YS196 Yesaya 43:7-10. Hamba-Hamba Pilihan Dari Allah Yang Kekal

YES 43:7. ORANG-ORANG YANG DISEBUT DENGAN NAMA TUHAN.
BAHKAN SETIAP ORANG YANG DISEBUT DENGAN NAMAKU.
Siapa ini? Inilah orang-orang yang mengakui nama Tuhan Yesus dan orang-orang tahu bahwa mereka disebut dengan nama Tuhan, sebagai umatNya Yes 45:4. Seharusnya inilah orang-orang yang suci dan merdeka dari dosa, sebab orang yang menyeru nama Tuhan, harus menjauhkan diri dari dosa dan kejahatan, harus hidup dalam kesucian.
2Tim 2:19
Akan tetapi dasar Allah yang teguh itu berdiri tetap yang bermeterai ini: “Tuhan mengenal orang-orang milik-Nya. Dan biarlah setiap orang yang menyebut nama Kristus meninggalkan kejahatan.” (KJI)
Sebab orang yang percaya akan disebut anak-anak Allah Yoh 1:12. Ada dua kemungkinan bagi orang-orang yang disebut dengan nama Tuhan, yaitu:
1. Disebut dengan nama Tuhan tetapi hidup dalam dosa seperti Yer 7:10-14,30; 25:29; 32:34. Ini tentu tidak pantas. Rom 2:23-24. Pasti akan datang hukuman ke atasnya sesudah waktu kemurahan Allah habis dan tetap tidak mau bertobat.
2. Sungguh-sungguh hidup suci di hadapan Tuhan, sesuai dengan nama yang maha suci itu,menjadi kesaksian, menjadi saksi dan terang  dari Tuhan dan Tuhan mempunyai rencana yang indah-indah atasnya.
SEBAB AKU SUDAH MENCIPTAKANNYA UNTUK KEMULIAANKU.
Ini juga disebutkan dalam Wah 4:11.
Wah 4:11
“Layaklah Engkau, o Tuhan menerima kemuliaan dan hormat dan kuasa;karena Engkau telah menciptakan segala sesuatu, dan oleh sebab kehendak-Mu juga sekaliannya itu ada dan sudah diciptakan.” (KJI)
Kita diciptakan untuk kemuliaan dan kesukaanNya. Apakah Allah egois, menciptakan kita bagi kepentinganNya (untuk kemuliaan dan kesukaanNya)? Pasti tidak! Sebab Ia Allah itu sempurna, Ia tidak membutuhkan apa-apa lagi, ia maha kuasa dan kasih. Ia tidak akan mengambil untung dari kita. Ia Allahyang baik, suci, adil, tidak mungkin ada dosa atau egois dalam diriNya, apalagi Dia mencintai kita. Justru kalau kita berkenan kepadaNya, menyenangkan dia, sebab kita hidup benar, taat kepadaNya danmempermuliakanNya, maka kita akan diangkat sangat tinggi, bahkan menjadi mulia seperti Dia sendiri. Bandingkan anak yang sangat menyenangkan orangtuanya, dan selalu memuliakan orangtuanya, maka pasti orangtuanya yang mencintainya, akanmeninggikan dan membesarkan dia, apalagi kalau anaknya sangat menyenangkannya dan memuliakan orangtuanya. Segala rencana yang terbaik pasti direncanakan dan diberikan oleh orangtuanya untuk anaknya ini.
Ini juga yang dilakukan Bapa pada Putra manusia Yesus Mat 3:17; 17:5. Allah memuliakan Putra manusia Yesus Yoh 13:32.
Begitu juga Allah menciptakan kita itu dengan maksud yang mulia. Penciptaan yang pertama adalah Adam, Hawa dan semua manusia adalah turunannya Adam pertama ini. Tetapi orang yang percaya pada Tuhan Yesus itu diciptakan lagi di dalam Kristus, menjadi ciptaan yang baru, menjadi turunan Adam kedua.
1Kor 15:17
Dan jikalau Kristus tidak dibangkitkan, imanmu sia-sia, kamu masih tetap di dalam dosa-dosamu. (KJI)
Ciptaan inilah yang dimaksud dalam ayat ini. Kita diciptakan untuk menjadi kesenangan atau kesukaanNya (Wah 4:11) dan untuk kemuliaanNya (Yes 43:7). Ini rencana yang indah bagi orang-orang yang diciptakan Allah kembali untuk kemuliaanNya. Ini jadi satu pola yang heran dan ajaib. Kalau kita mau hiudp untuk menyenangkan Allah dan memuliakanNya, maka Dia akan membuatkan suatu rencana yang indah untuk meninggikan orang-orang yang mau menyenangkan dan mempermuliakan Allah.
Mengapa harus orang-orang yang menyenangkan dan mempermuliakan Allah? Apa Allah butuh disenangkan dan dipermuliakan? Tidak! Ia sudah sempurna dan tidak kekurangan apa-apa. Tetapi orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang mau menderita karena Tuhan, mau pikul salib, mau hidup suci dan taat akan Firman Tuhan. Orang-orang seperti ini akan ditinggikan Allah sampai sangat mulia. Allah membuatkan rencana yang terindah baginya, bahkan menjadi Allah seperti diriNya sendiri Yoh 10:35 dan menjadi mulia seperti Dia sendiri (bahkan ini dimulai dari lahir baru, sudah langsung diangkat menjadi anak-anak Allah Yoh 1:12). Ini rencana Allah yang tinggi dan mulia untuk orang yang mau menyenangkan dan memuliakan Dia. Lain dengan iblis yang memang berusaha memakai dan menggunakanmanusia untuk kesukaan dan kemuliaannya sendiri (iblis haus akan hormat, puji dan kemuliaan), tetapi orang-orang ini tidak akan dipermuliakan oleh iblis (mungkin hanya sesaat di dunia dengan kesukaan dosa yang sesaat) tetapi kemudian orang-orang ini akan dibawa masuk dalam hukuman kekal di Neraka. Mengapa begitu? Sebab yang membuat iblis senang, puas, dipermuliakan adalah kalau orang-orang itu makin limpah dalam dosa dan kejahatan yang makin keji, dan tentu akibatnya adalah hukuman dahsyat dan kekal di Neraka.
AKU SUDAH MEMBENTUKNYA, SESUNGGUHNYA AKU SUDAH MENJADIKANNYA.
Orang yang mau menyerah dan taat sepenuhnya karena percaya kepada Tuhan (untuk menyenangkan Tuhan dan mempermuliakannya), maka Tuhan akan membentuknya (seperti penjunan membentuk tanah liat) menjadikannya bejana yang indah menurut kehendakNya. Yes 64:8.
Penjunan manusia itu bisa bodoh, kurang ahli dan mungkin bisa jengkel dan tanpa kasih. Tetapi kalau Tuhan yang menjadi penjunannya, itu luar biasa. Allah kita itu kasih, tidak mungkin berdosa, adil, mahir membentuk, maha kuasa dan maha tahu. Sebab itu kalau kita menyerah dan mau taat diolah dan dibentuk olehNya, Ia akan mengolah kita sesuai dengan rencana yang terbaik untuk masing-masing kita, menurut keadaan kita Yer 29:11, Ef 2:10, 1Kor 12:6. Pasti Ia membuat yang terbaik, yang masih mungkin untuk kita. Memang kalau hidup orang beriman sudah dirusakkan oleh dosa, sehingga penuh cacat, maka tidak bisa lagi dibentuk menurut ukuran kelas I, yang sempurna. Tetapi kalau ia bertobat, menyerah dan taat penuh, Tuhan yang maha murah dan kasih itu akan mengolah dan membentuknya setinggi mungkin sesuai dengan keadaan maksimal dari orang yang sudah merosot itu. Tetapi kalau dari permulaan mau hidup tetap suci dan berkenan kepadaNya, hasilnya bisa sampai kelas 1 yaitu yang sempurna.
———-
Jangan merusakkan hidup ini, lebih-lebih dengan dosa-dosa perzinaan sebab Tuhan sendiri 1. Menggolongkan dosa zina ini sebagai dosa khusus, dosa istimewa, sebab lain dari semua dosa yang lain 1Kor 6:18-19, 2Kor 7:1.
2. Tuhan mengingatkan bahwa tubuh kitaini adalah rumah Allah yang suci. 1Kor 3:16.
3. Tuhan menekankan supaya kita hidup suci dan lekat dengan Tuhan 1Kor 6:17, bukan lekat dengan sundal (perempuan lain) karena dosa perzinaan 1Kor 6:13-20. Suami dan istri melekat menjadi satu, itu bukan dosa, itu baik dan indah di dalam pernikahan yang kudus (tetapi menjadi satu dengan orang ketiga, itu persundalan yang najis). Juga secara rohani Tuhan ingin kita melekat kepada Tuhan menjadi satu seperti carang di dalam pokok dalam kesucian dan ketaatan Yoh 15:5.
4. Mengerti atau tidak, senang atau tidak, lebih baik taat akan Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, sebab dengan demikian, rencana Allah bagi kita akan indah dan mulia.
Jangan sampai rencana Allah di dalam kita menjadi rusak atau cacat karena dosa-dosa perzinaan, sebab rencana Allah ini untuk kekal!
—————
Tentu semua dosa itu jahat bukan hanya zina (1Yoh 2:16, sombong, uang, zina, occultisme dll). Sebab itu jangan sampai berdosa, lebih baik hidup dalam kesucian, maka rencana Allah yang indah akan jadi 1Kor 2:9, baik di dunia, bahkan sampai kekal di Surga!
Rencana Allah bagi Israel rusak total sehingga mereka mati di padang gurun, padahal permulaannya luar biasa, sampai orang Yerikho 40 tahun kemudian masih ingat hebatnya tangan Allah mengeluarkan mereka dari Mesir dan lewat laut Kolsom, belum lagi di padang gurun, setiap hari penuh mujizat dan kemurahanNya, tetapi mereka tidak tahu berterimakasih dan terus ber-sungut-sungut sehingga rencana Allah rusak total dalam hidupnya, apalagi karena ber-sungut-sungut 1Kor 10:10. Sungut-sungut itu jahat sekali, (beberapa orang meremehkan, dianggap dosa kecil bahkan bukan dosa) tetapi justru karena ber-sungut-sungut Israel dan orang-orang beriman dibinasakan oleh malaikat maut, sebab ber-sungut-sungut ini merusakkan rencana Allah dalam hidup kita.
YES 43:8. ORANG BUTA YANG PUNYA MATA, ORANG TULI YANG PUNYA TELINGA.
BAWALAH KELUAR ORANG BUTA, YANG MEMPUNYAI MATA DAN ORANG-ORANG TULI YANG MEMPUNYAI TELINGA.
Inilah orang-orang yang mempunyai mata tetapi tidak bisa melihat dan yang mempunyai telinga tetapi tidak bisa mendengar.
Mat 12:13
Kemudian Ia berkata kepada orang itu: “Kedangkan tanganmu”, maka ia mengedangkannya lalu pulihlah tangan itu sepenuhnya seperti yang lain. (15) (KJI) Yes 6:9-10.
Sebab memang mata yang bisa melihat dan telinga yang bisa mendengar itu dibuat oleh Tuhan Ams 20:12.
Orang yang sudah percaya dan lahir baru, dijadikan baru oleh Tuhan, sebetulnya sudah punya mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar. Lebih-lebih kalau penuh Roh Kudus dan mau terus dipimpin Roh, maka sejak lahir baru, bisa terus hidup baru, pasti bisa mendengar dan melihat dan dengan demikian bisa terus tumbuh jadi dewasa.
Bisa mendengar.
Kita bisa makin peka mendengar suara Tuhan bukan sebab makin mahir dalam tehnik mendengar suara Roh, tetapi sebab meningkat dalam ketaatan akan Firman Tuhan, melakukan pimpinan Roh dan kehendak Allah sesuai dengan Firman Tuhan. Orang yang terus taat akan pimpinan Roh akan makin peka dan makin mahir berjalan dalam Roh. Suatu hidup yang indah sesuai dengan rencana Allah yang terbaik. Sebab kalau kita berjalan dengan Tuhan, bisa mendengar suara Tuhan dalam setiap hal, ini sangat besar artinya, sebab Tuhan tidak pernah kalah, tidak pernah salah, tidak pernah ada jalan buntu bagi Allah dst. Jadi kalau jalan dengan Tuhan dan dalam setiap problem jasmani dan rohani, Roh Kudus memberi pimpinan dan kalau kita taat, pasti sukses, menang, untung, sangat indah kalau mau taat dipimpin Roh.
Sebaliknya kalau seorang tidak mau taat sesudah mendengar suara Roh, Roh Kudus berdukacita dan lain kali orang ini akan jadi makin sulit mendengar, kepekaannya makin turun. Kalau terus tidak mau taat, keras hati dalam dosa seperti SAul, maka akhirnya Roh Kudus tidak mau bicara lagi, ia menjadi tuli, sebab tidak ada saura Roh dan tidak bisa mendengar suara Roh. Ia harus berjalan dengan pikirannya sendiri dan biasanya juga dengan suara setan. Ini orang yang punya telinga, tetapi tidak bisa mendengar suara Roh.
Bisa melihat.
Juga punya mata tetapi tidak bisa melihat. Orang Parisi tidak bisa melihat isi cawannya (isi hatinya) karena keras hati dalam dosa, sebab matanya buta, sehingga orang Parisi, ahli Taurat, imam2 hidup dengan munafik.
Mat 23:26
Hai orang Farisi yang buta! Bersihkanlah dahulu bagian dalam dari cawan dan pinggan, supaya bagian luarnya menjadi bersih juga. (KJI)
Juga mereka buta, sebab mereka sudah melihat begitu jelas dan nyata perbuatan Putra manusia Yesus tetapi tetap tidak tahu kalau itu Mesias. Padahal 30 tahun yang lalu, waktu Tuhan Yesus dilahirkan terjadi banyak perkara-perkara yang ajaib dan ebsar. Gembala2 tahu dari pengumuman malaikat di langit, Simon dan Hanna juga memberitakan waktu mereka memandang Tuhan Yesus. Apalagi waktu orang Majus datang. Yerusalem suci menjadi gempar, orang-orang Parisi dipanggil dan menjawab dengan jitu, kemudian pembunuahn di Rama (Betlehem) dll. Juga waktu adal seminar dadakan di Yerusalem oleh seorang bocah ang ajaib dst. Mereka pasti tidak lupa, tetapi mengapa mereka tidak bisa mengerti? Waktu Putra manusia Yesus melayani baik dengan khotbah, hikmat, mujizat, mengapa mereka tidak bisa melihat bahwa Dia adalah Mesias. Bukankah bidang agama ini adalah bidang mereka dan mereka paham, tetapi mengapa mereka tidak bisa melihat dengan matanya bahwa Putra manusia Yesus adalah Mesias? Mereka buta, sebab keras hati dalam dosa-dosanya.
Lain dengan perempuan Samaria sesudah bertobat, ia bisa melihat bahwa Putra manusia Yesus itu Mesias Yoh 4:42.
Tetapi orang Israel yang keluar dari Mesir, juga buta,melihat begitu banyak perbuatan Tuhan yang sangat besar dan ajaib, tetapi matanya seperti buta, tidak bisa melihat dan akhirnya binasa dalam padang gurun.
Orang yang buta akan mudah ber-sungut-sungut, sebab tidak bisa melihat tangan Tuhan yang sudah bekerja dalam hidupnya. Tetapi orang yang celik akan takut pada Tuhan, penuh syukur untuk segala perbuatan Tuhan dalam hidupnya, dan imannya tumbuh terus karena bisa melihat bahwa Firman Tuhan itu benar. Jangan lupa, keras hati dalam dosa (dan kebodohan) itu membuat mata buta, sekalipun melihat banyak mujizat tetap tidak percaya.Dosa dan keras hati itu membuat mata menjadi buta dan telinga menjadi tuli. Bawalah keluar orang buta dan orang tuli ini, lepaskanlah mereka dari dosa dan ikatannya, maka yang mau menerima kelepasan dari dosa akan bisa mendengar dan melihat seperti Zakheus,Paulus, orang-orang Israel dalam khotbah Petrus Kis 2:37 dll. Orang yang celik dan mendengar akan mengalami hal-hal yang indah dari Tuhan dan tumbuh, sebab itu buanglah segala dosa dan ikatannya dan jangan bodoh (terus belajar Firman Tuhan dlaam pengurapan Roh Kudus) dan taatlah akan Firman Tuhan, dan terus bertekun dalam doa, Firman, persekutuan, ibadah (7 Kebutuhan Pokok Rohani) maka kita bisa berjalan dengan Tuhan dan hidup luar biasa dengan Dia Maz 60:14. Misalnya Yusuf, Nuh, Daniel, Petrus, Paulus dll.
YES 43:9. TANTANGAN BAGI BANGSA-BANGSA.
BIARLAH SEGALA BANGSA BERHIMPUN BERSAMA DAN BIARLAH ORANG-ORANG ITU BERKUMPUL.
Segala bangsa boleh berhimpun dan bicara dengan Tuhan. Tuhan itu adil dan benar.
Tuhan tidak berbuat barang yang salah dan sembunyi2 seperti orang-orang yang bersalah, misalnya Achan, Gehazi dll. Sebab itu hubungan kita dengan Tuhan harus terbuka, sebab Dia tahu segala perkara dan semua tindakan Tuhan benar, percayalah! Kalau kita benar, Tuhan ada di pihak kita 1Pet 3:12. Pasti nasib kita baik, sebab Tuhan di pihak kita dan kita akan terus tumbuh dan melakukan hal-hal yang indah dan besar dengan Tuhan.
SIAPA DIANTARA MEREKA BISA MENYATAKAN HAL INI DAN MENUNJUKKAN KEPADA KITA HAL-HAL YANG MULA2.
Apa yang diketahui manusia itu terbatas. Yang sekarangpun hanya tahu dari luar dan mudah ditipu orang lain. Apalagi hal-hal yang lalu. Yes 41:22. Sejarahpun (biasanya dari sumber banyak orang) bisa salah. Tetapi Tuhan tahu bahkan maha tahu. Baik yang dahulu, yang sekarang, yang akan datang bahkan dari kekal sampai kekal. Apa yang dikatakan Tuhan pasti betul dan tentang yang akan datang, pastijadi, sebab Dia maha tahu Yes 48:3. Allah tidak menentukan tetapi Dia tahu lebih dahulu, sebab Ia menciptakan manusia sebagai mahluk bebas. Tetapi tentang hukuman dan pahala Allah memang menentukan, tetapi dengan adil sesuai perbuatannya.
Untuk apa kita tahu hal yang dahulu2. Seringkali orang-orang tidak peduli, apalagi yang jahat, kalau dilupakan lebih baik. Tetapi Tuhan tahu semua untuk memberi hukuman atau pahala. Sebab itu kapan saja, kita harus tetap benar di hadapan Tuhan, sebab bagi Tuhan tidak ada kadaluarsa, tidak pernah dilupakan, biarpun sudah sangat lama, bahkan orangnya sudah mati, semua ada akibatnya langsung dan untuk jangka panjang bahkan sampai kekal. Kecuali yang sudah ditutup darah Yesus sebab bertobat, semua dosa dan kejahatan hilang lenyap, Allahpun “tidak tahu lagi”, hilang, lupa sama sekali, ayat 25 (Yes 43). Sebab itu pemberesan setiap kali itu perlu dan dengan cara ilahi (sesuai Firman Tuhan, harus sungguh-sungguh bertobat) sampai betul-betul beres, maka semua dosa itu hilang untuk kekal! Jangan sembunyi atau dusta seperti Gehazi atau Hawa, atau keras kepala seperti Miryam, Korah cs dll, sebab Allah tahu semua dan semua tetap ada akibatnya.
BIARLAH MEREKA MEMBAWA KELUAR KESAKSIANNYA, SUPAYA MEREKA BISA DIBENARKAN, ATAU BIARLAH MEREKA MENDENGAR DAN BERKATA ITU BENAR.
Tuhan mengadili dengan adil. Semua bukti pasti diperhatikan, sebab Dia adiljuga saksi2 dan barang bukti supaya bisa dibenarkan sebagai kebenaran, tetapi ingat Tuhan memeriksa sampai dalam hati dan sampai hal-hal yang tersembunyi. Kita harus benar di hadapan Tuhan, sesuai dengan Firman Tuhan.
Firman Tuhan itu kebenaran Yoh 17:17. Kalau kita hidup sesuai Firman Tuhan, itulah kebenaran. Kita akan diadili dengan Firman Tuhan Yoh 12:48. Kebenaran manusia itu relatif, belum tentu betul. Orang bisa melihat dan mendengar dari Tuhan (Mat 13:11, Ams 20:12) itu adalah pekerjaan Roh Kudus bagi orang yang mau menyenangkan dan memuliakan Tuhan, mau taat dipimpin Roh, maka ia bisa mengerti yang benar dan bisa melakukannya Yoh 16:13, Pil 4:13, Zak 4:6. Hidup yang sesuai Firman Tuhan akan dibenarkan di hadapan Allah.
Bukan dengan hikmat dan kesaksian manusia (itu sangat terbatas, bahkan bisa salah), tetapi dari Tuhan. Hidup benar di hadapan Tuhan itu sangat penting, bahkan mutlak dan kalau kita benar sesuai dengan Firman Tuhan, hidup ini indah atau bisa diolah menjadi sangat indah. Dibenarkan oleh Tuhan, di hadapan Tuhan itu sangat untung dan bahkan sampai kekal!
YES 43:10. TIADA ALLAH YANG LAIN.
ENGKAULAH SAKSI2KU, KATA TUHAN.
Tuhan memang tidak tampak, tetapi orang yang sungguh-sungguh percaya dan taat, itu menjadi saksi2 dari Tuhan. Mereka melihat Tuhan dan dilawat oleh Tuhan kalau kita menjadi terang dan menggarami mereka Mat 5:16. Waktu Musa membawa Israel keluar dari Mesir, dan orang Mesir tahu tentang Allah dari Musa dan Israel dan mereka menjadi takut Kel 10:7. Juga Firaun bisa melihat Allah sebab Yusuf Kej 41:38. Kita ini yang menjadi saksi bahwa Tuhan itu Allah yang hidup. Juga Daniel, Petrus, Paulus dll bahkan setiap kita yang mau hidup benar dan berjalan dengan Allah, kita menjadi saksi dari Allah yang maha kuasa dan hidup, dan Allah akan membuktikan kesaksian kita dengan kuasa dan tanda2 Mrk 16:20.
DAN HAMBAKU YANG KUPILIH, SUPAYA ENGKAU TAHU DAN PERCAYA KEPADAKU DAN MENGERTI BAHWA AKULAH ALLAH.
Siapa hamba pilihan Allah? Inilah Putra manusia Yesus Mat 12:18-20. Mengapa? Sebab Ia hidup sungguh-sungguh berkenan pada BapaNya. Mat 17:5, dalam segala segi hidup cocok dengan Firman tuhan, berkenan pada Allah. Putra manusia Yesus Hamba yang sempurna, yang taat sampai mati Pil 2:8.
Tetapi juga orang-orang yang mau dipimpin Roh; selalu taat, mau menyenangkan dan mempermuliakan Allah! juga menjadi hamba2 pilihan Allah, sebab hidupnya seperti Kristus, misalnya Daud 1Raj 11:13, Maz 89:3. Israel, Yacob Yes 44:1,8,9, Maz 105:6, Zerubabel Hag 2:23 dsb. Lebih-lebih pada akhir zaman, makin banyak hamba2 Allah yang berkenan pada Tuhan Wah 22:11, yang menjadi saksi dan bukti dari Allah yang maha besar.
Bisa menjadi hamba pilihan Allah, ini ditentukan oleh kita sendiri, sebab dari pihak Allah tidak membedakan orang dan siapa saja yang mau hidup dipimpin Roh sesuai dengan Firman Tuhan, melakukan kehendak Allah, dia dipilih dan dipakai Allah. Akan timbul banyak orang-orang yang berkenan pada Tuhan, menjadi hamba2Nya yang dipilih!
Melalui hamba2 Tuhan ini orang-orang dapat berkat, mereka bisa mengenal dan percaya akan Tuhan yang hidup dan mengerti dengan yakin bahwa Tuhanlah Allah yang maha kuasa!
Kalau menjadi orang pilihan dari seorang besar itu sudah indah, apalagi dari Allah semesta alam yang maha kuasa! Tuhan akan menyatakan hikmat dan kuasaNya limpah dalam hidupnya, sesuai dengan jabatan terbaik yang dipilih Tuhan baginya. Akan tampak buahnya dan ia sendiri akan tumbuh sampai puncak2nya.
Jangan menjadi hamba pilihan manusia atau orang banyak, tetapi pilihan Allah, sekalipun kadang2 tidak dipilih orang banyak seperti Daud, bahkan mau dibunuh orang banyak dan Saul. Seringkali jabatan atau pelayanannya tidak sama, bahkan mungkin tidak sehebat dan semulia kalau dipilih orang banyak, tetapi hidup berkenan pada Allah itu yang penting, seperti Putra manusia Yesus Mat 3:17. Memperkenankan Allah lebih dari manusia Kis 4:19.
Tetapi kalau jadi batu sontohan apalagi hujat orang banyak, itu berarti pasti orang ini yang salah Rom 2:24. Orang-orang menghojat Allah (dan GerejaNya) karena hamba2Nya yang hidup dalam dosa. Ini tentu sangat menyakiti hati Tuhan, bukan memperkenankanNya. Meskipun orang banyak me-muji2 dan mempermuliakan, itu bukan ukuran yang betul. Ukuran yang betul adalah Firman Tuhan. Mengerti dan taat dengan betul akan Firman Tuhan (bukan Firman Tuhan yang diputar balikkan untuk membenarkan diri sendiri 2Pet 3:16).
SEBELUM AKU TIDAK ADA ALLAH YANG DIBENTUK, JUGA TIDAK AKAN ADA SESUDAH AKU.
Inilah Allah yang kekal, sudah ada sebelum ada apa-apa dan sampai kapan saja, tetap ada dan tidak berubah, inilah Tuhan Allah kita yang kekal yaitu Tuhan Yesus Kristus (dan Trinitas).
Kekekalan adalah suatu hal yang sulit dimengerti untuk akal manusia yang fana, yang tidak bisa membayangkan kekekalan (waktu pengangkatan kita mulai mengalami kekekalan dalam Surga dan mulai mengerti; juga waktu seorang masuk Surga waktu mati). Kita ada permulaannya, lalu masuk dalam Allah, kita juga jadi kekal, tetapi Allah itu tidak ada permulaannya Yoh 1:1. Dia yang awal dan yang akhir Wah 1:8.
Dia kekal, itu berarti:
1. Tidak berubah Ibr 13:8. Sifat2Nya tidak berubah, tetap suci bahkan maha suci, maha kuasa, maha besar untuk se-lama2nya, tidak berubah.
2. Terus menang, Dia pemenang untuk se-lama2nya, sebab kalau kalah, berartiberakhir, habis.
3. Yang tertinggi. Allah itu kekal dan Ia yang tertinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Allah. Luar biasa. Kalau ada yang lebih tinggi, misalnya iblis (ini sama sekali tidak mungkin), maka posisinya berubah, jadi tidak kekal lagi. Jadi kekal itu artinya sangat kompleks. Tidak ada yang bisa menjadi kekal kecuali Allah dan semua orang yang selamat di dalam Allah yang kekal.
KESIMPULAN.
Kita diciptakan untuk kemuliaan dan kesukaanNya, sehingga kita dirancang lalu diolah, dibentuk menjadi seperti Dia, masuk dalam rencana Allah yang sempurna dan kekal. Pasti menang, pasti indah, jadi tinggi di dalam Allah, dan abadi. Biarlah kita betul-betul boleh menjadi hamba pilihanNya untuk abadi.