M3535 – Kejadian 25:27;Yesaya 53:7; 1 Petrus 3:1 Pendiam (27Juni’12)

Download MP3 Khotbah: M3535

I. DEFINISI

Pendiam = tidak banyak bicara, tabiat pendiam.
Dalam dunia pendiam bisa berarti baik, bisa juga jahat sebab pura-pura.
Dalam tabiat baru ada kalanya kita harus diam, ada kalanya harus bicara Pkh 3:7, tetapi lebih banyak sebagai pendiam dengan tulus itu berkenan pada Tuhan. Lidah itu celaka yang tidak diam, lebih banyak bicara, lebih banyak salahnya Ams 10:19, Yak 3:5-10, lebih sulit menjinakkannya daripada binatang buas, sebab itu tabiat baru yang pendiam yang berarti bisa menguasai lidah itu sangat berharga dan indah. Orang yang diam itu lebih bijak daripada yang banyak bicara. Ams 17:28, Ay 13:5.
Memang ada diam yang salah, yaitu kalau Tuhan suruh bicara, jadi kewajiban kita untuk bicara tetapi tidak berbicara itu diam yang salah, misalnya Yes 56:10 atau pura2 diam, seperti bersih tetapi banyak dosanya Ams 10:18.

II. EMPAT TINGKAT BERKATA-KATA ORANG BERIMAN

Dalam terang Kemah Suci kita bisa melihat 4 tingkat ini yaitu:

  1. Tingkat Luar Halaman. Ini bicara seperti orang dosa, penuh dengan dosa dusta, siasat, fitnah, pura-pura dsb. Mereka bicara dipimpin daging dan iblis. Seharusnya orang beriman tidak bicara seperti ini, ini melawan Allah.
  2. Tingkat Halaman. Bicara dengan kekuatan sendiri, bisa baik bisa jahat. Keinginan untuk bicara dengan baik dan betul itu harus ada dalam setiap orang beriman, lebih-lebih sebagai orang baru Ibr 1:9. Tetapi orang yang tidak melibatkan Tuhan, jalan sendiri akan lebih banyak salahnya. Seharusnya kita bicara seminim mungkin dari diri kita sendiri, dan berusaha untuk bicara dengan betul.
  3. Tingkat Ruangan Suci. Ini orang yang bicara dipimpin Roh seperti Putra manusia Yesus Yoh 8:26. Kalau kata2 kita dari Allah (Roh Kudus) maka pasti baik dan betul dan kalau kita mengatakan semuanya pada saatnya dan dalam pengurapan Roh Kudus, maka kata-kata kita menjadi sempurna, sebab seluruhnya dari Allah, pada saat yang tepat dan dengan kuasa Allah. Kata-kata semacam ini seharusnya sebanyak mungkin, maksimal keluar dari mulut kita. Putra manusia Yesus bicara dengan kata-kata dari Allah Bapapun yang dinyatakan oleh Roh Kudus, sebab itu jawabannya selalu tepat sehingga musuhnya tidak bisa menjawab dan ajarannya tepat dan menghidupkan, semua kata-kata-Nya jadi semua, hidupNya jadi berkat yang sangat besar. Seharusnya kita juga meniru seperti ini.
  4. Tingkat Ruangan Maha Suci ini tingkat orang sempurna dan ini akan nyata dalam pelayanan orang sempurna. Tetapi kalau sekarang kita sungguh-sungguh dipimpin Roh seperti Kristus, kita bisa berkata-kata seperti ini, sebab Allah itu sempurna, tergantung kita yang me-nyalurkannya. Kalau sudah sampai tingkat ini, kita bebas bicara seberapa banyak, selalu menjadi berkat.

Jadi ada 4 tingkat berkata-kata dan kalau kita bicara, kenalilah tingkatan bicara kita dan frekuensi yang betul adalah:

  • tingkat Luar Halaman: nol
  • tingkat Halaman: minimum
  • tingkat Ruangan Suci: maksimal
  • tingkat Ruangan Maha Suci: bebas

Belajar supaya kadar kata-kata dari Roh Kudus dalam pembicaraan kita sebanyak mungkin, setinggi mungkin sehingga menjadi berkat dan jangan ada yang salah, sebab setiap kata yang salah akan ada akibatnya. Setiap kata-kata kita harus digarami dengan Roh Kudus Kol 4:6.

III. LEBIH BAIK JADI PENDIAM YANG BETUL

Sebab:

  1. Lidah itu celaka (kejahatan) yang tidak diam, tidak dapat dikendalikan, penuh racun 1Tim 3:5-10, sebab itu jangan sembarangan dengan lidah dan tumbuhkan tabiat pendiam yang betul, kurangi kata-kata sendiri dan tingkatkan kadar kata-kata dari Tuhan.
  2. Orang yang bisa menguasai lidahnya itu sempurna Yak 3:2, sebab itu kalau kita ingin tumbuh dengan betul, maka kita harus bisa mengendalikan lidah ini sehingga bisa bicara seperlunya, yang betul saja.
  3. Dalam banyak bicara ada banyak salah. Ams 10:19, sebab itu pendiam itu bijaksana Ams 17:28, Ay 13:5. Bukan hanya banyak salah, juga dikuasai iblis dan diperalat iblis. Bahkan sekarang ini dengan BB (= Banyak Bicara) orang bicara apa saja yang terjadi padanya. Sebagian berakibat urusan polisi, keributan dll malapetaka. Pakailah dengan bijaksana, jangan banyak bicara, nanti terjerat kata-kata perkataannya sendiri Ams 6:2.
  4. Pembawa mulut itu banyak bicaranya 1Tim 5:13. Ada beberapa orang beriman yang suka bicara dan memberi komentar seenaknya sehingga timbul banyak keributan. Ada banyak kasus itu hanya mengurus salah bicara saja dan jadi ribut dan kacau. Kadang-kadang ingin tahu, tanya macam-macam lalu komentar seenaknya, as-bun, asal bunyi. Ingat memberi komentar itu menghakimi; tidak patut tanpa menyelidiki yang sebenarnya lalu menghakimi dengan komentar-komentar yang berani dan seenaknya, pasti banyak salahnya dan ribut besar!
    Lagipula kita tidak dipanggil untuk memberi komentar yaitu menjadi hakim Yak 4:11-12. Jangan menunggu sampai kasus-kasus ini menjadi pahit baru stop, lebih baik taat akan Firman itu menggantikan pengalaman-pengalaman yang pahit Yes 1:19-20.
  5. Macam-macam lidah. Macam Luar Halaman itu yang paling banyak bicara dan didorong, dipimpin oleh daging, kesombongan, ingin tahu, iri dll sehingga banyak racun yang keluar. Orang yang suka bicara itu juga suka ingin tahu sehingga suka “kulak werto”, suka ikut bicara, cepat dengar, cepat bicara, banyak salah banyak emosi dan banyak ribut dan kepahitan. Lidah yang bijak itu kecil, pendiam dan selalu minta pimpinan Roh dan sesuai dengan Firman Tuhan.
  6. Makan buah mulutnya, Ams 18:20. Setiap kata-kata itu ada akibatnya, ada hukumannya. Baik di dunia dan di akhirat Mat 12:36, sebab itu sangat bijaksana kalau jadi pendiam dan bicara yang betul. Kata-kata itu menentukan nasib kita. Maz 34:13-14.
  7. Lambat bicara, dipikir dahulu. Yak 1:19, Ams 12:18. Ditimbang baik-baik lebih dahulu supaya jangan menim-bulkan malapetaka, menyakiti hati orang, timbul dendam dan perkelahian sehingga menyalakan malapetaka besar. Sebab itu lebih baik menjadi pendiam yang betul.
  8. Tidak bisa dihapus. Perkataan yang sudah keluar, menyakiti hati, membongkar rahasia dll, tidak bisa dihapus lagi. Kadang-kadang bisa dimintakan maaf, tetapi akibatnya tetap jalan dan tetap harus makan buahnya Ams 18:20.
  9. Jangan ngawur, tunggu saat yang tepat dan jawaban yang tepat. Ams 25:11, Pkh 3:7. Lalu apakah dalam pim-pinan dan pengurapan Roh Kudus. Meskipun kata-kata itu tidak tertulis tetap harus hati-hati (sekarang seringkali direkam!).
  10. Berbantah-bantah tidak berkenan pada Tuhan. 1Kor 16:11. Jangan mengandalkan kekuatan dan kelihaian sendiri lalu berbantah-bantah, tetapi doakan supaya orang itu bertobat dan Roh Kudus bisa membawanya pada pengertian kebenaran yang betul. Yoh 16:13. Juga istri yang bijaksana tidak suka berbantah-bantah Ams 21:9, tetapi pendiam 1Pet 3:1 ini sifat dan perhiasan rohani yang amat indah. Bahkan Alkitab menekankan supaya selain semua orang beriman tidak berbantah-bantah, istimewa kaum wanita, jangan suka berbantah-bantah atau banyak bicara 1Tim 2:12, 1Kor 14:34. Kalau Alkitab menekankan hal ini, patut diperhatikan dan pasti berfaedah.
  11. Bak sampah. Dalam banyak bicara seringkali kata-kata yang tidak betul, tidak berarti, dusta, fitnah dll diperhatikan dan dibicarakan; itu seperti membongkar bak sampah dan bermain dengan sampah. Ini kesukaan iblis bermain-main dengan kata-kata yang sia-sia, dusta, fitnah, tipu, perangsangan, kotor, keji, dll, tetapi orang beriman suka kebenaran! Jangan suka kulak werto, Tanyakan dan cek apa ini betul, juga beritahu orang yang bicara, bagaimana kalau ditanyakan orang yang bersangkutan? Kalau kata-kata fitnah, bohong, jangan diterima. Hati yang diisi sampah akan penuh dengan setan.
  12. Banyak bicara banyak bohongnya, bernafas bohong Ams 19:9. Orang-orang seperti ini hidupnya akan gagal dan sia-sia, sebab mengurusi dusta dan sampah.
  13. Makin banyak kutuknya Yak 3:9-12. Dalam kebanyakan bicara, mulut ini menjadi sumber dua macam air, tawar dan asin sehingga kacau. Orang yang banyak bicara bukan hanya banyak salah, tetapi juga banyak celaka dan kutuk yang keluar. Sebab itu jangan banyak bicara tetapi lebih banyak bicara dengan betul sekalipun sedikit.
  14. Jadi balok-balok di hadapan Allah. Yer 17:16. Semua yang kita katakan itu nyata di hadapan Allah seperti balok-balok yang berdiri di hadapan Allah, juga segala dusta, maki-makian, kata-kata keji berdiri seperti balok, sangat nyata di hadapan Allah. Dan masing-masing punya gudang dari balok-balok perkataannya di dunia dan pada akhir zaman akan diadili! Mat 12:36. Wai, hukuman menanti, kecuali orang ini bertobat sungguh-sungguh, dibereskan dan ditutup darah Yesus, baru kata-kata yang jahat ini hilang!

III. BAGAIMANA BISA BICARA DENGAN BETUL

  1. Harus lahir baru. Orang dengan tabiat baru itu takut akan Tuhan sampai dalam hati, pikiran dan angan-angan tetap suci, tidak berani menyimpan kata-kata yang jahat! Kalau hati kotor, sekalipun ditahan-tahan, kata-katanya akan tetap jadi kotor Mat 15:18; 12:34.
  2. Dicocokkan dengan Firman Tuhan, ini ukuran kebenaran yang asli Yoh 17:17, 1Pet 4:14.
  3. Dipikir baik-baik, jangan tanpa dipikir Ams 12:18. Jangan asbun. Orang yang banyak bicara seringkali kalu bicara juga cepat sekali, tanpa dipikir, tidak peduli akibatnya dan menjadi celaka.
  4. Doa, minta pimpinan Roh. 1Taw 16:11. Yoh 18:26. Setiap kata-kata harus dimasinkan dengan garam Roh Kudus yaitu sampai ada sejahtera (keyakinan) dari Roh Kudus. Kalau belum, lebih baik diam, jangan malu, seolah-olah bodoh, tidak bisa langsung menjawab. Lebih baik malu daripada mengeluarkan kata-kata yang celaka.
  5. Kalau perlu minta nasehat dari tubuh Kristus, yaitu orang-orang yang kesaksian hidupnya baik dan dipimpin Roh.

IV. BATAS-BATAS PERKATAAN

Batas-batas yang baik adalah kata-kata yang benar sampai yang sempurna. Jangan kata-kata yang tidak benar atau yang kebenarannya masih diragukan. Tetapi sekalipun kata-kata itu benar, belum tentu itu baik disampaikan, juga saat untuk mengatakannya perlu diperhatikan Ams 25:11, Pkh 3:7. Putra manusia Yesus setiap kali menjawab, bukan hanya berkata-kata yang benar, bukan hanya ayat-ayat Alkitab, tetapi ayat dan kata-kata yang tepat dari Roh Kudus sehingga problemnya diselesaikan dengan tepat dan nama Tuhan dipermuliakan. Misalnya Yoh 8:7, Mat 12:11-12 dll. Jangan hanya menjawab dengan kata-kata yang benar tetapi minta, tunggu kata-kata dari Roh Kudus, itu jauh lebih tepat dan mendatangkan hasil yang besar.
Batas-batas yang tidak baik adalah dari dosa sampai dosa. Ini adalah kata-kata dari daging dan iblis, yang me-ngandung segala macam dosa, dari dusta, pura-pura, kotor, cabul dsb. Meskipun kadang-kadang kata-kata dari iblis ada yang baik, tetapi itu semua untuk menutupi kata-kata yang jahat, keji, sadis dan mengandung segala macam dosa.

V. BAGAIMANA BISA MEMBEDAKAN KATA-KATA DARI IBLIS, SENDIRI, DAN ALLAH

  1. Kita harus di pihak Allah, dalam kebenaran, kalau kita hidup dalam dosa, Roh Kudus tidak bisa bekerja di dalam kita. Sebab tanpa Roh Kudus, seorang akan mudah ditipu dan diyakinkan oleh iblis sehingga tersesat, seperti Hawa, Lot & banyak orang lainnya yg undur.
  2. Kata-kata dari Allah itu sesuai dengan Firman Tuhan, kata-kata dari iblis dan kata-kata sendiri bisa betul, bisa salah, sebab iblis seringkali mula-mula memberi kata-kata yang betul, baru kemudian yang menyesatkan seperti pencobaan pada Hawa, Putra manusia Yesus dll. Juga dalam Gereja-gereja jalan lebar seperti Pergamus, Tiatira, Sardis dan Laodikea.
  3. Dipimpin Roh, berdoalah dalam Roh dan kebenaran. Kalau kita dipimpin Roh maka kalau ada sejahtera itu berarti kata-kata itu dari Tuhan. Tetapi orang yang tidak dipimpin Roh, sejahteranya tidak banyak berarti, sebab meskipun sejahtera, bisa saja itu kata-kata dari iblis.
  4. Hasilnya adalah hidup yang suci dan berkenan pada Tuhan, cocok dengan Firman Tuhan. Kalau hasilnya tidak betul atau membuat orangnya hidup dalam dosa, itu bukan perkataan dari Roh Kudus.
  5. Bertanya-tanya pada tubuh Kristus yang betul. Perlu ada saling nasehat diantara orang beriman Pil 2:1.

VI. BICARA DENGAN BETUL

Bagaimana caranya?

  1. Kita harus hidup benar
  2. Hidup dipimpin Roh
  3. Pada saat yang tepat dan kata-kata yang tepat dikehendaki Roh Kudus, baru kita sampaikan kata-kata dari Tuhan.
  4. Dengan yakin, bukan dengan ragu-ragu Rom 14:23. Kalau ragu-ragu, jangan bicara dahulu, berdoa lagi bertanya-tanya pada Tuhan sampai yakin. Orang yang ragu-ragu itu menjadi dosa.
  5. Dengan kuasa, keberanian dari Roh Kis 4:29. Kalau kita yakin bahwa kata-kata kita benar dan dikehendaki Roh Kudus, kita berani bicara, sebab Roh Kudus yang akan membela kita.

Minta karunia-karunia Roh dalam berkata-kata, supaya kadar kata-kata dari Tuhan lebih tinggi, bukan kata-kata kita tetapi dari Allah, maka Allah akan menyertai kata-kata-Nya sendiri yang ditaruh atas lidah kita Mat 10:19-20.

VII. PAHALA

Semua yang bicara akan makan buahnya, yang baik atau yang jahat, bahkan itu menentukan nasibnya. Kalau seorang bicara dari Tuhan, ia menjadi alat Tuhan dan dapat pahala dari Tuhan, betapa indah. Kalau seorang bicara dari hawa nafsunya, dari daging dan iblis, ia akan mendapat hukumannya. Begitu sederhana. Sebab itu jangan berani bicara yang salah, dari hawa nafsu atau iblis, tetapi sampaikan kata-kata yang betul yang dari Tuhan sehingga kita diberkati Tuhan, bukannya dihukum. Sebab itu jangan terburu-buru bicara atau asbun tetapi pikir baik-baik dan minta pimpinan Roh Kudus, supaya kita menjadi mulutnya Tuhan, bukan mulutnya iblis. Mulutnya Tuhan akan keluar kata-kata yang sesuai dengan firman Tuhan, kata-kata yang tepat untuk kasusnya dan tepat pada saatnya sehingga menjadi berkat. Kata-kata yang salah, kalau sudah dibetulkan, dibereskan lalu minta ampun pada Tuhan, akan lenyap oleh darah Yesus, sehingga tidak akan diadili lagi. Juga semua dosa lain yang sudah ditutup darah Yesus, terhapus dari pikiran Allah untuk kekal 1Pet 1:18, 1Yoh 1:9, kecuali orang itu tidak mau mengampuni, maka dosa-dosa itu dihidupkan kembali Mat 18:34-35.

KESIMPULAN

Jangan jadi pendiam cara manusiawi di hadapan manusia sebab banyak yang disimpan orang yang diam termasuk segala dosa. Tetapi kalau kita diam sebagai tabiat baru yaitu diam di hadapan Allah, Allah melihat sampai hati dan angan-angan kita dan itu diam yang bijak sambil terus bertanya-tanya akan Tuhan, supaya kita bisa berkata-kata atau menjawab sesuai dengan Firman Tuhan yaitu dari kata-kata Roh Kudus dan hasilnya pasti lebih baik daripada kata-kata kita sendiri, lebih-lebih kalau kita mengatakannya tepat pada waktunya dalam pengurapan Roh Kudus.
Jangan BB (Banyak Bicara, termasuk lewat Black Berry dalam Facebook dll sejenis), selain banyak salah juga jadi hamba dan alat iblis lengkap dengan pahalanya yaitu mendapat hukuman Allah. Paling sedikit ada 14 macam kerugian dari orang yg BB (Banyak Bicara).
Belajar bicara dengan kadar kata-kata dari Tuhan yang tinggi, dan selalu dipimpin Roh, maka kita akan menjadi mulut Tuhan dengan pahala yang besar dan kekal. Jangan kuatir menghadapi tekanan; kalau Tuhan belum memberi jawaban, diam saja dahulu sambil terus berdoa (dalam Roh dan kebenaran) kepada Allah. Ini seperti Putra manusia Yesus, minta kata-kata dari Dia Yoh 8:26 dan tunggu sampai saat yang tepat, dengan jawaban yang tepat dalam pengurapan Roh Kudus.

Nyanyian:

  • Jaga apa yang mulutmu kata
  • Maka perkataan Mu telah, kutaruh dalam hatiku