M3769 – Kisah Para Rasul 1:8 Memiliki Kuasa Allah

KISAH PARA RASUL 1:8. MEMILIKI KUASA ALLAH.
I. PENDAHULUAN.
Dalam dunia orang ber-lomba-lomba untuk memiliki kuasa dalam segala bidang, ekonomi, politik, senjata, budaya dsb. Bahkan dalam tingkat yang paling rendah, dalam keluarga, dalam kelompok-kelompok kecil, dalam sekolah dan di mana-mana saja. Memang pemimpin-pemimpin seharusnya mempunyai kuasa dan wewenang untuk menjalankan tugasnya, tetapi yang sering terjadi adalah penyalahgunaan kuasanya dan seringkali itu mengacam dan merugikan orang lain.
Dalam dunia rohani pemimpin2 yang diangkat Tuhan juga perlu kuasa dari Allah (misalnya Ibr 13:17), bahkan setiap orang beriman memerlukannya. Mengapa? (Sebetulnya kita juga perlu hikmat Allah dll, tetapi disini kita hanya belajar tentang kuasa Allah lebih dahulu).
II. PEPERANGAN YANG TIDAK TAMPAK.
Dalam dunia yang tidak tampak ada peperangan yang hebat dan terus menerus sepanjang zaman antara Allah dan umatNya dengan iblis dan tentaranya. Ini pokok dasar dari hidup kekristenan yaitu kita harus menang dengan Tuhan dalam peperangan ini terus menerus.Sebab kita perang dengan iblis bukan dengan manusia! Ef 6:12. Memang terutama pemimpin2 yang diserang, tetapi juga setiap orang beriman, termasuk bayi2 rohani yang baru percaya. Sebab itu semua kita harus punya kuasa dan hikmat (ini dari Roh Kudus, kalau taat dipimpin Roh ada ini) dalam menghadapi iblis.
Dalam segala hal jasmani dan rohani kita menghadapi iblis. Sebab itu kita harus selalu mempunyai kuasa Allah (+ hikmatNya untuk menghadapi tipu daya iblis seperti Hawa yang jatuh oleh tipu daya iblis) dan mengalahkan, mengusir iblis dengan kuasa Allah. (Kita tidak bisa membunuh iblis dkknya sebab mereka kekal, tidak bisa mati, sebab itu istilahnya adalah mengusir iblis Mrk 16:17 dan dia pergi untuk seketika dan lain kali pada kesempatan yang baik, setan kembali lagi Luk 4:13). Dalam hidup pribadi, ibadah, pelayanan, di mana-mana saja kita menghadapi iblis. Bahkan jadi usher (penolong) di Gerejapun perlu kuasa Allah untuk menyalami yang datang dan “menyucikannya”, yaitu iblis diusir, supaya jangan mengganggu dan jangan bekerja dalam ibadah. Juga dalam rumah tangga, dalam pekerjaan sekuler, kita menghadapi banyak orang yang datang dengan kuasa iblis! bahkan menginap di hotel, di rumah singit (tempat setan) dll, semua perlu kuasa Allah supaya jangan “kita” yang lari tetapi setan yang lari! (Sebab ada Kristus dalam kita Rom 8:31, 1Yoh 4:4).
Orang-orang ekstrem yang begitu mudah dan bersukacita membunuh itu biasanya juga punya kuasa-kuasa dalam dirinya (yaitu kuasa iblis). Museum di Tunisia diserbu, 20 turis mati, 3 penduduk termasuk 1 polisi mati, belum yang luka-luka. Ini bisa terjadi dengan tidak diduga di seluruh dunia, maut terus mengancam di mana-mana dan ini makin lama makin umum, makin banyak korbannya, sekalipun di negara maju. Setiap tahun ratusan ribu orang mati sia2 di seluruh dunia, tanpa diduga dan jumlahnya naik terus. Kita perlu kuasa Allah. Maz 91:7. Sekalipun 1000 jatuh di kiri dan 10 ribu di kanan, itu tidak sampai pada orang benar yang ada Allah di dalamnya. Jumlah ini akan naik sampai 25% menurut Wah 6:8, belum bala lain, bisa sampai 30 atau 35%. Ini akan terjadi dalam Minggu ke-70 Daniel (bahkan dalam 3,5 tahun kedua lebih banyak lagi). Tetapi justru disini ada janji Allah (ini suatu rahasia) bahwa bagi Gereja jalan sempit yang hidup dalam kesucian dengan Tuhan, tidak ada satupun yang mati 1Kor 15:51 tetapi semua ikut pengangkatan. Kita juga akan melihat semua peristiwa-perisitwa yang dahsyat lainnya, tetapi tidak sampai pada kita seperti dalam mobil di taman Safari di tengah2 binatang buas. Tetapi sejak sekarangpun kita betul-betul sudah memerlukan kuasa (dan hikmat) Allah dalam segala segi hidup kita dan kapan saja, di mana saja dan heran, Allah menyediakannya dengan limpah dan sangat mengharapkan supaya kita memenuhi syarat-syaratNya supaya mendapatkan kuasa dari Allah dengan limpah untuk semua kita!
III. CARA MENDAPATKAN KUASA ALLAH.
1. Pada waktu kita percaya, kita langsung masuk dalam perhitungan dan perlindungan Allah, iblis tidak boleh lagi menjamah kita sebab sekarang kita bukan lagi anak-anak iblis, bukan milik iblis 1Yoh 3:10 tetapi anak-anak Allah, milik Allah Yoh 1:12. Sampai rambutpun dihitung Allah Mat 10:30 dan tidak ada pencobaan yang lebih dari kekuatan kita bisa mengenai kita, 1Kor 10:13 kecuali orang itu sendiri menarik celaka itu.
2. Hidup benar, suci, maka Allah beserta kita yang hidup benar 1Pet 4:12, Maz 34:16, Yak 5:16. Kalau orang benar tetap bertindak benar, maka Tuhan terus besertanya dan disertai Tuhan itu berarti ada kuasa!
3. Waktu Roh Kudus turun ke atas kita, kita mendapat kuasa Allah Kis 1:8, apalagi kalau kita bertekun berdoa dalam Roh dan hidup benar seperti murid2 di loteng Luk 24:49. Tuhan memang menghendaki kita berdoa non stop 1Tes 5:17 di dalam Roh Jd 23, Ef 6:18, maka kita akan punya kuasa Allah limpah, lebih2 kalau ditambah puasa Mat 17:21, bahkan selalu punya cadangan kuasa seperti lima gadis bijaksana (bandingkan dengan accu yang terus di charge, ada kuasa di dalamnya untuk memutar mesin2 yang besar dan kecil). Harus selalu punya persediaan kuasa seperti bawa batery atau accu, seperti lima gadis bijak.
4. Dengan iman. Dengan iman kita bisa memindahkan gunung2 kesukaran dan pencobaan. Mat 17:20. Kita akan mendapat sesuai dengan iman kita Mat 8:13. Iman kita harus hidup (ada perbuatannya) Yak 2:17,20) dan bertambahbesar, jangan kecil Mat 8:10,26. Darimana kita bisa mendapat iman lalu terus bertumbuh sampai besar? Dari Firman Tuhan dalam pengurapan Roh Kudus Rom 10;17, 2Kor 3:6 dalam hati yang taat, maka timbul iman yang terus bertumbuh makin besar. Iman ini juga harus terus dilatih. Bagaimana caranya? Berjalan dalam Roh terus menerus. Roh Kudus akan mendorong kita untuk bertindak dengan iman.
Lebih banyak pencobaan yang datang, kita mendapat kesempatan untuk melatih iman kita lebih banyak. Sebab itu jangan takut atau susah kalau pencobaan datang Yak 1:2, asal kita tetap berjalan dengan Tuhan, dipimpin Roh sesuai Firman Tuhan, maka iman kita justru akan tumbuh dalam pencobaan. Juga dalam pelayanan yang dilayani dengan betul, akan tetap ada saja problem-problem yang muncul bahkan limpah, tetapi kesukaran-kesukaran itu justru menumbuhkan iman kita lebih cepat. Sebab itu kalau kita limpah dengan Firman Tuhan dan doa dalam Roh dan kebenaran maka kita akan selalu menang, dapat pahala dan tumbuh!
Berjalan dengan Tuhan itu limpah dengan perkara baru dari Firman Tuhan dan kejutan yang indah-indah sebab menang dalam pencobaan-pencobaan 1Kor 2:9 (bukan variasi dan perkara-perkara baru duniawi yang meskipun netral, sangat terbatas dan tidak ditakuti iblis).
5. Persekutuan tubuh Kristus yang normal itu bisa bekerjasama sekalipun sama2 belum sempurna dan jabatannya ber-beda2 justru bisa saling mengisi. Persekutuan tubuh Kristus yang betul itu dalam terang dan kasih 1Yoh 1:7 seperti Trinitas Yoh 17:21 Dan kalau bisa bersekutu dan bekerjasama, makaini membuat kekuatan kita meningkat luar biasa bisa sampai 100 kali ganda Im 26:8, bahkan bisa1000 kali Yus 23:10. Ini luar biasa, sebab itu bersekutulah dengan baik, dalam terang (jangan ada dosa, benci, iri, bicara di belakang atau dosa-dosa lainnya). Bisa mengampuni saja tidak cukup (sebab sering orangnya “kapok”, tidak mau dekat2 lagi, tidak mau ber-sama2 dan bersekutu). Selain mengampuni, juga harus ada usaha untuk bisa terus ber-sama2 dan bekerjasama lagi, jangan sampai terpisah, terpecah, dijauhkan satu sama lain sampai dalam hati. Jangan ada jengkel, marah, benci, prasangka dll, tetapi tetap perlu ber-sama2 lagi dengan hikmat dan pimpinan Roh Kudus, lebih2 belas kasihan untuk memulihkan yang undur, yang salah dan menyelamatkan orang berdosa.
Kalau lima hal ini ada dalam diri kita dan persekutuan kita, maka kita akan ber-sama2 jadi sangat kuat dan bisa maju bersama. Tetapi kalau ter-pecah2, terpisah, tidak mau ber-sama2, selalu menjauh di hati dan dalam pertemuan, maka lambat atau cepat, semua akan di-pecah2kan oleh iblis dan semuanya akan jatuh dalam macam-macam dosa dan jadi mangsa iblis. Jangan berpisah atau bercerai sampai dalam hati, tetapi bersatulah dan bekerjasama karena Kristus.
IV. UNTUK APA KUASA ALLAH.
Untuk melakukan kehendak Allah. Allah memberi kita kuasa bahkan limpah bukan untuk mengumpulkan uang, prestasi dan kemuliaan dunia, tetapi untuk yang kekal. Kita harus selalu ingat bahwa tujuan kita adalah hidup yang kekal, bukan yang fana. Mat 16:26. Untuk apa dapat limpah yang fana tetapi masuk neraka sebab tidak punya kuasa Allah. Sebaliknya kalau kita punya limpah yang kekal, maka fasilitas yang kita perlukanyaitu yang fana, juga akan ditambahkan Allah sesuai kemampuan kita untuk menerimanya! Banyak orang kuatir kekurangan yang fana, fasilitasnya, itu bodoh dan salah, justru ia akan me-ngejar2 yang fana dan gagal. Ini arah dan cara yang salah dan bodoh, sebab Tuhan punya limpah yang fana, jangan ragu-ragu, bumi dan isinya ini milik Tuhan Ul 10:14. Siapa mendapat yang kekal, yang fana juga akan ditambahkan, bahkan dengan limpah.
Lalu untuk apakah Tuhan memberi kuasa dan hikmat yang limpah untuk umatNya, bahkan untuk setiap orang beriman asalkan mau memenuhi syarat2nya.
1. Supaya bisa hidup suci dan berkenan pada Tuhan. Supaya bisa mematikan daging, menyangkal diri, pikul salib untuk bisa hidup menurut Roh yaitu sesuai dengan Firman Tuhan; Supaya tidak menurut daging atau hawa nafsu Luk 9:23, Rom 12:1-2, tidak berbuat dosa tetapi tetap hidup suci di hadapan Tuhan MAK DSS. Ini perlu kuasa! Orang yang tidak punya kuasa, hanya ingin dan ia akan tetap lemah, tidak berdaya dan berdosa, kembali dikuasai daging atau hawa nafsunya Mat 26:41.
Jadi nomer satu kuasa itu untuk bisa hidup suci dan melakukan kehendak Allah, taat akan Firman Tuhan. Ini dasar yang utama, sebab kalau kita mau menyangkal diri sehingga tetap hidup suci dan taat akan Firman Tuhan, Tuhan akan beserta kita dan segala yang lain yang indah2 dari Tuhan akan mengikutinya. Juga hidup suci berarti sukacita dan kepuasan dari Tuhan, hidup yang sangat indah, lebih indah dari hidup perempuan Samaria yang diam-diam minum air dunia ini dalam hawa nafsu perzinaannya Yoh 4:13-14.
Tuhan bisa beri kekuatan sehingga tetap terpelihara dalam kesucian dan sanggup melakukan kehendak Tuhan, mengalahkan daging, dunia dan iblis. Dosa itu kuncinya atau sumbernya hidup gelisah dan pahit seperti neraka. Tetapi suci itu kuncinya untuk bisa hidup sukacita dan puas seperti di Surga!
Jadi kuasa Allah itu nomer satu untuk bisa hidup suci dan taat melakukan kehendak Tuhan sehingga tidak lemah dan berdosa maka Tuhan berkenan dan dalam hal-hal yang lain juga akan berkemenangan dengan Tuhan.
2. Menghadapi problem, baik penyakit, kekurangan, ancaman, bahaya dll, juga problem2 dalam pelayanan. Jangan lupa kita perang dengan iblis, jangan dengan manusia sehingga bereaksi dosa karena dia Rom 12:21, tetapi kita harus bisa mengusir setan dan menang, sehingga setantidak mengganggu dan mengacaukan hidup dan pelayanan kita. Jangan lupa kita tetap perlu pimpinan dan hikmat Roh Kudus, tidak cukup hanya kuasa. Tindakan dan langkah2 kita harus selalu sesuai dengan Firman Tuhan dalam pimpinan Roh. Kalau sudah punya kuasa, kita tidak boleh memakai kuasa Allah sesuka hati kita, harus cocok dengan kehendak Allah. Misalnya Yacob dan Yohanes, mereka bisa menurunkan api dari langit tetapi tujuannya untuk membakar orang Samaria karena hatinya jengkel! Itu bukan kehendak Tuhan tetapi kehendak daging, sebab itu mereka dihardik Tuhan Luk 9:52-55. Tidak boleh memakai kuasa Allah sesuka hati kita, untuk kepentingan dan keuntungan kita sendiri!Sebab itu setiap tindakan kita harus menurut pimpinan Roh Kudus, bukan menuruti daging atau pikiran kita sehingga seringkali kuasa Allah yang ada tidak bekerja seperti pada Simson.
3. Mengalahkan occultisme. Biasanya iblis itu berusaha menipu, apalagi orang bodoh, termasuk juga orang beriman yang tidak mengerti Firman Tuhan Mrk 12:24. Iblis lebih cerdik dari orang beriman yang tidak mengerti Firman Tuhan. Kalau orang itu berjalan dalam Roh, masih bisa tertolong, tetapi sulit, sebab tanpa pengertian Firman Tuhan, Roh Kudus sulit membimbingnya. Ia datang dengan tawaran yang manis, dengan alasana-alasan yang bisa diterima dan dengan macam-macam penyesatan. Seperti waktu ia datang pada Putra manusia, iblis memakai ayat yang disalah artikan (diputar balikkan) Mat 4:6. Kita harus mengenali pekerjaan setan lebih2 dengan karunia-karunia Roh Kudus (karunia membedakan roh, marifat dll).
Kalau sudah yakin itu dari iblis, lawan dan usir. Jangan beri tempat seperti Hawa, jangan dengarkan alasan2nya, kalau melawan Firman Tuhan, langsung usir semua. Dengar suara Roh, sebab itu kita harus banyak dan terus menerus berdoa dalam Roh dan kebenaran (hidup benar!), maka Roh Kudus akan menolong kita menghadapinya. Iblis itu cukup cerdik, kalau seorang punya hubungan baik dengan Tuhan dan Roh Kudus, biasanya ia menghindar, tidak cari celaka, sebab tidak mungkin ia mengalahkan Tuhan; Tetapi kalau seorang renggang apalagi putus dengan Tuhan, “singa” itu siap melulurnya 1Pet 5:8. Sekalipun demikian ia tidak berani mencobai orang itu melebihi kekuatannya, sebab takut akan Tuhan!
Orang yang undurpun, kalau berseru pada Tuhan dengan segenap hatinya masih ditolong Tuhan, apalagi yang berhubungan baik dengan Tuhan. Jangan bingung, sekalipun undur, kembalilah pada Tuhan, meskipun biasanya pada orang yang undur ada banyak kerusakan2, rugi bagi orang yang berbuat dosa Pkh 9:18; tetapi kalau mau bertobat sungguh-sungguh seperti Yunus, masih bisa tertolong. Paling baik jangan berdosa, tetap taat.
V. KALAU BELUM TERTOLONG/ BERHASIL.
1. Karena dosa, ini sebab yang terbesar, karena dosa itu membuat kuasa Allah tidak bisa bekerja seperti pada Israel ber-kali2, juga pada raja yang baik seperti kesombongan Yosia membuatnya mati 2Taw 35:21-23. Saul, Simson yang pernah penuh Roh Kudus, karena hidup dalam dosa akhirnya binasa.
Juga Hofni dan Pinehas, dalam perang sudah membawa Tabut, tetap kalah. Juga dalam pelayanan seperti Nadab Abihu, binasa karena dosanya. Allah itu suci dan tiada dosa di dalamNya 1Yoh 1:5, sebab itu kalau ada dosa, Roh Kudus tidak bisa bekerja di dalam kita, akhirnya pergi seperti dari Saul yang terus menuruti iri dan benci. Bahkan lima gadis bodohpun akhirnya ditolak sebab tidak mau bertobat sungguh-sungguh.
Termasuk disini tindakan2 yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, maka kuasa Tuhan tidak akan bekerja seperti kasus Yohanes dan Yacobus yang mau menurunkan api membakar orang Samaria, tidak akan jalan. Juga andaikata Putra manusia Yesus tidak menuruti pimpinan Roh Kudus dan kembali menyembuhkan Lazarus sebelum hari ke-4. Mungkin bisa berhasil seperti Musa yang memukul batu gunung (harusnya hanya bicara) tetapi itu jadi dosa.
Kadang dosanya hanya di dalam hati, tetapi itu sudah dosa di hadapan Tuhan. Ams 23:7. Nabi muda yang sudah dipakai Tuhan dengan heran, waktu menolak hadiah dari Yerobeam, terjadi pergumulan dalam hatinya. Juga ia pulang dari jalan yang lain, tidak sama. Pergi dan pulang sikap dan keadaannya sudah berubah(jangan sampai sesudah sukses jadi lain). Ia tidak langsung pulang, tetapi ter-menung2 duduk di bawah pohon. Semua ini membuat nabi muda yang heran ini kena makan nubuat dusta dari nabi tua dan akibatnya ia mati, semua itu tidak kebetulan, pasti banyak salahnya sampai mati,sekalipun sudah dipakai Tuhan dengan nubuat dan mujizat yang heran. Hati-hati sikap hati yang berdosa atau berontak,sekalipun dari luar belum ada dosa.
2. Ujian. Tuhan seolah-olah tidak bekerja. Ul 8:2, misalnya Ayub mengalami malapetaka yang besar, sampai2 temannya menyalahkan dia. Ayub sendiri mula2 tidak mengerti, ia merasa dirinya benar (memang ia benar, kecuali dalam pendidikan anak yang didominasi istrinya). Juga Yusuf, Daud, Daniel dll menderita banyak karena ujian dan kuasa Allah dalam dirinya seolah-olah tidak berdaya, tetapi sesudah lulus dan selesai, kuasa Allah mengangkat mereka naik tinggi sekali.
3. Waktunya belum sampai, masih harus menunggu terus Pkh 3:1. Ada hal-hal yang menyebabkankita harus menunggu seperti Daud harus menunggu waktunya, tidak tahan, ia lari ke luar negeri (Filistin) untuk menghindari Saul. Tetapi Tuhan menyuruhnya pulang untuk mengerjakan ujiannya. Juga Putra manusia Yesus, Yusuf, Daud, Yohanes Pembaptis harus menunggu sampai 30 tahun, sekalipun pada umur 12 tahun Putra manusia sudah bisa pelayanan dengan heran.
KESIMPULAN.
Kita perlu terus limpah dengan kuasa Allah, selalu punya cadangan kuasa Allah dan dipimpin Roh seperti lima gadis bijak, (punya “accu” yang terus di charge dan penuh) sehingga se-waktu2 pencobaan dan serangan datang, tetap menang, tidak sampai jatuh seperti Saul dan nabi muda itu. Hiduplah dalam kesucian, termasuk juga sikap hati!
Nyanyian:
B’ri kuasaMu padaku 2x