M3518 – Matius 25:19 Hemat (29Apr'12)

Download MP3 Khotbah: M3518

I. DEFINISI

Ini adalah satu tabiat penting yang berhubungan dengan uang (selain berpada, jujur dll). Untuk melihat arti hemat dengan betul kita melihat dua kata di dekatnya yaitu kikir, dekat sekali dengan hemat (ini hemat yang salah) dan boros, ini juga lawannya hemat.
Hemat berarti bisa memakai miliknya dengan tepat untuk segala kebutuhannya dan bisa mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan, baik uang, waktu, hidup, kesempatan dsb.
Tentu kita harus membedakan antara kebutuhan dan keinginan sebab maksudnya berhemat itu supaya bisa mencukupi segala kebutuhan tetapi keinginan ditunggu sampai saat yang tepat.
Tuhan menjanjikan segala kebu-tuhan kita Mat 6:32, tetapi juga kei-nginan yang betul yang sesuai kehendak Tuhan Maz 37:5.

II. HEMAT DALAM SEGALA SEGI HIDUP

  1. Hemat dalam hal uang, sebab kita harus bisa mempertanggungjawabkannya pada Tuhan, karena kita ini bendaharaNya 1Pet 4:10, Mat 25:19. Kita harus bisa mengatur keuangan dengan baik, sehingga keluar tidak melebihi yang masuk, harus berpada sehingga tidak sampai berhutang Rom 13:8.
  2. Hemat dalam waktu, bahkan orang2 yang rohani bisa menebus waktu Ef 5:16, Kol 4:5. Uang masih bisa dicari, tetapi waktu tidak akan kembali. Jangan boros tetapi pakai waktu dengan tepat.
  3. Hemat dengan kesempatan. Kesempatan yang datang pasti cukup, sebab Tuhan selalu memberi jumlah kesempatan yang sama Rom 2:11, sesuai dengan keadaan masing2, tetapi sering-kali kesempatan itu tidak kembali lagi kalau tidak dipakai. Esau memboroskan kesempatannya untuk mempertahankan hak kesulungannya, dengan mudahnya dan tanpa pikir, haknya itu dijual, dan sesudah itu ia tidak lagi bisa mendapatkannya kembali sekalipun dengan air mata Ibr 12:16-17.
  4. Hemat dengan hidup ini. Hidup hanya sekali, kalau sudah lewat, umur tidak bisa kembali, keadaan kemarin tidak bisa kembali hari ini. Lebih2 de-ngan keputusan yang keliru, hidup ini bisa habis dengan sia2. Sarai (dan Abram) menuruti hatinya untuk mema-kai Hagar, maka 13 tahun umurnya terbuang dengan sia2 Kej 16:16-17:1, sebab mengambil keputusan yang salah.

Dosa membuat pemborosan yang besar dari waktu, harta, kesempatan, hidup dsb Ams 21:20. Misalnya putra terhilang habis semua warisannya, Simson menuruti dosa, habis se- gala2nya. Daud menuruti dosa, begitu banyak yang diboroskan dengan sia2. Semua dosa memboroskan waktu dengan sia2, tidak mungkin bisa berhemat atau me-makai waktu, uang, kesempatan hidup ini baik2, semua dosa menghabiskannya dengan sia2.

III. PAGAR DARI HEMAT

  1. Pikiran yang baik. Semua harus dipikirkan baik2, jangan ngawur. Kalau kita sudah tahu harus membayar uang sekolah, uang bangku anak kita 2 tahun lagi, uang kontrak yang akan habis 2 tahun lagi, maka kita harus memikirkannya baik2, jangan tidak peduli ( tidak bertanggungjawab). Cerita bapak yang batal beli rujak untuk penghematan. Cerita Lurah2 yang desanya mendapat bantuan dua pasang kambing. Apa yang bisa dihemat dengan baik (ada banyak pengalaman orang tua2) tetapi jangan hemat dengan salah.
  2. Dipimpin Roh. Kita berhemat bukan untuk sukses dalam dunia ini, tetapi untuk hidup kekal, sebab itu kita harus dipimpin Roh sesuai dengan Firman Tuhan supaya tidak salah. Kadang2 ada hal2 yang harus dikerjakan menurut Firman Tuhan, tetapi tampaknya boros secara akal manusia, kita harus tetap taat, sebab ini sesuai dengan Firman Tuhan, bukan hanya menuruti perasaan hati. Sebaliknya, seringkali pikiran manu-siawi menganggap peraturan2 Firman Tuhan dan hidup dipimpin Roh itu suatu pemborosan. Misalnya perpuluhan dan persembahan yang dipersembahkan pada Tuhan se-olah2 suatu pembo-rosan, tetapi itu justru penaburan yang sesuai dengan Firman dan kehendak Tuhan. Contoh lain, pengurapan Tuhan Yesus dengan minyak oleh Maria dan perempuan lainnya, itu dinilai oleh murid2 sebagai pemborosan, tetapi Tuhan mengatakan ini sebagai persediaan bagi penguburanNya Mrk 14:4, Mat 26:8; suatu kebajikan yang menguatkan Putra manusia Yesus Mat 26:10 meskipun pada waktu itu murid2 tidak mengerti maksud Tuhan Yesus. Jangan lupa, jangan menabur untuk memancing karena cinta uang, ingin lekas kaya, nanti menyesal, tetapi tabur karena Kristus, karena cinta kepadaNya, maka Tuhan akan memberi penuaian yang limpah sesuai dengan janji Allah. Misalnya Solaiman yang tergerak untuk memberi persembahan 1000 korban, ia mendapat kembali lipat kali ganda, sebab ia tidak membuat hal2 itu untuk memancing, tetapi karena cinta dan hormat akan Tuhan. Begitu juga orang yang dipimpin Roh Tuhan, memberi persembahan uang, waktu, tenaga, hidup, yang seringkali dianggap sia2 oleh logika manusiawi.

Musa menyerahkan diri untuk Tuhan dan meninggalkan istana Mesir, itu suatu pemborosan hidup, tetapi itu justru membuat hidupnya lebih efektif dan indah. Kalau Musa tetap di istana Firaun (seperti beberapa orang yang menyangkal Tuhan karena kedudukan di “istana”), maka Musa tidak menjadi apa2 sekalipun jadi “raja” di Mesir, ia mati dengan kosong. Tetapi sesudah penyerahannya, rencana Allah terjadi dalam hidupnya, begitu indah untuk kekal. Musa meninggalkan Mesir bukan pemborosan tetapi menjadi suatu keuntungan yang luar biasa.
Juga Petrus dll yang meninggalkan jalanya, John Sung dan banyak orang2 yang menyusul sampai hari ini.
Kalau yakin dipanggil oleh Tuhan, terimalah dan taat, ini bukan pemborosan tetapi kalau kita taat dengan tulus, maka ini akan menjadi penaburan dan keuntungan yang tiada taranya. Kalau kita dipimpin Roh untuk memberi (uang, waktu, tenaga, umur dll) untuk menjadi berkat bagi saudara2 kita (Ams 21:13, 28:27), atau untuk ditabur dalam pelayanan di ladang Tuhan, asal kita kerjakan dengan tulus karena dan untuk Kristus, tidak akan sia2, itu bukan pemborosan (tetapi jangan karena ambisi, iri, tidak mau kalah, karena ada maksud2 jahat, itu bukan saja sia2, tetapi bisa menjadi dosa dengan segala akibatnya).
Ada orang menahan harta (waktu, umur, kesempatan dll), justru menjadi miskin Ams 11:24,36, Tuhan tidak memberkati. Kalau kita hidup dipimpin Roh, maka tabiat hemat yang betul akan nyata dalam hidup kita.

IV. PEMBATASAN HEMAT

  • KIKIR
    Ini dekat sekali dengan hemat, tetapi tabiat itu salah 1Kor 15:10,11, TB, TL: Tamak) ini menutup berkat Tuhan. Ams 11:24. Kikir biasanya disebabkan karena keserakahan, cinta akan uang sehingga menahan pengeluaran uang dengan ber- lebih2 dan salah. Jangan berhemat ber-lebih2, sebab seringkali itu juga membuat kepincangan2 dalam segi2 hidup lainnya, misalnya membuat kita kehilangan waktu atau kesempatan. Coba Daud “berhemat”, tidak mau memberi makan dan menolong budak Mesir, ia akan kehilangan kesempatan untuk kemenangan yang besar melawan orang Amalek 1Sam 30:11-16. Juga berkat2 yang sudah disediakan Tuhan bisa lewat, misalnya hemat karena tidak menabur, maka ia juga tidak mendapat penuaian. 2Kor 9:6. Sebab itu jangan sampai hemat berubah menjadi kikir, apalagi kalau ada sakit hati atau tidak senang dan dosa2 lain, sebab Tuhan ingin kita bermurah hati, bahkan memberi makan minum musuh Rom 12:20.
  • BOROS
    Jangan membelanjakan uang, waktu hidup dsb untuk hal2 yang tidak perlu, tidak jelas, yang tidak ada gunanya dll, apalagi sampai hutang.

Kita harus memakai akal untuk memperhitungkan faedah pengeluaran kita. Seringkali dosa membuat mata buta bahkan mata gelap untuk pemborosan yang sia2. Misalnya anak terhilang yang hanya ingin mencari senang. Harta yang amat banyak diboroskan dengan sia2 Luk 15:13,30, bukan saja tidak ada faedahnya juga hidupnya rusak, rohani habis, lebih2 dengan pelacuran Ams 29:3. Hidupnya juga bisa habis kena penyakit kelamin seperti AIDS dan kehancuran rohani yang membuatnya binasa kekal.
Juga orang benci, marah, emosi, ambisi dll bisa memboroskan banyak waktu, uang dan hidupnya untuk hal sia2, dan akhirnya hidupnya menjadi kosong dan celaka.

V. TUJUAN BERHEMAT

  1. Hidup dengan tenang, sejahtera, tidak sampai masuk dalam keributan, kesukaran keuangan maupun kesukar-an dan kekacauan lainnya. Dengan berhemat yang betul, ini sekaligus menjadi pengolahan atau latihan supaya kita bisa mahir hidup berpada, dan memakai dunia ini dengan betul 1Kor 7:31, tahu membedakan antara fasilitas dan tujuan hidup sehingga tidak mengejar fasilitas hidup tetapi betul2 mengejar tujuan hidup yang mulia dan kekal.
    Juga ini menumbuhkan iman kita akan Allah dalam segala kesukaran2 yang kita hadapi.
  2. Jangan sampai memboroskan hidup dengan sia2 baik dalam hal uang, waktu, tenaga dan umur dll.
  3. Bisa mempertanggungjawabkan hidup dan isinya di hadapan Tuhan Rom 14:12.
  4. Hidup tidak disibukkan dengan kesukaran yang sia2 1Tes 5:11-12, tetapi bisa masuk dalam rencana Allah yang indah, sehingga bisa mengalami rencana Allah yang indah di dunia dan sampai kekal.

VI. SYARAT UNTUK BISA HIDUP DENGAN HEMAT

  1. Pikiran yang betul Pil 4:8. Ada perhitungan untuk semua yang kita lakukan dengan uang, waktu, tenaga dan hidup ini. Jangan ngawur tanpa perhitungan.
  2. Hidup dipimpin Roh sesuai de-ngan Firman Tuhan, tidak cukup hanya berpikir logis, tetapi kita harus selalu ber-tanya2 akan Tuhan 1Taw 16:11, sebab pimpinan Tuhan seringkali tidak sesuai dengan pikiran kita misalnya Abraham disuruh keluar dari rumah bapanya dan kemudian mempersembahkan Ishak. Daud waktu di-kejar2 Saul, selalu minta pimpinan Roh Kudus dan itu menolongnya untuk bisa tetap hidup dalam rencana Allah yang indah.
  3. Hidup suci itu menjauhkan kita dari mata yang buta atau mata gelap sehingga tidak terjadi pemborosan da-lam semua segi hidup kita, tetapi semua dipakai untuk meningkat dalam rencana Allah yang mulia dan kekal. Anak terhilang, Salomo memboroskan semua uang, kesempatan dan umur hidupnya dengan sia2 karena terikat dosa, menuruti kehendak daging. Ambisi, sombong, benci, dendam, emosi dll dosa (bahkan juga tidak senang dan jengkel) membuat hidup kita diboroskan untuk yang sia2.
  4. Bisa berpada, puas dengan apa yang ada, baik dalam hal uang, dll yang Tuhan berikan kepada kita 1Tim 6:8(-10), Pil 4:11-12, Luk 3:14, Ams 30:8. Juga bisa memakai dunia ini seperti orang yang tidak memakai, tidak terikat 1Kor 7:31.
  5. Bendahara Allah yang baik, tahu mempertanggungjawabkan,semua yang ada pada kita, dan tahu membedakan antara fasiitas dan tujuan dalam hidup ini.
  6. Saling nasehat dalam tubuh Kristus berdasar Firman Tuhan. Kadang2 kita tidak melihat kekikiran atau pemborosan dan balok2 dalam mata kita, dengan saling menasehati kita bisa hidup dengan tepat sesuai dengan kehendak Allah.

Semua ini diperlukan untuk bisa memiliki tabiat hemat dalam hal uang, waktu, tenaga, umur dll sehingga hidup tidak sia2 tetapi ber-buah2 sampai kekal.

VII. ANTARA HEMAT DAN HIDUP BERKELIMPAHAN

Sesudah Israel sampai di Kanaan dan Tuhan memberkati dengan hidup berkelimpahan, maka kita tidak lagi perlu terjepit dengan yang pas2an Ams 30:8, sebab Tuhan sudah memberi kelimpahan Ul 8:9. Tetapi dengan kelimpahan bukan berarti bisa diboroskan dengan sia2, kita tetap berhemat yang sesuai dengan Firman Tuhan sehingga kita bisa menjadi berkat bagi orang2 dalam panci kita, bahkan yang lebih besar sesuai dengan rencana dan kehendak Tuhan, baik dalam uang, waktu, tenaga, umur dan semua yang kita peroleh dari Tuhan.
Ukuran kelimpahan yang dijanjikan Allah bagi setiap orang beriman itu tidak sama, (jangan iri atau menyalahkan Allah, nanti jadi dosa sebab Allah tidak pernah salah), itu tergantung dari:

  1. Waktunya. Keadaannya Yusuf waktu menjadi budak dan kurang lebih 13 tahun kemudian berbeda. Tetapi dalam semua keadaan ia tetap hidup puas, bisa berhemat dalam segala perkara dan tidak timbul dosa, sehingga bisa tetap di dalam rencana Allah. Ada kalanya Putra manusia Yesus dan murid2 tidak mempunyai sarapan se-hingga mereka mencari buah ara di tepi jalan dan juga gagal. Juga Daud pernah dalam kekurangan ber-kali2 sehingga minta bantuan dari Nabot yang sepatutnya memberi honor pada Daud, tetapi di “hemat” oleh Nabot. Saat2 kekurangan kita tetap bisa “pas” sebab bisa berpada dan terus dalam pimpinan Roh Kudus.
  2. Kemampuan masing2 kita untuk menerima kelimpahan itu tidak sama, sebab bagi Tuhan tidak ada batas, tetapi Dia dibatasi oleh kemampuan kita, baik dalam hal uang, karunia2, kesempatan, umur dll. Dalam hal ini termasuk juga pengolahan dan ujian yang harus kita selesaikan (lulus) sehingga kemampuan kita meningkat, maka kelimpahan rohani dan jasmani yang Tuhan janjikan dicurahkan sesuai keadaan kita. Se-ringkali orang berkata, mencari uang makin sulit. Memang keadaan dunia makin lama makin parah sebab dosa makin meningkat sehingga kejahatan, egoism, tipu daya dll bertambah dan ini menambah kesukaran dalam mencari uang. Tetapi bagi umat Tuhan, yang menentukan bukan soal keadaan yang makin sulit, tetapi sebab Tuhan belum memberi. Kalau Tuhan memberi, pasti datang, sekalipun dalam zaman yang amat sulit, sebab bagiNya tidak ada yang mustahil. Dalam masa kelaparan zaman Achab, Elia tetap cukup bahkan juga tidak sakit, baik waktu di anak sungai Kerit, maupun waktu di Sarfat, asal Tuhan memberi, pasti cukup. Bahkan di akhir zaman yang makin sulit cari nafkah, kalau Tuhan memberi kekayaan, itu semua akan datang Yes 60:5-6; 61:5-6, sebab Tuhan kita adalah Allah yang maha kuasa, Dia sanggup mencukupi tanpa batas, tergantung dari batas kita. Bahkan Gereja akhir zaman dalam Minggu ke-70 Daniel akan berkelimpahan.
  3. Hukum, Mat 13:12. Orang yang mempunyai akan ditambah, yang tidak punya, maka apa yang ada padanya akan diambil. Orang yang bisa memakai berkat yang diberikan Tuhan akan diberi lebih banyak lagi, sebab yang tidak bisa memakainya atau memikul, berkat2 Tuhan yang limpah, bisa mengganggu pertumbuhan rohani dan pelayanannya, sehingga mengurangi buah2 yang kekal. Ini berlaku dalam hal uang, harta, pelayanan, kesempatan dan semua perkara lainnya. Kita harus memperhatikan bahwa dalam hal uang, range berkat Tuhan itu lebih luas, tetapi dalam waktu dan umur itu sudah dipatok, sangat terbatas, sebab setiap hari hanya ada 24 jam (sebab itu perlu tebus waktu) dan umur manusia juga terbatas sekitar 70-80 tahun Maz 90:10.

Tuhan sanggup mengurangi atau menambahi dan semua itu dibuat sesuai dengan hukum2 yang sudah diberikan kepada kita antara lain: Mat 13:12 ini, tetapi tetap ada batasnya, namun de-ngan hidup dipimpin Roh kita bisa memakai dengan lebih efisien. Orang yang dipimpin Roh satu hari bisa mendapat hasil 10 kali, bahkan 100 kali atau lebih, daripada yang dibuat dengan kekuatan atau kepintaran sendiri. Misalnya Daud menghadapi Goliat, Musa menghadapi Firaun dll.

KESIMPULAN

Hemat berarti bisa mengatur pemasukan dan pengeluaran dengan tepat dan bisa mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan. Jangan sampai kikir atau boros tetapi hidup dipimpin Roh sesuai dengan Firman Tuhan.
Kalau hidup kita sesuai kehendak Tuhan, Tuhan akan memberi hikmat untuk mengatur hidup ini ditambah dengan segala fasilitas jasmani dan rohani yang kita butuhkan, sebab Dia Allahyang mencintai kita dan maha kuasa, maha tahu dan maha adil. Di dalam melakukan penghematan yang tepat jangan sampai timbul dosa, itu penghematan yang salah, sebab nomor 1 kita harus hidup suci, baru sesudah itu hemat dllnya. Kita harus berani korban uang, perasaan hati, dll supaya tetap suci dan berkenan pada Tuhan seka-lipun tidak bisa berhemat, sebab tidak ada hal2 yang kebetulan terjadi bagi kita. Apapun yang terjadi, kita harus tetap tinggal dalam kesucian dan terus taat dipimpin Roh.

Nyanyian:

Sungguh kurasa kekuatanMu ya Allah
Di dalam hidupku, Kau nyatakan diriMu