YS166 Yes 39:1-8 Kebodohan Hizkia

YESAYA 39:1-8. KEBODOHAN HIZKIA.
 
YES 39:1. JANGAN MENYIMPANG DARI FIRMAN TUHAN.
 
PADA WAKTU ITU MERODAKH BALADAN PUTRA BALADAN, RAJA BABEL, MENGIRIM SURAT-SURAT DAN HADIAH KEPADA HIZKIA, SEBAB IA MENDENGAR BAHWA IA SAKIT DAN SUDAH SEMBUH.
Rupanya ada hubungan baik antara Hizkia dan Merodakh Baladan. Hubungan dengan orang dunia apalagi kalau akrab itu ada bahayanya. Jangan akrab tanpa batas. Tuhan tidak berkenan. Yus 23:6. Tuhan tidak suka kita bergaul, ber-jinak2an dengan orang berdosa, sekalipun ia baik, akrab, keluarga dengan kita, bahkan dengan orang Kristen yang berdosapun tidak boleh 1Kor 5:9-11. Jangan bersekutu dengan yang jahat, kita harus menyalahkan kesalahan2nya, jangan tinggal diam. Ef 5:11. Tinggal diam itu salah, itu berarti ber-sama2 makan makanannya. Kalau ada orang makan yang beracun, kita harus berkata itu racun, saya tidak mau makananmu itu. Kalau kita tidak bicara, kita berdosa Yak 4:17. Kita harus menggaraminya (dia harus makan makanan kita yang sehat, jangan ber-sama2 makan makanannya yang penuh kedagingan, duniawi, dosa, diencerkan dengan macam2 pikiran dosa dsb). Seringkali karena sikap yang baik, apalagi karena hadiah, orang jadi makin akrab.
Hati2 dengan hadiah, bisa membutakan mata Ul 16:19, Pkh 7:7. Hadiah yang wajar boleh diterima, tetapi kalau tidak wajar, tidak ada alasan yang baik, kita harus hati2 dan harus tahu apa maksudnya apalagi kalau diajak berbuat yang salah, itu suap. Orang baik bisa rusak hati, pikiran, pertimbangannya dll, sebab itu Elisa (disuruh Tuhan) menolak hadiah Naaman meskipun masih masuk akal (ucapan terimakasih). Jangan lupa, hati2 dengan hadiah, apalagi kalau aktif mengharapkan atau mengincar hadiah, pasti rusak.
Kadang2 sikap yang baik itu dilakukan dengan tulus sebab mereka tidak mengerti, seperti raja Mesir terhadap “saudara Abraham” Kej 20:5,6. Sebab itu hargai ketulusan dan sikap yang baik dari orang2 sekitar kita, tetapi keakraban orang beriman itu ada batas2nya Kel 33:16. Jangan ikut dalam dosa orang banyak Kel 23:2, jangan sampai ikut dalam dosa, kedagingan dan keduniawiannya 1Pet 4:4. Seringkali mereka marah sebab maksudnya tulus, baik (sebab mereka tidak mengerti) tetapi kita tidak mau, apalagi kalau menolak dengan sombong atau muka kecut, sebab itu jelaskan dan minta hikmat dan kuasa Allah, tetapi tetap di dalam batas2 yang betul. Seringkali kita harus memilih untuk menyukakan Allah atau manusia Kis 4:19, sebab akibatnya sangat berbeda. Kalau bergaul tanpa batas, akan mudah hanyut dalam dosa2nya, apalagi kalau bergaulnya erat, akrab dan manis seperti Salomo dengan perempuan2 kafir yang cantik; Lebih akrab, lebih cepat dan lebih mudah keluar batas seperti Salomo yang menjadi rusak sama sekali. Salomo adalah orang yang diperkenan Allah dan sangat berhikmat menjadi orang yang paling bodoh dan bejat, sebab bergaul akrab tanpa batas.
Orang yang mau memperkenankan Tuhan (Kol 1:10), akan mau menyangkal diri untuk taat akan Firman Tuhan).
 
YES 39:2. KESALAHAN HIZKIA.
 
MAKA HIZKIA BERSUKACITA AKAN MEREKA DAN MENUNJUKKAN KEPADA MEREKA RUMAH BARANG-BARANG BERHARGA, PERAK, EMAS, DAN REMPAH-REMPAH, MINYAK YANG BERHARGA DAN RUMAH PERSENJATAANNYA, DAN SEMUA YANG TERDAPAT DALAM PERBENDAHARAANNYA, TIDAK ADA BARANG DALAM RUMAHNYA DAN DI DALAM SELURUH DAERAH KEKUASAANNYA YANG TIDAK DITUNJUKKAN HIZKIA KEPADA MEREKA.
Hizkia menunjukkan semua miliknya yaitu berkat Tuhan kepada utusan raja Babel.
Mengapa ini menjadi salah?
1. Ini adalah cara orang dunia seperti raja Ahasyweros yang mempertontonkan semua miliknya dengan pameran dan pesta sampai 6 bulan Est 1:4.
2. Orang2 Parisi memang suka memamerkan semua ibadahnya di hadapan umum Luk 20:46. Biasanya orang memamerkan (langsung atau tidak langsung) itu karena ingin puji dan itu tanda kesombongan, dosa iblis Mat 6:1-2, itu tidak berkenan kepada Tuhan, sebab itu tidak benar.
3. Rahasia iman. Iman itu perlu disaksikan, tetapi bukan dipamerkan dengan cara2 yang salah. Rahasia iman itu rahasia, bukan untuk dipamerkan pada umum apalagi pada anak2 iblis 1Tim 3:9. Ini adalah rahasia antara Allah dan orang beriman.
Biasanya rahasia2 dalam, apalagi jumlah semua hartanya dan rahasia2 senjata dan kekuatan Hizkia (dalam dunia: rahasia perusahaan,keluarga, suami-istri dll) itu tidak baik diberitakan.
Jangan cerita tentang rahasia iman kita kepada Tuhan, kepada orang berdosa; rahasia2 rohani, misalnya mengapa kita cinta, taat, setia kepada Tuhan. Seringkali hal2 rohani ini baru muncul sesudah penuh dan dipimpin Roh, bukan dalam keadaan daging dan duniawi. Sebab itu tidak heran pemikiran, keputusan, sikap tindakan kita kepada Tuhan yang penuh pengorbanan dan penderitaan (seperti Musa Ibr 11:25) bisa dianggap kebodohan oleh orang2 dunia bahkan orang Kristen duniawi 1Kor 2:14. Sebab semua ini diselidiki secara rohani. Penyerahan Musa dari putra raja menjadi hamba bangsa budak, untuk pikirn manusiawi, itu suatu kebodohan. Kesucian bagi kita itu anugerah, bagi mereka itu rugi besar. Menebus waktu untuk mencari hal2 dari Atas itu pahala kekal bagi kita tetapi bagi mereka membuang waktu dengan sia2. Pikul salib bagi kita itu mahkota, bagi mereka itu celaka. Punya uang dan kesempatan mengapa tidak mau ber-senang2 menuruti hati/ daging. Mengampuni bagi kita itu mulia, hikmat, bagi mereka tolol. Biasanya penyerahan diri untuk pelayanan full timer jadi kebodohan bagi orang dunia (sebab Tuhan memanggil orang2 yang rohani, yang sungguh2 untuk pelayanan full timer dan biasanya ialah orang2 yang keberkatan dan sukses dalam dunia seperti Musa, John Sung, David Livingstone dll seperti Kristus yang meninggalkan Surga jadi hamba manusia). Jangan ceritakan rahasia iman, itu akan merugikan kita sendiri, dikikis oleh cara hidup dan pikiran manusiawi dan duniawi mereka. Begitu pula sikap yang suci, mau menderita karena kebenaran, menyangkal diri, taat, setia, melayani Tuhan dengan pengorbanan dll itu menjadi olok “sahabat2 baik kita”, sebab justru sahabat2 ini berani menasehati dan menolong kita untuk keluar dari “kebodohan kita” 1Pet 4:3,4, sebab mereka merasa kasihan dan aneh melihat kebodohan kita.
Rahasia2 kesucian, iman, doa, menyangkal diri dll itu sia2 bagi orng dunia. Termasuk juga kejatuhan2 orang beriman, ini suatu “akibat kebodohan” bagi mereka; memang ini kemenangan iblis tetapi sikap kita bukan menjadi pemberita tetapi seperti Kristus, ingin menolong mereka supaya pulih 2Pet 3:9, Mat 12:20. Ini kebodohan Hizkia yang membuat kekacauan, kehancuran dan malapetaka pada kerajaannya, rakyatnya, turunannya dan nama Tuhan akhirnya di-injak2. Semua ini menguntungkan iblis, merugikan nama baik Tuhan (tidak mempermuliakan Tuhan) dan umat Allah.
 
YES 39:3. ALASAN HIZKIA, NEGERI JAUH.
 
LALU DATANGLAH YESAYA, NABI ITU KEPADA RAJA HIZKIA DAN BERKATA KEPADANYA. APAKAH YANG DIKATAKAN ORANG-ORANG INI? DARI MANAKAH MEREKA DATANG KEPADAMU? LALU HIZKIA BERKATA, MEREKA DATANG KEPADA SAYA DARI NEGERI YANG JAUH YAITU DARI BABEL.
Peraturan Tuhan untuk negeri yang dekat dan jauh, ditulis dalam Ul 19:15-17 (10-18). Negeri yang jauh boleh dihidupi asal takluk dan membayar upeti, tetapi yang melawan tentaranya dan semua yang melawan dibunuh dan sisanya yang tidak berbahaya dijarah oleh Israel. (Ini Wasiat Lama, bukan untuk kita secara harfiah).
Semua yang di dalam dunia ada yang boleh kita pakai asal jadi hamba (tidak jadi tuan, kita yang diperhamba) dan kita dapat “upeti, ada keuntungan”, tetapi semua yang berbahaya harus dibuang. Tetapi hal2 yang melawan Firman Tuhan harus dimusnahkan total tanpa sisa seperti Yerikho (Kalau Israel berdosa, mereka dilepaskan Tuhan sehingga mereka juga dibinasakan total oleh musuh2nya).Sekolah, pekerjaan, pesta, tour, rekreasi, pergaulan dll dalam dunia harus diteliti baik2, itu adalah negeri jauh atau dekat. Segala yang berbahaya, (sebab campuran dengan dosa zina, mammon, sombong, benci, iri dll) harus dibuang. Lebih2 pada akhir zaman banyak orang bodoh seperti Hizkia. Dunia ini biasanya selalu campuran, hal2 netral biasanya juga ada racun2nya yang merusakkan orang beriman yang mengejarnya, misalnya boleh makan enak, tetapi jangan bertuhankan perut. Pil 3:19. Boleh sekolah tetapi pergaulan dengan orang dunia dan pikiran yang melawan iman dibuang. Rekreasi netral boleh kalau diberi kesempatan oleh Tuhan, tetapi jangan sampai mabuk atau keracunan oleh keinginan uang, kemewahan, keduniawian, perzinaan dll; kalau racun2 itu tidak bisa dikeluarkan daripadanya, buang semuanya, jangan ambil sama sekali, itu “negeri dekat”.Kadang waktu pensiun (juga dalam pelayanan) mereka hidup untuk bersukacita saja dan jadi mabuk karena terlalu banyak anggur seperti Nuh, lalu telanjang, bisa2 terhilang jiwanya kalau tidak bertobat Wah 21:27. Justru sudah pensiun (= tua), pasti lebih dekat dengan akhirnya, carilah hal2 yang kekal dan makin disucikan, untuk apa dapat sukacita dosa sebentar tetapi jiwanya binasa Mat 16:26; 6:33, Kol 3:1-2.
Tujuan kita adalah Surga Ibr 11:27 pakailah dunia seperti orang yang tidak memakai 1Kor 7:31. Jangan kedatangan ingin akan perkara2 duniawi dan daging yang fana, apalagi sampai terikat dan terjerat, akan binasa. Jangan diremehkan kebodohan Hizkia ini, tahu2 ketinggalan, tidak masuk Surga, rugi untuk kekal.
Seringkali sikap yang betul dianggap ekstrem, yang salah dianggap normal, padahal salah (kaprah) dan tetap akibatnya membinasakan.
 
YES 39:4. JUJUR TETAPI BODOH DAN SESAT.
 
LALU IA BERKATA, APAKAH YANG DILIHAT MEREKA DALAM RUMAHMU? LALU HIZKIA MENJAWAB, SEMUA YANG ADA DALAM RUMAH SAYA SUDAH DILIHAT OLEH MEREKA. TIDAK ADA BARANG DALAM PERBENDAHARAAN SAYA, YANG TIDAK SAYA TUNJUKKAN KEPADA MEREKA.
Hizkia sudah berpengalaman dengan Tuhan, sebab itu ia tahu kalau bohong itu sia2 dan celaka. Ia jujurtetapi bodoh dan sesat. Mrk 12:24. Mengapa Hizkia yang menemukan Nehustan, yang indah seperti Daud tetapi melakukan dosa yang begitu bodoh dan egois. Karena ia bersukacita dengan sikap utusannya dan kagum akan raja Babel danhadiahnya sampai mabuk dan telanjang seperti Nuh. Tidak salah kalau Tuhan suruh pulang saja ke Surga. Hati2 jangan mabuk. Perlu saling mengingatkan supaya jangan keluar batas, jangan sampai celaka.
Karena sikap yang baik (dari utusan Babil) seringkali kita ikut terbawa dalam segala perbuatan, cara hidup, lebih2 kesukaan2nya yang campuran (dengan daging dan duniawi) sehingga melanggar Firman Tuhan, meninggalkan kesucian, ibadah, pelayanan, kesaksian hidupnya, tugas menjadi garam dunia (lalu tutup mulut saja) dll, ini sudah keluar batas. Achab sangat baik pada Yosafat sehingga Yosafat terpikat yang memang sudah kagum akan kebesaran jasmani (lahiriah) Achab sampai ia mau bersatu dengan Achab padahal dia jahat sekali di hadapan Tuhan, menyembah berhala dll (1Raj 22:4). Sebab itu suara Tuhanpun jadi kabur karena Yosafat sudah kagum akan yang salah dan salah langkah, akhirnya ia dan seluruh turunannya celaka, ketularan dosa Israel!
Josafat masih tertolong tetapi seluruh keluarga dan kalau keturunannya hancur. Jangan mabuk karena kagum, karena sikap yang baik dari orang2 dosa, apalagi karena hadiah, orang baik bisa ikut jadi jahat, rusak.
 
YES 39:5. DENGARLAH FIRMAN TUHAN.
 
LALU BERKATALAH YESAYA. DENGARLAH FIRMAN TUHAN BALA TENTARA.
Pegang baik2 Firman Tuhan, jangan menyimpang ke kanan/ kiri Yus 1:7; 23:6, Ul 5:32; 17:20, Ams 4:27. Sudah tahu tetapi menyimpang, apalagi dengan sengaja, itu betul2 celaka 2Pet 2:21,22.
Satu kali kita diukur, dapat keselamatan dan pahala berdasar ukuran dari Firman Tuhan Yoh 12:48. Kalau seorang mengabaikan apalagi menghina Firman Tuhan, ia akan celaka dan dibuang dari Surga. Orang yang pegang Firman Tuhan itu bahagia sejak di dunia Yoh 4:14; 7:38, Luk 11:28 sampai kekal.
 
YES 39:6. TIDAK LANGSUNG, TETAPI AKHIRNYA CELAKA BESAR.
 
LIHATLAH, AKAN DATANG HARI-HARINYA, BAHWA SEMUA YANG ADA DALAM RUMAHMU DAN JUGA YANG SUDAH DISIMPAN OLEH BAPAK-BAPAKMU SAMPAI HARI INI, AKAN DIBAWA KE BABIL, TIDAK ADA YANG DITINGGALKANNYA, KATA TUHAN.
 
Seringkali hukuman Allah lambat Pkh 8:11, tetapi pasti, sebab upah dosa itu maut Rom 6:23. Yehuda akan dijarah habis. Emas, perak, permata, senjata dll semua dijarah oleh Babel. Begitu juga orang yang jatuh dalam dosa, mungkin pelan2 atau tidak kentara (sebab mula2 indah, orang masih berpikir ia indah, heran, penuh dengan kemuliaan sebab perbuatannya besar2 Mat 7:22-23) tetapi seringkali yang sesungguhnya ia sudah dijarah habis oleh iblis. Kesuciannya sudah tidak ada, kesetiaan, ketaatan, sudah tidak punya kuasa doa, pengurapan dll, sebab semua sudah dilucuti iblis. Mungkin batu nisannya penuh dengan tanda2 jasa dan banyak penghargaan, tetapi sesungguhnya ia seperti orang yang menerusi api 1Kor 3:15 atau mungkin tidak selamat sebab berakhir dalam daging dan dosa Gal 3:3-4, Wah 21:27. Wai ini orang yang celaka. Bekas orang rohani yang mulia, tetapi isinya sudah rusak penuh dengan dosa, semuanya sia2 dan kesukaan terakhir yang dikejarnya itu umpan maut bagi orang bodoh ini. Ada berapa orang2 indah yang tertipu oleh iblis, pada akhir hidupnya menjadi pahit, benci, marah dan dosa2 lainnya, sehingga hilang kesuciannya, hilang semua keindahan dan pengurapannya dsb. Ber-jaga2lah dan makin lama ikut Tuhan makin meningkat terus sampai puncak2nya.
 
YES 39:7. KETURUNANNYA PUTUS.
 
DAN PUTRA-PUTRAMU, TURUNANMU YANG KAU PEROLEH, AKAN MEREKA BAWA PERGI DAN MEREKA AKAN MENJADI SIDA-SIDA DI ISTANA RAJA BABEL.
Sida2 itu tidak bisa menikah, tidak punya keturunan, semua putus dan habis sampai disini, karena kebodohan Hizkia. Begitu nasiborang yang hanya mau bersukacita, ber-senang2 tanpa batas, bukan bersukacita di dalam Tuhan Pil 4:4, sebab hidupnya penuh kesukaan anggur dunia dan itu penuh dengan segala macam hawa nafsu dan jerat iblis.
Tidak lagi ada pengharapan atau kerinduan mempelai atau tidak mungkin bisa menjadi mempelai, tingkat yang tertinggi di dalam Tuhan, paling2 hanya selamat seperti menerusi api 1Kor 3:15. Tidak lagi ada kesukaan dan kasih mempelai, sebab kasihnya mengalir kepada kesukaan duniawi yang fana dan sia2. Ada orang yang dahulu kesukaannya adalahpelayanan, tetapi pada akhirnya hidupnya kesukaannya pada TV dan film2 duniawi, sama sekali tidak lagi ada kerinduan untuk Firman Tuhan, doa, ibadah, pelayanan. Kesukaan2 ke rumah Tuhan dan Firman Tuhan hilang. Apalagi kesukaan mempelai, sudah hilang.
Juga tidak punya turunan rohani, tidak lagi mau menangkan jiwa2 hanya ibadah tradisionil, tidak ada beban jiwa2 seperti John Sung, David Livingstone dll dan ini berarti kasihnya akan Tuhan juga luntur, habis Yoh 21:8. Orang yang cinta Tuhan itu cinta Firman Tuhan, terbeban akan jiwa2, gairah akan rumah Tuhan, hidupnya sebagai rumah doa, penuh dengan perkara2 yang dari Atas saja dst.
Sayang, Hizkia jadi sia2, mungkin ia selamat hanya seperti menerusi api, padahal kalau mati sesuai dengan rencana Tuhan, 15 tahun yang lalu, ia akanpulang sebagai pahlawan yang sangat mulia seperti Stefanus, sampai Tuhan Yesus bangkit berdiri menyambutnya. Kis 7:56. Yang penting bukan di dunia, tetapi bisa pulang sebagai orang besar dan indah di hadapan Tuhan, sebab itu untuk kekal.
 
YES 39:8. HIZKIA YANG BODOH.
 
LALU KATA HIZKIA KEPADA YESAYA. BAIKLAH FIMRAN TUHAN YANG SUDAH KAU KATAKAN. KARENA IA BERKATA, ADALAH SEJAHTERA DAN KEBENARAN DALAM HARI-HARI SAYA.
Hizkia sangat bodoh sebab:
1. Ia tidak pulang sebagai pahlawan tetapi sebagai pembuat celaka, masih untung kalau masuk Surga.
2. Tidak mau berusaha memperbaiki seperti Niniwe, ia mem-buang2 waktu dan kesempatan untuk ber-suka2an yang tanpa batas, yang keliru. Achab yang jahat justru menyesal dan bertobat. Tetapi Hizkia sebab mabuk, sukacita dapat penghargaan raja Babil, orang besar duniawi (tetapi hina di hadapan Tuhan) tidak mau memperbaiki kesalahannya sama sekali. Ia menjadi begitu egois, asal ia selamat seperti Eli yang berkata seperti orang bodoh, masa bodoh 1Sam 3:18. Akhirnya mengerikan yang terjadi pada Eli dan anak2nya. Begitu akhir dari turunan Hizkia sangat mengerikan, dibunuh atau dijadikan sida2. Pokoknya selamat, lalu bersukacita seperti ajaran Anugerah yang setengah betul, sebab itu menyesatkan. Hizkia berkata, pokoknya saya senang2, toh selamat, begitu juga orang2 yang sesat ini (ajaran anugerah yang keliru), sebab berkata, toh di dalam Tuhan sudah selamat oleh anugerahNya, jangan takut atau kuatir, bersukacita saja. Ini adalah prinsip Hizkia, Eli, akhirnya binasa, sebab kita harus mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar Pil 2:12. Ini bukan berarti menderita dan berdukacita, tidak! Justru sejahtera dan sukacita, tetapi terus ber-jaga2 jangan sampai keluar batas, jangan sampai salah, sebab kalau terhilang itu rugi dan celaka yang besar se-lama2nya! Kita harus mau pikul salib Pil 1:29, sebab itu menjadi kemuliaan yang kekal Rom 8:17,18, 1Pet 4:14. Orang yang mengerti akan bersukacita dalam sengsara salib Kis 5:41. Simson bertobat sungguh2, ia masih menikmati kemuliaan yang besar di tengah2 penderitaan karena dosanya. Daud juga bertobat. Jangan masa bodoh seperti Hizkia atau imam Eli.
 
Nyanyian:
Cari apa di dalam dunia.
 
0pt;f�C fm�� � s New Roman”,”serif”;color:black’>
 
Kalau orang sudah (akan mati atau) mati, makamatanya celik, ia akan bisa melihat keindahan dari orang hidup. Hizkia rasa2nya ber-teriak2, yang hidup, yang hidup, luar biasa, itu suatu kesempatan yang besar untuk bisa berbuat banyak hal yang kekal, investasi yang menguntungkan untuk kekal. Belajar Firman Tuhan dan penuh pengurapan Roh Kudus supaya kita bisa melihat seperti Hizkia yang hampir mati ini, begitu indah dan gilang gemilang hidup ini. Bisa hidup dan me-muji2 Tuhan, itu luar biasa, dan memasyurkan kebenaran Allah (bersaksi, mem-bagi2 makanan rohani, mendidik orang lain dst) suatu kesempatan yang indah, sebab itu seperti keledai Isachar, bergairahlah untuk perkara2 kekal yang akan datang, jangan buang kesempatan, pakai setiap menit untuk yang kekal. Lebih lama kita hidup, lebih indah, jangan2 kita bisa sampai dalam kesempurnaan rencana Allah yang tinggi dan mulia itu.
 
KESIMPULAN.
Pergumulan Hizkia (mungkin sudah mulai sebelum ia diberitahu akan mati oleh Hizkia, sebab borok2nya jahat), penderitaan ini membuat pergumulan dalam hatinya dan ini dituliskan untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita bisa hidup dengan betul dan efisien memakai semua kesempatan hidup yang kita miliki dari Tuhan.
Jangan tunggu terlambat seperti orang kaya (dan Lazarus) yang sudah tidak bisa kembali, betul ia sekarang mengerti ke-sia2annya tetapi terlambat. Oleh Firman Tuhan dan Roh Kudus kita bisa dididik dan dicelikkan sehingga bisa melihat hidup ini sebagai kesempatan besar untuk mencapai taraf kemuliaan yang se-tinggi2nya dan tidak sampai ditipu oleh dunia ini.
Angka masing2 berbeda seperti Putra manusia Yesus, Elia, Henokh, Musa, Daud, Yusuf, Daniel, Simson, Hizkia dan yang bodoh2 seperti Eli, Saul, Achan dll yang buta dan binasa. Untung Simson dan Salomo masih bisa bertobat pada kesempatan terakhir.