YS86 – Yesaya 20:1-6 Asyur Mengalahkan dan Menawan Mesir (10 Ags 2011)

Dalam Yesaya 19:23-25 kita melihat Mesir dan Asyur bersama-sama menyembah Tuhan, menjadi sekawan domba dalam penggembalaan seorang Yoh 10:16. Kita sudah melihat arti dari nubuat ini. Tetapi dalam Yesaya 20 terjadi hal-hal yang berbeda, rupanya ini terjadi sebelum mereka bersatu untuk menyembah Tuhan menjadi umat-Nya.

TAMBAHAN CARA BERPIKIR BARU


Biasanya kita selalu memikirkan diri kita sebagai umat Allah dan dalam Wasiat Lama kalau kita mengatakan umat Tuhan, kita selalu ingat Israel. (Israel terbagi dua, Israel dan Yehuda, tetapi keduanya ini umat Tuhan, sekalipun Israel hidupnya sangat keji, sejak Yerobeam sampai Hosea). Semua bangsa lain selalu kita anggap orang kafir.

Tetapi dalam buku nabi besar dan nabi kecil, bahkan sejak masa pembuangan, mulai timbul cara berpikir lain, istimewa dalam nubuat nabi-nabi. Mesir umat-Ku dan Asyur perbuatan tangan-Ku. Di Mesir ada Mezbah Tuhan, mereka bersumpah dan bernazar dalam nama Tuhan, ini suatu pola berpikir yang baru. Cara berpikir baru ini ada dalam semua kitab nabi-nabi. Ini seolah-olah aneh, apalagi kalau dibandingkan dengan 5 buku Musa dan kitab-kitab sejarah, umat Tuhan itu dimonopoli bangsa Israel saja, titik! Kita sekarang (Gereja) adalah orang kafir yang masuk iman dan kita mengidentifiser diri kita sebagai Israel rohani Gal 3:7. Itu tidak salah, tetapi di dalam mempelajari nubuatan Firman Tuhan, kita harus juga berpikir seperti yang dikatakan Tuhan pada para nabi, yaitu bangsa-bangsa kafir yang bukan umat itu sekarang menjadi umat Tuhan, termasuk di sini bangsa Mesir, Asyur dan Kusy. Baru dengan cara berpikir seperti ini kita bisa masuk lebih lanjut dalam arti nubuat nabi-nabi ini sesuai dengan pikiran dan rencana Allah. Ini sangat penting kita perhatikan dan rasakan, supaya kita bisa dibawa Roh Kudus pada segala kebenaran Firman Tuhan dalam nubuatan nabi-nabi ini Yoh 16:13.

Jadi menurut pola berpikir dalam kitab nabi-nabi ini, kalau kita mengatakan umat Tuhan (atau Gereja), kita harus memisahkan orang kafir juga yang menjadi umat, yaitu Mesir, Asyur dll yang sesudah bertobat dan percaya juga menjadi umat Tuhan. Ini terjadi sesudah Israel dibuang (untuk sementara) sesudah ia undur dan menolak Mesias Mat 27:25. Saat ini bangsa kafir muncul di dalam Kristus menjadi umat Tuhan, sampai jumlah bilangannya genap (Gereja menjadi sempurna Rom 11:25) maka baru Israel muncul kembali dalam Kerajaan 1000 tahun sesudah disucikan dari dosa-dosanya dalam Minggu ke-70 Daniel Yer 30:7.

YESAYA 20:1 SARGON MENGUTUS TARTAN
DALAM TAHUN KETIKA TARTAN DATANG KE ASDOD, WAKTU SARGON RAJA ASYUR MENGUTUSNYA UNTUK BERPERANG DENGAN ASDOD DAN MENGALAHKANNYA


Ini adalah saat di mana Firman Tuhan turun kepada Yesaya, waktu Sargon memerintahkan Tartan (bukan nama tetapi gelar untuk panglima perang Asyur) untuk memerangi kerajaan-kerajaan Israel (+Yehuda) dan sekitarnya. Sekarang mereka sampai di Asdod Filistin hendak memerangi dan mengalahkannya. Raja Asyur itu kuat sekali, semua dikalahkannya, juga Israel berkali-kali dikalahkan Asyur, misalnya Menahim oleh Pul raja Asyur 2Raj 15:19, raja Pekah oleh Tiglat Pilezer 2Raj 15:29, dan akhirnya Hosea dikalahkan dan Israel ditawan oleh Salmanezar raja Asyur 2Raj 17:3; 18:9. Dalam keadaan dahsyat ini Tuhan berbicara pada Yesaya. Begitu juga kita, kalau kita berjalan dengan Tuhan, dalam hal-hal yang genting dan gawat, Roh Kudus akan bicara dan memimpin kita supaya jangan salah langkah. Harapkan pimpinan Roh, jangan jalan sendiri, maka Roh Kudus akan bicara dan kita bisa mendengarnya, sebab suara Roh adalah kunci kemenangan untuk semua problem, asal kita taat melakukannya dalam rel Tuhan.

YESAYA 20:2 YESAYA MENJADI CONTOH DARI TUHAN

PADA SAAT YANG SAMA TUHAN BERBICARA LEWAT YESAYA BIN AMOS, KATANYA: PERGILAH DAN LEPASKANLAH KAIN PERKABUNGAN DARI PINGGANGMU DAN LEPASKANLAH SEPATUMU DARI KAKIMU. DAN IA BERBUAT DEMIKIAN, BERJALAN DENGAN TELANJANG DAN TANPA ALAS KAKI


Yesaya disuruh menjadi contoh dari nubuatan Tuhan, tetapi ini dalam Wasiat Lama, di mana seringkali Tuhan bicara dan menyuruh perintah-perintah secara jasmani. Dalam Wasiat Baru Tuhan bicara secara rohani, tidak lagi menyuruh hal2 jasmani, misalnya Israel harus berperang dan membunuh musuhnya, Abraham mengorbankan Ishak, Hosea nikah dengan perempuan sundal, Yehezkiel tidur di sisi kiri dan kanan, dll. Di sini Yesaya disuruh membuka kain perkabungannya, seolah-olah menjadi tawanan musuh. Semua ini ada maksudnya secara rohani (Yesaya tidak telanjang betul tetapi hanya membuka mantel luarnya, seperti Daud juga tidak telanjang sama sekali 2Sam 6:20. Memang musuh yang menang bisa berbuat sesuka hatinya pada bangsa yang dikalahkannya, bahkan mereka bisa membunuhnya).

Secara rohani kita juga harus menjadi contoh dari berita Tuhan seperti Yesaya. Misalnya merdeka dari dosa, berubah menjadi hidup baru seperti Kristus, hidup dalam kesucian, ketaatan, disiplin dll, jangan sampai berbuat perkara-perkara dosa sehingga menjadi batu sontohan bagi orang-orang apalagi kalau menjadi hujat Rom 2:24. Orang yang menjadi batu sontohan itu bersalah dan Tuhan tidak berkenan bahkan menghukumnya Mat 18:6-7. Apalagi kalau menjadi hujat. Orang lebih mudah membaca Firman Tuhan dari (contoh) hidup kita daripada membaca sendiri dalam Alkitab. Sebab itu Tuhan suka memakai kita untuk melawat orang-orang berdosa Mat 5:16. Hidup yang cocok dengan Firman Tuhan itu hidup yang menjadi berkat bagi semua orang di sekitarnya. Belajar menyangkal diri dan menjadi garam dan terang bagi orang-orang sekitar kita, sehingga mereka dilawat Tuhan oleh perbuatan-perbuatan kita, jangan menjadi batu sontohan, itu mencelakakan mereka.

Hidup yang betul (sesuai Firman Tuhan) akan menjadi contoh, berkat (garam+terang) sehingga orang-orang dilawat Tuhan.

Sedangkan hidup yang salah akan jadi batu sontohan (hujat) dan bahkan menjerumuskan orang ke Neraka.

YESAYA 20:3 NUBUAT TENTANG MESIR DAN KUSY

TUHAN BERKATA, SEPERTI HAMBAKU YESAYA YANG BERJALAN TELANJANG DAN TANPA ALAS KAKI


Heran, Tuhan begitu perhatian pada Mesir, Kusy dan Asyur. Mengapa? Sebab:

1). Mesir sekarang menjadi umat Tuhan, begitu juga dengan bangsa-bangsa kafir lainnya yang percaya dan bertobat.

2). Menjadi pelajaran bagi Israel supaya jangan berharap pada Mesir dan Kusy tetapi berharap pada Tuhan saja, sebab Tuhan itu maha kuasa dan tidak berubah.

3). Tuhan mempunyai rencana terhadap bangsa-bangsa kafir seperti Mesir, Asyur, Kusy dll. Dia sudah tahu lebih dahulu, bahwa pada satu saat bangsa-bangsa kafir ini akan bertobat dan menjadi umat-Nya seperti yang dinubuatkan dalam Yesaya 19.

Kita harus memperhatikan nubuatan Firman Allah, sebab Dia tahu dengan tepat tentang hari-hari yang akan datang, padahal kita tidak tahu sama sekali, supaya kita bersedia dan mengalami nasib yang terbaik, jangan mengambil yang paling jelek, apalagi karena tidak tahu, tiba-tiba celaka dan binasa, seperti orang-orang yang tidak peduli nasehat Firman Tuhan, tahu-tahu mereka terjerat dan masuk dalam zaman Antikris sebab tertinggal Luk 21:34. Istimewa tentang Surga Neraka dan peristiwa akhir zaman. Orang yang tidak peduli tentang Surga Neraka yang kekal dan hidup menuruti hawa nafsunya belaka seperti orang kaya (dan Lazarus) tiba-tiba waktu ia mati ia sangat terkejut sebab masuk dalam Neraka yang dahsyat itu untuk kekal Luk 16:24-25. Ini sebab tidak peduli Firman Tuhan, hidup seenaknya menurut daging, tahu-tahu binasa.

Lebih-lebih untuk hari-hari ini, di mana kita masuk dalam penamatan rencana Allah pada akhir zaman ini. Kita perlu tahu tentang cara Allah menamatkan rencana-Nya, supaya jangan terjerat dalam jerat-jerat dosa iblis,sebab tidak mengerti, tetapi lolos dan mengalami hal-hal yang terindah dari rencana Allah yaitu masuk dalam zaman keemasan Allah yang heran, bukan dalam banjir dosa yang membawa celaka kekal Wah 22:11.

TIGA TAHUN SEBAGAI TANDA DAN AJAIB ATAS MESIR DAN ATAS KUSY


Yesaya akan menderita selama 3 tahun, sebab ia harus hidup dengan cara yang tidak menyenangkan seperti ini, apalagi pada musim dingin, tetapi Yesaya seorang yang taat.

Kita juga harus belajar mahir menyangkal diri dan taat akan pimpinan Roh dan Firman Tuhan supaya kita bisa menjadi berkat dan contoh bagi orang-orang di sekitar kita sesuai kehendak Allah. Semua yang kita buat untuk Tuhan, termasuk segala penderitaan karena Kristus, itu semua tidak akan sia-sia, ada pahalanya Rom 8:17-18.

Cukup lama Tuhan memakai Yesaya sebagai contoh dari nubuatannya, yaitu 3 tahun untuk tanda dan ajaib atas Mesir dan Kusy. Dalam 3 tahun ini juga mungkin Mesir dan Kusy sudah medengar dan kalau mereka percaya, mereka bisa bersedia seperti orang-orang Mesir yang percaya pada Firman Tuhan yang disampaikan pada orang Israel Kel 9:20; 12:38. Kalau mereka bereaksi seperti Niniwe, mereka akan selamat. Istimewa kita yang memang adalah umat Tuhan, jangan menyia-nyiakan semua nubuatan Firman Tuhan dan peringatannya tentang hari-hari yang akan datang supaya kita bersedia dengan baik, luput dari segala celaka dan masuk dalam bagian yang terindah dari rencana Allah yaitu masuk dalam zaman keemasan Gereja dan ikut pengangkatan dalam tingkat yang setinggi-tingginya atau menjadi sempurna.

YESAYA 20:4 NUBUAT TENTANG KEMENANGAN ASYUR

BEGITULAH RAJA ASYUR AKAN MEMIMPIN TAHANAN ORANG MESIR DAN KUSY YANG TERTAWAN, TUA MUDA, TELANJANG DAN TANPA ALAS KAKI, BAHKAN PANTATNYA TIDAK TERTUTUP, SUATU AIB UNTUK MESIR

MESIR YANG SOMBONG DIPERMALUKAN


Semua orang yang menjadi besar, belum tentu tetap besar, bisa diturunkan dan dipermalukan. Lebih-lebih orang beriman jangan sombong supaya jangan direndahkan dan dipermalukan. Beberapa orang tidak sadar akan kesombongannya, lebih-lebih yang sukses. Nasehat-nasehat dari Roh Kudus (dalam doa dan Firman Tuhan) dan dari tubuh Kristus (bebas memberi nasehat, itu tanda persekutuan yang baik Flp 2:1) itu bisa melepaskan dari pengalaman-pengalaman celaka dan yang memalukan. Orang yang tersinggung apalagi marah kalau diberi nasehat itu orang sombong sekalipun ia gagal. Seringkali kesombongannya itu sudah sebesar balok, masih tidak sadar, ia akan segera direndahkan Mat 7:2-4! Sebab itu perlu nasehat atau tunggu dipermalukan dan direndahkan, bahkan sampai mati seperti Belsyazar.

KEKEJAMAN ASYUR


Heran Asyur begitu kejam terhadap Mesir padahal dalam nubuatan Yes 19:23-25 Asyur akan datang pada Mesir lewat jalan raya dan bisa bersekutu dengan baik dan sama-sama digembalakan oleh satu gembala seperti nubuatan dalam Yohanes 10:16. Ini berarti ada saat-saat di mana Asyur (yang belum bertobat) jadi begitu kejam dan jahat pada Mesir; di sini Mesir berarti sebagai umat Tuhan yaitu Gereja. Sebelum bergabung menjadi satu kandang dan satu gembala, sebelumnya ada tindakan-tindakan yang dahsyat dan kejam dari Asyur terhadap Mesir. Ini juga menubuatkan banyak hal-hal dahsyat yang dilakukan orang-orang dari kandang yang lain itu (lihat Yesaya 19:23-25) terhadap umat Allah yaitu Mesir yang menjadi percaya (Gereja).

Ini terjadi terus sampai saatnya mereka bertobat dan menjadi satu dengan Mesir.

Umat Tuhan (Mesir sekarang menjadi umat Tuhan) jangan takut atau dendam, sebab nubuatan Allah berkata bahwa pada satu saat Asyur akan berubah dan sama-sama bertobat dengan Mesir dan sama-sama digembalakan oleh seorang yaitu Tuhan Yesus Kristus. Tampaknya tidak mungkin, tetapi Tuhan sudah tahu lebih dahulu. Sebab itu umat Tuhan (yang dahulunya orang kafir, Mesir) jangan bereaksi salah, jangan bereaksi dosa tapi bereaksi dengan cerdik dalam pimpinan Roh Kudus (biar Roh Kudus menjamah mereka) dan mintakan ampun serta memberkati mereka; doakan orang-orang Asyur yang jahat, yang menyerang orang-orang Mesir ini supaya bertobat, seperti yang sudah dinubuatkan oleh Tuhan, sehingga orang-orang Asyur ini bisa lebih lekas bertobat dan diselamatkan dan Tuhan bisa lebih lekas datang. Sebab itu kalau “orang-orang Asyur” ini menyerang dan mendatangkan macam-macam hal yang tidak baik, jangan bereaksi dosa, sebab satu kali pada saatnya mereka akan bertobat dan menjadi domba sekandang dan satu gembala Yoh 10:16. Kita layani dan doakan orang-orang Asyur yang jahat ini. Sebab ada sebagian yang akan bertobat dan maju sampai menjadi nomor I atau II yaitu Mesir dan Asyur. Sebelum bertobat memang tindakannya dahsyat dan jahat, tetapi kalau kita hidup benar, pasti Allah menyertai dan menjaga kita. Memang mereka yang diuji dan yang berdosa, mereka akan mengalami hal-hal yang dahsyat tetapi orang yang berkenan pada Tuhan pasti dijaga dan semua dalam kontrol Allah. Sebab itu kita harus tetap hidup dipimpin Roh.

BERTOLAK BELAKANG


Keadaan sekarang dan hari-hari yang akan datang seperti yang dinubuatkan tentang jalan raya dari Asyur ke Mesir itu sangat bertolak belakang. Mereka yang sekarang bukan umat akan menjadi umat. Dan yang dahulu paling belakang akan menjadi yang pertama, begitulah Mesir lalu Asyur Yes 19:24. Seperti yang dikatakan Tuhan Yesus dalam Matius 19:30; 20:16, Markus 10:31. Ini luar biasa. Orang-orang yang bukan apa-apa, yang paling belakang menjadi yang pertama seperti Mesir, seperti Paulus Kis 9:15-16. Tetapi orang-orang yang dahulu menjadi yang pertama, lalu sebab berdosa dan undur menjadi yang terakhir seperti Saul, Gehazi, Yudas bahkan akhirnya mereka binasa. Ini akan terjadi dengan limpah dalam hari-hari yang akan datang karena dosa yang sangat meningkat. Suatu kejutan yang dahsyat, sudah diingatkan oleh Tuhan, sebab itu jangan sampai kita menggenapi bagian yang jelek.

Jangan mulai dalam Roh lalu berakhir dalam daging Gal 3:3-4. Dalam perkara-perkara yang tidak boleh tetap tidak boleh! Jangan seperti Salomo yang mulai dalam Roh, tetapi kemudian main-main dengan hal-hal yang sebetulnya tidak boleh, ia selalu mengecualikan dirinya! Banyak orang berpikir kalau orang rohani dan banyak mengerti Firman Tuhan, kalau ia bermain-main dengan hal-hal yang tidak diperbolehkan Firman Tuhan, bukankah ia cukup mengerti dan bisa menjaga dirinya sendiri. Tetapi orang yang tidak memelihara kesucian hidupnya, melanggar dan meninggalkan prinsip-prinsip Firman Tuhan yang betul akan jatuh dan merosot seperti yang dikatakan Firman Tuhan di sini. Sekalipun ia orang besar, berhikmat, mulia seperti Salomo melanggar Firman Tuhan, tetap celaka! Yang pertama menjadi yang terakhir dan kadang-kadang terhilang dan binasa seperti Saul dan Yudas. Meskipun rohani, mengerti dan kuat seperti Salomo, yang main-main, mencicipi anggur lama akhirnya jatuhnya terlalu dalam seperti Salomo (seharusnya ia sudah binasa dan tidak bisa kembali, hanya oleh anugerah Tuhan dan pertobatan, akhirnya ia masih bisa kembali).

Jangan sampai yang pertama menjadi yang tearkhir. Kalau yang terakhir menjadi yang pertama itu kejutan yang indah dan ajaib (yang akan banyak terjadi dalam Minggu ke-70 Daniel, di mana orang-orang tumbuh dengan sangat cepat), tetapi jangan sebaliknya.

Jangan membuat perkecualian dari peraturan-peraturan Firman Tuhan yang betul seperti ayat-ayat berikut Ams 22:3, Ef 4:27, Gal 5:24, Luk 5:39 dll, sebab orang yang ingin coba-coba itu sudah tertipu iblis dan sudah ingin, mudah terseret dalam kejatuhan dan seringkali tidak kembali lagi, menjadi yang di belakang atau binasa seperti Yudas.

YESAYA 20:5 YANG HARAP PADA MANUSIA, DIPERMALUKAN DAN TAKUT
DAN MEREKA AKAN KETAKUTAN DAN MALU AKAN KUSY YANG DIHARAPKANNYA DAN MESIR YANG MENJADI KEPUJIANNYA


1). Jangan meninggikan orang-orang yang sukses atau yang dipakai Tuhan dengan heran.

2). Orang yang setuju, mau ditinggikan berarti buta, sebab semua itu dari Tuhan 1Kor 4:7, Yes 42:8-9, Maz 75:7, 8, tidak patut kita mengambil kepujian Tuhan bagi diri kita sendiri, apalagi dalam pelayanan, sebab sebagian besar itu dari Tuhan (mungkin 80-90% oleh Tuhan dan kita hanya mengerjakan 10% saja). Sedangkan Nebukadnezarpun disubsidi Tuhan, waktu menjadi sombong ia direndahkan.

Doakan hamba-hamba-Nya supaya tetap rendah hati sehingga bisa setia sampai mati.

3). Jangan harap pada manusia seperti Israel harap pada Mesir dan Kusy yang diandalkan dan dipuji-puji, sekarang mereka sendiri menjadi tawanan dan tidak bisa lepas dari tangan Asyur.

Jangan harap pada manusia sekalipun tampaknya menjanjikan banyak hal-hal yang besar dan indah.

Orang yang harap pada manusia ini akan terkutuk, malu dan ketakutan seperti di sini Yer 17:5. Orang yang harap pada manusia akan lebih taat pada orang itu daripada kepada Tuhan, juga lebih memperkenankan orang itu dan ini tentunya akan membuatnya melanggar banyak peraturan dan Firman-Nya, sehingga ia tidak lagi di jalan Tuhan tetapi sudah keluar ke jalan samping yang melawan jalan Tuhan. Sebab itu jalan seperti ini akan menarik banyak hukuman bahkan kutuk atas dirinya Yer 17:5.

Kadang-kadang Tuhan membuat suatu gangguan hubungan dengan orang-orang yang diharapkan, bahkan sampai terputus. Ini tidak kebetulan, tetapi supaya kita belajar harap Tuhan dan tidak lagi pada orang itu. Tetapi jangan marah, benci, putus asa, atau berdosa karena dia, melainkan bersyukur untuk pertolongannya di hari-hari yang lalu, namun jangan harap padanya, harap pada Tuhan, bahkan sebaliknya biar kita yang menjadi berkat untuk menolong orang itu.

Harap pada Tuhan, Dia sanggup dan tidak akan mengecewakan. Semua orang yang berharap pada Tuhan hidupnya menjadi indah dan tidak sampai jadi dosa karena memakai cara-cara manusiawi lainnya yang biasanya mengecilkan Firman Tuhan dan menghalalkan segala cara sehingga jadi dosa. Hizkia berharap pada Tuhan waktu menghadapi Tartan, Rabsaris dan Rabsaki, sebab itu ia mengalami kemenangan yang gilang gemilang tanpa berbuat apa-apa, 185.000 tentara Asyur mati oleh malaikat Tuhan. Juga Sanherib rajanya mati, luar biasa! Harap Tuhan, Dia sanggup melepaskan kita dengan atau tanpa kita 2Raj 18:17; 19:35-37. Sebab itu dalam keadaan apapun harap pada Tuhan, terus berdoa dalam Roh kebenaran sehingga kita makin yakin akan Tuhan dan sungguh-sungguh tertolong. Sebaliknya kita yang sudah dipakai Tuhan, jangan mau dipuji-puji atau dikultuskan, hanya Dia yang patut dipuji.

YESAYA 20:6 BERHARAP PADA MANUSIA ITU SIA-SIA

DAN PENDUDUK PULAU INI AKAN BERKATA PADA HARI ITU LIHATLAH, BEGITULAH PENGHARAPAN KITA, YANG KEPADANYA KAMI LARI MINTA TOLONG UNTUK DILEPASKAN DARI TANGAN RAJA ASYUR, LALU BAGAIMANAKAH KITA BISA TERLEPAS?


Matanya sekarang celik, justru orang yang diharapkan, dia sendiri gagal, masuk dalam kesukaran seperti orang-orang yang berharap kepadanya. Jangan harap manusia, ia sia-sia dan bisa terkutuk sebab terseret ke jalan simpangan yang melawan Allah, sehingga tenggelam dalam dosa dan terkutuk.

Orang yang berharap pada manusia, lebih-lebih dalam pelayanan, biasanya akan gagal.

Ada yang untuk pelayanan berharap dukungan uang dari orang-orang tertentu. Kalau kurang (menurut ukuran dan pendapatnya) atau tidak diberi ia menjadi marah dan sakit hati, biasanya orang-orang ini pelayanannya akan gagal, sebab tidak harap Tuhan. Seringkali orang-orang ini tidak sadar akan penyebab kegagalannya, sebab tidak mengerti dan ini tidak tampak seperti dosa yang jelas. Hidupnya akan banyak sakit hati, kepahitan dan menarik hukuman Tuhan bukan pertolongan-Nya. Orang ini sendiri tidak akan tumbuh baik rohaninya.

KESIMPULAN


1. Orang yang tidak kenal Tuhan menjadi umat bahkan menjadi yang pertama dan kedua. Jangan sampai yang sudah menjadi yang pertama, sebab main-main dalam daging, jadi yang terakhir bahkan binasa. Orang yang mau main-main itu sudah ingin dan sudah berdosa dalam hatinya Gal 5:24.

2. Sebelum ada jalan raya Mesir-Asyur, Asyur banyak menganiaya Mesir (yaitu orang kafir yang masuk iman, menjadi Gereja). Hadapi dengan cerdik dalam pimpinan Roh Kudus, jangan benci, doakan, layani sebab akan ada yang bertobat menjadi satu kelompok domba dalam satu gembala, bahkan ada yang menjadi yang utama di dalamnya.

3. Jangan harap manusia, harap Tuhan, pasti jauh lebih untung sebab Tuhan tidak akan mengecewakan orang yang sungguh-sungguh berharap kepada-Nya seperti waktu menghadapi Asyur, Hizkia harap Tuhan dan tertolong.

4. Orang yang diberkati dan dipakai Tuhan, tetap rendah hati, jangan setuju dipuji-puji nanti bisa jatuh dan habis.

Nyanyian


Harap saja pada Tuhan