RAHASIA ORANG KAYA DAN LAZARUS

Artikel ini terdapat dalam majalah Tulang Elisa 79.

Lukas 16:19-23

19   “Adalah seorang kaya yang selalu berpakaian ungu dan lenan halus, bersukaria dengan kemewahan setiap hari.
20   Dan adalah seorang miskin bernama Lazarus, yang terbaring di pintu gerbangnya, penuh dengan borok,
21   yang ingin dikenyangkan dengan remah-remah yang jatuh dari meja orang kaya itu. Tetapi anjing-anjing datang dan menjilat borok-boroknya.
22   Maka terjadilah bahwa orang miskin itu mati dan dibawa oleh malaikat-malaikat ke dalam pangkuan Abraham. Orang kaya itu pun mati juga lalu dikuburkan.
23   Dan sementara menderita sengsara di dalam neraka ia mengangkat matanya, dan nampak Abraham dari jauh dan Lazarus ada dalam pangkuannya. (KJI)
Kalau orang beriman mau hidup suci, dengan Roh Kudus pasti bisa, tetapi tetap harus menyangkal diri, pikul salib setiap hari.
Sebab kita masih hidup dalam tubuh daging yang belum ditebus (menunggu tebus tubuh Rom 8:23, (lihat lebih lanjut tentang tebus tubuh dalam buku ” Tubuh, Nyawa, Roh dan tebus tubuh”  oleh Pdt. Jusuf B.S ).  Tubuh ini penuh dengan keinginan daging, ingin menyeret kita kembali dalam hidup lama menurut daging. Sebab itu kalau kita ingin hidup suci, kita harus menyangkal diri, mematikan semua keinginan daging, dan tubuh ini yang cenderung pada dosa ini.
Kalau mau tidak sulit, tetapi tetap perlu menyangkal diri, pikul salib, mematikan daging. Kalau ada dosa dan keinginan-keinginannya, ini jadi berat, tetapi kalau mau pikul salib justru jadi ringan. Tetapi orang seperti ini biasanya tidak diperdulikan dan tidak diketahui orang banyak disekitarnya, apalagi kalau miskin seperti Lazarus, tetapi Tuhan sangat memperhatikannya.
Tuhan juga memberi berkat dan pahala yang sesuai bahkan bersambung sampai kekal.
Orang yang menganggap hidup suci dan taat Firman Tuhan itu sia-sia apalagi kalau dalam kenyataannya tidak ada hal-hal yang berarti secara duniawi, ini adalah pendapat yang salah.
Kalau beribadah sungguh-sungguh, tulus, suci, tetapi tidak tampak ada hasil yang nyata, seringkali orang yang tidak punya iman dan hanya memakai pikirannya saja, akan jadi malas dan tidak bergairah melakukan ibadatnya lagi,  sebab seolah-olah tidak ada gunanya.
Misalnya sesudah operasi besar, ratusan juta rupiah, orangnya tetap tidak bisa berjalan, bahkan putus lagi. Orang-orang mengatakan, sia-sia semua pengorbanan dan biaya yang dikeluarkan.
Begitupula banyak orang berpikir tentang ibadah, dinilai secara manusiawi; kalau korban untuk ibadah tidak ada hasilnya, mereka jadi malas dan mundur.

Waktu AYUB menderita amat sangat dalam pencobaannya (habis hartanya, habis anaknya, habis kesehatannya, teman-temannya juga habis bahkan istrinya juga hampir kabur), Ayub tetap tulus dan benar di hadapan Tuhan.
Istrinya tahu ketulusan Ayub, sebab ia ada disebelahnya, tetapi istrinya menganggap semua ibadah dan pengorbanannya itu sia-sia, sama sekali tidak ada gunanya, apalagi Ayub sakitnya berat, tampaknya hampir akan mati, sebab itu istri Ayub berkata pada Ayub, lebih baik ia menghojat Tuhan lalu mati saja, percuma beribadah sungguh-sungguh pada Tuhan, tidak ada gunanya sama sekali Ayub 2:9-10.
Tetapi Ayub lain, sekalipun melihat fakta yang terbalik Ayub tidak goyah dalam pendiriannya untuk tetap tulus, suci dan taat kepada Tuhan.  Sebab itu ia menegur istrinya dengan keras.
Tentang LAZARUS tidak ada yang peduli padanya, juga tidak punya istri, (tidak ada yang mau?), tetapi ia sangat indah dan mulia dihadapan Tuhan, sehingga waktu masuk Surga, ia setingkat dengan Abraham. Tidak mudah hidup dalam tingkat rohani yang tinggi seperti Abraham, padahal keadaannya sangat mengenaskan, sangat menderita.  Lazarus begitu melarat, begitu miskin sampai-sampai ia ingin mengambil remah-remah yang jatuh dari meja orang kaya itu, tetapi selalu gagal, kalah dengan anjing orang kaya itu. Mengapa seolah-olah Tuhan tidak menolongnya untuk sekedar mendapatkan isi perutnya.
Memang hidup dan ibadah sungguh-sungguh seperti ini (hampir-hampir tidak dapat fae-dahnya), ini lebih sulit, sungguh-sungguh ikut Tuhan, tulus, suci, taat tetapi tidak ada hasil yang kelihatan, ini ujian yang lebih berat. Tetapi Lazarus bertahan sekalipun tidak mendapat apa-apa, sebab itu ia bisa cepat menyelesaikan bagian hidup dan ujiannya sampai lulus, lalu ia pulang ke Surga, ia menjadi sangat indah, duduk setingkat dengan Abraham, suatu tingkat yang tinggi.
Lazarus adalah contoh seorang yang tekun hidup dalam kesucian dan melakukan kehendak Allah tanpa men-dapat apa-apa, tetapi dari Tuhan, untuk ketaatan dan kelulusannya ia  mendapat banyak dalam kekekalan. Biasanya dalam hati orang semacam ini selalu ada sejahtera dan penuh hadirat Tuhan, sehingga bisa tahan, meskipun dari luar tidak dapat apa-apa.
JUSUF ANAK YAKUB juga mengalami seperti Lazarus, padahal ia tidak bersalah sama sekali. Gara-gara perbuatan saudara-saudaranya yang jahat , ia hampir dibunuh mati, tetapi meskipun tidak mati, ia masih banyak menderita, ia dijual menjadi budak yang begitu rendah dan celaka, hidup luntang lan-tung lebih kurang 13 tahun sangat menderita, padahal tidak salah. Kalau ada orang rumahnya habis dijual dan hidup menderita karena ditipu atau “dimakan” saudaranya sendiri, apakah ia akan marah dan dendam? Jusuf menderita jauh lebih celaka dari orang seperti ini, tetapi tidak dendam kepada saudara-sau-daranya dan tetap hidup suci berkenan pada Tuhan. Ia bisa menunggu sampai lebih kurang 13 tahun, tetap beribadah dan berkenan pada Tuhan. Dalam hal uang yang dipercayakan Potifar padanya tidak bercela. Juga tidak mau berzina meskipun ada banyak kesempatan dengan istri Potifar yang birahi dan terus menggoda.
Seperti Lazarus, Jusuf menderita bertahun-tahundan hampir-hampir tidak dapat apa-apa, tetapi tetap hidup suci dan tulus, takut akan Allah dan setia. Akhirnya sesudah lulus, dia diangkat sangat tinggi di hadapan Allah dan manusia.
Sebagian orang beriman kalau setia, tulus, taat melakukan kehendak Tuhan, sering kali mereka menuntut dari Tuhan pembalasan hal-hal jasmani ini dan rohani yang indah. Kalau tidak dapat seringkali bersungut-sungut seperti istri Ayub, bahkan menghojat, menyalahkan dan marah pada Tuhan.
Jangan menghakimi atau menilai Tuhan dari hal-hal yang tampak, yang kita peroleh,jangan kuatir, Tuhan punya perngertian, punya perasaan, kasih dan kuasa untuk memberikan segala perkara yang kita perlukan dan berfaedah bagi kita; jangan bersungut-sungut nanti setia, taat dan tulusnya menjadi sia-sia (apalagi kalau undur dan masuk neraka, semua yang indah-indah yang sudah kita buat itu tidak ada harganya, hilang dengan sia-sia Yeh 33:13).
Semua yang sudah kita buat itu tidak pernah sia-sia, semuanya dicatat dan dihitung Tuhan, dan pasti ada balas, upah dan kemuliaannya, kalau kita setia sampai akhir dan masuk Surga. Kalau masuk Neraka, semuanya tidak diingat lagi dan sia-sia.
Ada seorang bapak dalam pekerjaannya dipercayai 100 persen oleh majikannya. Semua uang yang keluar masuk tidak pernah ada bon atau catatannya, ia dipercayai habis-habisan. Ia berkata, saya tidak berani mengambil satu senpun, sebab sudah sekian puluh tahun saya bekerja melayani Tuhan (part time, tetapi sangat aktif) itu akan sia-sia, hilang semua pahal dan kemuliaannya, kalau saya masuk Neraka karena mencuri (tentu kerja seperti ini tidak baik, meskipun dipercayai penuh. Orang itu harus membuat catatan uang keluar masuk dan menyimpan semua bon-bonnya. Kalau memang jujur, lebih baik buat catatan lengkap. Supaya jangan sampai kalau dituduh orang lain (misal anaknya bos, mungkin tidak percaya penuh seperti bapaknya), atau ada peristiwa lain, tetap bersih!).

APA  RAHASIA  LAZARUS?

1. Ia tetap hidup suci, tulus dan berkenan pada Tuhan sekalipun menderita segala macam sengsara.
2. Tumbuh. Dalam penderitaannya ia tidak berdosa, dan tetap setia, taat dan suci, setiasp kali lulus, sebab itu ia terus tumbuh sampai tingkatan yang tinggi seperti Abraham.
3. Hampir tidak mendapat apa-apa yang berfaedah dan sesuai denga ketulusan ibadah-nya, sehingga cepat mati. (Tuhan tidak pernah keliru, Dia adil, semua diatur Tuhan dengan  baik dan tidak lebih dari kekuatannya 1Kor 10:13).
4. Akhirnya lulus, pulang ke rumah Bapa dan duduk setingkat dengan Abraham.
Ini rahasia Lazarus yang sangat besar dihadapan Allah, meskipun dihadapan manusia hidup Lazarus sia-sia, tidak berarti, celaka dan malang.
Ternyata ia amat indah dan mulia dihadapan Tuhan seperti Abraham.
Kita melihat bahwa :
AYUB sesudah lulus mendapat dua kali ganda dari semua yang hilang.
JUSUF sesudah lulus diangkat sangat tinggi sesuai dengan rencana Allah dalam mimpinya.
LAZARUS sesudah lulus tidak dapat apa-apa, lekas mati tetapi mulia dihadapan Allah seperti Abraham.
Sebagian orang memang tidak mendapat apa-apa yang nampaknya berfaedah bagi hidupnya. Seperti STEFANUS saksi Tuhan yang penuh pengurapan, dirajam dengan kejam sampai mati dan tidak ada pertolongan sama sekali.
YOHANES PEMBAPTIS juga tidak mendapat apa-apa yang berfaedah baginya dan dipenggal kepalanya sampai mati. Hampir SEMUA RASUL-RASUL mati syahid dan rata-rata tidak mendapat apa-apa yang berfaedah baginya di dunia ini, atau hanya mendapat sedikit saja, tetapi mereka tetap setia sampai mati.
Rencana Tuhan tidak sama untuk semua orang, tergantung kebutuhan dan rencana Allah pada zaman itu. Misalnya rencana Allah untuk Lazarus itu tergantung dari orang dan zamannya. Kadang-kadang orang yang seperti Lazarus jumlahnya sedikit atau tidak ada (seperti dalam Minggu ke-70 Daniel), kadang-kadang cukup banyak seperti da-lam Gereja mula-mula, misalnya Stefanus, Yohanes Pembaptis, rasul-rasul dan banyak orang yang mati syahid dalam Hujan awal, tetapi dalam Hujan akhir tidak ada sama sekali, semua tidak ada yang mati 1Kor 15:51.
Justru Tuhan memberi kelimpahan harta dalam Gereja Hujan akhir (milik bersama dari semua orang-orang Kristen yang sungguh, yang hidupnya tinggal kurang lebih 3,5 tahun saja, bukan sekarang) sebab kebutuhan tubuh Kristus global itu banyak sekali. Karena fasilitas ini dibutuhkan, meskipun prinsip hidupnya seperti rahasia Lazarus, maka mereka hidup seperti Yusuf dan Ayub yang dipercayai harta dan fasilitas-faslitas jasmani lainnya sangat limpah.

HIDUP DENGAN PENDIRIAN DAN RAHASIA LAZARUS.

Jadi orang yang cinta Tuhan dan berkenan kepadaNya itu siap untuk menerima nasib seperti Lazarus (sebab mempunyai rahasia hidup seperti Lazarus) dan tetap setia sampai mati. Misal Ayub berkata, sekalipun Ia membunuh saya, saya tetap akan berharap kepadaNya Ay 12:15 (KJI).

Memang tujuan kita bukan untuk menjadi kaya, mulia, besar di dunia, tetapi di Surga yang kekal. Lebih-lebih pada akhir zaman Tuhan membutuhkan orang-orang untuk menyelesaikan pekerjaanNya, untuk menamatkan dan menyempurnakan rencanaNya. Asal bisa dipercaya dan tidak jadi dosa.  Tuhan akan mempercayakan banyak hal-hal besar, dan memberikan  segala fasilitas yang fana dengan limpah untuk menyelesaikan pekerjaan Tuhan yang sangat besar di seluruh dunia ini (global). Bagi Tuhan sama sekali tidak sulit untuk memberi harta, kedudukkan, kesehatan dan fasilitas-fasilitas lainnya untuk hidup di dunia ini, asalkan itu itu tidak menjadi dosa tetapi makin tumbuh dengan indah untuk menyelesaikan rencana Allah. Inilah orang-orang yang hidup dengan pendirian dan rahasia hidup seperti Lazarus, tetapi hidup seperti Ayub dan Yusuf.

UNTUK APA RAHASIA LAZARUS INI ?

Kita mendekati akhir zaman yaitu pengangkatan Gereja dan sebelumnya akan ada hujan akhir dengan limpahnya sehingga Gereja bisa masuk dalam dalam bagian terakhir yaitu zaman keemasannya, dengan kemuliaan yang tertinggi untuk masuk dalam kesempurnaan rencana Allah. Dalam hujan awal, karena pekerjaan Roh Kudus yang kuat maka orang-orang hidup dengan sehati dan semua miliknya dipakai bersama.
Kisah 2:43-45 Maka datanglah ketakutan ke atas setiap jiwa. Dan banyak tanda-tanda ajaib dan mukjizat-mukjizat dikerjakan oleh rasul-rasul itu. Dan semua yang percaya itu ada bersama dan segala barang dimiliki bersama. Dan mereka menjual barang-barang dan harta miliknya, lalu dibagi-bagikannya kepada sekaliannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing. (KJI)
a. Hujan akhir.
Semua uang atau harta dimiliki bersama untuk kepentingan pekerjaan Tuhan. Hal ini akan juga terjadi dalam hujan akhir, sebab pekerjaan Roh Kudus yang lebih kuat, bahkan ada pengurapan yang 2 x ganda bahkan ada banyak orang mengalami pengurapan tanpa batas seperti Putra Manusia Yesus Yoh 3:34.
Tingkat rohani pada waktu ini sangat tinggi, sebab pengurapan Roh Kudus seperti pada 5 gadis bodoh pun masih kurang (mereka tertinggal Mat 25:4,13).
b. Abraham, Nuh, orang terang, mereka tahu saatnya.
Dalam masa-masa ini, orang-orang penuh dan dipimpin Roh (lima gadis bijaksana), dan merekamulai mengerti bahwa Tuhan Yesus akan datang dalam 3,5 tahun lagi, seperti Nuh tahu satu minggu lalu air bah akan datang Kej 7:4 (7 hari bayangan dari Minggu ke-70 Daniel) Abraham tahu Sodom Gomora akan dibakar (zaman Lot) Kej 18:17; 19:27-28. Begitu juga pada akhir zaman ini,  orang-orang yang hidup dengan Allah se-perti Abraham dan seperti Nuh yang berjalan dengan Tuhan akan tahu waktu mereka sudah masuk dalam Minggu ke-70 Daniel (sekarang belum tahu) sebab Tuhan berkata, bagi orang-orang yang hidup dalam terang kedatangan Tuhan (pengangkatan) itu bukannya dalam kegelapan (tidak tahu dan tiba-tiba) seperti orang kedatangan pencuri, tetapi seperti siang, tahu saatnya 1Tes 5:4-5.
Sebab itu hiduplah dalam terang seperti ligabis).
c. Ketertiban dan hukuman yang keras.
Dalam masa ini sedikit salah atau dosa dihukum dengan keras pada waktu ini  2Kor 10:6.
Mereka yang berani berdosa dan tidak bertobat bisa kena hukuman mati ditempat seperti Annanias dan Safira dalam Kis 5.  Orang-orang yang tidak sungguh-sungguh, yang hidup dalam dosa, undur, tidak berani bercampur dalam Gereja Hujan akhir dari akhir zaman ini, seperti di waktu hujan awal Kis 5:13.
Semua dosa dihukum keras 2Kor 10:6, sehingga di dalam Gereja Hujan akhir itu praktis  tidak ada dosa dan percintaan dosa, semua taat penuh, termasuk dalam hal uang.
d. Milik bersama.
Karena pengurapan Roh Kudus yang limpah (seperti ligabis) mereka hidup bagi Tuhan sepenuh-penuhnya dalam sisa waktu ini (3,5 tahun sebelum pengangkatan), semua berani mengorbankan miliknya menjadi milik bersama, bahkan lebih dari waktu hujan awal. Orang yang cinta uang tidak akan tahan dan undur dan masuk dalam Gereja jalan lebar (akhir zaman Gereja akan terbagi 2,  Gereja jalan sempit dan Gereja jalan lebar yaitu Sardis, Laodicea, Tiatira dan Pergamus, sama seperti Israel terbagi 2, yaitu Israel dan Yehuda). Orang-orang yang hidup dalam kesucian dalam segala segi hidup akan makin meningkat dalam kesucian dan pengurapan yang limpah. Keadaan Gereja akan sangat indah sangat ajaib seperti Wah 12:1. Mereka yang cinta uang, tidak bisa lepas dari hartanya akan undur dan masuk dalam dosa-dosa dunia atau Gereja jalan lebar. Cinta uang akan menyeret orang-orang yang undur ini dalam segala macam dosa yang limpah dan tidak terbatas, jauh lebih dahsyat dari sekarang 1Tim 6:9-10.
e. Siap pengangkatan.
Cinta uang meratakan jalan untuk menerima meterai Antikris.
Orang-orang yang punya pendirian seperti Ayub, Jusuf, Lazarus akan tahan dalam suasanan akhir zaman, bahkan  penuh sukacita, tumbuh dengan pesat dalam Gereja akhir zaman ini dan mengalami masa-masa yang amat indah, sukacita dan mulia dalam zaman keemasan Gereja, siap untuk ikut dalam pengangkatan. Ini semua terjadi dalam 3,5 thn sebelum pengangkatan.
Semua akan terpelihara, tidak hidup sebagai pengemis sampai mati seperti Lazarus, tetapi hidup sehat, kuat jasmani dan rohani bahkan limpah, tidak ada yang mati 1Kor 15:51, melainkan semua yang setia dan tumbuh akan ikut dalam peng-angkatan (sebagian jadi sempurna). Setiap orang yang cinta Tuhan itu tidak lagi cinta uang, bisa berpada dan bisa mempunyai pendirian dan rahasia hidup seperti Lazarus, Jusuf dan Ayub. Sebab itu mereka tahan hidup di tengah-tengah dosa dunia yang mencapai puncak-puncaknya, karena hidup limpah dengan pengurapan Hujan akhir (seperti ligabis) dan pembukaan Firman Tuhan yang penuh (Mat 10:26-27) dalam 3,5 thn sebelum pengangkatan.
f. Daging mati total.
Orang-orang ini tidak hidup seperti Lazarus sebagai pengemis, tetapi dalam kelimpahan kuasa dan kemuliaan Allah seperti Jusuf dan Ayub, dan mereka mempunyai pendirian yang kokoh dalam hal barang-barang yang fana seperti rahasia dan pendirian Lazarus, sehingga bisa hidup seperti Kristus; tidak lagi terikat sedikitpun pada dunia ini dan isinya. Sebab dunia sudah mati bagi mereka dan bagi dunia mereka itu seolah-olah sudah mati seperti Paulus.
Gal 6:14 Tetapi saya sekali-kali tidak akan bermegah, kecuali di dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, yang oleh-Nya dunia tersalib (sudah mati) bagi saya, dan saya pun tersalib (sudah mati) bagi dunia. (KJI)
Paulus hidup cukup, tidak sebagai pengemis seperti Lazarus, tetapi punya rahasia dan pendirian seperti Lazarus, tidak mencari perkara-perkara yang fana di dunia ini, tetapi perkara-perkara yang kekal di Surga, tetapi Tuhan memberinya segala fasilitas yang diperlukan cukup, bahkan limpah (tetapi tetap berpada, tidak terikat).
Pil 4:11-12 Bukannya saya berkata mengenai kekurangan, karena saya telah belajar di dalam keadaan apapun, berpada dengan apa yang ada. Saya tahu bagaimana berkekurangan, dan saya tahu bagaimana berkelimpahan. Di mana saja dan di dalam segala hal saya telah terlatih, baik dalam kenyang maupun dalam lapar, baik dalam berkelim-pahan maupun dalam menderita kekurangan. (KJI)
g. Lazarus, Ayub, Yusuf, Paulus dan lima gadis bijaksana.
Jadi kita perlu mengerti baik-baik tentang sikap dan pendirian tentang harta atau uang, seperti Lazarus, Ayub, Yusuf, dan Paulus. Untuk apa? Supaya tidak sampai jatuh dalam hal uang, yang banyak menggerogoti dan menjatuhkan umat Tuhan.Bahkan ada beberapa banyak 5 gadis bodoh yaitu hamba-hamba Tuhan yang dipakai Tuhan dengan heran dalam pengurapan Roh Kudus tetapi cinta uang, sebab itu keropos dan akan limpah dengan dosa-dosa yang tersembunyi/ disembunyikan, sehingga tertinggal seperti 5 gadis bodoh.

I. PENDAHULUAN

Kebanyakan orang senang kalau bisa menjadi kaya, bahkan ada yang berusaha mati-matian untuk mendapatkannya. Tetapi dalam hal rohani, untuk menjadi orang yang kaya rohani, rohani tinggi, kebanyakan orang Kristen lebih banyak masa bodoh atau terserah, sedapatnya saja, jadi apa saja boleh asal masuk Surga.
Tidak banyak yang ingin menjadi kaya rohani. Hanya sedikit yang berusaha mati-matian untuk mencapai tingkat pertama atau tertinggi di Surga. Ini yang umum.
Kalau jasmani ingin seperti orang kaya tetapi rohaninya cukup seperti Lazarus saja, tidak apa-apa, pokoknya masih hidup, sekalipun penuh dengan borok, kurus kering, bau busuk dan sewaktu-waktu rohaninya bisa mati, tidak apa-apa!
Ini sikap dan kerinduan orang banyak yaitu Kristen duniawi. Tentu ini salah tetapi hampir semua orang seperti ini. Ada yang punya motto atau harapan sbb: muda jadi kaya raya, tua bisa foya-foya, mati langsung masuk Surga.
Siapa yang tidak mau? Tidak banyak! Termasuk orang Kristen, juga ada yang seperti ini.
Mengapa sampai begini? Kelihatannya sebab Surga dan kemuliaannya itu tidak tampak, lain dengan uang yang bisa dirasa manisnya oleh semua orang, sampai anak-anak dan orangtua yang sudah hampir mati, tahu manisnya uang dan masih berebutan.

II. RENCANA ALLAH:  SELALU KELAS  I

Ini rencana Allah bagi kita, selalu kelas satu. Allah tidak pernah merencanakan kelas kambing; Baru kalau tidak berhasil, terpaksa turun kelas 2,3,4 dst; baik untuk segi rohani (sampai kekal) juga untuk segi jasmani yang hanya 70-80 tahun.

Rencana kelas satu rohani adalah menjadi seperti Kristus 1Kor 11:1, Ef 4:13.

Rencana kelas satu secara jasmani adalah menjadi kepala bukan ekor, paling atas bukan paling bawah Ul 28:13.

Dalam kenyataannya kita mendapatkan banyak orang beriman itu seperti orang kaya dan Lazarus. Orang beriman yang kaya ini rohaninya lebih rendah dari kelas kambing, bukan kelas I;  dosanya limpah, sebab itu meskipun ia anak Abraham, tetapi ia masuk Neraka, padahal ia kaya raya dan hidup dengan lezatnya Lazarus hidup begitu melarat, kurang gizi sehingga cepat mati, mati lebih dahulu dari orang kaya ini, tetapi tingkat rohani Lazarus sangat tinggi seperti Abraham, hampir kelas I.
Tetapi kehendak Allah untuk umatNya adalah menjadi nomor satu dalam hidup rohani dan jasmani, bukan hanya rohani dan tentu tidak hanya jasmani, sebab orang yang hanya kaya jasmaninya susah masuk Surga, dengan kata lain masuk Neraka Mat 19:23, kecuali orang kaya itu hidup dalam kesucian dan rohaninya kuat dan tahan dengan beban uang itu.


TIDAK TERBATAS.

Kalau bisa tahan (baik jasmani atau rohani) Tuhan akan memberi berapa saja yang diperlukan. Misalnya dalam hal jasmani (keuangan) Tuhan bisa memberi berapa saja, bahkan bisa tanpa batas (seperti pada Yusuf, Daud, Salomo) asal kita:
1. Dengan jumlah uang tersebut tidak berpikir atau berbuat dosa dimanapun, kapanpun dan dalam hal apapun, tetap suci seperti Allah 1 Pet 1:15-16.
2. Tidak cinta uang, bisa berpada. Ibr 13:5.
3. Bisa memakai uang dengan baik yaitu untuk pertumbuhan rohani, pelayanan dan pekerjaan Tuhan, sesuai dengan Firman Tuhan dalam pimpinan Roh, sehingga bisa berbuah-buah maksimal. Memang semua ini adalah fasilitas atau perlengkapan untuk melengkapi hidup rohani kita supaya tumbuh sampai seperti Kristus dan berbuah lebat, itulah penggunaan fasilitas jasmani dengan betul dan memuliakan Allah Yoh 15:8.
Uang yang dipakai dengan betul untuk kepentingan pekerjaan Tuhan, itu seolah-olah ditransfer ke Surga (dalam mata uang persen, yaitu menurut ukuran persentasi milik masing-masing) menjadi harta yang kekal bagi kita di Surga Mat 6:19-21. Kalau kita mempunyai harta di surga, hati kita juga ada di sana! Makin banyak harta kita di Surga, hati kita makin lekat ke sana.Jangan lupa, bagi yang bisa tahan, rencana Allah adalah rencana kelas satu, tetapi orang kaya yang masuk Surga, adalah orang kaya yang berkenan pada Tuhan seperti Yusuf. Sebab itu jangan cinta uang, hendaklah kita makin mengasihi Tuhan (yaitu cinta akan FirmanNya Yoh 14:21-23, cinta domba-dombanya Yoh 21:15-17, mencintai Tuhan dengan menyembah-Nya Yoh 4:23-24), serta makin mahir dipimpin Roh, tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan sehingga bisa memakai uang dan berkat Tuhan dengan tepat sesuai dengan kehendak Allah yaitu sesuai Firman Tuhan.
Orang seperti ini bisa menjadi kaya seperti Yusuf, seperti Ayub. Kalau ditawari mau menjadi kaya raya, mungkin tidak ada yang menolak, tetapi kalau menjadi seperti Ayub, banyak orang pikir-pikir. Sebab kalau tidak lulus dalam ujian-nya”Ayub” bisa bangkrut dan mati. Tetapi Tuhan akan menemukan cukup banyak orang-orang seperti ini di seluruh dunia, juga Tuhan menawari kita kalau kita mau, Dia sanggup menolong dan mengangkat kita dalam hal ini.
Kalau kita berkenan pada Tuhan dalam hal uang, Tuhan sanggup memberi dengan limpah, lebih-lebih pada akhir zaman, seperti orang-orang Israel yang keluar dari Mesir, mereka membawa harta dan emas amat banyak, mereka menjadi begitu kaya Kel 12:36 (sehingga bisa membangun Kemah Suci yang serba emas). Tuhan menjanjikan ini Yes 60:5, 61:5-6, Pkh 2:26 (bacalah janji-janji Tuhan yang luar biasa ini!).
Orang-orang yang berkenan pada Tuhan dalam hal uang juga akan tahan dalam Minggu ke-70 Daniel, yaitu dalam 3,5 tahun sebelum pengangkatan. Dalam waktu ini orang-orang yang diberi banyak bisa hidup bersama artinya bisa menyerahkan semua uang yang banyak itu untuk hidup bersama seperti Kis 2:44-45.
ORANG YANG KAYA DAN CINTA UANG tidak akan tahan pada hari-hari itu dan bisa undur seperti orang kaya dalam Mat 19:21 yang disuruh Tuhan Yesus membagi-bagikan uang dan hartanya lalu ikut Tuhan.
Tetapi mereka yang pura-pura, bohong atau hidup dalam dosa namun berani masuk dalam persekutuan di dalam Gereja Hujan-akhir, karena malu kalau tidak maju atau karena melihat banyak uang di dalamnya (sebab cinta uang) akan dihukum keras, mati di tempat seperti Ananias Kis 5 (Ananias mati karena uangnya sendiri, apalagi kalau ingin akan uang yang bukan miliknya, sekalipun dengan siasat dan akal-akalan, Tuhan tahu dan hukumannya keras, mati di tempat). Memang hukum-hukum dalam Gereja Hujan-akhir waktu itu keras, tetapi pekerjaan Roh Kudus limpah luar biasa dan ajaib sehingga pertumbuhan rohani berjalan sangat cepat.
Juga rencana untuk hidup rohani, Allah merencanakan supaya umatNya mencapai kelas satu yaitu menjadi seperti Kristus. Banyak orang belum menyadari hal ini dan banyak yang menganggap ini terlalu berlebih-lebih, terlalu ideal. Tetapi itulah rencana Allah bagi setiap orang percaya. Tentu ini tidak didapatkan dengan sekali lompat, tetapi asal kita mau terus tinggal di jalan Tuhan, maka akhirnya akan menjadi seperti Kristus, itu rencana kelas satu.

III. RENCANA KELAS SATU ITU NORMAL, BUKAN  BERLEBIH-LEBIH.

Sesungguhnya mencapai rencana Allah kelas satu untuk hidup jasmani dan rohani itu tidak berlebih-lebih, itu wajar sebab:
1. Allah itu maha besar.
Kalau seorang yang amat kaya dan berkedudukan merencanakan sekolah kelas I, yang terbaik di seluruh dunia bagi anaknya, apakah itu berlebih-lebih? Tidak! Allah kita maha besar, sangat besar, lebih dari semua yang lain. Kita yang percaya ini dijadikan anak-anak Allah Yoh 1:12, ini tingkat tertinggi di dunia. Kalau Allah menghendaki rencana kelas I untuk anak-anak-Nya, apakah itu berlebih-lebih? Tidak! Adampun dijadikan penguasa seluruh dunia Kej 1:28. Kita ini anak Adam lalu menjadi anak Allah, apakah rencana kelas I itu terlalu berlebih-lebih? Tidak!
2. Benih Allah ada pada kita pada waktu lahir baru, sebab kita dilahirkan dari Allah Yak 3:5, Tit 3:5, 1Yoh 3:9. Benih (telur) ayam kalau tumbuh menjadi ayam; Benih manusia kalau tumbuh menjadi manusia; Benih Allah kalau tumbuh, akan menjadi Allah seperti Kristus, ini tidak berlebih-lebih, tetapi wajar. Sesudah lahir baru, kalau kita tumbuh dengan betul, kita akan menjadi seperti benih yang kita terima. Kalau kita tumbuh sesuai Firman Tuhan, tidak heran kalau kita menjadi seperti Kristus.
Sebab itu perhatikan syarat-syarat dan cara-cara pertumbuhan yang betul dalam jalan Tuhan. Belajar penuh dan dipimpin Roh. Kita perlu belajar tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan 2 Pet 3:18 dan perlu bisa mendengar suara Roh serta mentaatinya, maka kita akan tumbuh dalam arah yang betul yaitu seperti Kristus dan itu rencana kelas I. Hidup di rilnya Tuhan tidak sulit, asal mau taat (ini berarti mau menyangkal diri untuk bisa taat akan kebenaran Firman Tuhan yang sudah kita mengerti), sebab Roh Kudus akan memberi pertolonganNya, kekuatan untuk taat dan kesukaan Roh Kudus yang manis.
Jadi sebetulnya, baik secara jasmani dan rohani, kalau kita mau taat akan Firman Tuhan kita bisa mencapai kelas satu dari rencana Allah dan itu tidak berlebih-lebih. Ingat ini baik-baik, sebab Allah sanggup melaksanakan meskipun dalam sikon yang sulit bagaimanapun, sebab Dia Allah yang maha kuasa, asal kita mau!
3. Sanggup duduk di kelas satu dari rencana Allah. Banyak orang beriman minta  kelas satu, tetapi belum tentu ia sanggup atau tahan duduk di sana.
Secara jasmani untuk menjadi orang kaya atau orang berpangkat, orang besar, belum tentu sanggup. Tandanya kalau tidak sanggup di hadapan Tuhan, orang itu justru karena menjadi besar, lalu berbuat dosa, tidak berkenan pada Allah. Tuhan tahu lebih dahulu sebab itu kalau orang itu bakal tidak tahan, bakal jatuh dalam dosa, biasanya Tuhan tidak memberikannya, meskipun ada pengecualiannya. Kadang-kadang karena sangat ingin kaya, meskipun Tuhan tidak memberinya, orang itu mencari jalan lain, apalagi kalau ia pergi kepada iblis. Iblis suka memberikannya, asal ia mendapat jiwanya, maka orang itu menjadi besar atau kaya, tetapi itu bukan dari Tuhan, ini masih mungkin tetapi pasti (orang yang cinta uang ini limpah dengan segala dosa dan) akhirnya binasa dalam neraka.
Juga tentang hal-hal rohani, kalau tidak sanggup mendapat kelas I, ia akan gugur dan tidak mendapatkannya.
Tetapi mengapa masih ada yang bakal jatuh, tetapi tetap diangkat oleh Tuhan?
a. Pada saat itu orang itu berlayak dan patut ditinggikan. Orang itu memenuhi syarat sesuai dengan Firman Tuhan dan tulus, sehingga pantas dinaikkan sesuai dengan janji Tuhan, maka Tuhan menaikkannya. Misalnya: Saul, Daud, Salomo, Simson dll. Tetapi kemudian ia undur dari Tuhan seperti Saul Gal 3:3-4. Salomo yang terus menerus berdosa dan tidak mau bertobat. Daud, Simson, Petrus jatuh karena kelemahan dan mau bertobat kembali sehingga berdiri kembali.
b. Orang itu berusaha dengan caranya sendiri, menghalalkan segala cara dan Tuhan membiarkan. Termasuk disini adalah semua orang dunia yang menjadi besar dan kaya bukan dari Tuhan. Juga beberapa orang beriman yang memakai cara-caranya sendiri. Misalnya Nebukadnezar, Yerobeam, Achab dsb, masih dibiarkan Allah dan diberi waktu dan batasan-batasan tertentu.
c. Seringkali ada hubungannya dengan orang lain dalam rencana Allah. Misalnya kejatuhan Yudas membawa Putra manusia Yesus pada kematian, tetapi justru itu rencana Allah. Juga Yudas merupakan gambaran dari Antikris yang muncul sebagai penggenapan dari puncak kerajaan iblis di bumi sekaligus menyiksa dan menekan Gereja akhir zaman sampai Gereja akhir zaman menjadi sempurna dalam sengsara oleh Antikris ini. Sebab itu  sekalipun iblis dari hari pertama sudah bisa langsung dibuang, ditangkap, di penjara, bahkan langsung dihukum dalam neraka kekal, tetapi Tuhan membiarkan ia berulah, mengacau, menjatuhkan banyak orang sepanjang zaman, karena semua itu termasuk dalam rencana Allah untuk mengolah orang-orang yang mau percaya menjadi seperti Kristus. Orang yang memang akan binasa (tidak mau percaya/ dan setia sampai mati) itu tiada harganya, sehingga kalau perlu dikorbankan sewaktu-waktu. Misalnya waktu Achan berdosa, 36 orang Israel yang sudah patut mati (Yer 15:2) dibiarkan mati saat itu, Yus 7:5.

IV. PENGOLAHAN UNTUK RENCANA KELAS SATU!

1. Membutuhkan waktu lama. Tuhan tahu lebih dahulu bahwa kalau Yusuf diolah cukup lama, ia akan tahan dan bisa duduk di tempat yang paling tinggi (kelas I) tanpa berbuat dosa atau bereaksi dosa. Sebab itu Tuhan mengizinkan Yusuf ditangkap dan dijadikan korban oleh saudara-saudaranya yang sangat jahat, lalu menjadi budak, lalu dijual, menjadi budak di rumah Potifar, difitnah isteri Potifar, masuk penjara dst. Biasanya untuk tingkat yang tinggi perlu pengolahan cukup banyak dan lama. Sebab untuk menjadi rohani apalagi sempurna tidak bisa sekali lompat dalam sebulan atau dalam satu tahun. Tuhan tahu kemampuan manusia, ia mengolah dengan pencobaan yang tidak melebihi kekuatannya 1 Kor 10:13, sebab itu pengolahan itu cukup lama, rata-rata sampai umur 30 tahun baru bisa cukup kuat seperti Putra manusia Yesus, Yusuf, Daud, Yohanes pembaptis dll. Juga Ayub sesudah punya anak 10 baru diuji dengan ujian tingkat tinggi yang cukup berat; Abraham sesudah taat dipanggil Tu-han lebih dari 30 tahun (mungkin 35 tahun) baru ia dicobai untuk mengorbankan Ishak.
Begitu juga untuk orang-orang yang akan menjadi sempurna atau hampir sempurna di akhir zaman ini, sekarang sudah ada dalam penggemblengan. Yusuf baru muncul di istana Firaun dalam keadaan indah, hampir kelas I, tetapi 20 tahun yang lalu sudah nampak keindahannya sampai bapaknya memberi baju warna warni.
Kalau sekarang belum mau bertobat penuh, sangat kecil harapannya untuk jadi kelas I atau kelas II waktu Tuhan Yesus datang, sebab dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk pengolahan.
2. Juga secara jasmani, seringkali orang-orang beriman dilatih dan diolah oleh Tuhan cukup lama dan berat dengan kemiskinan sampai hanya bisamakan bubur saja dll. Tetapi sesudah diolah dan lulus, baru diberkati sehingga kaya raya dan tetap tidak cinta uang dan bisa memakai uang dengan cukup baik (tetapi kadang-kadang anak-anaknya kurang dididik sehingga menjadi sombong, tidak bisa memakai uang dengan betul, jadi duniawi dan limpah dosa dll. Ini patut disadari orang-orang yang diberkati Tuhan secara jasmani dan rohani).
3. Sesudah lulus pengolahan. Sesudah Ayub diolah cukup, bahkan sampai habis-habisan semuanya, ternyata Ayub lulus, lalu sesudah itu ia naik begitu tinggi dan begitu mulia. Dalam bidang rohani Petrus, Paulus dll seperti Yusuf diolah habis-habisan dan lulus, baru mereka diangkat sangat tinggi. Murid-murid diolah oleh Tuhan Yesus dalam 3,5 tahun, satu gugur Yoh 17:12, tetapi yang lain lulus dan menjadi sangat indah, mereka mengalami rencana kelas satu (atau hanya untuk sesaat, sementara) dari Tuhan. Paulus diberi duri oleh Tuhan, ini dibiarkan Tuhan untuk pengolahan Paulus supaya tetap rendah hati. 2 Kor 12:7-10.
4. Pengolahan yang cepat.
Kalau kita mengalami pekerjaan Roh Kudus yang sangat limpah, mahir dipimpin Roh, pengolahan ini akan lebih efisien. Sebab itu dalam Hujan-akhir, pengolahan itu begitu efektif dan cepat sehingga dalam 3,5 tahun banyak orang menjadi sempurna jasmani dan rohani. (Putra manusia Yesus dengan pengurapan tanpa batas Yoh 3:34 dipimpin Roh, juga diolah sangat efisien, sehingga dalam waktu 3,5 tahun ia bisa menyelesaikan rencana Bapa dengan sempurna).
Sebab itu kalau kita sekarang sudah mahir dipimpin Roh dan terus penuh seperti lima gadis bijaksana, maka ada harapan dalam 3,5 tahun pertama Minggu ke-70 Daniel bisa tumbuh cepat sekali menjadi sempurna dalam hal jasmani dan rohani!
Kalau sekarang sampai 70 tahun belum sempurna, waktu itu dalam 3,5 tahun sudah bisa menjadi sempurna; berarti kecepatan tumbuh waktu itu 20 kali lebih cepat dari sekarang!

V. RENCANA ALLAH PASTI GENAP.

Sebagian besar rencana Allah sudah digenapkan.
Nubuat Allah antara lain:
– Benih Hawa akan meremukkan kepala ular dan ular itu akan meremukkan tumitnya Kej 3:15, itu sudah digenapkan di Golgota.
– Korban-korban dalam Imamat dan Wasiat Lama sudah digenapkan hampir semua.
Hari-hari raya orang Israel juga sudah digenapkan semua sampai hari Pentakosta, dan sisanyayang lain pasti akan digenapkan.
Janji-janji Tuhan Yesus kepada murid-muridNya mengirim Roh Kudus, membangun GerejaNya, orang kafir akan percaya dll sudah digenapkan dst.
Pada akhir zaman ini dalam Hujan akhir, 3,5 tahun sebelum pengangkatan, semua rencana Allah bagi Gereja akan digenapkan sampai pada hari perang Harmagedon waktu Tuhan Yesus datang ke dua kalinya mendarat di bumi di bukit Zaitun, ini akan digenapkan.

Gereja Tuhan akan disempurnakan.

Akan ada 144.000 orang sempurna (atau perkaliannya?) dan ada lebih banyak lagi orang-orang dalam tingkatan-tingkatan  dibawahnya. Biasanya perbandingan jumlah orang-orang rohani itu seperti tingkatan-tingkatan orang-orang suci yaitu seperti gunung kesucian Allah Maz 48:2.
Gunung kesucian itu makin ke bawah yaitu tingkat rohani yang makin rendah, makin banyak jumlahnya; makin ke atas, makin rohani, makin sedikit.

Sama seperti jumlah orang di jalan lebar lebih banyak daripada yang di jalan sempit, begitu juga jumlah orang-orang yang makin rohani makin sedikit, sebab perlu penyangkalan diri dan ujian-ujian yang makin berat bagi daging.
Di atas puncak gunung kesucian yaitu gunung Sion, disini ada 144.000 orang sempurna Wah 14:1.
Daya tarik daging, dosa, dunia, iblis membuat pergumulan untuk hidup makin suci, makin sulit dan untuk taat akan Firman Tuhan, itu makin berat, tetapi yang mau, Roh Kudus akan menolong sehingga tidak-lah berat 1Yoh 5:3. Kalau orang mengerti rahasia ini, hidup makin tinggi itu betul makin berat buat daging, tetapi untuk orang yang penuh dan dipimpin Roh itu tidak berat, bahkan makin senang dan makin indah. Tetapi pengertian yang betul dan indah,ini tersembunyi dan hanya orang yang sungguh-sungguh mau hidup di jalan sempit bisa mengerti.
Ada tiga angka kedatangan Tuhan dan semuanya ini pasti akan digenapkan, baru terjadi pengangkatan, yaitu:
1. Jumlah orang yang mendengar injil akan digenapkan, yaitu semua orang di dunia akhir zaman ini Mat 24:14.
2. Jumlah orang yang percaya dan diselamatkan akan digenapkan Rom 11:25.
3. Jumlah orang yang meningkat dalam kesucian, yang akan ikut dalam pengangkatan dan yang disempurnakan (yaitu 144.000 orang) akan digenapkan semuanya.
Baru sesudah 3 angka ini digenapkan, Tuhan Yesus datang mengambil orang-orang suciNya yaitu pengangkatan; juga orang-orang yang mati di dalam Tuhan akan bangkit lebih dahulu dan ikut dalam pengangkatan 1 Tes 4:16-17.

VI. BERSEDIA DIOLAH DENGAN BETUL.

1. Tuhan mencari orang-orang yang mau diolah untuk hal-hal jasmani dan rohani, sebab rencana Allah pasti genap.
Allah itu maha kuasa, Ia sanggup mengolah sampai berhasil sehingga menjadi kelas I rohani dan jasmani. Tidak ada yang mustahil bagi Allah Luk 1:37. Tetapi manusia bukan robot, manusia adalah mahkluk bebas, yang harus mengambil keputusan untuk mau percaya dan mau diolah oleh Tuhan, baru ia bisa diolah sampai kelas I. Tergantung dari orang-orang beriman itu, kalau mau taat sepenuhnya, maka Allah pasti sanggup mengolahnya menjadi sempurna. Jangan lupa, mau diolah itu berarti hidup dalam kesucian dan taat.
Orang yang hidup dalam dosa tidak bisa diolah oleh Allah. Hidup dalam dosa itu berarti memilih dan taat pada iblis. Sekalipun orang beriman, kalau hidup dalam dosa, iblislah yang mengolah hidupnya. Juga orang yang keras hati di dalam dosa, rencana Allah di dalam orang itu terpaksa merosot dari rencana kelas I turun sampai kelas II dst, sehingga kelas terakhir yaitu asal selamat tanpa kemuliaan sama sekali, seperti orang yang selamat menerusi api 1Kor 3:15.
Sebab itu jangan berdosa, jangan hidup sembarangan dan tanpa pengertian, sebab orang yang terus keras hati di dalam dosa apapun, akan merusakkan rencana Allah di dalamnya. Apalagi kalau sudah percaya dan mengerti, jangan sampai mulai dalam Roh berakhir dalam daging seperti Saul Gal 3:3-4. Pasti celaka nasibnya sampai kekal.
Siapa yang mau diolah oleh Allah? Yang tidak mau, pasti akan diolah oleh iblis, sedikit atau banyak dan akhirnya semua akan sama-sama masuk di rumah bapaknya, iblis!
2. Kita harus siap diolah untuk kelas satu, baik dalam hal jasmani, tetapi bukan karena cinta uang, cinta kedudukan, suka puji dan dibesar-besarkan, melainkan untuk bisa memakai semua fasiitas itu untuk melengkapi hidup kita dan pekerjaan Tuhan (sebagai bendaharaNya), supaya bisa lebih banyak tumbuh dan berbuah.
Juga dalam hidup rohani, tujuan dan caranya sama. Karena kita harus mau diolah, sabar dalam banyak penderitaan Ibr 2:10, makin mengerti kebenaran Firman Tuhan 2 Pet 3:18 dan limpah kuasa Roh Kudus (dengan doa puasa, bersekutu dan pelayanan) maka kita akan bisa tahan diolah untuk kelas satu untuk kemuliaan nama Tuhan. (Kalau tidak tahan, ya merosot ke kelas-kelas berikutnya).
3. Tuhan akan menyempurnakan GerejaNya. Tuhan akan berhasil membuat banyak orang yang mau diolah sangat tinggi dalam kelas satu, baik secara rohani sampai menjadi seperti Kristus, juga secara jasmani untuk menjadi kelas kepala, bukan kelas ekor. Tuhan akan memperlengkapi orang-orang beriman dan memakainya luar biasa, bahkan sampai sempurna, lebih heran daripada Kristus sendiri Yoh 14:12, tetapi tetap rendah hati dan tidak berbuat atau bereaksi dosa.
Ini semua dikerjakan Allah sebab Allah akan menyempurnakan Gerejanya sesuai dengan  nubuatanNya.
Bilamana Tuhan mencari dan menemukan orang-orang kelas satu untuk menyempurnakan rencanaNya? Lebih-lebih untuk menjadi 144.000 orang sempurna dari seluruh dunia untuk dipakai dengan heran dan tumbuh sampai sempurna. Semua ini tidak terjadi tiba-tiba dalam Minggu ke-70 Daniel, tetapi sudah diseleksi mulai sekarang.
Jadi orang-orang yang akan menjadi sempurna itu (juga orang-orang yang akan ikut dalam pengangkatan) sudah disiapkan mulai sekarang, sebab dibutuhkan + 30 tahun (untuk pengolahan) sebelum Minggu ke-70 Daniel.
Yusuf ditentukan jadi orang top di Mesir, itu bukan sesudah ia masuk istana, tetapi hal ini ditentukan pada waktu ia masih kecil di rumah bapanya, dan ditetapkan dengan mimpi-nya. Sebab itu kesungguhan sekarang itu sangat berarti, jangan tunggu nanti kalau sudah masuk Minggu ke-70 Daniel baru mau sungguh-sungguh, terlambat untuk kelas yang tinggi-tinggi.
Ada yang puas asal selamat. Ini kelompok yang penuh resiko besar (untuk kekal), sebab sekarang belum mau sunguh-sungguh; biasanya orang-orang seperti ini masih minum anggur dunia (lama), belum tentu ia mau bertobat lagi Luk 5:39, Pkh 12:1. Biasanya orang-orang yang “asal selamat” ini tidak mempunyai kekuatan rohani dan mudah tergoda atau tertipu oleh segala perkara-perkara kedagingan lalu ikut hanyut dalam dosa dunia, makin lama makin dahsyat sampai akhirnya tidak mau kembali lagi.
Pada waktu Minggu ke-70 Daniel datang, memang semua bangun (Mat 25:6-7, Minggu ke-70 Daniel mulai), tetapi lima gadis bodoh belum punya minyak dan meskipun mereka berusaha mencari, mereka tetap ketinggalan. Tetapi mereka yang sudah siap mulai sekarang seperti Lima gadis bijaksana, pada saat terjadi kegerakan Roh Kudus yang besar (Hujan-akhir), pada waktu itu semua bangun ikut masuk dengan Tuhan. Mereka yang sudah siap sekarang, akan bisa tumbuh dengan cepat sekali pada waktu Hujan akhir, Minggu ke-70 Daniel dan ada kemungkinan mereka bisa mencapai rencana Allah kelas satu dan menjadi sempurna, langsung naik ke tahta Allah.
144.000 orang yang menjadi sempurna akan selesai dalam 3,5 tahun pertama itu.
Kalau kita bisa mengerti hal ini, hari-hari ini adalah suatu kesempatan yang luar biasa. Orang yang bisa mengerti, itu karunia Tuhan Mat 13:12 dan ia akan mendapat kesempatan untuk mengalaminya, kalau mau bersedia. Mengerti rahasia Firman Tuhan itu suatu kesempatan yang luar biasa, yang tidak dimiliki orang yang di luar Mrk 4:11.
Pakai kesempatan ini baik-baik untuk mendapatkan yang terbaik dari Tuhan. Orang yang tidak mengerti biasanya memakai waktu dan kesempatan yang ada padanya bukan untuk hal-hal yang terbaik tetapi untuk yang kurang berfeadah, bahkan untuk yang sia-sia; sebab itu orang yang tidak mengerti biasanya tersesat dan binasa Mrk 12:24, Ams 10:21b.

VII. KESIMPULAN.

Miskin atau kaya. Jangan kita seperti orang yang tidak mengerti, hanya ingin mencari hal-hal jasmani yang fana, kaya, sukses, berpangkat, terhormat di dunia; lebih-lebih dalam zaman yang sulit, jangan sampai terjerat mengejar yang fana meskipun kadang-kadang hal-hal itu sukar dicari.
Ikutlah rencana Allah kelas satu, yaitu mencari hal-hal yang kekal, berkenan pada Tuhan, maka kalau sikap kita betul dan bisa dipercayai, Tuhan akan memberi hal-hal jasmani kelas satu yang dikejar-kejar secara langsung oleh banyak orang; juga oleh orang-orang Kristen yang cinta uang dan hal-hal yang fana. Cari Tuhan, cari kerajaan Surga lebih dahulu dan kebenaranNya (hidup benar berarti bisa berpada, tidak cinta uang, bisa memakai uang dengan betul dipimpin Roh) maka rencana kelas satu dalam hal-hal jasmani diberikan oleh Tuhan Mat 6:23. Tetapi orang yang mencari yang fana, baru sesudah itu mau mencari Surga, akan masuk dalam jerat percintaan dunia dan tenggelam dalam dosa, terseret arus dunia dan undur. Luk 5:39, Pkh 12:1.
SECARA ROHANI, Tuhan juga menyediakan rencana kelas satu, dan sekarang Tuhan sudah mencari orang-orang yang mau diolah, mulai sekarang, bukan besok kalau Minggu ke-70 Daniel sudah mulai. Abraham, Yusuf, Daud dll itu bukannya muncul tiba-tiba pada saat terakhir, tetapi sudah disiapkan dan mau diolah puluhan tahun sebelumnya. Juga Putra manusia Yesus, sesudah 30 tahun diolah, baru muncul dalam pela-yanan yang hanya 3,5 tahun tetapi sempurna.
Kalaupun tidak mendapat tingkat kelas satu, tetapi kalau kita sungguh-sungguh, masih ada  kesempatan untuk kelas dua dan tingkatan-tingkatan di bawahnya, dan itu juga sangat indah dan menguntungkan untuk kekal.
Jadi untuk semuanya ini tetap perlu waktu untuk bersedia seperti Lima gadis bijaksana dan mau diolah sungguh-sungguh, mau menyangkal diri, sabar dalam penderitaan, tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, mahir dipimpin Roh supaya kita bisa mencapai tingkat rohani yang setinggi-tingginya.
Pakai waktu dan semua fasilitas lain yang kita punya (rohani dan jasmani) sebaik-baiknya untuk bisa masuk dalam pilihan Allah sekarang ini juga, jangan tunggu nanti waktu Minggu ke-70 Daniel baru akan dimulai, terlambat!

RAHASIA ORANG KAYA DAN LAZARUS.


Sepanjang pelajaran ini dibahas rahasia orang kaya yang dibagi dalam dua bagian yaitu rahasia orang kaya teman Lazarus dan rahasia orang kaya yang seperti Yusuf, Ayub dll.
A. Rahasia orang kaya yang masuk Neraka. Dalam hal jasmani mengebu-ngebu ingin lekas kaya raya, tetapi dalam hal rohani masa bodoh, sebab itu akhirnya di neraka kekal.
B. Rahasia orang kaya seperti Ayub dan Yusuf. Mereka tidak ingin menjadi kaya tetapi rindu berkenan pada Tuhan. Rindu menjadi kaya rohani dan secara jasmani, berani berpada seperti Lazarus. Justru karena punya rahasia dan pendirian seperti Lazarus, Tuhan bebas memberkati dengan limpah, ia bisa berpada dan menjadi kaya raya secara jasmani seperti Yusuf dan Ayub, tetapi tidak sampai berdosa, malah tumbuh dan berbuah-buah lebat bagi Tuhan.
Kita memilih yang mana? Ada dua rahasia orang kaya dan satu rahasia Lazarus!