YS200 Yesaya 43:20-23. Cara Illahi Mengolah Manusia Menjadi Seperti Kristus.

YES 43:20. TUHAN MEMBERI MINUM UMATNYA, ORANG-ORANG PILIHAN.
BINATANG-BINATANG DI HUTAN AKAN MENGHORMATI AKU, ULAR NAGA DAN BURUNG UNTA, SEBAB AKU MEMBERI AIR DI PADANG GURUN DAN SUNGAI-SUNGAI DI GURUN, UNTUK MEMBERI MINUM BAGI UMAT, ORANG-ORANG PILIHANKU.
Mengapa Tuhan berbicara tentang binatang-binatang di hutan, ular naga dan burung unta (Ibrani: burung yang najis, 3284). Ia memberi air dan sungai-sungai untuk minum bagi umatNya yang menjadi orang-orang pilihanNya. Mengapa mulai-mula dikatakan binatang, lalu kemudian jadi umat bahkan pilihanNya? Aneh?!
Memang orang-orang berdosa itu bertabiat binatang 2Pet 2:12 yang hidup menuruti hawa nafsunya. Orang yang paling baikpun hanya seperti kain larah Yes 64:6. Tidak ada yang indah dari orang lama, yang memang adalah hamba-hamba dosa, anak2 iblis, turunan Adam pertama. Tetapi ini yang ditebus dan diolah Tuhan dan mereka yang mau diolah Tuhan itu akan menjadi umat Tuhan bahkan ada yang menjadi umat pilihan. Problem dengan manusia itu sangat banyak, malah lebih banyak dari binatang, sebab binatang tidak diolah.Manusia itu dibuat seperti Allah Kej 1:27, tetapi hidup dalam tubuh daging yang sifatnya seperti binatang, bahkan lebih. Manusia itu terdiri dari kombinasi tabiat daging + kemampuan, kepintaran yang terbesar, sebab dibuat seperti Allah. Binatang yang paling buas hanya membunuh 1 atau 2 mangsa, tetapi orang berdosa bisa membunuh ribuan bahkan jutaan manusia sekaligus. Ini maling ulung, sebab jahat + pintar, sangat dahsyat, lebih-lebih dengan iblis, kejahatannya jadi maksimal, seperti iblis bapaknya Yoh 8:44.
Kalau dilihat persentasinya, jumlah orang di jalan lebar, hidup menurut daging seperti bapaknya itu lebih banyak Mat 7:13-14. Misalnya waktu zaman Nuh, semua kenal dan percaya Tuhan, semua adalah turunan Adam pertama, tetapi yang ada di jalan sempit hanya 8 orang, ribuan yang lain di jalan lebar. Bahkan dalam seluruh sejarah manusia (yang ditulis dalam Alkitab) bahkan sampai akhir zaman, manusia begitu banyak bergelimpangan dalam dosa dan kejahatan. Allah dibuat susah dan repot dengan ulah manusia. Tetapi mengapa Allah membuat demikian? Mengapa tidak membuat manusia seperti malaikat, tidak banyak makan hati sebab malaikat tidak perlu uang, tidak perlu makan, tidak perlu rumah, sekolah, nafkah dll. Mengapa membuat manusia yang begitu kompleks dan makan hati? Bukankah Ia sang Penciptanya? Bukankah Ia tahu lebih dahulu? Ya!Sebab Allah ingin membuat satu umat yang percaya kepadaNya, bahkan umat pilihan yang menjadi sama seperti Dia. Ini tidak mudah, tetapi Allah tahu cara yang tepat. Memang jumlahnya lebih sedikit (yang di jalan sempit), tetapi ini akan masuk dalam Surga dan menjadi umat Tuhan dengan kemuliaan yang ber-tingkat2, sesuai dengan ketaatannya dalam pengolahan di dunia. Begitu banyak susah, dukacita dan hati Tuhan yang disakiti akibat membuat manusia, tetapi Tuhan memang mau mengampuni semuanya dari diriNya sendiri Ay 25, sebab orang-orang yang mau taat akan menjadi begitu indah menjadi kekasih2 Allah di surga untuk kekal. Sebab itu Allah tidak putus asa, karena rencanaNya pasti jadi, Ia sudah melihat lebih dahulu satu umat yang suci dan yang paling indah sebagai Mempelai Anak domba, 144.000 di gunung Sion Wah 14:1 dan selain itu masih banyak umat Tuhan yang percaya dan bertobat, yang indah2 sesuai dengan tingkatan2nya masing, bahkan sampai tingkat terendah (seperti penjahat yang bertobat dan juga orang banyak yang keluar dari aniaya besar Wah 7, ini orang-orang yang undur dan tertinggal, tetapi kemudian masih mau bertobat kembali dan  dibunuh oleh Antikris). Memang umat Tuhan yang masuk Surga itu begitu banyak (berapa milyar? 2-3 ?) dan menurut tingkatan2nya; semuanya itu seperti gunung, makin tinggi makin sedikit, tetapi setiap orang yang selamat itu indah di hadapan Tuhan yang adil dan yang tidak membedakan. (Satu orang yang bertobat seperti anak terhilang, itu sudah begitu indah, sampai seluruh Surga bersukacita Luk 15:7,10,32). Memang pengolahan ini makan hati bagi Tuhan dan gembala2, pemimpin2 (termasuk orangtua)seperti Musa, tetapi kemuliaan dan kesukaan yang akan datang, yang kekal itu sangat indah untuk kekal Ibr 12:2. Allah mencintai manusia. Sekalipun makan hati, berdosa dan melawan Tuhan, Tuhan masih memberi kesempatan untuk bertobat, sebab Tuhan tidak ingin seorang manusiapun binasa 2Pet 3:9. Sebab itu kalau ada orang berdosa yang belum bertobat, atau orang beriman yang jatuh dalam dosa, Tuhan tidak langsung membuang atau menghukumnya, tetapi dengan kasih mengharapkan untuk bertobat kembali dan berusaha mencarikan jalan baginya supaya bertobat kembali.
Begitu juga kalau kita sebagi pemimpin, gembala atau saudara melihat anggota-anggota yang menjengkelkan atau yang makan hati, berdoalah dalam Roh dan tetap hidup benar, jangan sampai terpancing untuk berdosa atau bereaksi dos, minta kasih Allah Rom 5:5 dan dengan kasih mengampuni orang yang berdosa pada kita dan doakan, dan berusaha untuk menolongnya keluar dari dosa atau kelemahannya Yak 4:17.
Jangan menuruti daging atau suara iblis yang ingin melemahkan, menjerat atau menjatuhkan orang yang lebih jelek dalam dosa supaya binasa. Memang iblis itu pembunuh, destroyer Yoh 10:10, 1Kor 10:10, Wah 9:11). Kalau seorang penuh dengan Roh Kudus atau Kristus, maka ada kasih dalam hatinya untuk menolong dan menyelamatkan orang yang bersalah itu, tetapi kalau hatinya penuh dengan roh setan, maka pikirannya lain, hendak menghancurkan dan membinasakannya seperti bapaknya yang memang pembunuh atau pembinasa. Orang yang dipimpin Roh akan berlaku seperti Kristus, tetapi orang yang berdosa, segeralah berubah dari tabiat-tabiat yang lama, yang seperti binatang. Jangan keras hati dalam tabiat lama.
Sebab itu segeralah berubah, semua tabiat binatang atau hidup lama harus segera dibuang! Jangan keras hati dalam tabiat binatang yang lama. Tuhan sanggup mengubahnya menjadi umat pilihan Allah, bahkan menjadi seperti Dia sendiri Ef 5:1, 1Kor 11:1.
Orang beriman sebab sudah lahir baru, bisa berubah, sebab benih Allah ada di dalamnya 1Pet 1:23, Yoh 1:12, 1Yoh 3:9-10. Bagaimana caranya supaya sesudah lahir baru kita bisa berubah dari tabiat binatang yang jahat jadi tabiat baru seperti Kristus yang mulia? Caranya:
1. Mau Luk 12:57.
2. Punya gembala Mrk 6:32, dan orang dekat Pkh 4:9-12, Mat 7:2-5.
3. Penuh Roh Kudus dan mau taat dipimpin Roh.
4. Tumbuh dalam pengenalan Firman Tuhan 2Pet 3:18, Maz 1:1-3 dan terus taat Pil 3:16.
5. Mau pikul salib, mematikan daging terus menerus Rom 6:6, Gal 5:16.
6. Setia dan taat melayani dengan tulus 2Tim 2:20-21. Orang yang tidak berubah dalam pelayanan akan mengalami banyak hambatan dan bisa menjadi batu sontohan. Supaya bisa menjadi berkat dalam pelayanan, maka tabiat lama harus dibuang, diganti tabiat baru. Melayani dengan rendah hati dan lemah lembut. Kalau tetap kasar dan sombong akan jadi batu sontohan dan timbul keributan dalam pelayanan. Sebab itu mau melayani baik2 akan berubah dan tumbuh imannya di dalam Kristus.
7. Tumbuh bersama dalam persekutuan tubuh Kristus yang benar Maz 133:1-3, 1Yoh 1:7.
Ini mirip seperti 7 KPR.
8. Ini terus menerus, berulang-ulang diperbarui dan ditumbuhkan. Tit 3:5. Selama hidup jangan berhenti, kalau berhenti artinya jatuh, sebab orang berhenti tumbuh dan bersekutu dengan Tuhan, itu pasti ada sebabnya, yaitu dosa!
Ingatlah sampai dimana kita berubah dan meningkat di dunia, itu ukuran kita untuk kekal! Teruslah meningkat sehingga menjadi umat pilihan yang terbaik.
Binatang-binatang yang bertobat, akan berubah menjadi anak Allah Yoh 1:12 lalu sungai air hidup mulai mengalir dalam hatinya sampai pada hidup yang kekal Yoh 4:14. Sebab itu gembala (pemimpin2 rohani dari yang paling kecil sampai besar semuanya harus berjiwa gembala, untuk mengolah domba-domba yang ditanggungkan Tuhan ke atasnya, termasuk orangtua. Sangat penting pembetukan tabiat seperti Kristus (tentu dimulai dari orangtua atau pemimpin-pemimpin lebih dahulu) dan dengan kasih Kristus mengolahnya supaya tumbuh, bukan hanya menyalahkan. Yak 4:11. Jangan biarkan kelemahan yang manapun, ganti dengan tabiat baru dan tumbuh. Kita perlu saling menasehati Pil 2:1, Kol 3:16. dll. Kita harus meningkat dalam tabiat yang baru seperti Kristus(termasuk kesucian, kemahiran pikul salib, dipimpin Roh) dan meningkat dalam kemampuan pelayanan supaya berbuah-buah makin lebat, sehingga tingkat kemuliaan dan pahala kita makin meningkat. Luar biasa, dari binatang-binatang menjadi umat Tuhan, bahkan pilihan.
YES 43:21. TUHAN MENCIPTAKAN UNTUK DIRINYA SENDIRI.
AKU SUDAH MEMBENTUK UMAT INI BAGIKU, MEREKA AKAN MEMBERITAKAN KEPUJIAN KU.
Apakah Allah kurang kepujian, sehingga mencari puji? Jauh dari itu. Dia patut dipuji, Dia yang benar dan maha besar, maha kuasa, baik kawan dan lawan akan tumbuh dan menyembah Dia Wah 5:12-13 (Pil 2:9-10).
Jadi Ia menciptakan kita bagi kesenanganNya Wah 4:11, itu berarti:
1. Merebut dar iblis.
Dalam dunia hanya ada dua golongan, anak2 Allah dan iblis. 1Yoh 3:10. Kalau Tuhan tidak merebut manusia dari tangan iblis (seringkali buta, suka pada dunia dan iblis), ia jadi mangsa dari iblis. Iblis memperalat kita untuk kepentingannya sesudah itu membunuh dan membinasakannya. Mungkin diangkat sebentar di dunia, tetapi dibinasakan kekal di Neraka jadi mangsa kesukaannya, dianiaya sampai kekal.
2. Allah itu cinta, justru Dia berkorban untuk kita, bukan kita untuk Dia. Yoh 3:16. Apakah ada sesuatu faedah yang bisa diambil dari kita? Sama sekali tidak. Ia Allah yang maha kuasa, penuh kesukaan dan bahagia, tidak butuh apa-apa dari kita yang tidak ada artinya, justru Ia cinta dan berkorban untuk kita.
3. Tuhan itu suci, adil, ia tidak pernah bisa bersikap egois, merugikan orang untuk keuntunganNya, justru kalau Ia mengambil kita menjadi anak2Nya itu berarti pengorbanan besar, apalagi kalau mengolahnya, tetapi ia cinta. Kalau kita berkorban karena Dia, itu jadi tabungan kemuliaan kita untuk kekal Rom 8:17-18.
4. Kalau kita bersyukur, memuliakan Dia dan hidup bagiNya itu patut dan belum bisa selesai membalas kebaikanNya, ini diminta dari kita, lebih-lebih dari orang yang buta rohaninya justru supaya kita dipermuliakan sampai kekal.
Justru kalau kita mempermuliakan Allah, maka Allah akan mempermuliakan kita (itu betul-betul mulia dan kekal). Yoh 13:32; 15:8.
YES 43:22. MUDAH MELUPAKAN TUHAN.
TETAPI ENGKAU TIDAK MEMANGGIL AKU O YACOB, MELAINKAN ENGKAU SUDAH JEMU AKAN DAKU, O ISRAEL.
Orang Israel, umat Tuhan itu begitu mudah meninggalkan Tuhan. Dalam sejarah Israel, cerita yang sama berulang, kalau susah (sejak di Mesir) mereka ber-seru2 dan sungguh-sungguh mencari Tuhan, tetapi kalau sudah enak, berkelimpahan, mereka mulai jemu akan Tuhan dan meninggalkanNya Hak 3:9 dst. Ini ber-ulang2 sampai akhirnya kerajaan Israel (dan Yehuda) lenyap, ceritanya sama naik turun, maju mundur, mudah meninggalkan Tuhan. Tetapi dari semuanya itu ada orang-orang yang sungguh-sungguh sampai mati memperkenankan Tuhan, seperti Daud, Hizkia, Yoyada dll; ada yang terus melawan Tuhan sampai mati seperti Saul, Yerobeam, Achab,Zedekia dll.
Mengapa ada orang-orang yang jemu pada Tuhan padahal Tuhan sudah berbuat demikian banyak untuknya dan Tuhan memelihara dengan limpah dan bahagia di dunia sampai kekal. Mengapa orang jadi bosan dan jemu kepada Tuhan yang maha kuasa dan begitu baik tanpa salah sedikitpun, padahal cinta 100%. Kalau kita mempunyai teman raja atau presiden yang benar dan baik pada kita, apakah kita memelihara hubungan kita atau kita jemu kepadanya dan diputuskan? Mengapa Israel jemu pada Tuhan? Sebab:
1. Matanya kabur. Kalau mata celik seperti Daud, tidak akan ia membuat tindakan yang bodoh.
2. Ada dosa kecil atau besar, atau menuruti daging, maka orang itu akan mudah menuruti daging
3. Ditipu iblis seperti Hawa yang sangat senang di Eden, tetapi heran, ia mau menuruti ular. Sebab tertipu!Sebab itu jangan bodoh, peihara hubungan baik dalam kesucian dengan Tuhan dan tumbuh dalam Firman Tuhan dan Roh Kudus supaya mata kita jangan kabur dan jangan ditipu iblis 2Kor 2:11. Sungguh sangat bodoh kalau hubungan baik dengan raja atau Presiden sedunia yang benar dan yang cinta kita, kita rusakkan dan putuskan, apalagi dengan Raja segala raja dan Allah segala allah yang sudah mencintai kita, lalu kita jemu, itu terlalu amat sangat bodoh. Sebab itu pelihara hubungan baik dan bersukacita dalam Dia.
Memang ikut Tuhan itu salib, hidup di atas Mezbah, jalan sempit sehingga orang yang buta mengira itu celaka dan pindah ke Sodom atau ke jalan lebar. Padahal disitu ia dianiaya dan siap untuk dibantai dan dianiaya untuk kekal di Neraka.
Kalau kita mengerti, justru salib dan sengsara karena Kristus itu mengolah untuk pribadi kita masing2,makin indah dan makin mulia untuk kekal. Jalannya untuk bersekutu makin manis adalah selalu mematikan daging dan mau taat akan kehendak Allah dalam FirmanNya sampai mati seperti Kristus Pil 2:8 dan itu akan meninggikan kita untuk abadi (jangan lupa semua yang kita alami, tidak akan lebih dari kekuatan kita 1Kor 10:13). Orang bodoh dan yangkabur matanya, itu juga biasanya terlalu sombong untuk merendahkan diri dan taat. Kalau sudah dijepit dalam sengsara dan aniaya biasanya lebih banyak yang mau cari Tuhan daripada yang kaya dan kelimpahan dalam se-gala2nya seperti Laodikea. Sebab itu umat Tuhan yang berdosa diberi kesempatan untuk direndahkan supaya bertobat, selamat dan masih bisa mendapatkan sisa kemuliaan  yang ada. Biasanya Tuhan memberi “kesempatan” untuk direndahkan pada semua yang berdosa supaya bertobat dan selamat, tetapi kalau keras hati seperti Elimelekh, Saul dll, apalagi kalau sombong, seringkali sulit untuk bertobat dan mereka celaka! Jangan seperti ini.
YES 43:23. IBADAT UNTUK SIAPA?
ENGKAU TIDAK MEMBAWAKAN AKU SEEKOR ANAK DOMBA DARI KORBAN-KORBAN BAKARANMU, JUGA TIDAK MENGHORMATI AKU DENGAN KORBAN SEMBELIHANMU.
Mereka membuat ibadah dan membuat korban-korban bakaran, tetapi tidak kepada Tuhan. Kok aneh? Ya! Ini yang dikeluhkan Tuhan dan ini adalah fakta yang benar, mereka membuat korban tetapi bukan untuk Tuhan. Seperti Achab, mereka berbakti kepada Tuhan tetapi sebenarnya kepada Baal dan lembu2 emas dll. Begitu beberapa banyak umat Tuhan dan pemimpin2nya beribadah, melayani Tuhan, begitu sibuk tetapi bukan untuk Tuhan, tetapi untuk:
1. Uang, sehingga yang dilayani itu orang-orang yang memberi uang, bahkan juga orang luar, asal menghasilkan uang, dilayani baik2.
2. Untuk kemasyurannya sendiri, supaya dapat kedudukan yang makin lama makin tinggi.
3. Untuk menutupi kesalahannya.
4. Untuk menuruti segala macam keinginan atau nafsu kedagingannya. dll.
Mereka tidak melakukan kehendak Bapa tetapi kehendak dan siasatnya sendiri Mat 7:21. Tetapi mereka melakukannya di dalam ibadah dan pelayanannya yang tidak tulus seperti orang Parisi. Sebab itu orang yang mengerti (apalagi Tuhan) melihat begitu banyak kejanggalan dan kesalahan-kesalahan dalam ibadah dan pelayanan orang-orang yang salah ini, sebab ada banyak maksud tersembunyi (bahkan terang-terangan), misalnya Mat 23. Bahkan ini menjadi suatu kerajaan sendiri di dalam umat Tuhan. Dosa-dosanya makin banyak seperti raja Zedekia, Achab, bahkan seluruh raja-raja Israel, tidak ada satupun yang baik, semua jahat dan penuh dengan dosa. Tidak heran mereka binasa.
Sebab itu kita harus tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan yang benar supaya bisa membedakan, mengerti mana yang betul dan salah dan jangan meniru yang salah, biarpun itu menjadi mode dan arus orang banyak dalam umat Tuhan!
MEREKA JUGA TIDAK MENGHORMATI TUHAN.
Menghormati Tuhan bukan dengan sikap saja, tetapi terutama dengan segenap hati,hidup benar di hadapanNya dan melakukan seluruh kehendak Allah dalam FirmanNya, itu menghormati Allah; bukan hanya dari luar seperti kuburan putih orang Parisi dan banyak orang Israel Mat 23:27. Begitu banyak iblis masuk dan bekerja di antara umat Tuhan sehingga ia bisa bertahta di dalam dan diantara umat Tuhan seperti Pergamus, Tiatira, Sardis, Laodikea dll. Tujuh Gereja dalam Wah 2,3 adalah pekerjaan Allah dan setan dalam Gereja, tergantung siapa yang dibawa orang-orang itu masuk dalam ibadah dan pelayanannya. Kalau hidup dalam dosa, maka iblislah yang dibawa masuk, iblis yang tinggal bahkan bertahta dalam ibadhnya. Kadang-kadang mereka berkata ada sejahtera dan sukacita sebab beretmu Tuhan, tetapi hidup dalam dosa. Ini seperti Achab dan orang-orangnya, mereka bersukacita beribadah “bertemu Tuhan”, tetapi juga bersukacita dalam dosa-dosanya. Sebab itu waktu nabi-nabinya bernubuat dan menyampaikan Firman tuhan, mereka begitu bergembira dan senang, misalnya 1Raj 22:6-8. Tetapi waktu Mika atau Elia nabi-nabi Tuhan yang betul ber-kata-kata kepada Achab dan orang-orangnya, mereka jadi gelisah, tidak enak semua, tidak ada sejahtera, tidak seperti kalau nabi-nabinya sendiri bernubuat atau berfirman. Inilah “bertemu Tuhan” ala Achab. Semua senang dan puas, sejahtera, sukacita, meskipun pemimpin, nabi-nabi dan rajanya begitu keji dan penuh dosa dan kekejian di hadapan Tuhan, mereka sukacita “bertemu Tuhan”. Apalagi dalam zaman ini, dosa memang dibiarkan Tuhan ber-tambah-tambah dalam dunia dan Gereja, maka hal-hal seperti ini akan banyak terjadi, sukacita dalam “hadirat Tuhan” padahal sukacita dalam perasaan hatinya sendiri. Sebab itu kita harus mengerti kebenaran Firman Tuhan dan melakukan yang benar, jangan hanya berdasar perasaan hati dan kenikmatan daging.
AKU TIDAK MEMBUAT MU UNTUK MELAYANI DENGAN PERSEMBAHAN ATAU MENYUSAHKAN ENGKAU DENGAN DUPA.
1Sam 15:22. Yang penting bukan ibadah dan pelayanan yang dilihat orangnya, tetapi hatinya yang percaya dan cinta Tuhan. Tuhan melihat hati, baru yang di luar itu berarti. Tetapi kalau hatinya penuh dengan dosa-dosa dan percintaan daging dan dunia, semua ibadah yang hebat dan besar dan menyenangkan, itu tidak berarti bahkan jadi kebencian Tuhan Yes 1:10-17. Rahasia hati akan diadili dalam Kursi Pengadilan Kristus Rom 2:16. Orang-orang yang tampak besar mungkin tidak masuk Surga Mat 7:23 atau jadi kecil dan tidak berarti di Surga, tetapi orang-orang yang biasa atau kecil bisa menjadi besar dan mulia, sebab hati dan hidupnya berkenan kepada Tuhan, sekalipun orang biasa atau orang kecil. Jangan ibadah dan pelayanan kita menyakiti hati Tuhan sekalipun di-puji2 orang banyak seperti Yerobeam, Nadab, Baesa dst.
KESIMPULAN.
Mengolah manusia itu sulit, makan hati, tetapi Tuhan sabar, sebab ini cara ilahi yang ajaib, membuat umat Tuhan yang mau diolah mejadi allah seperti diriNya sendiri. Dari manusia yang berdosa, menjadi orang percaya, lalu diolah terus sampai seperti Kristus. Siapa yang mau pasti bisa menjadi seperti Dia, asal mau percaya dan taat sungguh-sungguh, sebab Dia Allah yang maha kuasa dan maha tahu sanggup membuat kita menjadi seperti Dia.
Nyanyian:
Semakin mulia Dia mengubahku.