M3659 – Matius 6:26-27 Allah Memelihara Anak-AnakNya

MATIUS 6:26-27. ALLAH MEMELIHARA ANAK-ANAKNYA.
Orang2 dengan tekun memberi makan ayam atau burungnya, apalagi anak2nya pasti dipelihara lebih dari ternak. Juga Allah memelihara anak2Nya lebih daripada burung di udara. Jangan ragu2 akan perjanjian Tuhan untuk nafkah kita, asal kitamemegang (taat akan) Firman Tuhan dengan betul. Jadilah anak Bapa Surga yang benar dan percayalah Tuhan akan memelihara kita. Jangan ragu2, maka kita akan mendapat pemeliharaan Bapa kita. Percayalah! Orang yang percaya akan tahan, tidak mudah tawar hati, terus bekerja dengan percaya akan Tuhan, bahwa Tuhan akan memberkati kita cukup! Tetapi sebaliknya bekerjalah juga dengan jujur, rajin, bertanggungjawab dan dengan cerdik (jangan bodoh! Mat 10:16), maka soal nafkah tidak akan sulit, sebab Tuhan yang maha kuasa berjanji dan sanggup memelihara kita.
CARA BEKERJA MENCARI NAFKAH:
I. DOA DALAM ROH DAN KEBENARAN. Yoh 4:23-24.
Tekun berdoa dalam Roh dan hidup benar, ini memelihara hubungan kita dengan Tuhan dan ini menjadi sumber dari kehidupan, kekuatan rohani dan berkat yang kita terima.
Peperangan dalam segi apa saja bisa dikalahkan dengan doa orang benar Yak 5:16, kalau perlu ditambah dengan puasa Mat 17:21. Jangan berhenti berdoa dengan betul, di Gereja dan di rumah terus menerus. (Jangan lupa, waktu macet di jalan cukup lama, pakailah terus untuk berdoa dalam Roh dan kebenaran).
II. DIPIMPIN ROH.
Bukan hanya dalam segi rohani, tetapi juga dalam segi2 jasmani, kita perlu terus dipimpin Roh, sebab ini kunci sukses dan kemenangan dari Allah kita. Apalagi kalau bekerja sendiri, resikonya besar, bisa untung, bisa buntung (rugi). Dalam berdoa kita bisa ber-tanya2 pada Tuhan dan Tuhan pasti bisa memimpin kita untuk bisnis dengan untung sebab Dia maha tahu dan maha kuasa, Dia juga bisa membuat sikon berubah. Juga bagi pegawai2!
Tergantung dari kita bisa diberkati seberapa, sesuai kemampuan kita “menanggung beban harta”, Tuhan bisa memberi nafkah yang cukup dengan memberikan pimpinan yang tepat. Misalnya Yakub ditipu Laban 10x, tetapi kalau Tuhan mau memberkati Yakub, dia tetap keberkatan. Tuhan bisa memindahkan harta dari dunia (dengan adil) kepada orang2 beriman Yes 60:5; 61:5-6, Pkh 2:26. Jadi Tuhan bisa memberi pimpinan untuk mendapatuntung berapa saja, sesuai dengan kemampuan kita “menanggung beban harta”. Seperti Yusuf yang bisa menanggung beban harta yang sangat besar, untuk melakukan rencana Allah, maka Tuhan memberikan harta yang sangat banyak dalam tangannya sehingga oleh Yusuf, satu keluarga Yakub berubah menjadi satu bangsa Israel yang besar (kurang lebih 2 juta orang).
Sebab itu untuk mendapatkan untung kecil atau besar, selalu mintalah pimpinan Roh Kudus dan taati baik2 sampai berhasil. Ini juga  sekaligus membuat kita mahir hidup dipimpin Roh. Selain keuntungan dalam hal nafkah, lebih2 dalam hal2 rohani kalau kita mahir dipimpin Roh kita bisa tetap hidup suci, mengalahkan segala pencobaan dan godaan daging, dunia, iblis dll dan terus melakukan kehendak Allah sesuai dengan pimpinan Roh Mat 7:21.
Seperti perang, Tuhanlah yang menentukan siapa yang menang dan kalah, bukan perlengkapan senjata dan besarnya tentara yang menentukan. Misalnya Firaun mengejar Israel yang sudah keluar dari Mesir, dengan tentara yang besar dengan 600 rata perang, pasti semua Israel akan habis dibantai, tetapi Tuhan menentukan lain, satu orangpun tidak ada yang kena dan seluruh tentaraMesir mati tanpa ada satupun yang luput, semuabinasa dikubur dalam laut Merah. Kel 14. Begitu juga waktu Asa berperang dengan 1 juta tentara orang Kusyi dipimpin raja Zerah, Tuhan dengan mudah menyerahkan mereka dalam tangan Asa 2Raj 14:9-11. Dalam semua peperangan dengan umat Tuhan, Tuhan yang menentukan siapa yang menang.
Juga dalam pekerjaan dan perdagangan. Sebab itu hubungan kita dengan Tuhan harus baik dan benar, dan kita harus punya kemampuan menanggung uang dengan baik, maka Tuhan akan memberkati kita sesuai dengan kemampuan keuangan kita.
HARUS DIPERHATIKAN APA ARTINYA DIPIMPIN ROH, supaya jangan pengertian kita salah, yaitu:
1. Hidup dalam kesucian dan melakukan kehendak Allah, sesuai dengan Firman Tuhan. Suci di hadapan Allah, itu dalam 6 dimensi (“MAK”, lihat buku 7 kebutuhan pokok rohani, dari Penerbit Bukit Zaitun).
2. Tidak mencatut nama Tuhan bahwa ia dipimpin Roh. Kadang2 karena hatinya tamak lalu mulutnya yakin, ia mengakui bahwa iadipimpin Roh. Orang ini akan gagal, sebab ia dipimpin daging (ingin akan uang) bukan dipimpin Roh. Cukup banyak orang mencatut nama Tuhan untuk membungkus keinginan dagingnya.
3. Lebih dari logis. Tuhan memberi kita otak dan daya pikir yang besar. Orang yang dipimpin Roh bukan berarti bertindak ngawur, kadang2 dengan alasan: “dengan iman”. Kita harus tetap berpikir, misalnya membangun rumah, apalagi rumah bertingkat, harus ada perhitungan yang bisa dipertanggungjawabkan, atau mengobati orang, jangan ngawur, harus memakai ilmu dan pengalaman yang dimiliki, dst. Tetapi dipimpin Roh itu lebih dari logis, bukan membuang logika. Memang kadang2 tidak masuk akal, tetapi kalau betul2 kita yakin itu dari Roh Kudus, baru kita lakukan sesuai pimpinan Roh Kudus tetapi itu bukan berarti ngawur!
4. Tidak mencobai Tuhan Mat 4:7. Misalnya kalau hendak bekerja dalam kayu atau kodok atau bangunan, kita juga harus mengerti tentang hal2 itu. Logika harus dipakai. Jangan mencobai Allah, ngawur saja, asal berdoa dan dipimpin Roh, nanti celaka, jangan menyalahkan Tuhan. Ini seperti orang menyeberang jalan yang ramai, hanya dalam nama Tuhan Yesus tetapi tidak mau menoleh ke kanan kiri, akibatnya tertabrak, sebab mencobai Tuhan. Harus pakai logika dan mencari pimpinan Roh (lebih2 pada akhir zaman, Minggu ke-70 Daniel, tanpa pimpinan Roh tidak bisa survive sebab dunia terlalu jahat). Tetapi jangan sebaliknya bergantung pada kekuatan atau akal se-mata2, tetapi harap Tuhan dan minta peneguhan dari Roh Kudus.
5. Menabur bukan mancing. Jangan bilang menabur tetapi mancing, bisa kecewa. Orang mancing dengan harapan dapat ikan besar dan sukacita sebab mengharapkan perhitungannya berhasil; tetapi orang menabur itu dengan ber-linang2 air mata, sebab ini suatu pengorbanan karena cinta dan taat akan Tuhan dan tidak mengharap apa2 dari Tuhan Maz 116:5-6. Kalau tidak dapat apa2 ia tetap bersyukur, sebab ia memberi persembahan karena cinta dan taat kepada Tuhan. Tuhan tetap punya peraturan Tabur- tuai, dan pasti akan digenapi, tetapi kadang2 “ditunda”, kadang2 cukup lama, sesuai dengan perhitungan Tuhan yang adil! (Misalnya hadiah Mordechai ditunda, tetapi justru menyelamatkan nyawanya Est 6:1-2). Orang yang menabur tetap percaya akan Firman Tuhan tentang tabur-tuai, tetap penaburannya itu adalahkorban karena cinta, bukan umpan untuk mancing.
Perbedaan korban dan mancing ialah
korban itu dengan tulus dan hidup yang suci, tetapi mancing itu karena cinta uang (sembah mammon). Korban dengan dosa, cinta uang dll, ditolak Tuhan Yes 1:13-17 itu mancing (sebab itu menabur karena korban dengan hati yang suci itu dengan ber-linang2 air mata, sebab korban, dipersembahkan kepada Tuhan; tetapi kalau mancing tidak menangis, bukan korban, sebab justru harap untung besar). Bawalah persembahan sebagai korban, bukan sebagai umpan mancing, Tuhan tidak berkenan.
III. DENGAN IMAN.
Kalau hidup kita betul di hadapan Tuhan, pasti Tuhan di pihak kita Rom 8:31, mendengar doa kita 1Pet 3:12, memimpin kita dan menumbuhkan iman kita untuk bisa mengambil berkat Tuhan. Sebab kita mengambil berkat Tuhan itu harus dengan iman; Kita menerima sesuai dengan iman kita Mat 8:13. Sebab itu kerjakanlah pekerjaan itu dengan iman (sesudah yakin dipimpin Roh, sesuai dengan kehendak Tuhan), maka kita akan mendapatkan hasilnya. Kalau ada iman, bisa bersyukur sebelum terjadi, bahkan sekalipun rugi, tetap percaya, sebab Tuhan tidak pernah gagal atau membatalkan janjiNya (kecuali oleh pihak kita). Orang yang punya iman akan bekerja dengan bergairah, rajin, semangat, tidak akan putus asa, sebab Tuhan pasti sanggup menolongnya (tetapi juga tidak ngawur, jangan minta rokoknya atau undiannya diberkati dll). Kalau imannya goncang, berdoa lagi (dalam Roh dan kebenaran), kalau perlu minta nasehat pada pemimpin yang dipimpin Roh.
IV. CARA KERJA.
Kita tidak boleh harap Tuhan lalu cara kerjanya ngawur atau seenaknya, juga bekerja pada orang, harus disiplin, jujur, patuh akan kebijaksanaan pimpinan (boleh saran tetapi tetap patuh pada kehendak pimpinan) rapi, bertanggungjawab, tidak mudah putus asa dst. Jangan berontak meskipun peraturan atau keputusan pimpinan dalam pekerjaan tidak betul. Jangan menghasut, boleh saran (kalau diizinkan) dan berdoalah minta pimpinan Tuhan sebab Dia tahu apa yang terbaik yang harus kita lakukan. Kadang2 Tuhan izinkan kita masuk dalam ketidakadilan atau difitnah, dipojokkan dll. Kalau Tuhan tidak mengizinkan keluar dari pekerjaan, jangan keluar (seperti Daniel) tetapi terus berdoa dalam Roh dan kebenaran (jangan terpancing untuk bereaksi dosa) dan minta pimpinan Roh Kudus untuk melakukan kehendakNya.
Juga dalam pekerjaan sekuler, rohani kita bisa tumbuh, kalau kita tingal tetap dalam kesucian dan terus dipimpin Roh, bereaksi dengan tabiat yang baru. Biarlah kesaksian hidup kita yang benar dalam bekerja mengatubkan mulut orang2 yang menfitnah dan memboikot Maz 101:5; 107:42. Asal kita terus dipimpin Roh, di pihak Tuhan (hidup benar) Tuhan akan menjaga dan memelihara kita tetap aman (tetapi kita juga harus cerdik Mat 10:16) seperti Daniel yang diboikot dan dijerat semua teman sekerjanya, tetapi Tuhan melepaskannya dan mengangkatnya tinggi2. Juga status kita harus tetap di pihak Tuhan, berkenan kepadaNya.
V. BERTUMBUH DALAM TUBUH KRISTUS.
Kita tidak sendirian, kita ini anggota tubuh Kristus, satu beranggotakan yang lain dalam tubuh Kristus (lokal). Sebab itu hubungan ini harus dipelihara baik2 dalam kesucian dan kasih Kristus 1Yoh 1:7 (ada pengampunan, kalau tidak, pecah). Kasih itu juga tidak merugikan. Jangan rahasia perusahaan dibuka, sebab dalam Gereja juga ada setan masuk dalam orang2 tertentu. Kita harus cerdik, juga pimpinan harus cerdik dan tetap tulus dipimpin Roh.
Tetapi kita memerlukan satu sama lain. Putra manusia Yesus membutuhkan bantuan doa dari murid2Nya yang belum cukup matang (Petrus, Yakub, Yohanes, tidak bisa berdoa, tidur). Mat 26:40.Tuhan masih bisa memakai orang2 lemah ini jadi penolong kalau perlu. Belajar saling tolong menolong dengan tulus, juga dalam nafkah. Nasehat, dukungan doa dan pelayanan dengan karunia Roh akan banyak menolong, juga untuk saling menasehati dengan tulus dalam nafkah. Lebih2 dalam Minggu ke-70 Daniel, persekutuan tubuh Kristus itu mutlak perlu, sebab tanpa persekutuan tubuh Kristus yang betul, tidak bisa bertahan (survive) sebab dosa dan kejahatan sangat hebat; juga kalautidak bisa bersatu, rohani tidak bisa tahan dan tidak bisa jadi sempurna Yoh 17:21-23. Peliharalah persekutuan dalam Tuhan ini baik2 dan tumbuhkan, sebab ini bisa menjadi pertolongan yang besar.
Dalam urusan bisnis dengan saudara2 seiman, jangan sembarangan. Tubuh Kristus itu di atas hukum bisnis, bukan membuang hukum2 bisnis. Sebab itu peraturan2 bisnis yang lazim harus tetap diperhatikan, misalnya perjanjian2 bisnis (sekalipun diantara saudara2 seiman) jangan hanya lisan, tetapi harus tertulis; kalau yang seharusnya dengan akta notaris, itu juga harus dikerjakan, kalau perlu juga dengan saksi2. Jangan dalam celah2 bisnis ini, setan masuk dan timbul perpecahan dalam bisnis dan juga perpecahan dalam tubuh Kristus.
Jadi peraturan2 bisnis yang biasa tetap harus dijalankan. Kalau memang tulus, tidak ada pihak yang keberatan untuk menjalankan peraturan2 bisnis kecuali punya maksud jahat. Apalagi soal hutang piutang bisnis harus dengan peraturan bisnis yang baik. (Untuk hutang bagi kebutuhan se-hari2 jangan berhutang tetapi dengan pemberian kasih sesuai dengan kemampuan dan kerelaan, bukan dengan paksaan Rom 12:8).
VI. BACK UP ROHANI YANG KUAT.
Iman dan ibadah bukan alat untuk cari berkat. Ini prinsip yang terbalik, pada saatnya akanmengecewakan orangnya. Justru nomer 1 kerajaan Surga dan kebenaranNya, maka kebutuhan hidup dan ibadah/ pelayanan ditambahkan Tuhan sebagai fasilitas untuk hidup Mat 6:33. Ini prinsip yang betul, sebab Tuhan tidak mau memberi berkat jasmani tanpa yang rohani, ingat Mat 16:26. Tuhan tidak ingin menyesatkan orang2 beriman yang bodoh tetapi ingin menyelamatkan untuk kekal. Mat 6:33 itu seperti gunung es, kerajaan Surga yang tidak tampak itu ada di bawah air, berkat untuk hidup yang fana ada di atas air, kelihatan, tetapi ini adalah tambahan dari yang tidak kelihatan.
Perhatikan:
1. Hidup rohani yang baik, suci, dipimpin Roh (dalam Ruangan Suci), terus lekat pada pokok yang benar Yoh 15:5.
2. Kemampuan “menanggung beban harta” yang baik, sehingga tidak menjadi dosa atau merugikan rohaninya, maka kita bisa menerima berkat Tuhan limpah sesuai kemampuan kita.
3. Selalu sadar dan mengakui bahwa semua dari Tuhan, jangan salah pakai seperti Hos 2:7. Juga harus tetap rendah hati dan takut akan Tuhan, jangan menyombongkan diri di hadapan Allah, bisa direndahkan dan dilawan Allah 1Pet 5:5.
 
VII. MENJADI TERANG DALAM PEKERJAAN.
Kita harus menjadi terang dunia di mana2, juga dalam pekerjaan kita. Sebab itu jangan lupa bersaksi dan kalau perlu juga doakan, dengan tanda2 dan mujizat Mrk 16:17-20.Semua harus dilakukan dengan tulus, bukan untuk mencari untung. Biasanya lebih baik, sesudah semua urusan dagang/ pekerjaan selesai, baru kita membicarakan kabar baik tentang Tuhan Yesus. Mengapa setiap orang beriman harus menjadi terang yang bersinar?
Kalau pelita kita padam itu seperti ligabo (lima gadis bodoh) yang ditolak dan tidak ikut pengangkatan.
Orang yang padam pelitanya itu berarti:
1. Tuhan Yesus tidak ada di dalamnya.
2. Tidak melakukan kehendak Tuhan dalam dirinya Mat 7:21 yaitu mengasihi orang2 di sekitarnya, ada belas kasihan untuk keselamatan jiwanya Luk 10:27, Mat 9:13.
3. Malas, lalai dan ini jahat di hadapan Tuhan Mat 25:26, ditolak dari Surga.
4. Hidup dalam dosa sehingga pelitanya padam Luk 11:33. Pelita hanya bisa bersinar terang kalau ada hubungan dengan Tuhan. Dosa memadamkan pelita dan tidak boleh masuk Surga Wah 21:27.
5. Karena kesibukan se-hari2 istimewa karena nafkah sehinga tidak bisa menjadi terang (gantang). Cari dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka kita akan menjadi terang dan nafkah bisa dicukupi oleh Tuhan.
Sebaliknya kalau kita menjadi terang dengan tulus, suci dan berkenan pada Tuhan, maka:
1). Rohani kita akan tumbuh 2Tim 2:21-24.
2). Jiwa2 yang kita menangkan akan menjadi pengharapan, kesukaan dan mahkota kita di hadirat Tuhan 1Tes 2:19.
3). Tubuh Kristus akan makin kuat dan makin berkembang menyegerakan hari kedatangan Tuhan.
4). Mengalami rencana Allah yang indah2 1Kor 2:9.
Kalau kita menjadi terang, itu pekerjaan yang indah, sebab itu akan bersambung dengan hal2 yang indah dalam rencana Allah. Orang yang menjadi terang itu ada dalam ril (jalan) Tuhan, sebab itu kalau kita terus ada dalam rencana Allah, pasti ada sambungannya hal2 yang indah dari Tuhan.
Kalau Daud tidak berperang dengan Goliat, maka tidak ada sambungan yang indah2 sampai dalam istana. Kalau Petrus dan murid2 lain tidak menjadi murid2 Tuhan, maka sambungan hidup yang indah itu tidak dialaminya. Sebab itu taatlah menjadi terang dunia, tetap dalam jalan Allah maka sambungan yang indah2 sesuai rencana Allah akan kita alami, bahkan itu bersambung terus sampai dalam Surga.
5. Dan lain2 berkat rohani dan jasmani.
Sebab itu dimana saja, juga dalam pekerjaan, kita harus menjadi terang yang bersinar, menyelamatkan jiwa2.
KESIMPULAN.
Orang2 beriman yang sungguh2 beribadah dengan betul, tidak perlu kuatir tentang nafkah, sebab ini sudah termasuk dalam pemeliharaan Tuhan. Orang yang taat akan Firman Tuhan tentunya juga akan taat bekerja dengan baik seperti kepada Tuhan Ef 6:5 (juga kalau bekerja sendiri) dengan jujur, rajin, bertanggungjawab dan dengan cerdik. Tuhan pasti memberi semua fasilitas hidup selagi hidup di dunia dengan cukup, supaya bisa tumbuh se-tinggi2nya.
Tuhan memberi sesuai dengan kemampuan kita dalam menanggung beban harta/ uang, sehingga tidak mengurangi atau mempersulit masuk Surga Mat 19:23. Tuhan sanggup memberi fasilitas yang fana ini berapa saja sesuai dengan kemampuan kita seperti Yusuf, Ayub, Abraham, Daud dll, sebab itu belajar makin mahir berjalan dalam Roh dengan betul, maka hidup di dunia ini menjadi kesempatan emas untuk tumbuh se-tinggi2nya di hadapan Tuhan dan Tuhan akan menyediakan semua fasilitas yang kita perlukan (dan itu menentukan tingkat kemuliaan kita untuk kekal) sambil berpada dalam keadaan keuangan yang manapun, miskin atau kaya.
Nyanyian: Tabernakel Glory no. 146.
Peganglah FirmanNya 2x
Firman Allah tidak berubah.