M3566 – Galatia 5:22-23 Perbedaan Buah Roh dan Tabiat (4 Nov ’12)

Download MP3 Khotbah: M3566

 
GALATIA 5:22-23. PERBEDAAN BUAH ROH DAN TABIAT.
A. Perbedaannya.
B. Bagaimana mendapatkannya.
C. Rincian buah Roh.
A. PERBEDAANNYA.
I. DEFINISI BUAH ROH.
Buah Roh adalah sifat-sifat ilahi (seperti Kristus) yang diberikan Roh di dalam orang yang hidup dipimpin Roh. Orang yang taat dipimpin Roh dalam hidup dan pelayanannya akan mengeluarkan dan menyalurkan karunia-karunia Roh 1Kor 12:7-11 dan juga buah Roh Gal 5:22-24. Selalu taat dipimmpin Roh:
1. Karunia-karunia Roh.
2. Buah-buah Roh.
(Karunia atau pemberian {=gift} dari Roh, ini juga manifestasi, hanya satu kali Roh 1Kor 12:7. Selama dipimpin Roh semua ini bisa terjadi sewaktu-waktu sesuai dengan kehendak Roh. Kalau orang itu dipimpin daging akan nyata buah-buah atauperbuatan daging Gal 5:19-21, bukan buah Roh.
II. KEBUTUHAN AKHIR ZAMAN.
Akhir zaman ini penuh dengan dosa dan orang-orang jahat, bahkan penuh dengan godaan dan jerat-jerat dosa. Untuk bisa hidup suci dan taat melakukan kehendak Allah itu sulit sekali. Tetapi Allah kita memperlengkapi kita putra-putraNya dengan fasilitas yang canggih dan limpah yaitu dengan tabiat yang baru seperti tabiat Kristus, dengan karunia-karunia dan buah Roh yang luar biasa, dengan jabatan-jabatan yang membuat orang sangat mahir di tempatnya masing-masing, dengan kuasa Allah, bahkan Roh Kudus sendiri menyertai kita, luar biasa. Roh Kudus adalah Allah yang maha kuasa, maha besar dan Dia menjadi penolong pribadi kita, sebab itu meskipun dunia penuh dengan iblis dan orang-orang yang jahat seperti iblis, kita tidak perlu takut dan tetap menang, sebab Allah sendiri ada di dalam kita Mat 1:23, Rom 8:31, 1yoh 4:4.
Catatan:
1. Buah Roh adalah buah-buah dari Roh Kudus berupa sifat-sifat seperti Kristus yang dinyatakan dalam diri kita. Kalau kita berbuah, itu adalah buah kita sendiri, baik dalam hal-hal jasmani dan rohani, misalnya buah-buah pertobatan, tabiat kita, dll (tentu ini semua juga oleh pertolongan Roh Kudus). Tabiat baru adalah tabiat dari hidup baru, yang langsung ada dan lengkap pada waktu seorang dilahirbarukan oleh Roh Kudus, meskipun pada mulanya tabiat ini dalam tingkat atau bentuk benih.
Buah-buah pertobatan Mat 3:8,10, ini timbul waktu tabiat lama dilepas (= bertobat), inilah buah-buah pertobatan, lalu tabiat baru dipakai dan ditumbuhkan. Semua ini (buah Roh, tabiat baru, buah-buah pertobatan) adalah hasil dari Firman Tuhan dan Roh Kudus dalam orang baru yang mau taat.
2. Problem. Dalam pertumbuhan dan perkembangan buah-buah dari manusia, biasanya selalu ada problem dengan tabiat dan buah-buah dari manusia. Misalnya pohon yang tidak berbuah (pertobatan) akan ditebang Mat 3:10. Juga carang yang tidak berbuah dipotong dan dimasukkan dalam api Yoh 15:3, ini bukan Roh Kudus yang gagal berbuah, tetapi orang beriman itu sendiri yang gagal (tidak mau) berbuah dan dipotong. Roh Kudus tidak pernah gagal, buah Roh dari Roh Kudus tidak ditumbuhkan dan selalu sudah matang dan sempurna, tidak ada problem dengan buah Roh, sebab Roh Kudus adalah Allah yang sempurna. Buah-buah kita tumbuh, sebab itu biasanya selalu ada problem sedikit atau banyak.
 
3. Ada 9 buah Roh dan juga ada banyak tabiat, termasuk ada 9 tabiat yang sama seperti buah Roh (kasih, sabar, lemah lembut dll). Pasti buah Roh dan tabiat tidak tepat sama, seperti yang akan diceritakan lebih lanjut.
4. Di dalam orang yang lahir baru dan taat menurut Firman Tuhan dan dipimpin Roh, buah-buahnya muncul yaitu antara lain tabiat, Roh Kudus seperti hujan yang membasahi ladang lalu timbul buah-buah Yes 32:15 antara lain tabiat baru tumbuh terus sampai menjadi penuh seperti Kristus. Buah Roh adalah manifestasi, kenyataan Kristus di dalam kita, bisa munncul tiba-tiba Gal 2:20, 2Kor 4:10,11.
5. Dalam Perjanjian Baru. Hanya disebut 2 kali tentang buah Roh (satu kali dalam bahasa Indonesia) yaitu Gal 5:22-23 dan Ef 5:9.
III. KERJASAMA BUAH ROH DAN TABIAT BARU.
1. Keduanya itu adalah sama-sama sifat ilahi, yang baru ada sesudah lahir baru. Ini sifat-sifat dalam jalan sempit dan dalam terang Allah. Semua yang dari Allah, sekalipun bekerja dalam manusia, tetap suci seperti Allah, sebab tidak ada perkara-perkara dosa dan kegelapan di dalam Allah 1Yoh 1:5. Keduanya lebih mudah tumbuh kalau ada tantangan yaitu kesukaran, gangguan, pencobaan dan penderitaan, yang menjadi gemblengan untuk timbulnya reaksi yang baik yaitu sifat-sifat ilahi. Kalau kita ditaruh di Surga, tidak ada tantangan seperti di dunia dan tabiat ilahi ini tidak bisa tumbuh dengan baik. Dunia memang sekolah atau tempat pengolahan yang terbaik, misalnya ada banyak orang-orang di sekitar kita yang menjengkelkan bahkan merugikan, tetapi ini justru membuat orang-orang yang dipimpin Roh menjadi sabar, tetap suci, mengampuni, rendah hati dst. Jangan takut pengolahan yang melebihi batas, sebab Allah mengatur secara pribadi sedemikian rupa sehingga tidak ada pencobaan yang datang pada kita lebih dari kekuatan kita.
2. Keduanya sejalan dan membuat orang itu makin tumbuh dewasa dan matang dalam tabiat ilahi. Jadi buah Roh itu mendorong dan menumbuhkan tabiat ilahi (baru) sehingga bisa terus tumbuh sampai matang seperti Kristus.
3. Tujuannya supaya semua sifat-sifat seperti Kristus ini sama-sama tumbuh dan akhirnya menjadi dewasa, lalu sempurna, menjadi sama seperti Kristus. Sebab itu detil-detil sifat-sifat ini (dalam penguraiannya dari Alkitab), praktis sama, ciri-ciri masing-masing sifat ini bisa dipakai untuk keduanya. Kalau kita mengerti tabiat-tabiat ilahi ini dari Firman Tuhan dan penuh dipimpin Roh, maka tabiat baru akan lebih mudah tumbuh dan buah Roh itu lebih mudah muncul sewaktu-waktu dalam hidup kita sesuai pimpinan dan kehendak Roh, sebab keduanya adalah sifat-sifat ilahi yang sama.
4. Kerjasama antara tabiat dan buah Roh. Tabiat ilahi dalam dua macam bentuk ini sama, ciri-cirinya sama, tujuannya sama, sebab itu keduanya saling menguatkan, istimewa buah Roh ini mendorong orang itu supaya hidup dalam tabiat-tabiat ilahi dan memiliki tabiat ilahi ini terus menerus dalam hidupnya, bahkan terus berkembang sampai matang seperti sifat-sifat Kristus.
Muncul bersama-sama. Diwaktu perlu  orang-orang beriman harus memberi sikap atau reaksi dengan tabiatnya yang baru, yang memang sedang tumbuh dalam dirinya, biasanya dengan banyak pergumulan. Tetapi kalau pada waktu itu ia berjalan dipimpin Roh, Roh bisa memberi sifat yang sama tiba-tiba muncul dalam dirinyasebagai buah Roh dan ini ditambahkan dalam tabiat yang sama, maka tabiat itu tahu-tahu menjadi bagus seperti sempurna; Hal ini juga menarik dan memancing tabiat baru dalam orang itu supaya tumbuh lebih cepat dan lebih matang. Demikian setiap kali Roh Kudus memberinya buah Roh, itu menarik dan mendorong agar tabiat baru yang ada padanya tumbuh lebih nyata lagi. Memang tabiat baru ini harus terus dipertahankan, bahkan ditumbuhkan; Setiap kali pada waktu itu Roh Kudus memberi buah Roh, itu bisa mendorong dan menumbuhkan tabiat-tabiat baru itu lebih lanjut sehingga makin cepat tumbuh menjadi dewasa dan matang.
5. Tabiat baru dan buah Roh itu: Seperti murid dengan gurunya (= buah Roh). Tabiat baru itu sedang bertumbuh, buah Roh sudah langsung matang. Pada waktu orang itu bersikap atau melakukan tabiatnya yang baru, tiba-tiba Roh Kudus datang dan memberi buah Roh, itu menjadi seperti guru, menjadi contoh supaya tabiat yang baruitu bisa dikembangkan dan ditumbuhkan sampai matang seperti buah Roh. Jadi kalau tabiat baru itu sudah matang akan menjadi sama dengan buah Roh (yaitu matang penuh seperti tabiat Kristus). Jadi dengan adanya buah Roh, maka orang baru itu akan lebih cepat bisa menumbuhkan tabiatnya sampai matang. Semua dengan pertolongan Firman Tuhan dan Roh Kudus, tidak mungkin dengan kekuatan sendiri, tetapi benihnya sudah lengkapada pada waktu lahir baru.
6. Kalau hidup dipimpin Roh, bermunculan buah Roh mendorong dan menguatkan tabiat baru. Tetapi kalau hidup atau berjalan menurut daging, maka buah-buah daging akan bermunculan (tidak ada buah Roh) dan itu merusak tabiat baru.
Kerjasama tabiat baru dan buah Roh:
1. Sama-sama tabiat ilahi.
2. Keduanya sejalan.
3. Tujuannya supaya orang itu menjadi matang tabiatnya seperti Kristus.
4. Terus bekerjasama.
5. Seperti murid dan guru.
6. Buah Roh, jangan buah daging.
IV. PERBEDAAN BUAH ROH DAN TABIAT BARU.
1. Darimana asalnya?
Buah Roh itu muncul kalau seorang taat dipimpin Roh (juga karunia-karunia Roh), tetapi tabiat ilahi itu mulai ada/ muncul pada waktu seorang  lahir baru. Semua tabiat-tabiat baru ini sudah ada dalam orang itu (sesudah lahir baru) tetapi dalam bentuk benih, seperti sifat-sifat burung sudah lengkap ada dalam telur.  Kemudian dengan taat menurut Firman Tuhan dan dipimpin Roh (dengan kuasa Roh Kudus), maka tabiat baru ini tumbuh bersama-sama dengan pertumbuhan rohaninya.  Kalau orang baru ini terus tumbuh dan berkembang, maka akhirnya ia akan menjadi sama dengan sifat-sifat induknya.
Buah Roh adalah sifat-sifat ilahi yang ada di dalam Roh Kudus dan  dinyatakan Roh Kudus dalam hidup orang-orang yang sedangtaat dipimpin Roh.
2. Kapan muncul (= Manifes).
Buah Roh bisa muncul tiba-tiba (instant), selama orang itutaat dipimpin Roh, menjadi sifat ilahi yang indah dan matang (dan ada kuasa ilahi di dalamnya); Jadi buah Roh ini tahu-tahu ada pada orang yang taat dipimpin Roh (seolah-olah tidak perlu waktu, tidak perlu ditumbuhkan).
Tabiat ilahi itu tidak muncul tiba-tiba tetapi tumbuh dan biasanya itu membutuhkan waktu.
Misalnya Rasul-rasul sesudah Tuhan Yesus mati di salib, mereka ketakutan,  sedih, tidak berani keluar dan putus asa sehingga merekakembali mencari ikan. Tetapi waktu mereka penuh dengan Roh Kudus, mereka tiba-tiba berubah pada waktu itumenjadi orang yang berani, sukacita dan penuh kasih, hikmat dan kuasa Allah, penuh dengan buah dan karunia-karunia Roh. Sebab itu sekalipun dalam aniaya yang dahsyat, mereka bisa tahan dan berbuah-buah.
Mengapa mereka bisa tiba-tiba berubah? Sebab ini adalah buah Roh, hasil instant (tiba-tiba) dari pekerjaan Roh Kudus. Untuk mengubah sifat seseorang dari penakut menjadi pemberani, juga lemah lembut, sabar, setia dll, ini semua tidak mungkin dalam sebulan atau setahun, apalagi dalam sehari. Tetapi semua ini terjadi tiba-tiba, instant, karena ini adalah buah Roh, sebab mereka dipimpin Roh. Sesudah itu, mereka kembali dalam tabiat baru yang tidak sematangbuah Roh, dan ini tumbuh perlahan-lahan.
Kadang ada orang waktu menerima baptisan Roh, tahu-tahu tertawa bersukacita terus, padahal sebelumnya hatinya susah, putus asa atau pendiam. Ini juga adalah buah Roh, yang langsung bisa muncul dengan tiba-tiba, karena orang itu menyerah dan mau taat dipimpin Roh.
3. Ada pada siapa?
Semua buah Roh bisa nyata sekalipun pada bayi-bayi rohani, asal pada saat itu , orang itu (bayi rohani itu) hidup dipimpin Roh. Tetapi tabiat ilahi itu lebih nyata (tumbuh sampai akhirnya menjadi matang) dalam hidup orang-orang yang dewasa rohani. Putra manusia Yesuspun (yang menjadi manusia, sama seperti kita Pil 2:7, Ibr 2:14,17, juga perlu waktu untuk tumbuh), sebab itu Ia ditunggu sampai berumur 30 tahun (Luk 3:23), supaya sifat-sifat ilahi didalamNya itu matang, baru Iasiap untuk pelayanan, menjadi pemimpin dan menjadi korban tebusan dengan sempurna dalam pimpinan Roh Kudus.
4. Kestabilannya.
Buah Roh bisa langsung hilang (labil). Kalau orang itu tidak lagi berjalan dalam Roh, semua tabiat baru itu hilang, apalagi kalau ia menuruti daging, tidak lagi menuruti Roh (Gal 3:3-4) maka tiba-tiba tampak perbuatan daging yang begitu nyata benar bedanya dibandingkandengan buah-buah Roh, sehingga seringkali menjadi cemooh orang dunia dan orang-orang yang melawan baptisan Roh Kudus. Semua buah dan karunia-karunia Roh itu membuat orang itu nampaknya begitu mulia dan sempurna (sehingga banyak orang yang tidak mengerti terkagum-kagum), tetapi pada waktu ia tidak lagi berjalan dalam Roh, semua itu hilang, apalagi kalau ia berjalan dalam daging, maka perbuatan daging yang nampak. Sebab itu perbedaan dankejatuhannya ini nyata sekali dari orang yang sangat rohani menjadi orang yang sangat kedagingan, dan bisa membuat orang menghojat Tuhan Rom 2:24. Contoh Simson yang berkali-kali dipakai Roh Kudus dengan amat heran, waktu ia menuruti daging, ia pergi ke pelacuran dengan orang kafir, Roh Kudus meskipun sabar sampai kali yang ke-4 Simson belum bertobat, Roh Kudus meninggalkannya dan kejatuhannya begitu besar. Nyata benar bedanya dengan dan tanpa Roh Kudus. Begitu juga orang-orang yang dengan karunia dan buah Roh dan tanpa semua ini, nyata benar bedanya, suatu kejatuhan yang sangat nyata dan besar.Ada juga orang-orang yang mula-mula didalam Roh menjadi berkat besar, tetapi kemudian karena menuruti daging, tertipu oleh iblis, lalu menipu dan merugikan. Orang-orang Kristen yang tidak penuh Roh Kudus, tidak mendapat buah-buah atau karunia Roh, tidak banyak yang mengalami perubahan (kejatuhan) besar seperti ini, yang naik begitu tinggi dan muliadan jatuh begitu rendah dan hina.
Tabiat baru biasanya bertahan lama, sebab dibentuk dengan banyak pengolahan dan pergumulansehingga Firman menjadi daging (tentu ini juga dengan pertolongan Roh Kudus) Yoh 1:14, Wah 10:10 pertumbuhan ini perlahan-lahan (bertahap) Firman Tuhan menjadi tabiatnya sendiri, sehingga biasanya tidak bisa hilang tiba-tiba (lebih stabil). Hidup dalam tabiat-baru itu berat dan sakit bagi daging (jadi salib), sebab itu baru bisa tumbuh kalau mau terus menerus pikul salib (Rom 6:6, Luk 9:23), kalau ada kuasa Roh Kudus (banyak berdoa dalam Roh dan kebenaran, lebih-lebih kalau mau berpuasa) baru bisa tumbuh, juga jadi lebih mudah kalau terus lekat pada Kristus seperti carang dalam pokok Yoh 15:5, maka kita bisa taat menuruti Firman Tuhan sehingga tabiat baru itu makin nyata serta terus bertumbuh.
Ilustrasi:
Buah Roh ini dapat diumpamakan seperti orang naik lift, bisa langsung ke tingkat-tingkat atas dan langsung kembali ke tingkat dasar, tiba-tiba ada, tiba-tiba hilang, “labil” seperti “pinjaman”.
Tabiat itu seperti orang naik tangga untuk naik ke tempat-tempat tinggi, lama dan berat, tetapi kalau sudah di atas, susah turun lagi. Begitu tabiat itu lebih susah hilang, lebih stabil seolah-olah seperti milik sendiri.
5. Seperti milik sendiri dan pinjaman.
Tabiat itu seperti milik sendiri dan buah Roh itu seperti pinjaman, tetapi semua dari Allah, yang baru ada pada waktu lahir baru dan ditumbuhkan oleh Firman Tuhan dan Roh Kudus. Jadi buah Roh seolah-olah muncul seperti pinjaman yang bisa didapat tiba-tiba, waktu orang itu taat menurut pimpinan Roh. Sebab ia mau menyerah dan taat, Roh Kudus bisa “meminjamkan” buah Roh itu dalam ketaatannya sehingga tabiat ilahi itu nyata dalam dirinya. Memang orang itu tetap harus menyangkal diri danmematikan daging untuk bisa tetap taat menurut pimpinan Roh. Sebab itu kalau terus menerus taat, buah Roh itu bisa terus muncul berulang-ulang. Dalam tabiat ilahi, orang itu juga harus menyangkal diri, mau terus diolah, banyak bergumul dengan daging, seolah-olah berjuang untuk mendapatkan “hak milik!”. Tetapi keduanya sama-sama membutuhkan pertolongan Roh Kudus dan harus ada kemauan untuk pikul salib dan juga perlu pengertian Firman Tuhan, lebih-lebih tentang tabiat-tabiat tsb. Jadi tabiat ilahi atau tabiat-tabiat baru ini makin nyata, seiring dengan kedewasaan rohani masing-masing, menjadi “miliknya”, sedangkan buah Roh ini seolah-olah barang “pinjaman!” Ada seorang (bernama “P”) turun dari mobil yang sangat mewah dan baru. Orang-orang kagum dan mereka bertanya, darimana ia mendapat mobil mewah ini. Orang itu diam saja. Seorang temannya bernama “M” keluar dari mobil kuno, jelek dan kadang-kadang mogok, tetapi itu miliknya sendiri, memang nyata benar bedanya dengan mobil mewah tersebut. Pada satu kali si “B” mengendarai mobil kuno yang dimilikinya, dalam hujan lebat. Tiba-tiba ia melihat seorang berjalan dalam hujan, basah kuyub dan kelelahan (sebab tidak ada tempat berteduh). Ketika didekati, ternyata si “P”. Si “M” mempersilahkan si “P” naik mobil kunonya, akibatnya basah semua tempat duduknya. Ia bertanya, dimana mobilmu yang bagus dan mewah itu? Si “P” berkata, itu mobil pinjaman tidak bisa dipakai lagi, diminta yang empunya. Inilah beda milik sendiri dan pinjaman.
Demikianlah buah Roh dan tabiat ilahi itu sama jenisnya tetapi dalam beberapa hal berbeda, meskipun begitu, akan saling menguatkan untuk bisa tumbuh sampai sama seperti Kristus.
Gal 5:22-23.
1. Beda buah Roh dan Beda Tabiat baru.
1. Darimana:
a. Dipimpin Roh.
b. Dibentuk dalam hidupnya.
2. Datangnya:
a. Tiba-tiba.
b. Tumbuh.
3. Ada pada:
a. Mulai dari bayi rohani.
b. Lebih nyata pada dewasa rohani.
4. Keadaannya:
a. Lebih labil.
b. Lebih stabil. Wah 10:10.
5. Se-olah2:
a. “Pinjaman”.
b. “Milik sendiri”.
B. CARA MENDAPATKANNYA.
Dengan singkat cara untuk mendapatkan buah Roh adalah berjalan dalam Roh, yaitu menyerah untuk menurut kehendak Roh, menyangkal kehendak sendiri dan taat dengan aktif dipimpin Roh, maka Roh Kudus memberi buah-buah itu nyata dalam hidupnya. Berjalan dalam Roh adalah suatu cara hidup dalam Ruangan Suci, termasuk di dalamnya hal-hal sbb:
1. Hidup dalam kesucian. Orang yang hidup dalam dosa itu bukan dipimpin Roh tetapi dipimpin dagingnya atau dipimpin setan. Roh Kudus memimpin semua orang yang mau taat kepadaNya dalam kesucian dan kasih (punya belas kasihan Mat 9:13), sehingga timbul buah Roh.
2. Hidup di jalan sempit atau di atas Mezbah. Kita hidup dalam tubuh daging sebab itu kalau mau hidup dipimpin Roh harus terus menyangkal diri mematikan daging, itu jalan sempit atau naik Mezbah, sebab hidup menurut Roh itu bertentangan dengan daging Gal 5:17. Tidak ada buah Roh muncul dalam jalan lebar, yang ada di jalan lebar adalah buah daging yang kadang-kadang mirip tetapi palsu.
3. Mengerti Firman Tuhan Mat 13:23 tentang tabiat ilahi ini membuat kita lebih mudah bekerjasama dengan Roh Kudus yang memimpin dan mengatur semua langkah-langkah kita dalam setiap segi hidup, sehingga kita bisa hidup cara baru yaitu dengan tabiat baru danmenyatakan buah Roh ini (kalau diberi oleh Roh Kudus) dalam hidup kita. Makin mengerti Firman Tuhan tentang buah Roh dan sifat-sifat ilahi ini, makin harmonis kerjasama dengan Roh Kudus, sehingga tabiat yang baru dan buah Roh ini tumbuh makin lebat.
4. Tindakan iman 2Kor 5:7. Ketaatan untuk melakukan kehendak Roh atau Firman Tuhan itu membutuhkan iman (kehendak Roh itu selalu sama dengan Firman Tuhan, tidak pernah bertentangan). Tanpa iman tidak mungkin taat sebab mentaati kehendak Roh, itu bertentangan dengan akal. Misalnya hidup suci, bagi orang berdosa dan orang percaya yang tidak percaya, mereka tidak yakin bisa jalan dalam kesucian, sehingga terus saja menuruti daging. Tetapi orang yang percaya, dengan iman bisa taat akan pimpinan Roh atau menuruti Firman Tuhan dan betul-betul hidup suci.
5. Limpah dengan doa Luk 24:49. Roh kita berkehendak tetapi tubuh lemah Mat 26:41, tetapi kalau limpah doa, kita dikuatkan dan disertai Tuhan sehingga bisa berjalan dalam Roh, maka kalau Roh Kudus memberi buah Roh , lebih mudah.
6. Bisa muncul dengan sendirinya. Sudah dijelaskan perbedaan buah Roh dengan tabiat baru. Buah Roh ini bisa muncul dengan sendiri, pada waktu kita taat dipimpin Roh. Kadang-kadang kita bisa minta, tetapi ada kalanya sebelum kita berpikir, Roh Kudus yang maha tahu sudah mendahului kita dan Ia memberi buah Roh ini nyata dalam hidup kita sehingga kita dikuatkan, istimewa dalam menghadapi tantangan dan pencobaan atau sikon yang berat. Roh Kuduslah yang memberi buah ini di dalam orang-orang yang taat akan pimpinanNya, yang menurut kehendak Roh. Ia bisa tiba-tiba memberi kita buah yang tepat. Misalnya buah Roh seperti kasih. Tiba-tiba orang yang dipimpin Roh ini menjadi begitu penuh dengan kasih dan belas kasihan. Kadang-kadang buah sukacita dan tiba-tiba ia penuh dengan sukacita sehingga ada beberapa yang tertawa sukacita, begitu gembira sebab waktu itu ia dalam pimpinan Roh. Misalnya waktu Petrus dan Yohanes disesah karena Tuhan, mereka tidak sedih atau marah, justru bersukacita Kis 5:40-41. Tiba-tiba muncul buah Roh sukacita, sabar, lemah lembut dll. Juga waktu Paulus dan Silas dipukuli dan dipenjarakan, mereka bisa bersukacita bahkan menyanyi memuji-muji Tuhan Kis 16:25. Muncul buah Roh sukacita selain memang tabiat bersukacita (Pil 4:4) juga sudah tumbuh. Tetapi disini tampak sukacitanya itu seolah-olah sudah sempurna, bisa mengatasi semua penderitaan yang dahsyat itu (lahir batin)Putra manusia Yesuspun ketika perlu selalu mendapat karunia-karunia dan buah Roh. Sebab Ia selalu taat dipimpin Roh Luk 4:1,18.Lebih-lebih dalam sikon yang terjepit dan penuh penderitaan. Misalnya Luk 10:21. (Ingat Putra manusia Yesus hidup sebagai manusia, seperti kita, pernah merasa tidak kuat dan tidak tahan sampai minta dilepaskan dari cawan murka Allah dalam menaggung dosa manusia Mat 26:39).
Asal kita berjalan dalam Roh maka buah Roh itu bisa muncul dengan sendirinya dan membuat hidup menjadi indah. Ingat ini bukan pada orang yang semaunya sendiri, yang hidup dalam daging, tetapi timbul dengan sendirinya di dalam orang yang mau dipimpin Roh.
Tabiat ilahi tidak muncul dan menjadi sempurna dengan sendirinya, tetapi harus ditumbuhkan lewat pengolahan, penyangkalan diri, pengertian, pergumulan, doa dst.
C. RINCIAN BUAH ROH.
Buah Roh ini ditulis dalam bentuk tunggal, berarti sebetulnya hanya ada satu buah Roh yang bisa dinyatakan dalam bermacam-macam bentuk. Semua dinyatakan dalam kasih dan kesucian.
Dalam kesucian, sebab Roh Kudus selalu bekerja dalam kesucian penuh, tidak pernah dalam dosa ataumenghalalkan segala cara. Ada orang sabar, sebab punya maksud tertentu atau maksud jahat, tetapi buah Roh selalu dalam kesucian. Ini ciri-ciri semua gerak dan pekerjaan Allah.
Dalam kasih, ini merupakan buah Roh yang pertama yang menjadi ciri-ciri dari semua buah Roh, bersama-sama dengan kesucian. Kasih tidak merugikan tetapi justu menjadi berkat bagi orang lain. Begitu dengan semua buah yang lain.
Jangan lupa, buah Roh ini hanya diberikan kepada orang yang mau menyangkal diri untuk taat dipimpin Roh. Dalam KJI ada lagi buah Roh yang ditulis dalam Ef 5:9 yaitu kebaikan, keadilan dan kebenaran. Ini juga merupakan ciri khas pekerjaan Roh.  Jadi buah Roh itu dasarnya adalah kasih dan kesucian, dimana 9 buah Roh ini nyata dalam orang yang baik, adil dan benar.
1. KASIH.
Ada dua macam kasih yaitu:
A). Kasih yang adalah ketaatan akan seluruh Firman Tuhan. Kalau kita taat akan Firman Tuhan, itu namanya kasih ilahi 1Yoh 2:5, 1Tim 1:5, termasuk mengampuni, tahu berbuat baik Yak 4:17, tidak diam seperti anjing kelu Yes 56:10, berjaga-jaga dll. Kalau kita melakukan Firman Tuhan dengan betul, akan terasa kasih Allah bekerja di dalam kita dan di dalam orang-orang tsb. Kalau terasa benci, dusta dan dosa-dosa lain, itu bukan kasih ilahi, bukan menurut Firman Tuhan.
B). Kasih yang seperti dalam Mat 5:44 kasih ilahi, meskipun ini dan itu tetap mengasihi, sehingga tidak terbatas pada orang-orang kita sendiri, tetapi sampai pada seteru juga. Tentu ini suatu pengorbanan, memang kasih itu mau korban untuk orang lain meskipun ia sendiri rugi dan tidak mendapat apa-apa.
Kasih manusiawi itu karena ini dan itu, karena ada maksud tertentu dan kalau maksud itu tidak didapat, dengan cepat kasih itu bisa berubah menjadi benci bahkan membunuh. Tetapi kasih ilahi tidak pernah bisa berubah menjadi benci apalagi menjadi dosa-dosa lain yang keji, sebab dasarnya adalah “meskipun ini dan itu”.
Kasih dari buah Roh tentu adalah kasih ilahi.
Kita harus berusaha mentaati Firman Tuhan dengan kata lain mengasihi orang-orang di sekitar kita Luk 10:27. Kadang-kadang itu penuh dengan pergumulan; kadang-kadang mengasihi isteri/ suami sendiri yang menjengkelkan atau waktu salah paham itu sulit. Tetapi kalau kita mau menyangkali semua ini dan mau taat dan mau dipimpin Roh, tiba-tiba Roh Kudus memberi kasih yang limpah sehingga kita menjadi mudah mengampuni dan mengasihi kembali! Mungkin tabiat kasih kita yang masih kurang, tetapi tiba-tiba oleh buah Roh ini menjadi besar. Sebab itu orang-orang yang penuh dan dipimpin Roh itu bisa mencapai hal-hal yang indah yang seharusnya belum bisa dicapai, asal ia mau taat dan Roh Kuduslah yang memberi kemampuan kasih itu.
2. SUKACITA.
Ada macam-macam sukacita, yaitu yang duniawi (biasanya limpah dengan dosa atau netral) dan yang ilahi, ini selalu dalam kesucian, meskipun bisa saja tiba-tiba berubah atau bercampur dengan dosa sebab tertipu iblis dan tidak berjaga-jaga. Sukacita dunia atau manusiawi ini hanya timbul kalau semua kehendaknya dicapai dan digenapi, misalnya kalau dapat hadiah, angka tinggi dsb. Tetapi dalam celaka, kerugian, kekurangan dll keadaan yang pahit dan tidak enak, sama sekali tidak ada sukacita. Sukacita ilahi bisa ada dalam segala keadaan, selama kita tinggal di dalam Tuhan. Sebab itu sekalipun gagal, sakit, menderita, asal orang itu tinggal di dalam Tuhan masih ada saldo sukacita yang dari Tuhan Yoh 16:22. Orang Kristen yang hidup dalam Kristus ada sejahtera dan sukacita, bahkan Tuhan suruh kita bersukacita. Kalau tidak ada dosa, kita bisa dengan iman bersukacita Pil 4:4. Meskipun bagi orang dunia, sukacita seperti ini tidak ada dasar atau alasannya, tetapi bagi orang beriman selalu ada alasannya, karena orang beriman ituselalu bersambung dengan sumber sukacita yang tidak terhingga yaitu Allah. Di dalam Tuhan kita ini orang yang beruntung, sebab kena susahpun bisa jadi untung Rom 8:28. Karena itu Tuhan menyuruh kita bersukacita, bahkan tertawa sendiripun  masih pantas, sebab keuntungan kita  dalam Kristus itu terlalu besar dan tetap besar untuk selamanya. Buah Roh sukacita itu lebih indah lagi, sebab orang yang dipimpin Roh tiba-tiba bisa bersukacita oleh kesukaan Roh yang diberikan kepada kita Rom 14:17. Bagaimana Petrus waktu dipukul dan dianiaya bisa bersukacita Kis 5:41, Paulus dalam penjara Kis 16:25, bahkan semua orang suci dan nabi-nabi yang kena aniaya dan celaka Mat 5:11-12. Sebab ada buah Roh sukacita yang diberikan kepadanya. Sebab itu orang yang dipimpin Roh itu bisa tekun, tidak mudah bosan, bergairah dalam seluruh hidupnya. Lebih-lebih dalam sikon yang jelek, Roh Kudus siap memberi buah Roh ini. Sebab itu orang-orang yang dipimpin Roh itu menjadi tabah, tangguh dan penuh sukacita, luar biasa! Jangan lupa tetaplah dipimpin Roh, jangan bereaksi dosa, sebab dosa itu berartimemberi kesempatan kepada iblis untuk masuk, sehingga Roh Kudus berhenti bekerja (akhirnya bisa keluar kalau orang itu tidak bertobat!).
3. DAMAI/ SEJAHTERA.
Ini berarti damai atau sejahtera dengan Allah dan damai dengan manusia (Vine: eirene). Bapa, Putra dan Roh Kudus semua hidup dalam sejahtera. Mereka semua bisa memberi sejahteraNya pada kita dan itu semua sama, Misalnya Pil 4:7 sejahtera Allah Yoh 14:27 dari Tuhan Yesus dan sejahtera sebagai buah Roh dari Roh Kudus. Kita harus hidup benar supaya sejahtera dari Allah mengawali hati kita selalu Pil 4:7. Kalau kita keluar ril, sejahtera Allah hilang. Kita harus selalu hidup dalam sejahtera, sekalipun ini banyak pergumulannya. Kita juga bisa memberi sejahtera itu kepada orang lain yang layak menerimanya, bahkan juga menariknya kembali Luk 10:5-6. Roh Kudus juga memberi sejahtera atau damai sebagai buah Roh, sehingga hati kita menjadi sejahtera dengan penuh dan tiba-tiba, sangat tenang dan indah. Istimewa pada saat-saat yang sulit Roh Kudus memberi kita buah Roh sejahtera, sehingga tidak heran orang-orang yang dipimpin Roh bisa tetap sejahtera dalam keadaan apapun, termasuk Petrus yang hendak menghadapi maut Kis 12:7. Betapa indah mendapat sejahtera dari Allah dari buah Roh. Tentu selain sejahtera, Allah pasti akan juga melengkapi segala fasilitas yang diperlukan.
4. PANJANG SABAR, TABAH MENDERITA.
Sabar bukan dalam hal-hal sukacita, tetapi terutama dalam kesukaran dan penderitaan, sehingga long suffering ini bisa diterjemahkan tabah menderita. Ini istimewa dalam penderitaan, lebih-lebih yang berkepanjangan dan berat dan tetap tidak bereaksi dosa seperti Daud, Yusuf dll. Ada orang yang tabiatnya tidak sabar, tetapi waktu lahir baru menjadi sabar, sebab ini adalah tabiat yang baru, yang ilahi. Tetapi ini tidak sekaligus menjadi matang, apalagi kalau sikonnya berat, ini membutuhkan waktu untuk bisa tumbuh sampai matang. Tetapi selama kita taat dipimpin Roh, Roh Kudus bisa membuat kesabaran kita tiba-tiba matang dengan memberi buah Roh ini, yaitu tabah menderita! Dengan demikian kita tetap sabar, tetap tabah, tidak sampai bereaksi dosa atau keluar ril, tetap ada hubungan yang indah dengan Tuhan.
5. KEMURAHAN.
Sebetulnya tidak layak ditolong, dibantu dll, tetapi sebab ada kemurahan, maka kita melakukannya untuk orang-orang tsb. Dalam Mat 5:38-42 kita melihat murah hati yang sudah matang, dipaksa berjalan 1 mil, ia malah berjalan besertanya 2 mil dll. Ini perlu pengorbanan, penyangkalan diri, pergumulan dll, sebab itu untuk bermurah hati itu tidak mudah! Waktu kurang kemurahan, Roh Kudus bisa memberi buah Roh ini, sehingga kita menjadi betul-betul murah hati! Biasanya buah Roh yang lain juga disertakan seperti tabah menderta, sukacita, kasih dll,juga semua fasilitas jasmani yang diperlukan.
6. KEBAIKAN.
Kebaikan manusia terbatas, bahkan seringkali karena ada sebabnya atau ada maksudnya. Tetapi kebaikan yang berkenan kepada Tuhan itu tulus dan sesuai Firman Tuhan. Contoh orang yang banyak berbuat baik adalah Dorkas Kis 9:36. Kebaikan manusia itu seringkali terbatas, juga segala kebaikan yang dibuat orang-orang beriman. Dalam keadaan ini, kalau kita mau mentaati pimpinan Roh Kudus, Roh Kudus bisa memberi buah Roh kebaikan, sehingga kita bisa menjadi baik sekali, jauh lebih baikdaripada hanya dengan kemampuan kita sendiri.
7. SETIAWAN.
Dalam bahasa Yunani: pistis berarti iman atau setiawan. Setia kepada Tuhan (ukurannya: Setia sampai mati Wah 2:10) juga kepada manusia, juga dalam segala janji dan tugas-tugas kita. Orang yang benar dan berkenan kepada Tuhan pasti menjadi orang yang setiawan juga, bukan ingkar janji apalagi pengkhianat. Contoh yang indah adalah Musa, orang yang setiawan Ibr 3:5. Buah Roh setiawan membuat kemampuan kita dalam kesetiaan ini menjadi matang tiba-tiba, asal kita tetap taat dipimpin Roh, ini bisa terjadi.
8. LEMAH LEMBUT.
Tuhan memerintahkan kita untuk lemah lembut Pil 4:5, bukan kasar dan bengis seperti Musa sebelum pelayanan, tetapi sesudah berjalan dengan Tuhan, ia menjadi paling lemah lembut Bil 12:3. Begitu juga orang-orang yang dipimpin Roh itu bisa menjadi lebih lemah lembut, bahkan luar biasa, sehingga menjadi berkat yang indah. Ini bisa terjadi, asal kita terus mau taat dipimpin Roh.
9. TAHAN NAFSU.
Kita harus menyangkal diri sehingga tidak menuruti daging. Luk 9:23. Orang yang tidak bisa menahan nafsu akan banyak celakanya seperti mobil tanpa rem atau remnya kurang baik.Disini nampak indahnya pertolongan Roh Kudus bagi orang yang dipimpin Roh, ia menerima buah Roh tahan nafsu sehingga bisa menjadi  kuat dan sanggup menguasai atau mengendalikan dirinya, sehingga tidak jatuh dalam celaka.
KESIMPULAN.
Dalam Ef 5:9 buah Roh disebut 3 yaitu kebaikan, keadilan dan kebenaran, itu semua ada dalam 9 buah Roh dalam Gal 5:22 atau bisa juga ke-9 buah Roh itu dibagi dalam 3 kelompok ini. Yang penting kita harus taat berjalan dalam Roh dan makin mahir pikul salib, sehingga dalam berpikir, berkata dan bertindak selalu taat dipimpin Roh. Dalam keadaan seperti ini jangan kuatir, tabiat dan keadaan kita bisa menjadi ekstra baik, sebab ada  buah Roh. Bahkan bukan saja buah Roh, juga kekuatan (dari kuasa Roh) untuk melakukan seluruh Firman Tuhan (= kasih! 1Yoh 2:5). Kita dapat melakukannya dengan kuasa Allah Zak 4:6. Sebab itu orang-orang yang penuh dan dipimpin Roh dapat mendadak menjadi baik dan sukacita, bukan karena sugesti atau emosionil tetapi oleh buah Roh dan kuasa Roh Kudus. Bahkan Tuhan ingin kita terus bertumbuh dalam tabiat baru, sehingga akhirnya tabiat kita menjadi matang seperti Kristus.
Nyanyian: Beracha no 1002.
Kalau taat dipimpin roh