M3755 – Matius 6:26-30. Dipelihara Tuhan Seperti Burung, Bakung dan Rumput

I. MENGAPA?
Pemeliharaan Tuhan diambilkan contoh dari pemeliharaan Tuhan padaburung, bunga bakung dan rumput, mengapa? Semua hal ini tidak bisa berbuat banyak, hanya apa yang dibuatnya turun temurun, tetapi mereka terpelihara turun temurun sampai sekarang. Maksudnya supaya:
1. Jangan kita kuatir bahkan kita bisa bebas kuatir seperti bunga bakung dan rumput.
2. Kita tidak sendirian dalam mencari nafkah, Tuhan selalu menyertai dan memberkati anak-anak Allah, bahkan berkatnya itu bisa jauh lebih besar dari apa yang kita perbuat.
3. Jadi, ada bagian Tuhan dan ada bagian kita. Bagian kita harus diselesaikan, maka bagian Allah pasti juga digenapkan asal kita menggenapi syarat2nya.
Jadi dalam nafkah dan hidup ini kita tidak sendirian tetapi ber-sama2 Tuhan. Kalau kita mengerti syarat2nya dan taat, pasti bagian Tuhan juga akan digenapkan oleh Tuhan seperti janjiNya dalam Maz 127:2. Tuhan tidak pernah ingkar, kalau syaratnya kita genapi, pasti janji Tuhan juga akan jadi dalam hidup kita, bahkan dengan kasih dan itu penuh kemurahan.
II. APA SYARAT2 PEMELIHARAAN ALLAH?
1. Kita wajib bekerja. 2Tes 3:10. Kita tidak boleh malas, harus tahu bertanggungjawab, tekun, rajin bekerja dengan sungguh2. Yang tidak mau bekerja jangan makan, kata Tuhan. Kita harus memberi waktu, tenaga, pikiran untuk bekerja. Bagi waktu baik-baik untuk hal-hal rohani (ini tujuan hidup kita) dan hal-hal jasmani (ini kita butuhkan sebagai fasilitas untuk bisa hidup di dunia meskipun fana). Tetapi untuk hal-hal rohani harus disediakan waktu, bahkan korban waktu, jangan diabaikan, bahkan tebus waktu untuk bisa mendapat waktu lebih banyak untuk hal-hal rohani, tetapi tidak 100% (kecuali diberi anugerah Tuhan untuk melayani sepenuh waktu); sekalipun kita bersedia menunggu kedatangan Tuhan (kita belum tahu kapan) kita tetap harus bekerja, sebab waktu pengangkatan terjadi, orang-orang yang diangkat masih bekerja Luk 17:34-36.
2. Berpada. Berpada adalah puas dengan apa yang ada 1Tim 6:8, sedikit atau banyak Pil 4:11,12, jangan tamak. Kalau seorang lulusan SMP jangan menuntut upah lulusan S1, kecuali ada faktor2 lain. Tuhan bisa menambahkan berkat burung, bakung, rumput, tetapi itu juga ada aturan dan waktunya. Misalnya Yusuf dan Daud adalah gembala domba yang kecil, tetapi akhirnya menjadi raja yang sukses, tetapi sesudah diolah dan menunggu sampai waktu Pkh 3:11. Tuhan menambahkan itu untuk semua orang dan dengan adil, sebab itu ada syarat2nya (syarat rohani). Di dalam dunia ada syarat2 jasmani, dalam Tuhan ada syarat2 rohani. Kita harus memenuhi kedua syarat ini, kita bisa memilih mau memenuhi lebih banyak syarat2 yang mana. (Tentu ada syarat minimum untuk masing2, misalnya syarat minimum untuk zaman sekarang adalah SMA, syarat minimum untuk rohani adalah hidup benar, tetap selamat). Kalau ada keperluan mendadak, Tuhan tetap sanggup menolong, bahkan juga  saudara2 seiman dalam tubuh Kristus suka membantu.
3. Kunci dari Tuhan. Mat 6:33. Kalau Tuhan menjadi Raja kita, kita tunduk dan taat diperintahkan Sang Raja untuk berbuat apa saja, melakukan kehendakNya (tentu itu hal-hal yang sesuai Firman Tuhan), maka hidup kita menjadi kerajaanNya, kita mendapat kerajaan Allah dalam hidup kita.
Kedua, kita harus hidup benar di hadapan Allah, sehingga Ia melihat kita hidup dalam kebenaran, maka segala yang kita butuhkan akan ditambahkan kepada kita. Kalau belum mendapat apa yang kita perlukan, kita periksa diri, apa betul Raja itu sudah nyata dalam hidup kita dan betulkah kita sudah hidup benar di hadapan Allah, dan apakah permintaan kita benar, kalau semuabenar, tunggu saja, pasti pada saatnya Tuhan akan menambahkan semua yang kita butuhkan!
4. Kesukaran2. Dalam semua segi hidup kita di dunia, selalu ada kesukaran, juga dalam mencari nafkah, itu wajar dalam dunia. Ada ber-macam-macam kesukaran, misalnya:
a. Sikon. Seringkali pemerintah dan penguasa2pun tidak bisa mengendalikannya. Misalnya gunung meletus, tsunami dll. Itu mempengaruhi semuanya, termasuk nafkah. Apalagi sikon akhir zaman Wah 22:11 dimana dosa (dan kejahatan) meningkat terus dengan liar dan tidak terkendali. Tetapi Tuhan kita tetap sanggup menguasai segala sikon dan memelihara kita dengan baik asal kita tetap taat dipimpin Roh; Bahkan justru disini Gereja akan mengalami masa keemasan dalam sikon akhir zaman yang sulit ini Wah 12:1 dan Tuhan mencurahkan fasilitas akhir zaman yang limpah tetapi Gereja atau kita juga dituntut lebih banyak, sangat tertib 2Kor 10:6.
b. Dalam pekerjaan juga mungkin timbul kesulitan, baik dalam mekanisme kerja, dalam keuangan, modal dll.
c. Dalam hubungan dengan orang-orang (dengan majikan, dengan pegawai, dengan kongsi dll). Jangan mudah memutuskan hubungan (apalagi karena emosi, sombong, tidak bisa menyangkal diri dll). Memelihara hubungan itu lebih sulit, tetapi dengan doa, pimpinan Roh, penyangkalan diri, dengan pengertian Firman Tuhan dsb, Tuhan bisa menolong kita keluar dari kesulitan. Tetap cerdik, minta hikmat dan kuasa Allah dan rohani harus menang Rom 12:21 sambil terus berdoa dalam Roh dan kebenaran, maka Tuhan akan sanggup melepaskan kita dari segala kesulitan. Kita tidak perlu bingung, kuatir, serahkan semua dalam tangan Tuhan 1Pet 5:7,tetapi tetap dengan teliti, taat dipimpin Roh, maka kita akan mengalami terobosan2  pendek seperti Daud waktu menghadapi Goliat, tanpa rencana, semua tiba2 (Daud pergi jadi tukang rantang untuk saudara2nya, pulang jadi pahlawan Allah, 1Sam 17) atau terobosan2 panjang seperti Yusuf dalam jangka panjang diolah dan dipimpin Roh (Kej 37:32-46:30, hilang jadi korban, ketemu jadi raja muda dalam rencana Allah).
Roh Kudus itu mengerti dan paling pintar tentang apa saja, misalnyatentang ikan, kimia, kayu dan semuanya. Doa terus, minta pimpinan Roh Kudus, Dia sanggup menolong kita, Penolong kita itu luar biasa. Ingat Mat 6:33.
Dalam menghadapi kesulitan (apalagi dengan orang), kalau kita hidup benar dengan Roh Kudus itu jauh lebih mudah, tetapi kalau ada dosa, apalagi keras hati, kesulitan itu makin ruwet, apalagi karena salah, lalu terus berkelit, buat siasat, dusta, marah dll Roh Kudus tidak beserta tetapi setan masuk ikut bekerja, bisa celaka! Jangan ada salah sebelumnya (tetap hidup suci), sehingga bisa dipimpin roh, semua akan jadi makin mudah.
d. Uang. Dalam nafkah, kita mencari uang tetapi jangan cinta uang, sebab itu sumbernya dosa 1Tim 6:9-10. Ingat, berpada dan tunggu waktunya Tuhan; Dalam segala perkara terus berdoa dalam Roh dan kebenaran (hidup benar). Jangan sampai salah dalam keuangan, jangan salah dengan uang orang lain, juga ingat penaburan supaya ada penuaian (2Kor 9:6) lakukan penaburan dengan tulus, kepada dan karena Tuhan dalam pimpinan Roh Kudus Rom 11:36. Jangan menabur seperti memancing (karena mengharapkan hasil yang besar) tetapi dengan tulus karena Tuhan dengan cinta, kita memberi pengorbanan, tidak mengharapkan keuntungan tetapi memberi persembahan kasih karena Kristus.
III. PRINSIP KEUANGAN.
Sebetulnya bagi Tuhan memberi uang itu sama sekali tidak sulit. Menumbuhkan tabiat baru, membimbing dalam jalan sempit, mengajak bersaksi dll itu lebih sulit. Memberi uang bukan problem untuk Tuhan, Dia memiliki seluruh dunia dan isinya. Ia bisa saja memindahkan semua uang di Mesir dan Kanaan dalam tangan Yusuf Kej 47:15. Juga dalam zaman ini untuk umat Tuhan Yes 60:5. Dunia mati2an jungkir balik untuk mendapat uang, padahal bagi Allah, uang dan pasir itu tidak berbeda bagiNya asal umat Tuhan bisa membedakan yang fana dan kekal, tujuan dan fasilitas untuk hidup sementara di dunia ini. Tuhan sanggup memberi uang atau harta fana dengan mudah, asal kita mempunyai pengertian dan pendirian yang betul tentang uang.
Kita akan melihat 5 sikap dan pendirian yang Alkitabiah tentang uang dan kalau itu jadi dasar pendirian kita tentang uang, Tuhan bisa memberi kebutuhan uang dengan limpah tanpa batas, hanya terbatas oleh kita sendiri.
1.KEKAYAAN ITU HANYA FASILITAS bagi umat Tuhan, untuk kebutuhan hidup di dunia ini. Kekayaan itu bukan segala-galanya, bukan tujuan hidup seperti orang dunia. Orang dunia berjuang habis-habisan untuk mendapatkan kekayaan, sebab itu segala-galanya bagi mereka. Kalau gagal mereka jadi putus asa, bahkan ada  yang bunuh diri sebab menanggap hidupnya gagal. Tetapi orang beriman memakai kekayaannya hanya sebagai fasilitas, sebab itu bisa berpada, dalam kekurangan atau lapar, dalam kaya atau miskin, Pil 4:11-12 tidak mempengaruhi cintanya pada Tuhan. Kalau dapat uang lebih banyak, bisa dipakai untuk tumbuh lebih giat dalam rohani, bisa menebus waktu bisa dipakai untuk pelayanan, untuk berbuat macam-macam kebaikan dll yang memperkenankan Tuhan, seperti memberi makan pada musuh dll Rom 12:20. Tetapi bagi orang dunia atau Kristen duniawi, biarpun hartanya sudah cukup, masih terus mengejar uang, kalau perlu korupsi, (sampai di tangkap polisi)dan tidak pernah puas sekalipun sudah dapat banyak sebab keinginan kaya itu tidak pernah puas.
2. KEKAYAAN ITU FANA
Waktu mati hilang Luk 12:19-20. Untuk apa dapat seisi dunia, dapat semua kekayaan, kalau jiwanya binasa. Sebab itu jangan tertipu oleh iblis dengan umpan uang atau kekayaan. Pelajaran dari musibah Airasia menyadarkan banyak orang bahwa kekayaan itu fana, bukan kekal, tidak bisa dibawa.
Raja-raja Mesir zaman kuno, kalau mati ditaruh dalam Pyramid dengan kekayaannya,tetapi akhirnya dicuri, yang jadi kaya adalah pencurinya, yang mati tidak bisa memakainya sebab kekayaan itu fana, tidak bisa ikut sampai kekal; mengapa ditukarkan dengan keselamatan dan kemuliaan yang kekal. Justru kita harus menukarkan harta kita dengan kesukaan, kemuliaan dan pahala yang kekal! Ini orang bijaksana. Mat 6:19. Misalnya orang-orang banyak les piano, bahasa, matematika, mau bayar mahal. Mengapa tidak berani les Matius, les Yesaya, les pelajaran akhir zaman dengan bayar mahal? Bukankah hasilnya untuk kekal?!Transport saja minta dijemput, tidak berani bayar taksi. Kalau tour berani bayar puluhan juta, kalau les Alkitab, beli buku pelajaran Firman Tuhan, tunggu yang gratis dan tunggu kalau ada waktu misalnya kalau sakit, tidak bisa bekerja, baru belajar Alkitab, atau kalau sudah hampir mati, sebab itu tidak bisa mengerti.
3. KEKAYAAN ITU RELATIF
Ada orang yang gajinya lima juta sudah merasa puas dan bahagia, ada orang yang gaji lima puluh juta masih kekurangan.
Ada satu cerita: Bapak Puaspulang gereja, naik sepeda, tiba-tiba ia melihat temannya mencuci mobil dihalaman rumah bertingkat yang mewah. Ia menyapa dan bertanya mengapa ia tidak ke Gereja? Teman yang kaya itu berkata, tidak bisa ke Gereja, ia harus segera buka toko, meskipun hari minggu, sebab kalau tidak buka toko, uangnya kurang, tidak bisa cukup.Bapak Puas heran dan menasehati, tetapi temannya tidak peduli. Paulus merasa cukup dan puas, dalam kenyang atau lapar, kaya atau miskin. Pil 4:11-12. Perbedaan ini karena mata rohaninya buta atau celik. Mata yang hanya bisa melihat yang fana tidak pernah merasa cukup, tetapi yang bisa melihat yang kekal bisa puas dengan berapa saja yang dia terima dari Tuhan.
Nyanyian :Kenyang atau lapar ku tetap ikut Yesus, Yesus Yesus saja selamanya. Miskin atau kaya kutetap ikut Yesus, Yesus Yesus saja selamanya.
Jangan terlalu peduli tentang kaya miskin, tetapi pedulilah kalau bisa hidup suci, bisa pikul salib, bisa direndahkan tanpa sakit hati, bisa mengerti Firman Tuhan, bisa menikmati jam2 doa, bisa bersaksi dst. Jangan pusing kekayaan itu relatif dan fana.
4. KITA ADALAH BENDAHARA 1Pet 4:10 (TL), 1Tim 6:17.
Kita harus bertanggung jawab atas uang yang kita terima kepada Tuhan setiap saat (kalau salah, masih bisa diperbaiki kalau masih hidup) dan istimewa waktu mati mempertanggung jawabkan semua kepada Tuhan Mat 25:19.
Kita harus jadi bendahara yang jujur dan dengar-dengaran. Untuk kebutuhan gereja atau pekerjaan Tuhan, Tuhan tidak melempar uang atau emas dari surga, tetapi memberkati bendaharaNya dan menyuruhnya untuk membiayai GerejaNya. Gereja perlu biaya dan Tuhan memberkati anggota-anggotanya menjadi bendahara Tuhan untuk biaya GerejaNya.
Ada orang jual jeruk dan diberkati Tuhan sampai menjadi kaya, sebab ia setia dan taat sebagai bendahara bagi pekerjaan Tuhan dalam GerejaNya, sampai segala kebutuhan ditanganinya dengan setia, sebab itu berkat Tuhan juga terus mengalir.
Kalau kita mengerti, Tuhan akan memberi sesuai dengan ketaatan dan kejujuran kita. Jangan lupa bendahara bukan saja dari uang, tetapi juga dari waktu, tenaga, pikiran, umur hidup kita dll, pakailah untuk kepentingan kerajaan Surga dan pertumbuhan rohani kita.Kalau dipakai untuk perkara-perkara dosa, sombong, iri, zinah, duniawi dll Tuhan akan menghentikan berkatNya dan menuntutnya apalagi dalam Pengadilan akhir.
5. KEKAYAAN ADALAH BEBAN.
Ada orang yang diberi uang lebih banyak, timbul dosa lebih banyak, berarti orang itu tidak mampu menerima jumlah kekayaan itu. Ams 30:8.Ada orang beriman yang dapat uang lebih banyak lalu bermabuk-mabukan dalam ber-macam-macam hal, itu berarti ia tidak tahan. Ada orang yang pas-pasan. Waktu membutuhkan uang untuk membayar sekolah anaknya ia berdoa dengan sungguh-sungguh dan akhirnya dapat, ia penuh syukur. Begitu setiap kali ada kebutuhan ia berharap pada Tuhan, hidup dan berdoa bersungguh-sungguh dan setiap kali Tuhan menolongnya. Tetapi setelah keberkatan lebih banyak, ia menjadi kaya, ia tidak lagi bersungguh-sungguh seperti dahulu bahkan mengabaikan ibadahnya. Ini orang yang tidak tahan diberi uang banyak. Makin banyak kekayaan, makin banyak dosanya, makin celaka dan akhirnya bisa binasa. Sebab itu yang terbaik baginya adalah berkat pas2an!
Ada orang memberi mobil bagus bagi putrinya waktu ulang tahun ke tujuh belas tahun. Putrinya begitu sukacita dan terus dinaiki. Tahu-tahu ia tabrakan dan mati. Orang tuanya menyesal mengapa mereka memberi mobil yang bagus itu. Jadi yang terbaik adalah tidak memberi mobil, meskipun anaknya tidak terlalu senang,  tetapi itu lebih baik. Sebab itu bagi beberapa orang Tuhan tidak mau memberi banyak kekayaan sebab Tuhan melihat kemampuannya kurang. Sampai seberapa kemampuan kita masing2? 1 bulan 2 juta atau 20 juta atau 200 juta. Cobalah menilai diri sendiri, berapakah berkat yang cukup baik bagi kita? Banyak orang tidak mau tahu kemampuannya, hanya minta berdasar keinginannya saja, sehingga akhirnya…. bahagia/ celaka ?
Jangan lupa kekayaan itu bisa dari Tuhan, bisa dari iblis seperti Matius 4:9. Kekayaan dari iblis tidak ada syaratnya, justru kalau bisa dipakai lebih banyak untuk berdosa, iblis lebih senang. Tetapi kalau kekayaan dari Tuhan, kalau lebih banyak kekayaan kita jadi lebih rohani,jadi bendahara yang tetap setia dan jujur, Tuhan akan memberi kekayaan yang lebih banyak. Tetapi kalau kekayaan membuat rohaninya makin undur dan lemah, tentu Tuhan tidak memberi kekayaan lebih banyak kepadanya, hanya cukup atau pas-pasan saja.
Jadi kekayaan itu diberikan Tuhan, tergantung dari hal-hal ini:
1. Kalau kita mengerti kekayaan itu hanya fasilias bukan tujuan hidup. Tujuan hidup kita adalah tabiat atau hidup seperti Kristus dan memperkenankan Tuhan (melakukan semua kehendakNya dengan sungguh2, itu tujuan yang betul, mulia dan kekal.
2. Kekayaan itu fana, kita tidak menginginkannya (tidak cinta uang) dan mau selalu berpada.
3. Kekayaan itu relatif, kita bisa berpada (termasuk bisa berpada dengan jumlah banyak).
4. Kita adalah bendahara dan harus bertanggung jawab, jujur dan setia atas semua uang yang ada pada kita.
5. Kekayaan adalah beban, kita  menerima kekayaan sesuai dengan kemampuan kita menanggung beban ini, maka Tuhan akan menambahkan atau mengurangi kekayaan kita sesuai dengan patokan-patokan dari Firman Tuhan tentang kekayaan ini. Kalau dengan lebih banyak uang kita bisa makin rohani, makin memperkenankan Tuhan, pasti Tuhan beri “krikil2” ini. Tetapi kalau makin banyak uang makin banyak dosanya, harus lekas2 dihentikan berkatnya.
Orang yang ingin kaya itu berarti cinta uang; Wai! Ia akan jatuh dalam jerat iblis 1Tim 6:9-10 Ams 28:4.
KESIMPULAN.
Tuhan itu ahli dalam segala segi keuangan:
1. Kalau kita berharap Tuhan, lebih-lebih dalam kesulitan,
2. Tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran dan
3. Punya pendirian yang betul (Alkitabiah) dalam hal uang maka pasti Tuhan bisa memimpin kalau keluar dari segala kesulitan keuangan dan memberkati kita dengan tidak terbatas, hanya dibatasi oleh kemampuan kita saja.
Nyanyian:
Apa padaku, kudapat dari Bapa.
…. ku tak cari yang fana,
tapi kejar yang kekal.
Tuhan memberkati sesuai kemampuan.