M3542 – Kejadian 10:(1-)8,9 Nimrod Pemburu & Pemberontak di Hadapan Allah (15Jul’12)

Download MP3 Khotbah: M3542

KEJADIAN 10:1-7 KETIGA ANAK NUH

  • 10:1,32. Ketiga anak Nuh, menjadi segala bangsa
  • 10:2-5. Turunan Jafet (Kristen Ruangan Suci)
  • 10:6-20. Turunan Ham, Nimrod (Kristen Halaman)
  • 10:21-31. Turunan Sem, lahir Kristus (Kristen Ruangan Maha Suci)

Ada tiga anak Nuh yaitu Sem, Ham, dan Yafet. Mereka mempunyai latar belakang yang sama, yang luar biasa yaitu lewat air bah, hampir semuanya sama bahkan saudara sekandung tetapi nasibnya berbeda. Untuk keluarga Nuh air bah itu bisa berarti seperti lahir baru, lepas dari kematian dan sekarang mereka mengalami hidup baru. Tetapi kemudian nasibnya sangat berbeda-beda. Begitu juga orang-orang Kristen yang sama-sama percaya Tuhan Yesus, tetapi dalam perkembangan waktu, seringkali nasib dan pertumbuhannya berbeda, bahkan sangat berbeda, ada yang jadi begitu indah dan berkenan pada Allah, tetapi ada yang begitu jelek sehingga binasa.

A. Kristen Halaman

Turunan Ham ini hampir-hampir tidak merasakan berkat Tuhan dalam hidupnya, malah menerima kutuk dan hukuman jadi hamba. Orang-orang Kristen ini, sudah percaya tetapi jatuh bangun dalam dosa, jadi hamba dosa. Sebab itu Tuhan tidak nyata dalam hidupnya. Mengapa Ham kena kutuk?
Dalam Kejadian 9:20-29 sesudah Nuh sukses besar dalam melewati air bah, maka berkat Tuhan limpah atas hidupnya. Ia menjadi peladang anggur dan minum tanpa batas sampai mabuk lalu telanjang. Seringkali sesudah diberkati, beberapa orang tidak hati-hati lalu mulai menambahi hal-hal yang menyenangkan seperti Nuh, Salomo dan orang kaya dalam Lukas 12:16-21. Orang-orang ini sesudah kekayaannya bertambah, mereka terus merencanakan, membuat proyek-proyek sukacita dalam sisa hidupnya, untuk terus mengejar kesukaan dunia.
Kadang-kadang orang memegang pikiran yang salah tentang salib, yaitu bahwa sesudah salib akan ada mahkota. Kalau sudah keberkatan, lalu itulah mahkotanya, yaitu bisa banyak bersukacita. Bahkan ada yang pensiun pikul salib, melepaskan pelayanan, mengurangi ibadah dan persekutuan juga TKPR (Tujuh Kebutuhan Pokok Rohani Yoh 15:5) supaya bisa banyak bersukacita. Lalu mereka mulai menambah banyak rencana dan proyek-proyek sukacita yang menyenangkan, bukankah berkat ini dari Tuhan? KELIRU!
Sebab:

  1. Tujuan hidupnya salah. Tujuan kita bukan mahkota kesukaan di dunia tetapi mahkota kemuliaan di Surga Ibr 11:14-16. Salib itu tidak berakhir di dunia, tetapi di Tirai (menjadi sempurna seperti Henokh, Elia) atau waktu mati Wah 14:13.
  2. Hidup di dunia ini adalah suatu pengolahan supaya kita TMSP (Terus Meningkat Sampai Puncak). Jangan seperti Nuh sesudah sukses lalu merosot,sebab ukuran kemuliaan kita dalam Surga yang kekal adalah menurut ukuran saat kematian. Pakai kesempatan hidup di dunia ini, setiap hari dengan sungguh-sungguh untuk melakukan kehendak Tuhan supaya tumbuh dan menghasilkan hal-hal yang kekal, sebab semuanya ini akan mengikut kita terus sampai kekal Wah 14:13.

Banyak orang berbuat salah seperti Nuh, pensiun dari hal-hal rohani dan mulai bersuka-sukaan di dunia ini, membuat segala rencana dan proyek sukacita, mula-mula sedikit lalu banyak sampai mabuk, lalu seluruh hidup tenggelam dalam kesukaan dunia, bahkan yang penuh dosa dan kenajisan. Mereka menikmati semua kesukaan dunia, minum anggur lama sampai tidak lagi suka anggur baru, sehingga kesukaan rohani tidak lagi enak Luk 5:39. Orang yang tidak ada gairah rohani pasti rohaninya merosot, lemah, mudah jatuh dalam dosa, lama-lama cara hidupnya hanya untuk mencari kesukaan (1Tim 5:8), tidak lagi berbeda dengan orang dunia, ada dosa atau tidak, semua dinikmati saja sampai mabuk seperti Nuh sehingga telanjang, tampak dosa-dosanya; mula-mula dosa itu hanya dalam hati lama-lama terang-terangan dan rohaninya rusak seperti Salomo yang keberkatan dan penuh hikmat tetapi celaka sebab hidupnya terutama untuk mencari segala macam kesukaan yang ada di dunia. Orang-orang seperti Nuh ini menjadi batu sontohan bagi banyak orang sebab semua ikut meniru dan binasa.
Ham dikutuki sebab melihat ketelanjangan bapaknya dan membicarakan di mana-mana, tetapi tidak berusaha apa-apa untuk menutupi ketelanjangannya, ia tidak terbeban. Sem dan Yafet tindakannya lain, mereka langsung menutupi ketelanjangan bapaknya sehingga pulih, sebab itu mereka diberkati! Kalau kita melihat kesalahan dan dosa bapa atau pemimpin-pemimpin kita, jangan diwarta beritakan, tetapi biarlah kita terbeban dan ada belas kasihan seperti orang Samaria yang melihat orang yang setengah mati. Jangan memberitakan, apalagi menghukum dengan macam-macam kata-kata yang menghakimi. Tuhan mengharapkan kita punya belas kasihan Mat 9:13.
Tolonglah, jangan diwartaberitakan, apalagi dihakimi dengan komentar-komentar yang memojokkan! Doakan, nasehati, kalau perlu ajak beberapa saudara untuk menolong bukan untuk gosip, tetapi seperti Sem dan Yafet bekerja sama, supaya ketelanjangannya bisa tertutup, kembali bertobat dan dilepaskan dari dosa sehingga kita mendapat kembali saudara kita itu Yak 5:19-20. Ini seperti Sem, Yafet yang diberkati Tuhan. Orang yang mulut dan cara hidupnya seperti Ham akan terkutuk, tetapi yang seperti Sem dan Yafet akan keberkatan, tumbuh terus makin indah sampai puncak.
Ini semua tingkah orang-orang Kristen Halaman. Orang Kristen kalau tinggal di Halaman akan timbul banyak kasus dan perbuatan yang jelek bahkan bisa menghasilkan Antikris, sebab dia itu keluar dari orang Kristen 1Yoh 2:19. Dari orang-orang Halaman akan timbul banyak orang-orang dengan bermacam-macam bentuk kejahatan dan kekejian, sebab tidak tetap dalam jalan sempit, pikul salib, tidak mau tumbuh, kena iblis 1Pet 5:8.

B. Kristen Ruangan Suci

Seperti Yafet mau hidup dalam kesucian, di jalan salib dan sempit, dipimpin Roh dan tekun dalam doa, Firman, ibadah, pelayanan dan persekutuan (ini TKPR). Sebab itu mereka bisa hidup suci di tengah-tengah dosa dunia, caranya? Bukannya hidup dalam kesukaan dunia tetapi justru berasing (orang yang mau hidup suci itu harus mau diasingkan dari semua dosa dan kesukaan dosa sesaat di dunia ini Kel 33:17. Suci dalam bahasa Ibrani = Kadosh = diasingkan. Kalau tidak mau diasingkan dari semua dosa dan kesukaan dosa yang sesaat, tidak bisa hidup suci Ams 22:3. Jangan tertipu iblis yang berkata suci = sengsara, tersiksa; dosa= enak. Kalau ini dituruti, nanti menjadi pahit dan celaka seperti Hawa. Justru suci itu enak, bebas, sukacita, damai Mat 11:30 dan sumber kesukaan dan kepuasan kita bisa mengalir terus dari dalam hati Yoh 4:14; 7:38. Belajar berjalan dalam Roh dan jangan lupa bahwa jatah umur kita terbatas, tukarlah hari-harinya dengan sebanyak-banyaknya perkara yang kekal, pasti hidupnya akan lebih senang dan bahagia daripada kalau menghisab kesukaan dunia yang hanya sesaat lalu mematikan! Ibr 11:25. Menangkan jiwa-jiwa, miliki belas kasihan dan tumbuh dalam Firman Tuhan, kuasa, buah Roh, karunia Roh dan tabiat seperti Kristus itu akan menghasilkan sukacita dan kemuliaan kekal. Jangan menyesal seperti nabi muda yang merasa tidak dapat apa-apa dalam dunia ini, sebab itu ia mati (1Raj 13:14), tetapi taatlah seperti Elia dan Elisa, sampai mati, mereka menjadi sangat mulia, sampai Elia naik dengan kereta berapi, dan tulang Elisa terus berkarya.

C. Kristen Ruangan Maha Suci

Ini tingkat tertinggi. Dari turunan Sem lahir Kristus Putra manusia yang sempurna. Kalau kita terus tumbuh dalam jalan sempit, kita akan makin banyak mengalami yang indah-indah (1Kor 2:9) bahkan zaman keemasan Gereja yang tidak lama lagi akan datang!

KEJADIAN 10:8,9 NIMROD

  1. Pemberontak, ini adalah arti kata Nimrod (menurut Unger’s, Dake). Orang berdosa adalah hamba dan anak iblis 1Yoh 3:10, semua lahir dalam dosa Rom 7:14. Semua kehidupan dalam dosa itu durhaka melawan Allah, berontak, sebab menuruti daging. Ini dasar dari semua dosa dan kejahatan sehingga dosa meningkat sampai puncak dan menarik hukuman Allah. Nimrod ini terang-terangan memberontak di hadapan Allah seperti Korah dkk yang berani melawan Musa dan Allah di hadapan Allah langsung Bil 16:16, mereka tidak takut sekalipun berada di dalam hadirat Tuhan,akhirnya mereka binasa semua kena hukuman Allah yang dahsyat, dikubur hidup-hidup oleh Allah. Bil 16:31-32. Ini terjadi kalau dosa terus meningkat dan mereka tidak takut lagi akan Tuhan, tetapi terang-terangan berbuat segala dosa dan menikmatinya tanpa takut akan Allah. Kita melihat beberapa banyak Gereja jalan lebar terang-terangan berdosa di hadapan Allah. Mereka setuju dengan homo dan mengawinkannya padahal itu sangat keji. Alasannya bukan lagi Firman Tuhan tetapi hak-hak asasi. Di dalam Gereja diajarkan perzinaan dan rahasia iblis yang dalam-dalam Wah 2:20-24. Juga membunuh (aborsi) bahkan orang-orang yang sudah lahir, pembunuhan dan sadisme, obat bius dll sebab perasaan hatinya sudah rusak, berani berontak di hadapan Allah.
  2. Orang yang perkasa, berkuasa di atas bumi. Ternyata Nimrod dapat menguasai begitu banyak orang di atas bumi, bahkan ia yang mulai membangun kerajaan Babel. Orang-orang tunduk dan taat kepadanya. Ia bukannya hidup suci seperti Nuh (meskipun Nimrod adalah buyutnya) tetapi dengan berani, terang-terangan hidup dalam dosa melawan Allah. Justru orang-orang yang berani berdosa ini menjadi penguasa yang hebat seperti kelak Antikris yang sukses menguasai seluruh dunia dalam satu tangan. Padahal sampai sekarang kita melihat ini tidak mungkin terjadi, tidak mungkin ada satu orang kuat bisa menguasai seluruh dunia. Memang Nimrod inilah yang memulai Babel yaitu suatu kerajaan dunia di dalam dosa dan kenajisan yang kalau sudah sempurna dalam dosa, menjadi mempelai Antikris Wah 17.
    Babel adalah lawannya dari Gereja yaitu mempelai Kristus. Iblis bekerja mengumpulkan semua orang berdosa dalam sistem Babel ini dan menumbuhkan sampai menjadi sempurna dalam dosa (sebaliknya Gereja atau tubuh Kristus ditumbuhkan Allah sampai sempurna dalam kesucian sebagai pengantin Kristus). Babel adalah sistem kekejian dosa dan kejahatan yang mencakup semua orang berdosa dan digerakkan oleh iblis dan kaki tangannya dan salah satu orang perkasa iblis adalah Nimrod (di akhir zaman namanya Antikris yang keuar dari gerjea 1Yoh 2:19) yang berani memberontak terang-terangan di hadapan Allah. Babel disebut juga sebagai negerinya Nimrod Mik 5:5.
  3. Seorang pemburu yang perkasa di hadapan Allah.
    Ia memburu binatang buas dan makan dagingnya. Inilah orang-orang yang terus memburu dan menikmati kedagingan atau tabiat binatang (seperti Esau seorang pemburu yang keluar dari rencana Allah sehingga hilang hak sulungnya. Ini justru sebaliknya dari Yakub). Tidak pernah puas, terus memburu dan menikmati segala macam kedagingan sebab bertabiat binatang 2Pet 2:12. Tabiat binatang itu tidak mengenal penyangkalan diri tetapi hidup dengan bebas menuruti semua nafsu-nafsunya seperti binatang. Selalu memburu perkara-perkara kedagingan dan memakai setiap kesempatan untuk hidup sebagai binatang. Ini kehidupan seorang pemburu, bahkan dengan berani dan terang-terangan ia tetap menuruti kedagingannya di hadapan Allah tanpa takut akan Allah. Pemimpin-pemimpin dari Tuhan itu gembala (2Sam 5:2; 7:7, tetapi pemimpin-pemimpin dunia [dari iblis]) adalah seperti pemburu binatang buas, dan keduanya ini justru bertentangan.

Ini prinsip dasar dari semua pelayanan dari semua orang yang cinta Tuhan yaitu menggembalakan domba-domba Tuhan seperti gembala yang Agung yaitu Tuhan Yesus 1Pet 5:4. Gembala-gembala itu memberi makan dan minum serta melindungi domba-dombanya supaya tumbuh dengan baik dan berbiak-biak.
Gembala itu memberikan nyawanya untuk domba-dombanya Yoh 10:11 tetapi pemburu justru mengambil nyawa binatang-binatang untuk diburu untuk kepentingan sendiri, bahkan dimakan dan dinikmati. Nimrod bukan saja memburu binatang buas tetapi bahkan juga memburu orang, menguasainya sehingga ia bisa membuka kerajaan Babel yang hebat itu dan menjadi rajanya dan menguasai dan memerintahkannya.
Banyak orang tidak merasa bahwa mereka ada dalam pemerintahan Nimrod yang tampak gagah, sebetulnya mereka adalah mangsa dari pemburu-pemburu yang ganas itu yaitu Nimrod. Juga dalam nubuat Gereja-gereja akhir zaman, ada 4 Gereja jalan lebar yaitu Gereja-gereja yang perkasa, kuat dan jumlah pengikutnya banyak tetapi anggota-anggota Gereja ini tidak merasa bahwa mereka adalah korban dari pemburu-pemburu hawa nafsu yang kuat dan berkuasa, sebab memang mereka cocok dengan kedagingan dan perkara-perkara duniawi yang limpah dalam Gereja itu. Mereka tidak merasa sebagai mangsa tetapi ikut menikmati semuanya sesuai dengan kedagingannya, padahal sebetulnya mereka tidak berkenan pada Tuhan dan terus tumbuh dalam dosa-dosanya sampai satu kali mati dalam dosanya atau dalam zaman Antikris.
Juga bangsa Israel tidak sadar kalau Yerobeam dan raja-raja berikutnya menguasai mereka menjadi bagian dari Gereja setan seperti Pergamus dll, sebab mereka menyembah lembu emas, baal dan berhala-berhala lainnya.
Dijerat dengan kata-kata manis, perkara-perkara dunia dan limpah dengan perkara-perkara kedagingan dan perkara-perkara iblis seperti Tiatira; justru di sini mereka diajari berzina dan berhubungan dengan setan dan semua kemanisan dunia Wah 3:20.
Sebab itu Gereja-gereja jalan lebar ini cepat menjadi besar seperti kerajaan Yerobeam yang “lebih sukses” dari Rehabeam dan lebih meriah dan populer. Ini seperti pemburu yang menangkap dan menjerat orang-orang dalam dosa dengan segala umpan yang manis.
Jadi kita melihat ada dua macam orang dari turunan Nuh yaitu gembala-gembala dan pemburu-pemburu. Bahkan pemburu-pemburu ini muncul lebih dahulu dan lebih besar dan populer, baru kemudian gembala-gembala yang diutus Tuhan, biasanya lebih sedikit jumlahnya Mat 7:12-13 seperti zaman Nuh, orang yang seperti gembala dan taat kepada Tuhan hanya 8 tetapi yang hidup dalam dosa terlalu banyak, yaitu semua sisanya sehingga dibinasakan Allah.
Justru hamba-hamba Tuhan yang benar dari Gereja-gereja jalan sempit yang mengajarkan tentang kesucian, taat, pikul salib hidup dengan iman akan Firman Tuhan, bukan bertambah dalam dosa Rom 6:1-2 tetapi dengan iman menjadi kuat Yoel 3:10 dan sanggup menang Flp 4:13 dll. Ini semua ditinggalkan sebab kurang menarik, tetapi pelajaran-pelajaran tentang berkat, uang, sukses-sukses dunia dan Allah itu baik, penuh pengampunan dan kemurahan dll seperti ini, itu lebih menarik dan menjerat.
Bukan hidup dalam kesucian tetapi dalam anugerah dan kemurahan Allah sehingga selalu ada ampun dan tidak dituntut pikul salib atau menyangkal diri, tetapi bersukacita dan bergairah dalam anugerah dan kemurahan Allah dan bisa tentang hidup di jalan lebar!
Beritanya selalu tentang Allah itu baik, tidak akan menghukum, penuh pengampunan dan kemurahan, meskipun bolak balik lemah. Allah penuh kemurahan. Sekalipun bergelimpangan dalam dosa tetap ada anugerah yang limpah. Ayat-ayat Firman Tuhan ditafsirkan sedemikian sampai salib dilupakan tetapi selalu yang diberitakan anugerah dan kemurahan (yang salah). Tetapi diam-diam dan dengan tidak sadar (atau dengan mata yang kabur) mereka menghinakan kemurahan Allah dengan tidak mau bertobat Rom 2:4. Kemurahan dan anugerah itu bukan untuk orang yang main-main dalam dosa, sebab ke atas orang yang jatuh, yang berlaku adalah kekerasan Allah yaitu hukuman, bukan kemurahan atau anugerah Rom 11:22. Mereka hidup sebagai babi dan anjing 2Pet 2:22 dan tetap sejahtera dan bergairah sebab tertipu para pemburu ini yang selalu mengumandangkan bahwa Allah itu baik, penuh pengampunan dan anugerah, sehingga tidak perlu ketat pada dosa, apalagi dalam pikirannya bisa bebas menuruti daging (Putra-putra Allah justru hidup, mematikan daging sampai dalam hati, pikiran dan angan-angannya). Mereka tidak sadar, bahwa mereka sedang dijerat dan dibinasakan oleh pemburu-pemburu yang ganas dan kejam tetapi manis seperti Nimrod.
Gereja-gereja jalan lebar ini tumbuh karena menghisab segala kesukaan dunia dan kelazatan daging, bukan perkara-perkara dari Atas tetapi perkara-perkara dari bawah Kol 3:1-5. Ini juga menjadi daya tarik Gereja-gereja jalan lebar, sehingga banyak orang berduyun-duyun masuk dan bergabung sebab di dalamnya penuh dengan hal-hal yang manis dan menarik daging. Segala macam proyek jasmani yang megah dan menarik bagi daging seperti yang dibuat Ahab yang mempunyai 850 nabi yang menguatkan iman dan menyegarkan tetapi palsu. Punya segala cara-cara ibadah tetapi yang disebutkan adalah baal.
Sebaliknya, orang-orang dari Tuhan itu menggembalakan domba-domba Tuhan, baik resmi maupun tidak resmi, memikirkan keselamatan domba-domba bukan kepentingannya sendiri. Terus mencari jiwa-jiwa untuk diselamatkan dan ditumbuhkan dalam kesucian. Memang jalan sempit lebih sedikit orangnya, tetapi menuju hidup yang kekal Mat 7:12-13. Gereja-gereja jalan sempit ini bukannya hidup dengan perkara-perkara duniawi yang fana (hadiah, uang, macam-macam bentuk rekreasi, kebutuhan-kebutuhan duniawi, sekolah, rumah sakit dll) tetapi dengan hikmat dan kuasa Allah serta kebenaran Firman Tuhan 1Kor 2:4-5 yaitu dengan semua perkara-perkara dari Atas Kol 3:1-2. Gereja jalan sempit tidak tumbuh dan menarik oleh aktivitas sosial, hadiah-hadiah dan macam-macam hal duniawi, tetapi oleh kuasa Allah serta kebenaran Firman Tuhan.
Kita lihat cara hidup dan daya tarik bermacam-macam tingkat Gereja, yaitu:

  1. Gereja setan yaitu Gereja Luar Halaman seperti Pergamus itu tumbuh dan hidup dari segala perzinaan, rekreasi, entertainment, bisnis, okultisme, uang dan bermacam-macam perkara dosa. Cepat berkembang dengan luar biasa sehingga orang-orang yang tulus tetapi tidak mengerti jadi bingung. Orang-orang datang sebab di dalamnya penuh dengan segala macam daya tarik duniawi dan kedagingan. Banyak orang datang sebab cocok dengan kedagingannya.
  2. Gereja di Halaman tumbuh dan menarik oleh campuran perkara-perkara dari Atas dan bawah (Kol 3:1-3). Ada injil, ada Roh Kudus tetapi juga ada perkara-perkara duniawi dan kedagingan yang sebetulnya tidak patut masuk dalam Gereja.
  3. Gereja jalan sempit di Ruangan Suci itu tumbuh dan bertambah oleh kuasa Allah dan pembukaan Firman Tuhan dan semua perkara-perkara dari Atas saja. Ini yang jadi kehidupan dan daya tariknya. Memang jalan sempit lebih sedikit orangnya tetapi ini betul seperti yang dibuat Tuhan Yesus serta rasul-rasul. Tidak ada daya tarik perkara-perkara duniawi dan kedagingan atau hal-hal sosial, sekuler dan duniawi yang dipakai untuk pertumbuhannya tetapi Tuhan sendiri yang menambahkan jumlahnya Kis 2:47. Kalau toh ada perkara-perkara dari bawah, disaring baik-baik, hanya yang berkenan pada Tuhan yaitu TKPR. Memang Gereja jalan sempit hidup dalam kesucian, penyangkalan diri dan ketaatan akan Firman Tuhan, tetap tekun di jalan sempit sampai akhirnya akan masuk dalam Ruangan Maha Suci.
  4. Gereja Ruangan Maha Suci itu tumbuh, berkembang dan menarik seperti tongkat Harun (dalam Tabut), sekalipun tidak lekat dengan tanah atau bumi sama sekali, tetapi ia tumbuh, bertunas, berbunga dan berbuah Badam Bil 17:8. Ini seperti pelayanan Putra manusia, sama sekali tidak ada hal-hal daging atau duniawi tetapi menarik banyak orang datang, semua karena kuasa Allah, limpah dengan perkara-perkara dari Atas. Ini contoh yang ideal, betul dan sempurna. Kita semua harus menuju ke sana, makin murni, tanpa apa-apa dari dunia, tetapi bisa bertumbuh, berbunga dan berbuah, Gereja Ruangan Maha Suci sama sekali tidak ada hal-hal dari bawah, sebab memang sudah sempurna. Kita harus menuju ke sini, bukan ke Luar Halaman. Ini semua tanda-tanda dari Gereja yang tumbuh dengan betul dan baik, bukan oleh perkara-perkara dari bawah, tetapi oleh perkara-perkara dari Atas. Sebab penuh dengan perkara-perkara dari Atas dan berkenan pada Tuhan, ia tumbuh dengan kuasa Allah.

Semua yang cinta Tuhan harus menjadi gembala-gembala (kecil), baik dalam rumah, Gereja, sekolah, toko dan di mana saja, terbebanlah dengan belas kasihan pada semua orang di sekitar kita. Jangan seperti Ham tetapi seperti Sem dan Yafet, yaitu penuh belas kasihan yang tulus dan suci, sehingga orang-orang bertobat, dipulihkan dan selamat dan Sem, Yafet sendiri diberkati Tuhan dengan limpah. Jangan menjadi penguasa, pemburu yang perkasa di hadapan Tuhan seperti Nimrod, tetapi gembala-gembala yang menggembalakan domba-domba di hadapan-Nya dengan perkara-perkara dari atas saja, bahkan juga limpah dengan rahasia iman yang suci 1Tim 3:9.

Nyanyian:

Pergi s’karang kerjalah di ladangku

REVISI 1 Agustus 2012