Perbedaan Tumbuh dan Pulih

I. DEFINISI:

Tumbuh

adalah proses yang wajar, normal dari orang yang sehat (lebih jelas pada kanak-kanak yang sehat) baik dalam hal-hal lahiriah (berat badan bertambah, fungsi berkembang, juga segala macam kemampuan dll) dan dalam hal batiniah (kepintaran, perasaan, pikiran yang dewasa dan lain-lain)
Begitu juga rohani kita, kalau sehat akan tumbuh. Rohani yang sehat itu berarti terus menerus hidup dalam kesucian ilahi!
Kalau rohani kita tumbuh, maka akhirnya (targetnya) akan menjadi seperti Kristus 1Kor 11:1, 1Yoh 3:2, Efs 4:13.
Tuhan sangat mengharapkan kita bertumbuh, sebab orang yang tidak bertumbuh, itu berarti rohaninya sakit, ada yang tidak beres, dan itu tidak baik, harus segera dibereskan!

Pemulihan

adalah proses kembali seperti semula, sebelum terjadi kerusakan. Dengan singkat pulih berarti kembali seperti semula.

Jadi dalam pemulihan itu terdapat kerusakan, kejatuhan,  kehancuran, sakit dan bermacam- macam kerusakan lainnya.
Misalnya satu rumah kena banjir, kena gempa, hancur, lalu  dibangun kembali sampai menjadi baik seperti semula, itu arti  pemulihan, kembali seperti semula. Jadi sebetulnya  pemulihan itu suatu kemunduran, sebab kembali seperti  semula (set back).
Begitu juga secara rohani, pulih itu diperlukan kalau seorang jatuh dalam dosa atau terikat di dalam dosa, maka ia mengalami kerusakan-kerusakan Pkh 9:18 dan kalau dibiarkan ia akan binasa dalam dosanya Rum 6:23.
Seorang yang tinggal tetap dalam dosanya, tidak bisa tumbuh imannya; harus bertobat lebih dahulu, lalu dipulihkan dan sesudah kembali hidup dalam kesucian, baru ia bisa bertumbuh lebih lanjut.

Tidak boleh keras hati dalam dosa, harus segera bertobat, hari ini juga, yaitu pada saat ia sadar.
Ibr 3:13 melainkan bernasehat-nasehatlah sama sendirimu tiap-tiap hari, selagi disebut orang “Hari ini”; supaya jangan seorang pun daripada kamu menjadi keras hati dengan tipu daya dosa. (TL)
Ibr 3:15 sedangkan sudah tersurat: Pada hari ini, jikalau kamu mendengar suaranya, janganlah kamu mengeraskan hatimu seperti pada masa Penggusaran. (TL)

Jangan terus tinggal dalam kejatuhan, dalam dosa, itu bukan kehendak Tuhan, bangun!
Maz 37:24 Maka jikalau ia jatuh sekalipun, tiada ia tinggal terhantar, karena Tuhan memegang tangannya. (TL)
Dalam grafik ini tampak bahwa tumbuh itu berada dalam grafik yang sehat, yang suci, tetapi pemulihan itu diperlukan kalau ia jatuh atau terikat dalam dosa.
Tampak jelas dari sini bahwa adalah kehendak Allah bagi kita untuk tumbuh terus, bukan untuk dipulihkan berulang-ulang.
Kalau terus menerus dipulihkan, itu tidak baik dan berbahaya, sebab orang seperti ini hidup dalam dosa, tidak sehat dan keadaan rohani seperti ini tidak bisa tumbuh, justru makin merosot, makin terjerat dalam dosa. Rohaninya lemah, tidak kuat, mudah jatuh dalam dosa-dosa lainnya juga dan akhirnya undur dari Tuhan, Neraka tempatnya!

II. Contoh-contoh Perbedaan Tumbuh dan Pulih

Seorang anak yang sehat akan terus tumbuh menjadi dewasa. Tetapi anak yang sakit, apalagi parah, perlu kesembuhan bukan pertumbuhan. Sesudah sembuh baru kemudian ia bisa tumbuh kembali dan harus mengejar ketinggalannya.

Kalau seorang anak berulang-ulang sakit, maka setiap kali ia membutuhkan kesembuhan dan tentu ini mengganggu pertumbuhannya. Apalagi kalau terus menerus sakit-sakitan, maka setiap kali ia perlu disembuhkan kembali sampai sehat baru bisa tumbuh lagi. Setiap kali sakit, ada resiko tidak sembuh atau lambat sembuh sehingga tidak bisa dipulihkan kembali, sekalipun ingin, ia menjadi cacat atau mati.
Ingat Simson sesudah dicukil matanya, perlu dipulihkan kembali, tetapi ia tidak bisa dipulihkan penuh, kesehatan tubuhnya pulih paling-paling hanya 5-10% saja, sebab ia tetap cacat, buta.
Pasti orang tua tidak ada yang suka anaknya sakit-sakitan terus, itu pasti tidak baik, berbahaya dan celaka.

  • Jangan sakit-sakitan.
  • Jangan ingin dipulihkan terus menerus, jangan ingin disembuhkan terus menerus, itu berarti terus menerus sakit lagi, cukuplah sakit satu kali saja. Kalau bisa tidak pernah sakit, apalagi sakit yang dahsyat-dahsyat itu.

Sebab itu kita harus memelihara hidup ini supaya tetap sehat dan usahakan supaya bisa tumbuh terus menerus, bukan berulang-ulang sembuh!
Begitulah orang beriman, tidak baik kalau terus ingin dipulihkan, tetapi hidup rohani harus dipelihara dalam kesucian!
Banyak nyanyian-nyanyian rohani terus berulang-ulang minta dan mengharapkan dipulihkan. Kalau sudah jatuh dalam dosa, apa boleh buat, perlu dan harus dipulihkan. Tetapi kita harus menjaga diri supaya jangan sampai sakit, jangan sampai jatuh sehingga tidak lagi perlu dipulih-kan tetapi terus tumbuh sampai akhirnya menjadi seperti Kristus. Orang yang sehat dan tumbuh rohaninya itu bisa berkarya, bisa melakukan kehendak Tuhan sehingga makin tumbuh dan pahalanya makin banyak disimpan di Surga.

Pertumbuhan kita ini cukup panjang dan jauh, yaitu sampai menjadi sempurna seperti Kristus. Sebab itu pelihara hidup rohani ini di dalam kesucian supaya bisa tumbuh terus.
Kalau seorang jatuh dalam dosa, maka ia tidak bisa tumbuh, tetapi ia harus bertobat dan sesudah itu dipulihkan, baru bisa tumbuh lagi. Sebab itu sesudah jatuh dalam dosa, jangan berdosa lagi!
Yoh 8:11 Jangan berdosa lagi, ini yang diminta dan diharapkan Tuhan.
Yoh 5:14 Jangan berdosa lagi supaya jangan engkau melihat hal yang lebih dahsyat.
Sesudah dimerdekakan dari dosa:

  • Yes 1:16 Jangan diperhamba dosa lagi.
  • Gal 5:1 sekali merdeka tetap merdeka.
  • Maz 119:11,9 Peliharakan diri dari hidup yang salah, dosa dan kejahatan.
  • Kis 2:42 Pelihara hidup supaya tetap dalam kesucian.
  • Maz 119:105 Jangan salah jalan, terangi dengan Firman Tuhan.

Orang yang terus menerus jatuh dalam dosa, maka rencana Allah di dalamnya merosot dan akhirnya rusak, sehingga kalau toh selamat, seperti orang menerusi api saja 1Kor 3:15. Israel terus menerus bersungut-sungut kepada Tuhan, akhirnya batal masuk Kanaan Ibr 3:16-19. Juga Musa batal masuk Kanaan sebab berdosa di air Meriba Ul 32:50-52.
Ada seseorang yang sangat ingin menjadi pilot dan kemudian diterima di sekolah penerbangan. Tetapi sebab berulang-ulang sakit dan opname di Rumah Sakit, bahkan setiap tahun selalu sakit dan makin parah, opname berulang-ulang, akhirnya ia gagal dan di drop-out dari sekolahnya.
Inilah orang yang terus menerus sakit dan dipulihkan, akan gagal dan batal dalam pelaksanaan rencana Allah yang indah-indah.

Kalau tidak cacat, tidak perlu direhab, ia akan tumbuh  biasa. Sebab itu jangan keras hati dalam dosa sampai  cacat seperti Simson, tetapi sungguh-sungguh bergumul  memelihara kesucian.

Contoh lahiriah: Suatu perusahaan yang modalnya  100 milyar dan setiap  tahun bisa dapat untung bersih  10%  (=10 milyar).

Sesudah ia jatuh dan bangkrut, kemudian sesudah 10  tahun ia pulih kembali; ini berarti ia kembali seperti keadaan semula yaitu mempunyai modal 100 milyar dan setiap tahun bisa untung bersih 10% (=10 milyar).
Kalau ini belum tercapai, maka ia belum dipulihkan sepenuhnya. Ia pulih kalau keadaannya sama seperti semula, sebelum bangkrut.
Untuk pemulihan ini tentu membutuhkan waktu, disini 10 tahun, baru sesudah itu ia bisa kembali seperti semula. Tetapi sebetulnya kalau perusahaan itu tidak jatuh, maka dalam 10 tahun ia sudah menjadi lebih besar lagi dengan keuntungan bersih 10% per tahun, maka modalnya menjadi lebih dari 259,37 milyar.
Tahun I: 100 + 10% = 110
Tahun II: + 10%= 121
Tahun III: + 10%= 133,1
Tahun IV :+10% =146,4 1
Tahun V: + 10% = 161,05
Tahun VI: + 10% = 177,16
Tahun VII:+ 10%= 194,87
Tahun VIII:+ 10% = 214,36
Tahun IX:+ 10% = 235,79
Tahun X:+ 10% = 259,37
Lebih-lebih kalau ada tahun-tahun dengan keuntungan lebih dari 10%, mungkin sudah menjadi 300 milyar.
Jadi kalau tidak jatuh, sesudah 10 tahun modalnya menjadi 260 milyard atau lebih, padahal sekarang sesudah pulih dalam 10 tahun, modalnya hanya kembali menjadi 100 milyard. Pulih itu (sekalipun sudah kembali seperti semula) tetap rugi (rugi banyak!) diban-dingkan kalau tidak jatuh dan tidak perlu pemulihan.
Dalam pemulihan, orang sudah puas kalau bisa kembali seperti keadaan sebelum kena kerusakan itu, tetapi sebetulnya dengan pemulihan, sampai kapan pun tidak bisa kembali seperti kalau tidak bangkrut/ rusak.

  • Pemulihan itu betul-betul sulit, apalagi secara rohani.
  • Pemulihan itu sulit dan banyak rugi. Untuk betul-betul pulih dalam arti segala-galanya itu tidak mudah.

Kalau seorang beriman jatuh dalam dosa, lalu bertobat dan ia berhasil dipulihkan, maka ia berada kembali dalam posisi semula sebelum ia jatuh, baik keadaan rohaninya, kemampuannya, talenta-talentanya, semangatnya, hubungan-hubungannya, pengurapannya, kasihnya, dan sebagainya, semua segi dipulihkan seperti semula termasuk nama baiknya yang sulit dipulihkan (kecuali dalam Surga Bumi Baru, sebab orang selalu ingat bahwa ia ex penipu, ex pembunuh, ex penzinah, ex pengkhianat, dan sebagainya).
Andaikata semua segi sudah bisa dipulihkan, tetapi kalau seorang temannya bertemu orang ini, dalam hatinya secara spontan masih mungkin menyebutnya sebagai ex ini dan ex itu, suatu cacat!

Kalau Allah sudah mengampuni, Ia tidak lagi mengingat dosa-dosa itu, semua sudah lenyap oleh darah Yesus; tetapi akal, otak manusia ini biasanya masih mengingatnya kembali setiap kali, ini baru hilang total, di dalam Surga Bumi Baru.
Sebab itu memang yang paling baik ialah tidak sampai jatuh sehingga tidak perlu dipulihkan, tidak membutuhkan pemulihan.
Seharusnya orang Kristen itu tumbuh, itu kehendak Allah, bukan dipulihkan, apalagi terus menerus dipulihkan, itu bukan kehendak Allah.
Tumbuh itu indah. Kalau kita memperhatikan gambar grafik ini, kita akan mendapatkan dan mengerti bahwa beda antara tumbuh dan pulih itu banyak dan besar sekali.
Kalau seseorang tumbuh, maka yang diingat orang-orang sekitarnya ialah:

  • Dahulu ia masih kanak-kanak rohani, sekarang sudah dewasa.
  • Dahulu masih belum sanggup, sekarang sudah sanggup, dahulu belum bisa dibebani tugas-tugas tertentu, apalagi sebagai pemim-pin, sekarang sudah bisa.
  • Dahulu belum, sekarang sudah bisa.

Ini perkembangan orang yang tumbuh, suatu kesaksian yang baik, tetapi pemu-lihan itu lain. Dahulu baik, lalu rusak, tetapi kemudian, sekarang kembali menjadi baik. Ini bukan suatu kesaksian hidup orang beriman yang baik, namun baik sebagai kesaksian pertobatan.
Sebab itu jauh lebih baik, kalau kita tumbuh daripada dipulihkan. Kesaksian pemulihan itu bukan kesaksian yang baik, meskipun sekarang sudah lumayan  lagi.
Kalau kita tumbuh itu kesaksian yang baik, itu hidup yang baik, karena itu kita perlu belajar untuk mengerti tentang pemulihan ini baik-baik supaya jangan jatuh, tetapi tetap hidup dalam kesucian dan tumbuh. Jangan gampang-gampang berdosa, bertanya-tanya akan Tuhan dahulu sebelum mau maki-maki (pasti Tuhan menegahkan dan bicara, asal masih bisa mendengar suara Tuhan, kalau kita ngotot dan emosi, tidak bisa mendengar suara Tuhan. Tetapi kalau mau berdoa sebelum berbuat salah, bisa batal, atau paling sedikit ada rem yang cukup). Sebab itu berdoalah lebih dahulu, berseru kepada Tuhan (meskipun hanya di dalam hati), sebelum terdorong untuk berkelahi, sebelum mau berbuat jahat atau mengambil tindakan yang salah, sebelum berbuat sesuatu yang melawan Tuhan, yang Tuhan tidak berkenan, sebab sesudah itu pemulihannya berat.

Sebisa-bisanya bertobat satu kali saja, sesudah itu jangan berdosa lagi Yoh 8:11, tetapi tumbuh. Ada dua mobil, dari luar sama-sama bagus, tetapi satu keluar dari pabrik (baru), yang lain keluar dari bengkel (sesudah tabrakan, ringsek lalu diperbaiki, diken-ting). Pasti  yang keluar dari bengkel harganya jauh lebih murah. Begitu orang yang tumbuh (keluar dari pabrik) dan yang pulih (keluar dari bengkel). Peliharalah hidup ini baik-baik supaya bisa tumbuh dan sesedikit mungkin dipulihkan!

III. UNTUNG RUGI  TUMBUH DAN PULIH

1. SUKACITA

Kesukaan orang tumbuh dan pulih itu lain. Orang yang tumbuh seperti pohon itu akan berbuah-buah dan itu bisa dinikmati dengan rasa bahagia, sukacita tanpa kepahitan. Tetapi kesukaan orang pulih itu sesudah mengalami kepahitan, akhirnya lepas, keluar dari kepahitan, lega. Kesukaannya lain, sesudah lepas dari kepahitan!.

Contoh: Orang Israel bersukacita sesudah berhasil  memulihkan Kaabah, campuran antara sukacita dan  tangisan.
Ezra 3:11-13 Maka menyanyilah mereka itu ganti-  berganti, sambil memuji-muji dan mengucap syukur  kepada Tuhan, sebab mahabaiklah Ia dan kemurahanNya atas orang Israel kekal sampai selama-lamanya. Maka segenap orang banyakpun bersorak-soraklah amat gempita tatkala dipuji-puji oranglah akan Tuhan dari karena telah dibubuh alas rumah Tuhan. Tetapi banyaklah imam dan orang Lewi dan penghulu bapa-bapa, yang sudah tua dan yang sudah tahu melihat rumah yang dahulu itu, apabila alas rumah ini adalah di hadapan matanya, menangislah mereka itu dengan suara yang nyaring, sementara orang banyak itu bersorak ramai-ramai dari sukacita hatinya. Sehingga tiada dapat dibedakan lagi oleh orang banyak antara bunyi sorak kesukaan dengan bunyi tangis orang itu, karena orang banyak itupun bersoraklah dengan ramai- ramai, sehingga kedengaranlah bunyinya dari jauh. (TL)

2. WAKTU

Proses ini (dari jatuh sampai dipulihkan kembali) terdiri  dari 4 bagian, dan lama masing-masing bagian tidak sama  pada setiap orang dan pada setiap kasus, tergantung dari  banyak hal (yaitu keras hati, pengertian Firman Tuhan,  kesungguhan bertobat, penyangkalan diri, dukungan  saudara-saudara seiman, sudah sering atau baru satu kali,  dan seterusnya).

1. Jatuh dalam dosa, bisa pelan- pelan, bisa langsung jatuh dengan cepat.
2. Keras hati di dalam dosa, itu juga tergantung dari orangnya.
3. Pertobatan kembali biasanya segera, sebab yang berlambatan biasanya batal lagi. Seharusnya kalau seorang sadar ia berdosa, langsung saat itu juga harus bertobat Ibr 3:15.
4. Pemulihan juga tergantung dari ba-nyak hal, biasanya lebih lambat dari masa kejatuhannya.
Semua waktu ini (1+2+3+4)  yang hilang karena merosot sampai jatuh dan sampai bertobat kembali, ditambah lagi dengan waktu untuk pemulihan (seringkali butuh waktu lama), itu cukup lama dan ini merupakan waktu yang terbuang sia- sia; bahkan membuat banyak rencana yang indah, pahala dan pertumbuhan juga batal, orang yang jatuh itu rugi banyak!

Sebaliknya kalau hidup rohani dipelihara sehingga selalu hidup dalam kesucian, maka waktunya tidak ada yang terbuang, bisa dipakai baik-baik untuk tumbuh, lebih-lebih kalau dipimpin Roh, sehingga bisa menebus waktu Efs 5:16 dan hidup lebih efisien, maka hidup ini akan mencapai banyak perkara-perkara yang besar dengan Tuhan Maz 60:14 sehingga hidup menjadi berarti dan menjadi berkat bagi semua orang di sekitarnya.

3. TINGKAT ROHANI DAN PAHALA


Kalau seorang bertumbuh dalam kesucian, tingkat  rohaninya makin meningkat tinggi (itu indah di hadapan  Tuhan) dan orang seperti ini (istimewa oleh pimpinan Roh  Kudus) bisa memakai setiap kesempatan yang  didapatinya, sehingga pahalanya makin banyak tersimpan  baginya di Surga, seperti carang yang terus lekat pada  pokok akan makin lebat berbuah-buah Yoh 15:5-8.
Orang yang jatuh dan hidup dalam dosa, tingkat  rohaninya merosot banyak dan orang seperti ini, (ditinggalkan Roh Kudus), tidak bisa melakukan kehendak Tuhan dan tidak bisa memakai setiap kesempatan yang didapatnya, sehingga pahalanya sedikit sekali atau tidak ada dan kalau tidak mau bertobat sampai mati, akhirnya akan binasa.
Misalnya Gehazi, seharusnya bisa menjadi nabi, karena tidak mau melepaskan percintaan akan uang, ia menjadi kusta.
Nuh yang mula-mula meningkat terus, seharusnya menjadi sempurna, tetapi sebab mabuk anggur (kesukaan duniawi) akhirnya tidak menjadi apa-apa dan tidak ada ceritanya lagi.
4. RENCANA ALLAH

Misalnya Yusuf yang memelihara dan mempertahankan  kesuciannya (meskipun di dalam penderitaan yang sangat  hebat dan berlarut-larut), maka Roh Tuhan selalu  menyertainya, sehingga ia terus tumbuh dan akhirnya  sampai pada puncak rencana Allah yang begitu indah dan  ajaib. Tetapi bangsa Israel yang keluar dari Mesir, sebab  terus menerus bersungut-sungut dan jatuh dalam dosa  berulang-ulang kali, rencana Allah bagi mereka akhirnya  batal dan mereka mati berserakan di padang gurun. Beda sekali antara nasib orang yang tumbuh dan yang jatuh berulang-ulang, (sehingga memerlukan pemulihan).

5. CACAT


6. RESIKO UNDUR

Orang yang ingin dipulihkan terus sebab jatuh berulang-  ulang, itu hidupnya sudah terjerat oleh tipu daya iblis  (yang meyakinkannya bahwa ia pasti akan  berdosa terus  menerus) dan kesukaan dosa Luk 5:39, Pkh 12:1, sulit  dipulihkan, lemah dan resiko undur sangat besar.
Tetapi mereka yang terus tumbuh sehingga tidak perlu  pemulihan, biasanya resiko undur itu kecil sekali.
Resiko yang besar itu dekat dengan kebinasaan kekal  seperti Lot, Yudas, Saul, Absalom dsb.
Kalau resikonya kecil sebab sungguh-sungguh cinta Tuhan, Tuhan sanggup menyelamatkan Dia sampai akhirnya Ibr 7:25, masuk dalam kemuliaan yang kekal.

Contoh dalam hal uang:
Misalnya seorang yang biasanya kalau berjualan selama satu bulan mendapat untung
Rp. 2.000.000,- kemudian sakit selama satu bulan dan membutuhkan setengah bulan untuk bisa pulih kembali, sehingga bisa berjualan lagi, maka bedanya antara sakit dan tidak adalah sebagai berikut:
1,5 bulan tidak bekerja, rugi 1,5 X 2 juta = 3 juta, ongkos berobat masuk rumah sakit Rp. 7 juta. Jadi total rugi 10 juta karena sakit; 1,5 bulan kalau tidak sakit, maka ia tidak rugi, melainkan mendapat untung 3 juta selama 1,5 bulan kerja.
Dari semua ini tampak jelas betapa ruginya orang yang jatuh lalu mengharapkan pemulihan (dengan susah payah); jauh lebih mudah, lebih indah dan lebih untung kalau kita hidup dalam kesucian dan tidak jatuh dalam dosa.
Kalau kita berjalan dengan Tuhan, tetap lekat dalam pokok anggur, terus menerus taat dipimpin Roh, kita bisa hidup suci senantiasa, sebab ini adalah kehendak Tuhan dan kalau kita mau, Dia mampu memimpin kita dalam kesucian!

IV. BERAPA SERING  PEMULIHAN  DIPERLUKAN ?

Bilamana dan berapa banyak seorang beriman perlu pemulihan? Apakah setiap hari? Setiap minggu? Ada banyak lagu-lagu pemulihan yang dinyanyikan setiap minggu, bahkan setiap hari. Apakah ini perlu?
Gereja itu terdiri dari bermacam-macam orang, apalagi kalau banyak orang berhimpun, ada yang memerlukan pemulihan, ada yang tidak; sebab itu kalau di Gereja kita menyanyikan pemulihan itu tidak salah. Tetapi sebetulnya berapa banyakkah kita memerlukan pemulihan?
Pemulihan diperlukan sesudah seorang bertobat, dilepaskan dari dosa-dosa atau ikatan-ikatannya. Sebab setiap dosa  mengakibatkan kerusakan-kerusakan rohani dan jasmani (Pengkh  9:18) kecil atau besar, ada yang kecil sekali sehingga bisa pulih sendiri waktu bertobat, tetapi ada juga kerusakan-kerusakan besar yang sulit diperbaiki kembali, bahkan ada yang tidak bisa diperbaiki lagi (Dan 9:27 TL & bhs Ingg), itu tergantung dari macam dosanya, lamanya tinggal tergeletak dalam dosa, keras hati dan banyak faktor-faktor lainnya.
Jadi berapa sering pemulihan diperlukan ?
Itu tergantung dari:
A. PRIBADI ORANG ITU.
Ada orang yang jatuh satu kali sudah jerah (kapok), sungguh-sungguh bertobat dan tidak lagi jatuh sepanjang umur hidupnya seperti Daud. Orang seperti ini hanya sesekali perlu pemulihan. Memang ini yang diharapkan Tuhan dari orang-orang yang jatuh Yoh 8:11. Tetapi ada orang yang “kapok lombok”, yaitu sudah bertobat, jatuh lagi, minta ampun lagi, begitu terus berulang-ulang jatuh bangun dalam dosa. Berulang- ulang bertobat kembali, juga perlu berulang-ulang kali dipulihkan, tetapi justru orang- orang seperti ini sulit dipulihkan (imannya sudah luntur, dari pengalaman dan kelemahannya, ia merasa bahwa tidak lama lagi ia akan jatuh lagi); dosa-dosanya itu makin lama makin mengikat dan orang yang tidak sungguh-sungguh bertobat seperti ini, besar kemungkinannya bahwa satu kali ia bisa undur dan binasa.
Jadi, berapa sering seorang perlu pemulihan, itu tergantung dari kesungguhan pribadi orang itu sendiri.
B. TERGANTUNG DARI TINGKAT ROHANINYA
Tabut atau Kemah Suci adalah bayangan dari Kerajaan Surga di atas bumi (Ibr 8:5) yang dibuat Musa. Di dalamnya ada tingkatan-tingkatan tertentu dan hanya orang-orang tertentu yang boleh masuk ke dalam tingkat tersebut. Ini menjadi suatu gambaran, suatu ukuran rohani yang tepat dan cukup teliti untuk mengukur tingkatan rohani kita.
Skema di atas menceritakan tingkatan-tingkatan tersebut.

a. Tingkat Halaman.
Halaman ini mempunya dua arti, yaitu:
1. Fase kanak-kanak.
Ini normal, orang yang baru percaya lalu tumbuh,  harus lewat Halaman, yaitu fase kanak-kanak ->>  kalau terus tumbuh, ia akan menjadi dewasa. Biasanya  tingkat kanak- kanak yang normal ini tidak boleh terlalu lama dan orang yang tumbuh wajar akan cepat meninggalkan tingkatan kanak-kanak ini Ibr 5:12; 6:1, 1Kor 13:11.
2. Kristen Halaman.
Pengertian yang kedua ini tidak kita pakai, yaitu orang yang tidak tumbuh, macet pertumbuhannya, tetap di Halaman. Ini disebut Kristen Halaman –>> tidak tumbuh. Orang seperti ini sering jatuh bangun dalam dosa. Ini tidak wajar, ini rohani yang sakit atau cacat. Hidup rohani kita harus dipelihara, jangan sampai jatuh lagi. Karena itu perlu dijaga, diberi makan baik-baik. Sesudah bertobat, kita harus tumbuh terus, masuk dalam Ruangan Suci, hidup penuh dan dipimpin oleh Roh supaya tidak bolak balik jatuh dan tidak bolak-balik perlu pemulihan.
Kadang-kadang timbul dosa dan dosa itu selalu mulai dalam pikiran, tetapi itu sudah dosa, harus segera bertobat supaya tidak terjadi akibat-akibat yang besar. Harus dicamkan bahwa dosa itu meskipun masih dalam pikiran itu sudah dosa.
Kalau seorang berdosa, rohaninya terganggu, biarpun dalam pikiran, hubungan dengan Tuhan jadi kritis, hidup tidak lagi efisien, sejahtera tidak ada, hatinya sumpek, tidak ada damai. Lebih lama dan lebih dahsyat dosa itu, lebih banyak kepincangan dalam hatinya, juga kerugian- kerugian dalam hidupnya. Karena itu orang beriman harus memelihara hidup dalam kesucian sampai dalam pikiran. Dan yang paling baik jangan sampai berbuat dosa.
Berapa banyak orang-orang Halaman ini perlu dipulihkan?
Orang Halaman perlu sering dipulih-kan sebab orang Kristen Halaman (orang-orang  yang macet atau tidak tumbuh rohaninya), biasanya sesudah ia bertobat dari kejatuhannya, mereka tetap di Halaman, sehingga besar kemungkinannya akan jatuh lagi dan perlu bertobat lagi, lalu dipulihkan lagi, begitu terus menerus! Seharusnya sesudah bertobat seseorang harus menjaga dan memelihara hidup rohaninya supaya tumbuh dan tidak sampai berdosa kembali. Kalau ia tumbuh masuk dalam Ruangan Suci, maka ia tidak lagi akan sering jatuh ba-ngun dalam dosa dan dengan demikian tidak perlu berulang-ulang bertobat dan dipulihkan.
b. Tingkat Ruangan Suci.
Selama orang ini berjalan dalam Ruangan Suci, berjalan dengan Tuhan, taat dipimpin Roh, maka ia tidak akan sampai jatuh dan tidak perlu pemulihan. Biasanya kalau timbul dosa, mulai di dalam pikiran, ia harus segera bertobat, dosa dalam pikiran itu harus segera dibuang, maka hampir-hampir tidak sampai timbul akibat besar dan tidak terlalu memerlukan pemulihan.
Memang tetap rugi, sebab selama timbul dosa dalam pikiran, maka hidup rohaninya terganggu, kacau, gelisah, tidak efisien dan tidak tenang (ia merosot ke Halaman, sebab dalam tingkatan Ruangan Suci tidak ada dosa, sekalipun hanya dalam pikiran).
Selama hidup rohaninya terganggu, juga efisiensi kerjanya menjadi rendah atau samasekali tidak efisien, dan ia rugi sebab kehilangan beberapa buah-buah yang seharusnya ada kalau ia tetap hidup dipimpin Roh. Ini tergantung dari berapa lama ia bertobat kembali dalam pikirannya, kalau sebentar, ruginya kecil, kalau lama, pasti rugi lebih banyak dan dosanya bisa tumbuh, makin meningkat, bisa timbul dalam kata-kata atau perbuatan dan sudah tidak lagi di dalam pikiran dan resikonya lebih banyak lagi.
Memang yang lebih baik, segera ada dosa, segera bertobat dan yang terbaik jangan sampai berbuat dosa.
Kalau orangnya sungguh-sungguh ikut Tuhan dan tingkatan rohaninya di dalam Ruangan Suci (bisa hidup dalam kesucian, penuh dan dipimpin Roh) maka ia tidak sering berdosa dan sebab itu juga tidak sering membutuhkan pemulihan. Sekalipun tingkatan rohaninya sampai di Ruangan Suci tetapi kalau orangnya kurang sungguh-sungguh ikut Tuhan, bisa saja ia merosot atau jatuh berkali-kali, kembali ke Halaman dan sebab itu perlu pemulihan lagi berkali-kali.

c. Tingkat Ruangan Maha   Suci.
Di sini sama sekali tidak lagi diperlukan pemulihan, sebab mutlak tidak bisa berdosa lagi. Memang ini yang terbaik dan menjadi target bagi kita semua.
(Juga orang Luar Halaman tidak perlu dipulihkan, sebab mereka tidak membutuhkannya, mereka hidup terus menerus di dalam dosa dan tidak terpikir untuk bertobat dan memang mereka tidak pernah sebelumnya  mempunyai tingkat hidup yang suci, tetapi selalu dan terus menerus dalam dosa, sebab itu tidak membutuhkan pemulihan).
C. FAKTOR-FAKTOR LAIN.
Faktor-faktor ini bisa mempengaruhi seperti:
1. Pengertian Firman Tuhan. Ba- nyaknya kejatuhan dan kebutuhan pemulihan juga tergantung dari ada atau tidak adanya pengertian orang itu tentang Firman Tuhan. Daud ba-nyak mengerti sebab cinta Firman Tuhan sehingga tidak mudah jatuh dalam dosa Maz 119:92; 1:1-2. Selama tidak berdosa, juga tidak perlu pemulihan.
2. Pemeliharaan rohani. Juga tergantung dari pemeliharaan hidup roha- ninya cukup baik atau tidak; Kalau untuk pemeliharaan ini tidak diberi waktu, pasti rohaninya kocar kacir, banyak kejatuhan dan perlu banyak pemulihan. Hidup rohani kita harus dipelihara baik-baik.
3. Persekutuan rohani yang baik, misalnya: raja Yoas selama bersekutu dengan Imam Yoyada, rohaninya bagus dan semua berjalan dengan lancar, tidak ada kesalahan penting yang dibuatnya; tetapi setelah Imam Yoyada mati, lalu ia bersekutu de-ngan penghulu-penghulu Yehuda, rohaninya rusak dan jatuh dalam dosa ber-ulang-ulang tanpa bertobat.
Jadi, kalau persekutuannya tingkat Pagar Halaman, biasanya sering perlu pemulihan sebab disini sulit untuk saling mengampuni, sulit untuk bisa saling mengerti, biasanya mereka juga memakai kekuatan sendiri yang terbatas dan daging masih kuat sehingga sering ribut, jatuh dalam dosa dan perlu pemulihan.
Kalau persekutuannya tingkat Papan *) (Ruangan Suci), semua penuh dan dipimpin Roh, biasanya pemulihan sangat minim.
4. Juga perlu penggembalaan yang baik.
Domba-domba tanpa penggembalaan yang baik, cepat punah, mati diter-kam binatang buas, kelaparan rohani, dan lain-lain. Tetapi domba-domba yang digembalakan baik-baik akan berkembang menjadi sangat banyak (ratusan, ribuan), bisa hidup dalam kesucian dan kasus-kasus kejatuhan berkurang. Sebab itu kurang pemulihan!

5. Rumah tangga yang dipelihara baik itu penting untuk bisa hidup suci, kasih dan bahagia.
6. Dan lain-lain.
Memang tingkatan Halaman memerlukan pemulihan paling banyak, tetapi itu masih tergantung dari beberapa faktor- faktor lain lagi, seperti yang sudah diterangkan di atas.

V. RESIKO PEMULIHAN BERULANG-ULANG

Kalau terus menerus atau berulang-ulang perlu pemulihan, apakah itu baik dan apakah tidak ada resikonya? Misalnya:
Orang-orang kristen Halaman itu yang perlu lebih banyak bertobat dan dipulihkan, sebab memang mereka paling banyak jatuh bangun dalam dosa.
Ini tergantung dari:
1). Seberapa besar kejatuhannya. Kalau kejatuhan dalam pikiran dan segera dibereskan, itu resiko yang paling minimum. Kalau dosanya besar, dahsyat, tentu resikonya lebih besar. Kalau dosanya sempurna, sudah tidak bisa lagi bertobat dan kerusakan-kesukaran yang terjadi tidak bisa dipulihkan lagi, seperti iblis yang sudah rusak total dan tidak mungkin bisa dipulihkan kembali. Mendoakan iblis dan orang-orang seperti iblis (yang sempurna dosanya, dosa yang membawa mati, kerusakan- kerusakan yang tidak bisa dipulihkan  1Yoh 5:16) itu tidak ada gunanya.
2) Tingkat rohani orang itu. Lebih tinggi rohaninya, lebih parah kerusakan yang terjadi, kalau ia berdosa (memang orang yang rohani itu sulit jatuh dalam dosa, tetapi kalau jatuh, lebih parah akibatnya). Bayangkan orang yang jatuh dari ketinggian 10 meter itu pasti lebih parah daripada orang yang jatuh dari ketinggian setengah meter. Musa berdosa satu kali saja di Masa dan Meriba sudah tidak boleh masuk Kanaan Ul 32: 51-52. Tetapi Israel berdosa sampai 10 kali baru ditegahkan dari masuk Kanaan Bil 14:22-23.
3). Dosa yang sama? Kalau terus menerus jatuh dalam dosa yang sama, tentu resikonya lebih besar, sebab itu berarti orang itu tidak sungguh-sungguh bertobat, hanya pura-pura, maka dosanya akan bertambah besar, mengikat dan merusak orang itu.
Pada umumnya kalau berulang-ulang dipulihkan, resikonya makin besar dan kemungkinan pemulihan makin kecil, apalagi untuk dosa yang sama (tetapi ini pun tergantung dari beberapa faktor, misalnya: kesungguhan bertobat, dan sebagainya).
Orang sakit kalau terus menerus kumat, apalagi penyakit yang berat seperti kerusakan otot jantung, maka resikonya sangat besar, mungkin kambuh yang kedua atau ketiga kali sudah tidak tertolong lagi dan mati.
Begitu secara rohani. Achab bertobat sungguh-sungguh, Tuhan ampuni, tetapi sebab kembali berdosa dan rohaninya tidak dipelihara, maka waktu kambuh kembali, ia langsung mati, sekalipun sudah berusaha menghindar dari hukuman Tuhan dengan memperalat Yosafat  1Raj 22.
Daud dipulihkan dari dosa Betsyeba de-ngan banyak kepahitan, tetapi sebab ia bertobat sungguh-sungguh, masih tertolong dan pulih kembali.
Pada waktu jatuh dalam dosa yang lain, menghitung orang Israel, ia juga bertobat sungguh-sungguh dan dipulih-kan, tetapi tetap yang terbaik ialah tidak sampai jatuh dalam dosa.

VI. SEJAUH MANA BISA DIPULIHKAN ?

Sampai berapa persen? Bisa kembali sampai 100% seperti semula?
Berapa banyak nasib, celaka, kerugian, kehancuran, kerusakan dan lain-lain, yang hilang dapat dipulihkan kembali?
Terlebih dahulu kita harus membedakan 2 macam kerusakan atau kerugian, yaitu karena dosa dan ada juga karena ujian.


A. Kerugian karena ujian.
Kalau orangnya itu lulus ujian, semua kerugiannya bisa dipulihkan penuh, betul- betul kembali semua, termasuk semua yang rusak, yang dirampas orang lain, yang hilang, dll bahkan bisa kembali lebih dari semula,
Misalnya: Ayub yang banyak mengalami kerugian dalam ujiannya, sesudah ia lulus ujian, itu semua dipulihkan kembali bahkan dalam waktu yang pendek hartanya bertambah menjadi dua kali lipat, 200%, seolah-olah ia tidak pernah mengalami kerugian apa pun karena ujian, bahkan mendapat lebih banyak lagi.
Ini sebetulnya bukan pemulihan karena dosa, ini hanya pemulihan dari akibat-akibat seorang yang diuji.
Biasanya semua orang yang lulus ujian, keadaannya, kedudukannya, situasi kondisinya dan hartanya menjadi lebih baik dari semula, sebab sesudah lulus memang tingkatan orang itu me-ningkat di hadapan Tuhan Yak 1:12 dan hal-hal jasmani juga mengikuti dengan sendirinya.
Kalau tidak lulus, kerugian itu tidak kembali, bahkan bisa makin parah. Sebab itu didalam menghadapi ujian, kita tidak boleh sembarangan meskipun tidak berdosa, tetapi tetap terus menerus dipimpin Roh dengan taat, sampai lulus dengan baik. (Taat dipimpin Roh itu berarti tidak berbuat dosa, tetap hidup suci, melakukan kehendak Tuhan dan tekun dalam Firman Tuhan, doa, ibadah, pela-yanan dan persekutuan dengan saudara-saudara seiman).
B. Kerugian karena dosa.
Biasanya pemulihan karena dosa itu di bawah 100%.
Ini jelas sekali pada kasus Rehabeam yang berdosa pada Tuhan, maka ia diserang Sisak raja mesir (padahal salah satu istri bapanya adalah putri Firaon). Sisak menjarah Israel sehingga semua emas raja Rehabeam habis, misalnya perisai- perisai yang semula dibuat dari emas (yang berasal dari emas raja Daud dan Solaiman 1Raj 10:17, 2Taw 11:10) semua dijarah habis oleh Firaun Sisak dan sekarang diganti dari tembaga. Turun dari emas menjadi tembaga, meskipun demikian nyawanya masih selamat, ia masih diberi kesempatan hidup. Rehabeam tidak bisa memulihkan kembali dengan perisai-perisai dari emas, hanya dari tembaga saja. Pemulihannya hanya sampai tembaga.

Tergantung dari apakah besarnya pemulihan itu?

1. Pertobatannya. Kalau orang itu betul-betul menyesali dosa-dosanya dan mau bertobat sungguh-sungguh, tentu pemulihannya akan lebih besar.
Misalnya waktu Daud berdosa, ia ditegur oleh nabi Natan, ia menyesal dan bertobat sungguh-sungguh. Ia tidak melawan sebab sadar dan menyesali dosa-dosanya 2Sam 12:13.
Penyesalan ini juga tampak dari Mazmur-mazmur yang ditulisnya, misalnya Maz 30, 51, 130. Sebab itu pemulihannya Daud besar, sehingga sesudah itu ia kembali bertumbuh dengan baik, seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa, tetapi puncak yang dicapainya tetap lebih rendah daripada kalau ia tidak berdosa. (Andaikata Daud tidak membuat dua dosa yang besar-besar itu, mungkin ia bisa mengalami seperti Henokh dan Elia).
Saul tidak bertobat sungguh- sungguh. Meskipun kata-kata Tuhan memukulnya begitu keras, ia tidak terlalu menyesal akan dosa-dosanya, bahkan ia lebih memikirkan wibawanya di hadapan tua-tua Israel akibat dari kata-kata Samuel yang keras itu.
1Sam 15:30 Maka kata Saul: Bahwa aku sudah berdosa, tetapi hormatilah kiranya akan daku juga di hadapan segala tua-tua bangsaku dan di hadapan segala orang Israel; marilah, baliklah sertaku, supaya aku menyembah sujud kepada Tuhan, Allahmu. (TL)
Sudah berdosa, dipecat oleh Tuhan sampai tiga kali (yang pertama dalam 1Sam 13:13-14, yang kedua dalam 1Sam 15:23) ia masih tidak menyesali dosanya, bahkan minta dihormati! Sebab itu praktis tidak ada pemulihan bagi Saul.
2. Berapa lama dan berapa sering berdosa yang sama.
Kalau terus menerus berdosa, itu tandanya tidak sungguh-sungguh mau bertobat, tidak ada kerinduan untuk memperkenankan Allah, maka pemulihan menjadi kecil baginya. Sebab itu orang yang keras hati dalam dosa itu berbahaya sekali, sebab ia mungkin tidak mendapat pemulihan sama sekali. Ja-ngan keras hati seperti Kristen babi dan anjing 2Pet 2:22.
Misalnya Israel bersungut-sungut dan melawan Tuhan sampai 10 (sepuluh) kali, sebab itu tidak ada lagi pemulihan baginya, mereka semua dikubur dalam padang gurun Bil 14:22.
Keras hati itu menyebabkan berdosa berulang- ulang dan itu sangat berbahaya.
3. Orang lama atau baru.
Orang yang belum percaya, mengerti hanya seidkit, dituntut juga lebih sedikit Luk 12:48. Misalnya:
Nebukadnezar sesudah bertobat ia dipulihkan kembali seperti semula, dapat dikatakan hampir 100%, bahkan mungkin sesudah itu lebih baik Dan 4:34. Ini disebabkan sebab ia tidak mengerti hukum- hukum Tuhan dan sesudah sadar, ia bertobat sungguh-sungguh dengan segenap hatinya kepada Tuhan. Nebukadnezar dituntut hanya sedikit sebab mengerti hanya sedikit, tetapi orang yang sudah percaya dan mendapat banyak dari Tuhan dituntut kembali lebih banyak.
Orang Yehuda sebab dosa-dosanya melebihi batas, maka hukuman Tuhan jatuh dan mereka kena pedang oleh bangsa-bangsa musuhnya, dikalahkan dan ditawan. Tuhan berjanji lewat nabi Yeremia bahwa dalam 70 tahun Israel akan dipulihkan kembali  2Taw 36:21, tetapi ini jauh dibawah 100% sebab kerugian dan kerusakannya terlalu ba-nyak, tidak bisa dipulihkan lagi. Misalnya orang Yehuda yang mati dan hilang pada waktu perang itu sangat banyak dan mati dengan sangat mengerikan. Hartanya yang dijarah, dibakar, rusak dan hilang tidak kembali semua.
Juga bait Allah yang didirikan kembali itu jauh lebih rendah tingkatannya dari Bait Allah yang dirusakkan. Mungkin kemuliaan Bait Allah yang baru hanya 10% dari yang asli. Israel yang dipulihkan, keadaannya tidak seindah dahulu, mungkin total hanya 25%. Betul-betul banyak kurangnya, sebab itu tetap lebih baik jangan sampai rusak, jangan sampai perlu pemulihan, tetapi tumbuhlah terus di dalam rencana Allah.
4. Kelimpahan pekerjaan Roh Kudus
Kalau seorang bertobat sungguh-sungguh sehingga Roh Kudus bisa kembali bekerja dengan limpah di dalam hidupnya, maka akan didapatkan pemulihan yang tinggi, bisa sampai 100%. Roh Kudus itu Allah, Ia tahu pertobatan yang sebenarnya dari orang itu dan faktor-faktor lainnya. Sebab itu kalau Roh Kudus bisa bekerja kembali dengan limpah, itu berarti semua sudah dibereskan dan hasilnya akan besar.
Simson dipulihkan sebab ia sungguh-sungguh bertobat sehingga kuasa dan pengurapan Rohkudus kembali. Ini faktor yang penting, sebab oleh kelimpahan pekerjaan Rohkudus didapatkan pemulihan yang terbaik. Simson dipu- lihkan sepenuhnya dalam kekuatannya dan hasilnya luar biasa, musuh yang dikalahkan lebih banyak daripada sebelumnya Hak 16:30. Tetapi matanya tetap buta, waktu dan kesempatannya tetap habis, rencana Allah yang tertinggi (yaitu andaikata Simson tidak berdosa) tidak didapat kembali, mungkin hanya rencana Allah kelas III atau IV. Sebab itu paling baik jangan sampai jatuh.
Dalam Hujan Akhir ada pekerjaan Roh Kudus yang luarbiasa, maka akan terjadi pemulihan yang besar.
Semua yang rusak dan hilang karena dosa dikembalikan seperti semula karena Roh Kudus bekerja luar biasa.
Yoel 2:25 Maka Aku akan memberi kepadamu gantinya hasil segala tahun yang sudah dimakan habis oleh belalang dan keridik dan   riang-riang dan sentadu, yaitu tentaraKu besar yang telah Ku suruhkan kepadamu. (TL)
Orang-orang yang sebetulnya tidak bisa dipulihkan, sekarang bisa dipulihkan dan persentasi pemulihannya juga meningkat, lebih-lebih mereka yang tetap hidup dalam kesucian, sehingga banyak muncul orang-orang sempurna dan orang-orang yang rohaninya indah-indah. Andaikata Daud, Elisa, Daniel dan lain-lain, ada dalam Hujan Akhir, mungkin mereka langsung diubahkan seperti Henoch dan terangkat naik sebab menjadi sempurna. Ini juga menjadi sebab utama mengapa dalam Hujan Akhir timbul banyak orang sempurna.
5. Penentuan dari Allah
Seringkali kita melihat ada orang yang dipulihkan begitu indah, ada yang tidak, tetapi tidak cukup keterangan yang menjelaskan. Misalnya Zakheus, Saul dll. Ini semua ditetapkan oleh Tuhan, tetapi bukan sembarangan. Allah yang Maha Tahu, tahu lebih dahulu bagaimana sikap orang itu sesudah bertobat, apakah ia akan sungguh-sungguh atau tidak. Tuhan tahu bahwa Saul akan bertobat sungguh- sungguh dan Tuhan tahu bahwa kemudian ia akan melayani Tuhan baik-baik, sebab itu pada saat itu juga Tuhan sudah berkata pada Ananias bahwa Saul akan  penuh Roh Kudus dan menjadi alat Tuhan yang indah Kis 9:15-16, ini berarti pemulihan. Jadi  Tuhan sudah bisa menentukan berapa % seorang bisa dipulihkan sebab Tuhan tahu lebih dahulu apa yang akan dibuat orang itu sesudah bertobat.
Nebukadnezar dipulihkan penuh tetapi Belsyasar ditentukan mati malam itu juga sebab Tuhan tahu bahwa Belsyasar tidak bertobat sama sekali Dan 5:28. Manasye sangat jahat, tetapi Tuhan tahu lebih dahulu bahwa ia akan bertobat sungguh-sungguh, sebab itu ia dipulih-kan luar biasa, dilepaskan dari rantai tawanannya dan kembali menjadi raja di Yerusalem 2Taw 33:13. Tuhan tahu lebih dahulu bukan menentukan lebih dahulu. Manusia mempunyai bagian yang harus dikerjakannya yaitu ia  harus sungguh-sungguh bertobat, Tuhan hanya tahu lebih dahulu tetapi tidak memaksakan! Sebab itu manusia harus berusaha dengan sungguh-sungguh!

VII. CARA PEMULIHAN:

1. Selidiki penyebab kerusakan lalu perbaiki.
a. Karena ujian
Kalau kerugian atau kerusakan itu karena ujian, harapan kembali sangat besar bahkan bisa lebih dari 100%, asal lulus ujian. Sebab itu selidiki baik-baik, kalau ujian, bukan karena kesalahannya, hadapi ujian itu baik-baik, maka sesudah lulus, apa saja yang rusak atau hilang akan kembali dengan limpahnya. Oleh karena itu dalam menghadapi ujian ini, lebih-lebih menghadapi orang-orang yang menjadi biang keladinya, jangan sampai gugur karena ditewaskan oleh kejahatannya Rum 12:17-21, tetapi ampuni, berkati, doakan, jangan dibenci, kasihi, tolong, beri makan pada musuh dsb.nya, sehingga dengan demikian lulus ujian.
Ayub dituduh teman-temannya, padahal ia tidak berdosa, dan sesudah ia mendoakan mereka, maka Tuhan memberkati Ayub dua kali ganda Ay 42:10.
Daud mengalami kelaparan dalam negerinya, bukan sebab salahnya, tetapi sebab kesalahan Saul yang waktu itu menjabat sebagai raja. Pada waktu ia memperbaiki kesalahan Saul sehingga beres, maka masa kelaparan itu segera berakhir, dan semuanya kembali pulih seperti semula.
Waktu Daud mendapat banyak susah dari Saul dan Daud mengampuni Saul, maka Daud diberkati luarbiasa, lebih dari Saul. Bahkan sampai negerinya mencapai puncak kejayaannya, berkembang sampai sungai Ferat dan hartanya begitu banyak sampai dengan kelimpahan dari harta Daud ini, Solaiman bisa memba-ngunkan Kaabah yang begitu mahal.
Juga Jusuf lulus dalam semua ujiannya, istimewa terhadap saudara-saudaranya, ia membalas dengan baik, maka ia diberkati bukan main.

Kadang-kadang seorang dimusuhi di  kantornya oleh orang-orang yang iri kepada  mereka. Sebab tidak tahan mereka keluar, ini bodoh,  sebab tidak memakai kesempatan ujian yang diberi  oleh Tuhan. Seharusnya mereka bertahan sampai  lulus dengan cara mengalah- kan kejahatan dengan  kebaikan, maka kuasa Tuhan akan bekerja dan  mereka akan melihat kemuliaan Allah dalam tempat  pekerjaannya, itu suatu pengalaman yang sangat indah, hidupnya menjadi berarti, juga rohaninya tumbuh. Jangan lari dari kesempatan yang diberikan Tuhan.

Kadang-kadang ada isteri-isteri yang (mungkin) tidak  bersalah, tetapi dikhianati suaminya, ini menjadi ujian yang  berat bagi isteri-isteri, tetapi pasti tidak melebihi  kekuatannya 1Kor 10:13. Isteri- isteri seperti ini harus  menghadapi ujian ini baik-baik (dipimpin Roh) sampai lulus,  maka ia akan melihat kemuliaan Tuhan yang besar! Tetapi  dalam kenyataannya ada banyak yang gagal, tidak lulus  (sebab tidak bersedia dan tidak mengerti cara-cara yang betul  dari Tuhan) sehingga rumah tangganya roboh.
Mengapa mereka tidak lulus? Sebab mereka marah, benci, membalas, minta cerai dan dendam terus sehingga hidupnya menjadi rusak, tersiksa dan tidak sedikit yang merana sampai mati. Isteri-isteri  ini tidak lulus dalam ujian- nya sebab ditewaskan oleh kejahatan suaminya dan “perempuan Samaria” yang menggait suaminya.
Rum 12:21 Janganlah engkau ditewaskan oleh kejahatan, melainkan tewaskanlah kejahatan itu dengan kebajikan (= Kebaikan). (TL)
Sebetulnya kalau istri itu mau terus dipimpin Roh, tidak bereaksi menurut dagingnya sendiri, maka ia akan lulus  dalam ujian ini, lalu ia akan melihat hasil kuasa Allah yang gilang gemilang. Kalau istri itu mau terus mengampuni suaminya, tetap mencintainya, tetap melayaninya, anak-anak tidak dihasut untuk melawan bapanya, tetapi dididik untuk tetap mencintai dan mengampuni bapanya, lalu terus mendoakannya di dalam Roh dan kebenaran (tetap benar, tidak benci, dendam, dll), maka ia akan lulus ujian itu dan Allah akan bekerja luar biasa.
Apa yang tidak mungkin  itu bisa jadi. Seringkali suaminya bertobat sungguh-sungguh dan dipulihkan sehingga rumah tangga itu boleh kembali bersinar dengan kemuliaan dan kesukaan Tuhan. Kalau suami tidak mau bertobat, hukuman Allah yang menghajar dia, bisa mati ngenas. Sebab itu istri-istri yang dikhianati harus lulus ujian ini, jangan gagal, harus mengampuni, mendoakan, mencintai dan memberi makan suaminya yang mengkhianatinya. Ini mungkin dengan pertolongan Roh Kudus Zak 4:6. Pasti Tuhan bekerja, lebih hebat, lebih cepat, lebih dahsyat, asal istri itu lulus! Maka rumah tangganya akan tetap berdiri teguh dan penuh kemuliaan Tuhan.
Kalau istri gagal dalam ujian, seluruh rumahtangga bisa ambruk.
b. Karena dosanya
Kalau malapetaka disebabkan karena dosa-dosanya, maka bertobatlah sungguh- sungguh dan bereskan satu per satu. Tuhan bisa memberi pemulihan yang besar, seperti Miryam yang menjadi kusta sebab melawan Musa, tetapi ia bertobat sungguh-sungguh dan sesudah Musa mendoakannya, maka ia dipulihkan sepenuhnya, hilang segala kustanya.
Sebetulnya Gehazi kalau mau bertobat sungguh-sungguh, masih bisa dapat pengampunan dan pengurangan hukumannya, tetapi rupa-rupanya Gehazi sudah puas dengan harta yang didapatnya dari Naaman. Sebab itu Elisa yang dipakai Tuhan untuk menyembuhkan Naaman tidak menyembuhkan Gehazi.
Juga Daud waktu berdosa dengan Betsyeba, ia bertobat sungguh-sungguh dan ia dipulihkan banyak sekali sehingga tahta yang sudah dirampas Absalom kembali utuh dalam tangannya, dan banyak segi-segi lain dipulihkan. Tuhan tahu lebih dahulu apa seseorang itu sungguh-sungguh bertobat atau tidak.
Juga Nebukadnezar bertobat sungguh-sungguh dan Tuhan tahu lebih dahulu. Sebab itu ia dipulihkan begitu banyak. Tetapi  kalau seorang pura-pura bertobat, atau bertobat sebentar saja, tingkat pemulihannya juga kecil.
Allah tidak bisa ditipu! Bertobatlah sungguh-sungguh!
Anak Nebukadnezar, Belsyasar Dan 5:4 sama sombongnya dengan bapanya tetapi tidak bertobat dan ia dibinasakan, tidak ada ampun atau pemulihan baginya.
2. Sesudah membereskan semuanya, kembali di pihak Tuhan dan bersyukurlah
Allah itu baik, kalau seorang sungguh-sungguh bertobat selagi ia hidup, pasti Tuhan ampuni, sebab Dia tidak ingin seorang pun binasa Yer 32:11  2Pet 3:9. Justru itu yang diharapkan supaya orang itu kembali selamat Mat 12:20.
Sesudah semua dosa dibereskan, kembali di pihak Allah,  hampiri Dia.
Yak 4:7-8 Serahkanlah dirimu kepada Allah, tetapi lawanlah Iblis, maka Iblis itu akan lari kelak daripadamu. Hampirilah Allah, maka Ia akan menghampiri kamu. Bersihkanlah tanganmu, hai orang-orang berdosa; dan sucikanlah hatimu, hai orang-orang yang bercabang hati. (TL)

Tinggal di pihak Allah berarti dalam pihak kesucian, dan tidak lagi mau berdosa sampai dalam angan-angan dan pikirannya Gal 5:24 TL, Mrk 7:21-23. Kalau sesudah dibersihkan, tidak kembali kepada Tuhan, tuhan tidak bertahta kembali dalam hatinya, itu berbahaya, sebab lebih banyak dosa dan setan bisa masuk kembali dalam hatinya Mat 12:43- 45. Tentang pemulihan segala perkara, harapkan kemurahan dari Tuhan.
Kalau sudah beres, pasrah pada Tuhan, Tuhan bisa mengembalikan semua dengan kuasaNya; itu adalah bagian Tuhan, bukan bagian kita, tidak perlu kita mencarikan jalan untuk Tuhan. Bersyukur saja terus menerus (dengan iman!), sebab Allah itu baik dan Maha kuasa, berterima kasih terus. Pada saatnya Tuhan akan mengangkat dan memulihkan orang-orang yang memang patut dipulihkan.

3. Pelihara rohani supaya jangan jatuh lagi dalam dosa yang sama, melainkan kembali bertumbuh di dalam Tuhan.
Tuhan sanggup melepaskan dan memerdekakan kita dari ikatan dosa apapun asal kita percaya dan mau. Dengan demikian bisa kembali tumbuh, tumbuh, tumbuh terus sampai menjadi seperti Kristus.

KESIMPULAN:

1. Lebih baik tumbuh daripada pemulihan, jauh lebih indah.
2. Kesukaran-kesukaran orang benar akan menjadi kebaikan asal kita tahu menghadapinya baik-baik, jangan makin bersungut-sungut dan berdosa, akan hancur semua. Allah sanggup memulihkan kerusakan- kerusakan orang benar (misalnya hartanya yang diambil orang dan lain-lain), tiada yang mustahil bagi Allah, asal orang itu tetap hidup benar.
3. Jangan gampang-gampang berdosa, akibatnya sangat dahsyat, juga pemulihannya penuh kepahitan dan penderitaan; lebih mudah hidup dalam kesucian dengan berjalan bersama-sama dengan Tuhan. Berdosa itu rugi segala-galanya dan akibatnya sampai kekal!
4. Berjalan dengan Tuhan itu paling indah, tumbuh terus dalam tingkatan- tingkatan yang makin indah.