M3622 – Yohanes 4:23-25 Doa dalam Roh dan Kebenaran (7 Juli ’13)

Download MP3 Khotbah: M3622

YOHANES 4:23-25. DOA DALAM ROH DAN KEBENARAN.

I. IBADAH DISERTAI TUHAN.
Seringkali hal-hal rohani yang tidak tampak ini harus didorong atau dipaksakan. Lain halnya dengan hal-hal jasmani yang kelihatan seperti uang, makanan, perumahan, kesehatan, keamanan dll dengan sendirinya orang mencari, mengejar bahkan memperjuangkannya habis-habisan untuk mendapatkannya. Tetapi hal-hal rohani yang tidak tampak, (misalnya Kol 3:1-3) pada beberapa orang-orang Kristen harus didorong-dorong, itupun tidak semua mau. (Padahal kalau dapat hal-hal rohani, yang jasmani menjadi mudah dan bisa mendapatkannya Mat 6:33).
Memang ibadah itu tidak bisa sendirian. Harus kerjasama dengan Tuhan, harus ada bantuan positif dari Tuhan. Tuhan selalu bersedia asal orangnya sungguh-sungguh mau percaya dan bertobat, maka Roh Kudus akan ikut serta menolong dalam ibadah dan pelayanannya. Kalau Roh Kudus beserta, semua berubah. Lihat seperti murid-murid sebelum dan sesudah penuh Roh Kudus, nyata bedanya.
Waktu belum dipenuhkan Roh Kudus mereka tidak merasa perlu untuk melanjutkan pelayanannya, juga Petrus. Waktu ia mengajak kembali menangkap ikan, semua setuju dan pergi bersamanya, dengan kata lain semua pengalaman yang dahulu dengan Kristus ditinggalkan. Tetapi sesudah mereka penuh Roh Kudus, keadaannya lain. Hidup sesuai dengan Firman Tuhan, ibadah dan pelayanan bagi Tuhan, semua ini menjadi kebutuhannya sehingga mereka bergairah melakukannya, lebih daripada mencari uang, makanan, kesehatan dll, bahkan mereka berani menyerahkan nyawanya karena perkara-perakara yang tidak tampak ini dan semua melakukannya sampai mati kecuali Yohanes yang mati di pulau Patmos.
Ibadah tanpa disertai Tuhan itu tidak bisa melihat yang tidak kelihatan, sehingga tidak ada gairahnya, tidak menjadi kebutuhan hanya sambil lalu saja seperti keledai Isachar sebelum bisa melihat yang tidak tampak Kej 49:14-15. Tanpa Tuhan ibadat ini jadi gagal dan sia-sia, tidak mengalami seperti yang dijanjikan Tuhan. Kalau tidak dipaksa, didorong atau diberi incentive (hadiah-hadiah) maka tidak dijalani, atau hanya sambil lalu/ tradisionil saja.
Kalau tidak jalan dengan Tuhan Kej 6:9, akan mudah ditarik bermacam-macam hidup dalam dosa yang tampak dan terasa manis lalu meninggalkan Tuhan sampai dihukum Tuhan seperti orang-orang zaman Nuh.
Kita tidak bisa ibadah sendirian, pasti gagal, harus bersama-sama Tuhan sebab itu harus bertobat sungguh-sungguh, maka Tuhan akan mengampuni dan melepaskan dari dosa, lepas dari hukum dosa dan hukum maut, sehingga disucikan sampai segala segi hidup, dimana saja dan kapan saja untuk seterusnya.Dengan orang-orang yang mau disucikan, Tuhan bisa menyertai beribadah di dalam Roh dengan sungguh-sungguh seperti permintaan Tuhan. Orang yang sungguh-sungguh percaya dan mau hidup suci, bisa bergairah, sebab Roh Kudus langsung menolongnya, apalagi sesudah baptisan Roh Kudus.
II. DOA DALAM ROH DAN KEBENARAN. Yoh 4:23-24.
Akhir zaman dosa meningkat luar biasa, tantangan-tantangan besar, kalau seorang tidak bisa berdoa dalam Roh dan kebenaran ia akan hanyut dalam arus mammon dan kedagingan (zina, kesukaan duniawi, kepujian manusiawi), dll. Murid-murid menghadapi kejahatan dan dosa yang meningkat, tetapi akhir zaman ini sampai puncak-puncaknya, sebab itu pekerjaan Roh Kudus Hujan akhir itu dua kali lebih kuat dari Hujan awal. Oleh karena itu kita harus sungguh-sungguh mendapatkannya sehingga ibadah kita disertai kuasa Allah dua kali ganda seperti Elisa mendapat pengurapan dua kali lipat dari Elia.
1. Doa. Ini harus jadi kebutuhan, sehingga bergairahseperti orang berdosa mencari uang, nafkah, makanan. Orang ini tidak bosan terus menerus mencari uang bahkan sampai tua dan sudah limpah, masih terus bergairah mencari dan mengumpulkannya.
Begitulah kalau doa jadi kebutuhan seperti ini, atau seperti nafas, kita tidak pernah berhenti bernafas dan orang-orang seperti ini juga tidak pernah berhenti berdoa, tetapi terus menerus berdoa 1Tes 5:17.
Ini seperti asap Dupa dari Mezbah Dupa yang tidak pernah putus (Kis 2:42). Orang yang bisa berdoa seperti kebutuhannya akan menjadi kuat, tahan, bersukacita,setia, tumbuh dan berbuah-buah seperti carang yang lekat dalam pokok, mendapat semua kebutuhannya terus menerus sehingga selalu segar, kuat, bertumbuh dan berbuah-buah.
2. Berdoa dalam Roh. Berdoa dalam Roh itu dengan bahasa lidah, kita tidak mengerti tetapi bisa berdoa sungguh-sungguh 1Kor 14:14. Orang yang bisa berdoa dalam Roh akan sukacita dan puas (meskipun tidak mengerti, tetapi Roh menjamah hatinya) sehingga berdoa baginya itu menjadi suatu kenikmatan di dalam Roh Rom 14:17. Kalau doa sudah jadi kebutuhan dan kenikmatan, maka tidaklah sulit untuk bisa berdoa non stop, tanpa berhenti 1Tes 5:17 (ini berarti hubungan terus menerus dengan Tuhan, baik tidur, baik terjaga 1Tes 5:10, doa senantiasa 1Tes 5:17 dan doa dalam bilik Mat 6:6, sehingga dengan demikian bisa berdoa senantiasa).
3. Doa orang benar itu besar khasiatnya Yak 5:16. Ada kuasa, ada hasilnya karena Tuhan mendengar doa orang benar 1Pet 3:12. Sebab itu kalau orang benar minta, Tuhan dengar, sebab orang benar tidak akan minta yang salah menuruti daging Ams 11:23, bukan perkara-perakara percabulan atau hal-hal yang membuat Tuhan murka. Karena itu orang benar ini mendapatkan semua kebutuhan jasmani dan rohaninya, sebab permintaannya itu bukan perkara-perakara dosa atau yang membuat Tuhan marah; Sebab itu berkat Tuhan limpah baginya, karena ia bisa memakai dengan baik, berkat apa saja.
Berdoa dalam Roh saja tidak berguna atau sangat terbatas kalau hidup dalam dosa. Tuhan tidak berkenan akan doa orang yang berdosa, apalagi keras hati Yes 1:12-16 (20). Doa orang berdosa menjadi kebencianNya, tetapi doa orang benar menjadi kesukaanNya Ams 15:8; 28:9. Jadi doa orang benar itu besar faedahnya dan kuasanya.
Banyak orang berdoa dalam Roh itu indah, tetapi kalau tidak benar, itu tidak atau sedikit faedahnya. Tidak cukup hanya berdoa dalam Roh, harus disertai dengan hidup benar. Simson itu hidup dalam pengurapan Roh yang limpah, itu baik, tetapi ia terus berzina. Tiga kali berzina dengan lazatnya dengan Delila (juga sebelumnya), tetapi heran, ia masih bisa menikmati faedah pengurapannya, namun kemudiansebab tidak bertobat, akhirnya pada kali yang ke-4 Roh Kudus terpaksa meninggalkan dia dan Simson dapat kesulitan dan sengsara yang terlalu amat besar. Matanya dicukil begitu saja, mungkin dengan pedang atau mata tombak, ia menjadi buta (itu sudah pukulan yang sangat besar) ditambah lagi dengan sengsara yang terlalu dahsyat. Mungkin Simson minta mati seperti Elia (lebih berat penderitaannya dari Elia), tetapi untung ia ingat untuk bertobat, sehingga jiwanya tidak binasa. Tetapi pengalaman beberapa hari itu sangat dahsyat. Tuhan masih memeliharanya sampai pesta orang Filistin berlangsung, kalau tidak mungkin dalam 1-2 hari saja ia mati (Sepsis, infeksi seluruh tubuh dan masuk otak). Tuhan mendengar permintaan hambanya yang bertobat, sumbu berasap tidak dipadamkan Mat 12:20, tetapi kurang lebih dalam seminggu, penderitaannya sangat besar (mempersiapkan pesta, undangan, makan besar dll  untuk 3000 orang tidak bisa dalam 2-3 hari, bisa 7-10 hari atau sebulan).
Masih banyak orang-orang yang heran seperti Simson, sembunyi-sembunyi (atau terang-terangan) berzina atau mengambil uang yang haram sehingga ditinggalkan Roh Kudus. Beberapa tidak kentara, apalagi kalau undur sebab pensiun, tetapi di hadapan Tuhan semua dosa-dosanya tampak jelas. Hiduplah benar, jangan hanya berdoa di dalam Roh, itu sangat tidak cukup, tetapi juga harus dalam kebenaran, itu mutlak perlu.
Kalau kita bisa berdoa sebagai kebutuhan, dalam Roh sebagai kenikmatan, dengan kebenaran yang membawa kuasa dan faedah yang besar, maka kita bisa hidup dalam kesucian dengan sukacita, dengan kuasa dan masuk dalam rencana Allah yang heran, seperti Nuh yang bisa menyelesaikan membuat kapal atau masuk zaman keemasan Gereja pada akhir zaman. Jangan berhenti berdoa seperti Mezbah Dupa di hadapan hadirat Tuhan, ini doa orang suci yang punya arti dan andil yang besar dalam tata laksana peristiwa akhir zaman. Wah 5:8. Ini hal yang sangat penting, sebab doa dalam Roh dan kebenaran itu seperti Bokor emas dengan dupa yang dibawa masuk sampai Ruangan Maha Suci Ibr 9:5, Im 16:12.
Orang-orang seperti ini bisa tahan dalam gejolak akhir zaman yang dahsyat sehingga bisa masuk dalam rencana kesempurnaan Allah. Paling sedikit ikut dalam pengangkatan. Sebab itu terus berdoalah sebagai kebutuhan, dalam bahasa lidah sambil menikmatinya dan dalam kebenaran, limpah dengan kuasa dan janji-janji Allah.
VIP. Orang-orang VIP itu tidak banyak apalagi VVIP, makin sedikit, tetapi ini orang-orang penting. Orang-orang yang bisa berdoa sebagai kebutuhan, apalagi berdoa dalam Roh dan kebenaran adalah orang-orang VIP di hadapan Allah. Doa semacam ini (doa dalam Roh dan kebenaran) harus dikembangkan pada akhir zaman, sekarang ini. Sebab doa seperti ini sangat diperhitungkan dalam Surga Wah 5:8;  orang-orang seperti ini yang akan dibawa masuk dalam Ruangan Maha Suci dan menjadi orang-orang sempurna yang jumlahnya tertentu, 144.000 orang Wah 14:1. Sebab itu orang-orang yang mau terus berdoa seperti Mezbah Dupa, akan tumbuh dalam rencana kesempurnaan Allah yang indah. Kalau toh belum sempurna, pasti tingkatnya tinggi dan indah di hadapan Tuhan. Memang orang yang suka berdoa itu lebih sedikit tetapi usahakanlah masuk golongan VIP ini. Luk 14:24. Seringkali jam-jam doa atau kebaktian doa kurang orangnya, memang ini VIP, sebab harus berdoa dalam Roh dan kebenaran. Tuhan tidak membedakan orang, semua bisa jadi indah asal mau, Roh Kudus akan menolong, sangat mudah untuk orang yang dengan tulus mau berusaha.
III. KUNCI BERJALAN DALAM ROH.
Definisi Putra Allah adalah orang yang hidup dipimpin Roh Rom 8:14. Bukan sekedar ke Gereja atau mengakui dirinya orang Kristen, sebab orang-orang seperti ini kalau tidak melakukan kehendak Allah tidak masuk Surga Mat 7:21. Bahkan sekalipun sudah dipakai Tuhan dengan heran, kalau tidak dipimpin Roh terus menerus, sebentar-sebentar  juga menurut daging yang menghasilkan dosa, juga tidak bisa masuk Surga karena dosa-dosa yang diperbuatnya Mat 7:22-23 (seperti lima gadis bodoh). Sebetulnya hal ini tidak sulit, sebab hukum-hukum Tuhan tidaklah berat 1Yoh 5:3, asal kita dengan tulus mau taat, mau menurut Roh bukan menurut daging Gal 5:16,17. Tidak sulit sebab Roh Kudus akan menolong kita, sebab orang yang dipimpin Roh tidak akan menggenapkan kehendak daging, lepas dari dosa dan tipu dayanya. Gal 5:16.
Kalau kita berdoa dalam Roh, dengan bahasa lidah, maka lidah kita dikuasai Roh Kudus dan lidah ini kemudi hidup Yak 3:3-5. Kalau kita sudah menyerahkan lidah kita, maka untuk bisa menyerahkan seluruh hidup kita itu tinggal satu langkah, kalau mau pasti bisa sebab Roh Kudus sudah ada, sudah menguasai lidah dan kalau kita mau menyerahkan semuanya, maka Roh Kudus akan menguasai kata-kata, pikiran, keputusan dan tindakan-tindakan kita dan itulah berjalan dalam Roh, dikuasai dan dipimpin Roh, sebab kita mau dengan tulus dan rela dikuasai dan dipimpin oleh Roh.
Mengapa definisinya begini, dipimpin Roh? Sebab ini cara hidup yang indah, karena bukan kita lagi tetapi Kristus yang di dalam kita yang menghadapi segala perkara di depan kita Gal 2:20. Kalau Kristus yang menghadapi, kita akan selalu jadi pemenang, bahkan lebih dari pemenang Rom 8:31,37. Juga dipimpin Roh, di jalan yang betul, maka kita akan mengalami rencana Allah yang indah dan mulia dalam hidup kita. Kalau dari lahir baru kita terus dipimpin Roh, memelihara hidup dalam kesucian, maka rencana Allah dalam kita masih prima bahkan sempurna. Tetapi kalau sudah jatuh bangun dalam dosa, rencana Allah dalam kita merosot.
Dengan bertekun berdoa dalam Roh dan kebenaran kita bisa terus hidup dipimpin Roh, dan bagi orang-orang seperti ini, berjalan dalam Roh tidaklah sulit.
Jangan kuatir sebab pada saatnya Roh Kudus akan memberi pimpinan, tetapi kita harus menjaga supaya hati kita (didalam menghadapi ber-macam-macam perkara), jangan bereaksi dosa (benci, marah, dendam, iri, sakit hati atau ingin hal-hal dosa seperti tamak, zina, puji, hormat dll). Sebab kalau ada dosa, hubungan jadi kritis atau berkurang sehingga suara Roh bisa tidak terdengar atau kabur dan kita tidak lagi bisa berjalan dalam Roh dengan betul dan jadi kalah. Selama bisa mendengar dan taat dengan betul (= berjalan dipimpin Roh) kita pasti akan mengalami kemenangan yang indah-indah. Jangan ragu-ragu, percayalah akan kebaikan dan kemampuan Roh Kudus yang sangat besar (Ia Allah yang maha besar, maha kuasa, maha tahu dst) pasti selalu punya jalan lepas, tidak ada jalan buntu bagiNya!). Begitu indah hidup seperti ini, seperti hidup Putra manusia Yesus di dunia, begitulah hidup kita, kita bisa melakukannya dengan pertolongan Roh Kudus 1Yoh 2:6, 1Kor 11:1. Tuhan akan beri pertolongan yang luar biasa! Ini hidup yang ajaib dalam segala seginya sebab Roh Kudus menguasai segi apapun, sebab Dia Allah.
IV. SALURAN KARUNIA-KARUNIA ROH.
Ada 9 karunia Roh yaitu:
1. Karunia berkata-kata yaitu nubuat, bahasa lidah, dan penterjemahannya,
2. Karunia pikiran Allah, hikmat, marifat dan membedakan roh,
3. Karunia kuasa yaitu iman, menyembuhkan dan mujizat.
Semua ini diberikan untuk menjadi faedah bagi semua umat Tuhan yang berhimpun ber-sama2.
Ini semua bisa terjadi sebab:
1). Roh Kudus ada di dalam kita, pada waktu kita ber-kata2 dengan bahasa lidah, Roh Kudus menguasai kita dan kalau kita mau terus dikuasai selanjutnya, maka Roh Kudus akan memberikan juga karunia-karunia Roh yang diperlukan saat itu oleh umat Tuhan, sesuai dengan kehendak Roh sendiri (ayat 11).
2). Juga dalam bahasa lidah itu ada rahasia yang kita perlukan 1Kor 14:2. Pada saat yang diperlukan, Roh Kudus mengartikan rahasia bahasa lidah ini kepada kita dan waktu kita taati maka rahasia-rahasia itu menjadi karunia-karunia Roh Kudus.
Tetapi kita tidak bisa menentukan ada karunia atau tidak dan karunia yang mana, melainkan Roh Kudus yang menentukan dan kita hanya menjadi agen penyalur. Sebab itu semua kita yang dipimpin Roh (itu ternyata dari bahasa lidah, sebab ini berarti lidah dan kemauan kita dipimpin Roh, sebab kalau kita tidak mau dipimpin Roh, kita menahan lidah kita, tidak ada bahasa lidah yang keluar. Bahasa lidah itu kerjasama ilham Roh dan ketaatan kita. Kalau kita mau taat selanjutnya, itulah hidup dipimpin Roh. Maka pada waktu yangdiperlukan, Roh Kudus akan memberi karunia-karuniaNya. Ini sangat indah dan luar biasa, sebab ini berarti Roh Kudus ada di tengah2 kita dan sedang bekerja, melayani umat Tuhan dengan 9 macam karunia. Apa yang diperlukan oleh umat Tuhan akan dilakukan Tuhan lewat 9 karunia-karunia ini dll. Kita tinggal menunggu, mendengar (sebab itu perlu awas dan penuh perhatian, bisa dengan berdoa untuk ini dan terus berbahasa lidah.  Kalau kita sudah mendengar dan yakin, kita mengatakan karunia-karunia Roh yang kita dengar; demikianlah karunia-karunia itu menjadi kedengaran di tengah-tengah kita.
Kita boleh mengharapkan dan pasti bisa menyampaikannya kalau kita tetap dipimpin Roh seperti bahasa lidah itu. Tunggu dan mengharapkan, kita bisa minta dan berdoa, tetapi Roh Kudus yang tahu kapan dibutuhkan dan yang mana.
Kita harus membedakan antara perasaan hati kita sendiri dan pimpinan Roh Kudus. Perasaan hati kita bisa salah karena prasangka atau memang tidak tahu. Sebab itu kita harusmenyerah dan taat akan pimpinan Roh: beri kesempatan Roh Kudus bicara sesuka hatiNya, bukan kehendak atau perasaan kita sendiri, sehingga keluar kata-kata kita sendiri dan seringkali bisa salah bahkan menyesatkan. Biasanya untuk setiap karunia, Roh Kudus memberi keyakinan dalam hati kita Rom 9:1; 8:16. Tentu karunia-karunia Roh itu juga sesuai dengan Firman Tuhan, paling tidak, tidak bertentangan.
Rindukan karunia2 ini, sebab dengan ini kita bisa menghadapi semua kasus dan musuh kita dengan tepat, seolah-olah bukan kita lagi, tetapi Kristus yang hidup di dalam kita yang menangani problem-problem atau kasus ini sebab kuasa Roh Kudus menguasai semua sikon.
Iman (karena kita yakin akan Firman Tuhan) dan karena iman (iman dari Roh Kudus bisa jauh lebih besar dan hampir selalu berhasil). Kesembuhan sebagai tanda2 orang beriman (Mrk 16:17) dan kesembuhan sebagai karunia Roh dan sebagai jawatan (1Kor 12:28) itu berbeda yang melakukannya, tetapi semua sama-sama menyembuhkan. Betapa indah kalau kita bisa berbahasa Roh dalam menghadapi orang-orang/ kasus, tahu-tahu oleh pimpinan atau karunia Roh Kudus kita bisa bernubuat (ini kata-kata dari Roh Kudus pasti tepat) atau tahu membedakan rohnya (dari Tuhan atau roh jahat atau roh zina dsb). Juga dalam problem, tahu-tahu  punya hikmat yang besar, seolah-olah kita ini Tuhan. Kita jadi seperti Tuhan Yesus Gal 2:20, sebab Dia hidup dalam kita. Belajar memakai semua karunia-karunia ini dengan berdoa dalam Roh dan kebenaran, dengan tulus ingin menjadi berkat bagi orang baik atau orang jahat di depan kita (tentu juga harus cerdik! Mat 10:16).
KESIMPULAN.
Teruslah berdoa dalam Roh dan kebenaran, kita bisa menikmatinya bagi roh kita, ada damai, sejahtera, kepuasan dan belajar terus tulus sampai keluar 31 faedah bahasa lidah dalam hidup, ibadah, pelayanan kita, dalam hal-hal rohani dan sekuler tetapi tetap dalam kesucian.