M3540 – Matius 5:38-42; 1Petrus 2:20-23 Mengalah (8Jul’12)

Download MP3 Khotbah: M3540

I. DEFINISI

Mengalah adalah tabiat Kristus yang menjadi contoh bagi kita. Mengalah berarti:

  1. Tidak membalas, tetapi mengampuni
  2. Justru berkemurahan tanpa dosa
  3. Meskipun rugi pribadi karena Kristus
  4. Tetapi tetap cerdik.

Dalam Taurat ada hukum gigi ganti gigi, mata ganti mata Im 24:19-20. Ini hukum keadilan. Tetapi dalam Wasiat Baru Tuhan memberi hukum yang lain yaitu hukum mengalah, seperti Kristus, yaitu:

  1. Tidak membalas, tetapi mengampuni, bahkan 70×7 kali dalam sehari Mat 18:22. Bahkan ini menjadi peraturan, kalau dilanggar, dosa kita sendiri tidak diampuni. Mat 6:14-15. Kita mengampuni bukan karena terpaksa, tetapi dengan rela.
  2. Justru berkemurahan, bahkan memberi lebih daripada yang dituntut dengan sukarela (pipi yang lain, baju dan jubah, 2 mil dan memberi bagi yang minta, tentu sesuai dengan kemampuan dan kerelaan 2Kor 8:12). Ini berarti kemurahan tanpa dosa atau reaksi dosa bukan dengan benci, dendam dan sakit hati.
  3. Ini menimbulkan kerugian atau sengsara pribadi. Salib karena Kristus Kol 3:17. Kita menderita bukan untuk mencari nama, untuk keuntungan dll, tetapi karena Kristus dan dari Kristus kita mengharapkan pahala dan pembalasan Rom 12:19. Mengalah bukan berarti orang itu dibiarkan berbuat jahat, sebab Tuhan tidak menghendaki orang berbuat jahat, tetap ada hukuman bagi orang jahat Rom 13:3-4 dan kalau sudah berlebih-lebih, Allah sendiri tetap akan menghukumkan orang yang bersalah seperti Absalom, Korah dkk dll.
  4. Tetap cerdik. Jangan menderita karena kebodohan, tetapi karena Kristus, sebab itu Tuhan menghendaki kita cerdik Mat 10:16,

Contoh yang utama adalah seperti Kristus yang mengalah istimewa waktu disalibkan 1Pet 2:22-23. Jangan menjadi korban karena kebodohan, misalnya ada penipu kita tidak menghindar sehingga kena karena bodoh atau tidak menutup pintu sehingga maling masuk dan kecurian, atau uang tidak disimpan lalu hilang, itu semua karena kebodohan. Kalau kita sudah bersikap cerdik, sudah menghindar tetapi tetap kena, jangan bereaksi dosa tetap hidup dalam kesucian dan bersyukur karena Kristus dan minta pimpinan Roh Kudus untuk menghadapinya sesuai dengan Firman Tuhan.
Ini teladan yang Tuhan berikan, apalagi di antara saudara seiman, mengalahlah 1Kor 6:7. Kalau seorang saudara datang untuk berhutang, kita memberi dengan rela jumlah yang tidak kita minta kembali sambil menasehati dan mendoakannya supaya berharap pada Tuhan dan bekerjalah (2Tes 3:10) dengan bertanggung jawab.
Begitu pula seorang hamba yang menderita karena perlakuan tuannya yang tidak adil, boleh minta haknya dengan baik-baik tetapi apapun reaksinya, jangan berdosa dan tetap bersikap cerdik dan minta pimpinan Tuhan 1Pet 2:18-19. Kalau tidak tahan dan Tuhan mengizinkan keluar, boleh keluar, tetapi jangan berdosa, Tuhan yang akan menjadi Hakim yang adil, membalas orang yang salah dan memberi keadilan pada yang benar, meskipun cara Tuhan adalah lambat Pkh 8:11. Mengapa lambat? Sebab ini menjadi pengolahan bagi kita untuk makin mahir pikul salib, tetapi Tuhan tetap menjaga dan memelihara kita sampai satu rambutpun tidak gugur Mat 10:30. Contoh: Yakub, yang ditipu Laban 10 kali, tetapi tetap bekerja dengan setia dan tidak membalas dengan curang. Sebab itu Tuhan sendiri yang kembali memberkati Yakub dengan limpah lewat penipuan Laban yang justru menjadi berkat bagi Yakub Kej 31:38-42.
Sebagai hamba, Yakub menderita tetapi Tuhan memberikan kembali upah Yakub, tetapi bukan Yakub yang mencuri dari milik Laban.
Sebagai majikan, jangan mengizinkan kejahatan merajalela tetapi tetap adil dan benar di hadapan Tuhan, yang menjadi Hakim yang sama bagi majikan dan pegawainya. Kalau perlu pegawai yang tidak bertobat dikeluarkan, tetapi tanpa dosa dan dengan kemurahan Kol 4:1.

II. MENGAPA MENGALAH

Ayat-ayat ini tentang mengalah (meniru teladan Kristus) itu tidak enak untuk daging. Tetapi ada maksud-maksud yang indah bagi kita yaitu:

  1. Pengolahan. Kita harus tetap suci dalam mengalah ini (segala sengsara salib yang kita terima) Luk 9:23, Kis 14:22, 2Tim 3:12. Hidup ibadah mengikut Tuhan itu selalu banyak sengsara salib Luk 9:23. Tetapi ini justru pengolahan bagi kita seperti Yusuf menderita sangat banyak dari saudara-saudaranya, tetapi ini menjadi pengolahan baginya sehingga menjadi indah. Justru dalam jalan salib, keluar tabiat baru yang murni seperti mengampuni, mengasihi tidak benci, tidak dendam, tidak membalas. Ini mengolah jiwa dan roh kita sehingga menjadi indah seperti Kristus dan itu menjadi ukuran kemuliaan kita untuk kekal di Surga. Kita diolah di dalam penderitaan seperti Kristus, bukan hanya dalam kesukaan Ibr 2:10. Hasilnya tidak hilang seperti apa yang diderita orang-orang dunia, seperti ada yang mati dalam ketidakadilan tetapi semuanya hilang. Tetapi pengolahan kita itu menghasilkan kemuliaan yang kekal di Surga, asal kita tetap suci, tidak gugur (jatuh dalam dosa berarti tidak lulus, gugur) Rom 8:17-18. Pengolahan kita tidak sia-sia, asal kita tetap hidup suci, tidak bereaksi dosa dan tetap melakukan kehendak Allah dalam kesucian karena Kristus Kol 3:17.
  2. Tuhan adalah Hakim bumi, Kej 18:25, 2Tim 4:1. Dia yang membalas orang jahat pada waktunya Rom 12:19 artinya tidak langsung Pkh 8:11. Kita harus tahu bahwa segala perkara dalam dunia, lebih-lebih yang menimpa orang beriman dari orang-orang jahat, tidak berlangsung sendiri, tetapi semua di dalam pengawasan ketat dari Allah, baik kita sendiri dijaga dengan ketat Mat 10:30, juga orang-orang jahat itu (misalnya Firaun dan Mesir yang menjahati orang Israel), mereka diizinkan dalam batas-batas tertentu saja, termasuk iblis Ay 1:10; 1:2; 2:6. Tuhan tidak akan mencobai kita lebih dari kekuatan kita 1Kor 10:13 sehingga kita sama sekali tidak perlu kuatir, sebab segala kejahatan yang terjadi di dunia dan yang menimpa setiap orang beriman itu ada batasnya yang tepat dan ketat seperti pada Ayub. Juga orang-orang yang menderita karena Tuhan dan tetap suci, Roh kemuliaan yaitu Roh Kudus turun ke atasnya, memberi kekuatan dan kesukaan yang besar, lebih dari cukup 1Pet 4:14 Seperti yang dialami Yusuf, Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego, Paulus, Petrus dll. Jangan kuatir tetapi jangan bodoh dan jangan berjalan sendiri, jangan berdosa (sebab orang yang berdosa berarti gagal dalam pengolahan dan iblis mendapat pintu masuk Ef 4:27 dan mengacaukan semuanya, semua karena reaksi dosa dari orang-orang beriman). Sebab itu dalam segala sengsara dan mengalah, jangan bereaksi dosa, tetap lekat pada Tuhan dan dipimpin Roh-Nya.
    Kalau seorang tidak bertobat, pada waktunya Tuhan akan membalas dengan dahsyat seperti pada Absalom, Korah dkk, Herodes, dan juga kepada orang-orang jahat dalam zaman sekarang sampai Tuhan Yesus datang (pengangkatan) dan sampai kiamat dalam Tahta Putih yang Besar. Sebab itu jangan kuatir tetapi tetap hidup suci dalam pimpinan Roh Kudus.
  3. Maksud Tuhan adalah jiwa-jiwa, 1Pet 3:9. Tuhan membuat kita berurusan dengan orang-orang jahat, maksudnya untuk memberi kesempatan bagi mereka supaya percaya dan selamat. Orang-orang ngeri dan tidak mau berurusan dengan Saul yang jahat dan ganas, tetapi Tuhan tahu dan Tuhan menyuruh Ananias dll untuk berhubungan dan menyelamatkannya Kis 9:13,21,22. Ini prinsip Allah, yang mengirimkan Putra-Nya dalam dunia yang jahat untuk mengasihi bumi supaya siapa yang mau percaya jangan binasa tetapi selamat kekal Yoh 3:16. Kita masih melanjutkan rencana dan jalan Tuhan ini. Jangan sampai gugur karena harus mengalah, pikul salib, yaitu kalau kita bereaksi dosa. Tetaplah suci dan terus dalam pimpinan Roh Kudus. Dalam memenangkan jiwa-jiwa perlu kasih Kristus. Orang yang berbuat dosa atau bereaksi dosa (benci, dendam dll, tidak akan bisa mengasihi atau punya belas kasihan. Tetapi kalau kita hidup dalam kesucian, tidak jatuh dalam dosa, Roh Kudus masih bisa memberi kasih dalam hati kita Rom 5:5 dan dengan kasih Kristus kita bisa memenangkan jiwa-jiwa). Sebab itu kita harus tetap suci untuk melakukan proyek kasih Allah pada orang-orang berdosa bahkan yang jahat dan melawan. Kita akan memenangkan banyak jiwa, kalau kita mengalah dengan betul dalam pimpinan Roh Kudus.
  4. Celaka bisa menjadi kebaikan. Rom 8:28. Kita tidak perlu kuatir sama sekali, sebab Allah bisa mengubah yang jahat menjadi kebaikan bagi kita. Manusia mengharapkan kebaikan dari sahabat-sahabatnya, tetapi Tuhan bisa mengubah yang jahat menjadi kebaikan. Goliat yang jahat menjadi kemegahan Daud. Coba Goliat baik, tidak menjadi apa-apa bagi Daud. Orang-orang yang tidak terima, protes, menuntut Rehabeam. Kalau Rehabeam tidak bereaksi dosa, tidak jengkel dan marah tetapi menurut pimpinan Allah, mereka akan jadi pendukung yang setia dari Rehabeam untuk selamanya. Tetapi sebab Rehabeam jengkel, marah, benci, itu menjadi malapetaka baginya.
    Saudara-saudara Yusuf yang jahat, itu justru menjadi jalan bagi Yusuf untuk naik sampai di puncak! Tuhan bisa saja membunuh semua saudara-saudara Yusuf yang jahat, tetapi dengan demikian Yusuf tidak menjadi apa-apa.
    Nebukadnezar jadi bertobat, sebab Sadrakh, Mesakh, Abednego tetap tinggal dalam Tuhan dan menang. Begitu juga Saul yang bengis jadi alat yang indah dan berguna dalam Tuhan Kis 9:15-16. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, asal mau bertobat, orang jahat bisa bertobat dan apapun yang terjadi, kita tetap dalam perlindungan Tuhan yang ketat. Sebab itu jangan takut mengalah karena Kristus dalam pimpinan Roh Kudus.
  5. Mengalah tidak kalah. Paulus ditangkap dan mengalah, sebab ituia dipenjara, tetapi ia tidak kalah justru jadi pemenang. Begitu pula Petrus yang harus mengalah, tidak bisa melawan Herodes dan ia siap untuk dibunuh mati, tetapi justru jadi pemenang dan musuh-musuhnya 16 tentara yang pantas mati jadi mati, juga Herodes akhirnya mati. Orang beriman yang mengalah atau dipaksa mengalah, tampaknya kalah, tetapi sebetulnya menang seperti Kristus yang kalah tetapi menang.
    Dalam penderitaan yang tidak semena-mena, seolah-olah kalah, harus menderita sengsara, tetapi kalau kita mau mengalah, menerima dengan penyerahan dan syukur, daging dimatikan, dan ini suatu kemenangan yang sesungguhnya, sekalipun dari luar tampak-nya kalah tetapi sebetulnya menang. Mengalah karena Kristus, itu jalan Tuhan, jangan takut, ada Hakim yang adil yang menguasai semua orang, seluruh bumi dan alam berzakh, dan pada waktunya akan tampak kemenangan yang besar bagi orang-orang yang mengalah karena Tuhan dan tinggal tetap suci, akan tampak karya Allah yang ajaib!

III. KEUNTUNGAN ORANG YANG MENGALAH

Contoh utama adalah Tuhan Yesus yang mengalah, tetapi dengan demikian tugas-Nya selesai dan Ia menang besar, iblis diremukkan kepalanya untuk selamanya dan jiwa-jiwa manusia dimenangkan, mendapat selamat yang kekal. Kemenangan ini melalui SalibNya yaitu mengalah karena taat akan Bapa-Nya Kol 2:15.
Abraham mengalah dari Lot, Lot bisa memilih tempat semaunya, yaitu yang subur untuk ternaknya, sisa padang gurun Kanaan yang lebih kering Kej 13:9-16. Tetapi sesudah itu berkat dan pahala yang besar diberikan Tuhan kepada Abraham.
Daud mengalah kepada Saul, dilepaskannya Saul, tetapi bukan Saul yang menang tetapi Daud.
Coba Rehabeam mau mengalah (seperti nasehat dari penasehat dari Salomo), maka Rehabeam akan menang. Tetapi sebab Rehabeam tidak mau mengalah sesuai dengan kehendak Tuhan maka ia jadi kalah dan hampir habis!
Jangan kuatir, banyak berdoa minta pimpinan Roh Kudus dan cocokkan dengan Firman Tuhan, maka orang yang mengalah tidak kalah tetapi menang bahkan sampai kekal di Surga!

IV. MENGALAH SESUAI FIRMAN TUHAN

Kita mengalah bukan berarti tidak ada ketertiban, tetapi harus tetap ada ketertiban sesuai Firman Tuhan, namun penertiban itu bukan sebagai balas dendam meskipun kita tetap harus menertibkan orang-orang yang jahat dalam lingkungan tanggung jawab kita. Putra manusia Yesus mengalah, tetapi ia menegur Petrus, juga orang Farisi, orang Yahudi, Herodes dll.
Mengalah bukan berarti membiarkan orang jahat atau anggota-anggota Gereja yang tidak bertobat bebas dibiarkan merajalela, tidak! Musa rela mengalah, bukan ia rela mati dan binasa untuk orang Israel Kel 32:32 tetapi terhadap orang-orang yang tidak bertobat dan terlalu jahat, Musa bertindak tegas misalnya pada orang-orang yang menyembah lembu emas, 3.000 orang dibunuh. Musa menegur dan melawan para pemberontak seperti Korah dkk dll. Orang tua mengalah tetapi tidak membiarkan anak-anak berbuat jahat semaunya. Imam Eli berbuat demikian dan dihukum Tuhan. Orang tua harus mencegah dan menghajar anak-anaknya tetapi tanpa dosa, tanpa benci dan marah, dalam kesucian sesuai Firman Tuhan. Begitu juga pemimpin-pemimpin dalam Gereja dan juga sebagai pemimpin-pemimpin dalam pekerjaan sekuler, mengalah bukan berarti membiarkan setan bekerja merajalela, tetapi semua harus dilakukan dalam kesucian, kasih (belas kasihan) dan pimpinan Roh Kudus sesuai dengan Firman Tuhan.

KESIMPULAN

Dalam Wasiat Lama orang Israel mengalahkan musuh dengan peperangan, bahkan di antara orang Israel berlaku hukum gigi ganti gigi dan mata ganti mata. Tetapi dalam Perjanjian Baru, di mana manusia bisa bebas dari dosa, lepas sama sekali, sehingga Roh Kudus bekerja penuh, kita melihat Hakim yang lain yaitu hukum mengalah, inilah prinsip salib. Mengalah bukan sembarangan, tetapi seperti salib Kristus, sesuai dengan Firman Tuhan dalam kesucian.
Prinsip mengalah ini adalah salib, yang harus kita pikul untuk pengolahan sehinga daging mati dan roh hidup, tumbuh sampai seperti Kristus. Sengsara ini justru mengolah dan menumbuhkan roh kita tumbuh seperti Kristus dan ini menghasilkan kemuliaan yang kekal, sesuai dengan seberapa banyak derita yang kita pikul karena Kristus Rom 8:17-18.
Salib Kristus itu luar biasa. Kristus di salib untuk keselamatan kita dan kita juga di salib beserta Kristus untuk diolah menjadi seperti Kristus Gal 2:19.
Prinsip mengalah itu bukan seperti orang dunia yang: menahan diri, ngempet, tetapi dosa tetap hidup, bahkan berkobar-kobar, jengkel, benci, marah, dendam, tidak senang dll, sehingga kalau sudah tidak tahan akan meletus dalam perbuatan yang jahat.
Tetapi orang beriman pikul salib tetap dalam kesucian, tidak ada dosa, tidak ada jengkel, benci, dendam dll bahkan ada kemurahan sehingga bisa memberi pipi yang satunya, jubah dan baju, berjalan dua mil dan memberi tanpa minta kembali (tentu sesuai dengan kemampuannya). Orang beriman pikul salib dalam kesucian dan kasih, kemurahan hati seperti Kristus di atas salib, bukannya membalas tetapi mengampuni Luk 23:34, bahkan memberi faedah salib, pengampunan dan keselamatan bagi mereka yang sudah menyalibkan Kristus Kis 2:36, tetapi mereka dapat keampunan dosa dan keselamatan Kis 2:37-39.
Jadi kita mengalah:

  1. Bukan untuk mengizinkan dosa dan kejahatan merajalela dalam Gereja dan umat Tuhan.
  2. Tetap suci bahkan dengan kasih dan kemurahan Tuhan, dan ini berati kemenangan.
  3. Sengsara maut itu bekerja di dalam kita menghasilkan hidup dalam orang-orang yang kita layani 2Kor 4:12.
  4. Salib itu pengolahan yang tidak lebih dari kekuatan kita, dibatasi oleh Tuhan yang menguasai seluruh dunia.
  5. Sengsara ini menjadi kemuliaan kekal bagi kita kalau menang Rom 8:37-38.

Nyanyian:
Tabernakel Glori no. 71 Angkat salibmu dengan senang