"Terbang Rendah atau Tinggi"


Ayub 39:30-31 Adakah dengan perintahmu burung nasar (burung Rajawali) terbang lalu ke atas dan diperbuatnya sarangnya ditempat yang tinggi-tinggi? Bahwa bukit batu itulah tempatnya; di sana iapun bermalam; dan kemuncak bukit batu yang tiada terhampiri itulah tempat kediamannya. (TL)
Ayub 39:30-31 Atas perintahmukah rajawali terbang membubung, dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi? Ia diam dan bersarang di bukit batu, di puncak bukit batu dan di gunung yang sulit didatangi. (TB)
Ada sejenis ikan yang bernama pike (large, fierce, fresh water fish. The advanced Learner’s Dictionary of current English A.S. Hornby et al). Biasanya ia berenang dekat permukaan air.Pada waktu  ada seekor burung layang-layang terbang rendah, ia langsung melompat keluar air, me-nyambar burung itu lalu menariknya masuk ke dalam air. Ditahan dalam air, burung itu mati lemas dan di makan ikan itu (lihat gambar di cover). Jangan terbang rendah seperti burung layang-layang  (bisa dimangsa oleh penyerang-penyerang di bawah) ini tetapi terbanglah tinggi seperti Rajawali.
Begitu juga orang beriman yang “terbang rendah” dekat-dekat dengan perkara perkara duniawi seperti Lot dekat-dekat dengan Sodom,bisa disambar dan menjadi korban.
Hiduplah dalam tingkat-tingkat yang tinggi seperti burung Rajawali, mengerti kebenaran-kebenaran Firman Tuhan yang limpah jauh dari prinsip-prinsip dan perkara perkara duniawi (sama sekali tidak terikat oleh tradisi, kebiasaan dan prinsip-prinsip duniawi, mereka tidak terpengaruh dan tidak tergoda oleh segala macam rayuan dosa dunia ini).
Yes 33:16 Orang itu duduk di tempat yang tinggi; kubu di atas bukit batu itulah perlindungannya yang tiada terhampiri; rezekinyapun dikaruniakan kepadanya dan air minumnya sudah tentu.(TL)
Tetapi kalau orang Kristen hidup di tingkat yang rendah (tidak mempunyai kepuasan dan kesukaan dari Tuhan, tidak cukup mengerti kebenaran Firman Tuhan) maka ia akan mudah terpengaruh pikiran duniawi yang sesat dan jahat dan segala macam tarikan kesukaan dosa yang melawan Firman Tuhan.
Ini seperti burung layang-layang yang terbang rendah, tiba-tiba disambar ikan pike dan ditarik ke dalam air sampai mati, jadi korban. Sebab terbang terlalu rendah! Kita harus  tinggal di tempat-tempat yang tinggi, yang tidak bisa dihampiri, didekati, dipengaruhi dan digoda oleh segala macam rayuan tradisi dan cara-cara hidup manusiawi yang berdosa, sehingga tidak kena pengaruh dan tipu daya serta jerat segala mode, cara hidup dan arus duniawi yang salah. Dengan demikian bisa tetap hidup dipimpin Roh sehingga kita bisa mencapai perkara-perkara yang indah dan besar sesuai rencana Tuhan. Apalagi peperangan kita itu melawan Iblis, tidak bisa diatasi dengan segala cara dan kekuatan manusiawi.
Terbanglah makin tinggi seperti burung Rajawali, dengan keinginan dan pikiran yang dari atas (Kol 3:1-2),sekalipun kita masih hidup di tengah-tengah dunia yang jahat ini.

NICODEMUS DATANG TENGAH MALAM,

SEMBUNYI-SEMBUNYI.


Yoh 3:9 Maka sahut Nicodemus serta berkata kepadaNya,  “Bagaimanakah segala perkara ini boleh jadi?” (TL).
Nicodemus adalah seorang Parisi, berarti ia mengerti Taurat  dan mempunyai disiplin orang-orang Parisi. Ia juga penghulu  orang Yahudi, seorang penting dalam masyarakat.Nicodemus  mempunyai kepribadian yang jujur dan adil sehingga  ia tidak mudah terbawa oleh arus orang banyak dan  orang Parisi pada umumnya. Ia sangat hati-hati dalam tindakannya, sebab itu ia tidak berani menyalahkan Putra manusia Yesus, bahkan ia melihat dan yakin bahwa Yesus datang dari Allah. Tetapi dengan kawan-kawan orang Parisi dan orang Yahudi pun ia tidak berani mengambil sikap dan pendirian yang tegas untuk menyalahkan mereka, ia diam saja, sembunyi. Sebab itu ia datang pada Tuhan Yesus malam hari. Injil Yohanes dengan jelas menerangkan hal ini.
Kita melihat pengertian Nicodemus cukup baik sebab ia bisa menerima bahwa Kristus datang dari Allah, tetapI ia tidak bisa mengerti rahasia Allah lebih lanjut, seperti lahir-baru. Nicodemus seorang yang hati-hati dan berusaha hidup benar. Ia tidak berani langsung memihak pada Putra manusia ini. Sebagai orang yang hati-hati ia memikirkan segala resikonya, karena itu tidak berani mengambil resiko dengan drastis. Ia mengambil resiko yang kecil saja dengan datang pada malam hari! Putra manusia Yesus adalah sungguh-sungguh Allah yang menjelma menjadi manusia dan betul-betiul diutus Bapa, 100% benar, datang dari Bapa (Putra manusia sudah berusaha menjelaskan hal ini dalam ajaran yang diberitakan pada Nicodemus yang tertulis dalam ayat 1-21), tetapi Nicodemus tidak berani mengakuinya terang-terangan, takut resiko terlalu besar!
Andaikata Nikodemus berani langsung memihak Putra manusia 100%, ia pasti untung untuk waktu itu dan untuk kekal, meskipun untuk itu ia pasti akan banyak menderita! Memang seperti orang dagang ada resiko dalam transaksi, yang berani menderita resiko besar, bisa dapat untung besar atau rugi besar kalau perhitungannya keliru.
Meskipun Nicodemus sudah mengambil kesimpulan yang betul, tetapi ia tidak berani mengambil tindakan tegas sebab sifatnya yang hati-hati. Ia tidak berani mengambil resiko yang terlalu besar, karena itu tidak
berani terang-terangan memihak Kristus. Pasti sebagian besar orang Parisi, Imam-imam dan banyak orang Yahudi akan menentangnya, ini resiko besar. Coba ia berani, ia bisa menjadi indah seperti PAULUS yang dengan tegas berani berbalik dari melawan Kristus menjadi memihak Kristus, meskipun ia harus menghadapi perlawanan yang besar, bahkan mau dibunuh berulang-ulang kali di Damaskus dan di mana-mana. Memang resiko besar tetapi pahalanya juga besar. Paulus dapat pengertian rahasia Firman Tuhan yang begitu limpah dari Tuhan, bahkan melebihi rasul-rasul yang terus menerus bersama sama dengan Putra manusia Yesus sekitar 3,5 tahun.
Secara manusiawi rasul-rasul bisa saja iri atau cemburu kepada Paulus yang tahu begitu banyak lebih dari rasul-rasul Yesus yang menjadi saksi mata. Bahkan Paulus pernah menegur Petrus yang menjadi pemimpin kelompok senior dari para Rasul Gal 2:11. Memang karena sikapnya yang radikal, Paulus mengalami banyak penderitaan dan aniaya, tetapi ini juga disebabkan karena penaburannya sebelum bertobat yang terlalu jahat dan kejam menyiksa orang Kristen. Nicodemus pasti tidak berani sekejam Saulus ini. Sebab itu kalau pun Nicodemus berani bertindak dengan iman yaitu dengan tegas terang-terangan memihak Kristus, belum tentu ia menuai banyak aniaya, mungkin hanya sedikit, sebab ia lain dari Paulus. Tetapi yang pasti, kalau Nikodemus terang-terangan memihak Putra manusia Yesus, ia pasti untung besar di dunia sampai kekal di Surga, akan limpah dengan karunia-karunia/jawatan rohani, pahala dan kemuliaan di Surga juga di dunia.
Allah sudah menyediakan perkara besar bagi Nicodemus (sebab bisa percaya bahwa Tuhan Yesus itu Kristus dari Surga, itu dari Allah Mat 16:17. Kalau Allah memberinya rahasia besar ini tentu ada maksud yang besar juga bagi Nicodemus, mungkin sebesar rencana Allah bagi Paulus)
Sayang Nicodemus tidak berani berjalan dengan iman mengakui Kristus, padahal ia sudah mendapat kesempatan dan permulaan yang luar biasa ini dari Allah. Sikap yang hati-hati ini adalah hasil maksimal yang bisa dicapai dengan kekuatan, kemampuan dan kebaikannya sendiri! Tetapi justru ini menjadi halangan untuk bisa mendapatkan rencana Allah yang besar dan mulia itu. Ia membuang kesempatan yang lebih mulia untuk kekal! Ia tidak bisa mengulangi kesempatan itu dan kemuliaan yang besar berlalu. Ini sama seperti Barak yang tidak mempunyai iman! Hak 4:6-7
Memang untuk meningkat lebih tinggi dibutuhkan iman!

BARAK MAJU DENGAN SIASAT


Hak 4:6-7 Maka disuruhkannya orang memanggil Barak bin Abinoam  dan Kedes-Naftali, lalu katanya kepadanya; Bukankah Firman Tuhan,  Allah Israel, demikian: Pergilah engkau menaiki gunung Tabor dan  bawalah sertamu akan sepuluh ribu orang dan pada bani Naftali dan  dari pada bani Zebulon. Maka di sungai Kison aku kelak mendatangkan  kepadamu Sisera, panglima perang raja Yabin serta dengan segala  ratanya dan tentaranya, maka Aku kelak menyerahkan dia  kepada tanganmu. (TL)
Barak dipilih Tuhan, itu pasti ada sebabnya, yaitu sebab ia seorang yang  benar, yang hidupnya relatif terbaik di antara orang-orang dalam zamannya. Rupa-rupanya Barak ini seorang yang jujur, adil, hati-hati seperti Nikodemus, tetapi tidak mempunyai iman cukup!
Waktu perintah dari Tuhan datang kepadanya melalui Debora (Debora sudah dikenal dan diakui waktu itu sebagai nabi Tuhan, sebab itu seharusnya Barak tidak ragu-ragu. Ia bisa yakin bahwa itu betul-betul dari Tuhan). Tetapi Barak yang baik ini kurang mempercayai Allah, kurang iman, lebih banyak memakai pikirannya sendiri.
Sebab itu ia terlalu hati-hati, ia membuat perhitungan, tidak berani ambil resiko. Ia tidak berani bertindak dengan iman untuk mentaati Firman Tuhan, sebab itu ia tidak bisa menerima pahala besar yang disediakan Tuhan Hak 4:9. Coba ia berani melangkah dengan iman, dengan tegas, taat sepenuhnya pada Firman Tuhan, ia akan diangkat sangat tinggi oleh Tuhan menjadi seorang Hakim, pasti ia keberkatan didunia dan di Surga. Sayang si Barak tidak mempunyai iman, ia tidak berani melangkah dengan iman untuk mengambil serep tindakan yang tegas, malah ia mengambil serep langkah-langkah penyelamatan diri, proteksi atau langkah-langkah pengamanan yang sempurna.
Secara manusiawi tindakan dari Barak itu bagus dan pintar tetapi secara rohani ia terbang terlalu rendah, sebab itu ia mencapai terlalu sedikit dari apa yang sudah disediakan Tuhan baginya, seperti Nikodemus! Juga ada resiko disambar segala perkara-perkara duniawi dan daging.
Hasil yang dicapai orang-orang ini adalah hasil maksimal dengan kekuatan sendiri! Seolah-olah ada batas, ada “plafon (atap)” yang tidak bisa ditembus oleh orang-orang ini.

Mengapa Nikodemus dan Barak tidak  bisa mengambil bagian yang  lebih besar yang sebetulnya sudah disediakan Tuhan baginya? Ini  menjadi pertanyaan penting untuk orang-orang yang baik dan  benar, istimewa orang-orang Kristen zaman ini seperti anak  sulung yang tertib, taat, setia dan hati-hati dalam  pekerjaannya. Mengapa mereka tidak bisa mengambil keputusan dan  tindakan yang tegas sehingga mendapat perkara yang besar dan  pahala yang penuh?
Ini juga menjadi problem orang-orang Kristen sekarang yang cukup setia, baik dan jujur, mempunyai perhitungan matang, mereka mendapat cukup baik dari Tuhan tetapi tidak yang terbaik! Ini berlaku untuk pelayanan, juga untuk nafkah, kesehatan dan keperluan sehari-hari. Seolah-olah ada satu batas yang tidak bisa ditembus oleh orang-orang baik dan benar ini. Sama seperti anak sulung yang menderita batin, tidak bisa bersukacita, tetapi tetap setia, tertib, rajin bertanggung jawab terus menerus!
Luk 15:29 Tetapi ia menyahut serta berkata kepada bapanya: Tengoklah, berapa tahun lamanya sahaya memperhambakan diri sahaya kepada Bapak, dan belum pernah Bapak memberi sahaya seekor anak kambing, supaya sahaya dapat bersukaria dengan handai-tolan sahaya. (TL)
Mengapa? Mengapa orang-orang ini tidak bisa  melewati batas ini supaya bisa menerima yang terbaik, bukan hanya cukup tetapi limpah bahkan tidak terbatas (ada batas antara cukup dan limpah dan yang limpah ini bisa terus sampai tidak terbatas).
Mengapa? Sebab:

  1. Tidak punya iman, sebab mereka tidak minta bantuan Ilahi, pimpinan Roh Kudus, pertolongan Allah. Seharusnya Nikodemus, Barak mengambil waktu untuk berdoa dan mencari hadirat Tuhan sehingga imannya dikuatkan dan menerima pimpinan dan kekuatan untuk menembus batas ini.
  2. Mereka bersandar pada kekuatannya sendiri, pada pikiran dan perhitungannya sendiri, sehingga timbul macam-macam usaha proteksi, pengamanan, tindakan-tindakan serep dll.

Memang tanpa iman, tanpa mengandalkan Tuhan, kuasa Tuhan tidak bisa bekerja dan kita tidak bisa menembus batas ini, terus terbang rendah, dengan hasil-hasil yang rendah dan ada kemungkinan disambar setan-setan “pike” yang menunggu kesempatan. 1 Pet 5:8.
Terbanglah tinggi seperti burung Rajawali, itu kehendak Tuhan!
Nyanyian:
Ku’kan terbang tinggi bagai rajawali.
Ku’kan melayang tinggi dalam kemuliaanNya.
Biar bumi bergoncang dan badai menerpa.
Ku’kan terbang tinggi bersama Dia.
Tuhan adalah kekuatanku,
Bersama Dia ku’tak akan takut.
Ku’kan terbang tinggi, bagai Rajawali. Melakukan perkara yang besar.

D A U D

Ini contoh yang lain: Waktu perang lawan Goliat, semua orang yang hati-hati, bisa membuat perhitungan, tidak berani maju melawan Goliat, sebab takut resiko yang terlalu besar. Lain halnya Daud. Daud juga tahu resiko ini, tetapi ia mempunyai iman, percaya kepada Tuhan yang Maha Kuasa, sebab ia limpah dengan Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus, maka ia berani mengambil resiko untuk bertindak, dan dengan demikian Daud bisa menembus batas ini dan terbang tinggi seperti Rajawali. Sebab itu ia mengalami perkara-perkara besar dari Tuhan.
Maz 60:14 Bahwa serta dengan Allah kami mengerjakan pekerjaan yang besar, dan Iapun akan memijak-mijakkan segala lawan kami. (TL)

Untuk bisa menembus batas ini, kita perlu minta pimpinan dan kuasa  dari Tuhan, dan kuasa Allah nyata dengan iman! Kita perlu iman. Sebab  hanya dengan iman kita berani mengambil resiko yang besar dan bisa  melangkah maju.
Memang dengan kekuatan sendiri itu terbatas, tidak berani  mentaati Roh Kudus dalam hal-hal yang tidak masuk akal, yang penuh  resiko (seperti menghadapi Goliat ini).
Nikodemus, Barak, anak sulung ini seolah-olah hanya mendapat hasil maksimal dari kekuatan dan kemampuan sendiri, hasil maksimal dari “Halaman”. Ini sudah sangat baik untuk tingkat Halaman, tetapi ada tingkat-tingkat lain yang disediakan Tuhan, tingkatan yang lebih tinggi yaitu tingkatan Ruangan Suci. Terbanglah lebih tinggi seperti Rajawali. Ada seorang istri sakit pendarahan. Dokter berkata harus operasi. Suami-istri berdoa bersama-sama dan yakin Tuhan bisa menyembuhkan. Mereka yakin dan bertindak dengan iman, tanpa operasi dan istrinya sembuh. Kalau iman belum cukup, berdoa dan pegang janji-janji Firman Tuhan. Lebih-lebih  berdoa dalam Roh, maka iman akan diteguhkan.
1 Kor 14:4 Maka orang yang berkata-kata dengan karunia lidah itu meneguhkan imannya sendiri, tetapi orang yang bernubuat itu meneguhkan imannya sendiri, tetapi orang yang bernubuat itu meneguhkan iman sidang Jemaat. (TL)  (edifieth him self, KJV).
Berdoa terus dalam Roh, kita menerima kuasa Kis 1:8. Tuhan ingin kita terbang lebih tinggi seperti burung Rajawali!

Kita perlu iman, perlu keyakinan dan kuasa Allah untuk berani melangkah dan mengambil resiko yang lebih besar. Paulus sesudah bertobat, dipenuhi Roh Kudus dan dikuatkan oleh pelayanan Ananias dll Kis 9:17-18, sebab itu ia berani melangkah dengan iman menembus batas itu.
Ia berani mengambil keputusan dan langkah-langkah yang tegas, sebab ia tidak tergantung pada kekuatannya sendiri, tetapi bergantung pada Allah. Ia melangkah dengan iman, maka Tuhan bekerja di dalamnya sesuai dengan imannya. Ia yakin dan ia langsung berbalik 180 derajat. Apa yang dahulu dihancurkannya sekarang dibela habis-habisan Gal 1:23. Perlu bantuan, kekuatan ilahi untuk bisa menembus batas ini dan itu didapat dengan iman seperti Daud, Paulus.
Juga  YOSUA  DAN  KALEB berani mengambil resiko, sebab mereka berjalan dengan iman dan Tuhan bekerja! Terbanglah lebih tinggi dalam Roh seperti burung Rajawali.
Juga HIZKIA waktu menghadapi musuh, ia berdoa mencari hadirat Tuhan dan berpuasa, akhirnya imannya timbul dan ia menjadi berani mengambil resiko yang besar, bahkan resiko mati kalau kalah, untuk keluar berperang dengan bangsa Asyur 2Raj 19:1. Sebab ada iman ia berani mengambil keputusan tegas dan itu menghasilkan kemenangan yang besar dan indah itu.
Jangan meniru atau coba-coba, jangan ngawur, sebab resiko itu betul-betul ada! Baca dan pegang janji-janji Firman Tuhan (Rum 10:17) dan tekun berdoa dalam Roh sampai iman dikuatkan, lalu baru bertindak. Kalau belum berani, belum yakin, jangan bertindak, berdoa lagi, minta bantuan doa, periksa diri, jangan simpan dosa atau hidup dalam dosa (kalau ada dosa, harus bertobat! Kalau tidak bertobat Tuhan tidak beserta, biarpun berdoa, akan tetap kalah). Kalau kita hidup benar itu berarti kita berada di pihak Tuhan, maka berdoa seperti ini besar faedahnya Yak 5:16. Berdoa dalam kebenaran dengan tekun, istimewa dalam Roh (Yoh 4:23,24), maka iman akan menjadi kuat (1 Kor 14:4, Kis 1:8) dan kita menjadi yakin, lalu berani bertindak dan Tuhan bekerja, kita pasti menang. Memang Tuhan ingin kita hidup dengan iman.
Rom 1:l7 Karena di dalamnya itu kebenaran Allah dinyatakan daripada iman kepada iman, seperti yang telah tersurat: Bahwa orang benar itu akan hidup oleh sebab iman.(TL)
Berjalan dengan iman, dipimpin Roh, maka kita betul-betul bisa terbang lebih tinggi seperti burung Rajawali, tidak lagi di tingkat bawah! Memang untuk ukuran manusia, apa yang sudah dibuat Nikodemus, Barak dan anak sulung itu sudah terbaik. Tetapi kalau kita mau dipimpin Roh, kita bisa masuk dalam suatu tingkatan yang jauh lebih tinggi, bahkan tidak terbatas. Ada banyak orang-orang biasa, hamba-hamba Tuhan yang biasa dan sederhana (seperti Petrus dll), tetapi sebab mereka bertekun berdoa dalam Roh dan kebenaran (Kis 2:2, Luk 24:49), imannya menjadi kuat dan melakukan hal-hal besar sesuai dengan rencana Allah dalam hidupnya. Murid-murid tanpa Roh Kudus sangat ketakutan dan tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi sudah penuh Roh Kudus, imannya menjadi kuat dan mereka memulai suatu agama baru, agama Kristen.
Kekristenan dimulai oleh orang-orang sederhana tetapi penuh iman dan Roh Kudus seperti Stefanus.
Kis 6:5 maka perkataan ini diperkenankan oleh sekalian orang banyak itu, lalu memilih Stepanus, yaitu seorang yang penuh dengan iman dan Rohulkudus, dan lagi Pilipus, dan Prokhorus, dan Nikanor, dan Timon, dan Parmenas, dan Nikolaus, yaitu seorang mualaf asalnya dari negeri Antiokhia. (TL)
Sampai zaman sekarang pun masih banyak orang-orang biasa dan sederhana (juga orang-orang pintas dan besar!) melakukan hal-hal yang besar dan ajaib, menobatkan jiwa-jiwa, bukan sebab mereka sederhana atau pintar, tetapi sebab mereka penuh dengan iman dan Roh Kudus. Mereka terus berkata-kata dengan bahasa lidah, tekun berdoa dalam Roh. Semua peristiwa ini akan terjadi lagi terus menerus sebab Tuhan Yesus dan Roh Kudus tidak berubah, Firman Tuhan tidak berubah, masih berlaku sampai sekarang bahkan untuk selama-lamanya.

R I B K A H

Tetapi jangan bertindak keliru seperti Ribkah. Ia tahu bahwa berkat sulung itu akan diberikan pada Yakob yang lebih dicintainya itu, tetapi Ribkah ngawur. Ia bertindak dengan kekuatannya sendiri, dengan jalan dan akalnyasendiri yaitu jalan dusta (biasanya orang yang rindu dan berusaha dengan kekuatan sendiri itu pasti berdustasedikit atau banyak; sebab kekuatannya terbatas. Oleh karena itu mereka berdusta, sebab jalan lain penuh resiko dan tidak mungkin dijalani). Ribkah dengan pikiran dan caranya sendiri mengambil tindakan keliru sehingga akibatnya begitu dahsyat, ia diceraikan dari Yakob yang sangat dicintainya untuk selamanya dan juga Yakub harus menuai siasat-siasat Ribkah yang dijalaninya (Ia ditipu 10 kali oleh Laban dan mau dibunuh oleh Esau yang dikibulinya).
Daripada bertindak keliru seperti Ribkah lebih baik cara hati-hati seperti Nikodemus, tetapi kalau bisa mendengar suara Roh lalu taat dengan iman, maka hasilnya akan sangat berbeda, bukan dengan cara dosa, tetapi dalam kesucian dipimpin Roh dan hasilnya sangat besar bahkan tidak terbatas. Jangan semata-mata memakai akal atau emosi, akan tersesat seperti Ribkah. Berdoalah dalam Roh, minta pimpinan Roh Kudus sesuai dengan Firman Tuhan, Dia pasti sanggup menolong! Harap Tuhan, cari kehendakNya Ef 5:17. Terbanglah lebih tinggi dalam pimpinan Roh. Jangan ngawur, jangan pakai kekuatan sendiri. Apalagi kalau tertipu oleh Iblis seperti HAWA, yang sudah tahu hukum dan larangan Tuhan, tetapi sebab tertipu, berani mengambil tindakan yang salah dan biasa! Juga Korah dkk yang sudah melihat dengan Tuhan menyertai kepemimpinan Musa, Harun, tetapi mereka tertipu oleh Iblis sehingga menjadi emosi, iri, benci dan tidak mau percaya dan melawan pimpinan Musa. Mereka bertindak keliru dan binasa!
Kita bisa menyimpulkan sebagai berikut:

  1. 1. Dipimpin Roh, yakin suara Roh dan taat dengan iman, sehingga berani mengambil tindakan dan putusan yang drastis, menembus segala pembatas, sehingga bisa terbang tinggi seperti Rajawali seperti Paulus, Daud, Yosua, Kaleb, Hizkia dll.
  2. Cara akal, kekuatan sendiri seperti Nikodemus, Barak dan anak Sulung, mereka mencari jalan aman dan sangat hati-hati. Hasilnya cukup tetapi terbatas sampai di situ saja; hasilnya lebih kurang seperti hasil maksimal manusia biasa. Ini orang-orang yang terbang rendah, hanya tingkat Halaman, ada kemungkinan di sambar perkara-perkara duniawi dan jatuh.
  3. Tindakan keliru, pakai pikiran dan akal sendiri tetapi tidak hati-hati, melainkan menurut daging, akibatnya jelek sekali yaitu tindakan-tindakan yang keliru seperti Ribkah, Yakub dll. Kalau dibandingkan dengan tindakan Nikodemus, tindakan ini ngawur dan celaka.
  4. Tertipu Iblis seperti Hawa, Korah cs, orang-orang ini berbuat kesalahan yang tragis dan binasa.

DARI antara reaksi ini, yang No.2 (cara akal) adalah yang terbaik untuk cara manusiawi, tetapi ini justru menghalang-halangi untuk menembus pembatas untuk naik lebih tinggi ke no.1 (dipimpin Roh). Sebetulnya bagi orang-orang ini (Nikodemus, Barak, anak sulung) sudah disediakan hal-hal yang lebih baik, bahkan yang tidak terbatas. Tetapi mereka tidak mempunyai iman untuk berani mentaati Firman Tuhan sepenuh-penuhnya, selalu mencari langkah-langkah pengamanan dengan pikirannya sendiri, dengan kekuatannya sendiri, tidak mempercayai Tuhan sepenuhnya, sehingga apa yang disediakan Tuhan,berlalu begitu saja dengan sia-sia.
Kita harus mengerti Firman Tuhan sampai jelas dan yakin, lalu dengan pimpinan dan kuasa Roh kita harus bertindak dengan iman, baru kita bisa menembus batas-batas manusiawi ini dan menerima yang lebih besar dari Tuhan! Jangan ketaatan kita dibatasi oleh pikiran kita sendiri.Peganglah janji-janji Firman Tuhan dan tekunlah berdoa dalam Roh, supaya iman kita dikuatkan sehingga bisa taat dengan iman. Jangan menuruti pikiran dan kekuatan sendiri saja, itu maksimal hanya menghasilkan hasil seperti Nikodemus dan Barak. Apalagi kalau dicampur dengan perasaan hati, takut atau emosi, itu bisa menghasilkan tindakan yang ngawur seperti Ribkah dan biasanya setan juga ikut bekerja sehingga timbul keinginan yang salah, mabuk, benci dll, maka ia akan menjadi mangsa iblis seperti burung layang-layang itu, masuk jerat setan dan akhirnya binasa. Tindakan ini sungguh-sungguh celaka seperti yang ditakuti Nikodemus, Barak dan anak sulung. Tetapi kalau kita mau minta pertolongan Tuhan dan taat seperti Daud akan Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus, kita akan mengalami hal-hal yang lebih dari biasa, ilahi dan penuh dengan berkat yang sekarang dan yang kekal, seperti Goliat yang dikalahkan Daud.

II. JUJUR  TETAPI  TERBATAS

Yoh 7:50-53 Maka bertanyalah Nikodemus (seorang dari mereka itu yang datang dahulu kepada Yesus), kepada mereka itu, demikian, “Adakah Taurat kita menghukumkan orang, sebelum didengar apa yang dikatakannya, dan diketahui apa yang diperbuatnya?” Lalu menjawablah mereka itu serta berkata kepadaNya, “Engkau pun dari Galileakah? Selidikilah dan amatilah, bahwa dari Galilea itu tiada terbit seorang nabipun.” Maka masing-masing pun pulang ke rumahnya. (TL)
Di sini Nikodemus lebih berani membela Putra manusia Yesus. Nikodemus melihat teman-temannya (orang Parisi dan imam-iman)emosi karena penuh dengan kebencian. Sebab itu Nikodemus dengan berani mengingatkan kesalahan mereka supaya memeriksa Putra manusia Yesus lebih dahulu. Tetapi orang-orang Parisi ini juga cerdik dan memukul kembali dengan pertanyaan yang tidak dapat dijawab semua orang termasuk Nikodemus. Sayang, Nikodemus masih tetap terbatas, tidak bisa menjawab kembali pertanyaan orang-orang Parisi lainnya.Memang tidak ada nabi terbit dari Galilea, sebab rahasia ini masih tertutup, padahal Yesus lahir dari Bethlehem, Yudea bukan di Galilea. Coba Nikodemus dipimpin Roh, ia bisa menjawab seperti Stefanus Kis 6:10. Juga Daud bisa menjawab pertanyaan Saul. Begitu pula Yusak, Kaleb, Hizkia, sebab mereka mendapat pimpinan hikmat dan kuasa ilahi, sehingga mereka tetap tidak ragu-ragu melangkah dengan drastis mentaati Firman Tuhan. Tetapi Nikodemus hanya bertindak hati-hati sesuai dengan kemampuan manusiawi, tanpa Allah banyak ikut campur, sebab itu ia tetap tidak bisa menembus batas manusiawinya sehingga terus terkotak dalam batas-batas manusiawinya, tetapi terbang rendah!

III. AKHIR  CERITA  NIKODEMUS

Sesudah meninggalkan Putra manusia Yesus, waktu malam Nikodemus meningkat hanya sedikit sebab memakai kekuatan sendiri. Ia berjalan dengan perhitungan bukan dengan iman. Tiba-tiba ia mendapatkan Putra manusia Yesus dihukum mati, ia tidak berdaya, Ia membela Putra manusia Yesus, tetapi sudah mati. Ia hanya membawa 100 kati rempah-rempah untuk Kristus yang sudah mati.
Yoh 19:39-40 Maka Nikodemus (yang dahulu mendapatkan Yesus pada malam) datanglah juga, serta membawa suatu campuran mur dan gaharu,  sekira-kira seratus kati beratnya. Lalu mereka itu mengambil mayat Yesus, dan mengapankan dengan kain kapan beserta dengan rempah-rempah itu, sebagai adat orang Yahudi menguburkan. (TL)
Memang cerita Tuhan Yesus tidak habis sampai di sini, tetapi cerita Nikodemus sudah habis. Nikodemus adalah orang benar, baik, penuh perhitungan, sebab itu ia sangat hati-hati, tetapi kurang iman. Ini menjadi pelajaran bagi kita supaya keluar dari kotak kemampuan manusiawi kita, jangan dibatasi terus oleh pikiran dan perhitungan kita sendiri, tetapi percayalah akan Firman Tuhan. Minta tolong Tuhan, berdoalah terus didalam Roh, belajar Firman Tuhan, maka kita akan bisa terbang tinggi seperti burung Rajawali seperti Daud, Yusak, Kaleb dll.

K E S I M P U L A N

Tuhan menyediakan perkara-perkara besar jasmani dan rohani bagi umatNya. Dia sanggup dan rindu memberi hal-hal besar lebih dari pada hasil manusia biasa. Seharusnya orang Kristen bisa mencapai perkara-perkara besar dalam semua segi hidupnya. Dalam segala segi hidup Allah sanggup memberikannya dan sudah menyediakannya seperti contoh dalam Nikodemus, Barak dan anak sulung. Dari perbedaan dengan Daud, Yusak, Kaleb, Paulus, Hizkia dll kita melihat bahwa sebetulnya kalau Tuhan sudah menyediakan berkat itu, kalau Tuhan sudah memberi kesempatan (bisa mengerti, menangkap maksud Tuhan) kita juga bisa mencapainya kalau mau bersandar pada Tuhan. Tetapi kita harus hidup dengan  iman untuk menerima perkara-perkara yang lebih besar dari Tuhan. Dalam dunia yang makin sulit dan jahat, kalau kita tidak bisa menembus batas manusiawi itu, maka dengan kekuatan sendiri kita tidak akan tahan dan jatuh atau undur dari Tuhan!
Untuk itulah Firman Tuhan, baptisan Roh Kudus dan berjalan dalam Roh dan persekutuan tubuh Kristus diberikan pada umatNya supaya bisa mencapai hal-hal yang lebih dari normal sehingga bisa bertahan bahkan bisa meningkat terus sampai tidak terbatas, sesuai dengan janji Tuhan sampai menjadi seperti Kristus. Benar dan hati-hati seperti Nikodemus itu baik, tetapi tidak cukup untuk akhir zaman, tidak cukup untuk menghadapi tantangan tantangan yang dahsyat. Harus berani melangkah dengan iman (ini langkah-langkah drastis). Jangan nekat dari diri sendiri, tetapi dengan iman dan kuasa Roh Kudus. Terbanglah tinggi seperti burung Rajawali dalam pimpinan Roh Kudus sesuai dengan Firman Tuhan, maka rencana Allah yang indah dan tinggi-tinggi akan kita alami dengan iman. Dan ini semua hanya mungkin dengan bantuan ilahi. Berdoa, selalu, penuh dan dipimpin Roh, tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, dan selalu terikat dalam persekutuan tubuh Kristus, maka Roh Kudus akan membawa kita terbang makin tinggi dalam rencana-rencanaNya yang ajaib, dalam kuasa Roh Kudus.