M3461 – Lukas 18:8 Krisis Uang atau Krisis Iman (28 Ags 2011)

I. IMAN + UANG

Dalam hidup rohani iman itu sangat penting, kita harus punya iman, hidup dengan iman Rom 1:17, 2Kor 5:7.
Dalam dunia yang penting adalah uang. Kalau ada uang ada segala. Semua bisa didapat dengan uang, apalagi kesukaan dunia dan kemudahan dalam segala hal. Sebab itu orang2 ber-lomba2 mengumpulkan uang. Dan pikiran manusia juga sudah lekat dengan falsafah uang, kalau punya uang senang, sebab punya uang punya segala. Kalau punya semua kekayaan dan kemewahan dunia ini senang, tidak punya apa2 atau melarat itu tidak mungkin senang. Ini falsafah uang yang merasuk hampir semua orang dunia dan sebagian orang Kristen. Sampai2 ada orang yang digambarkan di koran memakai barang yang paling mewah, sepatu, jas, baju, arloji, tas, kacamata, cincin dll semua mahal dan mewah,semua yang lekat di badan dan di rumahnya serba wah! Mereka tidak mengerti prinsip berpada seperti Paulus, baik dengan kemewahan atau dengan kemiskinan Pil 4:12.
Di dunia uang menjadi raja, yang punya uang sekalipun jahat dan besar dosanya, apalagi ia murah hati, ia menjadi yang paling besar. Uang itu se-gala2nya. Begitu kuat pengaruh uang sampai orang berani menjadi mafia, berani menelan kapsul2 obat bius untuk menyelundup, berani korupsi dan menjual diri bahkan berani berbuat apa saja asal dapat uang, sebab falsafah pikirannya, uang adalah senang dan uang adalah se-gala2nya. Begitu hebat falsafah ini menguasai dan memperbudak manusia sehingga orang2 berani berkorban apa saja asal dapat uang. Juga belajar di sekolah mati2an supaya pintar supaya dapat banyak uang. Ada yang berani gegar otak dan mati dipukul asal menjadi juara dan dapat banyak uang; korban apa saja mau asal dapat uang. Ini dunia.
Dalam hidup rohani yang penting adalah iman. Dengan iman kita bisa mendapat apa saja, tidak ada yang mustahil bagi orang yang punya iman Mrk 9:23. Tetapi sayang banyak orang krisis iman sehingga tidak tahu rasanya iman yang begitu indah dan mulia! Kalau kita punya iman, apalagi iman besar kita bisa mendapatkan semua janji Tuhan dalam Alkitab, bahkan jugatempat yang tertinggi dan termulia di Surga yang kekal, dan semua dengan iman. Iman bisa memberi kesembuhan, uang, kesehatan, tabiat baru, kesucian,karunia2, buah Roh, jabatan, mujizat dan apa saja yang dijanjikan Tuhan, juga memukul hancur iblis dan terus hidup berkemenangan asal punya iman.
Tetapi berbeda dengan uang, kalau uang semua orang tahu, anak kecil 6 tahun bisa menangis kalau tidak diberi uang, bahkan berani mencuri, sebab sudah tahu rasa manisnya uang dan kecil, besar, tua, muda, segala suku bangsa bergumul dan berkorban habis2an untuk dapat uang, sampai mimpinya juga uang.
Tetapi iman, banyak orang Kristen tidak mengerti, tidak sadar bahwa iman itu dalam dunia rohani kekuatannya mirip seperti uang. Iman itu uangnya orang Kristen, punya iman punya segala! Sebab tidak mengerti, tidak ada yang ngotot mencari iman seperti mencari uang. Juga yang mengerti itu seringkali mengertinya setengah2, sehingga usaha untuk mencari iman juga hanya setengah2, kurang berani, kurang habis2an mencari iman.
Kalau orang Kristen mau percaya, mau mengerti atau berusaha untuk mengerti tentang iman, lalu mencari iman mirip seperti orang mencari uang, wah, dunia kekristenan akan langsung mengalami masa keemasan yang luar biasa, akan berubah menjadi gilang gemilang gemerlapan seperti Surga turun ke bumi, sebab semua bisa didapatkan dengan iman.
Jadi karena pengertian tentang iman kurang, sebab itu juga usaha dan pengorbanan untuk mendapat iman sangat sedikit. Sampai2 Tuhan Yesus kuatir pada akhir zaman ini orang yang punya iman itu terlalu sedikit sebab krisis iman Luk 18:8.
Sebab itu kita harus mengerti baik2 tentang iman dan mencarinya habis2an dengan segala pengorbanan. Kalau ada iman kita akan mendapat se-gala2nya di bumi sampai di Surga.
Iman itu ada iman kecil (Mat 6:30; 8:26;16:8; 14:31, Luk 12:28), iman besar (Mat 8:10, Luk 7:9), karunia iman 1Kor 12:9 dan iman sempurna Yak 2:22. Ukuran2 iman ini kadang2 kurang jelas untuk banyak orang.
Kalau kita mendengar keadaan sebagai berikut akan lebih menarik perhatian, misalnya seorang punya gaji sebulan Rp. 300.000,- yang lain Rp 3.000.000, yang lain Rp. 300.000.000, yang lain Rp. 30.000.000.000, baru kita bisa membandingkan dan terkejut. Kalau seorang punya gaji Rp. 300 juta itu bisa dibayangkan, ia bisa beli apa saja, pergi ke-mana2 saja, begitu limpah. Tetapi kalau gaji hanya Rp. 300 ribu untuk satu keluarga satu bulan, belum apa2 sudah pusing dan loyo. Begitu kalau seorang tidak punya iman, atau iman kecil, rohaninya akan seperti orang yang hanya punya Rp. 300 ribu satu bulan, hanya Rp. 10 ribu per hari, sampai2 orang dunia yang bodoh dan tidak mengerti ditipu setan sehingga bunuh diri danlangsung masuk neraka. Begitu dahsyat keadaan orang beriman yang krisis iman, yang imannya kecil.
Jangan miliki iman kecil. Memang kalau seorang punya uang cukup, seringkali mereka tidak peduli dengan imannya, sebab meskipun dengan iman mereka tidak dapat apa2, itu se-olah2 bisa diimbangi dengan uangnya. Tetapi dalam kesucian, tabiat baru, kekuatan rohani, pikul salib, gairahdalam ibadah, kemenangan dalam pelayanan dll seringkali gagal danmenjadi loyo, sebab tidak kuat, jatuh bangun dalam dosa, karena semua ini harus dengan iman, tidak bisa jalan ke Surga dengan uang! Kesukaan dan kepuasan dari Tuhan tidak ada (diganti kesukaan dari uang dan dunia ini) dan itu makin meracuni hidupnya sehingga makin habis imannya dan akhirnya masuk Neraka.
Sadarlah! Kita sangat sangat membutuhkan iman yang besar, meskipun kaya, pintar secara lahiriah cukup, kita tetap butuh iman supaya bisa menang perang, hidup dalam kesucian, kuat dan setia sampai akhir dalam jalan sempit ke Surga, semua ini harus dengan iman, tidak bisa diganti dengan uang! Yang mengandalkan uangnya akanundur dan akhirnya masuk Neraka.
Sadarlah, kita perlu iman! Sebab itu mengertilah baik2 dan usaha dengan segala pengorbanan supaya mendapat iman yang besar. Jangan tertipu oleh kelimpahan hal2 jasmani, itu bisa lenyap tiba2, seketika, tetapi iman tidak mungkin bisa lenyap asal kita mau tetap setia, sebab Allah yang maha kuasa jaminannya, iblis tukang pembocoran iman di-injak2 oleh Allah dan orang yang ada Allah dalam hatinya, Rom 8:31.

II. DUA MACAM SUMBER IMAN.

1. IMAN DAN MENGERTI. Iman ini datang dari Firman Tuhan Rom 10:17. Kalau kita tekun belajar Firman Tuhan, apalagi habis2an itu seperti orang mencari uang, kita akan mendapat banyak tambahan iman, sehingga iman kita bisa berubah dari tidak ada iman -> iman kecil -> iman besar -> iman sempurna. Ini khusus bagi orang yang sudah lahir baru yang mau belajar Firman Tuhan dengan hati yang tulus, sungguh2, tekun, habis2an, pasti imannya terus meningkat, sebab pengertiannya terus tumbuh 2Pet 3:18; ia bisa mengerti dari Tuhan Mat 13:11 dan pengertian dari Tuhan ini menimbulkan iman dalam hatinya Mat 13:23. Imannya bisa tumbuh terus tergantung dari pengertian yang didapat dari Tuhan bukan iman manusiawi atau iman akal.
(Ada pengertian manusiawi, belajar Alkitab dengan akal, tanpa bertobat, hidup terus dalam dosa, maka ia akan mendapatkan pengertian akali atau manusiawi sebab itu tetap tidak bisa bertobat 2Tim 3:7 (5-8). Sekalipun belajar terus, banyak mengerti cara akal, tetapi tidak bisa lepas dari dosa, tidak bisa bertobat sebab bukan pengertian rohani Yoh 8:32. Sebab itu juga imannya iman manusiawi atau iman akal. Orang seperti ini akan memutarbalikkan pengajaran2 Firman Tuhan, tetap berani berdosa dan pengajaran dan pengertian2nya, teori2 dan ilmu Alkitabnya akan membinasakan dirinya dan orang2 yang percaya akan ajarannya yaitu ajaran manusiawi 2Pet 3:16).
Pengertian yang dari Tuhan akan menimbulkan iman (ilahi) dan menghasilkan buah2 iman, ada yang 30 kali ganda (iman kecil), 60 kali ganda (iman besar), dan 100 kali ganda (iman sempurna). Bertobat sungguh2, jangan simpan dosa, hidup dalam jalan sempit, pikul salib terus menerus Luk 9:23, terus hidup di atas mezbah, berani korban, maka kita akan bersukacita belajar Firman Tuhan (seperti Beracha Kis 17:11), bisa merasakan nikmatnya Firman TuhanMaz 119:103, Yer 15:16, Wah 10:10, Hak 9:11 sehingga dengan gembira bisa bertekun di dalamnya Kis 2:42, bisa dikenyangkan dan puas dengan pengertian dari Firman Tuhan.Semua ini akan menumbuhkan iman kita, yaitu percaya dan mengerti apa yang kita percayai dan yakin pasti jadi. Sebab terus belajar Firman Tuhan habis2an dengan segala pengorbanan dalam pimpinan Roh Kudus, iman kita akan terus tumbuh.
2. IMAN MESKIPUN TIDAK MENGERTI. Meskipun tidak mengerti tetapi tetap yakin akan Firman Tuhan, kehendak dan rencana Allah, dan tetap taat habis2an. Ini lebih banyak dikerjakan oleh Roh Kudus, tetapi tetap tidak bertentangan dengan Firman Tuhan. Biasanya iman seperti ini timbul dengan limpah, waktu banyak berdoa dalam Roh dan kebenaran, iman diteguhkan, meskipun tidak mengerti 1Kor 14:4. Misalnya Abraham disuruh keluar dari negerinya tanpa tahu kemana, mereka sudah berhenti adat perempuan tetapi akan mendapat anak, sampai2 Zakaria menjadi bisu sebab tidak bisa mengerti janji Tuhan. Tuhan terpaksa membuat bisu supaya menguatkan imannya yang tidak bisa mengerti, Maria akan hamil tanpa nikah. Juga orang2 seperti Paulus yang sebelumnya terikat segala macam dosa, bisa hidup suci, bebas dari dosa, tumbuh dst, ini seringkali tidak bisa dimengerti, apalagi bertentangan dengan sifat2 daging.Bisa mengampuni padahal sebelumnya benci; bisa sembuh dari penyakit padahal tidak mungkin menurut akal, dst.
Waktu kita berdoa, Roh Kudus bekerja di dalam kita sehingga janji2 Allah yang tidak masuk akal bisa dipercaya. Tanpa Roh Kudus orang hanya mau percaya kalau masuk akal, tetapi itu bukan percaya ilahi, itu percaya akal ataupercaya manusiawi yang tidak akan menarik janji2 Allah Yoh 20:29. Roh Kuduslah yang menimbulkan iman ilahi ber-sama2 Firman Tuhan, tetapi Roh Kudus lebih banyak menanam iman golongan kedua ini, yaituiman meskipun tidak mengerti.
Sebab itu Gereja2 Pentakosta yang suka berdoa dalam Roh dan kebenaran, biasanya imannya lebih kuat untuk kesembuhan dan hal2 yang tidak bisa dimengerti dengan akal dan belum dilihat. Peran Roh Kudus itu besar dalam menimbulkan iman, baik oleh Firman Tuhan, dan pimpinan Roh Kudus yang tidak bisa dimengerti dengan akal. Kalau Firman Tuhan belum bisa dimengerti, Roh Kudus yang bekerja, ayat2 itu menjadi hidup (2Kor 3:6) dan bekerja dalam hati menimbulkan iman sekalipun belum mengerti. Kita harus memiliki kedua macam iman ini.

III. BAGAIMANA CARA MENIMBULKAN/ MENDAPAT IMAN.

A. Firman Tuhan itu benih iman Rom 10:17, kalau ditabur dalam hati (lewat telinga atau mata), maka dengan pertolongan Roh Kudus akan timbul iman.
Supaya timbul iman yang terus bisa tumbuh sampai besar dan sempurna, kita perlu:
1. Tekun belajar Firman Tuhan se-banyak2nya. Orang yang penuh dan dipimpin Roh akan  lapar dan haus (rindu) akan Firman Tuhan (sebagian menolak 2Tes 2:10 dan ini berarti mendukacitakan atau memadamkan Roh Ef 4:30, 1Tes 5:19). Sebab itu kalau Roh Kudus mendorong, jangan padamkan Roh, baca terus Firman Tuhan dan di-ingat2 supaya bisa mentaati Maz 119:11. Zaman sekarang (“hari ke enam”) perlu 2 gomer artinya kita membutuhkanlebih dari cukup (= 1 Gomer). Lebih banyak orang cinta Firman Tuhan (= benih2 iman), lebih banyak timbul iman. Jangan lupa belajar Firman Tuhan dalam pengurapan Roh Kudus sehingga timbul pengertian dari Tuhan.
2. Belajar Firman Tuhan untuk setiap segi hidup. Setiap problem ada ayatnya, misalnya untuk kesembuhan itu ada janji kesembuhan 1Pet 2:24, tetap sehat 3Yoh 2 dan umur di tangan Tuhan 1Sam 2:6. Tentang keuangan, ada macam2 janji, misalnya tabur menuai 2Kor 9:6, perpuluhan Mal 3:10, memberi bagi Tuhan dengan sukacita 2Kor 9:7-8, Mrk 4:24, Luk 6:38 dll. Tentang keamanan Mat 10:31 dll. Setiap pokok dalam hidup kita ini ada ayatnya tetapi ini tergantung dari pengertian masing2, apakah ia sudah mengerti ayat tentang pokok tsb. Sebab itu belajar semua ayat2 Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu sehingga kita menyimpan benih2 Firman Tuhan untuk segala segi hidup dan segala problem, calon iman untuk segala segi hidup.
B. Hidup benar Kalau ada dosa atau percintaan dosa, Roh Kudus tidak bisa bekerja, juga Firman Tuhan tidak bisa tertanam dalam hati yang berdosa, sehingga tidak tumbuh iman. Mat 13:19-21. Untuk orang berdosa yang belum kenal Tuhan, ia bisa percaya dan timbul mujizat Tuhan, tetapi untuk orang yang sudah percaya harus tetap hidup benar, kalau tidak Roh Kudus tidak bisa bekerja kecuali untuk sesaat untuk memberi kesempatan bertobat. Misalnya doa orang benar besar kuasanya tetapi doa orang yang tidak bertobat, tidak benar, tidakada kuasanya sebab Tuhan tidak suka bahkan membenci doanya Ams 15:8; 28:9, 1Sam 28:6.
Jangan berdosa dalam segi apapun, Roh Kudus tidak bisa tahan melihat dosa, apalagi kalau keras hati! Juga harus diperhatikan bahwa apa yang diimani, itu harus sesuai dengan Firman Tuhan dan dengan hati (atau motive) yang tulus. Jangan mengimani sesuatu yang tidak dijanjikan Tuhan juga jangan untuk maksud2 dosa. Misalnya iman untuk ambisi, untuk keserakahan, untuk menghalalkan segala cara, untuk hal2 yang melawan hukum dst. Juga jangan njarak (mencobai Allah Mat 4:7) sudah tahu berbahaya tetap dilanggar, baik peraturan lalu lintas, peraturan dokter kalau minta tolong dokter, peraturan sekolah dll.
C. Roh Kudus. Jangan lupa bertekun dalam doa, bahkan tanpa stop 1Tes 5:17, Ef 6:18, Jd 20. Banyak berdoa sungguh2, kuasanya makin besar supaya imannya tumbuh terus dari kebenaranFirman Tuhan (Firman Tuhan itu selalu ber-sama2  dengan Roh Kudus dan persekutuan tubuh Kristus).

IV. MELATIH DAN MELAKUKAN IMAN.

Iman itu kalau tanpa tindakan iman (perbuatan iman) jadi mati dan tidak ada hasilnya Yak 2:17. Iman itu harus dilatih, dilakukan, maka iman akan tumbuh bahkan bisa tumbuh terus sampai sempurna Yak 2:22. Bagaimana kita bisa melatih atau melakukan iman kita?
1. Minta pimpinan Tuhan, itu sesuai Firman Tuhan. Jangan beriman atau bertindak dengan iman untuk hal2 yang tidak patut/ dosa. Berdoa terus dalam Roh, istimewa dalam menghadapi problem atau kasus2 (lebih2 yang sulit). Dengar suara Roh dan ambil tindakan sesuai suara Roh dan itu sesuai Firman Tuhan. Kalau belum yakin, berdoa terus lebih2 dalam Roh dan kebenaran sampai yakin baru bertindak dengan iman.
2. Hadapi setiap problem dengan iman, sebab memang cara hidup kita dengan iman Rom 1:17, 2Kor 5:7. Latihan itu dikerjakan waktu kita menghadapi kasus atau problem. Sekalipun problem kecil, terimalah dengan sukacita sebab ini menjadi latihan iman Yak 1:2-4.
Jangan lupa periksa diri dahulu supaya Roh Kudus tidak terganggu waktumenolong atau berbicara kepada kita. Biasanya kalau ada dosa, Roh Kudus langsung mengingatkan dan langsunglah bertobat, jangan ditunda!supaya bisa langsung kembali dalam dipimpin Roh, jangan sampai putus hubungan sama sekali dipimpin Roh Kudusseperti Saul 1Sam 28:6.
Kalau hati kita tidak menyalahkan kita 1Yoh 3:21, teruslah berdoa dalam Roh sampai Roh Kudus memberi pimpinan untuk bicara atau bertindak.
Tentu kita juga berpikir, tetapi minta peneguhan (yaitu sejahtera, “srek” dari Roh Kudus). Kalau kita masih menunggu pimpinan Roh tetapi sudah yakin Tuhan akan menolong kita, bersyukurlah terus dan katakan di mulut kemenangan itu dengan iman, itu tindakan iman pertama Ef 5:20.
Lebih banyak problem, lebih banyak hal2 ini melatih iman kita; sekalipun problem kecil, terus minta pimpinan Roh. Kalau kita sudah biasa berjalan dalam Roh, kita terus berjalan dengan iman, kecuali Roh Kudus mencegah karena ada yang tidak beres atau tidak tepat,biasanya hati gelisah, tidak ada sejahtera.
3. Jangan lupa menghadapi problem rohani dengan iman, misalnya godaan dalam kesucian, gangguan emosi, problem dalam pikul salib, kehilangan sukacita/ sejahtera, bertekun dalam melakukan kehendak Allah, rendah hati, tabiat2 baru dsb. Cari dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka yang lainnya akanditambahkan oleh Tuhan.
Kita harus terus hidup suci, bersukacita dan terus berjalan dengan iman.

KESIMPULAN

Di dalam dunia, kalau seorang punya uang, maka ia punya segala dalam dunia (meskipun ini juga dibatasi Allah). Kalau kita punya iman kita juga bisa mencabut semua janji2 Allah untuk segala kebutuhan dan problem2 kita. Kita harus berhasil (asal tetap di jalan Allah dalam kesucian dan tidak menghalalkan segala cara). Kalau belum berhasil belajar dari kegagalan ini supaya berhasil dalam problem dan kebutuhan2 yang akan datang. Jangan putus asa atau kecewa, Allah tidak pernah gagal atau salah, janji Allah pasti jadi; kalau kita gagal, cari salahnya pada diri sendiri bukan pada Allah. Mungkin juga pengertiannya salah atau imannya terlalu kecil, harus ditambah dengan Firman Tuhan dandoa dalam Roh dan kebenaran (jangan hidup dalam dosa). Allah Bapa mengharapkan kita hidup berkemenangan bahkan lebih dari pemenang Rom 8:37. Miliki banyak “uang” (iman yang besar bahkan sempurna). Waktu berjalan dalam Roh, iman juga bisa tiba2 muncul menurut kehendak Roh dan pasti berhasil ini karunia iman (semua karunia Rohakan berhasil sebab langsung dikerjakan Roh Kudus).
Tambahlah terus “uang” (iman) kita, tambah lagi. Kalau ada banyak problem kecil atau besar, iman kita bisa tumbuh terus sampai besar bahkan sampai sempurna (iman yang sempurna itu tidak pernah gagal). Iman harus tumbuh terus, dari Firman Tuhan, dari doa, hidup suci, dari  problem2 dan itu sangat indah.

Nyanyian

Dengan imanku ku hadapi semua