YS148 – Yesaya 33:23-24 Keadaan di Surga Bumi Baru (13Feb’13)

Download MP3 Khotbah: YS148

 

YESAYA 33:23. KAPAL HIDUP TIDAK LAGI BERLAYAR.

Tali-talimu sudah kendur, tidak bisa menguatkan tiang (kapal)nya, mereka tidak bisa membentangkan layarnya, maka mangsanya itu adalah suatu jarahan yang besar yang dibagi-bagi. Orang yang lumpuh mengambil mangsa itu.

 

TALI-TALI MU SUDAH KENDUR.

Ini keadaan dari kapal yang tidak lagi mempunyai rencana untuk berlayar. Tali-talinya kendur, dibiarkan tanpa diatur. Kalau masih ada rencana untuk berlayar, maka semua tali harus diringkas baik-baik, supaya waktu akan dipakai lagi, sudah siap dan tidak menimbulkan kesulitan. Tetapi disini tidak diperhatikan sama sekali. Ini kata-kata nubuatan tentang kapal hidup yang sudah sampai di tempatnya, dan tidak ada lagi rencana untuk berlayar, semua sudah selesai, berhenti untuk selamanya. Tidak lagi ada pergumulan dan peperangan. Tidak ada lagi jarak dan tujuan yang harus dicapai, sudah sampai di ujung jalannya.
 

TIDAK BISA MENGUATKAN TIANG (KAPAL)NYA.

Untuk pelayaran, lebih-lebih jarak jauh, tiang utama dari kapal itu penting untuk menggantung layarnya.  Sekarang tiang utamanyapun sudah lemah, tidak ada pelayaran seperti dahulu di dunia.
 

MEREKA TIDAK BISA MEMBENTANGKAN LAYARNYA.

Dengan kata lain kapal ini sudah tidak berlayar lagi. Memang waktu kita masuk Surga (sesudah mati atau waktu pengangkatan) masih dalam sikon yang ramai (zaman Antikris di dunia, lalu perang Harmagedon, kerajaan 1000 tahun, perang God dan Magog, kiamat, Tahta Putih yang Besar) baru masuk Surga Bumi Baru dan disini sikonnya baru, tenang, tetapi sejak masuk Surga kita sudah mengalami perhentian kekal yang indah, meskipun sikonnya masih ribut dan kita tidak akan berubah lagi. Sekalipun di luar Surga keadaan ramai, tegang, tetapi di dalam orang-orang yang sudah masuk Surga, tetap sejahtera, sukacita ada perhentian yang mutlak. tidak lagi berubah. Kita sudah sampai dalam perhentian yang tenang untuk seterusnya, tidak ada peperangan lagi.
Sekarang, hidup sebelum mati, ini waktunya perang, bergumul, berusaha mati2an tetapi juga selagi hidup ada kemurahan Allah yang besar, kebaikanNya, anugerahNya, pertolongan, pemberian dan andil Allah dalam pergumulan pribadi kita besar. Salah diampuni. Usaha dapat 1 ditambahi 9 oleh Tuhan, sehingga hasilnya lebih besar. Daud perang dengan satu batu, hasilnya kemenangan besar. Gideon perang dengan obor, nafiri dan periuk hasilnya luar biasa. Yusak perang, ditolong Tuhan dengan melempari musuh dengan batu, siang diperpanjang dst. Begitu limpah tambahan yang diberi Tuhan dalam peperangan hidup ini. Tetapi sesudah mati, sama sekali tidak ada tambahan, tidak ada ampun lagi, tidak ada kemurahan lagi, tidak ada anugerah lagi untuk menambah hasil dan tingkatan kita sampai kekal. Tetap ada kebaikan, kemurahan, kasih, kesukaan dll, tetapi sudah tidak ada lagi pergumulan atau perang. Semua sudah selesai tidak bisa tambah atau kurang, keadaan kita tetap sampai kekal. Sebab itu hidup di dunia ini kesempatan besar untuk naik setinggi-tingginya, untuk berbuat bagi Tuhan sebanyak-banyaknya dengan tulus dan sesuai Firman Tuhan. Sebab itu apa yang bisa kita buat, buatlah sekarang habis-habisan, karena kalau sudah mati, tidak bisa berbuat apa-apa lagi Pengkhotbah 9:10. Surga adalah perhentian kekal yang indah, tetapi tidak bisa ditambah lagi pahala atau kemuliaan yang kekal (tentu kita akan mendapat banyak hal ini dan mulia di Surga, tetapi dalam ukuran dan perbandingan sesuai dengan tingkatan yang kita capai di dunia. Lukas 19:17. Kalau seorang masuk neraka, sudah tidak bisa berubah lagi, sebab itu jangan mempermainkan kesempatan emas selama hidup di dunia (apalagi bunuh diri seperti ajakan iblis itu melawan Allah dan sangat bodoh, kena tipu setan!). Kerjalah mati-matian, habis-habisan bagi Allah sesuai dengan FirmanTuhan, besar pahalanya dan pasti tidak sia-sia, itu mengikut kita sampai kekal Wahyu 13:14.
 

MAKA MANGSANYA ITU ADALAH SUATU JARAHAN YANG BESAR YANG DIBAGI-BAGI, ORANG YANG LUMPUH MENGAMBIL MANGSANYA.

Surga adalah tempat membagi jarahan, mengambil mangsa yang didapat di dunia. Di Surga tidak ada orang jahat, tidak ada salib, tidak ada musuh, tidak ada peperangan dan tidak ada kemenangan atau jarahan. Tetapi disini tempatnya menikmati apa yang sudah kita dapatkan di dunia. Barang-barang fana dari dunia kalau sudah mati, tidakbisa dinikmati lagi, semuanya, uang, kepintaran, sukses, kedudukan dll, semuanya habis, sebab itu orang dunia kalau mati itu rugi dan berdukacita. Semua yang dikumpulkan lenyap, jadi milik orang lain Lukas 12:20-21. Tetapi apa yang kita buat karena dan untuk Tuhan sesuai dengan kehendakNya, itu tidak hilang, malah terus mengikuti kita selama-lamanya Wahyu 13:14. Orang lumpuhpun bisa mengambil mangsa atau jarahannya. Dengan katan lain semua yang masuk Surga, pasti dapat pahalanya masing-masing, tidak akan dipersulit atau dikurangi.
Sebab itu orang yang mengerti dan berbudi akan membuat mati jadi untung yang sebesar-besarnya Pilipi 1:21, jangan jadi rugi, itu bodoh. Kumpulkan sebanyak mungkin yang kekal, jangan yang fana.
Hati-hati jangan sampai yang kekal itu habis, bocor yaitu karena:
1. Ingin dipuji, pahala yang kekal habis Matius 6:1-2.
2. Kalau tidak masuk Surga, semuanya yang kekal tidak dihitung Yehezkiel 33:13, sebab di Neraka tidak ada pahala.
3. Orang yang sombong akan direndahkan, celaka, bahkan bisa direndahkan sampai mati seperti Herodes, Absalom, Achitofel dll.
4. Bodoh dan hidup dalam dosa, maka rencana Allah yang penuh perkara kekal tidak didapat atau hanya sedikit sekali, bisa-bisa hanya selamat saja sakit (seperti orang menerusi api, habis semua 1Korintus 3:15) atau hilang keselamatannya dan semua pahalanya Yehezkiel 33:13. Harta di dunia bisa dicuri, bisa hilang atau hancur, tetapi harta kekal di Surga tidak bisa hilang untuk selama-lamanya.
 

YESAYA 33:24. BEBAS DARI SEGALA AKIBAT DOSA.

DAN PENDUDUKNYA TIDAK AKAN BERKATA SAYA SAKIT, DAN ORANG-ORANG YANG TINGGAL DI DALAMNYA AKAN DIAMPUNI SEGALA KESALAHANNYA.

Luar biasa. Semua dosa sudah tidak ada dan akibat dosa juga tidak ada. Ini hidup yang ideal dan indah dalam Surga di hadapan Allah. Di Surga tidak lagi ada kemungkinan dosa, sehingga sama sekali dosa tidak muncul selama-lamanya. Sebab itu orang yang  bersiap-siap  mau masuk Surga, berusaha di dalam Kristus untuk berhenti berbuat dosa Yohanes 5:14; 8:11 (Halaman), berhenti dari segala keinginan dosa (Galatia 5:24) sehingga disucikan sampai dalam hati dan pikirannya, dan juga disucikan oleh Firman Tuhan, Roh Kudus, doa, persekutuan, pelayanan sehingga dibersihkan dari segala kemungkinan dosa, supaya kita terus meningkat dalam kesucian sehingga hidup kita makin berubah seperti Kristus. (Dalam Yesaya 33:23, terus meningkat dalam melakukan kehendak Tuhan sebanyak-banyaknya).
Tidak ada akibat dosa, tidak ada penyakit, menjadi tua dan mati, semua dosa sudah lenyap. Luar biasa, hidup dalam Surga Bumi Baru tanpa dosa dan limpah dengan segala pahala yang kekal. Ini bukan cerita fiktif atau fantasi tetapi benar-benar akan kita alami, ini kebenaran ilahi yang kekal.
Orang-orang Halaman berjalan dengan kekuatan sendiri, Kristen tradisional, jatuh bangun dalam dosa, mereka semua menilai segala perkara hanya dari hal-hal jasmani, sehingga praktis mereka berpikir apa gunanya dapat Surga kalau sekarang tidak dapat apa-apa, tetapi orang-orang Ruangan Suci yang hidup dalam kesucian dan matanya dicelikkan Roh Kudus akan berpikir apa gunanya dapat seisi dunia kalau tidak dapat Surga yang kekal Matius 16:26. Sebab itu Lazarus yang tidak dapat apa-apa tidak susah, tidak kecewa atau menyesal, tetapi bersukacita, sebab ia yakin punya Surga dan sungguh-sungguh mengalaminya. Orang-orang yang celik matanya bisa melihat hal ini, berusaha mati-matian dengan pertolongan Roh kudus dan mati baginya menjadi untung. Orang-orang yang sempurna, dalam Ruangan Maha Suci bisa melihat dengan jelas mana yang fana dan kekal dan mereka sudah ada dalam hadirat Tuhan.
 

YESAYA 34:1-17. TEMPAT PENGHUKUMAN KEKAL.

Dalam pasal ini diceritakan tentang hukuman Allah yang dahsyat atas orang-orang yang tidak mau percaya dan bertobat. Semua akan menanggung hukuman dosanya masing-masing. Sebaliknya dari ayat-ayat di atas, ini adalah ayat-ayat tentang hukuman yang dahsyat dari bangsa kafir yang tidak mau percaya dan orang beriman yang masuk neraka. Ada satu bangsa yang disebut disini yaitu Edom, cucu Abraham yang seharusnya punya kesempatan yang sama dengan turunan Abraham yang lain, tetapi sebab memilih dosa, akhirnya masuk dalam tempat hukuman yang kekal, tidak seperti bangsa Yacob yang bahagia untuk kekal.
 

YESAYA 34:1. BIARLAH BUMI MENDENGAR.

DATANGLAH DEKAT, ENGKAU BANGSA-BANGSA UNTUK MENDENGAR DAN DENGARKANLAH ENGKAU BANGSA-BANGSA. BIARLAH BUMI MENDENGAR DAN SEMUA YANG ADA DI DALAMNYA; DUNIA DAN SEGALA PERKARA YANG TERBIT DARIPADANYA.

Tuhan yang menciptakan bumi dan segala isinya, segala bangsa semua yang ada di dalamnya. Tuhan merindukan supaya semua mendengar suaraNya dan mendengarkan, memperhatikan dengan sungguh-sungguh, yaitu mendengar dan percaya. Mula-mula isi bumi hanya 2 orang, tetapi Hawa tidak mendengarkan Tuhan tetapi mendengarkan ular yaitu suara iblis sehingga terpaksa harus diusir keluar dari Eden. Sekarang juga Tuhan masih menghendaki segala bangsa mendengar suaraNya. Sebab itu Tuhan memerintahkan kita pergi ke seluruh dunia untuk memberitakan suaraNya, kabar baik dari Tuhan yaitu Injil Matius 28:19, Markus 16:15. Ini perintah Tuhan dan kita harus taat Matius 7:21, bahkan Tuhan juga memberi pahala yang kekal bagi yang taat (sangat menguntungkan). Ini termasuk hal-hal kekal yang akan kita bawa ke Surga. Sebab itu pergilah ke seluruh dunia, dimulai dari orang di sekitar kita. Seluruh dunia akan mendengar Injil, dan sesudah ini digenapkan, baru Tuhan datang Matius 24:14. Memang tidak semua mau percaya, tetapi orang yang percaya itu berbahagia. Pergilah, istimewa bagi seisi rumah, sebab Tuhan mempunyai janji khusus untuk keselamatan isi rumah Kisah 16:31. Ini perintah dan kewajiban kita yang harus dikerjakan bahkan pada orang di dekat, di sekitar kita Lukas 10:27 yaitu “isi panci” kita. Sebab itu kita patut melakukannya, lalu sebaiknya buat laporan dalam form “pergilah” supaya bisa dievaluasi dalam kelompok sel (PS). Ini ada pahalanya dan kekal dan indah, mulia pasti sangat berharga untuk abadi. Baik memberitakan Injil (kabar baik untuk orang yang belum percaya) juga membagi-bagi makanan rohani (Matius 24:45 untuk orang-orang yang sudah percaya Tuhan Yesus, bagi-bagikanlah. Ini cara utama untuk mendapatkan pahala yang kekal, yang membuat seorang untung waktu mati, karena punya harta kekal.
 

YESAYA 34:2. TAHTA PUTIH YANG BESAR.

KARENA MURKA TUHAN ADALAH DI ATAS SEGALA BANGSA DAN AMARAHNYA DI ATAS SEGALA TENTARANYA. IA SUDAH MEMBINASAKAN MEREKA TOTAL. IA SUDAH MENYERAHKAN MEREKA KEPADA PEMBANTAIAN.

 

KARENA MURKA TUHAN.

Pada waktu mati murka Tuhan sudah turun, langsung ada penghukuman Ibrani 9:27. Bukan hanya pada hari kiamat. Orang yang mati, langsung diadili dan langsung menerima vonis ke Surga atau neraka dan itu berarti sudah menerima murka Allah, yaitu masuk di neraka. Sesudah mati orang berdosa melihat murka Allah tanpa ada ampun, tanpa ada belas kasihan, kemurahan, kasih dsb. Bukan berarti Allah berubah atau menjadi jahat, tetapi kesempatannya habis dan Allah bertindak sebagai Hakim yang adil dan tidak ada satu dosapun yang luput, semua mendapat hukumannya yang setimpal. Sebab itu mati bagi orang berdosa itu dahsyat, bukan saja habis semua yang dimilikinya tetapi langsung terima murka Allah dalam neraka.

MURKA TUHAN ADALAH DIATAS SEGALA BANGSA

Ini terjadi berulang-ulang, yaitu pada zaman Nuh, Lot (hanya Sodom Gomora) pada perang Harmagedon dan perang Gog dan Magog. Disini segala bangsa kena hukuman Allah dan masuk dalam penghukuman.

DAN AMARAHNYA DI ATAS SEGALA TENTARANYA, IA SUDAH MEMBINASAKAN MEREKA TOTAL.

Ini berarti manusia berontak dan perang melawan Allah. Ini terjadi pada perang Harmagedon dan Gog Magog. Semua tentara orang berdosa habis dibinasakan Allah. Baik pribadi atau bersama, tidak ada orang bisa mengalahkan Allah dan semua dibinasakan total, semuanya binasa dalam perang yang dahsyat itu, tidak ada sisa yang hidup.
 

IA SUDAH MENYERAHKAN MEREKA KEPADA PEMBANTAIAN.

Ini adalah bahasa nubuatan tentang tempat penghukuman, di mana mereka menerima hukuman sesuai dengan perbuatannya Wahyu 22:12. Pengadilan orang berdosa terjadi dalam Tahta Putih yang Besar, sebelumnya hanya dibuang ke neraka, tempat hukuman sementara.
Sesudah kiamat, semua sisa mayat orang berdosa akan bangkit dan sesudah menerima hukumannya dalam Tahta Putih yang Besar (dalam sekejab, tidak antri, yaitu dengan cara ilahi, itu jauh lebih efisien dari cara computerized, sekaligus langsung semua kena hukuman yang tepat) dan dalam tubuh kebangkitan orang berdosa (bukan hanya di dalam rohnya!) dilempar ke dalam Tasik api.
 

YESAYA 34:3. TUBUH KEBANGKITAN ORANG DOSA MASUK TASIK API.

ORANG-ORANGNYA YANG DIBUNUH JUGA AKAN DILEMPARKANNYA KELUAR.

Jadi yang diadili dalam Tahta Putih yang Besar adalah tubuh kebangkitan orang berdosa yang dahsyat (tidak ada yang indah, sebab ini kena akibat dosa). Tubuh kemuliaan dalam Surga tidak kena akibat dosa sama sekali, tetapi tubuh orang berdosa rusak, hancur, busuktidak karuan karena akibat dosa. Luka, borok, seperti kanker, kencing manis, ganggren dll. Segala macam kerusakan terjadi di dalamnya dan penuh dengan penderitaan karena dosa bekerja di dalamnya, ditambah lagi dengan hukuman yang diterimanya sesuai dengan dosa-dosa yang diperbuat di dalam dunia, yaitu oleh segerombol ulat dan api yang tidak bisa mati Markus 9:48. Mereka dilempar keluar dari pengadilan Allah, masuk dalam Tasik api. Kalau di Surga tidak ada orang yang berkata: Saya sakit, nyeri, dll (Yesaya 33:24) tetapi disini semua berteriak, marah-marah dan menghojat karena sakitnya yang tidak tertahan. Ini berjalan terus. Biasanya mereka menjadi biasa, adaptasi sebab terus menerus, tetapi tetap menderita untuk kekal Wahyu 14:11.
 

DAN BAU BUSUKNYA NAIK KE ATAS DARI BANGKAI-BANGKAINYA.

Karena tubuh kebangkitan itu seperti tubuh yang sekarang, maka bau busuknya keluar dan naik ke atas dari bangkai-bangkainya. Mereka tidak mati tetapi keadaannya tepat seperti bangkai, rusak, hancur, busuk, begitu menjijikkan dan ngeri dan keadaan ini ditulis dalam pasal dan ayat terakhir Yesaya 66:24. Kalau roh yang disiksa, itu seperti malaikat yang jatuh, setan-setan tidak ada tubuhnya (sebab itu mungkin tidak ada baunya), tetapi sesudah bangkit, semua orang berdosa punya tubuh kebangkitan, yaitu mayat hidup yang begitu mengerikan. Sebab itu jangan berdosa dalam tubuh yaitu berzina, kalau tidak bertobat itu menajiskan tubuh dan akibatnya dahsyat dalam penghukuman kekal. Ini satu-satunya dosa terhadap tubuh 1Korintus 6:18 dan membuat najis tubuh 2Korintus 7:1 sehingga menarik hukuman dalam tubuh kebangkitan orang dosa. Apakah dosa-dosa lain yang tidak kena tubuh, hanya rohnya, itu tetap kena tubuhnya juga sebab hukuman ulat dan api itu juga menyakiti tubuh sehingga penuh dengan penderitaan. Betapa untungnya orang yang diampuni oleh darah Tuhan Yesus. Sebab itu terimalah pengampunan selagi masih hidup dan tetap hidup suci dengan pertolongan Tuhan, pasti bisa.
 

DAN GUNUNG-GUNUNG AKAN MELUNAK DENGAN DARAHNYA.

Ini darah dari tubuh kebangkitan yang menolak darah Kristus. Ini menceritakan tentang penderitaan orang-orang berdosa ini. Secara harfiah ada begitu banyak darah sampai gunungnya menjadi lunak atau meleleh karena darahnya. Ini menceritakan tentang begitu banyaknya penderitaan yang tidak terhingga Wahyu 14:11 sehingga gunung dimana Tasik api ini berada, itu seolah-olah meleleh atau jenuh karena penderitaan yang tidak terhingga Wahyu 14:11.
 

KESIMPULAN.

Yesaya 33:23-24 (tentang Surga Bumi Baru) dan 34:1-3 (tentang Tasik api) itu sangat kontras. Di Surga Bumi Baru yang kekal ada perhentian dan kesukaan yang kekal. Pahala dan kemuliaannya bisa dinikmati untuk kekal, begitu indah dan bahagia. Tetapi dalam neraka lalu Tasik api, tubuh kebangkitan orang dosa begitu menderita dengan sangat mengerikan dan menjijikkan, juga untuk kekal. Sebab itu jangan hidup sembarangan, hiduplah suci sampai dalam hati dan angan-angan dan taati Firman Tuhan habis-habisan, lakukan perintah Tuhan, sebab itu akan menjadi untung kita untuk kekal dalam Surga Bumi Baru yang bahagia. Jangan sampai masuk dalam Tasik api yang kekal.
 
 
 
Nyanyian:
 
Di dalam duniak ada dua jalan.