M3647 2Kor 5:17, Rom 6:4-8. Menumbuhkan tabiat baru.

M3647  2Kor 5:17, Rom 6:4-8. Menumbuhkan tabiat baru.

I. PERLU TERUS MENERUS.

Semua kita lakukan dengan iman 2Kor 5:7 dan hasilnya luar biasa. Dengan percaya pada Tuhan Yesus kita bisa berubah menjadi seperti Kristus. Dalam hal ini yaitu dalam tabiat baru, sebab disini andil atau peran kita sangat pen-ting, tidak bisa dibuat Tuhan sendirian. Untuk perbuatan2 kuasa Allah bisa langsung membuat lewat kita dengan mudah dan itu juga tergantung dari tabiat kita. Kalau tabiat kita sudah cu-kup baik, bisa setia, rendah hati, tetap taat, maka Tuhan bisa melakukan per-kara2 besar di dalam kita, pintar, ber-kuasa, penuh denga hikmat, karunia2, kemenangan, berkat2 besar dll itu tidak sulit. Dasar utama adalah tabiat kita sebab ini kita bawa sampai kekal. Sam-pai di mana kita berubah seperti Kris-tus, itu ukuran kemuliaan kita untuk kekal di Surga! Jangan nomer satu ingin populer atau heran, tetapi nomor satu rindulah mempunyai tabiat seperti Kris-tus, ini yang paling penting. Rindukan setiap hari supaya tabiat baru kita makin bertumbuh. Jangan tua2 keladi, dalam arti jelek tetapi dalam arti betul yaitu jadi seperti Kristus. Jangan makin cerewet, pemarah atau pendendam, makin kikir, makin sombong, makin mata duitan, keras kepala, makin mata keranjang dll tetapi makin sabar, makin setia, makin rendah hati, makin mahir pikul salib, makin bergantung Roh Ku-dus dst. Terus berubahlah makin se-perti Kristus.

II. DASAR PERUBAHAN.

Perubahan yang Tuhan buat itu sangat unik yaitu:

1. Lahir baru Yoh 3:3,5 tabiat lama lenyap, muncul tabiat baru yang ilahi seperti Kristus,

2. Manusia lama mati, dikubur, bangkit  manusia baru Rom 6:4.

3. Pindah dari kerajaan gelap iblis ke kerajaan Putra Allah Kol 1:13.

4. Berubah batiniah, jadi seperti Kris-tus. Rom 12:2.

5. Meninggalkan tabiat lama, pakai tabiat baru Kol 3:9-10.

Ini semua dikerjakan dengan cuma2 bagi orang yang mau percaya pada Tuhan Yesus dan dengan iman ber-tindak yaitu hidup sebagai manusia baru,  bukan lagi sebagai manusia la-ma, sesuai dengan Firman Tuhan, de-ngan kuasa Roh Kudus dan bertumbuh terus di dalam penggembalaan tubuh Kristus, maka ia akan makin berubah dalam kesucian menjadi seperti Kris-tus.

III. APA YANG DITUNTUT DARI KITA.

Tekun. Ini tidak bisa dengan sekali lom-pat, tetapi terus menerus setiap hari. Jangan sampai pandangan hidup ini berubah, bisa kembali hidup lama. Biasanya ini bisa dipertahankan dan ditumbuhkan dengan 7 Kebutuhan Pokok Rohani, yaitu:

1. Tulus, suci, terus dipimpin Roh Gal 5:16-17, jangan iri seperti Kain, Saul, cinta uang seperti Achan, Gehazi, Yudas, ingin dosa2 perzinaan, seperti Salomo, Simson dll.

2. Hidup atas Mezbah Tuhan. Jangan hidup menuruti daging sekalipun kecil, terus pikul salib, matikan daging Luk 9:23, hidup dalam kesucian, terus me-lakukan kehendak Tuhan biarkan dosa kecil, akibatnya besar!

3. Limpah Firman Tuhan, sehingga te-rus disucikan dengan air Firman Tuhan Ef 4:26.

4. Limpah berdoa sehingga limpah kua-sa, menang terus, tetap dalam ril Tu-han. 1Tes 5:17

5. Setia beribadah, jangan dikurangi tetapi makin ditambah. Ibr 10:25.

6. Bersekutu dengan kasih (peng-ampunan) dan kesucian 1Yoh 1:7, da-lam terang Yoh 3:20-21.

7. Tekun dalam pelayanan yang mem-perkenankan Tuhan,Mat 5:13-14 bukan karena ambisi, uang, atau maksud2 tersembunyi.

IV. FAKTOR2 SIKON.

Manusia sangat mudah terpengaruh sikon, lebih2 yang jahat Kel 23:2.

A. SUMBER PERUBAHAN DAN PERTUMBUHAN.

Dari Tuhan selalu standby, setia, ter-gantung dari kita mau, tulus, mengerti, taat seperti dalam 7 KPR. Tuhan itu setia, Dia akan meneruskan sampai pada akhirnya Pil 1:6, Ibr 7:25. Betul2 faktor kita yang menentukan sebab Allah selalu siap menolong dengan ke-kuatan tanpa batas tergantung dari kesungguhan dan ketaatan kita dengan tulus, Tuhan akan terus bekerja sampai selesai

B. SIKON DARI DALAM.

Jangan tabiat kita dipengaruhi, di-bentuk dan dihalangi oleh sikon di dalam yang jelek istimewa keluarga. Biasanya anak itu meniru orangtuanya, begitu mudah hal ini terjadi sehingga hukuman atas yang jahat itu juga turun temurun sampai gilir ke-3 dan 4. Kel 20:5 Allah adil, kalau tidak berdosa seperti orangtuanya, anak2 tidak akan dihukum ber-sama2 dengan orang-tuanya atau sebaliknya Ul 24:16. Mi-salnya kebencian, berhala (ter-gila2), sombong dll, itu bisa bawaan ; se-kalipun anaknya hidup terpisah dari lahir, tetapi tabiat bawaan yang jelek muncul juga dalam anak2 (orang lama) atau karena melihat tabiat orang tua yang dilakukan setiap hari. Daud mata keranjang (banyak istri) maka anaknya Salomo yang punya kesempatan lebih besar, lebih banyak istrinya, padahal Ayub, Yusuf dll yang mempunyai ke-sempatan lebih besar, tetap setia pada satu istri. Juga anak cucu Achab sama jahatnya, atau kebencian rasial dll bisa turun temurun.

Bagaimana caranya tabiat lama yang jelek itu tidak sampai ditiru, dicopy anak2nya: Misal Achaz jahat, Hizkia anaknya tidak

1. Orangtua bertobat(bapa dan ibu). Meskipun orangtua sudah lahir baru tetapi anak2 (apalagi yang sudah lahir sebelum orangtuanya bertobat) dan belum lahir baru, perlu diinjili. Sesudah percaya, orang tua perlu terus men-jelaskan, menasehati dan mendoakan anaknya (apalagi yang masih dalam tabiat lama) supaya tidak menurut contoh hidup lama yang jahat tetapi disucikan menurut seperti Kristus.

Ada orangtua waktu melihat anaknya berdosa yang sama seperti dia sebelum bertobat, ia mengakui tabiatnya yang lama yang jahat pada Tuhan dan ber-doa supaya anaknya tidak meniru tabiat lama tetapi berubah dalam ta-biat baru seperti Kristus, supaya jangan rohaninya rusak dan cacat, tetapi langsung hidup baru (sebab disucikan dalam orang tuanya 1Kor 7:14) dan terus menasehati anaknya dengan hik-mat dan kuasa Allah. Tetapi kalau orangtua tidak bertobat, anak2 tanpa lahir baru, bisa lebih jahat, juga anak2 rohani, ketularan dosa2nya yang sama Mat 23:15.

2. Pengaruh satu orang tua (1Kor 7:14 bapa atau ibu). Dalam Wasiat Lama ibadah cara lahiriah, peran bapa lebih dari ibu. Tetapi dalam Wasiat Baru sa-ma Gal 3:28. Banyak anak2 jadi indah meskipun bapaknya belum lahir baru atau jahat sebab pengaruh ibunya seperti istri Yerobeam anaknya baik, Louis dan Eunike menghasilkan Timo-tius yang indah sekalipun bapaknya tidak tentu 2Tim 1:5 (pengaruh ibu yang jahat juga banyak seperti Atalia, Izebel. Yakub salah jalan karena ibunya dll). Tetapi kalau kedua orang tuanya, ibu bapaknya sungguh2 tumbuh dalam tabiat baru seperti Yusuf dan Maria (Bapa memilih mereka untuk mendidik Putra manusia Yesus), juga Zakaria, Elizabet anak2nya bisa disucikan dan tumbuh dalam tabiat baru. Musa sebagian besar dididik ibunya dan muncul tabiat2 baru.

3. Limpah doa dalam Roh dan ke-benaran. (Kebenaran berarti betul2 hidup benar dengan tulus, maka akan turun banyak kuasa Allah Yak 5:16). Kita perlu kuasa Allah untuk tumbuh dalam hidup baru, yaitu untuk me-matikan daging dan melawan peker-jaan setan, sehingga tabiat baru yang sudah ada (dalam orang baru) bisa tumbuh dengan berkemenangan. Ada anak meniru orangtuanya suka berdoa, paling tidak pasti ada pengaruhnya kalau orangtua suka berdoa!

Berdoalah tanpa stop, terus menerus Luk 24:49. Doa yang betul membuat tabiat baru lekas matang dan ber-buah2. Perlu!

4. Perlu diberi pengertian Firman Tu-han tentang tabiat lama dan baru bagaimana memerangi memerangi tabiat lama dan iblis dengan iman, jangan mau dikuasai tabiat lama, sebab yang lama sudah lenyap, yang baru sudah terbit (2Kor 5:17). Kita perlu mengerti dan percaya bahwa semua tabiat lama  dengan iman bisa dile-paskan. Tergantung dari pengertian maka waktu ia bertindak dengan iman, akan keluar buah yang sedikit atau banyak Mat 13:23. Kalau mengerti dan percaya, tinggal meninggalkan tabiat lama (II).

5. Anak itu harus dibimbing hidup cara baru (kalau belum lahir baru sebab orang tua lahir baru sesudah anak jadi besar, Injili dan kalau sudah mau per-caya, bertindaklah dengan iman untuk hidup cara baru. Beri nasehat, doa dan contoh hidup baru. Jangan kecil hati atau putus asa, ingat janji Tuhan dalam Kis 16:31.

6. Tergantung anak itu sendiri juga. Memang orangtua yang melawan Tu-han membuat anaknya bisa sama jahatnya. Seperti Saul bisa mem-pengaruhi Yonathan sampai luntur imannya dan mati; Kalau iman Yonatan tidak luntur, ia tidak akan mati tetapi menang 1Sam 14:6, tetapi Hizkia begitu indah di hadapan Tuhan sekalipun ba-paknya Akhaz sangat jahat, tetapi Manasye anak Hizkia kembali jadi jahat sampai ia dihajar Allah. Baru sesudah bertobat, Manasye berubah banyak. Tanpa kuasa Allah tabiat orangtua yang jahat (atau undur dari Tuhan) bisa tumbuh dengan subur dalam anak, tetapi dengan kuasa Tuhan, bapa dan anak, dan seterusnya bisa berubah!

Tentu anak yang berubah seperti Kris-tus harus terbeban untuk orang tua yang masih hidup lamadan sebaliknya. Sedikit kejahatan dari orang tua mi-salnya perzinahan Daud membuat Amnon dan Salomo lebih mudah meniru dan menjadi lebih keji. Juga Josafat yang rohani tetapi waktu ia jatuh (bersekutu dengan Achab 2Taw 19:2, itu mempengaruhi anak2nya) se-hingga meskipun Josafat bertobat te-tapi anak2nya tetap rusak turun temu-run (Yoram, Ahazia). Memang manusia lebih condong kepada dosa Yoh 3:19 sehingga meniru sifat2 jelek orang tua-nya itu lebih mudah dari pada meniru tabiat baru. Itu diperberat sebab ada musuhnya yaitu iblis.

Tanpa Roh Kudus, anak2 akan mudah ditarik dalam perkara2 dosa yang keji. Sebab itu perlu hidup lekat dengan Tuhan sehingga ada kuasa Allah dalam hidupnya.

C. SIKON DARI LUAR.

Pengaruh pergaulan dunia itu sangat jahat, apalagi ada pergaulan biasa dan lewat internet, ada dunia yang jahat dan dunia maya yang seribu kali lebih jahat dan tidak terkontrol. Zaman sekarang ini dosa dan kejahatan sudah dahsyat. Orang yang tidak lekat pada Tuhan akan rusak semua sebab bukan hanya pergaulannya yang jahat, tetapi juga iblis merajalela seperti singa hen-dak menerkam orang beriman yang lengah, berjalansendirian tanpa Tuhan 1Pet 5:8; apalagi dalam hari2 yang akan datang kalau iblis marah amat sangat, wai bagi bumi Wah 12:12. Bukan saja anak2, tetapi juga orang dewasa sam-pai kakek nenek masih bisa jatuh dalam usia tua, seperti Nuh sesudah berhasil, justru jatuh Ef 6:13. Orang2 zaman sekarang, ditaburi benih2 yang jahat begitu banyak, justru Firman Tuhan di Gereja2 banyak yang dikurangi, nanti timbul hutan2 kedagingan dan benih2 yang suci dari Firman Tuhan bantut semua. Tidak heran pada akhir zaman akan terjadi kejatuhan yang besar 1Tim 4:1, 2Tes 2;3.

Kita harus memperhatikan partum-buhan tabiat kita baik2, yang suci tambah suci, yang plin plan tambah najis dan akan jatuh bersama orang banyak ke Neraka. Tetapi mereka yang tetap hidup dalam kesucian akan mengalami masa keemasan Gereja yang luar biasa, seperti Surga tetapi masih di bumi.

V. TERUS TUMBUH DALAM TABIAT BARU.

Jangan berhenti tetapi terus mema-tikan daging dan membuang tabiat la-ma yang mau tumbuh kembali (ma-nusia lahiriah belum ditebus, kita masih menunggu tebus tubuh Rom 8:23. Sesudah pengangkatan atau kebang-kitan kita memakai tubuh baru seperti Kristus dan seluruhnya manusia lahi-riah dan batiniah sudah ditebus dan tidak lagi ada tabiat yang lama). Tetapi sekarang masih ada manusia lahiriah (tubuh) yang belum ditebus yang mau menarik menurut daging dalam dosa. Kita harus menyangkalinya, menga-lahkannya dan terus tumbuh dalam tabiat yang baru, sebab:

1. Target kita adalah berubah seperti Kristus. 1Kor 11:1, Mat 5:48, Ams 4:18. Ini menjadi ukuran kemuliaan kita untuk kekal. Betul tubuh kebangkitan (= tubuh kemuliaan Pil 3:21) di dalam Surga itu tidak lagi ada tabiat lama, suci, tidak lagi bisa berdosa, tetapi tetap ada tingkatan2nya; tidak semua orang yang masuk Surga tingkatnya sama, kemuliaannya berbeda. Sebab itu meningkatlah lebih tinggi, sebab hasilnya untuk kekal sangat indah, sukacita dan mulia.

2. Tekun di jalan sempit. Ini berarti dalam kesucian, jangan hidup dalam dosa, tabiat baru akan macet atau ru-sak karena dosa2 dan karena me-nuruti keinginan daging. Tetapi kalau kita mau pikul salib, mematikan ke-inginan da-ging, tabiat lama terus menerus Rom 6:6, maka kita bisa tetap hidup suci, taat akan Firman Tuhan dengan kuasa Roh Kudus, maka kita akan tumbuh dalam tabiat baru yang akan makin matang dan sempurna seperti Kristus. Pelihara kesucian dan terus dipimpin Roh, maka tabiat baru akan lekas ma-tang oleh kuasa, hikmat dan pimpinan Roh Kudus.

3. Dalam semua segi hidup, terus ber-ubah seperti Kristus. 1Pet 1:15. Hidup seperti Kristus berarti suci, tidak ada dosa dan ada tabiat baru seperti Kris-tus.

Dalam pameran tabiat kita belajar tentang kurang lebih 28 tabiat, tetapi masih ada lebih bayak lagi. Kalau kita mentaati Firman Tuhan, tekun belajar Wasiat Lama dan Wasiat Baru, kita akan berubah dengan lengkap, dalam seluruh segi hidup kita seperti Kristus yaitu seperti Firman Tuhan. Roh Kudus yang akan memberi pengertian pada kita dan kekuatan untuk hidup cara baru seperti Kristus dan itu indah, sukacita, damai, sejahtera sebab tabiat baru itu mulia, tabiat ilahi dan Surgawi.

4. Kematangan setiap segi hidup kita tidak sama, sebab itu kita harus me-ngukurnya dengan Firman Tuhan su-paya jangan ada segi yang ketinggalan, sebab yang lemah bisa diserang iblis lebih mudah dan jatuh dalam dosa, mengakibatkan kerusakan dan bisa cacat dan juga mengenai segi2 hidup lainnya. Kalau toh ada segi yang jatuh dalam dosa, segera bertobat dan per-baiki dan tumbuh terus. (Kalau perlu minta tolong pada saudara yang sudah hidup baru dan pemimpin2). Misalnya tentang setia, jujur, kesucian, bujang, nikah, sukacita, rendah hati dll. Cocokkan dengan Firman Tuhan dan bawa dalam doa maka semua segi bisa diperbaiki dan tumbuh dengan perto-longan Firman Tuhan dan Roh Kudus. Ingat Roh Kudus itu pembimbing dan penolong yang setia, terus dengar sua-raNya Mrk 4:23. Jangan hidup dalam dosa atau daging supaya bisa terus mendengar suaraNya sehingga kita makin disucikan dan ditumbuhkan!

5. Tinggal tetap dalam Kristus Yoh 15:5. 7 KPR jangan dilupakan atau di-tinggalkan, ini perlu untuk seluruh kehidupan iman kita, baik dalam pencobaan, sakit, susah, pelayanan juga untuk pertumbuhan tabiat baru. Lebih tumbuh dalam pengertian Fir-man Tuhan, itu perlu untuk bisa me-ngerti dan menumbuhkan tabiat baru. Juga tekun berdoa sehingga ada kuasa untuk tumbuh. Saling menasehati, ada nasehat (bisa dinasehati) Pil 2:1-2, Ams 29:2itu penting sehingga kita bisa saling dimonitor (diperiksa, diikuti) su-paya tetap benar dan bertumbuh, tidak macet.

6. Buah Roh Gal 5:23-24. Kalau kita mau terus dipimpin Roh, timbul buah Roh, lebih2 kasih dan itu memberi per-tumbuhan ekstra lebih indah dan nya-ta. Semua hal yang indah akan nyata kalau kita terus hidup dipimpin Roh (bukan menuruti daging) termasuk buah Roh dan tabiat baru akan makin nyata. Buah Roh itu muncul kalau kita taat penuh dipimpin Roh, mengerti atau tidak, keluar buah Roh, tetapi tabiat baru itu baru muncul kalau roh kita sudah diubah, dan tabiat baru ini akan terus ada menjadi tabiat kita. Memang kitapun tidak pernah lepas dari Roh Kudus dan ketiga Pribadi Allah. Tuhan itu sumber kita Yoh 15:5. Kalau orang dunia ingin hidup dengan gaya mewah (itu relatif dan kalau jujur masih boleh, tetapi kita berpada), sebab merasa itu enak, tetapi orang beriman hidup dengan tabiat baru itu tabiat Surgawi, ilahi, itu sangat menyenangkan, puas danindah. Tabiat baru itu penuh sejahtera, sukacita dan ajaib, sebab kita lekat dalam Tuhan dan itu kekal. Miliki harta yang kekal dan indah ini.

KESIMPULAN.

Kenali bedanya tabiat lama dan baru dan tumbuhlah terus dalam tabiat baru dalam kesucian di dalam Kristus. Target kita adalah berubah dan tumbuh sam-pai seperti Kristus dan ini kemuliaan yang kekal. Berubahlah terus dalam kesucian, dalam pimpinan Roh Kudus, lekat dengan Tuhan, dalam kesukaan dan rencana Allah yang indah.

Nyanyian: (lagu pameran Tabiat).

Saya berubah