M3645 Kej 13:2 Bolehkah orang Kristen menjadi kaya?

M3645 KEJADIAN 13:2, 1TIMOTIUS 6:17,  AYUB 1:3. BOLEHKAH ORANG KRISTEN MENJADI KAYA?

I. APAKAH ALLAH SETUJU ORANG BERIMAN MENJADI KAYA.

Ya kalau ia menjadi kaya dan masuk Surga, tidak kalau kaya membuatnya masuk Neraka Mat 19:23. Sebab bia-sanya orang yang menjadi kaya itu sulit masuk Surga.

Apa yang membuat orang kaya masuk Neraka?

1. Bertuhankan mammon.

2. Sombong 1Tim 6:17.

3. Kaya bukan dari Tuhan dan itu bia-sanya campur dengan uang haram, menghalalkan segala cara 1Tim 6:9.

4. Tidak mengakui bahwa uang itu dari Tuhan Hos 2:7.

5. Orang kaya yang tidak mengerti atau tidak takut Tuhan, makin kaya makin banyak dosanya.

6. Dan lain-lain.

Tuhan itu kasih. Ia tidak akan mem-berikan sesuatu yang membinasakan umatNya, termasuk kaya semacam ini. Jadi Tuhan tidak setuju orang2 beriman menjadi kaya semacam ini, bukan dari Tuhan sebab kaya macam ini akan membinasakannya. Sebaliknya kalau orang itu kaya dan:

1. Ia tambah cinta Tuhan,

2. Tambah banyak berbuat perkara2 yang baik, yaitu yang diperintahkan Tuhan  kepadanya, sebagai bendaha-raNya,

3. Ia tumbuh makin seperti Kristus dan ber-buah2, maka Tuhan akan memberi kekayaan, seberapa yang membuatnya makin indah untuk kekal. Tuhan tahu lebih dahulu dengan tepat kalau diberi, misalnya 1 juta per bulan, atau 2 juta atau 3 juta, sampai 100 juta atau lebih, diberi berapa yang membuat anak2 Allah ini tumbuh paling baik dan paling indah di hadapan Tuhan, maka jumlah itu yang disediakan Tuhan baginy.

Jadi ia diberi kekayaan ia menjadi lebih jahat dan makin jahat, maka tentu Tuhan tidak mau membuatnya menjadi kaya, sebab dengan demikian ia masuk Neraka.

Tetapi kalau kaya membuatnya jadi makin indah dan makin mulia di Surga, Tuhan tidak akan menegahkan kekaya-an daripadaya.

II. DUA MACAM KEKAYAAN.

Yaitu:

1. Dari Tuhan.

2. Dari dirinya sendiri atau dari iblis, te-tapi Tuhan mengizinkan atau mem-biarkannya.

Berkat dari Tuhan itu seperti gunung es, selalu ada yang tampak (yang fana) dan yang tidak tampak (yaitu perkara2 yang kekal, yang tidak tampak). Bagian yang tidak tampak dari gunung es ini jauh lebih besar dari yang tampak, 8 kali lebih besar), ini bagian yang kekal. Kalau orang itu dengan kekayaan jadi lebih menguntungkan rohani dan roha-ninya jadi kuat, lebih besar dan lebih limpah dan bisa menguasai dan menga-tur bagian jasmani dengan baik, maka ini disediakan Tuhan baginyadan keka-yaan itu akan ditambahkan oleh Tuhan kepadanya sesuai dengan kemam-puannya untuk menerima kekayaan. Jadi orang seperti ini sudah mempunyai jatah kekayaan dari Tuhan, tinggal ia mengambilnya dengan iman dan ia bisa menerimanya. Sebaliknya kalau Tuhan tidak menyediakan jatah kekayaan ba-ginya, tetapi ia tetap berusaha menge-jar dan mendapatkannya, ia masih bisa mendapatkannya, tetapi bukan kekaya-an yang dari Tuhan, melainkan dari dirinya sendiri atau dari iblis, tetapi ini tetap dibatasi oleh Tuhan bagi anak2 Allah.

Dalam kenyatannya kita melihat orang2 yang tidak percaya bahkan yang melawan Tuhan masih banyak yang menjadi kaya, tetapi Tuhan tetap me-nguasai dan sanggup mengaturnya se-mua yang ada pada setiap orang di dunia (ingat seperti Firaun, Haman, Ahasyweros dll). Tetapi Tuhan memberi batas waktu dan memberi ancaman atau peringatan bagi orang2 yang me-makai uangnya dengan salah, sesuai dengan kehendak dan rencana Allah.

Jadi kalau keadaan seseorang beriman memungkinkan (ia punya bakat rohani yang kekal, pasti dan lebih banyak dari berkat jasmani dan bisa menguasai bagian jasmani dengan baik Mat 6:33) dan ia mampu menerima berkat itu de-ngan baik, maka Tuhan akan mem-berikan kepdanya sesuai dengan iman dan perbuatannya. Inilah orang2 yang bisa dan boleh menjadi kaya dari Tuhan. Tetapi kalau keadaan seseorang secara rohani tidak mungkin menjadi kaya (rohaninya pincang, tidak punya berkat2 yang kekal, hanya mencari yang fana), Tuhan tidak akan mem-berinya menjadi kaya, kecuali ia men-cari sendiri dengan kemampuannya bahkan dengan pertolongan setan. Da-lam batas2 tertentu (demi kepentingan dirinya sendiri dan demi orang lain) Tuhan masih membiarkannya, tetapi Tuhan tetap menguasai dan mengon-trol semuanya.

III. APAKAH ALLAH SUKA KALAU KITA MENJADI KAYA?

Kita harus sadar akan pikiran Alalh. Semua kekayaan dan barang2 yang fana yang kita miliki dalam dunia ini hanyalah fasilitas (hal2 yang diperlukan untuk hidup, bukan tujuan hidup kita. Tujuan hidup kita adalah barang2 yang kekal 2Kor 4:17,18). Tetapi tidak semua orang bisa melihat seperti ini sebab tidak semua orang bisa melihat yang tidak kelihatan, hanya yang kelihatan Ibr 12:27. Kalau tidak bisa melihat yang tidak kelihatan tentu mereka tidak bisa mencarinya sebab belum melihatnya. Baru kalau seorang lahir baru, matanya celik dan kalau ia mau belajar dari Firman Tuhan terus, baru matanya oleh pekerjaan Roh Kudus bisa celik dan bisa melihat barang2 yang kekal.

Kalau seorang bisa melihat yang kekal dan mau mencari dan merindukannya dan mau memakai yang fana untuk bisa tumbuh dan ber-buah2, tentu Tuhan senang dan akan memberkatinya de-ngan perkara2 yang fana dengan limpah. Orang yang punya tujuan hidup yang kekal akan bisa memakai fasilitas yang fana dengan baik sehingga tumbuh rohaninya (sifat2nya berubah makin seperti Kristus) dan makin ber-buah2 sesuai dengan Firman Tuhan (melakukan kehendak Allah, terutama memenangkan jiwa2), maka Tuhan akan senang dan tidak keberatan mem-beri kelimpahan perkara2 yang fana. Tuhan akan memberi jatah yang limpah kepadanya dan dengan iman dan dengan cara2 ilahi, ia bisa meng-ambilnya dan mendapatkannya dari Tuhan.

Jadi yang menjadi pikiran dan pega-ngan Tuhan hanyalah hidup yang kekal. Sebab untuk apa dapat seisi dunia kalau jiwanya binasa Mat 16:26. Kalau Tuhan yang memberi yang fana tanpa mendapatkan yang kekal, itu berarti Tuhan yang menyesatkan dan menje-rumuskan orang ini dalam kebinasaan kekal. Tuhan tidak akan berbuat seperti ini sebab Dia cinta dan tidak mungkin Dia menyesatkan umatNya. Sebab itu kalau harta itu tidak berguna bagi ro-haninya, Tuhan tidak akan member-kannya kecuali sebagian kecil yang diperlukan sekedar untuk hidup orang itu sendiri dan keluarga).

Jadi orang2 yang matanya butapun (orang beriman) kalau bekerja baik2 dan berusaha masih diberi bagian yang menjadi jatahnya sekedar cukup untuk hidupnya. (Kalau orang berdosa, dibiar-kan Allah, tetapi tetap dibatasi tidak sampai melebihi batas dan tidak merugikan orang lain (apalagi orang beriman) ber-lebih2; Jadi kalau ia men-jadi kaya dan itu menguntungkannya secara rohani (juga orang2 di seki-tarnya), maka Tuhan tidak akan mena-hankan berkatNya. Kaya dari Tuhan, dan berguna bagi rohaninya (serta orang2 sekitarnya), Allah masih bisa mengizinkan dan memberinya.

IV. JATAH YANG DISEDIAKAN ALLAH.

Jadi untuk setiap orang Tuhan memberi jatah atau izin untuk menjadi kaya yaitu kaya dari Allah dan berakibat positif untuk rohaninya. Kalau seorang sudah punya jatah dari Allah, tinggal menerima dengan iman dan dengan cara2 yang berkenan kepada Tuhan, maka Tuhan akan memberikannya.

Sebab itu orang yang tidak punya jatah dari Tuhan (sebab tidak mengerti, sebab tidak punya tujuan rohani yang betul dll), maka sekalipun ia minta dari Tuhan, Tuhan belum memberikannya kepadanya.

Berkat dari Tuhan itu ada jatahnya dan itu bisa diambil dengan iman dan  dengan cara2 yang betul, maka pasti dapat. Jatah yang disediakanNya, itu masih bisa naik turun, tergantung dari keadaan orang itu. Sebab itu kalau kita belajar Firman Tuhan dengan betul, bisa melihat dan mendapatkan yang kekal maka Tuhan bisa memberikan fasilitas yang fana seberapa banyak yang diperlukan untuk tumbuh dan ber-tambah2 dalam perkara yang kekal. Yang kekal ini yang paling baik dan memberi kesukaan dan kepuasan yang asli dan kekal. dan punya keadaan atau sikap yang baik, Tuhan akan memberikannya.

V. BERKAT TUHAN ITU TERDIRI DARI:

A. Jatah kita dari Tuhan.

B. Cara2 untuk mendapatkan jatah dari Tuhan.

A. JATAH BERKAT SETIAP ORANG, ITU TERGANTUNG DARI:

1. Keadaan “gunung es” masing2. Ka-lau kita mencari kerajaan Surga dan kebenaranNya baik2, fasilitas2 yang fana akan ditambahkan Tuhan, sehing-ga segala kebutuhan jasmani (fasilitas jasmani) bisa kita ambil dengan iman dari Tuhan.Kalau hidup ini sungguh2 untuk mencari kerajaan Surga dan ke-benaran dan kita mau memakai semua fasilitas dari Tuhan untuk mencari perkara2 yang kekal, maka Tuhan yang tahu ketulusan dan kesungguhan hati kita, pasti akan memberikannya de-ngan tepat dan sesuai dengan kemam-puan kita.

2. Tulus, mau memakai semua fasilitas yang Tuhan beri untuk mencari yang kekal dan benar, dengan tulus; maka Tuhan akan memberi jatah yang besar seperti Abraham, Yusuf, Daud, Salomo dsb.

3. Tidak cinta uang, tetapi cinta Tuhan. Ams 28:20,22. Orang yang cinta uang, ingin kaya itu adalah penyembah ber-hala mammon Kol 3:5. Kita boleh kaya tetapi jangan cinta uang dan mem-berhalakannya.Jangan cinta uang, tetapi cinta Tuhan. Orang yang cinta uang itu diperhambakan oleh uang dan uang memerintahkannya untuk ber-buat apa saja yang disuruh mammon, dilakukannya asal dapat uang. Orang2 ini mau bekerja apa saja, karena uang dan untuk uang. Bahkan juga pela-yanan dan melakukan kehendak Tuhan asal dapat uang, tetapi ini tidak betul, sebab di dalam pelayanan tidak kita lakukan karena dibayar, tetapi karena cinta akan Tuhan, orang yang cinta mau berkorban, meskipun tidak dapat uang. Meskipun tidak dibayar, tidak ada uang, apa yang Tuhan suruh tetap kita buat dengan pengorbanan dan Tuhan yang akan pelihara serta mem-beri segala fasilitas yang kita perlukan. Tuhan akan memberikannya.

4. Mengerti cara memakai yang betul dan mau melakukannya. Tuhan tahu segala ketulusan kita dan kalau kit bisa memakai uang dengan baik, Tuhanakan menyediakannya.

B. CARA MENGAMBIL BERKAT TUHAN.

1. Kita harus bekerja 2Tes 3:10. Jangan malas, tetapi rajin seperti semut. Termasuk bekerja keras tetapi tetap ada waktu untuk Tuhan. Jangan jadi pengangguran yang malas.

2. Dengan iman. Jangan putus asa menghadapi kesukaran.Sebab kalau kita yakin hidup kita benar maka Tuhan memberi jatah yang cukup bagi kita, terimalah dengan iman.

Tanpa iman kita tidak dapat apa2 Mat 8:13. Berdoalah dalam Roh dan kebe-naran, maka Tuhan akan menguatkan iman kita dan kita akan mendapat sesuai dengan iman kita.

3. Dipimpin Roh. Minta hikmat Tuhan. Kita harus cerdik tetapi tetap tulus seperti burung merpati Mat 10:16. Jangan hanya mengandalkan akal, se-bab ini terbatas, sebab itu selain berpikir, kita harus banyak berdoa dengan betul dan sungguh2 maka Tu-han akan memberi hikmat untuk meng-atur pekerjaan kita. Ingat Yusuf, Daud, ditolong Tuhan. Kalau sudah yakin kerjakan saja, misalnya tentang bekerja sendiri (sebab biasanya dengan bekerja sendiri penghasilan akan bisa mening-kat lebih tinggi dengan bebas, tetapi kalau salah langkah, bisa habis bahkan bisa bangkrut. Sebab itu pikir baik2 dan ber-tanya2 Tuhan, minta peneguhan.

4. Cara2 dalam terang. Jangan meng-halalkan segala cara. Memang berjalan dengan terang itu sulit, tetapi kalau Tuhan memberkati (berkat dari Tuhan) pasti datang. Tentu kita harus cerdik, jangan mencobai Tuhan. Misalnya tidak mengerti tentang ayam, mau jual ayam. Pelajari dahulu dan limpah berdoa dalam Roh dan hidup benar dan jangan lupa punya jatah dari Tuhan, yakin sebab hidup benar dan berkenan pada Tuhan. Kalau kita berjalan dengan Tuhan, maka kita akan dipimpin Roh dan akan berhasil sesuai dengan ke-hendak Allah. Juga dalam hal2 jasmani kita bisa belajar berjalan dalam Roh, maka berkat Tuhan turun, juga rohani tumbuh. Jujur, rajin, setia, lemah lem-but, tidak bereaksi dosa,bijaksana, te-kun, terus dipimpin Roh dll yang baik, hendaklah kita lakukan seberapa banyak yang kita bisa perbuat dengan baik 2Sam 10:6,7.

5. Cara hidup jasmani yang baik yaitu berpada, jangan hanya mencari senang menuruti daging; perhatikan keadaan keuangan dengan baik, jangan mudah hutang2 (minta pimpinan Roh Kudus untuk modal dan berdoa, Tuhan sanggup memimpin dengan berhasil).

6. Cara hidup rohani. Jangan waktu habis hanya untuk bekerja, minta hik-mat Tuhan untuk mengatur dan mem-bagi waktu dengan baik sehingga tetap ada waktu untuk rohani Mat 6:33. Jangan lupa bertekun dalam 7 Kebu-tuhan Pokok Rohani.

Banyak berdoa kalau bisa juga sambil bekerja. Cara memakai dan menge-luarkan uang dengan baik sebagai ben-dahara Tuhan 1Pet 4:10, baik untuk keperluan pribadi, usaha, ibadah dan pelayanan. Kalau perlu ber-tanya2lah pada orang2 yang hidup benar dan dipimpin Roh, pada pemimpin2.

KESIMPULAN.

Ingat, kekayaan itu fana, bukan tujuan, tetapi itu adalah fasilitas fana, yang kita perlukan untuk tumbuh dalam tabiat seperti Kristus dan ber-buah2.

Kaya itu dari Tuhan atau bisa dari orang itu sendiri (tanpa minta Tuhan, seperti orang2 dunia) atau dari iblis. Jangan kaya yang salah, susah masuk Surga.

– Efisiensi rohani yang terbaik. Misalnya dengan gaji berapa juta, rohani kita bisa tumbuh terbaik maka itu yang diberikan Tuhan dan sebaiknya kita harus berpada untuk mendapat tingkat rohani yang tertinggi.

– Sikap kita menentukan berapa jatah yang Tuhan izinkan atau sediakan bagi kita. Kalau kita sudah yakin, ambillah jatah itu dengan iman dan dengan cara2 yang baik sesuai Firman Tuhan, pasti akan dapat. Terus bersekutu dan berhubungan dengan Tuhan.

– Ingat yang menentukan kekayaan kita adalah Tuhan Ul 8:8-10, 17-18. Sebab itu kita harus memelihara hubungan kita dengan Tuhan dalam semua kesibukan supaya jangan akhirnya hanya dapat uang tetapi kehilangan kerajaan Surga. Orang yang dapat kerajaan Surga, kebutuhannya Tuhan bisa berikan bahkan dengan cara2 yang ajaib kalau perlu. Tujuan kita bukan kaya di dunia tetapi kaya di Surga untuk kekal. Mat 6:19-20.

Nyanyian:

Apa padaku, kudapat dari Bapa.