M3494 – 1Raja-raja 1:1-9 Daud dan Adonia, Bapak dan Anak; Belajar atau Mengulangi Kejatuhan Orang Lain (15 Jan 2012)

OUTLINE (silahkan klik judul bab berikut untuk langsung menuju bab yang diinginkan):

Daud belajar dari kejatuhannya yang pahit dan celaka dan ia bertobat sungguh2, berhenti dari dosanya. Tetapi anaknya Adonia melihat contoh celaka yang besar dari kakaknya sendiri (Absalom) tidak peduli, tidak belajar, pikirannya kabur sebab ingin kedudukan sehingga meniru cara yang celaka dan binasa bahkan lebih cepat. Orang yang hidup dalam dosa itu seperti buta tuli, seperti dibius oleh keinginan2 dosanya sehingga berani melompat masuk jerat iblis dan binasa.

1RAJA-RAJA 1:1-4 DAUD SUNGGUH-SUNGGUH BERTOBAT!

1RAJA-RAJA 1:1 PERGAULAN YANG JAHAT DI ISTANA
Sekalipun di istana ada banyak pengaruh dan godaan yang jahat diterapkan pada Daud. Rupa2nya mereka mengira kalau diselimuti jadi panas badan dan nafsunya, ternyata tidak. Pendapat dan pikiran manusia itu sering berubah, contoh obat perut zaman Paulus adalah anggur 1Tim 5:23, sekarang salah.

1RAJA-RAJA 1:2 ORANG2 MERANGSANG DAUD
Poligami waktu ini masih dibiarkan, juga itu hidup Daud yang lama. Sebab Daud sudah tua, pensiun, hamba2nya mencarikan kesenangan bagi Daud dengan cara mencarikan gadis untuk nafsunya (orang nikah yang betul bukan hanya karena naluri sex, tetapi sebab cinta dan yakin ini jodoh dari Tuhan). Tetapi Daud sekarang memelihara kesucian hidupnya, meskipun sudah jatuh tetapi ia memelihara pemulihannya. Yang baik adalah jangan sampai jatuh dan harus memelihara kesucian sampai angan2 yaitu jangan ada perempuan lain, sampai mati.  Jangan ingin ada “seorang Abisaj”, itu menjadi dosa dan sumber kejatuhan dan kerusakan yang dahsyat. Perbuatan itu kita jalani hari lepas hari dan kita hanya bisa menangani perbuatan kita hari ini, sekarang. Tetapi dalam angan2 itu bisa ada sampai mati, bisa ada rencana dan hal2 yang sudah direncanakan atau diingini sampai hari2 yang akan datang, sebab ini angan2 ini harus disucikan sampai terakhir, sampai mati.

1RAJA-RAJA 1:3 MENAMBAHKAN SEORANG SELIR
Status Abisaj bukan perawat tetapi seperti isteri, sebab itu waktu Adonia memintanya, itu kesalahan fatal dan ia dibunuh, sebab menghendaki isteri bapaknya atau lebih tepat janda bapaknya 1Raj 2:23-25.

1RAJA-RAJA 1:4 DAUD TETAP DALAM PERTOBATANNYA
Daud masih sadar sekalipun tua, dan Daud tidak mau menjamah “orang” itu. Daud sebetulnya mengerti dan sekarang ia mau taat bahwa rencana Allah yang betul adalah monogami Mat 19:7-9. Banyak contoh2 dari orang2 yang lebih dahulu dari Daud seperti Adam, Ayub, Ishak, Yusuf, Musa dll. Meskipun ada kesempatan dan dorongan daging, mereka tetap hidup dalam kesucian yaitu 1+1=1 (monogami yang suci). Tuhan tidak menghendaki perceraian, tetapi suami harustetap setia pada isteri masa mudanya sampai mati Mal 2:14-16.
Cerai dan kawin lagi itu kebencian Tuhan. Apakah orang2 ini masih bisa selamat? Mereka masih bisa bertobat kembali, tetapi keadaannya cacat. Pemulihan tergantung dari masing2 Mat 11:20, meskipun sudah cacat. Beberapa orang tidak mengerti kebenaran Firman Tuhan tentang perceraian, sehingga ada orang yang membuat pesta untuk cacatnya. Yang mengerti tidak mau, tetapi tetap cacat. Daud sungguh2 bertobat sekalipun sikon dan semua orang membenarkannya, bahkan mendorong untuk kawin lagi (isteri lain masih ada, misalnya Betsyeba dll); tetapi Daud tetap menolak dan tetap bertobat dan tetap memperkenankan Tuhan sampai mati. Sebab itu sekalipun sudah tua, keputusan2 dan tindakannya jadi benar, sebab Tuhan tetap menyertainya.
Yang aneh mengapa Daud tidak menolak usaha mereka, padahal Daud masih menjadi raja dan tidak pikun.

1RAJA-RAJA 1:5-9 ADONIA DENGAN SENGAJA MENGULANGI KEJATUHAN ABSALOM

1RAJA-RAJA 1:5 ADONIA MENGANGKAT DIRINYA MENJADI RAJA
Kalau bukan dari Tuhan, jangan paksakan untuk mengambil, merebut, baik kedudukan, uang, pelayanan, pekerjaan dll apalagi merampas dengan menghalalkan segala cara, itu akan membawa celaka total; rencana hidup dari Tuhan rusak sama sekali dan binasa Yoh 3:27). Jangan ter-buru2. Waktu Daud diberi kesempatan atau pintu terbuka untuk bertindak menjadi raja, Daud menolak sebab harus dengan langkah yang salah, yaitu dengan membunuh Saul, bapak mertuanya 1Sam 23:7-8.
Kalau diangkat oleh Tuhan, seperti Jusuf, itu luar biasa, indah, aman dan bahagia! Sekalipun dari dalam penjara yang di bawah, Tuhan bisa mengangkatnya ke tempat yang sangat tinggi. Bagi Allah tidak ada yang mustahil, sebab itu jangan menghalalkan segala cara, jangan mengangkat diri sendiri, tetapi tunggulah Tuhan, biar Dia sendiri yang mengangkat kita naik dan  kalau Tuhan yang mengangkat jangan takut, jalan terus dengan Tuhan, Tuhan yang akan menjamin asal kita tetap tinggal di dalam Dia (Yoh 15:5). Kalau Tuhan yang mengangkat itu amat indah, sebab apa yang dibuat Tuhan selalu baik Kej 1:31 Yak 1:17  1Tim 4:4. Allah tidak pernah salah menempatkan atau mengangkat kita, juga tidak pernah terlambat, sebab itu jangan mendahului Dia atau mengangkat diri sendiri, itu akan celaka. Dalam keadaan yang tidak enak, bertahan dalam kesucian (ada sejahtera Allah!).
Terus hidup benar, minta pimpinan Roh Kudus di jalan sempit yang sulit ini, terus hidup cocok dengan Firman Tuhan, jangan mengangkat diri sendiri, jangan mendahului Tuhan. Jalan dengan Tuhan itu yang terbaik, dibawah atau di atas, dalam senang atau susah, untung atau rugi, asal dengan Tuhan itu yang terbaik. Kalau ada kesempatan untuk naik, berdoalah, minta peneguhan, minta doa, nasehat dari orang2 yang dipimpin Roh, sebab biasanya kalau sudah kedatangan ingin seperti Adonia maka pandangan atau pikirannya kabur, tidak lagi bisa menilai dengan betul, bahkan jalan salahpun dianggap tidak apa2, tahu2 binasa dan sudah terlambat.

Orang yang mengangkat dirinya sendiri itu sangat berbahaya, seringkali ia mengambil hak orang lain dan membahayakan dirinya sendiri, apalagi kalau menghalalkan segala cara yang salah. Orang yang meninggikan dirinya akan direndahkan, itu peraturan Allah Mat 23:12. Semua salah ada akibatnya Kol 3:25 dan orang yang dirugikan bisa melawan, membalas dan kalau ada salah seringkali Tuhan membiarkannya menuai perbuatannya (setan2 juga mendorong berbuat dosa, tetapi juga menuntut dari Allah untuk menghukumnya Wah 12:10).
Seringkali orang tidak sabar menunggu waktunya. Andaikata Daud membunuh Saul dan jadi raja 3 tahun sebelumnya (Daud menjadi raja 40 tahun mulai umur 30 tahun), kita tidak tahu bagaimana ceritanya, tetapi pasti tidak lebih indah daripada kalau disertai Tuhan karena hidup benar. Berjalan dengan Tuhan itu yang terindah sampai kekal!
Orang yang hidup menuruti daging, itu buta tidak bisa melihat bahaya yang dipilihnya, juga dikuasa iblis, diarahkan pada kebinasaan dengan umpan yang manis2. Kadang tikus lebih pintar dari manusia, sebab  umpan yang lezat (dalam perangkap) tidak lagi dimakan. Heran manusia yang jauh lebih pintar, bisa lebih bodoh dari tikus.
Orang yang menuruti daging seperti Adonia itu di kuasai ambisi, kesombongan, ingin puji, bahkan juga tidak bisa menahan nafsu sex waktu melihat Abisaj, ia tergila2 sehingga berani minta untuk mengawini isteri bapaknya dan ini mengakibatkan matinya. Apakah ia tidak minta nasehat dari orang lain? Bukankah anak raja ini bisa mencari gadis lain yang sama cantiknya dengan Abisaj? Orang yang hidup menurut hawa nafsu itu tidak bisa menunggu, tidak bisa menahan diri, kabur matanya dan tidak bisa melihat bahaya, jalan terus dan binasa. Orang yang menuruti daging itu diikat Iblis dan dibawa sesuka Iblis, tentu Iblis cari jalan pintas secepatnya masuk neraka, sebab itu umurnya (Adonia)terpotong banyak.
Orang beriman bisa lepas sendiri dengan menyebut nama Tuhan Yesus, pasti lepas, sebab ada kuasa dalam nama Tuhan Yesus Yak 4:7-8. Orang dunia sering kali perlu ditolong, dilepaskan, sebab tidak mengerti. Kalau mengerti, mereka menyebut Nama yang besar itu (Tuhan Yesus Kristus) juga bisa tertolong. Tetapi sesudah itu perlu follow up, ditolong oleh tubuh Kristus (gereja) sebab sendirian itu terlalu rawan, diseret kembali oleh iblis dan binasa.

Jalan dosa itu sulit. Adonia harus menyiapkan rata, orang2 berkuda, 50 orang laki2 yang lari dihadapannya, lembu domba yang akan disembelih untuk pestanya, tempatnya, orang2nya, undangannya, dll. Ini melibatkan orang banyak dan harus rahasia, tidak mudah, tetapi Adonia berhasil, sebab sampai pada saatnya tidak ada orang dari pihak raja Daud yang tahu.
Adonia harus merahasiakan, harus dusta, sembunyi2, berencana tanpa ketahuan orang (sebab dosa itu pasti merugikan  orang lain dan membuat celaka). Kalau seorang kata2 atau tindakannya dirahasiakan, lalu berdusta, sembunyi2, tidak mau diketahui orang, harus diselidiki, apa itu bukan jalan setan yang akan membawa celaka. Jalan dalam terang tidak perlu takut. Ada beberapa hal yang masih boleh disembunyikan  sebab bukan dosa (rahasia suami istri, rahasia imam, rahasia perusahaan dll), tetapi cek baik2 dengan Firman Tuhan supaya jangan keliru, kalau dosa, bisacelaka bahkan sampai neraka!

1 RAJA-RAJA 1:6 DAUD IKUT BERSALAH DALAM PEMBERONTAKAN ADONIA
Mendidik anak dengan betul kadang2 dianggap hal remeh, tetapi akibatnya dahsyat dan orang tua ikut bertanggung jawab, ikut salah. Setiap anak itu bukan saja bisa salah, sebab:

  1. Tidak tahu membedakan tangan kanan dan kiri Yun 4:11, Ibr 5:13-14.
  2. Anak2 seperti semua orang lain, hidup dalam tubuh daging yang menyeretnya kepada dosa.
  3. Juga ada dalam hukum dosa dan hukum maut, Rom 6-8 (baca buku “Hukum dosa dan maut, Penerbit Bukit Zaitun) harus dilepaskan dengan iman, kuasa Allah dan pengertian Firman Tuhan Yoh 8:32. Sebab itu meskipun anak2 orang beriman, harus ditolong.

Istilah “kurang ajar” dalam bahasa Indonesia itu baik, anak2 yang jelek itu karena kurang diajar oleh   orang tuanya, orang dunia mengerti, apalagi orang beriman yang tidak mengajar anaknya itu bersalah dihadapan Tuhan dan seperti Imam Eli yang tidak (cukup) mengajar anaknya, akhirnya ia juga mendapat bagian dari hukuman atas anak2nya, mati dalam sehari bersama anak2nya 1 Sam 3:13 dan itu sudah diberi tahu lebih dahulu dan Imam Eli masih kurang berusaha.
Anak2 perlu didik dengan Firman Tuhan, diberi contoh hidup yang betul, didoakan, kalau salah dinasehati, kalau perlu dihajar, terus diikuti dan dinasehati terus. Ingat mendidik dengan kurikulum standar, sikon dan ekstra. Jangan hal ini diremehkan (apalagi kalau dibandingkan dengan pelajaran sekolah seringkali dihargai lebih rendah, terbukti dari waktu yang disediakan untuk mendidik dengan Firman Tuhan sangat sedikit atau jarang2 dan akibatnya pahit sekali!).
Jangan berhenti menasehati anak2 dan berdoa dan memberi contoh hidup, bahkan sering kali perlu diulang2 (lebih2 anak yang bebal, tidak mau taat, kalau perlu dihajar dengan pukulan untuk anak2 dibawah umur itu masih perlu dan berfaedah Ams 3:11, Ibr 12:5 dan sanksi untuk yang sudah besar).
Jangan diam, kalau perlu dengan marah tetapi jangan emosi, tetapi justru sambil berdoa, maka ajaran2 yang betul itu akan diingat terus Ams 22:6. Kalau salah, jangan bersikap manis seperti Imam Eli 1Sam 3:13, tetapi di luar itu manis kembali, selalu berjalan dengan Tuhan dalam sejahteraNya Pil 4:7.
Beberapa cara2 ilmu jiwa melarang menyakiti hati anak dan dilarang memukul sebab dalam praktek hampir semua orangtua kalau marah dengan emosi sehingga hasilnya jelek bahkan kadang berbahaya. Sebab itu ilmu jiwa menyuruh diam, daripada marah2 jadi bahaya. Tetapi orang beriman lain, kita orang baru bisa menyangkal diri dan dipimpin Roh kita bisa minta tolong Roh Kudus. Tetapi kalau anak itu tidak mau bertobat harus tetap dipukul atau diberi sanksi seperti Allah juga menghajar umatNya yang salah, lebih2 yang keras hati. . Bahkan orang yang terlalu keras hati diserahkan Paulus pada iblis supaya diajar, kalau ia bertobat, ia selamat 1Kor 5:5.
Ingat, jangan pakai kekuatan sendiri, tetapi dengan Firman Tuhan, kuasa Roh dan kata2 dari Tuhan (jangan diam, bicara terus, tunjukkan salahnya dan beri kebenaran Firman Tuhan dengan hikmat Roh Kudus dalam doa, ini kurikulum sikon), jangan emosi, kata2 yang ngawur, apalagi me-maki2 dan mengutuki itu jadi jahat, bukan makin baik! Salah satu tanda mendidik anak yang betul, tetap ada sejahtera dalam hati. Jangan anak yang salah dikeroyok oleh ibu dan bapaknya, tetapi satu menegur, satu berdoa. Seperti menggembalakan domba2 Yez 34:1-5. Ada yang dipukul, ada yang membebat, ada yang memarahi, ada yang menghibur dan menguatkan.
Adalagi keslahan Daud yang erat dengan kerusakan dan krisis dalam rumah tangganya, anak2nya.
Di luar rumah, terhadap Saul, Goliat, musuh dll sikap dan tindakan Daud baik sekali, tetapi dalam rumahnya, ia berantakan. Sebab poligami, banyak isteri sehingga anak2 tidak punya bapak, tidak ada fungsi bapak, itu menimbulkan banyak kerusakan Mal 4:6, Luk 1:17 dan menimbulkan banyak krisis dalam keluarga (lihat buku “Krisis keluarga”, Penerbit Bukit Zaitun). Kadang2 sekalipun sudah monogami, tetapi bapaknya tidak berfungsi, pincang seperti anak janda. (Janda2 memang harus ekstra mendidik anak, sebab bebannya lebih berat, harap Tuhan, dibantu tubuh Kristus, perlu ada persekutuan dalam tubuh Kristus). Poligami atau hidup berzina membuat anak2 tidak terdidik dan timbul banyak krisis keluaga.

1RAJA-RAJA 1:7 ADONIA LIHAI DALAM KEJAHATAN
Seperti Absalom kakaknya yang lihai dalam dosa, manis sikapnya (juga tampan) menipu orang banyak sebab hatinya keji dan jahat. Adonia juga demikian. Mufakat ini sukses, berhasil dengan baik, teratur rapi, semua berjalan sesuai dengan rencana! Jangan pintar dalam kejahatan, dosanya makin banyak. Kalau tahu apa yang sudah dipikirkan, atau direncanakan, atau diperbuat itu dosa, jahat, takutlah akan Tuhan dan tinggalkan! Supaya jangan binasa Ams 16:6. Hukuman pasti datang meskipun lambat dan itu dahsyat sebab semua yang berbuat dosa menjadi musuh Allah! Jangan berani melawan Allah 1Kor 10:22.
Lebih baik bodoh dan kanak2 dalam kejahatan 1Kor 14:20. Banyak film2 mendidik anak2 menjadi lekas dewasa dalam kejahatan tetapi tetap kanak2 dalam kebaikan dan kesucian sehingga timbul generasi yang jahat dan sakit (perasaan hatinya terbalik, penuh dusta, pintar tetapi jiwanya sakit, jelek, jahat). Perhatikan apa yang dibuat anak2 kita dalam “ketenangannya”, iblis sedang membangun armadanya. Beri waktu untuk mengenali, mendampingi anak2 kita supaya jangan menjadi murid iblis sampai lulus dan terus naik kelas sehingga cepat menjadi dewasa, mahir dan matang dalam kejahatan. Les (privat) pada iblis ini sekarang murah, 1 DVD bisa 1 jam dan hanya Rp. 10.000,-, cukup untuk mematangkan anak itu dalam kejahatan dan masuk neraka. Ini akan sangat mempersulit dan me-rong2 usaha kita untuk menyelamatkan isi rumah kita! Kis 16:31-32.
Dalam persekutuan sel Gereja perlu saling tolong menolong, saling mengingatkan, perlu perhatian, waktu, doa, nasehat dan usaha, supaya jangan jadi lihai dan matang, dewasa dalam kejahatan tetapi tetap kanak2 dalam kesucian dan mahir pikul salib, dan taat akan Firman Tuhan.
Adonia bisa mempengaruhi begitu banyak orang, padahal Daud masih ada, hidup, bisa memberi nasehat tetapi sudah timbul banyak kerusakan dan pemberontakan! Jangan jadi pemberontak dengan cara2 yang jahat, Adonia ini orang dalam.
Yoab menikam Daud sebab ditegur. Yoab pengalaman, tahu semuanya, tetapi mengapa ia mau diperalat anak muda ini. Mengapa? Sebab sakit hati yang lalu tidak dibereskan. 2Sam 3:22-39 (27). Yoab dendam pada Abner yang membunuh adiknya dan Daud tidak mau menolong melaksanakan dendam Yoab (dengan cara yang salah), bahkan menyalahkan. Sekalipun Yoab berhasil balas dendam dan Abner mati dibunuhnya, hutang darah itu ada di atas kepalanya, Yoab karena kuat, berjasa, se-olah2 kebal hukum dan Daud tidak berdaya (pengakuan Daud) tetapi Hakim sudah berdiri di muka pintu Yak 5:9. Kalau Yoab bertobat, mau membuang sakit hati, kecewa, kepahitan dalam hatinya, nasibnya akan lebih baik, ia tidak akan sampai membunuh Abner dalam masa damai. Sebab keras hati dalam hal “dosa2 yang kecil” ini, nyawanya dicabut dan ia binasa. Jangan biarkan ada sisa sakit hati, kecewa, kepahitan. Itu seringkali nyata dalam kata2 dengan orang yang dekat (Mat 12:36). Juga sikap terpengaruh, apalagi kalau ada kesempatan (dari iblis) Yoab dengan kurang sadar dan tidak berdaya ditarik oleh dosa2 kecil ini dan binasa. Bersihkan hati baik2, jangan ada sisa, biarpun hanya sedikit, itu bisa membuat hidup sia2 dan binasa.

Nyanyian:
Selidiklah akan daku ya Allah