Menghadapi Bahaya dengan Kuasa Allah

I. PENDAHULUAN MENGHADAPI BAHAYA

Bahaya terhadap harta dan jiwa, puncaknya adalah kematian. Kalau sudah mati, tidak ada bahaya lagi untuk tubuh. Tetapi mati ditentukan oleh Tuhan.
1Sam 2:6 Bahwa Tuhan jua yang mematikan dan yang menghidupkan, Tuhan jua yang menurunkan ke dalam alam berzakh dan yang menaikkan orang pula. (TL)
Tuhan memelihara hidup kita,  bahkan sampai satu rambut pun ditentukan Tuhan.
Mat 10:30 Maka rambut di atas kepalamu juga semuanya sudah terhitung. (TL)
Sebab itu pertolongan yang paling tepat dan pasti adalah dari Tuhan, sebab kalau Tuhan ber-kata: “hidup”, maka tidak akan mati dan kalau Tuhan berkata “mati”, pasti kena.
Untuk menghadapi bahaya, banyak orang memakai bermacam-macam kekuatan misalnya uang, backing, senjata, kekuatan sendiri, bahkan kuasa iblis (occultisme), tetapi semua ini terbatas, sebab semua ini tidak bisa menentukan mati hidup (tidak bisa dengan pasti melepaskan se-seorang dari kematian), bahkan satu rambut pun ditentukan oleh Allah, bukan oleh manusia.

  • Jadi kalau Allah menjadi Penolong kita, maka di dalam bahaya Tuhan berkenan menolong kita, maka kita mempunyai jaminan yang terbaik dan pasti, sebab hidup mati kita di dalam tangan Tuhan, Tuhan yang paling kuat dan Dia yang menentukan.

Sebab itu kita perlu:
a. Memelihara hubungan baik dengan Tuhan, selalu di pihak Dia karena Tuhan tidak akan memihak orang berdosa, tetapi orang yang benar.

b. Kita harus mengerti kehendak, cara dan syarat-syarat dari Tuhan, supaya bisa bekerjasama dan terus dalam pimpinanNya sehingga tetap aman dan tumbuh dalam rencanaNya. Tuhan selalu ingin menyelamatkan dan membahagiakan manusia, tetapi seringkali karena bodoh, tidak mengerti, lalu manusia tertipu oleh iblis, sehingga mengambil jalan yang lain, berjalan sendiri dan akhirnya tersesat Mrk 12:24 dan binasa Ams 10:21b. Sebab itu kita perlu mempelajari Firman Tuhan tentang segala kehendak dan maksud Tuhan, istimewa di dalam menghadapi bahaya!

II. CARA MENGHADAPI BAHAYA

1. DI PIHAK ALLAH = HIDUP BENAR.
Maz 37:28 Karena Tuhan mengasihi akan yang benar dan tiada akan ditinggalkan- Nya orang saleh-Nya; mereka itu terpelihara pada selama-lamanya, tetapi anak cucu orang jahat itu akan ditumpas. (TL) (Maz 34:16; 37:25).
Tuhan tidak pernah memihak pada orang berdosa, sebab Dia Allah yang maha suci. Sekalipun Musa atau PutraNya sendiri dalam keadaan dosa (menanggung dosa manusia di atas salib), Allah tidak bisa memihak Dia, bahkan ditinggalkanNya dan hukuman dilepaskan  Mat 27:46.
Kalau kita tidak di pihak Tuhan, keadaan kita lemah, mudah kena bahaya. Untuk tinggal di pihak Allah yang aman itu kita harus hidup benar atau suci. Ini dasar yang paling kuat untuk bisa menghadapi bahaya dengan kuasa Allah.

Jangan hidup dalam dosa, sekalipun anak-anak Allah, ini posisi yang lemah dan tetap bisa kena bahaya. Sebab itu Kalau ada dosa, segera bereskan
Yak 4:8 Bersihkanlah tanganmu, hai orang-orang berdosa; dan sucikanlah hatimu, hai orang- orang yang bercabang hati. (TL)
Membereskan dosa bisa dikerjakan dengan seketika! Lalu kembali di pihak Allah. Lebih-lebih dalam keadaan bahaya, segera bereskan dengan bertobat sungguh-sungguh.
Yak 4:7 Serahkanlah dirimu kepada Allah, tetapi lawanlah Iblis, maka Iblis itu akan lari kelak daripadamu. Hampirilah Allah, maka Ia akan menghampiri kamu.
Sebab itu kita  harus bisa tetap hidup benar di hadapan Allah terus menerus, bersih dari dosa-dosa masa lalu (bagi Allah tidak ada dosa yang kadarluarsa, sekalipun sudah lewat 1000 tahun tetap diadili dengan adil) dan dosa masa kini dan dosa yang akan datang (dosa-dosa yang masih dalam rencana, ini sudah dosa di hadapan Allah Ams 23:7).
2. KUASA DOA ORANG BENAR ITU BESAR.
Yak 5:16 Oleh sebab itu, hendaklah kamu masing-masing mengaku-akui dosamu di antara sama sendiri dan mendoa-doakan sama sendirimu, supaya kamu selamat. Adapun doa orang yang benar, dengan bersungguh-sungguh hati itu besar khasiatnya. (TL)
Kita harus memiliki kuasa doa. Latihlah dalam setiap problem kecil atau besar, hadapi dengan doa, supaya sewaktu-waktu bahaya yang besar datang, kita sudah mahir memakai kuasa doa!
Dasar dari doa ialah suatu hubungan baik dengan Allah. Hubungan baik ini harus dipelihara siang malam, waktu berjaga dan waktu tidur, terus menerus.
1Tes 5:10 yang sudah mati karena kita, sehingga baik kita jaga (siang) baik kita tidur (malam), kita hidup bersama-sama dengan Dia. (TL)
Kalau tidak ada hubungan baik dengan Tuhan, sekalipun berdoa dengan cara yang hebat bagaimanapun, sia-sia. Hubungan ini putus terutama karena dosa Yes 59:2 sehingga doa orang berdosa itu sia-sia Yes 1:15, bahkan menjadi kebencian bagi Allah Ams 28:9.
Belajar bisa berdoa senantiasa, terus menerus, non stop, 24 jam.
1Tes 5:17 dan berdoa dengan tiada berkeputusan; (TL)
Ini hanya mungkin kalau kita bisa berdoa dalam Roh, yaitu dengan bahasa lidah 1Kor 14:14. Orang yang berdoa dalam Roh itu memakai bahasa lidah dan pikirannya tidak bekerja untuk doa itu sebab ia tidak mengerti bahasa lidah yang diucapkannya itu 1Kor 14:2. Dengan demikian sambil berdoa dalam bahasa lidah (yaitu berdoa dalam Roh) kita masih bisa berpikir atau mengerjakan yang lain. Jadi hanya dengan demikian berdoa senantiasa itu bisa terlaksana.
Berdoa senantiasa (non stop) itu terdiri dari 3 bagian atau 3 unsur yaitu:
a. 1Tes 5:10 Memelihara hubungan baik dengan Tuhan terus menerus, siang malam. Selama kita hidup benar, hubungan ini tidak akan putus, seperti carang dalam pokok Yoh 15:5.
b. Doa bilik.
Mat 6:6 Tetapi engkau ini, apabila engkau hendak berdoa, masuklah ke dalam bilikmu, kuncikan pintu bilikmu itu, lalu berdoa kepada Bapamu yang tiada kelihatan, maka Bapamu yang nampak barang yang tiada kelihatan itu, Ialah akan meluluskan kepadamu. (TL)
Ini saat khusus bersendirian dengan Tuhan di dalam tempat tersendiri (dalam bilik/ kamar). Disini kita bisa berkonsentrasi dengan Tuhan saja dan biasanya kita akan lebih peka dan lebih banyak mendengar suaraNya. Doa dalam bilik ini perlu ada dalam hidup kita setiap hari, setidak-tidaknya 1 jam Mat 26:40. Ada yang bisa berdoa dalam bilik sampai 6 jam atau lebih, tetapi minimal 1 jam.
c. Doa senantiasa. Seberapa banyak ada kesempatan, kita pakai berdoa dengan kata-kata atau dalam Roh. Ingat, berdoa dalam Roh itu bisa bersamaan dengan melakukan yang lain (misalnya sambil menyetir mobil, sambil membajak sawah atau cuci piring dll) sehingga kesempatan untuk berdoa dalam Roh itu lebih banyak dan makin banyak kita berdoa dalam Roh dan kebenaran (hidup benar Yoh 4:23-24), makin limpah kuasa dan pengurapan Roh Kudus di atas hidup kita.

Lebih-lebih dalam bahaya yang nyata, berdoalah terus menerus  dengan 3 unsur ini, pasti doa orang benar itu besar khasiatnya.
Dengan tekun berdoa, maka kuasa itu akan limpah.
Luk 24:49 Dan tengoklah, Aku ini menurunkan ke atasmu  Perjanjian Bapa-Ku. Tetapi kamu ini nantilah di dalam negeri ini, sehingga kamu dilengkapi dengan kuasa dari tempat Yang Mahatinggi.” (TL)
Sehingga kita dapat mengatasi segala bahaya dengan berkemenangan dan lebih mudah. Pada waktu Petrus di dalam penjara akan dipenggal oleh Herodes, maka seluruh sidang berdoa semalam-malaman dan mujizat terjadi, dengan kuasa Allah Petrus dilepaskan dari penjara
Kis 12.
Kalau perlu doa ditambah dengan puasa, maka kuasanya lebih besar.
Mat 17:21 Tetapi sejenis ini dengan suatu pun tiada dapat keluar, hanyalah dengan doa dan puasa sahaja.” (TL)
Misalnya orang-orang Israel dalam zaman Ester, mereka berpuasa 3 hari 3 malam menghadapi ancaman nyata dari Haman dan hasilnya luar biasa, bahaya itu lenyap dan sebagai gantinya para musuh yang hendak membunuh orang-orang Israel, mereka sendiri yang kemudian dibunuh. Celaka itu berbalik kepada musuhnya Maz 7:17.
Ada lagi satu hal di dalam doa, istimewa di akhir zaman ini ialah mengusir roh Antikris (ini roh-roh setan yang tertentu). Antikris belum muncul sekarang ini, tetapi roh Antikris sudah ada di dalam dunia 1Yoh 2:18; 4:23 dan sudah merajalela.
Roh-roh Antikris ini merasuk beberapa banyak orang yang menjadi begitu benci akan Kristus dan GerejaNya. Biasanya kebencian dari manusia itu terbatas, tetapi kalau sudah ada roh Anti-kris di dalamnya, maka kebencian itu menjadi begitu dahsyat dan kejam. Sebab itu kalau kita menghadapi orang-orang yang sangat benci kepada Kristus dan Gereja, maka ada kemungkinan bahwa orang-orang itu dikuasai oleh roh Antikris. Sebab itu kita bisa mengusir roh-roh Antikris daripadanya, maka biasanya kalau roh-roh Antikris itu diusir, maka kejahatan dan kebencian orang-orang itu akan mereda, tidak lagi sehebat seperti orang yang kerasukan. Jangan lupa semua ini dikerjakan dengan iman dalam nama Yesus dan hidup benar.
3. HIDUP PENUH DAN DIPIMPIN ROH.
Roh Kudus itu memberi kekuatan dan pimpinan (hikmat) pada orang yang mau terus menerus dipimpin olehNya. Ini kekuatan dan hikmat ilahi, sebab itu  amat besar dan tidak terbatas, lain sekali dari kekuatan dan hikmat manusiawi yang sangat terbatas. Dengan ini kita pasti dapat menghadapi bahaya apa pun sebab Allah tidak pernah gagal dan tidak pernah ada jalan buntu bagiNya, asalkan kita bisa mendengar dan mentaati pimpinan Roh Kudus dengan tepat, pasti berhasil 100%.

Dalam setiap kasus, Roh Kudus akan memberi jalan yang paling tepat dan  sukses untuk kasus itu. Jangan meniru-niru orang lain, nanti bisa celaka,  sebab belum tentu caranya sama. Daud pun tidak pernah mencari 5 batu lagi  dalam perangnya seperti yang dilakukannya kepada Goliat.
Sebab itu kita perlu terus berlatih berjalan dalam Roh dengan betul  sampai mahir, tentu harus selalu penuh dengan Roh Kudus dan itu berarti  dalam kesucian. Pakailah setiap kesempatan dan kesukaran sebagai latihan  berjalan dalam Roh, maka pada waktu ada bahaya besar, kita sudah mahir  dipimpin Roh sehingga bisa dituntun Roh Kudus keluar dengan lebih mudah  dari bahaya itu.
Berdoa dalam Roh senantiasa adalah dasar dari berjalan dalam  Roh. Selama ada hubungan dengan Tuhan, Roh Kudus akan memimpin kita.  Kalau hubungan putus itu berarti ada dosa, keras hati dll, maka Roh Kudus  juga tidak bisa memimpin kita dan itu berarti kita kembali berjalan sendiri,  tidak lagi dipimpin Roh. Orang yang berjalan sendiri, mudah diterkam iblis, akan menjadi mangsanya.
1Pet 5:8 Hendaklah kamu beringat, hendaklah kamu berjaga-jaga; adapun Iblis, seterumu itu, seperti singa yang mengaum berjalan-jalan mencari (mangsa), siapa yang dapat dilulurnya. (TL)
Kita tidak perlu tegang, justru bisa rileks sebab Roh Kudus yang tahu semua yang akan datang, Dia yang menjaga kita. Yang penting kita belajar tetap berjalan dalam Roh dan siap untuk taat dipimpin Roh dalam menghadapi setiap bahaya yang tampak atau tidak (sebab Roh Kudus tetap bisa melihat bahaya-bahaya yang tidak tampak, sebab Dia Allah yang maha kuasa, maha tahu dan tahu lebih dahulu).
Ada banyak bahaya yang tidak tampak, tidak terduga, sehingga dengan tidak disadari banyak orang tiba-tiba sudah masuk dalam bahaya, misalnya bom yang meledak, tiba-tiba disandera, tiba-tiba terjadi banjir bandang, tiba-tiba pesawat atau keretanya meledak, tiba-tiba ditabrak dan mati dst; daftar ini bisa panjang sekali, rasa-rasanya hal-hal yang kecil dan tidak berarti pun tiba-tiba bisa menjadi bahaya maut yang mencengkeram kuat- kuat sampai mati orangnya. Bagi manusia itu seringkali tidak bisa tampak lebih dahulu, tetapi Tuhan sudah tahu lebih dahulu dan orang-orang yang dipimpin Roh akan lepas daripadanya!
4. TUMBUH DALAM PENGERTIAN FIRMAN TUHAN.
2Pet 3:18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juru selamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. (TB)
Orang yang bodoh, yang tidak mengerti isi Alkitab akan mudah tertipu oleh iblis dan tersesat Mrk 12:24, bahkan bisa binasa karena kebodohannya Ams 10:21b, lebih-lebih dalam bahaya. Kita sangat memerlukan hikmat Allah, pengertian Firman Tuhan sehingga kita bisa mengenali segala siasat dan tipu daya setan 2Kor 2:11, 2Tim 2:26. Jangan bodoh, penuh dengan pengertian Firman Tuhan, dengan hikmat Allah.
Hikmat Allah itu sangat besar dan diberikan kepada umatNya melalui banyak jalan, yaitu de-ngan karunia-karunia Roh (karunia hikmat), dengan nasehat dalam tubuh Kristus, dengan takut akan Tuhan Ams 1:7 dan melalui Firman Tuhan.
Ams 2:6 Karena Tuhan juga yang mengaruniakan hikmat, dan dari pada firman-Nya datanglah pengetahuan dan akal. (TL)
Pengertian Firman Tuhan itu kita terima bukan semata-mata karena kepintaran kita, (sebab orang yang menyelidikinya hanya dengan kepintarannya saja bisa kacau, tidak mengerti Luk 10:21, bahkan memutarbalikkannya 2Pet 3:16), tetapi kita menerimanya karena diberi oleh Tuhan sebagai suatu karunia.
Mat 13:11 Maka jawab Yesus sambil berkata kepada mereka itu, “Bahwa kepada kamu diberi karunia mengetahui segala rahasia kerajaan surga, tetapi kepada mereka itu tiada dika-runiakan. (TL)
Mrk 4:11 Maka berkatalah Ia kepada mereka itu, “Kepada kamu diberi karunia mengetahui rahasia kerajaan Allah, tetapi kepada sekalian orang yang di luar itu, diberitahu segala perkara ini dengan perumpamaan, (TL)

Tuhan memberi hikmatNya, karunia-karunia untuk mengerti rahasia kerajaan Surga, bukan untuk orang pintar, tetapi orang-orang yang hidup dalam kesucian dan memperkenankan Allah. Kalau orang-orang ini dengan tekun dalam pimpinan Roh Kudus (dalam kesucian dan kehausan akan Firman Tuhan serta kesediaan untuk menurut), maka ini menghasilkan hikmat dalam hidup kita. Kalau kita terus tumbuh di dalamnya, maka hikmat Tuhan juga akan terus bertambah-tambah di dalam kita.
Jumlah hikmat Allah dalam setiap orang tidak sama. Sama seperti hikmat dan pengertian duniawi dalam setiap orang tidak sama, tergantung umur, pendidikan dan pengalamannya. Begitu juga orang-orang beriman ada yang lebih mengerti kehendak Allah daripada yang lainnya Ef 5:17. Tumbuhlah terus dengan pengertian Firman Tuhan dan itu sangat menguntungkan dalam segala keadaan termasuk dalam bahaya. Hikmat Allah ini akan melepaskan kita dari bahaya dan menuntun hidup kita dalam jalan Allah. Kalau kita bisa berjalan dalam jalan Allah itu sangat indah dan mulia, lebih-lebih dalam akhir zaman yang penuh tipu daya dan kejahatan. Orang yang tidak mengerti kebenaran Allah akan mudah tertipu oleh segala keindahan, kemanisan dan kemuliaan dunia dan setan. Sebab itu tumbuhlah terus dalam Firman Tuhan dengan cara mentaati dan mencintaiNya seperti Daud Maz 1:1-3.
5. PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS.
Rom 12:5 demikianlah juga kita yang banyak ini menjadi satu tubuh di dalam Kristus, tetapi masing-masing anggota beranggotakan yang lain. (Ef 4:25, 1Kor 12:27) (TL)
Banyak orang tidak sadar bahwa bukan saja di dalam Tuhan kita bisa menggali kuasa dan hikmat Allah, tetapi juga di dalam persekutuan tubuh Kristus, ada banyak hikmat dan kuasa Allah, sebab ini adalah tubuh atau bagian dari Kristus juga.
Kalau persekutuan itu betul, bersekutu dalam kesucian dan kasih ilahi, maka pasti Kristus juga ada di dalamnya dan  kekuatan tubuh Kristus itu juga dari Tuhan, meskipun tidak langsung, tetapi dalam bentuk yang nyata di antara orang-orang seperti kita.
Persekutuan tubuh Kristus (Gereja Tuhan) itu terdiri dari Kelompok-kecil, sel group dan Kelompok besar.
Persekutuan tubuh Kristus dalam Gereja:
a). Kelompok besar: Kebaktian umum/ ibadah raya dll.
b). Kelompok kecil: Sel group.
Kita mendapat kekuatan dan kuasa Allah kalau kita bersekutu langsung dengan Tuhan, tetapi juga kalau kita bersekutu bersama-sama dalam tubuh Kristus, baik dalam Kelompok kecil dan Kelompok besar.
Kita juga mendapat hikmat Allah dari belajar Firman Tuhan sendiri dan berjalan dengan Allah, tetapi kita juga belajar banyak dari Firman Tuhan dan mendapat hikmat Allah dalam kebaktian-kebaktian besar dan kecil setiap kali. Persekutuan tubuh Kristus, baik Kelompok besar dan Kelompok kecil itu sangat berfaedah bagi setiap orang beriman.
Kita harus bisa menerima dan menggunakan kuasa dan hikmat tubuh Kristus sebaik-baiknya, sebab itu juga rencana dan kehendak Allah. Oleh karena itu kita perlu:
a). Membangun persekutuan tubuh Kristus yang betul. Setiap orang beriman dalam Gereja harus belajar bersekutu satu sama lain, jangan terlepas satu dari yang lain. Setiap anggota tubuh Kristus adalah anggota satu dari yang lain, tidak lepas-lepasan.
Persekutuan tubuh Kristus dalam Gereja itu diumpamakan sebagai tubuh dan Kristus kepalanya. Bagian-bagian tubuh itu lekat satu sama lain dan bisa bekerjasama dengan baik. Misalnya kaki, tangan, mata, hidup, telinga, jantung, usus dll, kalau semua ini terlepas satu dari yang lain, itu sangat mengerikan dan tubuh itu mati! Tubuh yang hidup, semua anggota-anggotaNya harus terikat satu sama lain dengan erat dan bisa bekerjasama, itu baru tubuh yang hidup dan sehat!
Begitu juga anggota-anggota tubuh Kristus harus terikat satu sama lain dan bisa bersekutu dan bekerjasama dalam kesucian dan kasih Kristus 1Yoh 1:7. Kalau anggota- anggota tubuh Kristus tidak terikat tetapi terlepas satu dari yang lain, maka tubuh itu mati; begitu Gereja tanpa per-sekutuan. Kita harus membangun persekutuan dalam Gereja.
b). Jangan kuatir akan timbul problem kalau bersekutu. Ada pepatah dunia berkata: dekat bau bangkai, jauh bau kembang. Sebab itu jangan dekat-dekat, nanti bentrok lalu hubungan putus. Harus jaga jarak supaya hubungannya selalu baik, selalu harum bau kembang. Ini adalah falsafah dunia untuk menjaga hubungan baik.
Tetapi orang beriman lain. Jangan takut bentrok atau problem. Tentu sebagai orang-orang baru kita tidak mengharapkan banyak ribut seperti orang lama. Tetapi pasti ada problem sebab kita semua belum sempurna, tetapi justru itu menjadi latihan dan pengolahan bagi kita untuk saling mengampuni dan belajar dengan tulus saling mengasihi, rendah hati, sabar, bermurah hati dll sifat yang baru seperti Kristus. Ini menjadi pengolahan dan menumbuhkan tabiatbaru yang sudah terbit dalam hidup kita, sudah ada meskpun masih dalam bentuk benih 2Kor 5:17.
Di Surga tidak ada malaikat yang berdosa, kalau kita tinggal di Surga, tidak ada pengolahan, tidak ada pertumbuhan, atau terlalu sedikit. Justru dalam dunia ini kita diolah dan tumbuh banyak.
c). Terus membangun dan menguatkan persekutuan tubuh Kristus dalam kesucian dan kasih Kristus 1Yoh 1:7, baik dalam persekutuan Kelompok kecil dan dalam Kelompok besar. Bisa bersekutu dalam kelompok-kelompok kecil itu perlu selain kelompok besar.
Ada orang berusaha mempersatukan Gereja-gereja di Indonesia, tetapi dengan isteri sendiri setiap hari berkelahi dan ribut terus, begitu juga dalam Kelompok kecil di Gereja. Kalau dalam Kelompok kecil ia tidak bisa bersekutu dengan baik, jangan dahulu mempersatukan Gereja-gereja di negerinya. Siapa tidak setia dengan hal yang kecil, juga tidak akan setia dengan hal yang besar Luk 16:10. Kita harus belajar bersekutu dengan baik dan betul dalam rumah tangga, dalam Kelompok- kecil, antara Kelompok kecil dalam Gereja, dst. Kalau ini baik, maka kita akan bisa meneruskannya dalam persekutuan kelompok-kelompok yang lebih besar dan antara Gereja- gereja.
d). Bekerjasama dengan baik Belajar bisa berfungsi sebagai tubuh Kristus yang betul dalam kesucian dan kasih yaitu bisa bekerja sama dalam doa dan pelayanan, saling tolong menolong, saling menguatkan dan melengkapi, maka kekuatan kita bersama-sama akan meningkat 20 kali sampai 100 kali lipat.
Im 26:8 Maka lima orang dari pada kamu akan menghalaukan seratus (20 kali), dan seratus orang dari pada kamu akan menghalaukan sepuluh ribu (100 kali); maka segala musuhmu akan rebah dimakan pedang di hadapanmu. (TL)
Mat 18:19-20 Lagi pula Aku berkata kepadamu: Jikalau dua orang daripadamu sehati di atas bumi ini di dalam barang sesuatu hal yang akan dipintanya, ia itu akan diadakan baginya oleh BapaKu yang di surga. Karena barang di mana ada dua atau tiga orang berhimpun atas namaKu, di situlah Aku ada di tengah-tengah mereka itu.” (TL)
Kalau ada persekutuan diantara umat Tuhan, maka kekuatannya di dalam bahaya dan pencobaan akan sangat meningkat, sebab bisa bekerjasama di dalam Kristus, maka kita bisa mengatasi dan keluar dari bahaya-bahaya yang menghadang.
Tanpa persekutuan, umat Tuhan yang menghadapi bahaya sendiri-sendiri, akan mudah dihanyutkan oleh segala arus dosa dan duniawi, terseret oleh tipu daya dan jerat iblis, serta kena segala bahaya. Sebab itu di dalam menghadapi bahaya, jangan sendiri- sendiri, tetapi bersama, bersekutu sebagai persekutuan tubuh Kristus yang betul, maka kemenangan-kemenangan yang dihasilkan akan besar dan indah-indah.
Waktu Petrus ditangkap akan dipenggal, seluruh tubuh Kristus berdoa semalam-malaman, maka Petrus keluar dengan mudah dari lembah bayang-bayang maut dengan mujizat Allah, sebab seluruh tubuh Kristus bersatu.
6. MENUNGGU TUHAN.
Maz 25:3-5 Sesungguhnya segala orang yang menantikan Dikau itu tiada mendapat malu; melainkan mereka itu mendapat malu yang berbuat khianat dengan tiada semena-mena. Ya Tuhan! nyatakanlah kiranya kepadaku segala jalanMu, dan ajarkanlah akan daku segala lorong-Mu. Pimpinlah akan daku ke dalam kebenaranMu dan ajarkanlah akan daku, karena Engkaulah Allah, pohon selamatku; maka akan Dikau juga aku bernanti pada segenap hari. (TL)
Salah satu sebab mengapa orang beriman menjadi celaka ialah karena tidak bisa tahan menunggu Tuhan lalu bertindak sendiri seperti Saul 1Sam 13:8,13.
Waktu kelaparan datang Ibrahim tidak bertanya kepada Tuhan, langsung bertindak sendiri, ia turun ke Mesir untuk mencari pertolongan. Justru di situ ia jatuh dalam celaka Kej 12:10.
Jangan bertindak sendiri, minta pimpinan Tuhan. Kadang-kadang Tuhan tidak atau belum memberi pimpinan atau tanda, maka kita harus tetap menunggu Tuhan. Tuhan tidak pernah tertidur atau lengah, Dia tidak pernah terlambat, percayalah, Dia maha kuasa dan maha tahu semuanya. Kita harus belajar untuk bisa menunggu Tuhan.
Tetapi jangan menunggu dengan nganggur atau kosong, tunggu sambil berdoa dan sungguh-sungguh mencari kehendak Tuhan. Jangan kuatir, Tuhan tidak pernah terlambat menolong.
Bayangkan kalau Jusuf dalam kesusahannya ia mengambil jalan pintas sendiri, melarikan diri dan pulang ke Kanaan pada bapanya, kalau toh ia berhasil, maka semua rencana Allah akan batal dan hidupnya menjadi berantakan. Selain itu kalau ia lari tanpa perlindungan Tuhan, bisa mudah mati kena bahaya.
Begitu juga Musa, Daud, Daniel, Sadrakh dan kawan-kawannya dll, semua menunggu Tuhan.
Orang yang takut atau kuatir akan terdorong untuk melangkah dengan tergopoh-gopoh untuk mencari pertolongan, tetapi justru karena itu (tidak menunggu Tuhan) ia melangkah sendiri keluar dari pimpinan Roh Kudus dan itu menjadi bahaya dan celakanya.
Tuhan tidak pernah terlambat, percayalah dengan menunggu pimpinan Tuhan, tunggulah di bawah kakiNya sambil terus berdoa di dalam Roh dan kebenaran serta menunggu suara dan pimpinan Roh Kudus. Jangan bertindak sendiri, jangan keluar dari pimpinan Tuhan.
Memang menunggu, lebih-lebih dalam bahaya itu sulit sekali, tetapi kalau kita mau menyerah-kan kuatir kita kepada Tuhan 1Pet 5:7 dan tetap tinggal dalam pimpinan Roh, kita akan bisa menunggu Tuhan, maka pada saat yang tepat kita akan dipimpin Roh untuk bertindak dan dengan Tuhan akan 100% berhasil.

KESIMPULAN

Dalam menghadapi bahaya, jangan panik, jangan bertindak sendiri, lari kepada Tuhan berdoa terus dalam Roh dan kebenaran dan ingat Firman Tuhan. Kalau kita menurut Tuhan, pasti lebih baik dan dalam pimpinan Roh Kudus, semua bahaya itu dapat diatasi, bahkan menjadi kebaikan bagi kita Rom 8:28. Hadapi semua bahaya dengan:
1. Tinggal tetap di pihak Tuhan, dalam kesucian, ini dasar yang paling kuat.
2. Berdoa dengan tekun dalam Roh dan kebenaran. Jangan lupa, kalau perlu mengusir roh-roh Antikris.
3. Hidup penuh dan dipimpin Roh, Tuhan tidak pernah gagal!
4. Tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, jangan bodoh, jangan sampai tertipu oleh i-blis dan pikiran kita sendiri, jangan tersesat bisa kena bahaya.
5. Hadapi bahaya itu bersama-sama dengan saudara-saudara seiman, dalam persekutuan tubuh Kristus, lebih kuat dan lebih besar kuasanya.
6. Jangan terpancing sehingga keluar dari pihak Allah dan dari jalan Tuhan, tunggu Tuhan dengan sabar sambil terus berdoa dan mengharap pimpinanNya.
7. Di dalam Minggu ke-70 Daniel, Tuhan akan memberi fasilitas yang jauh lebih besar, sebab kita juga menghadapi ancaman dan bahaya-bahaya yang lebih dahsyat!
Kalau ini kita perhatikan, kita akan keluar sebagai pemenang dengan Kristus dari setiap bahaya. Tuhan sudah menang untuk kita, dengan Dia kita selalu menjadi pemenang! Percaya dan jalanlah bersama Dia!