M3576 – Kejadian 8:22 Tabur Tuai, Panas Dingin, Hujan Kemarau, Siang Malam (16 Des ’12)

Download MP3 Khotbah: M3576

KEJADIAN 8:22. TABUR TUAI, PANAS DINGIN, HUJAN KEMARAU, SIANG MALAM.

Kita akan melihat 4 hal ini, yaitu:
A. Tabur tuai, misalnya penaburan Ishak.
B. Panas dingin, misalnya Laodikea yang suam.
C. Hujan kemarau, misalnya zaman Achab.
D. Siang malam, misalnya Yusak yang memperpanjang siang.
Selama masih ada bumi dan dunia ini, maka Tuhan menentukan peraturanNya bahwa hal-hal ini akan terus terjadi.
A. YANG MENABUR AKAN MENUAI. Gal 6:7-8.
Ini berlaku untuk semua segi hidup manusia, baik dalam hal uang, dosa dan kejahatan, kebaikan, lebih-lebih dalam ketaatan akan Firman Tuhan. Penaburan adalah bagian manusia dan penuaian adalah bagian Allah. Ada orang yang tidak menabur, dia berusaha mati-matian untuk menuai dengan limpah menurut kehendak hatinya, itu bertentangan dengan peraturan Allah dan ia akan gagal. Atau ada orang menabur duri tetapi hendak menuai buah ara, orang ini juga akan gagal, sebab ia melawan Allah dan Allah menjadi lawannya, tidak mungkin ia menang 1Kor 10:22, atau hanya sesaat karena kemurahan Allah yang ingin menariknya kepada pertobatan Rom 2:4. Sebab itu kita harus memperhatikan baik-baik penaburan kita supaya mendapat penuaian yang sesuai, sebab yang memaksakan penuaian yang berbeda akan melawan Allah dan pasti akhirnya ia akan gagal dan dikalahkan! Sebab itu kalau kita menabur dengan betul lalu menunggu dengan betul (bukan dengan berbuat dosa melawan Allah), maka pada waktunya Tuhan akan memberi penuaian yang sesuai, baik dalam hal-hal jasmani dan rohani. Jangan memaksakan penuaian yang tidak sesuai atau yang sebetulnya tidak ada, akan timbul banyak dosa dan kejahatan dan akan menarik hukuman Allah, Hakim yang adil!
I. DALAM HAL UANG.
Dalam Kej 26:12 pada waktu ada bala kelaparan. Ishak menabur dan mendapat penuaian 100 kali ganda. Orang-orang Filistin sampai iri kepadanya, mengapa Tuhan memberi penuaian yang banyak. Tuhan berkenan pada Isak sebab itu penaburannya diberkati Tuhan.
Khususnya untuk orang-orang beriman, kalau kita menabur dengan betul, maka kita akan menuai penuaian dari Tuhan dan ini pasti terjadi, sebab itu untuk berhasil mendapat penuaian tidaklah sukar asal kita menabur dengan betul didalam Tuhan. Setiap orang beriman sekalipun miskin, ia harus punya penaburan, sebab kita menuai sesuai dengan penaburan kita 2Kor 8:6. Tuhan sanggup memberi penuaian berapapun asal kita menabur dengan betul, yaitu:
1. Bukan karena cinta uang, sebab cinta uang adalah penyembahan berhala mammon Kol 3:5. Kalau Tuhan menjanjikan akan mendapat penuaian 100 kali ganda seperti Ishak, atau Mat 13.28; 19:29. Siapa tidak mau invest pada Allah yang jujur, benar dan luar biasa? Tetapi Allah tidak akan bekerjasama dan memberi berkat yang limpah pada penyembah berhala mammon. Cara penaburan se-mata-mata untuk mendapat  penuaian 100x sebab cinta uang, itu tidak betul, itu seperti memancing untung besar karena cinta uang, Tuhan tidak berkenan. Taburlah yang patut, jangan ber-lebih-lebih sebab mau mancing, nanti kecewa, bisa bersungut-sungut sehingga sama sekali tidak diberkati Tuhan. Tetapi apa yang patut seperti perpuluhan, korban yang wajib, rutin, perbuatan kasih, yang memang patut, taburlah dengan sukacita, maka itu akan menjadi penaburan yang betul dan Tuhan akan memberi penuaian yang sesuai. Tuhan suka kalau kita memberikan pada Tuhan dengan cinta dan juga kepada sesama karena Tuhan, dengan cinta. Maka pemberian dan persembahan seperti itu dihitung Tuhan sebagai penaburan dan Tuhan akan memberi penuaian, meskipun orang yang memberi dengan kasih itu tidak mengharap apa-apa.
Jangan memberi karena ingin kaya (= cinta uang, hanya harap penuaiannya), ini tidak berkenan pada Tuhan sebab dihitung umpan mancing dari persembahan berhala mammon. Jangan cinta uang, tetapi berpada dan tidak terikat pada uang dan dunia ini 1Kor 7:31. Jangan ingin lekas kaya lalu menabur pada Tuhan, bukan karena cinta Tuhan tetapi karena cinta uang itu seperti judi, untung-untungan,kecuali harap anugrah jujur lalu ia mendapat penuaian lipat kali ganda.  Tetapi berikan korban yang wajar karena cinta dan taat akan Tuhan, maka Tuhan akan memberkatinya sesuai dengan kemampuannya (kemampuan setiap orang tidak sama, kalau lebih dari kemampuannya lalu timbul dosa). Juga Gereja atau hamba-hamba Tuhan tidak perlu mendorong dan merangsang terus menerus, nanti jadi korban paksaan 2Kor 8:7 atau memberi harapan bagi orang yang cinta uang, yang ingin lekas kaya dan tamak.Juga dalam kelompok sel dll harus lapor pemimpinnya masing-masing untuk diawasi. Lebih baik dengan kantong kolekte (tidak ada yang tahu dan sukarela) daripada dengan daftar, bisa hilang pahalanya Mat 6:1-2.
2. Dengan hati yang suci, berkenan pada Tuhan. Tidak mengharapkan penuaian untuk maksud pemakaian yang salah, tetapi memberi karena cinta Tuhan; biarlah semua persembahan kita karena cinta akan Tuhan, juga untuk orang-orang lain karena cinta Tuhan dan untuk memuliakan namaNya, maka Tuhan akan memberikan penuaian yang sesuai. Waktu Israel hidup dalam dosa, mereka menabur tetapi tidak menuai, tuaiannya diambil orang lain Misalnya Hak 6:11, Yer 12:13.
3. Berilah karena Tuhan Kol 3:17, bukan karena maksud lain apalagi maksud dosa seperti dapat kepujian atau penghargaan, bisa menjatuhkan orang, atau maksud tersembunyi lain yang tidak berkenan pada Tuhan. Kalau menabur karena Tuhan, maka tidak akan sampai ber-sungut2, sebab kita memberi dengan rela untuk Tuhan dan Tuhan akan memberi penuaian dari segala penaburan ini, supaya makin lebat ber-buah-buah dan tumbuh dalam Kristus.
4. Menunggu. Seringkali sesudah menabur kita harus menunggu, kadang-kadang cepat, kadang-kadang lambat, tetapi kalau kita menabur betul, Tuhan pasti memberi penuaian. Jangan kita memaksakan untuk menuai, apalagi dengan menghalalkan segala cara, nanti jadi dosa, bukannya berkat tetapi hukuman yang diterima dari Tuhan. Kalau kita menabur betul, maka kita akan menuai bahkan kita masih akan menuai di Surga dari segala penaburan yang betul di dunia Gal 6:10, Yoh 4:36.
II. DALAM HAL DOSA.
Upah dosa itu maut Rom 6:23. Siapa yang menabur dosa, sekalipun sembunyi2, Tuhan tahu dan Tuhan akan memberikan penuaiannya berlipat kali ganda, pahit sekali. Daud berdosa sembunyi2, tetapi ia menuai akibatnya terang-terangan dan sangat pahit dan memalukan. Sebab itu lebih baik jangan berdosa, sebab pasti ada penuaiannya. Ay 4:8. Segala macam dosa, baik dosa mulut, iri, benci, fitnah dan dosa-dosa lain, tetap akan ada penuaiannya. Ams 16:26. Kalau bertobat, biasanya masih ada discount dari hukumannya, tetapi seringkali Tuhan izinkan tetap ada penuaiannya supaya betul-betul bersih dari segala dosa-dosanya. Dosa pemberontakan, perzinaan, penipuan, pembunuhan (aborsi), menjatuhkan orang, dll itu semua akan ada pembalasan dan penuaiannya. Jangan berbuat jahat, juga kalau menjadi hakim, adili dengan jujur sebab Tuahn melihat semuanya dan Dia memberi penuaian untuk segala penaburan di bumi ini. Kadang-kadang Tuhan memberi penyakit sebab pengakuan atau pemberesan dosanya, masih belum tuntas. Mengakui dan membereskan dosa habis-habisan itu lebih untung, meskipun pemberesan  itu seringkali sakit sekali tetapi dosanya bisa dihapuskan. Kalau tidak ia akan mananggung hukuman di dunia dan dalam kekekalan yang jauh lebih hebat; sebab penuaian ituberlipat kai ganda dari penaburan (orang menabur satu biji mangga, tidak mau menuai 1 buah mangga, tetapi ratusan, memang penuaian itu puluhan atau ratusan kali lebih banyak!). Sebab itu paling baik jangan berdosa, apalagi kita memang bisa merdeka dari dosa oleh darah Tuhan Yesus Yoh 8:36, Gal 5:1. Jangan menuruti daging sehingga berdosa, tetapi tetaplah hidup suci. Bersihkan sampai dalam hati dan angan-angan yang akan datang, suci seperti Allah (dalam hal apapun, dimanapun, kapanpun, dahulu, sekarang dan yang akan datang).
III. DALAM KESUCIAN DAN KETAATAN AKAN FIRMAN TUHAN.
Yusuf, Daud, Abraham, rasul-rasul dll mereka menabur dalam kesucian dan ketaatan. Memelihara hati yang suci seperti Tuhan itu tidak mungkin tanpa Allah, tetapi pasti bisa dengan Allah, asal mau dan penuaiannya sangat indah, juga rahasia iman yang tidak diketahui orang lain, Tuhan tahu dan tetap ada penuaiannya 1Tim 3:9. Dalam kepahitan atau “penuaian yang tidak sesuai” seperti yang dialami oleh Yusuf dalam hidupnya, ia tetap bersyukur dan ternyata kepahitan Yusuf bukan penuaian tetapi pengolahan dan akhirnya ia betul-betul menuai bahkan sampai sesudah mati terus menuai (juga orang-orang yang tidak sempat menuai di dunia seperti yang mati syahid: Stefanus, Yohanes pembaptis dll, mereka tetap menuai bahkan di Surga sampai kekal, sebab Allah itu Hakim yang adil!
B. MUSIM DINGIN DAN PANAS
Di Bumi selalu ada dua musim ini. Secara rohani ini menceritakan keadaan rohani yang panas dingin bahkan ada yang suam seperti Laodikea Wah 3:16. Suam itu dianggap sama seperti dingin dan diludahkan Allah keluar. Apalagi waktu Tuhan Yesus datang, kalau waktu seorang kedapatan dalam keadaan musim dingin, wai ia akan ditinggal Mat 24:20. Memang beberapa orang naik turun imannya, sebentar dingin sebentar panas. Ini berbahaya sebab meskipun Tuhan belum datang, waktu ia dingin, Iblis bekerja. Iblis tidak pernah melewatkan kesempatan yang didapatnya, langsung digarap, ia berusaha menanam banyak hal dosa dalam manusia, Baik dalam perbuatan dan kata-katanya atau dalam pikirannya, sebab kalau sudah ditanamkan, maka satu kali benih-benih itu akan tumbuh dan berbuah!. Dan Iblis akan memetik buah-buahnya yaitu kejahatan. Inipun terus dipelihara sampai limpah dan akhirnya, kalau sudah matang semua, bisa ditarik ke neraka. Sebab itu jangan ada masa2 dingin dalam hidup kita, itu memberi tempat dan kesempatan pada Iblis Ef 4:27. Setiap saat kita harus bersedia dan tetap hidup panas, me-nyala2 bagi Tuhan dalam kesucian sehingga bisa berbuah-buah bagi Tuhan, lebih-lebih waktu Tuhan datang, Roh Kudus bisa mengubahkan kita ikut dalam pengangkatan. Tetapi kalau seorang hidup di dalam dosa, rohaninya dingin, maka ia akan terseret dalam dosa, bisa-bisa langsung terseret sampai neraka atau waktu Tuhan Yesus datang tertinggal! Hidup di dunia ini bisa naik turun, panas dingin, sebab selalu ada tarikan dari Iblis, daging dan dunia kepada perkara-perkara dosa, sehingga menjadi dingin. Tetapi kalau kita mau memelihara rohani kita, maka Roh Kudus akan juga terus bekerja dalam hati kita, sehingga ada kuasa dari Allah Kis 1:8 yang bisa menarik kita terus dalam kesucian dengan kuasaNya, mengalahkan segala tarikan dosa, sehingga kita bisa tetap suci, panas, berapi2 untuk melakukan kehendak Allah. Ini peperangan atau pergumulan yang selalu ada dalam hidup orang beriman Ayb 7:1. Kita harus terus menjauhkan diri kita dari segala keinginan-keinginan daging yang terus berperang dalam jiwa (atau roh) kita 1Pet 2:11. Kalau kalah jadi dingin, kalau menang tetap panas. Ini bisa berganti2an terus panas dingin atau bisa terus dingin atau terus panas, tergantung dari masing-masing kita. Jadi kalau seorang dingin terus, itu kesempatan bagi Iblis terus bekerja, menabur benih dosa dan kejahatan dan mengikatnya erat-erat dalam segala macam dosa, sampai akhirnya rohaninya lumpuh dan mati dan tentunya jiwanya (rohnya) binasa. Tetapi kalau seorang terus panas, Roh Kudus yang bekerja dalam hidupnya, ia akan tumbuh dalam rencana Allah, makin indah dan makin kuat dalam Tuhan sehingga makin berbuah-buah siap untuk diangkat dan buahnya itu  akan terus mengikutinya sampai kekal dalam surga yang mulia. Karena itu kita yang harus terus menjaga rohani kita supaya tetap panas dan lekat terus dengan Tuhan seperti carang dalam pokok Yoh 15:5, makin tumbuh, makin lebat berbuah dan mengalami rencana Allah yang indah dalam hidupnya! Dunia bisa panas dingin tetapi kita harus terus tinggal panas di dalam Kristus.
C. HUJAN DAN KEMARAU
Biasanya hujan menceritakan tentang berkat-berkat, baik jasmani dan rohani Ul 11:14. Kemarau menunjukan tidak ada berkat sama sekali seperti zaman Achab 1Raj 17:1. Dalam hidup ini mungkin ada berkat, mungkin habis atau kemarau, semua itu tidak kebetulan meskipun seluruh dunia kena, sebab kita ada dalam pemeliharaan Allah yang maha kuasa. Kita harus selalu bertanya pada Tuhan mengapa semua itu datang, itu mungkin karena dosa, atau ujian. Baru sesudah tahu sebabnya, kita bisa bereaksi dengan betul, tergantung sebabnya. Kalau karena dosa harus bertobat; kalau ujian harus lulus, jangan bereaksi dosa dan terus minta pimpinan Roh Kudus. Musim kemarau bagi Achab itu karena dosa, tetapi bagi Elia itu menjadi ujian. Sebab ia dipimpin Roh Tuhan, ia terpelihara dan melihat pertolongan Allah (mujizat) terjadi dalam hidupnya, Achab (apalagi Isebel, memang anak Iblis, bukan orang beriman dan tidak mau percaya seperti Rut, tetap menyembah Baal) masih diberi kesempatan dan kemurahan Tuhan berkali2, tetapi sebab tidak tegas ambil keputusan ikut Tuhan, terus menuruti Isebel, akhirnya binasa. Elia, sekalipun banyak mengalami musim kemarau, hidupnya makin indah bahkan jadi sempurna.
Kalau hujan berkat Tuhan datang kita harus bisa memakai dengan baik untuk memelihara rohani, tumbuh dan melayani sehingga berbuah-buah makin lebat. Jangan berkat banyak lalu hidup menuruti hawa nafsuseperti Salomo sehingga rohaninya habis semua dan Tuhan marah kepadanya sebab baginya banyak uang = banyak dosa = banyak istri = banyak menyembah berhala. Yerobeam diberkati kerajaan Israel oleh Tuhan, tetapi kemudian menyembah berkatnya lebih dari Tuhannya, sehingga menyakiti hati Tuhan, Tuhannya ditinggalkan untuk mempertahankan berkatnya, bahkan ia menyesatkan jutaan orang Israel untuk menyembah berhala, sebab itu di hadapan Tuhan, Yerobeam itu seperti tahi 1Raj 14:10. Jangan hujan berkat membuat kita jadi tahi,(mulutnya, sikapnya, hatinya, kesombongannya, macam-macam dosanya) tetapi makin berkenan pada Tuhan, makinlebat berbuah-buah sehingga Tuhan terharu dan makin memberkati seperti Yusuf. Ingat, musim hujan dan kemarau, semua harus ditangani sesuai Firman Tuhan, dipimpin Roh sehingga meskipun dapat kemarau, malah jadi sempurna dan indah seperti Elia dan Lazarus, atau hujan lebat makin berbuah-buah seperti Jusuf, Daud, Abraham dll.
D. SIANG DAN MALAM
Siang waktu bekerja, malam tidak bisa Yoh 9:4.
Ada saatnya orang tidak bisa bekerja sama sekali (jasmani, rohani) yaitu waktu mati, sakit, tidak ada kesempatan untuk datang (terhalang), kena peraturan, sikon, dll. Sebab itu waktu kita mendapat kesempatan pakai baik-baik, kerja sebisa-bisanya, maksimal, sehingga kita tidak buang kesempatan. Malam datang, itu bisa karena salah kita, bisa karena ujian atau memang belum waktunya mengerjakan hal-hal tersebut. Berdoalah tanya dan minta pimpinan Tuhan, sebab dia yang tahu semuanya dan memegang kuncinya. Kalau kita memakai setiap kesempatan dengan baik, dengan efisien ( yaitu dipimpin Roh) maka Tuhan akan menambah lagi kesempatan itu Mat 15:11. Orang yang menyia2kan kesempatan kerja (= siang), maka kesempatannya akan dikurangi atau dihabiskan!
Bagaiman kita bisa tahu siang atau malam. Kita harus memperhatikan baik-baik, istimewa dengan doa dan bertanya-tanya Tuhan. Orang yang dipimpin Roh bisa melihat setiap kesempatan dengan tepat sebab Roh Kudus yang maha tahu menyatakannya pada kita. Misalnya Daud bertemu Goliat, budak Mesir dll, ia bisa memakai kesempatan itu baik-baik.
Kalau kesempatan tidak kita pakai, Iblis yang pakai dan menarik pada perkara-perkara dosa. Sebab itu jangan lewatkan misal Yoh 4:35. Berjalan dalam Roh, kita akan mendapat kesempatan bekerja, mendapat musim menuai, sebab Roh Kudus yang pimpin. Kemana Roh memimpin kita, disitu Roh Kudus bekerja dan ada banyak pekerjaan (penuaian untuk dikerjakan) dan itu adalahsiang bagi kita. Kalau kita lewatkan, Iblis bekerja dan timbul buah-buah untuk Iblis. Yusak bahkan memperpanjang siang dengan iman Yos 10:12 sehingga kemenangannya lebih besar bahkan sempurna. Berjalan dalam Roh, pakai setiap kesempatan, terus taat akan pimpinan Roh, maka hidup jadi efisien, sehingga dalam 3,5 tahun Putra Manusia bisa menyempurnakan tugasNya, sebab Ia selalu dipimpin Roh Luk 4:1; juga Elia tidak perlu 300 tahun seperti Henokh hanya beberapa puluh tahun dan ia jadi sempurna. Ukuran Tuhan bagi kita dalam zaman ini, lebih pendek lagi sebab itu berjalanlah dalam Roh dan bekerjalah terus, dengan taat dipimpin Roh, kita akan tumbuh dan berbuah dan hidup ini jadi indah dipelihara dan diberkati Tuhan sampai masuk dalam kemuliaan yang kekal.
Nyanyian:
Kalau taat dipimpin Roh
hidup ‘kan berbuah.