M3682 – Yesaya 61:1,5-6. Nafkah Dalam Zaman Yang Makin Jahat

DALAM YES 61:1. KUNCI HIDUP PUTRA MANUSIA DAN ORANG-ORANG AKHIR ZAMAN.
Ayat ini menjadi kunci pasal ini. Disini
diceritakan hidup yang seperti Kristus (Luk 4:18) yaitu hidup dalam pengurapan Roh Kudus, juga umat Tuhan akan berjalan dalam Roh sehingga timbul hasil-hasil yang luar biasa, apalagi dalam masa-masa yang makin sulit. Kalau kita terus dipimpin Roh maka itu akan makin nyata indahnya dalam hidup kita, istimewa dalam nafkah di hari-hari yang makin jahat dan makin sulit ini.
YES 61:5. HUBUNGAN KERJA DENGAN ORANG-ORANG DUNIA.
Ini terjadi pada orang-orang yang berjalan dalam Roh, istimewa dalam masa-masa yang makin sulit dan makin jahat seperti yang akan kita hadapi dalam hari-hari yang akan datang.
Rencana Allah yang utama adalah menumbuhkan Gereja sampai pada kesempurnaannya,  baru rencana Allah tamat. Tetapi kita melihat dalam ayat-ayat ini bagaimana itu berhubungan denganhidup se-hari-hari, lebih-lebih dalam nafkah yang juga termasuk dalam rencana Allah. Sebab Allah akan menyediakan fasilitas yang lengkap yaitu fasilitas rohani dan jasmani, istimewa di tengah-tengah dunia yang tumbuh makin jahat dan orang-orang suci juga tumbuh makin suci Wah 22:11.
Seringkali bagi kita sulit membayangkan, bagaimana Allah bisa menggenapi semua janji-janjiNya yang ajaib ini dalam zaman yang akan berakhir (yaitu yang makin jahat dan makin suci). Banyak orang yang tidak tahan dan gugur yaitu masuk dalam cara hidup orang dunia dan menirunya, karena melihat segala kesukaran-kesukaran ini. Semua segi hidup menjadi sulit dan penuh godaan dan tantangan-tantangan, tetapi rencana Allah pasti jadi Luk 1:37.
Allah juga akan melakukan tepat waktu bahkan dipercepat. Mat 24:22. Gereja yang berjalan biasa saja perlu segala fasilitas jasmani dan rohani apalagi kalau dipercepat; Tetapi Tuhan sanggup menyediakan dan menggenapkan rencanaNya yang heran itu. Bahkan kalau rencana Allah jadi, akan muncul Gereja global yang berkemenangan dengan ajaib. Kalau kita tidak mengerti, kita akan menjadi bingung dan takut dan kacau, sehingga tidak mengalami janji-janji Allah ini. Sebab itu kita harus mengerti, bagaimana hal-hal ini bisa terjadi.
Kunci kemenangan dalam hari-hari yang akan datang yang makin sulit adalah bisa hidup dipimpin Roh seperti dalam ayat 1, seperti Kristus Mat 4:1, Luk 4:1,18, seperti rasul2 Kis 11-12. Sebab tanpa dipimpin Roh dengan baik, sulit menghadapi dunia yang makin kacau dan jahat ini. Bekerja apa saja makin sulit dan makin sedikit hasilnya. Sebab itu kita harus belajar untuk meningkat makin mahir berjalan dalam Roh yang harus didukung oleh 7 Kebutuhan Pokok Rohani yaitu lekat dengan baik dalam pokok anggur yang benar Yoh 15:5.
 
DAN ORANG-ORANG ASING AKAN BERDIRI (TB: MELAYANI, TL: AKAN BERJASA KEPADAMU) DAN MENGGEMBALAKAN KAMBING DOMBAMU.
Hubungan dengan orang berdosa, apalagi yang makin tumbuh dan dosa dan kejahatan, itu makin sulit. Semua orang ingin untung, lebih-lebih orang berdosa akan menghalalkan segala cara. Mau kerja baik-baik, dalam bidang apa saja makin suit dan makin berbahaya. Biasanya orang-orang dunia terpaksa harus berusaha untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang lebih jahat dan seringkali harus menghalalkan segala cara, padahal kita tidak mau dan tidak bisa memakai cara-cara orang berdosa. Tetapi Tuhan berjanji, bahwa mereka bisa berdiri di hadapan kita (untuk melayani kita) bahkan menjadi pegawai-pegawai kita untuk menggembalakan kambing domba kita. Bagaimana ini bisa jadi?
Kuncinya adalah ayat 6.
YES 61:6. KUNCI UNTUK BISA BEKERJA DI ZAMAN YANG MAKIN JAHAT.
TETAPI ENGKAU AKAN DISEBUT IMAM-IMAM TUHAN DAN ORANG-ORANG AKAN MEMANGGILMU PELAYAN ALLAH KITA.
Kita disebut Imam-imam Tuhan dan pelayan Allah. Mengapa? Sebab mereka melihat bahwa kita tidak sendiri, dan kita ini hidup sebagai imam-imam dari Tuhan yang maha besar. Orang-orang dunia sangat terpengaruh oleh hal-hal ini. Ini yang jadi kekuatan dan backing kita, sehingga mereka jadi takut dan mau melayani, bahkan menjadi pegawai seolah-olah hamba kita, karena ada kuasa yang menangkap, menguasai dan menaklukkan mereka. Baik bekerjasama dengan orang kecil seperti orang-orang yang bekerja dalam rumah-rumah kita sampai dengan orang-orang besar dan penuh dengan kuasa dan backing yang kuat. Mereka menemukan bahwa kita bukan orang biasa tetapi imam-imam Tuhan dan hamba-hamba Allah yang maha besar. Misalnya menghadapi pembantu-pembantu dalam rumah tangga yang jahat, tidak jujur, tidak setia dll. Sulit untuk bekerjasama dengan mereka, sangat makan hati. Tetapi kalau kita berjalan dengan Tuhan, dipimpin Roh, keadaannya akan lain dan kita bisa mengalami janji-janji Allah ini. Kita tidak boleh menerima sembarangan orang tetapi menurut pimpinan Roh Kudus. Jadi semua dengan pimpinan Roh, juga mulai kerjasama, mencari orang dsb, harus terus dipimpin Roh. Pembantu-pembantu dalam rumah tangga adalah orang-orang kecil tetapi pekerjaannya dengan kepercayaan, misalnya dalam mengasuh anak-anak kecil, makan minum, barang2 dan harta di rumah dll. Berapa banyak yang tidak jujur, curang, punya maksud jahat sehingga sangat merugikan, sebab memang dalamzaman ini, dosa makin bertambah-tambah, kejahatan bertambah-tambah dan segala perkara bisa dihalalkan. Biarpun soal kecil kita tidak bisa memakai kekuatan sendiri, sebab mereka mempunyai banyak kesempatan untuk curang dan merugikan dalam segala hal. Sebab itu kita harus dipimpin Roh dalam bekerjasama atau memperkerjakan mereka yaitu:
1. Bersikap sebagai imam-imam Allah yang suci. Jangan berdosa pada mereka. Kita sendiri harus jujur, misalnya dalam upah mereka jangan ditahan atau dikurangi Yak 5:4. Paling sedikit kalau kita mengharapkan mereka jujur, kita sendiri harus lebih jujur dari mereka yang tidak mengerti hal-hal rohani.Mat 7:12, apalagi kalau kita di pihak majikan tentu punya wewenang yang lebih besar tetapi kita harus takut pada Tuhan. Jangan ada siasat atau pikiran yang salah dan jahat, tetapi yang jujur, baik dan pemurah. Sebab orang yang lebih harus murah hati pada yang kurang Ibr 7:7. Sebab itu sebagai imam-imam Allah kita harus jujur bukan curang, harus berkemurahan, bukan pelit dan bukanmemperdayakannya, betul-betul benar di hadapan Tuhan sekalipun berhadapan dengan orang kecil.
2. Ber-kata-kata dengan baik. Sudah biasa dalam dunia kalau majikan mengata-ngatai pegawainya apalagi orang kecil, tetapi kita harus berlaku seperti imam-imam dan orang yang dipimpin Roh. Tidak bicara seenaknya atau memfitnah, tidak memarahi atau mengata-ngatai seenaknya, tetapi sebagai imam-imam yang suci dari Allah, yang menghargai setiap orang, sebagaimana Allah mengasihi semua orang supaya yang percaya bisa diselamatkan! Yoh 3:16. Kita harus bicara benar di hadapan Allah seperti imam-imam, meskipun pada pegawai kita yang paling kecil yang biasanya bisa di-kata-katai habis-habisan tanpa merasa bersalah. Jangan seperti orang dunia yang hidup dalam dosa, tetapi seperti imam-imam di hadapan Allah yang suci dan tidak keluar kata-kata yang jahat di mulutnya. Orang yang ber-kata-kata jahat, (meskipun orang-orang yang di-kata-katai itu tidak bisa membalas), akan makan buahnya Ams 18:20 sehingga perkara-perkara yang tidak enak, bahkan yang tidak adil dan malapetaka dibiarkan Tuhan jatuh ke atasnya, sebab makan dari buah-buah mulutnya. Kalau umat Tuhan hidup sebagai imam-imam yang benar di hadapan Tuhan, pasti Tuhan akan membela dan melindunginya, bahkan sampai 1 rambutpun terpelihara, kecuali dalam ujian (tetapi ini ada perhitungannya sendiri, lebih-lebih kalau lulus, sangat indah dan mulia). Sebab itu jangan bersalah dengan lidah ini! Yak 3:1-2, apalagi kalau kita sudah banyak mengerti, kita juga dituntut lebih banyak Luk 12:48. Berapa banyak orang beriman mengalami macam-macam malapetaka dan celaka sebab hidupnya tidak benar di hadapan Tuhan, sehingga sesudah batas waktunya lewat, Tuhan membiarkan (mengizinkan) hal-hal yang celaka itu terjadi. Sebab itu orang beriman di akhir zaman yang jahat dan tambah jahat ini harus betul-betul hidup sebagai imam-imam yang suci dan dipimpin Roh, bukan dipimpin daging dan hawa nafsunya, lalu bicara seenaknya sendiri tanpa batas, sangat berbahaya!
3. Menjadi terang untuk isi rumahnya. Kalau orang-orang yang bekerja pada kita melihat sikap, hidup dan perlakuan kita, seharusnya mereka ituseperti melihat imam-imam Tuhan yang dipimpin Roh, sehingga karena mereka dekat dengan kita, mereka betul-betul merasa dilawat oleh Tuhan sehingga banyak yang bertobat Mat 5:14-16.
Kepada semua orang dekat dengan kita (termasuk siapa saja yang ada dalam rumah kita) kita harus mencintainya dengan tulus, jujur dan kasih Kristus Luk 10:27, maka hal-hal yang jahat terhadap kita, akan jauh dari pikiran orang-orang ini, apalagi ada dua mata Allah yang maha kuasa mengawasi mereka dan melindungi kita, tidak akan ada hal-hal yang jahat bisa terjadi tanpa izin Allah. Bahkan orang-orang itu akan dilawat Tuhan sehingga mau percaya pada Tuhan, lebih-lebih mereka yang merasakan asin dan sinar kita.
Kalau orang-orang yang bekerja pada kita tidak ada yang mau percaya Tuhan Yesus, itu biasanya ada hal-hal yang tidak beres dalam hidup kita, kita tidak hidup seperti imam-imam yang dipimpin Roh Kudus. Berapa banyak kita mendengar pembantu-pembantu rumah tangga di luar negeri yang ditangkap polisi dan dihukum sebab merugikan bahkan membunuh majikannya. Ini biasa terjadi dalam dunia, tetapi tidak akan terjadi pada imam-imam yang hidup dipimpin Roh. Mereka takut dan ada satu tangan yang kuat dan maha besar yang mencengkeram mereka, sebab mereka melihat dan merasa bahwa orang-orang yang dihadapinya itu adalah imam-imam dan hamba-hamba Allah yang suci dan berkenan kepada Tuhan. Sebab itu kita harus memeriksa diri, apakah kitadi rumah sudah bersikap seperti imam-imam Tuhan, hamba-hamba Allah yang terus hidup dipimpin Roh atau hidup menuruti daging?
Dalam kerjasama di kantor atau perusahaan. Prinsipnya sama seperti di atas. Biasanya orang yang bekerjasama dengan kita sebagai majikan atau sebagai pegawai, banyak yang tidak kenal Tuhan yang juga ikut dalam trend akhir zaman, makin jahat dan berani menghalalkan segala cara untuk uang, untuk kedudukan, karena iri dan kebencian dsb. Apalagi kalau orang-orang itu sama tingkatnya atau lebih tinggi, maka mereka lebih mudah memakai cara-cara yang menekan dan merugikan bahkan sikap dan tindakan bisa sangat jahat. (Ini makin lama makin umum dan makin banyak, sebab memang dunia kita makin dekat dengan akhir yang dahsyat! Wah 22:11).
Bagaimana kita bisa bekerjasama dan dapat untungbesar dan tidak celaka, tetapi makin beruntung? Kuncinya sama, yaitu dengan hidup sebagai imam-imam Tuhan, hamba-hamba Allah yang selalu hidup dipimpin Roh.
Jangan ikut dalam dosanya Kel 23:2.  Kita harus berani menyalahkan yang jahat dan menuruti daging dan dosa Ef 5:11 dan menolak untuk ikut dalam segala siasat jahat dandosa2nya. Mungkinkah itu? Ya, dengan kuasa Allah yang limpah. Kalau kita betul-betul hidup bersekutu dengan mereka sebagai imam-imam Tuhan dan hamba-hamba Allah yang dipimpin Roh, (itu berarti hidup suci, berdoa selalu dalam Roh dan kebenaran dan dipimpin Roh sesuai dengan Firman Tuhan), maka pasti ada banyak kuasa Allah menyertai kita. Kita tidak sendirian, tetapi Allah yang maha kuasa ada dengan kita Rom 8:31 dan dengan Allah kita pasti menang. Misalnya diajar perkara-perkara cabul, porno, bicara yang najis, rencana2 jahat, tidak jujur, korupsi, pengelapan, pelanggaran, perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dll. Jangan mau, tolak dan salahkan sambil terus berdoa. Ini tidak mudah 1Pet 4:4,3, tetapi jangan bingung, berdoa kuat-kuat dalam Roh dan hidup benar!Mereka tidak menghadapi kita sendiri tetapi menghadapi Allah yang maha kuasa.
Jangan kita diracuni tetapi kita yang harus menggarami dan menerangi mereka. Terus berdoa dan dipimpin Roh. Jangan hanya cari uang atau nafkah tetapi terutama hiduplah dengan Tuhan, dipimpin Roh dalam kerjasama dengan orang-orang dunia, maka tangan yang kuat dari Allah akan memegang dan membekuk mereka; Istri yang di rumah dan anak-anak ikut mendoakan pekerjaan bapaknya yang ada di tengah-tengah orang dunia yang tidak takut Tuhan.
Dengan cara ini kita masih bsia mendapat nafkah bahkan untung yang besar dari kerjasama dengan mereka dalam pekerjaan sekuler, bahkan juga bisa memenangkan jiwanya kepada Tuhan. Sebab itu jangan ikut dalam dosa dan cara-cara hidupnya yang duniawi dan penuh kedagingan, tetapi hidup sebagai imam-imam dan hamba-hamba Allah yang dipimpin Roh dalam kesucian dan selalu taat sesuai dengan Firman Tuhan.
DAN BANI ORANG YANG TIDAK DIKENAL MENJADI PEMBAJAK MU DAN MENGERJAKAN KEBUN ANGGURMU.
Luar biasa, sekalipun bukan bekerjasama dengan atau pada orang beriman, kita masih bisa mendapat nafkah kita dengan baik bahkan limpah, sebab kita hidup sebagai imam-imam dan hamba-hamba Allah yang dipimpin Roh. Biasanya orang-orang dosa itu berani curang, menghalalkan segala cara sehingga seringkali timbul banyak kerugian. Tetapi kalau kita limpah dengan kuasa Allah (terus berdoa dalam Roh dan kebenaran) dan hidup benar, takut akan Tuhan, adil, jujur, suci, mulut sesuai Firman Tuhan dst, pasti Tuhan ikut jampur, sehingga justru mereka bisa bekerja untuk kita dengan cara-cara yang baik meskipun mereka orang-orang berdosa yang makin jahat tetapi dipegang oleh Tuhan. Bahkan beberapa banyak orang akan percaya seperti gembala2 Abraham menjadi orang-orang percaya.
YES 61:6b. ENGKAU AKAN MAKAN KEKAYAAN DARI BANGSA KAFIR.
Tidak makan dengan curang tetapi dengan jujur. Seringkali orang mau berdagang atau bekerja baik-baik, dimakan orang jahat. Dulu orang bekerja baik-baik, misalnya dalam berdagang kertas, tanah atau yang lainnya bisa kaya, tetapi sekarang karena banyak orang jahat bahkan mafia, justru rugi dan timbul problem besar. Di tengah-tengah orang korupsi, curang, kejam, tamak, mana mungkin kita bisa hidup dengan benar dan keberkatan. Tetapi kalau kita dipimpin Roh, Roh Tuhan akan memberi karunia2 Roh dan buah Roh dalam kerjasama ini, sehingga kita tetap suci, dan bagian kita, kita peroleh dengan adil bahkan dengan limpah dalam kebenaran. Apalagi kalau kita bisa dipercayai uang (jadi kaya makin rohani, tidak makin banyak dosanya dan bisa memakai dengan baik sebagai bendahara Tuhan) maka Tuhan bisa melimpahkan berkatnya makin bertambah-tambah, asalkan hidup kita tetap sebagai imam-imam dan hamba-hamba Allah yang suci dan terus dipimpin Roh bukan dipimpin kedagingan!
DAN DALAM KEMULIAANNYA ENGKAU AKAN BER-MEGAH2 SENDIRI.
Kalau sembarangan kerja dengan orang kuat, orang besar, apalagi yang curang, kita bisa merana dan rugi besar. Tetapi kalau kita bekerja sebagai imam-imam dan hamba-hamba Allah, terus dipimpin Roh, justru dalam kemuliaan mereka (orang-orang besar ini) kita justru bisa ber-megah2 sendiri, sebab Allah yang menyertai kita dengan hikmat, kuasa dan pimpinanNya yang sangat kuat. Kita tidak perlu takut orang-orang besar ini berbalik jadi sangat jahat atau curang (tetap harus hati2 dan cerdik Mat 10:16), sebab Tuhan menyertai kita dengan luar biasa, sehingga kita bisa menghadapi mereka dengan kuasa Allah yang limpah, dan tetap bisa bertahan bahkan ber-megah2 dengan kemenangan dan hasil yang kita dapat, sebab Tuhan beserta  kita.
KESIMPULAN.
Janji Tuhan jelas asal kita memenuhi syarat2nya hidup sebagai imam Tuhan dan hamba-hamba Allah yang selalu dipimpin Roh. Sebab itu kita harus betul-betul tumbuh dan bisa hidup berkenan pada Tuhan sebagai imam-imam dan hambaNya dan terus dipimpin Roh sekalipun hari-hari ini makin jahat dan makin suci, janji Tuhan pasti digenapkan, kecuali dalam zaman Antikris. Kita pasti menang, lebih-lebih kalau kita ikut dalam puncak penamatan rencana Allah dalam Minggu ke-70 Daniel.
Nyanyian: Berachah no 711.
Sungguh kurasa kekuatanMu