M3512 – Matius 23:12 Rendah Hati, Bukan Sombong (1 Apr '12)

Download MP3 Khotbah: M3512

I. DEFINISI

RENDAH HATI berarti:

  1. Mengerti, sadar bahwa semua yang ada pada kita itu dari Tuhan dan
  2. dengan yakin berani mengakuinya dan
  3. sebagai akibatnya ia mau taat pada Tuhan yang memberi semuanya. Ul 18:18, 1Kor 4:7, 2Kor 4:7.

Semua dari Tuhan, oleh Tuhan dan untuk Tuhan Rom 11:36.
Yusuf mengakui dari permulaan sampai pada puncak2 kedudukannya Kej 50:19-20. Juga Daud mengakuinya sesudah ada di puncak kekuasaannya 2sam 7:8,18. Tetapi beberapa raja jahat, sesudah tahu ia sudah pasti jadi raja, lalu berbuat jahat, tidak mau taat. Taat hanya waktu kecil dan waktu tidak berdaya.
Kita mendapat dari Tuhan hak untuk menerima dan hak untuk memakai; kalau Tuhan memberi hanya hak menerima, kita tidak bisa atau tidak sempat memakainya, itu semua tergantung Dia, Sang Pemberi, jangan sombong Pkh 5:18.
Nebukadnezar diambil hak pakainya, ia tidak lagi bisa memakai tahtanya Dan 4:33.
Kita menerima semuanya dari Tuhan, itu juga berarti:

  1. Kita meminjam dari Tuhan, pada satu saat kita harus mengembalikannya Ay 1:21, Pkh 5:14, 1Tim 6:7.
  2. Kita memakai milik Tuhan, dan pada waktu kita harus mengembalikannya, kita harus memberi bunganya Mat 25:14,19.
  3. Kita dipercayai oleh Tuhan, maka satu kali waktu kita kembali kepadaNya, kita harus mempertanggungjawabkan semuanya Rom 14:12. Dan orang yang yakin bahwa memang semua ini dari Tuhan maka ia juga mau taat dan tidak ber-sungut2 kalau semua ini diminta kembali, dan ia siap untuk memenuhi apa yang diminta Tuhan pada akhirnya. Ia harus memberi bunganya, hasil daripada memakainya dengan baik2, ia harus memberi hasilnya, yaitu jiwa2 yang dihasilkannya dan mempertanggungjawabkan semua penggunaannya (baik umur, uang, kesempatan, kedudukan, talenta dan segala fasilitas jasmani dan rohani yang sudah diterima), bahkan patutlah dengan segala yang ada padanya, ia mempermuliakan Tuhan yang sudah memberi semuanya. Orang yang rendah hati (dari tabiat baru) akan taat pada apa yang dituntut Allah sebab ia yakin semua itu berasal dari Dia.

Dalam dunia orang rendah hati itu banyak dilihat dari sikap dan kata2nya. Mungkin kata2nya sangat merendahkan diri, tetapi hatinya suka puji (misalnya silakan masuk di gubukku, tetapi dalam hatinya ia harap orang2 terperanga melihat istananya dan me-muji2 dia, ini rendah hati dunia. Kadang2 kata2 dan sikapnya rendah hati, tetapi hatinya ngempet, sakit hati, benci, dendam, bahkan mau membunuh. Rendah hati dari tabiat lama selalu tercampur dosa). Sebaliknya kata2 Paulus dalam 2Kor 11:5 itu bisa dinilai sombong di dunia, tetapi dalam Tuhan tidak, sebab itu kebenaran yang disadarinya Rom 12:3 dan sebab ia memenuhi tiga syarat rendah hati.
SOMBONG:

  1. Yakin bahwa semua yang ada padanya itu terutama karena dan oleh dirinya sendiri,
  2. Kadang2 bisa mengakui dari Tuhan (sekedar kesopanan, atau supaya dianggap rendah hati dan menghormati Tuhan, tetapi tidak dengan segenap hatinya) biasanya ia tidak mengakuinya dan
  3. Akibatnya ia tidak mau taat akan perintah Tuhan tentang segala yang dimilikinya ini.

Sebaliknya hatinya suka puji, bahkan menuntut dipuji (ada atau tidak ada alasannya) dan akhirnya juga menuntut dipuja atau penyembahan seperti iblis. Contoh jelas adalah Nebukadnezar yang yakin ia mendapat kerajaan Babil itu karena kemampuannya sendiri, dan ia membuat patung (dirinya sendiri) untuk disembah seluruh rakyatnya Dan 3. Seperti iblis (Lucifer), sekalipun ia tahu bahwa ia dijadikan Tuhan Allah, tetapi ia tidak mau mengakuinya, ia merasa semua terutama berasal dari dirinya sendiri, sebab itu ia mau mencari kemuliaan yang lebih lagi, mau menyamakan diri dengan Tuhan Yes 14:14.
Sombong dalam dunia juga terutama tentang hal2 lahir,tetapi penilaian dari Tuhan tidak dipedulikan orang dunia. Sebab itu di hadapan Tuhan orang rendah hati dan sombong itu sangat jauh berbeda dalam hati, juga dalam perbuatannya berbeda.
Tabiat lama itu nampak jelas dalam orang berdosa, meskipun sikapnya rendah hati tetapi hatinya sombong, suka dan menuntut kepujian bahkan akhirnya penyembahan.
Dalam tabiat-baru, sesudah lahir baru, timbul sikap benci akan kesombongan, dan cinta akan kerendahan hati Ibr 1:9. Sifat baru ini mulai dari sedikit, terus tumbuh,makin lama makin banyak seperti Kristus.
Tetapi ingat, orang-baru masih bisa sombong, sebab masih ada keinginan sombong dalam tubuh daging. Kalau ini tidak dimatikan terus menerus, apalagi kalau dilazatkan oleh kesuksesan, iri dll, tabiat sombong bisa muncul kembali.

II. PERATURAN ALLAH

Dosa sombong Lucifer ini sangat menular sebab ada benihnya dalam manusia sehingga semua orang punya sejumlah kesombongan,sekalipun sifatnya dari luar tampak baik (cerita emak tua dipuji cucunya). Sebab itu ada satu peraturan yang tegas dibuat Allah sebagai pagar supaya jangan kesombongan itu menular pada umatNya.
Orang yang merendahkan dirinya (menurut definisi ilahi) akan ditinggikan dan orang yang meninggikan diri akan direndahkan Mat 23:12, Yak 4:6,10, 1Pet 5:5-6, Ams 29:23.
Jangan lupa hukum ini berdasar definisi ilahi, sebab kadang2 tampak orang yang rendah hati tetapi hatinya sombong, tidak mengakui dari Tuhan sehingga kemudian menjadi jahat seperti Absalom, Achitofel, Korah CS dsb. Orang2 “rendah hati” seperti ini tidak ditinggikan Tuhan!Orang yang sombong lebih mudah dilihat sebab semua orang mempunyai benihnya, mereka semua bisa merasakannya. Sebaliknya rendah hati yang betul (dari tabiat baru) hanya orang baru yang mempunyai benihnya dan yang mengerti kebenaran Firman Tuhan tentang rendah hati, baru bisa membedakannya dengan betul.
Merendahkan diri ini:

  1. Dari dirinya sendiri (yaitu mau melayani orang lain sekalipun tingkat rohaninya lebih tinggi dan punya karunia2 dan jabatan yang indah2. Mat 20:25-28 (dalam ayat2 ini nyata beda orang lama dan baru). Sebab itu Tuhan Yesus mau mencuci kaki murid2Nya, sebab Ia mau merendahkan diriNya Yoh 13:10.
  2. Direndahkan orang lain (dihina, disingkirkan, ditolak, di-kata2i dsb) dan mau menerimanya, tidak tersinggung, tidak sakit hati (sebab mematikan daging terus menerus) mau mengampuninya, melayaninya, bersekutu dengan sikap yang betul Jud 23, tidak membalas dan mengasihinya (ada orang yang diam waktu direndahkan, tetapi sakit hati dan dendam, orang ini tidak mau direndahkan. Ini bukan rendah hati tabiat baru). Orang seperti ini akan ditinggikan oleh Tuhan seperti Yusuf, Daud dsb. Termasuk juga orang yang bertobat sesudah direndahkan seperti Nebukadnezar, Tuhan mengangkatnya kembali, apalagi orang yang belum mengerti/ percaya, tidak dituntut banyak. Tuhan sanggup mengangkat orang yang mau direndahkan dalam arti yang betul, sekalipun dari dalam penjara seperti Yusuf, kalau sudah waktunya, Dia sanggup mengangkatnya.Seringkali Tuhan menunggu waktu yang cukup lama untuk mengangkatnya, sebab dalam masa menunggu ini, orang yang rendah hati itu sekaligus diolah, sehingga waktu ia diangkat tinggi, ia sudah tahan, tidak berdosa, bisa memakai kemuliaan yang diberikan kepadanya untuk melakukan kehendak Tuhan bagi kemuliaan nama Tuhan. Masa menunggu dan pengolahan ini bisa terjadi ber-tingkat2, diolah dan diangkat sedikit demi sedikit atau sekaligus seperti pada Yusuf yang diolah total hampir 23 tahun sampai mimpinya jadi. Orang yang rendah hati (dalam definisi ilahi, ada 3 faktor di dalamnya) itu biasanya mau dan tahan diolah dalam pengolahan yang berat (juga hasilnya, “ijazahnya” mutunya lebih tinggi! 1Pet 5:5-6). Tetapi orang sombong itu tidak bisa diolah, sedikit diolah timbul reaksi kesombongannya dan macam2 dosa, bahkan dosa2 yang hebat. Orang yang sombong itu seperti tanah liat tidak bisa ditempa, langsung pecah, tetapi orang yang rendah hati, yang mau direndahkan itu seperti emas, makin ditempa makin indah makin seperti Kristus. Yang tahan pengolahan berat dan lama, kemuliaannya juga akan tinggi bahkan sampai kekal. Orang yang rendah hati itu, selama ia tetap rendah hati akan ditambahi Tuhan terus dengan segala fasilitas jasmani dan rohani tanpa batas, asal bisa tahan dan bisa memakainya Tuhan akan menambahinya terus, sebab itu kehendak dan rencana Allah, seperti Yusuf; Tuhan mencari orang seperti ini, yang bisa dipakai Tuhan untuk membangun umatNya. Tuhan akan memberikan jumlah yang tidak terbatas sebab Yusuf bisa menggunakannya baik2 dan tidak jatuh dalam dosa oleh kelimpahan berkat itu (tetapi anak2nya apalagi Efraim menjadi sombong dan dihempaskan ke bumi Yes 28:1-2). Tetapi bagi orang sombong, langit tertutup!Sebaliknya setiap orang sombong, Allah sanggup merendahkannya (biasanya sesudah melewati batas tertentu) dan pasti terjadi pada waktunya sekalipun kedudukannya kuat, tinggi tidak mungkin dikalahkan dsb, termasuk pembesar2 dunia seperti Absalom, Uzia, Nebukadnezar, Belsyazar, Rabsahi dsb.

III. TANDA-TANDA ORANG YANG RENDAH HATI

Kesimpulan orang yang rendah hati itu adalah seperti Kristus. Mat 11:28. Dalam seluruh hidupNya sebagai Putra manusia, tampak jelas kerendahan hatiNya.
Tanda2 orang yang rendah hati, yaitu:

  1. Tidak tersinggung. Masih banyak orang beriman yang mudah tersinggung, itu berarti masih banyak orang yang sombong. Kalau rendah hati, pasti bisa mengalahkan rasa tersinggung! (Ingat sekalipun sudah lahir baru, kita masih hidup dalam tubuh daging yang suka tersinggung sedikit/ berat, tergantung berapa banyak daging disalibkan. Jadi untuk bisa rendah hati kita harus pikul salib, menyalibkan daging (yang ingin bereaksi dosa, sebab tidak mau direndahkan, bahkan ingin dipuji), harus dimatikan terus menerus. Tanpa salib, tidak bisa rendah hati (bisa rendah hati cara dunia, yaitu kadang2 dari luar rendah hati, tetapi reaksi dosanya timbul dalam hati, timbul benci, dendam, sakit hati dll. Dari luar tampaknya rendah hati, tetapi ngempet, dan pada satu saat akan meledak dahsyat, ini rendah hati tabiat lama). Mengapa kita tidak mau tersinggung? Sebab orang yang rendah hati yakin, bahwa ia bukan apa2, hanya bejana tanah liat belaka 2Kor 4:7, semua yang indah2 itu dari Tuhan, kalau itu diusik, diganggu, diboikot, itu berarti melawan Allah dan Allah sendiri yang akan membalas dan menghakimi dengan adil Rom 12:19, bukan kita, kita hanya bejana tanah liat yang dipercayai permata yang mahal di dalamnya. Tentu kita harus tetap cerdik, jangan bodoh tetapi tidak bereaksi dosa!Kita tidak mau membalas, sebab sudah ada yang menjadihakimnya. Kita mau taat pada Tuhan yang memberi kita segala kelimpahan itu, untuk mengasihi, untuk berbelas kasihan pada saudara2 yang melawan Allah ini (yang akan kena hukuman dahsyat Yoh 4:11-12). Kalau kita mau tetap direndahkan, kita akan ditinggikan dan diberi pahala yang indah2 dan rohani akan tumbuh makin mulia untuk kekal. Orang yang rendah hati (tabiat baru) itu sangat untung se-gala2nya.Setiap kali dipijak (direndahkan) setiap kali Tuhan akan meninggikan. Paling tidak kalau lulus, rohaninya meningkat dan itu pasti punya arti yang mulia. Juga seorang mau merendahkan diri sendiri untuk melayani saudara2 yang celaka ini dengan belas kasihan, setiap kali direndahkan, kalau lulus, setiap kali Tuhan akan meninggikan. Dan kalau ini terjadi ber-ulang2 dan terus lulus, maka orang ini akan menjadi makin mulia dan makin indah. Orang yang tersinggung, itu adalah reaksi atau tanda kesombongan hatinya, makin keras reaksinya karena tersinggung, itu berarti makin tinggi kesombongannya. Kalau tidak mau celaka harus bertobat dan mematikan kedagingannya itu!
  2. Direndahkan, dirampasi, apa yang menjadi haknya, di-injak2, tetapi ia bisa tahan dan tidak bereaksi dosa, itu berarti lulus. Mengapa bisa tahan? Sebab ia tahu itu semuadari Tuhan, juga segala sukses, penghargaan, hasil dll, tetapi ia direndahkan. Namun ada Hakim yang adil, siapa berani merampas haknya, ia berhadapan dengan Hakim Agungdan pasti akan kena hukumannya pada saatnya (Pkh 8:11). Memang kalau prestasi, hasil atau kepujian kita diambil itu sakit sekali bagi daging, tetapi orang rendah hati selalu mengembalikan segala kemuliaan yang didapat kepada Tuhan Yes 42:8. Sebab Tuhan yang berhak. Kalau ada orang yang merampas, itu merampasi Tuhan, lebih dahsyat dari merampasi polisi yang siap dan bersenjata.
  3. Tidak iri, benci dll melihat orang lain yanglebih berhasil, lebih tinggi dari dirinya sendiri. Mengapa tidak iri? Jangan mencari kepujian dari manusia. Kepujian kita itu dari Tuhan Rom 2:29. Sebab Tuhan adil Rom 2:11. Apa yang jadi hak orang lain, kalau iri itu bodoh, itu menyalahkan Allah. Kalau Tuhan tidak memberi, ia tidak akan mendapatkannya Yoh 3:27. Kalau orang itu pura2 dan tidak tulus, Allah tahu dan pada saatnya semua akan dibongkar. Jangan iri kepada orang yang berhasil tetapi pura2 atau palsu, tetapi belas kasihan dan doakan dan cerdik (dipimpin Roh).
  4. Ikut bersukacita melihat orang lain diberkati Rom 12:15, bukannya tidak mau kalah (ini tanda2 sombong). Masing2 menerima dari Tuhan menurut ukurannya masing2, ada yang menerima 5 talenta, ada yang hanya 1 talenta, Tuhan adil dan tidak pernah salah! Kalau kita bisa rendah hati dan bisa memakai talenta2 dari Tuhandengan betul, kita juga akan diberkati Tuhan (sebab menjadi bendahara yang dipercayai) dengan limpah. Kita boleh berkata seperti Paulus dalam 2Kor 11:5, Rom 12:3, asal dengan tulus untuk kepentingan kemajuan pekerjaan Tuhan. Jangan karena sombong dan harus minta pimpinan Roh Kudus untuk bereaksi dengan betul, sebab seringkali orang mengira kata2 seperti Paulus itu adalah kesombongan, tidak bisa menerimanya.
  5. Diganggu, dirugikan, tetap sejahtera, dan tidak bereaksi dosa, sebab semua dari Tuhan, tetapi kita jangan bodoh sehingga membiarkan diri kita sendiri diganggu. Kita harus memelihara milik Tuhan yang dipercayakan kepada kita dengan baik, penuh tanggungjawab. 1Kor 4:2. Bahkan dalam segala perkara, kita tetap sejahtera, sebab semua yang ada pada kita itu dari Tuhan.

V. TANDA-TANDA ORANG SOMBONG

Ini lawan dari rendah hati, tetapi seringkali reaksinya dahsyat. Misalnya kalau tersinggung, reaksinya bisa sangat dahsyat seperti Haman Est 3:6. Ada banyak dosa lain dibuat oleh orang sombong yaitu suka berkelahi, tidak mau mengakui salah, iri, benci, keras hati, menghina, membual, dusta, tidak mau kalah, fitnah, munafik, minder, tidak bisa dinasehati apalagi ditegur, me-nutup2i salah, tidak mau mengakuinya, tidak mau tunduk, tidak bisa diatur, tidak mau kalah, ambisi, suka menyalahkan orang, ingin menonjol, dipuji dan dipuja dan segala dosa lain. Upah dosa itu maut. Juga akibat semua2 ini (karena sombong) rohaninya bantut tidak bisa tumbuh dan rencana Allah batal dalam hidupnya, dan timbul banyak kerusakan dan cacat karena dosa2 itu.
Untuk mendapat gambaran tentang keparahan dosa sombong kita melihat 7 tingkat dosa sombong yaitu: (TE no 30).
I. Ingin puji dalam hati, ada alasan atau tidak, bahkan sekalipun gagal, masih ingin dipuji atau se-tidak2nya tetap dihargai.
II. Harap puji (pasif).
III. Kejar puji (aktif) ambisi.
IV. Tuntut puji (terang2an).
V. Harap disembah (pasif), suka dikultuskan.
VI. Kejar penyembahan (aktif).
VII. Tuntut disembah terang2an, ini dosa sombong yang sudah sempurna, seperti iblis.
I sampai IV tentang suka dipuji dan V sampai VII tentang suka disembah, ini tingkat yang lebih parah.
Orang yang menuntut puji, kalau tidak dapat puji, tidak tahan hidup lagi bisa bunuh diri seperti Achitofel. Makin tinggi dosanya makin parah reaksinya makin cepat celaka atau matinya.

VI. BAGAIMANA BISA TETAP RENDAH HATI

  1. Rohani dipelihara tetap sehat dengan kebutuhan pokok rohani: Pikul salib, hidup suci, Firman Tuhan, doa, ibadah, persekutuan, pelayanan, berjalan dalam Roh senantiasa.
  2. Pelihara rendah hati tabiat baru (3 faktor) terus menerus,
  3. Tumbuh dalam kerendahan yaitu:
    a.
    Makin sadar bahwa tanpa Tuhan tidak bisa apa2 Kel 33:15.
    b.
    Makin taat dan bersandar pada Tuhan sehingga kita bukannya kita lagi tetapi Kristus dalam kita. 2Kor 4:7, Gal 2:20.
  4. Ingat kita ini (sekalipun sukses dan sangat heran), kita ini adalah:
    4.1.
    2Kor 4:7. Bejana tanah liat.4.2. Mat 21:8-9. Keledai.
    4.3. 1Pet 4:10. Bendahara (sopir).
    4.4. Wah 4:10-11. Tidak layak pakai mahkota.
    4.5. Mat 23:12. Makin tinggi, tetap selamat.
    4.6. Yes 42:8. Tidak patut menikmati puji.
    4.7. Yak 5:17. Orang biasa seperti Elia.

KESIMPULAN

  • Bedakan definisi rendah hati dan sombong menurut dunia dan ilahi.
  • Rendah hati itu juga suatu pengolahan (bisa diolah) kepada kemuliaan tertinggi. Tabiat sombong tidak bisa diolah, bantut, akhirnya pecah.
  • Dalam daging masih tetap ada benih sombong yang bisa tumbuh kalau dilazatkan, sebab itu harus dimatikan.
  • Semua yang ingin rendah hati, perhatikan tanda2nya rendah hati dan juga tanda2 orang sombong, pilih dengan iman untuk bisa tumbuhseperti Kristus.

Nyanyian:

Ayat 1:
Orang yang sombong nasibnya direndahkan
Begitu pahit tidak akan tahan
Rendah hati sakit tapi mulia
Seperti Kristus sampai selamanya.

Ayat 2:
Jangan tersinggung matikan kesombongan.

mau jadi hamba sperti Tuhan Yesus
tahan diolah makin lama makin mulia
Betapa indah seperti Tuhan Yesus.
Ayat 3:
Orang yang sombong, dihempaskan Tuhan

S’kalipun besar, batal semuanya
jangan tertipu sombong itu celaka
mau direndahkan seperti Tuhan Yesus.
Koor:
Rendahkan hati dalam tabiat baru
tanpa campuran dosa2 lainnya
s’mua dari Dia, akui Dia sumbernya
Taat selalu, Tuhan tinggikan trus trus trus