YS192 Yesaya 42:18-21. Buta Tuli Seperti HambaKu

YES 42:18. DUA MACAM ORANG BUTA TULI.
DENGARLAH ENGKAU YANG TULI DAN LIHATLAH ENGKAU YANG BUTA, SUPAYA ENGKAU BISA MELIHAT.
Ada buta tuli jasmani, ada buta tuli rohani. Disini yang dimaksud adalah yang rohani. Juga yang rohani ada dua dua macam, yaitu buta tuli karena dosa dan buta tuli karena taat seperti Hamba yang sempurna.
Semua orang berdosa itu buta rohani, hanya bisa melihat yang tampak, tidak bisa melihat yang tidak nampak, lebih-lebih perkara-perkara yang suci dan kekal. Iblis membutakan mata hatinya 2Kor 4:4. Meskipun begitu, dalam kebutaannya, karena ada sisa-sisa kemuliaan Allah Rom 3:23 KJI, maka orang yang mau mencari Allah,masih bisa meraba-raba dalam kegelapan dengan perasaan hatinya Rom 2:12-14. Tetapi itu tanpa pertolongan dan campur tangan Allah, manusia itu tetap buta, lebih-lebih akan perkara-perkara kekal yang akan datang.
Hanya Tuhan yang bisa membuat mata dan telinga rohani kita terbuka Ams 20:12. Dengan apa? Dengan berita Injil. Putra manusia Yesus pertama kali memberitakan Injil dan orang-orang yang dalam kegelapan bisa melihat terang Mat 4:16-17. Sesudah itu rasul2, orang Kristen mula2 dan akhirnya giliran kita untuk membukakan mata telinga orang-orang buta tuli di sekitar kita. Mat 28:18-20. Menginjili itulah membuka mata dan telinga dengan kuasa Allah. Allah menyertai orang-orang yang pergi menginjil, bahkan tulisan2 yang mati seperti Tulang Elisapun dipakai Tuhan untuk membuka mata dan telinga orang-orang buta rohani.
Ini adalah tugas utama kita, lebih-lebih pada setiap orang di dekat kita supaya jangan mereka binasa Luk 10:27. Kita harus menjadi terang dan garam dunia Mat 5:14-16. Jangan lupa, orang-orang dekat adalah tanggungjawab kita, bahkan darahnya di atas kita Yez 33:6. Sebab itu ingat-ingat dan tulislah nama semua orang dekat, lalu mulai mendoakannya dan memberitakan kabar kesukaan, supaya mata dan telinganya terbuka dan bisa menerima keselamatan yang kekal. Kalau seorang percaya, matanya celik, lebih-lebih kalau ia dibaptis dengan Roh Kudus, bisa melihat terang hidup yang kekal, bisa yakin dan percaya akan Surga Neraka dan hidup yang kekal, ia bisa menunjukkan jalan selamat pada orang lain, ia bisa bersaksi!
Kita yang sudah percaya, makin lama makin mengerti, bukan saja Neraka dan Surga, juga bisa melihat Allah Mat 5:8. Lebih-lebih yang mau disucikan hatinya, maka Roh Kudus akan bebas bekerja dalam hatinya, sehingga bisa melihat dan mengenal Allah seperti sahabat yang dekat dan baik. Kita bisa begitu yakin dan bisa berjalan dengan Tuhan seperti Nuh Kej 6:9.
Orang yang tidak percaya dan orang percaya tetapi tidak mau bertobat, ada dosa, Roh Kudus sulit bekerja dalam dirinya, sehingga tidak melihat dan tidak mengerti, matanya kabur dan telinganya tidak bisa mendengar dengan terang. Orang yang sungguh-sungguh bertobat, telinganya bisa mendengar suara Roh. Kalau Roh Kudus bekerja ia bisa yakin dan berani bertindak seperti Abraham mendengar suara Tuhan dan berangkat keluar dari Urkasdim Mrk 4:23.
Jangan sampai buntu atau tuli telinga kita. Bisa melihat dan mendengar itu mutlak perlu untuk bisa tetap hidup dan tumbuh dalam rohani! Bayangkan orang yang buta tuli menjadi dungu dan terbuang. Sebab tuli akhirnya jadi buta tuli dan bisu, hidupnya tidak ada artinya dan menolong orang seperti ini susah sekali.
Begitu juga banyak orang Kristen, imannya sia-sia sebab buta tuli bisu. Berapa banyak orang Kristen seperti ini. Hampir di setiap Gereja ada sejumlah persentasi orang-orang seperti ini. Tolonglah mereka, celikkan, lepaskan. Luk 4:18. Langkah pertama lebih dahulu harus merdeka dari dosa dan lepas dari buta tuli bisu. Kalau rohani normal, jasmani pasti jadi indah dan diberkati, sebab kita ini anak-anak Allah Yoh 1:12.
Orang yang celik bisa mengambil janji2 Allah yang begitu limpah, tinggal ambil dengan iman, sudah disediakan, bukan disembunyikan. Ambil semua janji2 Allah yang limpah, jasmani rohani dan dengar pimpinan Allah yang maha kuasa, maka kalau kita taat, kita jadi berhasil dalam segala perkara, sebab Allah tidak pernah gagal.
Celik itu terutama untuk bisa melihat dan mengerti Firman Tuhan.
Mat 13:11. Ini yang penting dan utama, bisa mengerti Firman Tuhan, bisa mengerti rahasia Allah, itu berarti celik. Ini pekerjaan Roh Kudus, dan orang yang celik akan bisa mengambil semua janji2 Firman Tuhan yang sudah dilihatnya, pengampunan, keselamatan, sukacita, kekuatan juga segala berkat2 jasmani yang sudah disediakan Tuhan. Mat 13:12-14. Sesudah celik dan bisa mendengar, dengarlahterus suara Roh dan taat, sehingga hidup ini menjadi bahagia Luk 11:28. Terus bertekun belajar Firman Tuhan supaya bisa tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan 2Pet 3:18 sehingga bisa taat lebih banyak sampai Firman menjadi daging dan tumbuh terus makin seperti Kristus. Orang yang bisa melihat dan mendengar (kebenaran Firman Tuhan) itu berbahagia Mat 15:16. Ini betul2 bahagia. Jangan sampai buta tuli dan bisu! Orang yang tidak bisa bersaksi, biasanya karena buta, tuli dan bisu. Kalau celik dan dengar, pasti bisa meneruskan tentang Surga yang indah pada orang-orang dekat, lebih-lebih kekasih2nya!
Jangan jadi bisu, bersaksilah! Orang yang bisu itu mungkin juga buta, tuli! Ini orang-orang Kristen yang rohaninya tidak berarti sama sekali, mungkin secara jasmani orang besar dan mulia dalam dunia, tetapi cacat mental cara rohani. Gembala2 harus memperhatikan domba2 seperti ini, yang buta, tuli, bisu supaya menjadi normal kembali dengan kuasaNya, dengan pelayanan kasih dan pengertian!
YES 42:19. HAMBANYA YANG BERKENAN PADA ALLAH.
SIAPAKAH YANG BUTA, KECUALI HAMBAKU, ATAU TULI SEPERTI UTUSANKU YANG KUSURUH?
Dalam ayat 1-3 (juga Yes 52:13, 53:11 dll) dikatakan bahwa Hamba ini adalah Mesias atau Tuhan Yesus.
Juga dalam ayat berikutnya dikatakan tentang hamba yang sempurna, itulah Kristus, yang memang turun ke dunia menjadi korban tebusan dan menjadi hamba manusia Pil 2:7. Dalam pelayananNya nyata sekali Ia melayani seperti hamba Mat 20:28, Luk 22:27, Yoh 13:4,5.
Mengapa Tuhan Yesus sebagai hamba dikatakan buta dan tuli? Bukankah ini suatu cacat yang jelek? Tidak! Ini buta, tuli dalam arti baik, Yes 11:3 seperti seorang buta tuli yang tergantung penuh dari orang yang memimpinnya, kemana saja dan disuruh apa saja ia menurut penuh 100%. Beginilah Kristus, sebagai Putra manusia Ia menurut penuh apa yang dilihat dan didengar dari BapaNya. Anak itu tidak boleh berbuat lain daripada apa yang dilihatNya dari BapaNya Yoh 5:19 dan didengar dari BapaNya Yoh 8:26. Betul2 seperti orang buta, tuli yang dipimpin itu, begitu Putra manusia Yesus taat penuh kepada BapaNya. Meskipun kalau menurut apa yang dilihat atau didengarNya sendiri itu tidak baik baginya, tetapi kalau Bapa menyuruh, Ia taat penuh sampai mati tersalib Pil 2:8. Waktu di Getsemani Ia merasa terlalu berat naik ke atas Golgota, tetapi Bapa tetap menyuruhNya dan Ia tidak berani berbuat lain, tetapi taat sampai mati. Ini Hamba yang sempurna, sepenuhnya taat kepada Bapa, tidak peduli apa yang didengar dan dilihatnya sendiri, Ia tetap taat pada Bapa dan ini menyempurnakanNya.
Inilah cara Tuhan mengolah kita, supaya meskipun kita tidak buta atau tuli, bisa melihat dan mendengar dan berteriak, tetapi kalau kita mau taat, maka kita diolah dan dibentuk oleh Allah sehingga menjadi seperti Allah sendiri yaitu seperti Kristus yang sudah taat sampai mati. Ia tidak bertindak menurut pendengaran telinganya atau menurut apa yang dilihat matanya, tetapi menurut kehendak BapaNya Yes 11:3. Ini cara hidup seperti Gal 2:20, yaitu kita masih hidup tetapi kita tidak hidup menurut diri kita, tetapi menurut Kristus yang hidup di dalam kita.
Dengan demikian Kristus betul2 memerintah sepenuhnya di dalam hidup kita. Tetapi ini justru kunci hidup berkemenangan seperti Kristus, sehingga orang tidak lagi melihat kita tetapi Kristus yang hidup di dalam kita. Kita 100% tergantung dari pimpinanNya. Kalau kita bisa mendengar pimpinan yang betul dan kita taat penuh seperti apa yang kita dengar dan lihat dari Kristus, maka semua kata2 dan tindakan kita akan berhasil sepenuhnya seolah-olah bukan kita lagi yang hidup tetapi Kristus yang hidup lewat kita. Tidak semua orang bisa mendengar pimpinan Roh yang betul dan lengkap. Ia harus mau dibersihkan dari dosa, mau menyangkal diri (dari emosi, kedagingannya, hawa nafsunya sendiri) dan melakukan apa yang Tuhan perintahkan (setuju atau tidak), seolah-olah kita ini menjadi robotnya dari Tuhan! Kita harus menjadi seolah-olah buta tuli bagi Tuhan, meskipun sesungguhnya kita melek dan bisa mendengar. Kita adalah mahkluk bebas yang mempunyai kehendak sendiri yang bebas, Allah itu maha kuasa, tetapi Ia tidak menciptakan manusia seperti robot, juga tidak memperlakukan atau memaksa manusia, istimewa umatNya seperti robot. Memang Ia Hakim yang adil dan Allah yang maha kuasa dan benar, dan Ia bisa memaksakan hukuman atas umatNya yang keras hati dan berdosa melebihi batas, tetapi Ia memberi kesempatan untuk bertobat.
Kadang-kadang Ia menggiring manusia dalam jalan yang betul, tetapi kemudian Ia melepaskannya lagi supaya tampak apakah ia sungguh-sungguh mau percaya dan taat kepada Allah. (misalnya seperti Lot digiring oleh Abraham, tetapi kemudian dilepas. Juga seperti kerajaan 1000 tahun, semua orang dipaksa dan digiring hidup dalam kebenaran supaya bisa merasakan damai yang penuh; tetapi sesudah diberi waktu cukup (1000 tahun), mereka dilepas kembali, maka akan tampak ada orang-orang yang tetap tidak mau percaya bahkan melawan Allah, tidak lagi mau taat. Masing2 mempunyai kebebasan untuk menentukan kehendaknya dan dihukum sesuai dengan keputusan dan perbuatannya!
MENJADI BUTA TULI.
Kita harus memakai pikiran dan indera kita, tetapi kalau bertentangan dengan kehendak Roh dan Firman Tuhan, kita harus mau tunduk dan taat akan pimpinan ilahi, seolah-olah seperti menjadi buta tuli (ini seperti robot).
Maria, tidak bisa mengerti perintah Allah Luk 1:35, seolah-olah terlalu kejam sebab memojokkan dia dalam posisi celaka (waktu itu hamil di luar nikah hukumannya dirajam sampai mati). Maria yakin ini kehendak Tuhan, dan menerimanya sebab itu ia menyerah seperti robot yang buta tuli dan itu bisa berarti mati. Ia tetap taat dan ternyata tidak mati, Tuhan sudah menolongnya. Justru orang seperti ini yang dicari Tuhan (yang mau taat sepenuhnya seperti orang buta tuli) yang mau mengorbankan kehendaknya sendiri, bahkan nyawanya untuk melakukan perkara-perkara yang besar dari Tuhan. Orang yang tidak berani taat sampai mati seperti buta tuli, tidak akan bisa dipakai melakukan perkara-perkara besar Maz 60:14.
Juga Abraham yang disuruh mengorbankan putranya, suatu perintah yang sangat kejam, tidak bisa dimengerti oleh logika dan perasaan hatinya. Tetapi Abraham taat seperti orang buta, tuli (seperti robot). Ternyata itu menjadi ujian akhir bagi Abraham, Abraham lulus dan menjadi sangat indah, Tuhan bersumpah baginya, pasti jadi, sebba sudah lulus.
SIAPAKAH YANG BUTA SEPERTI DIA YANG SEMPURNA? DAN TULI SEPERTI HAMBA TUHAN? Kita harus memilih menurut penglihatan atau dengan iman menurut pimpinan Tuhan 2Kor 5:7. Orang yang lahir baru bisa menurut pimpinan Tuhan lebih dari mata dan telinganya. Ini harus dilatih terus, supaya kita selalu taat akan pimpinan Roh lebih daripada menuruti mata dan telinga kita. Mula-mula rationya mungkin menurut mata dan menurut Roh 50/50, lalu 40/60. Kalau sudah bisa  0/100, itu berarti sudah menjadi sempurna seperti Kristus, seperti Abraham dll. Inilah hamba2 Allah yang taat yang membuat dirinya seolah-olah buta dan tuli karena taat akan Allah.
Banyak pencobaan dan kesukaran yang datang melatih kita untuk mau menjadi hamba Allah yang seolah-olah buta dan tuli karena taat akan Dia.
YES 42:20. BUTA TULI YANG CELAKA!
ENGKAU MELIHAT BANYAK, TETAPI ENGKAU TIDAK MEMPERHATIKANNYA. TELINGA2 DIBUKA, TETAPI IA TIDAK MENDENGAR.
Orang dosa yang memang buta dan tuli, kalau tidak bisa melihat dan mendengar, ia tetap orangberdosa. Tetapi ada orang yang sudah celik, sudah mendengar dan sudah bisa melihat banyak, tetapi seolah-olah tuli dan buta, karena keras hati, itu yang berbahaya. Ia dituntut lebih banyak Luk 12:48 sebab ia sudah bisa melihat dan mendengar, tetapi tidak mau taat, lakunya seperti orang buta dan tuli!
Kita yang sudah tahu keselamatan, tahu pengampunan dosa, tahu lahir baru dll, tetapi kemudian kembali dalam dosa, seperti orang buta dan tuli, itu hukumannya dahsyat dan akan menjadi buta tuli kekal. Yoh 9:39-41. Kalau keselamatan sudah diberikan lalu dibuang, maka hilanglah keselamatan itu untuk kekal!
Orang yang dengan sengaja berbuat dosa, padahal sudah celik dan tahu semua, tiada ampun baginya Ibr 10:26 seperti malaikat-malaikat yang celik dan berdosa 2Pet 2:4. Biasanya Tuhan masih memberi kesempatan untuk bertobat seperti anak terhilang (tetapi warisannya hilang), tetapi kalau terus menerus tidak mau dan habis waktunya, ia akan binasa kekal. Ini buta tuli yang celaka. Tuhan masih memberi kesempatan Mat 13:13-15, Mrk 4:12, Luk 8:10, tetapi jangan keras hati, terus menerus tidak mau bertobat, sebab orang seperti ini bisa celaka kekal, buta untuk kekal seperti malaikat dan orang yang sempurna dalam dosa, mereka tahu itu dosa dan melawan Allah, tetapi tetap tidak mau bertobat, ini buta yang kekal.
Masih banyak orang yang buta betul dan buta sedikit banyak. Mereka tidak bisa mengerti kebenaran Firman Tuhan. Ini disebabkan karena:
1. Tidak percaya. Orang bisa mengerti Firman Tuhan bukan karena pintar tetapi sebab mau percaya dan Tuhan memberi karunia untuk bisa mengerti Mat 13:11.
2. Karena dosa. Kalau hati ingin akan dosa dan tidak mau bertobat, maka matanya menjadi kabur, hanya melihat kesukaan dosa yang di mukanya 2Pet 1:9. Harus mau menyangkal diri dan membuang semua dosa, kalau tidak, jadi kabur dan mudah ditipu seperti Hawa dan celaka!
3. Karena tidak mengerti, matanya juga jadi kabur dan binasa Mrk 12:24. Orang-orang seperti ini jadi malas, tidak ada gairah akan hal-hal yang kekal, tidak mau berusaha Luk 13:24. Harus punya pengertian dan pendirian yang kuat, supaya jangan tertipu dan terseret arus dunia yang jahat.
YES 42:21. TUHAN BERKENAN AKAN HAMBANYA.
TUHAN SANGAT BERKENAN AKAN SEGALA USAHA KEBENARANNYA, IA HENDAK MEMBESARKAN HUKUM DAN MEMBUATNYA DIPERMULIAKAN.
Ayat ini masih tentang Mesias, HambaNya yang begitu taat akan BapaNya seperti orang buta tulis, sepenuhnya tergantung dari Bapa, dipimpin Roh Yoh 5:29; 8:26. (Tuhan = tuan, ditaati). Disini Bapa disebut Tuhan yaitu Tuan dari Kristus, sebab Kristus taat pada BapaNya sampai mati tersalib Pil 2:8. (Keduanya adalah Tuhan Mat 22:44, yaitu yang harus ditaati, kita taat pada Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus taat pada BapaNya, tentu kita juga harus taat pada Allah Bapa).
Sebagai Putra manusia, Ia sangat membesarkan Firman Tuhan dengan taat sepenuhNya sehingga dengan demikian memuliakan Firman Allah. Juga kita, kalau kita taat akan Firman Tuhan, kita tidak berani melanggarNya, terus taat pada Firman Tuhan, kita memuliakanNya.
Kita memuliakan Firman Tuhan dengan mentaatiNya lebih dari kepentingan dan kehendak kita sendiri atau ajaran dan pikiran-pikiran manusiawi lainnya. Jangan memuliakan tradisi, ajaran2 ber-macam-macam berhala, ilmu-ilmu dan pengetahuan manusiawi, yaitu dengan lebih taat akan Firman Tuhan dari semua yang lain Yes 55:8-9.
Lebih baik pakai semua istilah-istilah Alkitab dan ayat-ayat dalam pengajaran kita, jangan buat istilah-istilah sendiri dan semua dalam tafsiran yang betul, itu aman, tidak mudah keluar (tersesat) dari kebenaranNya.
Supaya bisa mengerti dengan baik, “tinggallah di dalam” terus Mrk 4:11 (dalam Ruangan Suci yaitu selalu penuh dan dipimpin Roh seperti ligabis, maka Roh Kudus akan memimpin kita selalu kepada kebenaran Allah Yoh 16;13.
Dengan demikian kita memuliakan Firman dan hukum-hukum Allah dan ini berkenan kepada Allah. Seperti Kristus berkenan kepada BapaNya sebab taat penuh akan Firman Tuhan sampai mati, begitu juga kita harus taat dengan betul dan sepenuh-penuhnya akan Firman Tuhan, lebih dari semua peraturan atau ketetapan, tradisi atau pikiran manusia lain.
KESIMPULAN.
Banyak orang yang tidak sadar akan buta, tuli rohani yang membuat banyak orang Kristen menjadi cacat rohani, tidak berarti hidupnya, sia-sia, padahal kalau celik dan bisa mendengar, bicara, mereka bisa menjadi anak-anak Allah yang heran dan ajaib. Allah tidak mau punya anak dan turunan cacat tetapi sebab dosa, bodoh, tertipu dan tidak mau percaya, makabanyak orang, istimewa orang percaya yang menjadicacat dan sia-sia. Orang yang tidak buta, tuli dan bisu rohani itu berbahagia sebab dengan mudah ia bisa menjadi luar biasa.
Burung bisa terbang itu biasa bukan luar biasa, kecuali cacat. Begitu orang beriman yang tidak cacat bisa terbang tinggi jadi seperti Kristus, luar biasa. Sebab itu yang sudah melihat dan mendengar, jangan sampai:
Buta, tuli sebab dosa dan kedagingannya itu celaka, tetapi orang yang mau buta, tuli karena Kristus, karena taat akan pimpinan Roh Kudus, ia akan jadi makin indah bahkan menjadi seperti hamba Allah yang buta tuli dan sempurna, karena sepenuhnya dipimpin Roh!
Karena kasih dan taat, kita mau menjadi robotNya dan melakukan perkara-perkara yang besar dengan Tuhan.
Nyanyian:
Serta Tuhan kujalan dalam pimpinanNya.
Lewat jalan yang baru
yang blum kujalani.
Sandar Firman kuasaNya seperti buta tuli.
Meningkat makin tinggi jalan dengan iman.