YS158 – Yesaya 36:1-10 Yehuda Diserang Asyur (24 Apr '13)

Download MP3 Khotbah: YS158

 

YESAYA 36:1-10. HIZKIA KALAH

YES 36:1. HIZKIA DIKALAHKAN RAJA ASYUR. (2Raj 18:13-25).
MAKA TERJADILAH PADA TAHUN KE-14 DARI RAJA HIZKIA, SANHERIB RAJA ASYUR DATANG AKAN MELAWAN SEMUA KOTA2 BENTENG YEHUDA DAN MEREBUTNYA.
Hizkia naik raja umur 25 tahun dan sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan. Cerita yang lain tentang Hizkia dapat dibaca dalam 2Raj 18:1-12, 2Taw 29 dst. Ia menghancurkan tempat penyembahan berhala, hutan-hutan dan mezbahnya serta ular tembaga yang pernah menyelamatkan orang Israel yang kena bala, ular tembaga itu disebut Nehustan. Ini berarti Hizkia mempunyai pengertian yang baik, sebab sejak Musa sampai Hakim-hakim, nabi-nabi seperti Samuel, dan raja-raja seperti Daud, Salomo dll, mereka membiarkan ular tembaga itu disembah dengan dupa. Orang-orang dalam zaman Hizkia masih menyembah Nehustan dengan pedupaan dan mereka yakin itu tidak salah sebab itu dibuat oleh Musa atas perintah Tuhan. Tidak ada orang yang berani membuangnya, tetapi Hizkia berani, luar biasa; ini berarti ia mempunyai pengertian Firman Tuhan yang dalam dan disertai Tuhan, dan Tuhan membenarkannya. Kadang-kadang ada tafsiran-tafsiran Firman Tuhan yang heran dalam hari-hari yang lalu bisa berubah (diubah) sedikit,sehingga jadi salah tetapi banyak orang tidak mengerti, namun akan timbul orang-orang seperti Hizkia yang bisa mengenali kesalahan itu dan melawannya bahkan membuang dengan tegas, luar biasa (lebih-lebih pada akhir zaman di mana Firman tuhan makin terbuka dan Roh Kudus bekerja dengan limpah). Mula-mula Yehuda dan Israel dijajah Asyur: Sebab Israel hidup dalam dosa yang begitu jahat, sesudah habis waktunya maka Tuhan membiarkan mereka dikalahkan dan dibinasakan oleh Asyur 2Raj 18:12. Tetapi Hizkia lain, ia sungguh-sungguh memperkenankan Tuhan dan Tuhan menyertai dengan heran 2Raj 18:5-7.Hizkia dengan berani (dengan iman) melepaskan diri dari Raja Sanherib. Sebab itu Sanherib menyerang Hizkia, banyak kota benteng Yehuda dikalahkan, direbut. Alkitab menyamakan Hizkia seperti Daud. 2Raj 18:3. Hizkia sangat indah, tetapi mengapa kalah? Aneh, sudah indah seperti Daud, kok kalah, padahal Daud tidak pernah kalah.Mengapa Hizkia bisa kalah? Tidak disebutkan sebabnya tetapi pasti Tuhan tidak pernah salah. Yang salah pasti manusia. Ada kemungkinan:
1. Hizkia punya sesuatu salah yang belum diselesaikan. Kalau kita sudah memeriksa diri dengan jujur dan tulus dan hati kita tidak menyalahkan kita, kita tidak usah bingung, kita tidak perlu tertuduh 1Yoh 3:21.
2. Orang yang sukses dan indah, kadang-kadang jadi sombong, kadang-kadang lupa bahwa semua dari Tuhan. Mungkin karena Hizkia ada kesombongan? (2Taw 32:25).
3. Mungkin ini suatu ujian, meskipun tidak lazim, sebab orang yang benar selalu memang.
4. Mungkin juga karena tidak jelas mendengar suara Tuhan atau tidak tahu dengan tepat seperti yang kita lihat dalam tindakan-tindakan selanjutnya (2Raj 18:13-17).
5. Dan lain-lain.
Yang penting kita jangan menyalahkan Allah dan periksa diri. Mungkin ini suatuujian atau peringatan-peringatan untuk mencegah jangan sampai menjadi sombong. Yang jelas, Hizkia bereaksi salah yaitu mengelupas perak dan emas dari bait Allah dan diberikan pada raja Asyur yang daripadanya ia sudah berani memberontak dengan imandan melepaskan dirinya 2Raj 18:7, tetapi ternyata sekarang kalah. Untung Hizkia tetap harap Tuhan, meskipun sudah jatuh bangun beberapa kali, akhirnya ia mengalami kemenangan besar, 185.000 tentara Asyur mati dalam satu malam, dan Sanherib akhirnya mati waktu menyembah berhalanya.
Andaikata Hizkia tetap percaya Tuhan dan tidak merusak bait Allah dengan mengelupas semua emas dan perak, maka Hizkia akan melihat lebih banyak pertolongan dan kemuliaan Allah (justru sebelumnya Hizkia sangat memperhatikan dan memperbaiki bait Allah. 2Taw 29-31).Hizkia harus menunggu cukup lama. Kalau hidup sudah benar, masih terjadi hal-hal yang pahit, jangan salahkan Tuhan, tetap percaya bahwa Tuhan itu baik dan tunggu Tuhan lebih lama. Coba Hizkia tidak bereaksi dosa (merusak bait Allah) dan menunggu Tuhan lebih lama, pasti Tuhan akan menolongnya. Tuhan sudah menolongnya tetapi sayang bait Allah sudah dirusakknya. Kita yang sudah belajar hidup berkenan kepada Tuhan, kalau toh terjadi perkara-perkara yang dahsyat, tetaplah berharap Tuhan dan kita harus belajar menunggu Tuhan lebih lama lagi!
Apa yang harus dibuat dalam masa menunggu ini?
1. Periksa diri, kalau ada dosa segera bereskan dan kembali pada Tuhan Yak 4:7-8.
2. Jangan bereaksi dosa, tetapi percaya Tuhan, tetap hidup benar, supaya jangan problem jadi ruwet, sulit ditolong dan banyak komplikasi.
3. Tunggu sambil terus berjalan dalam Roh.
Kita harus bisa menunggu lebih lama lagi pada Tuhan, jangan terburu-buru bereaksi seperti Hizkia, yang menyerah dan pergi ke Sanherib, lalu membayar upeti, dan untuk itu ia terpaksa harus mengelupas bait Allah lalu menuruti daging, perasaan hatinya sehingga makin bingung, panik dll. Tunggu saja sambil berdoa, Tuhan sanggup menolong, jangan kuatir, pasti Tuhan tolong pada waktunya.
YES 36:2. SANHERIB MENGUTUS RABSAKI.
LALU RAJA ASYUR MENGIRIM RABSAKI DARI LACHIS KE YERUSALEM, DENGAN SUATU TENTARA YANG BESAR MELAWAN RAJA HIZKIA. DAN IA BERDIRI DARI DEKATSALURAN DARI KOLAM YANG DI ATAS, DI JALAN RAYA DARI LADANG PENATU.
Hizkia sudah mengirim utusan, ia sudah mengakui salah, lalu disuruh membayar 300 talenta perak dan 30 talenta emas. Untuk membayarnya, ia mengelupas emas dan perak dari bait Allah, tetapi Sanherib tetap menyerang Hizkia kembali (andaikata Hizkia tidak merusakkan bait Allah, tetap harap Tuhan, toh akhirnya Tuhan menolongnya dan bait Allah tidak sampai rusak). Percayalah Tuhan sanggup menolong, jangan sampai merusak bait Allah, 1Kor 3:16. Emas berarti kesucian, perak berarti penebusan. Ini dikelupas berarti penebusan dan kesucian dirusakkan oleh segala problem yang datang.Tidak lagi hidup dalam kesucian, pelayanannya rusak, ibadah dan hubungan dengan Tuhan rusak, padahal Tuhan tetap sanggup menolong. Dalam kekalahan, kebingungan dll jangan mengambil tindakan-tindakan yang merusak rohani kita, sekalipun dalam keadaan “darurat”. Bagi Allah tidak ada darurat. Semua ada sebabnya dan Allah sanggup menolong kita. Lebih baik periksa diri dan atau menunggu Tuhan dengan iman, Tuhan sanggup menolong, Dia tidak pernah gagal. Sekalipun musuh atau problem tambah hebat, jangan takut, jangan ragu-ragu, Allah sanggup menolong kita meskipun kita tidak mengerti, tetap tinggal di jalan yang betul, jangan bereaksi dosa, tetapi memelihara hidup yang dicocokkan dengan Firman Tuhan. Seperti Musa waktu dikejar Firaun di dekat laut merah, ia tidak bereaksi dosa, tetap percaya dan menunggu Tuhan. Tuhan pasti menolong orang benar pada waktunya. Seringkali karena takut, lalu menuruti perasaan hati, nasehat yang duniawi, sehinggabingung dll, oleh sebab itu orang-orang ini mengambil tindakan yang salah, bahkan merusakkan bait Allah, rohani, ibadah, pelayanan, kesucian, hubungan baik dengan Tuhan, rencana Allah dalam hidupnya dll. Jangan mengorbankan rumah Allah yaitu kesucian tubuh kita dalam rencana Allah. 1Kor 3:16.
YES 36:3. UTUSAN HIZKIA MENGHADAPI RABSAKI.
LALU KELUARLAH KEPADANYA ELYAKIM PUTRA HILKIA, YANG MENGEPALAI RUMAH (RAJA) DAN SEBNA PENULIS DAN JOAH PUTRA ASAF, PENGARSIP.
Tiga orang penting keluar menghadap Rabsaki. Sebetulnya kalau Hizkia langsung masuk bait Allah dan berdoa sungguh-sungguh dari permulaan seperti yang kemudian dilakukannya dalam 2Raj 19:1, maka jawaban akan lebih cepat datang. Memang dalam keadaan yang panik (dikepung 185.000 tentara yang galak, itu cukup menakutkan, apalagi kota-kota benteng Yehuda sudah kalah semua waktu diserang mereka), tetapi jangan takut akan problem atau musuh. Kita mendapat sesuai dengan iman kita. Mat 8:13. Kalau imannya ragu-ragu, hasilnya juga meragukan dan banyak susah. Paling baik, selalu berdoa, lari kepada Tuhan Yesus. Kalau ada penasehat-penasehat yang baik, yang dipimpin Roh pasti lebih menguntungkan. Seperti penasehat yang baik untuk Rehabeam, tetapi sayang mereka tidak didengarkan, maka akibatnya Yehuda habis, kerajaannya tinggal hanya dua bagian saja, 10 bagian lenyap. Coba Rehabeam taat akan nasehat yang betul, hasilnya indah. Seringkali kalau sudah terjadi, kita  baru melihat akibat-akibat yang jelek dan yang baik, tetapi sudah terlambat. Coba Rehabeam menurut nasehat yang baik, ia tidak sampaikehilangan 10 suku.  Sebab itu banyak berdoa, lari ke Yesus, maka Tuhan Yesus akan menolong kita dengan heran dan indah. Tunggu di kaki Tuhan, terus berdoa dalam Roh, sampai Tuhan memberi pimpinan 1Taw 16:11. Musa terus menunggu Tuhan, tidak bertindak lebih dahulu, tidak kacau dan tidak rugi, tetapi pada waktunya ia dan Israel tertolong oleh Tuhan. Misalnya Kel 14:14.
Hizkia ter-buru2 bertindak. Ia seharusnya banyak berdoa dan menunggu pimpinan Tuhan. Ia panik dan seluruh perhatian, waktu, pikiran dan usahanya dicurahkan untuk mengatasi problem. Sebetulnya ia harus membagi waktu dan tenaganya untuk pribadi dan untuk Tuhan. Pakai setengah dari waktu dan tenaganya (atau lebih banyak lagi) untuk lari pada Tuhan, berdoa dan menunggu di kaki Tuhan. Jangan seluruh waktu, tenaga dan pikirannya dicurahkan pada problemnya, nanti tenggelam dan habis di dalam problem tanpa hasil. Ambil setengah dari waktu dan tenaga (atau lebih) untuk duduk di bawah kaki Tuhan, pasti tidak sia-sia. 1Taw 16:11. Tuhan sanggup menolong. Kadang-kadang kalau seorang sakit keras, apalagi dokter sudah angkat tangan, lalu orang itu dan keluarganya panik. Semua waktu, tenaga, uang, pikiran dsb dicurahkan pada penyakit yang ganas dan mencari pengobatan, sehingga tidak lari kepada Tuhan, akhirnya semuanya habis ditelan problemnya dan tidak berhasil, binasa. Tetapi kalau setengah waktu, tenaga, kekuatan kita (atau lebih dari setengah) dipakai untuk mencari Tuhan, Tuhan bisa menolong dan hasilnya pasti jadi lebih baik bahkan bisa sembahdengan iman, seperti yang dilakukan Musa, makawaktu Tuhan menolongnya, semua beres dengan sempurna.
YES 36:4. KATA-KATA RABSAKI, MELEMAHKAN.
DAN RABSAKI BERKATA KEPADA MEREKA, KATAKANLAH SEKARANG KEPADA HIZKIA, DEMIKIANLAH KATA RAJA ANGUNG, RAJA ASYUR. KEPERCAYAAN MACAM APAKAH YANG KAU HARAPKAN?
Iman itu seringkali ditertawai sebab tidak masuk akal. Kita boleh bahkan perlu menghadapi fakta, jangan takut, bahkan pelajari baik-baik fakta yang di depan kita, tetapi juga berdoa terus menerus (lebih2 dalam Roh dan kebenaran) supaya iman kita tetap kuat atau timbul dan kita bisaberjalan dengan iman, itu hasilnya jauh lebih baik, maka Tuhan yang akan melaksanakan janji-janjiNya. Kata-kata dari dunia, akal dan iblis itu selalu melemahkan, sebab kalau sudah jalan buntu, iblis mudah mengajak untuk menyerah lalu taat apa saja yang dianjurkan iblis, termasuk menghalalkan segala cara. Jangan kecil hati mendengar tantangan-tantangan dunia ini, tetaplah berjalan dengan iman 2Kor 5:7 dalam pimpinan Roh Kudus.
YES 36:5. KATA-KATA SIA-SIA ATAU KATA-KATA IMAN.
KATAMU (SAYA BERKATA, TETAPI KATA-KATA* ITU SIA-SIA), SAYA MEMPUNYAI NASEHAT DAN KEKUATAN UNTUK BERPERANG. SEKARANG SIAPAKAH YANG KAMU HARAPKAN SEHINGGA KAMU BERONTAK KEPADAKU? (*KATA-KATA BIBIR).
Orang dunia berkata, lidah tidak bertulang, dan kata-kata itulenyap dalam angin. Mereka menganggap kata-kata Hizkia untuk berharap pada Tuhan itu sia-sia. Seringkali kata-kata iman dianggap sugesti kosong yang sia-sia. Tetapi kata-kata iman, itu bukan kata-kata bibir yang tidak berarti. Kata-kata iman itu tidak sia-sia, kalau dengan yakin pasti jadi. Sebab itu berdoalah sampai yakin baru berkata, sebab kalau kita berkata-kata dengan iman berarti Roh Kudus dan Firman Tuhan yang menjadi jaminan. Kalau syaratnya digenapi, Firman Tuhan pasti jadi. Kata-kata iman dari Musa  ternyata jadi kenyataan Kel 14:14. Juga kata-kata iman Daud terhadap Goliat dll. Perempuan Kanani, perempuan meleleh darah, perwira laskar dll, semua kata-kata imannya jadi, sebab mereka berkata-kata dengan yakin iman. Kalau kita mengatakan kata-kata Firman Tuhan dengan yakin, itu akan jadi, jangan kuatir. Firman Tuhan dan Roh Kudus, kalau dapat tempat di dalam hati yang suci dan kita mau taat, akan timbul kata-kata iman yang berbuah kenyataan, apalagi kalau jadi iman yang besar. Hizkia sudah lepas dari Sanherib, tetapi kemudian jadi ragu-ragu lagi sehingga ia mengambil langkah2 yang salah, tidak menunggu dan bertanya Tuhan 1Taw 16:11, maka semua jadi kacau dan rusak. Orang yang berjalan dengan iman lalu luntur imannya, maka kata-kata dan tindakannya akan sembarangan dan macet, semua jadi kacau dan ruwet. Seperti Petrus habis percaya, lalu kembali ragu-ragu, sebab itu ia tenggelam lagi Mat 14:30.Sebab itu teruslah dipimpin Roh (berdoa dalam Roh dan kebenaran) sehingga iman tetap kuat. Sesudah berhasil bertindak dengan iman, tetap berdoa Ef 6:15 supaya rohani dan imannya jangan turun, tetapi tetap menang, sebab setan yang dikalahkan itu hanya pergi sebentar, lalu akan kembali lagi Luk 4:13. Selama masih hidup di dunia, kita akan perang terus Ay 7:1 tetapi dengan Tuhan Yesus kita bisa menang terus. Jangan naik turun seperti Hizkia, apalagi seperti Nuh yang pensiun lalu hidupnya menjadi kosong dan sia-sia 350 tahun sesudah air bah.
YES 36:6. BERHARAP PADA TONGKAT YANG PATAH.
SESUNGGUHNYA ENGKAU MENGHARAPKAN TONGKAT BULUH YANG PATAH INI, YAITU MESIR; JIKA SEORANG BERSANDAR KEPADANYA, ITU AKAN MENEMBUS DAN MENUSUK TANGANNYA. BEGITULAH FIRAUN RAJA MESIR BAGI SEMUA ORANG YANG BERHARAP KEPADANYA.
Ini kata-kata dari manusia yaitu Sanherib tentang berharap pada manusia (Mesir), itu begini jelek, apalagi kata-kata dari Allah, orang yang harap pada manusia itu terkutuk Yer 17:5. Sebagian kata-kata manusia itu betul bagi orang lama, sebab manusia mempunyai kemampuan tetapi terbatas dan kesetiaan sahabatpun juga terbatas, apalagi kalau menjadi sahabat karena uang. Untuk orang lama dan hal-hal fana ada banyak kata-kata manusiawi yang cukup baik dan betul, tetapi hampir-hampir tidak ada kata-kata manusia yang betul untuk hidup yang kekal. Juga kita ini orang baru, sudah keluar dari hukum dosa dan maut, sudah ditebus oleh darah Yesus, kita harus hidup dalam taraf yang lebih tinggi, yaitu tingkat Surgawi,  yaitu dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus, dipimpin Roh Ef 2:6. Kita harus terus menerus mencari perkara2 dari Atas sebagai pegangan, bukan dari bawah Kol 3:1-4. Pegang Firman Tuhan, jangan harap tongkat buluh yang rapuh, kekuatan dan kemampuan manusiawi sekalipun tampaknya canggih dan modern. Sekalipun Mesir itu gagah, negeri yang paling maju, canggih, tetapi tetap terbatas, masih bisa dilawan oleh Asyur. Tetapi kalau kita hidup dalam tingkat Surgawi, dipimpin Roh dengan kebenaran-kebenaran ilahi dan dengan iman (dalam kesucian, pikul salib, dan terus diisi dengan 7 Kebutuhan Pokok Rohani) maka kita akan terus hidup dalam kemenangan. Jangan takut, Tuhan sanggup menolong sampai menang. Orang yang harap pada Mesir, justru Mesir yang terbatas dan mudah berubah, itu akan menjadi seperti tongkat yang patah dan menembus tangannya, ia ditusukkan tongkat Mesir. Manusia, uang, iblis, kepintaran, sukses, janji-janji manusia dll, semua terbatas dan mudah berubah, sehingga tiba-tiba bisa berubah menjadi seperti tongkat yang patah yang bisa menusuk sendiri. Sekalipun kita masih hidup dalam dunia, memakai hal-hal dunia seperti orang dunia, tetapi jangan terikat 1Kor 7:31, ikatkan diri dengan Tuhan, maka kita aman dalam lindungan Tuhan dan tidak akan tertusuk sebab harapan kita adalah Tuhan, bukan isi dunia ini.
YES 36:7. RABSAKI BERUSAHA MEMBUAT TAWAR HATI.
TETAPI BILA ENGKAU BERKATA KEPADA SAYA, KAMI BERHARAP KEPADA TUHAN ALLAH KAMI; BUKANKAH DIA DAN TEMPAT-TEMPATNYA YANG TINGGI DAN MEZBAHNYA SUDAH DILALUKAN HIZKIA DAN BERKATA KEPADA YEHUDA, ENGKAU HARUS MENYEMBAH DI HADAPAN MEZBAH INI?
Ini adalah tindakan Hizkia yang benar, tegas dengan iman, sesuai Firman Tuhan (diterangkan panjang lebar dalam 2Taw 29-31). Tetapi Rabsaki mengejek, meskipun demikian baiknya Hizkia menyembah Tuhan,bukankah Hizkia dan Yehuda kalah oleh Sahherib? Dan sekarang lebih dari 185.000 orang sudah mengepung Hizkia untuk membunuhnya? Di mana Tuhan Allah yang disembahnya? Semua sia-sia, sekalipun ia dengan segenap hati dan benar mengikut Tuhan. Hizkia benar-benar mengalami masa yang sulit dan dihadapkan pada bahaya yang besar. Kalau kita berjalan dengan iman, itu seringkaliditertawakan, seperti kata-kata dan tindakan Tuhan Yesus waktu masuk di rumah Yarius Mrk 5:39-40 atau kata-kata iman itu juga bisa disalah mengerti oleh orang-orang yang tidak mengerti dan tidak punya iman seperti Mrk 5:30.  Juga Daud yang mau mengalahkan Goliat dengan iman dimarahi kakak-kakaknya dan semua merasa heran dan aneh, sebab mereka tidak mengerti keberanian Daud yang timbul dari iman.Haraplah pada Tuhan. Jangan takut ditertawakan orang dunia atau orang-orang beriman di dekat kita, check lagi dengan Firman Tuhan dan berdoa dalam Roh, pegang teguh Firman Tuhan sambil terus berdoa dalam Roh, lekat dengan Tuhan dan FirmanNya. Pegang terus Firman Tuhan, sampai itu jadi dengan pertolongan Roh Kudus.
YES 36:8. RABSAKI MENGAJAK HIZKIA BERTARUH.
SEBAB ITU SEKARANG SAYA MINTA KEPADAMU, BERILAH JAMINAN, KEPADA TUANKU RAJA ASYUR, DAN SAYA AKAN MEMBERIMU 2000 EKOR KUDA, KALAU-KALAU DARI PIHAKMU, ENGKAU DAPAT MEMASANG PENGENDARA DI ATASNYA.
Mungkin sekali Hizkia tidak mempunayi 2000 orang berkuda. Salomo dalam puncak kejayaannya mempunyai 12.000 orang berkuda 1Raj 4:26; 10:26, 2Taw 1:14; 9:25. Mesir mempunyai 60.000 orang berduka 2Taw 12:3. Rabsaki tahu banyak tentang tindak tanduk Hizkia, rupanya ia tahu bahwa Hizkia sudah lemah, orang berkudanya tidak sampai 2000. Memang kalau duel Daud dan Goliat, Daud pasti kalah menurut akal, sebab bukan tandingannya, begitu juga terhadap singa dan beruang. Tetapi kalau dengan iman, yaitu dengan Tuhan ternyata ia menang. Fakta-fakta dan tantangan-tantangan seperti ini seringkali menakutkan, tetapi pandang Tuhan, jangan pandang fakta sekalipun kita tidak perlu mengingkari fakta, tetap percaya akan janji Firman Tuhan.Betapa indah, kalau berjalan dengan Tuhan kita bisa mencapai kemenangan besar, bukan oleh kekuatan kita, tetapi oleh Tuhan.
YES 36:9. DENGAN AKAL HIZKIA PASTI KALAH.
BAGAIMANA ENGKAU BISA MEMBALIKKAN WAJAH DARI SEORANG PENGUHULU YANG TERKECIL DARI HAMBA-HAMBA TUANKU DAN MENARUH HARAPMU KEPADA MESIR UNTUK RATA DAN ORANG-ORANG BERKUDA?
Membalikkan wajah, berarti kalah lalu lari. Ditantang terang-terangan, Hizkia dan rakyatnya tidak bisa menjawab, sebab memang keadaannya kecil dan tidak mampu. Kalau terus melihat hal jasmani, iman menjadi luntur seperti Petrus yang tenggelam sesudah berjalan di atas air Mat 14:30. Orang yang berjalan dengan iman, hidup dalam kesucian dan menang dari Tuhan itu selalu tergantung dari Tuhan dan tanpa Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa. Kita harus sadar ini baik-baik supaya terus lekat dan bersandar pada Tuhan Yoh 15:5. Sebab itu kita harus terus menerus lekat kepada Tuhan bukan hanya sekali-sekali atau musiman, tetapi terus menerus, enak atau tidak enak, suka atau tidak, tetap harus bersandar padaTuhan dan taat akan kehendak Tuhan terus menerus, baru kita bisa berjalan sebagai orang Kristen yang betul dalam kesucian dan melakukan kehendak Tuhan. Orang beriman itu hanya sedikit di jalan sempit dibandingkan yang banyak di jalan lebar, tetapi biarpun sendiri, kalau terus berjalan dengan Tuhan, akan selalu kuat dan menang. Kita harus tekun belajar Firman Tuhan, berdoa, beribadah, pelayanan dll (7 Kebutuhan Pokok Rohani). Orang yang terikat padaKu akan kuat terus, tetapi yang lepas akan kalah. Kalau seorang wajib membaca Firman Tuhan, wajib berdoa, wajib beribadah, wajib pelayanan, wajib hidup suci, wajib pikul salib, wajib bersekutu dll, itu baik tetapi orang yang wajib, seringkali harus memaksakan diri. Pada satu saat ia bisa merasa lelah sebab wajib, lalu berhenti atau berkurang. Apalagi kalau ibadah karena terpaksa, atau disuruh orang, maka semua yang terpaksa itu satu kali akan berhenti. Tetapi kalau seorang melakukannya karena cinta pada Tuhan, masukpun harus berkorban, ia rela melakukannya sebab cinta. Misalnya orang yang belajar Firman Tuhan karena cinta, maka setiap kali ada kesempatan, larinya kepada Firman Tuhan dan dibacanya dengan lahap, sambil menikmatinya. Begitu juga dengan doa,  ibadah, pelayanan dsb kalau karna cinta, selalu ada gairah. Tuhan bertanya pada Petrus, apakah ia mencintaiNya? Petrus berkata ya! Kalau cinta, gembalakanlah domba-dombaKu. Menggembalakan domba-domba Tuhan, melayaninya, itu seharusnya karena cinta Tuhan, bukan karena nafkah, bukan karena dapat penghargaan dll. Sekalipun sulit, sekalipun penuh pengorbanan, tetapi kalau cinta, ia akan terus bertahan untukmelayani. Memang seharusnya seorang yang menjadi full timer dalam pelayanan itu bukan nafkah tetapi sebab cinta Tuhan Yoh 21:15-17. Kalau karena nafkah, mudah berubah atau pindah kalau ada tempat lain yang nafkahnya lebih besar. Sebab itu sebagian orang tidak setia atau orang suka pindah sebab dasarnya adalah uangbukan karena cinta Tuhan. Orang yang melayani, belajar Firman Tuhan atau berdoa dan ibadah karena cinta, akan bisa bertahan sampai lama, tidak kenal mogok atau lelah, sebab cinta itu kuat. Tetapi kalau karena sebab-sebab yang lain, tidak bisa tahan lama dan satu kali akan berhenti, bahkan bisa berbalik jadi cinta yang lain, apalagi kalau karena terjepit, bisa murtad dan berubah menjadi duniawi. Orang beriman kalau ibadah, pelayanan, belajar Firman Tuhan dll karena terpaksa, segan, kewajiban dll pada satu saat akan berhenti bahkan bisa berbalik mencintai yang sebaliknya, hal-hal dunia dan dosa. Lebih-lebih pada Minggu ke-70 Daniel akan ada banyak kejatuhan dalam dosa dan hanyut dalam arus Neraka. Ada orang terikat pada HPnya (facebook, internet dll) sehingga setiap ada kesempatan ia terus melihatnya, bahkan sambil berjalan, apalagi di bus dll, terus terikat sehingga semua yang lain ditunda atau tidak dikerjakan, termasuk belajar sekolah dll sehingga tidak naik, sebab terikat pada HPnya. Orang terikat pada HP bisa celaka sampai kekal, tetapi orang yang cinta Firman Tuhan akan bahagia di dunia sampai kekal.
YES 36:10. RABSAKI MENCATUT NAMA TUHAN.
DAN APAKAH SAYA SEKARANG DATANG NAIK MELAWAN NEGERI INI TANPA TUHAN UNTUK MEMBINASAKANNYA? TUHAN BERKATA KEPADA SAYA, PERGILAH NAIK MELAWAN NEGERI INI DAN BINASAKANLAH DIA.
Tuhan tidak menyuruh Rabsaki membinasakan Hizkia, terbukti mereka sendiri yang binasa. Rabsaki mencatut nama Tuhan. Ada banyak orang berani mencatut nama Tuhan untuk mendapat keuntungan-keuntungan tertentu. Begitu juga nubuat dan tafsiran palsu seperti Zedekia kepada Achab, yang palsu, menjanjikan pasti menang, ternyata tidak, Achab mati. Jangan senang dengan nubuatan-nubuatan yang indah-indah.  Bagian kita adalah hidup suci, taat, menggenapi Firman Tuhan, Tuhan pasti menggenapi janji-janjiNya. Baik nubuat yang baik atau yang jahat, keduanya bisa dipakai olehiblis untuk menekan sampai putus asa. Setan berusaha untuk memojokkan orang yang sudah ditekan, lalu menyalahkannya untuk membinasakannya. Orang-orang yang jalan dalam Roh pasti kuat dan bisa membedakan. Untung Hizkia lari kepada Tuhan, sehingga ia tidak masuk perangkap Rabsaki, tetapi lepas dan menang.
KESIMPULAN.
Ini cerita tentang Roh Kudus versi Wasiat Lama, jatuh bangun dengan banyak kekacauan, kerugian dan kerusakan, tetapi toh akhirnya menang. Mengapa Roh Kudus tidak langsung menolong Hizkia, sampai Hizkia jatuh bangun?Sebab maksud Tuhan adalah untuk mengolah Hizkia dan umat Israel. Dalam Wasiat Baru lebih indah kalau kita tetap berjalan dalam Roh seperti rasul-rasul, hasilnya menang terus, bahkan rencana Allah adalah sampai kepada kesempurnaan.