M3658 – Lukas 10:21 , Roma 14:17 Sukacita Illahi

Dunia tidak pernah berhenti dari mengusahakan macam2 kesukaan atau rekreasi, kadang2 itu menjadi jerat, sebab itu kita harus hati2. Pada akhir tahun atau libur, dunia ramai menjajakan segala macam kesukaan yang duniawi dan yang netral.
I. SUMBER KESUKAAN.
Ada dua sumber kesukaan dalam dunia ini yaitu dari Tuhan dan dari iblis. Dari luar hampir sama, tetapi prinsipnya sangat bertentangan.
1. Allah itu kasih 1Yoh 4:8, Ia ingin semua orang selamat dan bahagia, bersukacita. Ini kehendak Allah untuk semua orang 2Pet 3:9.
2. Iblis itu pembunuh Yoh 8:44. Tetapi bentuk dan macam kesukaan yang ditawarkan jauh lebih banyak dan menggiurkan, se-olah2 dia sama baiknya seperti Tuhan. Tetapi sesunguhnya iblis itu pembunuh, ingin semua manusia binasa dalam neraka seperti dirinya sendiri, sebab benci; ia senang dan puas kalau manusia binasa.
II. PERBEDAAN SUKACITA ILAHI DAN DAGING.
Perbedaan Allah dan iblis, itu adalah kasih dan benci, suci dan dosa, selamat dan binasa dan akhirnya semua kekal.
Kesukaan padang2 Kanaan itu kesukaan Abraham, sukacita ilahi. Tetapi kesukaan Sodom Gomora itu kesukaan Lot, sukacita dunia dan satanik. Kesukaan ilahi itu sukacita dalam Roh, dalam kesucian Rom 14:17, dari Tuhan Neh 8:11. Tetapi sukacita iblis itu kesukaan dosa yang sesaat saja Ibr 11:25 dan segala macam dosa, akhirnya maut.
Rahasianya.
Iblis itu pembunuh (ini yang betul) tetapi selalu menawarkan sukacita. Kalau terang2an menawarkan kematian dan Neraka, tidak seorangpun mau. Jadi sukacita dari iblis itu palsu, umpan untuk bisa menyeret manusia dalam kebinasaan dan neraka kekal. Juga manusia lebih suka dan lebih mudah melahap sukacita iblis/ duniawi (meskipun itu umpan neraka) sebab ia suka gelap Yoh 3:19, sehingga itu cocok, pas dengan kehendak hatinya (dagingnya)dan hampir semua orang (termasuk orang beriman yang bodoh dan lemah) menjadi korban tipu daya iblis.
Kesukaan ilahi itu suci, sebab itu orang dosa tidak suka, sebab suci bagi orang dosa itu siksaan, bukan sukacita. Hanya orang lahir baru bisa menikmati kesukaan Tuhan dalam kesucian. Tetapi orang baru juga mudah tergoda oleh umpan iblis yang manis, apalagi kalau bodoh dan hidup menurut daging, bukan menurut Roh (Rom 8:1 KJI) akan mudah terseret dalam kesukaan dosa, daging dan duniawi. Kesukaan dari Tuhan itu dimulai dengan salib, mematikan daging, baru bertemu dan mendapatkan kesukaan yang sejati. Mat 11:28-30, sebab itu orang dosa dan orang beriman yang tidak mau berjalan dalam Roh (mematikan daging, salib) tidak suka dan tidak mau sukacita ilahi.
Perhatikan, orang dosa dan orang dunia bisa merasakan suasana kesukaan dalam Roh untuk sesaat, tetapi kalau ia pulang dan tetap hidup dalam daging, kesukaan itu hilang Yoh 5:35. Orang2 Yahudi bisa bersukacita dan menikmati pelayanan Yohanes pembaptis yang penuh dengan urapan Roh Kudus, mereka bersukacita di dalamnya. Tuhan ingin orang2 ini bertobat, disucikan supaya bisa tetap merasakan kesukaan dari Tuhan seperti perempuan Samaria Yoh 4:13,14, sebab itu harus bertobat sungguh2.
Kalau seorang hidup dalam kesukaan ilahi, lalu berdosa, hatinya gelisah, sejahtera hilang dan sukacita itu juga hilang. Tetapi kalau orang beriman mau pikul salib, mau menderita dalam daging 1Pet 4:1, ia bisa menolak dosa, tetap hidup suci, maka sukacita itu tetap bahkan bertambah, sebab ia menang atas dosa, itu indah. Sukacita ilahi itu kuat dan bisa tahan, sekalipun dalam penderitaan yang berat, tetap ada sukacita Mat 5:10-12, Luk 6:22,23.
Sukacita dosa, daging, dunia, iblis itu palsu, itu umpan untuk menarik lebih lanjut dalam dosa lalu akhirnya ke dalam Neraka. Sukacita dosa atau jalan lebar ini hanya sebentar2 Yoh 4:13, sebab ia akan segerahaus lagi, bahkan dalam tertawapun hatinya sakit dan menderita Ams 14:12-13, sebab rohnya (mengerti atau tidak) tidak mendapat sejahtera dalam jalan dosa Rom 3:17 dan penuh gelisah dan ketakutan.
Manusia itu mencari kesukaan, tetapi dengan menikmatikesukaan dosa, ia justru makan umpan, segera ia akan terikat dosa dan jadi hambanya untuk diseret lebih lanjut dalam dosa dan kebinasaannya.
Injil itu sesungguhnya adalah berita kesukaan Luk 4:18, Kis 8:25; 10:36; 11:20 dll. Tetapi memang caranya itu harus mau bertobat, yaitu mematikan daging, ini jalan salib, mau diampuni dandisucikan, baru sukacita itu mau tinggal tetap dalam hati dan hidupnya. Orang yang tidak mau bertobat, tidak bisa menikmatinya terus menerus, hanya sesaat. Sebab itu beberapa orang/ Gereja, untuk bisa mendapatkan lebih banyak jiwa, menyediakan sukacita yang bisa dinikmati orang berdosa yang belum mau bertobat. Sebetulnya cukup dengan sukacita Yohanes pembaptis Yoh 5:35 tetapi itu memang kurang memikat. Lalu Gereja2 mulai menyediakan macam2 daya tarik netral dan sedikit2 duniawi misalnya hadiah, makan minum, tari2an apalagi yang eksotik dan sexy, tontonan yang menarik, nyanyian musik, kemewahan, pengobatan, pendidikan, macam2 bantuan, usaha2 sosial dll yang bisa langsung dinikmati tanpa bertobat.
Anggota2 yang terbeban yang membuat badan2 atau yayasan2 untuk maksud2 seperti ini, asal tulus itu baik dan Gereja bisa mendukungnya (asal tidak ada dosa). Tetapi pelayanan tubuh Kristus itu pelayanan rohani untuk memberitakan kabar baik supaya orang berdosa mau percaya pada Tuhan Yesus, bertobat, ditolong Tuhan dst.
Misalnya Zakheus dapat sukacita yang besar karena bertobat Luk 19:9. Sida2 Habsy pulang dengan sukacita sepanjang jalan karena menerima Injil dari Pilipus Kis 8:39. Juga jemaat bersukacita sebab orang lumpuh berjalan Kis 3:8-9. Sukacita sebab Firman Tuhan 1Tes 1:6, Maz 119:174, Kis 13:48; 17:11. Ini beberapa contoh sukacita yang besar, kuat dan betul, beban dari Gereja untukmengembangkan Gerja dengan betul. Yang seharusnya limpah dalam Gereja kita, bukan kesukaan yang tercampur sukacita duniawi apalagi yang dosa. Kita mengharapkan pekerjaan Roh Kudus dan Firman Tuhan ber-tambah2 sehingga Gereja tumbuh dalam rencana Allah sesuai dengan rencana kesatanganNya.
III. TIGA MACAM SUKACITA YANG KITA HADAPI.
Dalam dunia sekarang ada tiga jenis sukacita yaitu: 1. Suci, 2. Netral, 3. Dosa.
Masih banyak yang netral, tetapi biasanya bisa dicampur dengan perkara2 dosa. Biasanya semua perkara2 dosa ada akibatnya, tetapi seringkali hanya dianggap resiko yang lumrah, seperti kematian narkoba, minuman keras, penyakit2 kelamin, AIDS dll termasuk Hepatitis. Belum lagi kehancuran rumah tangga, perceraian, kebobrokan moral, kebencian, perkelahian, pembunuhan, korupsi, penipuan dll.
Sukacita yang netral bisa dipakai semua orang, tetapi jangan mengarah kepada dosa, kesukaan jalan lebar. Kalau orang beriman mencari atau mengambil sukacita dosa, ini sukacita jalan lebar. Sukacita orang dosa itu tidak ada batasnya, apalagi kalau dalam tempat2 sembunyi. Pokoknya sukacita, semua dinikmati, misalnya sukacita minuman keras, (sampai banyak yang mati karena oplosan zat2 racun seperti Metanol dll), narkoba, kesukaan uang (judi, korupsi dll), kemewahan, percabulan, perzinaan, keinginan mata, occultisme, tontonan2 yang bercampur atau berlanjut dengan ber-macam2 kesukaan dosa.
Seharusnya kita tetap dalam sukacita yang suci; yang netral masih boleh tetapi jangan mengarah pada yang dosa, sekalipun netral tetap mengarah pada yang suci, ini kesukaan jalan sempit.
Sebab itu kita harus bisa membedakannya. Untuk bisa membedakan mana kesukaan jalan lebar dan sempit, itu juga tergantung dari tingkat rohani orangnya. Pendapat orang Halaman dan orang Ruangan Suci bisa berbeda banyak. Orang Kristen Halaman menganggap rokok, bertuhankan perut, undian, tinju, benci, iri, film2 duniawi, internet dan macam2 keduniawian itu masih netral, tetapi orang2 yang dipimpin Roh menghindari dan menolaknya. Sebab definisi praktis dosa bagi orang Halaman dan orang yang dipimpin Roh itu berbeda, juga disebabkan karena tidak mengerti. Misalnya bagi orang yang mengerti Firman Tuhan,benci itu sudah dosa pembunuhan 1Yoh 3:15, juga berzina dalam pikiran itu sudah zina Mat 5:28, Ams 22:7, tidak senang, jengkel, tidak mengampuni, tersinggung dll semua itu sudah dosa; tetapi untuk yang lain, kalau belum diperbuat, belum dianggap dosa, sebab itu ukuran netral, jalan lebar dan sempit itu seringkali tidak sama untuk semua orang Kristen.
Sebab itu orang mau hidup suci, mau pikul salib, dipimpin Roh, terus lekat pada pokok yang benar dan menerima terus menerus 7 Kebutuhan Pokok Rohani, pasti lebih peka dan tahu dengan tepat perbedaan kesukaan jalan lebar dan jalan sempit. Tetapi bagi orang2 yang jatuh bangun dalam dosa, yang minum anggur lama Luk 5:39, tetap ingin perkara2 dunia, akan tidak peduli dan tidak mau membedakannya. Bahkan kesukaan yang nyata2 berdosapun tidak bisa dihindari, sebab tidak bisa menyangkal diri, sehingga ditarik daging untuk melakukan segala macam dosa untuk bisa mendapatkan kesukaan dosa. Apalagi kalau lemah tidak ada 7 Kebutuhan Pokok Rohani. Sebab itu yang mau hidup suci, mau memusakai kerajaan Surga (Mat 7:21,23) harus mau menyangkal diri, bertobat sungguh2 dan tetap hidup baru.
Kita bisa membedakan kesukaan jalan sempit dan jalan lebar, sbb:
1. Sesuai dengan Firman Tuhan atau tidak. Ukuran kita selalu adalah Firman Tuhan Maz 119:105. Kalau jelas2 dilarang Firman Tuhan, jangan disentuh, apalagi diambil; nanti jadi dosa dan tergelincir. 2Kor 6:17-18. Jangan takut atau berkecil hati kalau dianggap ekstrem, sebab orang2 yang memelihara kesuciannya akan masuk dalam pengangkatan, bisa tahan dalam dosa dan kejahatan akhir zaman.
Yang tidak bersedia, main2, setengah hati,akan jatuh, sebagian mati dalam dosa, atau tertinggal, bahkan bisa terseret sampai Neraka!
Ber-jaga2lah, jangan sampai sudah mengerti, lalu tertinggal dan masuk Neraka. Kalau kurang jelas, tanyakan pada pemimpin dan gembala, bisa juga langsung telepon ke Gereja. Minta pimpinan Roh Kudus, sebab Dia sanggup meyakinkan kita mana yang benar Yoh 16:13, 1Yoh 2:20,27.
2. Bisa berpada dengan kesukaan yang netral. Bisa berpada itu sangat mempengaruhi penilaian dan pendapat kita, sehingga hal inipenting untuk bisa membedakannya. Sebab seharusnya kita punya sumber sukacita sendiri Yoh 4:14; 7:38. (Juga suami istri harus hidup dalam kesucian. Nikah supaya suaminya atau istrinya bisa menjadi kesukaannya, bukan orang lain Ams 5:14. Kalau ada kesukaran, mintalah nasehat dari gembala2 kecil atau pemimpin2 yang lain. Pil 2:1, Ibr 3:13).
Kalau kita punya sumber sukacita yaitu Roh Kudus, lekat pada pokok yang benar dalam kesucian (ada 7 KPR), maka kesukaan2 yang mahalitu hanya sebagai kesukaan tambahan, boleh ada, boleh tidak ada, tidak menjadi masalah. Apalagi kalau kesukaan itu cenderung pada dosa dan jalan lebar harus dibuang dengan tegas. Orang yang ingin kesukaan dosa seperti Lot, tidak mau dan tidak bisa membuangnya dan itu sudah dosa, menceraikanya dari persekutuan dengan Tuhan. Kalau kita mempunyai sumber kesukaan dari Tuhan, kita akan mudah bisa mengenalinya dan membuangnya! Kalau kita bisa menolaknya, maka kesukaan2 dunia yang netral, itu tidak akan sampaimenjadi ikatan atau berhala. Misalnya catur, olah raga, makan minum, kemewahan dll.
3. Bisa menebus waktu Ef 5:17 KJI. Bisa memakai waktu dengan baik itu menentukan tingkat rohani dan kemajuan kita, sebab tidak mungkin rohani bisa tumbuh tanpa waktu. Waktu itu sangat penting, lebih2 kita ini hanya hidup satu kali dan waktu kita sangat terbatas. Kalau kita bisa menebus waktu untuk hal2 rohani, maka rohani kita akan meningkat dan tumbuh lebih cepat. Kalau dengan tulus kita berusaha menebus waktu maka Roh Kudus akan tahu dan akan menolong kita sebab Roh Kudus, Penolong ilahi dan pribadi kita itu sangat setuju dan rindu untuk meningkatkan rohani kita. Sebab itu orang yang sungguh2 mau menebus waktu itu akan berhasil oleh pertolongan Roh Kudus dan menikmati hal2 yang indah dari Tuhan.
Orang yang tidak rindu meningkat, tidak merasa butuh untuk menebus waktu, sebab ia merasa jatah waktu untuk hal2 rohani sudah cukup atau lebih. Tetapi orang yang dipimpin Roh akan merasa butuh untuk menebus waktu untuk mencari perkara2 dari Atas Kol 3:1-3; lebih2 dalam zaman yang jahat ini dan Roh Kudus akan menolongnya dan membuatnya bisa melakukannya dengan efektif. Orang yang hidup dalam dosa itu memboroskan waktunya dengan sia2, dan yang hidup dengan kekuatannya sendiri masih banyak membuang waktu dengan sia2, apalagi kalau kena diperdayakan iblis, habis waktunya untuk yang fana dan sia2. Diajak ngobrol 1 atau 2 jam saja sudah hilang masa teduhnya dan pasti rohaninya jadi lemah. Sekalipun ngobrol arahkan dalam hal2 rohani menurut pimpinan Roh Kudus dan tebus waktu. Kalau kita bisa menebus waktu, apalagi kalau menjadi kebutuhan, maka kita tidak mudah ditarik dan diperdayakan oleh kesukaan jalan lebar.
 
IV. BERSUKACITALAH.
Adalah kehendak Tuhan untuk terus bersukacita dengan limpah Pil 3:1; 4:4, bahkan ini merupakan satu perintah sebab kesukaan Tuhan itu kekuatan kita Neh 8:11. Orang yang tidak punya kesukaan Tuhan, akan mudah tawar hati, sehingga kekuatannya habis Ams 24:10. Sebab itu jangan sampai kehilangan sejahtera dan sukacita, itu jugaberarti keluar dari ril Tuhan Pil 4:7,4. Orang yang normal itu harus selalu punya sejahtera Allah dan sukacita Roh Kudus dalam hatinya, sehingga hidupnya penuh gairah Yoh 2:17, bahkan dalam penderitaan yang beratpun (tidak lebih dari kekuatan, itu dijaga Tuhan 1Kor 10:13) kita masih tetap punya saldo sukacita Yoh 14:26, sebab Tuhan memberi sukacitanya dalam hati kita Yoh 15:11; 17:13. Bahkan kita bisa minta Yoh 16:24 supaya sumber itu bisa mengalir lagi bahkan lebih deras.Roh Kudus yang memberi sumber sukacita dalam hati kita yang bisa terus melimpah seperti sungai air hidup dalam Yez 47. Jangan menggantikan sukacita Tuhan dengan kesukaan jalan lebar atau kesukaan dosa Yer 2:13. Dunia tidak akan bisa menggantikan kesukaan Roh Kudus, itu murni dan jauh lebih kuat dan ajaib. Rom 14:17.
KESIMPULAN.
Kita masih hidup di dunia tetapi sudah duduk di Surga Ef 2:6, sebab itu kita sudah bisa menikmati kesukaan Surga Yoh 4:14, sebagai sumber sukacita kita terus menerus, sehingga tidak tergantung dan tidak membutuhkan sukacita dunia yang netral, hanya sebagai tambahan saja, yang boleh ada, boleh tidak ada (tentu yang dosa harus ditolak).
Jangan waktu kita dihabiskan oleh kesukaan tambahan ini, jangan tertipu oleh iblis, sebab itu banyak berdoa dalam Roh, sehinga sumber sukacita tetap mengalir dan kita bisa mengatur dan menebus waktu kita baik2, maka kita bisa tumbuh dan ber-buah2 terus. Jangan terperdaya oleh iblis dan kaki tangannya, pelihara terus sumber sukacita dari Tuhan Neh 8:11. Jangan lupa kesukaan dari Tuhan itu tidak bisa lepas dari jalan sempit dan kesucian, sebab memang kesucian Tuhan itu amat indah dan mulia. Maz 48:2, Wah 4:8. Bawa orang pada Tuhan, maka ia akan beroleh sukacita dari Tuhan, bukan diberi kesukaan dunia ini. Beri Kristus, bukan beri kesukaan dunia, meskipun hanya yang netral.
Lakukanlah segala perkara dengan kesukaan dari Tuhan, juga penderitaan sebab dengan demikian Roh kemuliaan itu akan datang dan mengurapi kita, sehingga kita dipimpin olehNya dan kalau kita taat, maka segala perkara bahkan yang celakapun akan berubah menjadi kebaikan bagi kita Rom 8:28.
Hidup orang beriman dalam hadirat Tuhan itu penuh sukacita bahkan kekenyangan dengan kepuasan ilahi yang heran Maz 16:11. Kita betul2 bisa hidup dalam suasana Surgawi meskipun diserang oleh banyak kesukaran, problem dan tekanan duniawi, sebab Tuhan beserta kita, itu jawabannya.
Nyanyian:
– Ber-suka2 serta menyanyi.
– Kesukaan dari Tuhan.
– Dunia ini bukan Firdaus.
– Yesus puaskanku.
– Senang selalu senang.