
Anak Musa tidak mau menunggui bapaknya sebagai tuannya, sebagai hamba, jongosnya, sebab itu anak Musa tidak jadi apa2. Anak2 Samuel juga tidak mau taat, tunduk, menurut, menunggui bapaknya, sebab itu tidak menjadi seperti bapaknya. 1Sam 8:3.
Anak2 seringkali mau langsung menjadi bos setara dengan bapaknya, tidak mau taat, tidak mau menunggu menjadi hambanya seperti Yosua, tidak bisa jadi apa2.
Begitu juga anak2 rohani harus taat, patuh, menurut pimpinan bapa2 rohani, maka akhirnya kemuliaan Allah atas bapanya turun kepadanya seperti dari Musa turun ke Yusak (ini oleh Allah, bukan oleh Musa Bil 27:23).
Anak terhadap bapa harus seperti jongos, hamba, jangan minteri, jangan melawan, jangan membantah, berontak, jangan menuntut sama tinggi, tetapi jadi hamba,taat, merendahkan diri.
Anak terhadap bapa, harus seperti terhadap tuannya.
Kalau mau, maka ia bisa menjadi seperti tuannya, dapat kemuliaan yang besar.
Begitu pemimpin2 harus memuridkan orang lain sampai mereka semua menjadi seperti dia sendiri, bahkan terus tumbuh seperti Kristus 1Kor 11:1, Pil 4:9.
Pemimpin2 harus memuridkan orang2 yang dipimpinnya menjadi sama dengan dia, bahkan tumbuh terus menjadi seperti Kristus. Juga orang2 yang dipimpin harus mau taat dan menunggu, menurut sambil terus belajar Firman Tuhan, berdoa dan dipimpin Roh, maka ia akan tumbuh seperti bapa rohani (dan jasmani).
AMS 27:19. AIR DAN HATI ITU = CERMIN.
Air yang teduh, tenang bisa menjadi cermin, cukup baik, bisa melihat mukanya sendiri dengan jelas.
Apa artinya air yang tenang, sehingga bisa menjadi cermin? Inilah hati yang sejahtera karena penuh dan terus taat dipimpin Roh Rom 8:14, maka sejahtera dari Allah yang melebih akal (KJI: melampaui segala pikiran) akan menjagai hati dan pikirannya di dalam Kristus Yesus, sehingga ada ketenangan dari Allah Pil 4:7, ada sejahtera, sukacita dan kebenaran ilahi di hadapan Allah Rom 14:17, maka hati seperti ini bisa berfungsi sebagai cermin untuk hidup kita, sebab Roh Kudus bekerja dan bicara di dalam hati kita.
Begitulah hati itu bisa menjadi cermin bagi orangnya.
Hati harus ada ketenangan, sejahtera dari Allah, bukan hati yang berdosa, gelisah, emosi, marah dan penuh dengan (keinginan2) kedagingan.
Apa artinya bahwa hati kita menjadi cermin untuk kita? Artinya kita bisa melihat hidup kita dari apa yang terlihat dari cermin ini, terdengar atau terasa di dalam hati!
Apa isi hati kita? Ber-macam2 keinginan2 yang baik/ salah, perasaan hati, gerakan ada gejolak, dorongan hati, bahkan sampai mendidih. Kalau Roh Kudus ada dalam hati kita, Roh Kudus bisa bicara dan kita bisa melihat isi hati kita yaitu kita bisa melihat dengan jelas, siapa kita sebenarnya dari hati kita sendiri, dari kerinduan dan dari kata2 yang keluar dari hati kita Mat 12:36.
Coba dengarlah suara hati dalam keadaan sejahtera dari Roh Kudus, maka kita bisa bercermin, melihat dan tahu diri kita sendiri dengan betul. Contoh2 1Yoh 3:21, kalau hati kita tidak menyalahkan kita, kita bisa tenang, sejahtera dan bisa berjalan terus dalam pimpinan Roh Kudus. Kalau kita ragu2 seperti Yosia waktu keluar hendak memerangi raja Neco, ia bodoh! Ia sudah melihat ada ke-ragu2an, tidak ada keyakinan tetapi tetap pergi dan ia binasa 2Taw 35:22, Rom 14:23. Begitu juga waktu hati Daud ber-debar2, dalam 2Sam 14:10, ia bisa melihat dalam cermin hatinya bahwa ia sudah berdosa sebab itu ia bertobat minta ampun dari Tuhan. Kalau hati ini kotor, maka perasaan hati ini bisa rusak, berdosa banyakpun, senang juga hatinya Ams 14:16. Hati itu jadi penipu Yer 17:9. Tetapi kalau hati ini disucikan, maka kita bisa mendengar dan melihat banyak perkara dari hidup kita dalam hati kita. Sebab itu peliharalah hati ini baik2, lebih daripada memelihara apapun Ams 4:23, maka kita dapat mendengar, membaca, melihat banyak hal tentang hidup kita dari hati kita, sebab ada sejahtera Roh di dalamnya, ada suara Roh dan ini yang bisa menceritakan segala perkara yang kita perlukan! Orang bisa pintar dan mengerti tentang dirinya sendiri, sebab ada Roh Kudus tinggal dan bertahta dalam hatinya!
AMS 27:20. NERAKA TIDAK PERNAH KENYANG, BEGITU MATA ORANG.
Neraka tidak pernah berkata: :Sudah cukup, jangan ada orang lagi masuk disini”, tidak pernah! Tetapi Neraka terus berkata: “mau lagi, tidak pernah kenyang, terus makan korban”.
Siapa di belakang Neraka: iblis. Terus menuruti daging, terus lapar, tidak pernah kenyang. Begitu juga dengan mata, siapa di belakangnya? Kalau daging, iblis ada di belakangnya, maka mata ini tidak pernah kenyang, haus terus, liar, buas, tidak pernah puas, tidak pernah berhenti berdosa. Dengan mata manusia bisa berbuat segala macam dosa, dosa permulaan dan selanjutnya, benci, zina terus Mat 5:28, iri, cemburu, jemawa dll seperti neraka yang tidak pernah kenyang, apinya me-nyala2 terus tidak pernah padam Mat 25:41, Mrk 9:44,48.
Menuruti keinginan mata 1Yoh 2:11 -> jadi mata keranjang, tidak habis2nya matanya begitu banyak, tidak bisa dihitung dan dosanya bertambah terus.
Apa yang ada di belakang mata itu penting, ada daging atau salib, ada Tuhan atau iblis dan itu menentukan hasilnya ada Surga atau neraka.
Api yang bisa nyala dan mati, bisa dikuasai, itu berguna, tetapi api yang menyala terus, itulah Neraka, yaitu api yang tidak bisa dikuasai.
Api keinginan yang fana kalau bisa dikuasai, nyala mati, bisa jadi berkat, faedah, bisa diatur, bisa menunggu baik2. Misalnya ingin makan, uang, mata, naluri sex, kesukaan2 yang fana, yang tidak berdosa dll kalau cocok dengan Firman Tuhan boleh, kalau tidak, dimatikan. Kita bisa berpada, pakai seperti tidak memakai, dicocokkan dengan Firman Tuhan.
Kalau di belakang mata ada daging, iblis, dosa -> tidak pernah berhenti, terus berdosa, terus ingin meskipun dosa atau tidak, terus lapar, sampai hangus dan habis semua.
Mata itu pelita hati Mat 6:22-23. Kalau mata itu baik, ada salib, ada Roh Kudus, ada hati yang mau taat akan Firman Tuhan, maka seluruh tubuh ini jadi terang, tidak ada dosa. Mata bisa berfungsi dengan baik, sebab bisa melihat dalam kesucian, dan hidup ini jadi terang dalam kesucian Allah disertai dan diberkati Tuhan dengan sukacita dan berkat Tuhan. Tetapi kalau matanya gelap, ada daging yang dikuatkan, dinyalakan, ada roh2 setan dan semua keinginan daging, maka semua itu membuatmata ini jadi jahat, jadi mata gelap, sehingga sekalipun melawan Firman Tuhan tetap dicari dan direbut sehingga hidupnya jadi gelap, penuh dengan dosa dan kejahatan. Jangan sampai mata ini jadi gelap, sebab ada daging yang me-nyala2 (tidak dimatikan) apalagi ada roh2 jahat yang terus me-ngobar2kannya, maka hidup ini jadi gelap dan makin lama makin gelap, alangkah besarnya kegelapan itu dan bersambung terus sampai Neraka yang kekal kalau tidak mau bertobat. Tetapi kalau ada salib, daging dimatikan, mau menyangkal diri untuk taat pada Firman Tuhan maka mata ini jadi baik dan seluruh hidup jadi terang dan Tuhan ada adalam hidup ini dan itulah Surga dalam hidup kita sebab Tuhan bertahta di dalam kita. Sekalipun Neraka, kalau ada Tuhan Neraka bisa jadi Surga. Begitu dengan banyak problem, kesukaran dan penderitaan kalau ada Tuhan bertahta dalam hati kita, kita taat, maka akan ada sejahtera Allah dan semua akan berubah sesuai dengan Firman Tuhan.
KESIMPULAN.
Ams 27:17. Besi menajamkan besi.
1. Jangan bersekutu dengan orang lama (1Yoh 3:10) tetapi garami, jangan sampai diracuni.
2. Jangan takut gesekan. Justru gesekan daging dalam persekutuan dan kerjasama dalam tubuh Kristus, itu menjadi pengolahan yang mematikan daging dan menumbuhkan rohani sehingga menjadi seperti Kristus.
Ams 27:18.
1. Belajar dengan setia, taat dimuridkan oleh pemimpin2, maka makin lama kita akan makin tumbuh dan mendapat kemuliaan, bahkan bisa terus tumbuh seperti Kristus. Sambil dimuridkan, kita juga memuridkan orang lain supaya semua boleh tumbuh seperti Kristus.
Ams 27:19. Seperti air yang tenang menjadi cermin, begitu juga hati yang disucikan, dikuasai dan diperintahkan Roh Kudus akan menjadi cermin hidup kita, sehingga kita bisa melihat diri kita sendiri dengan jelas dan makin berkenan pada Tuhan.
Ams 27:20.
Neraka dan kebinasaannya lapar terus, tidak pernah kenyang, begitu mata manusia (lama) tidak pernah puas, sebab di belakangnya daging tidak dimatikan, tidak ada salib, tidak ada Roh Kudus yang bekerja sehingga mata jadi jahat dan seluruh hidup jadi gelap penuh dengan dosa dan kejahatan. Tetapi kalau ada salib, daging dimatikan, ada Roh Kudus yang menguasai hidup ini sebab kita mau taat dipimpin Roh, maka hidup ini jadi terang, indah seperti Surga, sebab Kristus bertahta di dalamnya. Dalam keadaan apapun tetap ada sejahtera dan terang, ada pertolongan Tuhan dan semua akan berubah menjadi indah sesuai dengan janji2 Firman Tuhan.
Cocokkan hidup ini dengan Firman Tuhan, maka kita mengalami Surga di dunia, sukacita karena pertolongan dan kuasa Allah yang memerintah dalam hati dan hidup kita.
Nyanyian: Maz 119:11.