Tabiat Anda Bisa Berubah

Orang dunia berkata, macan tua tetap macan meskipun ompong. Dengan kata lain tabiat itu tidak bisa berubah, tetap, sampai dibawa mati.

PASAL I.  BISAKAH TABIAT BERUBAH ?

Orang dunia berkata bahwa tabiat tidak bisa berubah, dibawa mati. Berapa banyak orang mati dengan kesombongan dan dendamnya, atau dengan dustanya atau dengan iri atau cemburunya dan seterusnya.
Mungkinkah manusia bisa berubah total? Bisa!

Saulus yang semula sangat membenci orang Kristen, memburu dan menangkapnya, sebisa-bisanya mau membunuh sebab sangat benci, tetapi dalam waktu beberapa jam berubah total!      Kis 9:9,19.
Zakheus yang mata duitan dan sangat kikir bisa berubah menjadi begitu pemurah dan tidak egois sama sekali dalam waktu sekejab dan itu untuk seterusnya sampai mati! Luk 19:9.
Seorang perempuan Samaria yang nakal, sudah menggaet 5 suami orang dan yang sekarang, suami orang yang ke 6. Tabiatnya sudah rusak, bahkan se-ringkali tabiat seperti ini menurun sampai ke anak-anaknya (kalau punya anak). Tetapi waktu ia bertemu dengan Tuhan Yesus, ia berubah total menjadi seorang perempuan yang suci pada hal asalnya perempuan sundal! Yoh 4:13-14.
Berapa banyak perempuan dan laki- laki berzinah seperti ini bisa berubah dan menjadi orang yang suci, berubah, bisa!
Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Yesus adalah jawabannya!

Kalau kita mendapat Yesus, kita bisa berubah total untuk kekal!
Mengapa ada orang Kristen yang tidak berubah banyak?
Pasti ada sebabnya! Sebab tidak percaya, tidak mengerti dan tidak mau. Kalau ia mengerti dan tahu apa sebabnya, lalu mau memperbaiki, maka pasti ia juga akan bisa berubah bahkan sampai ukuran yang penuh dari Kristus. Ef 4:13. Kalau seorang rindu, sungguh-sungguh mau berubah dan percaya kepada Tuhan Yesus, penuh dengan Roh Kudus, maka hanya dengan membaca satu buku ini saja ia pasti bisa berubah! Dan perubahan itu terus berjalan sampai puncak-puncak perubahan yang terindah, kalau ia sungguh- sungguh mau taat, seperti apa yang diungkapkan dalam buku ini, yaitu kebenaran- kebenaran Alkitab!
Kita akan memeriksa lebih dahulu bagaimana seorang manusia pada umumnya (ini namanya manusia-lama) dan sesudah itu kita akan melihat manusia-baru yang sedang berubah dan terus berubah, lalu bagaimana caranya untuk berubah.

PASAL II.  TABIAT MANUSIA LAMA.

Tabiat (= watak temperamen, karakter) itu adalah:
– campuran dari sifat-sifat yang baik dan yang jahat.
– ada yang bawaan (didalam gen pembawa sifat, bahkan ada yang berkata, kakek nenekpun masih mempengaruhi)
– ada yang dipengaruhi oleh sikon, tradisi, budaya, agama, pendidikan dan
– dari kehendak orang itu sendiri.
Beberapa orang mencoba membagi-bagi tabiat manusia dalam 4 macam tabiat dasar. Menurut Hippocrates (Tim Lahaye) dan Galen (Ensiklopedia Nasional Indonesia), yaitu :
1. Sanguinik, bersifat optimis dan periang, tidak pernah kehabisan kata, ini cocok untuk menjadi guru, ahli pidato, aktor, salesman.
2. Plegmatik: Lamban, sukar dirangsang, tidak lekas naik darah, santai, tidak mudah  tertawa, efisien, cocok untuk menjadi diplomat, akuntan, guru, pemimpin, ahli ilmiah, pekerja yang teliti.
3. Melankolik: Murung, sayu, pendiam juga lamban, rela berkorban, emosi sangat sensitif, introvert, teman yang setia, analitis, perfeksionis. Ini cocok untuk menjadi Pendeta, pembantu, pekerja sosial dsb.
4. Kolerik: Sifatnya penuh semangat, berkemauan keras, tetapi lekas marah, biasanya entrovert meskipun agak kurang menonjol, berbakat pemimpin (banyak jendral dan pemimpin besar seperti ini). Cocok menjadi orang eksekutif, pencetus gagasan, produsen, diktator atau penjahat (kalau moralnya jelek).
Ada lelucon (kalau kita bisa mengerti 4 watak dasar ini, kita bisa mengerti lelucon ini): Kolerik yang berkemauan keras memproduksi hasil penemuan dari Melankolik yang mempunyai bakat yang luar biasa, hasilnya dijual oleh Sanguinik yang mempunyai kepribadian yang menarik dan hasilnya itu dinikmati oleh Plegmatik yang santai.
Biasanya tabiat seseorang tidak murni seperti yang diceritakan, melainkan merupakan campuran dari bermacam- macam tabiat dasar tersebut, bisa campuran dari 2,3 atau semua macam.
Misalnya 50 % Sanguinik, 30 % Kolerik, 15 % Melankolik dan 5 % Plegmatik. Ada banyak bentuk kombinasi.
Bahkan dari hari ke hari komposisi campuran ini bisa berubah, tetapi biasanya ada satu bentuk yang lebih menonjol, misalnya seorang yang sangat aktif tetapi mudah meledak-meledak seperti mercon, atau pendiam, sabar, tenang tetapi kalau sudah marah seperti bom atau murung dan sayu terus. Ada yang optimis, ada yang pesimis. Ada yang Introvert (orang yang tertutup), ada yang extrovert (terbuka).

KEPRIBADIAN itulah sifat seseorang yang khas baginya, berbeda dengan orang lain dan tampak oleh semua orang di sekitarnya.

Kepribadian yang tampak dari luar, lebih jelas  disebut penampilan, itu bisa sama dengan tabiatnya, bisa tidak.  Kalau orang itu menahan diri, ngempet atau munafik, penampilannya  berubah. Misalnya seorang yang tabiat dasarnya sebetulnya jelek,  tetapi sebagai pegawai ia harus berpenampilan baik, itulah  kepribadian yang tampak dari luar, supaya jangan ia dikeluarkan dari  perusahaannya. Untuk kehidupan sehari-hari di dalam dunia, ini  sudah cukup; asalkan kepribadian atau penampilannya baik, ia mudah  diterima di dalam masyarakat.
Penampilan dari luar itu biasanya juga dianggap sama dengan kepribadiannya; ini yang sering diadvertensikan dalam kursus-kursus kepribadian, dan dalam waktu satu atau dua bulan orang-orang ini disulap menjadi orang-orang yang berkepribadian baik dan menyenangkan. Kursus ini hanya  mengubah penampilan. Memang dalam satu minggu sampai satu bulan bisa berubah, tetapi tabiat atau watak dasarnya tetap tidak berubah, sebab untuk mengubah watak dasar itu perlu waktu berpuluh-puluh tahun, dan seringkali harus dengan banyak ancaman atau tawaran, itupun belum tentu bisa berubah, paling-paling yang berubah penampilannya saja, yaitu kepribadian yang tampak dari luar.
Contoh yang sangat khas adalah Absalom. Dari luar penampilan dan kepribadian Absalom sangat baik, disukai semua orang, sangat dihormati, disegani, dicintai, sangat menarik dan manis. Setiap orang yang bertemu dengan dia di sambut dengan salam yang hangat, sehingga orang menjadi lekat dan senang kepadanya, 2 Sam 15:1-6. Tetapi sebetulnya tabiat Absalom sangat keji, jahat, penipu dan melawan Allah, sehingga Allah sendiri menggantungnya dipohon sampai mati di bunuh Yoab.
Absalom ini betul-betul orang munafik. Dengan mudah ia mengambil hati orang banyak untuk mendukungnya membunuh bapanya sendiri yang tidak bersalah lalu mempercabuli istri-istri bapanya didepan umum. Absalom adalah seorang anak yang terlalu kurang ajar dan durhaka, tetapi kepribadiannya manis memikat dan sangat disenangi orang banyak. Memang apa yang tampak dari luar dan dari dalam itu tidak sama.

Kepribadian harus baik tetapi jangan munafik seperti Absalom. Semua orang harus belajar menahan diri dan itu baik, itu yang disebut di dalam dunia: tahu aturan, misalnya: biarpun tidak setuju tetap sopan. Tetapi kalau sudah tidak tahan bisa meledak, karena kelemahannya. Ini bisa menjadi munafik yang menurut Firman Tuhan, itulah orang yang dengan sengaja, dengan pengertian dan tahu akibatnya, tetapi bersikap pura-pura, sama sekali tidak sesuai dengan isi hatinya, melawan Firman Tuhan; Luk 12:1.
Kebanyakan di antara orang Kristen yang berbuat dosa itu karena kelemahannya, sebab mereka belum tumbuh rohaninya, belum sungguh-sungguh mengerti kebenaran. Tetapi mereka yang sudah mengerti kebenaran, bahkan sudah mengajar, tetapi tetap berbuat hal jahat yang disembunyikan dalam kepribadian atau penampilan yang bagus, inilah orang-orang yang munafik, yang tidak diperkenan dan ditegur oleh Tuhan Yesus dalam Mat 23.
Manusia mengerti hal ini baik-baik, apalagi yang sudah tua dan penuh pengalaman, manusia tidak bisa berubah dari dirinya sendiri. Berubah menjadi jahat masih bisa, tetapi berubah menjadi baik, jarang kelihatan di kolong langit ini, kalau toh kelihatan, biasanya itu karena diubah Tuhan Yesus!
PASAL III.  MANUSIA BARU

Sejak Wasiat Lama hal ini sudah nyata. Kalau seorang dipenuhi  dengan Roh Kudus (cara Wasiat Lama) maka ia akan berubah  menjadi orang lain, misalnya Saul pada waktu Roh Kudus turun  ke atasnya, ia berubah menjadi orang lain, itulah manusia-baru.
1Sam 10:6 Maka Roh Tuhanpun akan datang atasmu dan  engkaupun akan bernubuat serta dengan mereka itu  dan engkaupun akan diubah menjadi orang lain. (TL)
Kita harus mengerti bahwa sesudah lahir baru kita sudah  berubah menjadi orang-baru yang bukan lagi seperti 4 tabiat  dasar itu atau kombinasinya sebab 4 macam tabiat ini adalah  tabiat manusia-lama, yaitu orang-orang biasa (orang dunia, orang  berdosa). Jadi manusia-baru itu tidak bisa digolongkan seperti itu, sebab orang yang sudah lahir baru itu sudah berubah.
Begini perubahannya.
Manusia itu terdiri dari manusia- luar (manusia-lahiriah, yang tampak dari luar) dan manusia-dalam (atau manusia- batiniah yang tidak tampak dari luar).

Pada orang yang lahir baru, manusia-dalam atau manusia-  batiniahnya ini yang sudah berubah total, sama sekali menjadi  baru, sama sekali lain dari sebelumnya atau dari orang dunia pada  umumnya. Tetapi manusia-luar atau manusia-  lahiriahnya tetap sama, tidak banyak berubah, praktis masih sama  dengan yang lama dan sama dengan semua orang lainnya di dalam  dunia.

Mengapa? Sebab yang ditebus adalah manusia- dalam, manusia-batiniahnya, manusia-lahiriah belum ditebus (justru kita masih menunggu penebusan ini Rom 8:23 TL, KJ! Luk 21:28 KJ, Efs 4:30.

Untuk keterangan lebih lanjut bagi penebusan tubuh, lihat buku: Tubuh Nyawa Roh dan tebus tubuh).
Sebab itu manusia-luarnya tetap mengalami akibat-akibat dosa seperti lapar, sakit, lelah, menua dan bisa mati sewaktu-waktu, sebab belum ditebus dari dosa.
Manusia-lama itu bermacam-macam, tetapi semua adalah turunan Adam atau manusia pertama, 1Kor 15:45-47, semua adalah orang berdosa dan hamba Iblis Yoh 8:34, disebut juga anak- anak Iblis.
Yoh 8:44a. Kamu ini daripada bapamu Iblis, dan segala hawa nafsu bapamu itulah yang kamu turut.
Kalau seseorang sampai akhir hidupnya tidak percaya kepada Tuhan Yesus, ia tetap menjadi hamba dosa dan anak-anak Iblis, maka pada waktu mati ia pulang ke rumah bapanya, Iblis, yaitu Neraka kekal Mat 25:41.
Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, mereka dilahirkan baru menjadi anak- anak Allah
Yoh 1:12. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi- Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.

Kalau sampai mati tetap setia, mereka akan pulang ke rumah Bapanya yaitu Bapa Sorgawi, yaitu di dalam Sorga untuk kekal.
Semua hasil penyelidikan para ahli ilmu jiwa, filsuf dll itu semua tentang manusia-lama, bukan tentang manusia-baru, sebab itu semua orang dunia tidak mengenal manusia-baru, mereka hanya manusia lama.
1Kor 2:15 Tetapi orang yang rohani (manusia-baru) itu menyelidiki segala perkara, maka ia sendiri (manusia-baru) tiada diselidik oleh seorang juapun. (manusia-baru tidak bisa di mengerti oleh manusia-lama, seorangpun tidak bisa mengerti). (TL)

Orang dunia tidak mempunyai pengalaman sama sekali (nol) sebagai manusia-baru kecuali kalau ia percaya kepada Tuhan Yesus. Sebab itu mereka tidak mengerti dan tidak bisa mengerti manusia-baru, bahkan cara hidup manusia-baru seringkali atau biasanya dianggap kebodohan oleh para ahli-ahli dunia, sehingga sering ditertawakan.
1Kor 2:14 Tetapi orang duniawi (manusia- lama) tiada menerima barang yang daripada Roh Allah itu, karena perkara itu menjadi kebodohan kepadanya, dan tiada dapat mengenalnya (orang-baru), sebab perkara itu diselidik dengan peri rohani. (TL)
Orang dunia, meskipun ahli dan berpengalaman tetap sangat bodoh dan tidak tahu apa-apa tentang manusia-baru. Itu sama sekali tidak terpikir dalam pikiran mereka, sebab itu di luar jangkauan pikiran manusia biasa. Memang tidak bisa dimengerti oleh orang dunia (manusia-lama), meskipun ia pandai, ahli ilmu jiwa, filsuf, orang tua, orang pandai dsb.
Misalnya orang yang hanya membaca dan mendengar cerita tentang durian, tetapi tidak pernah melihat atau makan daripadanya.
Pada waktu ia makan sawo, ia berkata, ini seperti durian sebab manis.

Pada waktu ia makan kelapa kopyor, ia berkata durian itu seperti ini sebab gurih, pada hal sesungguhnya durian itu sama sekali tidak sama dengan sawo atau kelapa kopyor.
Juga orang dunia dan para ahli-ahlinya tidak akan bisa mengerti tentang manusia-baru sebab mereka tidak pernah mengalami menjadi manusia-baru dan tidak pernah bisa mengerti tentang manusia-baru. Manusia-baru dan manu-sia-lama ini berbeda sama sekali.
PASAL IV.  PROSES PERUBAHAN.
Ini perubahan batiniah, dalam manusia batiniah bukan perubahan lahiriah; juga bukan dengan cara-cara lahiriah tetapi dengan cara-cara batiniah. Ini dikerjakan oleh Allah sendiri tidak mungkin oleh orang itu sendiri.
Cara Allah ini luar biasa, sangat ajaib, tidak bisa dimengerti oleh ma-nusia, sebab pikiran Allah itu memang jauh lebih tinggi daripada pikiran manusia, tidak bisa dicapai oleh pikiran manusiawi Yes 55:8-9. Tetapi Dia membukakan rahasia ini pada orang yang percaya kepada-Nya, yaitu manusia-baru.
Supaya kita bisa mengerti, Allah menunjukkan caranya itu dalam beberapa cara dan  beberapa segi, yaitu:
1. KELAHIRAN.

Dengan kelahiran maka bentuk, tabiat dan  keadaan dari induk atau ibunya itu diturunkan pada  anak yang dilahirkan itu. Misalnya:
Yang dilahirkan oleh gajah, adalah gajah, tidak mungkin  gajah melahirkan kera.
Yang dilahirkan ikan adalah ikan, tidak mungkin ikan melahirkan (lewat telurnya) seekor kelinci.
Yang dilahirkan ayam adalah ayam, tidak mungkin telur ayam melahirkan (menetaskan) seekor ular, sama sekali tidak mungkin.
Kalau buah kelapa ditanam, ia akan tumbuh menjadi pohon kelapa, tidak mungkin “melahirkan” pohon jeruk, dan seterusnya!
Dengan kelahiran akan diturunkan (dilahirkan) sifat-sifat atau tabiat dari yang melahirkan.
Begitulah dengan kelahiran kembali atau lahir baru oleh Allah, maka manusia itu menjadi suatu manusia yang baru dengan tabiat yang baru, yaitu tabiat  ilahi atau tabiat Kristus.
2Kor 5:17 Sebab itulah jikalau barang seorang hidup di dalam Kristus, maka ialah kejadian (ciptaan) yang baharu; maka perkara-perkara yang lama itu sudah lenyap, bahkan yang baharu sudah terbit. (TL)
Dengan kelahiran baru maka manusia berubah menjadi manusia-baru (manusia-dalamnya, manusia-batiniahnya), tabiat Allah yang berupa benih muncul dalam manusia-baru ini, ada di dalamnya.
2Pet 1:4 maka dengan jalan itu sudah dikaruniakanNya kepada kita segala perjanjian yang indah-indah dan yang terlebih besar itu, supaya dengan dia itu kamu ada bahagian di dalam sifat ilahi sambil melepaskan diri daripada keadaan yang akan binasa yang ada di dalam dunia oleh sebab hawa nafsu. (TL)
Tentu ini terjadi secara rohani, yaitu dengan iman, sebab memang cara hidup dan perjalanan kita itu dengan iman 2Kor 5:17. Kita dilahirkan oleh air (baptisan air) dan Roh (baptisan Roh). Semua yang diperanakkan dari Roh itu juga Roh.
Yoh 3:5-6 Maka jawab Yesus, ” Sesungguh- sungguhnya Aku berkata kepadamu: Jikalau barang seorang tiada diperanakkan daripada air dan Roh, tiada boleh ia masuk ke dalam kerajaan Allah. Barang yang diperanakkan daripada tabiat tubuh, tubuh juga; dan barang yang diperanakkan daripada Roh, Roh juga. (TL)
Jadi dengan kelahiran kembali kita berubah menjadi manusia-baru dan tabiat ilahi ada di dalam kita, namun dalam bentuk benih. (Bentuk benih ini kadang-kadang jauh berbeda dengan bentuk dewasanya, sehingga orang-orang seringkali salah mengerti, dikira lain, padahal sama; kalau benih itu tumbuh dengan baik, maka akhirnya ia akan menjadi sama persis seperti bentuk induknya). Tetapi selama masih berbentuk benih, itu tampaknya sangat jauh berbeda dengan yang melahirkannya.
Misalnya telur burung dengan burung itu sangat berbeda, begitu juga kelapa dan pohon kelapa berbeda. Anak macan dan macan dewasa berbeda.
Suatu kali penulis ditawari untuk membeli anak macan. Meskipun dirayu, penulis pasti tidak mau, tetapi penulis meminjam anak macan itu sebentar dan untuk itu penulis memberinya persen. Penulis menyuruh anaknya menggendong anak macan itu lalu difoto. Sekarang penulis bisa berkata, anak saya menggendong macan! Suatu pernyataan yang dahsyat, tetapi sebetulnya bukan apa-apa, sebab anak macan sangat berbeda dengan induknya, ia belum sebesar induknya, belum berbahaya, belum bisa buas seperti induknya.
Tetapi kalau anak macan itu tumbuh, ia akan menjadi sama jahatnya dengan induknya.
Begitu juga telur burung dengan burung itu sangat berbeda. Burung dewasa bisa terbang bebas di udara sedangkan telur sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa, tidak bisa bergerak seperti benda mati, sangat berbeda dengan burung!
Kalau burung jatuh dari sarangnya, tidak apa-apa, ia langsung terbang dan bersukacita. Tetapi kalau telur jatuh, langsung pecah dan mati, binasa! Berbeda! Tetapi sesungguhnya telur burung dan burung itu sama!

Pada waktu telur itu sudah menetas dan keluar seekor anak burung yang menciap-ciap; sudah mulai tampak ada persamaan dengan induknya, tetapi masih berbeda jauh. Anak burung ini tidak bisa hidup sendiri, tidak bisa mencari makan sendiri, tidak bisa terbang, kalau jatuh dari sarangnya ia akan langsung mati atau paling sedikit gegar otak dan lumpuh. Bayi burung dan burung dewasa masih berbeda meskipun sudah mulai tampak persamaannya. Tetapi pada hakikatnya telur, bayi burung dan burung dewasa itu sama, meskipun tampak sangat berbeda. Baru sesudah telur atau anak burung itu tumbuh terus, maka perbedaan itu makin lama makin kecil dan akhirnya lenyap dan barulah telur atau anak burung itu menjadi sama dengan induknya.
Begitu juga manusia-baru yang sudah mempunyai tabiat Kristus, tabiat ilahi, akhirnya (bukan permulaannya) akan dapat menjadi sama dengan yang melahirkannya yaitu Allah.
Dengan kelahiran baru kita sudah mendapat tabiat ilahi yaitu tabiat Kristus, tetapi masih dalam bentuk benih, belum terlalu kelihatan (2Kor 5:17, 2Pet 1:4). Tetapi kalau benih ini ditumbuhkan, akan menjadi sama dengan Kristus. Kita sudah mempunyai tabiat ilahi yang heran itu, meskipun masih dalam bentuk benih, sudah ada! Kalau ditumbuhkan, pasti akhirnya akan menjadi sama dengan Kristus! Jangan kecil hati melihat orang Kristen yang baru, belum sama dengan Kristus, sebab tabiat ilahi di dalam dia masih berbentuk benih, belum tumbuh dengan cukup.
Dengan kelahiran baru kita sudah menerima benih-benih tabiat ilahi!
Memang roh kita (=manusia-batiniah) yang berubah total, sehingga mempunyai sifat ilahi, sifat Kristus, lebih-lebih kalau tumbuh.
2. MATI DAN BANGKIT.

Sewaktu manusia masih menjadi hamba dosa, manusia putus  hubungan dengan Allah dan di dalam istilah Alkitab  disebut mati (Efs 2:1); Sesudah diperdamaikan dengan Allah,  sesudah lahir baru, rohnya dibangkitkan menjadi  hidup sebab dibangkitkan oleh Allah Bapa.
Rom 6:4 Demikianlah kita dikuburkan sertaNya oleh baptisan  itu ke dalam maut, supaya sebagaimana Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, sedemikian itu juga kita ini pun dapat berjalan di dalam suatu hidup yang baharu. (TL)
Sesudah dibangkitkan, roh kita hidup, kita bisa berhubungan lagi dengan Allah, di hadapan Allah kita hidup.
Kol 2:13 Maka kamu pun, yang dahulu mati oleh sebab segala dosa dan tabiatmu duniawi itu, sudah dihidupkan-Nya beserta dengan Dia, maka diampunkanNya se-gala dosa kita, (TL)
Manusia-lama sudah mati, sekarang bangkit manusia-baru (batinnya), sehingga kita sekarang ini bukan kita (turunan Adam) lagi tetapi Kristus (turunan Kristus, seperti Kristus) yang hidup di dalam kita.
Gal 2:19b-20 Aku sudah tersalib serta dengan Kristus. Adapun hidupku ini bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku; tetapi hidup yang sekarang aku hidup di dalam tubuh ini, aku hidup di dalam iman kepada Anak Allah, yang mengasihi aku dan yang menyerahkan diriNya karena aku. (TL)
Kita bisa hidup baru, sebab manusia-lama dengan iman sudah dimatikan, dan manusia-baru sudah dibangkitkan. Kita sudah berubah, sekarang bukan kita lagi tetapi Kristus (benih-benih Kristus) yang nyata di dalam diri kita.
(Memang ini perlu penyerahan, dipimpin Roh, sehingga yang nyata bukan kita lagi, tetapi Roh Kudus yang memimpin hidup kita menjadi seperti Kristus. Kalau belum cukup penyerahan, belum tampak Kristus sepenuhnya di dalam hidup kita, tetapi Kristus sudah ada di dalam kita dan ini harus tumbuh, tetapi tabiat yang lama sudah mati dan sudah dikuburkan, sudah lenyap!).
Allah yang mengerjakan di dalam kita, yaitu kematian manusia lama lalu membangkitkan manusia baru sehingga kita bisa hidup sebagai manusia baru (dan tumbuh makin lama makin penuh, makin mahir, makin nyata sebagai manusia baru yaitu seperti Kristus). Tabiat Kristus yang terus bertumbuh itu akhirnya akan mencapai, menjadi seperti Kristus sepenuhnya Efs 4:13.
3. PINDAH, DARI KERAJAAN  IBLIS MASUK KERAJAAN PUTRA ALLAH.
Kol 1:13 Maka Ialah yang sudah melepaskan kita daripada kuasa gelap, dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak yang dikasihiNya. (Luk 11:20) (TL)
Apa artinya pindah? Pindah kerajaan berarti pindah peraturan, sebab peraturan yang berlaku dalam setiap kerajaan itu berbeda. Hukum-hukum yang berlaku dalam kerajaan iblis adalah hukum- dosa dan maut, tetapi hukum-hukum yang berlaku dalam kerajaan Putra Allah adalah hukum Roh yang mendatangkan hidup. (Untuk keterangan lengkap tentang hukum-hukum ini lihatlah buku: hukum-dosa, maut dan hukum-Roh).
Sebab itu kalau di dalam perubahan ini kita pindah, kita juga pindah dari kekuasaan hukum-dosa dan maut, masuk ke dalam kekuasaan hukum Roh yang memberi hidup.
Rom 8:2 Karena hukum Roh yang mengaruniakan hidup di dalam Kristus Yesus sudah memerdekakan aku daripada hukum dosa dan maut itu. (TL)
Orang-lama dikuasai oleh iblis dengan memberlakukan hukum-dosa dan maut kepadanya; maka setiap orang seperti ini, yang dikuasai hukum-dosa dan hukum-maut, dalam setiap peristiwa, setiap pencobaan selalu berbuat dosa, otomatis berbuat dosa meskipun dari luar belum tampak, tetapi dari dalam pikirannya, di hadapan Allah itu sudah jatuh dalam dosa, Rom 7:17-24, Ams 23:7 KJ. Misalnya dihina, langsung benci meskipun tidak semua menyatakan kebencian itu terang- terangan, tetapi sudah ada dalam hati. Juga kalau dipuji, langsung senang dan kagum menjadi sombong, lupa kalau semua itu dari Tuhan, tidak seperti di dalam orang-baru. (Untuk penjelasan lebih lanjut pelajarilah buku hukum-dosa, maut dan hukum Roh).

Orang yang lahir baru itu pindah ke dalam kerajaan Putra Allah, maka hukum- dosa dan hukum-maut tidak lagi berlaku atasnya melainkan yang sekarang berlaku adalah hukum-Roh, dengan demikian hidupnya berubah, ia tidak lagi harus selalu berdosa dalam setiap godaan/pencobaan, tetapi bisa memilih untuk menuruti daging (menjadi dosa) atau menurut Roh (tinggal didalam kesucian). Dengan demikian di dalam setiap pencobaan dan problem kita tidak lagi otomatis berdosa, tetapi bisa memilih. Sekarang kita bisa memilih untuk bersikap dan bertindak seperti tabiat Kristus.
Kalau kita terus berjalan dalam Roh, maka kita terus memilih dipimpin Roh, menuruti Roh  sehingga tidak lagi berdosa, lepas dari ikatan dosa, bebas, sebab kita sudah berada dalam hukum Roh, bebas dari hukum-dosa dan maut.
Dengan lahir baru ini kita pindah dari keadaan yang otomatis selalu berbuat dosa (meskipun kadang-kadang hanya di dalam pikiran), sekarang bisa hidup suci dengan selalu menurut pimpinan Roh.
Jadi hukum-hukum yang berlaku pada orang- lama dan orang-baru juga berbeda, sebab kita ada dalam kerajaan yang berbeda.
4. BERUBAH MENJADI BARU.
Rom 12:2 Dan janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi hendaklah kamu berubah seluruhnya oleh pembaharuan pikiranmu, supaya kamu dapat menguji apa kehendak Allah yang baik, yang berkenan dan yang sempurna. (RTL)
Perubahan yang dimaksud di sini adalah metamorphose (berubahan bentuk) seperti yang dialami ulat kepompong menjadi kupu- kupu.

Ini sangat berbeda. Kalau ulat merayap, terus di bawah dan makan daun-daunan, tetapi kupu-kupu makan sari-sari dari kembang-kembang dan terbang tinggi menjelajahi kebun- kebun yang permai.
Begitu manusia-lama (batinnya, pikirannya) berubah menjadi baru.
Pikiran kita berubah menjadi lain sama sekali, menjadi baru, seperti metamorfosis dari ulat menjadi kupu-kupu, bahkan segala cara hidupnya juga berubah.
Efs 4:23-24 supaya roh pikiranmu dibaharui di dalam kamu, sambil berperangaikan yang baharu, yang dijadikan menurut teladan Allah di dalam kebenaran dan kesucian yang benar. (TL)
Begitu juga orang yang sudah lahir baru menjadi manusia-baru, maka pikirannya menjadi baru yaitu pikiran Kristus mulai tumbuh dalam pikirannya. Kalau pikirannya berubah, maka segala cara berpikir dan seluruh cara hidupnya juga tiba-tiba berubah. Ini suatu perubahan yang luar biasa dan sangat indah, yang dilakukan oleh Allah yang maha kuasa itu. Ia bisa membuat perubahan di alam nyata pada ulat yang diubahkan menjadi kupu- kupu, demikian juga di alam roh di dalam orang-orang yang percaya kepadaNya, pikirannya berubah menjadi baru sehingga pikiran Kristus yang tidak terbatas itu bertumbuh dalam pikirannya, makim lama makin penuh.
5. MENANGGALKAN YANG LAMA, MEMAKAI YANG BARU.
Kol 3:8-10 Tetapi sekarang hendaklah kamu pun meninggalkan segala perkara ini: kemarahan, geram, kejahatan, umpat, perkataan keji yang keluar daripada mulutmu. Jangan seorang bercakap bohong kepada yang lain, sedang kamu sudah menanggalkan orang- lama itu dengan segala kelakuannya, dan memakai orang-baru, yang lagi dibaharui sehingga datang kepada marifat menurut teladan Allah yang menjadikan dia. (KJ)

Orang-lama yang berubah menjadi orang-baru, dengan pertolongan Roh Kudus itu tidak sulit. Hal ini seperti orang menanggalkan baju yang lama dan memakai baju yang baru.
Roh Kudus memberi keyakinan, dorongan, perubahan sehingga orang yang percaya itu bisa meninggalkan dan menanggalkan baju hidup lamanya dan menggantikannya dengan baju hidup baru.
Saul yang begitu kejam kepada gereja dan orang-orang Kristen, tiba-tiba bisa berubah menjadi Paulus, menjadi orang Kristen yang dahulunya dibinasakannya Kis 9.
Begitu juga Zakheus yang tamak dan kikir bisa berubah menjadi seperti Kristus.
Teofilus, Epainetus buah sulung pelayan Paulus di asia ditambah lagi satu daftar nama-nama dalam Rom 16, kepala penjara penjara Pilipi dan keluarganya, imam-imam dan orang banyak di Yerusalem, bahkan di seluruh dunia dan seluruh generasi manusia termasuk kita sekarang yang percaya, semua berubah menjadi baru karena percaya kepada Tuhan Yesus.
Jadi proses perubahan dari manusia-lama menjadi manusia-baru, itu terjadi pada manusia-batiniahnya dengan cara-cara seperti yang sudah diterangkan di atas.

Ini adalah perubahan batin (rohani) yang ajaib. Kalau manusia-batin  sudah berubah menjadi baru dan benih Allah di dalamnya tumbuh  terus sehingga menjadi dewasa rohani, bahkan akhirnya menjadi  sempurna.
Kalau ini sudah tercapai, maka tubuh jasmaninya (manusia-luar,  manusia-lahiriah) juga mengalami perubahan-perubahan yang  diterima manusia batiniahnya, sehingga tiba-tiba tubuh jasmani ini akan mengalami tebus tubuh dan berubah menjadi tubuh kemuliaan yang top paling indah, seperti yang dialami oleh Elia dan Henokh.
Manusia-baru itu terus tumbuh dalam bermacam-macam ukuran ilahi, dari yang paling sederhana sampai menjadi yang sempurna, menjadi seperti Allah, persentasi persamaan dengan Allah terus meningkat, terus tumbuh, sebab Allah sudah memberi benih ilahi di dalam setiap orang yang percaya 1Kor 11:1/ 2Pet 1:4. Ini memang rencana Allah supaya orang percaya, yang mau diolah akhirnya bisa tumbuh menjadi seperti Kristus, bahkan sampai ukuran yang penuh.
Efs 4:13 Sehingga kita semua tiba pada kesatuan iman dan kesatuan pengenalan akan Putra Allah, menjadi orang yang sempurna, sampai kepada ukuran yang penuh dari Kristus, (RTL)
Ini pertumbuhan yang baik dan betul.
(lihat gambar ringkasan di hal 19)
Pertumbuhan yang salah dan berbahaya yaitu:
A. Campuran
B. Kembali hidup lama.
A. CAMPURAN.

Tabiat yang dipakai adalah keduanya, yaitu tabiat lama dan baru.
Ini disebabkan terutama karena tidak mengerti dan karena kelemahan. Bolak-balik atau berulang-ulang mereka memakai tabiat yang lama dan tabiat yang baru bersamaan atau bergantian.
Tuhan tidak berkenan dengan cara hidup seperti ini dan akan menghajarnya. Jangan kembali memakai tabiat yang lama.
Gal 5:1 Maka dengan kemerdekaan, Kristus telah memerdekakan kita; sebab itu hendaklah kamu berdiri tetap, dan jangan kamu dikenakan kuk perhambaan itu sekali lagi. (TL)
Belajar terus-menerus dan selalu memakai tabiat yang baru. Tabiat lama jangan dipakai lagi; beberapa orang tidak yakin sebab tidak mengerti dan tidak percaya. Sebab itu orang yang baru percaya perlu diasuh, dibimbing seperti bayi yang baru lahir memerlukan ibunya.
Supaya tidak timbul tabiat campuran, maka :
1. Ia perlu dibaptis dengan Roh Kudus, supaya ia bisa mengalami kepenuhan Roh Kudus (Ef 5:17) dan hidup dipimpin Roh (Rum 8:14) sehingga bisa hidup seperti Kristus, dalam tabiat yang baru.
2. Belajar untuk bertekun dalam Firman Tuhan , sehingga mengerti Firman Tuhan, mengerti bagaimana bentuk hidup-baru yang seperti Kristus lalu dengan iman melakukannya.

1Pet 2:1-2 Sebab itu buangkanlah segala kejahatan dan segala tipu daya dan munafik dan dengki dan segala umpat, sperti kanak-kanak yang baharu jadi hendaklah kamu ingin akan susu yang jati, yang tiada bercampur, supaya dengan dia itu kamu subur menuju keselamatan. (TL)

Banyak orang tidak tahu, tidak mengerti bagaimana hidup baru itu, padahal semua dengan jelas diterangkan dalam Firman Tuhan.
Kalau kita mengerti dan mentaati Firman Tuhan, maka itulah hidup baru seperti Kristus. Roh Kudus akan menguatkan sehingga kita sanggup menjalaninya di tengah-tengah dunia yang jahat ini.
Kalau kita mengerti kebenaran Firman Tuhan, kita bisa membedakan sifat dan cara hidup mana dari Tuhan, mana dari daging atau ibis, serta kuat menolak tabiat yang jahat, sebab Roh Kudus sudah mengubah kita menjadi jenis yang baru. Dengan demikian, campuran dengan hidup lama bisa dibersihkan dan dibuang, sehingga tabiat baru dapat terus bertumbuh dengan murni dan makin lama makin sempurna.
3. Setia bersekutu bersama dalam kebaktian- kebaktian Ibr 10:25.
4. Tekun berdoa senantiasa Rom 12:12, 1Tes 5:17.
5. Setia dalam pelayanan, bersaksi dalam setiap kesempatan meskipun baru lahir seperti Yoh 4:39.
Kerjakanlah semua hal ini dengan tekun seperti orang Kristen mula-mula Kis 2:42. Ini dasar untuk bisa memakai hidup yang baru dengan betul dan makin sempurna.
B. KEMBALI HIDUP LAMA, sebab undur dan murtad, seperti Saul yang sudah pernah berubah menjadi manusia-baru, kembali hidup cara lama dan ini bisa terjadi! Jangan main- main, bisa celaka dan binasa kekal.
Seseorang tidak bisa hidup dalam tabiat baru tanpa Kristus ada di dalamnya. Kalau undur, pasti hidup lama akan muncul kembali, bahkan jauh lebih keji seperti yang sudah diperingati dalam Firman Tuhan, Mat 12:43- 45.
Juga hidup nikah menjadi rusak kalau undur dari Tuhan, sebab tabiat baru pudar, tidak bisa dipertahankan, lalu tabiat lama muncul kembali dengan semua dosa dan hawa nafsunya, maka nikah itu akan terancam kalau tidak segera ditolong, pasti rusak dan hancur. Juga dalam semua segi hidup lainnya, tabiat lama yang penuh dengan hawa nafsu seperti binatang akan muncul (2Pet 2:12). sehingga akhirnya hidupnya menjadi rusak.

PASAL V.  BAGAIMANA SIKAP KITA ?

I. PERCAYA, KITA BISA BERUBAH.


Ini dijanjikan Tuhan dan itu pasti jadi kalau kita bisa percaya; di mulai  dengan iman dan diteruskan hidup dengan iman.
Roma 1:17. Karena di dalamnya itu kebenaran Allah  dinyatakan daripada iman kepada iman, seperti yang telah  tersurat: Bahwa orang benar itu akan hidup oleh sebab iman. (TL).

Orang yang percaya itu ada perbuatannya (Yak 2:17) yaitu ia melangkah seolah-olah sudah mendapatkan semuanya ini dan heran, ia betul-betul mendapatkannya.
Markus 11:24 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Barang apa yang kamu pohonkan dan pinta, jikalau kamu yakin seolah-olah sudah kamu terima, niscaya kamu akan beroleh. (TL).
Orang yang melangkah dengan iman akan mendapatkan bahwa itu betul-betul terjadi
Mat 8:13 Lalu kata Yesus kepada penghulu itu, “Pulanglah engkau, sama seperti yang engkau percaya menjadilah bagimu”. Maka budak itu pun sembuhlah pada ketika itu juga. (TL)

Ini bukan sugesti !!
Sugesti hanya berubah sementara dan hanya bisa mengerjakan hal-hal yang kecil dan ringan (misalnya dengan sugesti menidurkan orang, masih bisa! Tetapi kalau patah tulang atau penyakit thyphus, biarpun dengan sugesti yang lama dan kuat, berpengalaman, itu tidak akan sembuh, sebab kemampuan sugesti manusia itu sangat terbatas.
Tetapi dengan iman tidak ada batas dan untuk seterusnya sampai kekal! segala hal bisa terjadi asalkan itu ada dalam Firman Tuhan dan kita percaya Mark 9:23.
Perubahan ini adalah perubahan yang sangat besar dan mulia yang tidak bisa dibuat atau ditiru oleh manusia, hanya Allah yang bisa membuatnya di dalam manusia yang mau percaya kepada Tuhan Yesus.
Ingat, hal ini betul-betul bisa terjadi sebab:
a. Kita sudah berubah sama sekali menjadi orang lain, manusia-baru. Kita sudah mempunyai benih Kristus yaitu tabiah ilahi dalam kelahiran baru ini; kalau tumbuh akan menjadi seperti Kristus.
b. Tabiat yang lama sudah mati dan dikubur, sekarang kita hidup dalam tabiat ilahi yang  baru, meskipun mulai dalam bentuk benih, tetapi tabiat ilahi itu sudah ada dan mulai hidup di dalam kita.
c. Kita sudah pindah dalam kerajaan Surga, kita ada dalam daerah kekuasaan hukum yang baru.
d. Pikiran kita sudah berubah, bukan lagi ulat tetapi kupu-kupu dan seluruh hidup ini juga ikut berubah menjadi seperti Kristus.
e. Dengan pertolongan Tuhan, tabiat lama sudah ditanggalkan dan tabiat baru sudah dipakai.

Firman Allah ini menghasilkan iman dalam hati kita Rom 10:17. Iman itu datang dari Firman Tuhan dengan pertolongan Roh Kudus.

Sebab itu kita harus mengerti dan mengingat- ingat (sering merenung-renungkannya) kebenaran ini baik-baik, maka dengan pertolongan Roh Kudus itu akan menjadi iman dalam hati kita, keyakinan bahwa kita pasti bisa berubah sesuai dengan rencana Allah yang heran dan indah ini Yoh 10:34-35, Luk 1:37.
Bahkan ada beberapa orang yang menjadi sempurna penuh seperti Kristus.
Orang yang tidak percaya, tidak berubah, tetapi yang percaya akan mengalami perubahan yang luar biasa. Ingat Saulus menjadi Paulus, Zakheus, perempuan Samaria dsb.
Orang Kristen yang gagal seringkali disebabkan karena:
1. Tidak mengerti sehingga tersesat dalam bermacam-macam alasan dan pikiran manusiawi.
Mar 12:24 Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu: “Bukankah di dalam hal ini kamu sesat, bahwa tiada kamu ketahui akan isi Alkitab dan akan kuasa Allah? ” (TL)

2. Percintaan dunia sehingga setengah hati dan gagal, ini termasuk karena segala kelemahan-kelemahannya yang condong pada hal-hal duniawi dan da-ging. Percintaan dunia dan isinya harus dibuang, maka hidup baru akan tumbuh dengan subur. Tetapi kalau ada iman pasti bisa mengalami janji-janji Tuhan yang heran ini. Orang yang mengerti dan percaya akan yakin dan tidak ragu-ragu lagi.
3. Tidak yakin, tidak percaya. Sebab bimbang, ragu-ragu, tidak yakin bisa hidup baru, ini membuat hambatan dan kegagalan.
Yak 1:6-7 Tetapi biarlah ia memohonkan dengan iman, dengan tiada bimbang; karena orang yang bimbang itu seumpama ombak laut, yang ditiup angin terhantar ke sana ke mari. Maka orang yang  semacam   itu  janganlah   menyangka, bahwa ia akan beroleh barang apa pun daripada Tuhan; (TL)

Kalau kita mempunyai telur ayam, kita yakin 100%, kalau telur ini tumbuh ia akan menjadi ayam, bukan ular.

Begitu pula orang-orang yang sudah lahir baru itu mempunyai benih Kristus di dalamnya. Kalau ia tumbuh dengan betul pasti ia menjadi seperti Kristus, bahkan terus meningkat sampai ukuran yang penuh.
Jangan tertipu kenyataan dan pikiran manusiawi yang mengatakan bahwa tabiat manusia tidak bisa atau sulit sekali berubah. Ini memang berlaku untuk orang dunia, manusia-lama! Tetapi Allah sudah melahirkannya menjadi manusia-baru, sehingga yang lama lenyap, yang baru, tabiat ilahi muncul.
Faktor iman itu sangat penting, sebab ini yang mendorong dengan kuat untuk terus tumbuh seperti Kristus, sekalipun dalam kegagalan!
Faktor pengertian itu juga sangat penting, supaya kita jangan tersesat dengan segala kenyataan dan pikiran manusiawi sehingga iman menjadi luntur. Sebab itu sesudah percaya kita harus tekun dalam Firman Tuhan dalam pimpinan Roh Kudus sehingga makin banyak mengerti rahasia- rahasia kebenaran Allah, sebab sampai di mana kita mengerti (30, 60 atau 100%) sampai di situ kita bisa bertumbuh
Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”
Faktor kemauan.
Allah tidak menciptakan kita sebagai robot, sebab itu kita harus mempunyai kemauan untuk mengambil keputusan
Luk 12:57 Apakah sebabnya tiada dapat kamu mengambil keputusan yang sungguh daripada dirimu sendiri? (TL)
Hal-hal ini hanya untuk orang yang mau, yang merindukannya. Jadi, harus ada kemauan untuk terus bertekun, tumbuh seperti Kristus, bahkan sampai ukuran yang penuh Ef 4:13.

Sudah ada banyak kesaksian yang membuktikan kebenaran Allah.

II. JANGAN MENAMBAL HIDUP YANG LAMA.


Luk 5:36 Maka la mengatakan juga suatu perumpamaan kepada  mereka: “Tidak seorangpun menambalkan secarik (kain) dari  pakaian yang baru pada yang lama. Jikalau demikian, maka  keduanya, yang baru membuat suatu robekan, yang lama itu tidak  akan sesuai dengan secarik (penambal) yang diambil dari yang baru  itu.
Yang lama jangan ditambal dengan kain baru tetapi harus dibuang, dilenyapkan, diganti sama sekali dengan yang baru, hidup dengan benih ilahi.
Jangan memakai tabiat lama.

A. Meskipun ada bagian-bagian (sifat) yang “baik” dalam  tabiat lama tetapi itu tidak diakui baik oleh Tuhan. Tuhan berkata  tidak ada yang baik dari manusia-lama Luk 18:19.
Kalaupun tampaknya baik biasanya:
1. Memang masih ada sisa-sisa kemuliaan yang lama (Rom  3:23 TL, KJ), tetapi semua sudah dikuasai hukum-dosa dan  maut. Sebab itu meskipun ada yang baik, tetapi motifnya tidak baik misalnya dilakukan supaya dapat nama baik, dipuji, supaya dapat keuntungan, untuk mengambil hati orang tertentu dsb. Tanpa Kristus, tidak ada orang bisa memiliki hati yang tulus dan suci,semua penuh dengan hal-hal dosa, sebab semua orang-lama dikuasai hukum-dosa dan maut yang terus mendorong dan menghasilkan dosa, baik dalam hati dan sampai dalam perbuatan.
2. Orang-lama adalah anak-anak bapa iblis Yoh 8:44, 1Yoh 3:10. Anak akan tumbuh menjadi seperti bapanya. Jadi hidup lama (orang-lama) adalah bagian dari tabiat iblis. Memang ada yang tampaknya baik, itu bagian dari tabiat “malaikat terang”, itu sia-sia 2Kor 11:14.
Sebab itu kuburkan semua tabiat yang lama, pakai tabiat ilahi yang baru. Semua diubah. Mungkin tampaknya sepintas lalu sama, misalnya rajin, taat, setia, tetapi tabiat yang sekarang itu karena dan untuk Kristus saja, sebab semua berasal dari Dia  Kita hidup untuk Kristus.
Rum 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

B. Jangan hidup lama menjadi patokan
Misalnya 4 tabiat dasar dari ahli-ahli ilmu jiwa itu jangan dijadikan pegangan.
Sebagai contoh yang salah: Ini orang kholerik, perlu dilatih sabar. Atau: Ini orang sanguinis, harus dididik pikul salib dan sebagainya. Ini tidak betul. Di dalam orang baru tidak ada lagi kolerik atau phlegmatik atau lainnya, tetapi semua sudah mendapat benih tabiat ilahi dan itu yang harus ditumbuhkan, semua harus seperti Kristus.
C. Mengapa tidak bisa ditambal
Orang-lama disuruh memakai tabiat baru, tabiat ilahi, tidak cocok. Tidak bisa ditambal, dikombinasikan sebab:
1. Gelap dan terang tidak bisa cocok.
2Kor 6:14 Jangan kamu terkena kuk bersama orang yang tiada beri-man; karena apakah persekutuan kebenaran dengan kejahatan? Atau bagaimanakah terang dengan gelap boleh berjodoh? (TL)
Tabiat lama itu bagian dari iblis, mau ditambali dengan tabiat Kristus, tidak bisa cocok.
Jangan orang kolerik disuruh pakai buah Roh, yaitu lemah lembut, tidak bisa. yang lama harus dibuang dan jangan pakai tabiat lama sebagai pegangan, buang lalu dengan iman pakai yang baru.
2. Tabiat-lama dikuasai hukum-dosa dan maut, meskipun ada “yang baik” kalau dikuasai hukum-dosa dan maut tidak bisa cocok dengan hukum-Roh.
3. Jenisnya berbeda. Orang-lama itu benih iblis, tidak mungkin tumbuh se-perti Kristus, bisa Kristus palsu atau pura-pura, sebab benihnya lain.
Tabiat dari benih iblis akan menjadi seperti iblis. Jangan ditambal, ganti yang baru.
Dalam tabiat ilahi yang baru inilah Roh Kudus akan menghiasi (menambahi) kita dengan bermacam-macam buah Roh. Ini yang betul, tetapi tabiat lama tidak bisa cocok dengan buah Roh, sebab yang ada di belakang tabiat lama adalah iblis dan di belakang tabiat-baru yang sedang bertumbuh adalah Roh kudus. Tidak cocok, dosa dan kekudusan tidak bisa cocok.
Ada yang berkata bahwa tokoh-tokoh Alkitab mempunyai temperamen Melancholis yang menonjol, yang kuat seperti Musa, Elia, Salomo, Yohanes dan lain-lain.
Ini tidak betul, ini menyesatkan orang, ini pendapat manusia, bukan pendapat Firman Tuhan!
Sekalipun orang Wasiat Lama, kalau Roh Kudus turun ke atasnya, ia juga berubah menjadi orang lain, seperti yang diterangkan tentang Saul 1Sam 10:6.
Jadi sifat-sifat mereka (selama dipimpin Roh) bukan sifat- sifat orang lama (Melankolik, Kolerik dsb) tetapi tabiat ilahi yang masuk dan tumbuh sedikit demi sedikit.
Jangan memegang tabiat yang lama, jangan menjadi patokan, itu menyesatkan, harus diganti dengan tabiat ilahi, tabiat baru, tabiat Kristus. Jangan ragu-ragu, benih Kristus akan tumbuh seperti Kristus.
Sekalipun asalnya Melancholik atau Kolerik dsb, semua bisa menjadi seperti Kristus sesudah lahir baru, sebab ada benih Kristus. Untuk orang yang mudah marah tampaknya sulit untuk menjadi sabar, seolah-olah tidak semudah seperti orang  Phlegmatik, tetapi keduanya adalah hidup lama, baik pemarah atau ngempet sama saja, keduanya tabiat dosa, bukan tabiat ilahi; Semua harus dikuburkan, jangan dipakai sebagai pegangan, jangan ditambali tetapi diganti dengan tabiat Kristus. Alkitab bersaksi bahwa Musa yang kasar dan pembunuh, berubah menjadi orang yang sangat lembut, bahkan paling lembut di bumi Bil 12:3. Juga Zakheus, Saulus dan seterusnya.
D. Juga kegagalan-kegagalan hidup lama jangan dijadikan patokan atau pegangan.
Misalnya dalam pengalaman-pengalaman dahulu mudah marah, cerewet, dan berulang-ulang jatuh dalam kebencian, (pikiran) zinah, iri, sombong dan lain-lain dan terus kalah, itu hidup lama. Percayalah akan Firman Tuhan, dengan iman melangkah dalam hidup baru, pasti bisa. Dahulu gagal sebab hidup lama dengan benih-benih dari iblis. Tetapi sekarang di dalam Kristus, benih- benih ilahi sudah ditanamkan Tuhan, pasti bisa tumbuh seperti Kristus.
Buang yang lama, ganti baru. Telur merpati pasti bisa menjadi merpati, tidak akan menjadi ular! Jangan menumbuhkan anak burung merpati memakai pengalaman kegagalan ular, beda! Ukuran kita bukan kegagalan hidup-lama, tetapi dengan iman hidup seperti Kristus. Kita sudah lahir baru dan mempunyai benih Kristus, kita pasti bisa menjadi seperti Kristus dengan pertolongan Kristus kalau mau, percaya dan tumbuh!
Kalau seorang, karena pendidikan dalam dunia mengenal 4 macam tabiat dasar itu, atau yang lain, itu menjadi pengetahuan umum baginya.
Tetapi pendidikan di dalam umat Tuhan jangan memakai patokan-patokan 4 macam tabiat dasar, itu salah. Itu semua adalah bagian dari orang-lama, harus dibuang, dikubur dan sekarang kita sudah mempunyai tabiat yang baru, tabiat Kristus. (Meskipun sudah dikubur, kalau kena tipu daya iblis, nasehat-nasehat ahli dunia, orang bisa kembali memakai hidup lama, lalu tabiat lama itu dibangkitkan kembali). Pakailah tabiat yang baru yaitu tabiat Kristus; sehingga hidup kita ini bukan kita lagi tetapi Kristus yang hidup di dalamku.
Jangan ragu-ragu, percayalah akan Firman Tuhan, meskipun tidak semua orang bisa mencapai kepenuhan Kristus 100% Ef 4:13 dan biasanya pada permulaan, tabiat Kristus yang dipakai itu belum murni betul, masih ada kekura-ngan-kekurangannya.

III. MURNIKAN TABIAT ILAHI  YANG BARU DAN MENUMBUHKAN

SEPERTI KRISTUS.


Ada bermacam-mcam model tabiat manusia-lama, (misalnya kombinasi 4 watak dasar) sebab iblis memberi kebebasan bagi manusia boleh memakai sifat mana saja sesuai dengan daging dan semua keinginannya. Semuanya itu adalah model hamba-hamba dosa dan semuanya akan tumbuh menjadi seperti iblis bapanya.

Tetapi model bagi manusia-baru hanya satu, yaitu seperti Kristus, Tuhan kita. Yang berbeda hanya tingkat kepenuhan tabiat Kristus di dalam manusia-baru. Kita bisa terus tumbuh sampai 10%, 30%, 50%, 70%, 90%  dari kepenuhan Kristus dan sampai di mana kita tumbuh, sampai di situ ukuran kemuliaan kita untuk kekal.
Bagaimana caranya memurnikan tabiat baru yang ada di dalam kita?
a. Dicocokkan dengan tabiat Kristus yang tertulis di dalam Alkitab.
Caranya? Tekun belajar Alkitab dengan pertolongan Roh Kudus dan mentaatinya, maka kita akan makin mengenal Tuhan Yesus dengan lebih jelas, lengkap dan teliti.
2Pet 3:18 melainkan bertumbuhlah di dalam anugerah, dan pengenalan akan Tuhan kita Yesus Kristus, Juru selamat. Baginyalah kemuliaan, baik sekarang ini baikpun selama- lamanya. Amin. (TL, KJ)
Kalau kita mau hidup dalam kesucian dan taat dipimpin Roh, maka Roh Kudus akan menolong kita dengan memberi pengertian, kekuatan iman dan kesanggupan untuk hidup, yaitu berpikir, bersikap dan bertindak seperti Kristus.
b. Hidup dipimpin Roh sampai nyata karunia- karunia dan buah Roh.
Gal 5:22-23 Tetapi buah roh itu ialah: Kasih, sukacita, perdamaian, sabar menderita, kemurahan, kebaikan, kesetiaan Lemah lembut dan tahan nafsu. (RTL)

Orang yang hidup dipimpin Roh (berjalan dalam Ruangan Suci) itu hidup dengan Tuhan, pasti hidupnya akan tumbuh makin seperti Kristus, makin murni.
Dengan 9 buah Roh, hidup yang dipimpin Roh ini mempunyai patokan dari Roh Kudus untuk berkembang seperti Kristus (begitu juga dengan karunia-karunia Roh 1Kor 12:7-11). Kalau ada 9 buah Roh dalam hidup kita, maka tabiat lain yang bukan seperti Kristus tidak bisa cocok, sehingga otomatis gugur, seolah-olah dengan sendirinya disaring dengan adanya 9 buah Roh.
Misalnya buah Roh kasih; kalau ada kasih Kristus, itu salah satu patokan hidup yang betul seperti Kristus. Kalau benci itu hidup seperti iblis. Kalau ada lemah lembut, maka sewaktu tabiat kasar dan bengis mau muncul, akan terjadi kontradiksi dalam hati sehingga menjadi gelisah, maka kita makin tahu dan sadar bahwa kasar dan bengis itu bukan dari Tuhan dan harus ditolak dan dimatikan. Begitu pula dengan tabiat-tabiat lain misalnya mau menuruti hawa nafsu atau berlazat-lazat, itu bertentangan dengan buah Roh tahan nafsu.
Dengan demikian kalau 9 buah Roh ini ada di dalam diri kita, maka itu menjadi patokan dan saringan untuk semua tabiat-tabiat lainnya. Sambil terus memurnikan tabiat yang baru, supaya ja-ngan tertipu dan tercampur tabiat lama lagi, kita juga harus memumbuhkannya terus, makin penuh seperti Kristus. Jangan dalam tingkatan yang sama saja, tetapi makin bertumbuh, makin penuh seperti Kristus.
c. Mematikan daging
Meskipun manusia-batiniah kita sudah ditebus dan berubah, tetapi manusia-lahiriah (=tubuh) kita belum. Tubuh ini penuh dengan segala macam kedagingan yang menarik roh atau pribadi kita untuk menurutinya (Putra Allah juga diberi tubuh daging seperti ini Ibr 10:5). Meskipun sudah lahir baru tetapi sebab kita hidup dalam tubuh daging ini, maka masih ada banyak keinginan- keinginan daging muncul dalam diri kita, mengajak dan menarik kita menuruti daging. Sebab itu dalam diri kita ada peperangan atau pergumulan yang terus menerus antara daging dan roh Gal 5:17, 1Pet 2:11.
Pergumulan ini kadang-kadang begitu berat sampai Elia tidak tahan dan minta mati, ia mengakui bahwa ia tidak lebih baik dari orang-orang sebelumnya, sebab semua keinginan daging yang muncul itu sama jeleknya seperti yang ada di dalam orang- orang lama 1Raj 19:4. Daging ini yang terus menarik kita untuk kembali dalam hidup dan tabiat yang lama (juga pergaulan duniawi dan segala godaan, rayuan dan daya tarik dunia ini). Daging ini harus dimatikan Luk 9:23, jangan dituruti Gal 5:16, 25. Juga kita harus mati dari dunia Gal 6:14. Dengan mematikan daging Rom 8:13-14 kita bisa taat dipimpin Roh. Dengan terus menerus hidup dipimpin Roh, mematikan daging, maka kita dibersihkan dan dimurnikan dari segala keinginan daging, yaitu semua tabiat daging. Kalau tidak mau mematikan daging, sulit untuk bisa berkenan kepada Tuhan dan sulit lepas dari (keinginan) tabiat daging yang sama dengan tabiat-lama sebab ini kehendak daging. Semua keinginan tabiat daging yang melawan Roh harus dimatikan dahulu terus menerus, baru hidup ini menjadi ringan dan tabiat yang baru bisa tumbuh dengan bebas dan cepat. Kalau daging tidak dimatikan, hawa nafsu daging menjadi kuat dan keinginan dan tabiat daging akan muncul lagi dalam hidup kita, seolah-olah masih ada, padahal itu dari tubuh daging, tubuh lahiriah ini. Sebab itu syarat seorang murid Tuhan, berjalan dalam Roh ialah harus mematikan daging Luk 9:23, Rom 8:13 baru bisa berjalan dalam Roh Rom 8:14 dan tabiat baru bisa muncul dan tumbuh makin nyata, makin murni, makin seperti Kristus.
Jadi sikap yang betul supaya bisa tumbuh seperti Kristus:
1. Percaya, yakin bisa tumbuh menjadi seperti Kristus. Ingat 5 macam cara ilahi tentang perubahan tabiat menjadi seperti Kristus yaitu;
dilahirkan
dipindahkan
dibangkitkan
diubahkan
ditanggalkan
2. Jangan menambal hidup-baru dengan hidup lama,
A. meskipun ada sifat-sifat yang “baik”.
B. Jangan hidup lama dijadikan patokan.
C. Mengapa tidak bisa ditambal, sebab:
1. Gelap dan terang tidak bisa bersekutu.
2. Jenisnya tidak sama.
3. Hukum-dosa dan maut bertentangan dengan hukum-Roh.

D.Jangan kegagalan yang lama menjadi patokan/pegangan.

3.Memurnikan tabiat baru dan menumbuhkannya.
a. Dicocokkan dengan tabiat Kristus yang tertulis.
b. Dipimpin Roh sampai nyata karunia-karunia dan buah Roh.
c. Mematikan daging, tabiat baru makin nyata, tumbuh dan makin murni.
Dalam kelahiran baru manusia batiniah kita sudah berubah, diganti benih ilahi yaitu benih Kristus. Kalau ini tumbuh akan menjadi seperti Kristus.
Jaga, murnikan dan tumbuhkan sampai mencapai ukuran Kristus yang penuh.

PASAL VI.  CARA MERUBAH TABIAT.

Sesudah lahir baru kita harus terus menumbuhkan benih ilahi itu sampai menjadi seperti Kristus sepenuh-penuhnya.
Ini tidak sulit. Sebab Allah yang akan mengerjakannya didalam kita dan Allah sanggup melakukannya, tidak ada yang mustahil bagi Allah, Dia sanggup dan maha kuasa. Yang penting kita harus mengerti dan bisa bekerja sama dengan Roh Kudus.
Caranya:
A. Harus lahir baru, sebab hanya dengan cara ini kita bisa memperoleh benih tabiat ilahi yang baru dan kalau tumbuh, pasti menjadi sama indahnya seperti Dia.
B. Tinggal dalam Kristus (berjalan dalam Roh), rohani pasti tumbuh dengan tepat dan cepat
Kunci pertumbuhan yang betul adalah:
tinggal tetap dalam Kristus seperti ranting dalam pokok.
Yoh 15:5 Aku inilah Pokok Anggur yang benar, dam kamulah carang-carangnya. Siapa yang tetap di dalam Aku, dan Aku pun di dalam dia, ialah berbuah lebat; karena kalau tiada beserta dengan Aku, suatu pun tiada dapat kamu perbuat. (TL)

Selama ranting terus lekat pada pokok, ia akan hidup dengan segar (bergairah dan gembira) dan tumbuh dan pasti akhirnya berbuah, menjadi seperti pokoknya.
Berjalan dalam Roh berarti:

  • Hidup dalam kesucian dan
  • taat dipimpin Roh untuk melakukan kehendak Tuhan.

Kalau kita tinggal di dalam kesucian, tidak simpan dosa atau keinginan dosa, Roh Kudus bisa bekerja dan mengurapinya, maka tabiat-tabiat baru pasti tumbuh.
Kalau ada dosa, tabiat baru akan bantut dan hidup lama akan muncul kembali bahkan lebih busuk.
Untuk bisa tetap tinggal dalam kesucian, mutlak perlu aliran kehidupan dari pokok ke dalam ranting (diterangkan sesudah ini) dan kita perlu mengenal dua hal yaitu:
a. Harus sadar, mengerti, percaya dan yakin bahwa kesucian itu indah.
Maz 29:2 Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan namaNya, sembah sujudlah kepada Tuhan dengan perhiasan tempat yang suci. (In the beauty of holliness). (TL) (Maz 50:2)

Misalnya kalau suami istri hidup dalam kesucian, hidup nikahnya menjadi manis dan indah. Begitu pula betapa indahnya kalau setiap orang dan seluruh tubuh Kristus atau gereja hidup didalam kesucian.
Ams 3:17 Adapun jalannya itu jalan kesedapan dan segala lorong-lorongnyapun sejahteralah adanya. (TL)
Seluruh Surga yang indah permai dan mulia itu disebabkan karena terus menerus hidup dalam kesucian Wah 4:8.
Hidup suci dalam Kristus itu indah, gembira dan puas, tetapi hidup dalam dosa itu pahit dan kosong,seperti tertulis dalam ayat ini:
Rom 3:17 dan jalan sejahtera tiada dikenalnya; (TL)
Kalau kita sadar, mengerti dan yakin, tidak mudah kena tipu segala umpan iblis dan kemanisan dalam dunia ini, sebab jiwa kita sudah dikenyangkan dengan kepuasan ilahi Ams 27:7, maka lebih mudah tinggal dalam kesucian sehingga tabiat-tabiat ilahi yang baru itu bisa tumbuh dengan subur.
b. Yakin, bisa menjalaninya.
Pil 4:13 Segala sesuatu aku cakap menanggung di dalam Dia yang menguatkan aku. (TL)
Kalau kita tinggal dalam Kristus pasti bisa menolak menuruti keinginan tabiat daging, sehingga bisa melakukan kehendak Allah dan hidup menurut tabiat yang baru seperti Kristus. Kalau kita terus hidup menurut tabiat yang baru, maka makin lama tabiat- baru itu makin nyata dan makin serupa seperti Kristus.
c. Selama tinggal dalam Kristus akan ada aliran kehidupan dari pokok ke ranting yaitu:

1. Lapar dan haus akan Firman Tuhan
Matius 5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

Ini tanda ranting yang sehat yaitu terus lekat dengan baik dalam pokok, terus dipuaskan dengan Firman Tuhan, tumbuh dalam pengenalan akan hidup Tuhan Yesus 2Pet 3:18 sehingga hidup seperti Kristus, hidup yang baru makin nyata dan menjadi berkat.
2. Selalu ada persekutuan dalam doa. Ini ciri-ciri ranting yang sehat, bisa berdoa senantiasa dalam Roh 1Tes 5:17, terus ada persekutuan dengan Tuhan baik waktu tidur atau bangun sehingga sanggup hidup dengan tabiat baru.
Ada orang mengerti, ingin tetapi gagal hidup dalam tabiat baru sebab mengabaikan doa, kurang kekuatan dan kuasa Roh Kudus Kis 1:8, Luk 24:49.
Sebab itu orang yang suka bertekun berdoa dalam Roh dan kebenaran biasanya lebih cepat berubah seperti Kristus.
3. Persekutuan dalam tubuh Kristus Kristus
Ini sangat diperlukan supaya bisa saling menguatkan, saling menasehati, mendoakan, melayani satu sama lain di dalam kasih dan kesucian Kristus sehingga terpelihara dalam kesucian dan bisa bersekutu dengan memakai tabiat-baru, seperti Kristus.
Saudara disebelah kita akan lebih mudah melihat tabiat-tabiat kita kalau tercampur dengan yang lama atau tidak dan bisa langsung memberi nasehat. Apalagi suami Istri yang bersekutu dengan manis dalam kesucian dan kasih ilahi dan kasih suami istri; kalau keduanya mau saling mendidik, maka dengan cepat mereka tumbuh dalam tabiat ilahi yang mulia ini untuk menjadi seperti Kristus. Juga dengan sisa anggota keluarga yang lain, dan dengan saudara-saudara di dalam gereja. Persekutuan yang betul itu memurnikan dan me-ningkatkan tabiat ilahi di dalam masing-masing kita (akan diterangkan sesudah ini rincian prosesnya). Kalau masih ada tabiat lama, itu akan menderita gesekan-gesekan dan pukulan-pukulan supaya tabiat lama itu dibuang dan diganti dengan tabiat baru dalam kasih Kristus.
4. Terbeban di dalam pelayanan.
Orang yang melayani karena terpaksa atau karena maksud-maksud yang tidak tulus, (Im 10:1-2) tidak banyak mendapatkan faedah dari pelayanan, bahkan bisa jatuh dalam dosa (berkelahi, benci, iri, dendam dan sebagainya) sehingga makin merosot rohaninya bukan makin maju.
Orang yang terbeban dan sungguh-sungguh melayani dengan tulus akan mendapat faedah karena:
a. Sebab ingin berbuah lebat, memperkenankan Tuhan, maka ia berusaha memperbaiki seluruh hidup dan penyerahannya sehingga dengan demikian ia tumbuh dan berbuah, ini menjadi keuntungan yang kekal baginya.
b. Dalam pelayanan ada banyak pengolahan. Orang yang dilayani itu biasanya belum bertobat atau sudah percaya tetapi banyak kekurangan dan kejahatannya dan itu “memukul” si pelayan Tuhan ini.
Melayani itu berarti menjadi hamba Mat 20:26-28.
Ini berarti harus sabar dengan segala macam tindak tanduk jiwa-jiwa yang kita layani, tetapi ini justru mengolah dan menguji kita. (Misalnya orang-orang Kristen yang bodoh, itu sering kali mendorong pemimpin-pemimpinnya kembali dalam tabiat lama misalnya dengan mengkultuskan, dengan membela dosanya atau justru memfitnah, membenci, menjahati dan sebagainya. Jerat-jerat dari orang Kristen bodoh ini juga harus di hadapi, Ams 29:5 dan lain-lain).
Ini sebetulnya menjadi berkat tersembunyi, sebab kalau ia bisa menghadapinya dengan baik sampai menang, maka ia akan tumbuh dan mendapat pahala, juga tabiat barunya berkembang dan tumbuh.

Kesukaran-kesukaran dan sengsara ini bisa datang dari:
1. Semua orang akan mengalami kesukaran- kesukaran dalam dunia ini, lebih- lebih di akhir zaman 2Tim 3:1.
Di dalam setiap orang sering timbul sengsara karena melawan tubuh daging yang terus mau menyeret dan menarik kita menuruti keinginan-keinginan atau nafsu-nafsu daging. Pergumulan dengan daging ini terus menerus seumur hidup sampai menjadi sempurna. Untuk daging, hidup suci dan menurut kehendak Allah itu sakit, sengsara, tetapi bagi orang yang berjalan dalam Roh, cinta Tuhan, indah.
1 Petrus 2:11 Hai kekasihku, aku minta kepadamu seperti kepada orang musafir dan orang yang menumpang di dunia ini, hendaklah kamu menjauhkan dirimu daripada segala keinginan tabiat duniawi yang berperang dengan jiwa; (TL)
2. Dalam bersekutu di antara orang beriman, sebab semua belum sempurna, biasa selalu ada kesalahan, kesukaran-kesukaran, pencobaan dan gangguan di antara satu sama lain.
Juga di dalam menghadapi sikon sekitar kita, baik dari keadaan dunia ini dan perbuatan-perbuatan jahat (dan baik) yang diperbuat orang kepada kita. Ini menimbulkan banyak kesukaran dan penderitaan, tetapi kalau kita menang Rm 12:21 maka tabiat Kristus itu makin nyata dan makin tumbuh dalam hidup ini sampai akhirnya tumbuh sempurna dalam ukuran yang penuh seperti Kristus Ef 4:13, dalam setiap segi hidup.
3. Dalam pelayanan lebih-lebih yang tulus dan sungguh-sungguh ingin memperkenankan Tuhan, pasti akan mengalami banyak dan bermacam-macam kesulitan.
Tetapi justru segala kesukaran ini berfaedah mengolah dan melatih tabiat yang baru. Surga adalah tempat yang paling jelek untuk pertumbuhan rohani dan tabiat yang baru, sebab di sana tidak ada dosa dan kesukaran. Tetapi dalam dunia ada kelimpahan dosa dan segala kejahatan. Justru ini menumbuhkan tabiat yang baru. Sifat baru seperti kasih, mengampuni, sabar, mau korban, rendah hati, disiplin dst itu akan tumbuh dan tampak nyata di tengah-tengah kesukaran dan pencobaan . Jangan dikalah-kan oleh kesukaran-kesukaran ini tetapi kalahkan dengan kebaikan, dengan sifat-sifat Kristus yang sudah ada di dalam hati kita (Rm 12:21). Justru dengan demikian sifat-sifat  Kristus di dalam kita akan makin tumbuh dengan subur. Bergaulan dengan banyak orang kikir, kalau menang, kita justru tumbuh menjadi pemurah. Di tengah-tengah penghinaan dan dalam kesempatan-kesempatan di mana kita banyak direndahkan, rendah hati akan tumbuh dengan baik kalau kita menang dan bisa mengatasi ini semua, tanpa menjadi dosa. Tuhan akan mengizinkan orang jahat dan macam-macam hal yang tidak enak dan menyakitkan datang pada kita untuk mengolah dan menumbuhkan sifat-sifat baru itu. Kalau kalah, jatuh dalam dosa, sifat-sifat jelek yang tumbuh. Tetapi kalau kita menang, kita tidak menjadi sakit hati, dendam atau dosa lainnya, maka tabiat yang baru itu akan tumbuh!
Tabiat ilahi yang sudah ada pada kita (yang baru tumbuh sedikit) itu dilatih dan diuji dengan bermacam-macam pencobaan di dalam pelayanan sehingga makin nyata dan bertumbuh (kalau kita menang!).
Orang yang sungguh-sungguh ingin tumbuh seperti Kristus akan banyak di olah dan di uji segala segi tabiat barunya, tetapi itu membuatnya makin cepat tumbuh dengan baik.
Sebab itu orang yang terbeban (setia dan bertanggung jawab) dalam pelayanan, akan tumbuh lebih cepat rohaninya sehingga makin indah dihadapan Tuhan.
Dengan demikian tabiat baru itu bisa tumbuh terus sampai ukuran penuh seperti Kristus.
C. Terus hidup dipimpin Roh.

Rom 8:14 Sebab seberapa banyak orang yang dipimpin Roh Allah, mereka adalah putra- putra Allah (KJ) Gal 5:16, 25.
Selama kita hidup dipimpin Roh (yaitu berjalan dalam Ruangan Suci) pasti tabiat ilahi yang baru ini akan tumbuh dengan baik, seperti Henokh, Elia sehingga akhirnya menjadi sempurna.
Tumbuhlah dalam tabiat yang baru, jangan memperbaiki yang lama, itu menyesatkan, sebab justru tabiat lama harus dibuang, dimatikan, dikuburkan, digantikan dengan tabiat baru.
Kalau dipikir dengan akal manusiawi (mana mungkin manusia bisa hidup suci dan menjadi seperti Kristus), memang ini tidaklah mungkin, pasti sulit bahkan mustahil. Tetapi Allah sudah memberi suatu cara yang ajaib bagi kita (ingat 5 cara yang istimewa itu) yang pasti dapat kita lakukan, sebab Tuhan sudah memberikan diri-Nya sendiri bagi manusia dan Allah sendiri juga ikut bekerja didalam kita dan Dia tidak pernah gagal. Dia sanggup, Dia maha kuasa!
Jadi, orang percaya bisa berubah tabiatnya menjadi seperti Kristus. Bukan sekedar memperbaiki hidup lama tetapi diganti sama sekali dengan dilahirkan satu kali lagi oleh Firman dan Roh Kudus menjadi ciptaan yang baru 2Kor 5:17, diciptakan ulang dan ini dibuat dengan benih ilahi. Sesudah itu ditumbuhkan terus dengan iman dan dengan pertolongan Allah sampai tumbuh suatu manusia baru, dengan sifat-sifat  baru seperti Kristus, sama sekali lain dari manusia lama. Perubahan tabiat bukan sekedar tambal sulam manusia-lama, tetapi diganti total menjadi manusia-baru. Mula-mula manusia batin yang diubah, dan sesudah selesai maka manusia lahiriah juga akan diubah total menjadi tubuh kemuliaan yang kekal (pada hari pengangkatan atau pada waktu orang itu menjadi sempurna).
Jadi tabiat orang Kristen diubah bukan sekedar perbaikan tetapi diganti total menjadi manusia baru dengan benih ilahi, benih Kristus dan ditumbuhkan terus sampai menjadi seperti Kristus.
Bukan hanya rencana yang indah, tetapi Allah sudah menyediakan satu jalan atau cara yang unik yaitu dengan mengorbankan Putra Allah menjadi manusia seperti kita, lalu menjalani suatu hidup dengan tabiat ilahi dan sempurna, menjadi contoh dan jalan bagi seluruh umat manusia. Ini sudah terbukti dan berhasil dengan sempurna, dimeteraikan dengan kematian dan kebangkitan Kristus.
Kalau kita mau, pasti bisa.
1. Peliharalah hidup dalam kesucian.
2. Tumbuhkan benih ilahi itu setahap demi setahap dan dalam setiap segi hidup, (bukan hanya dalam satu atau beberapa segi hidup, tetapi dalam semua segi). Tumbuh terus sampai akhirnya menjadi manusia baru dengan tabiat yang sama seperti Kristus, dalam ukuran yang sepenuh-penuhnya.
Jangan lupa kita ditumbuhkan dan diolah dalam banyak sengsara.
Ibrani 2:10b supaya Ia, yang membawa beberapa banyak anak kepada kemuliaan, menyempurnakan Penganjur keselamatan mereka itu dengan banyak sengsara. (TL)
Orang yang bisa mengalami perubahan tabiat seperti Kristus dan terus bertumbuh sampai ukuran penuh adalah orang yang percaya akan rencana Allah (tertulis dalam Firman Tuhan), yang tidak ragu-ragu dan bimbang, tetapi dengan yakin mentaati (dengan pertolongan Allah). Ini kita lakukan dengan iman, maka tabiat kita akan berubah seperti Kristus, dari kemuliaan yang satu kepada kemuliaan berikutnya yang lebih indah sampai akhirnya mencapai ukuran kemuliaan yang penuh dari tabiat Kristus dalam segala seginya.
2 Korintus 3:18 Tetapi kita sekalian dengan muka tiada berselubung ini, membayangkan kemuliaan Tuhan seperti suatu cermin muka, dan berubah kepada rupa itu juga, daripada kemuliaan kepada kemuliaan, sebagaimana daripada Tuhan Roh itu. (TL)

Dalam ayat ini kita mendapatkan patokan yang dilihat dalam “cermin” Firman Tuhan itu bukan diri kita sendiri (manusia lama) tetapi patokan, ukuran atau target kita adalah Kristus, Putra Manusia, Adam terakhir, manusia-baru yang suci dan sempurna dalam tabiat baru yang mulia sesuai dengan rencana Allah.
Percaya dan tumbuhlah dalam jalan salib, rencana Allah pasti jadi!

PASAL VII.  TUJUAN PERUBAHAN TABIAT.

Menjadi orang baik? Ini yang diharap orang dunia, tetapi bagi Allah bukan hanya ini, sebab belum tentu orang baik duniawi itu cocok dengan Firman Tuhan. Ada banyak orang yang tampaknya baik, tetapi tidak bisa masuk dalam kerajaan Surga sebab tidak baik dihadapan Allah. Ingat seperti Absalom ! Begitu juga dalam ayat berikut.

Mat 19:22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
Untuk menjadi orang baik sehingga diperkenan menusia itu tidaklah terlalu sulit, banyak orang sudah berhasil, sebab manusia mudah di tipu. Kadang-kadang dengan kursus kepribadian dan penampilan 1 bulan sudah bisa berhasil mengubah penampilan di hadapan orang. Manusia tidak bisa melihat orang lain sampai kedalam batinnya, hanya bisa melihat luarnya saja dan orang yang pintar bermain watak akan mudah menyesatkan orang lain. Tetapi Tuhan melihat manusia sampai kedalam batinnya Ibr 4:13.
Jadi tujuan kita bukan untuk memperkenankan manusia dengan berbuat baik di hadapan manusia, tetapi  berkenan kepada Tuhan! Orang seperti ini juga akan menjadi berkat bagi semua orang di sekitarnya, sebagai garam dan terang. (Orang suci pasti jadi berkat, orang jahat pasti jadi laknat dalam masyarakat).
Ingat tujuan Allah menciptakan manusia:
a. Bukan untuk mengisi Neraka, tetapi supaya tinggal bersama Dia di Surga bahkan lebih lagi supaya
b. menjadi sama dengan Dia.
Wah 21:3 Maka saya mendengar suatu suara yang sangat besar keluar dari Surga katanya: “Lihatlah, Allah itu berada dengan manusia dan Ia akan tinggal bersama sama dengan mereka itu, mereka akan menjadi umatNya dan Allah sendiri akan beserta dengan mereka itu, dan menjadi Allahnya.
Yoh 10:34 Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
Allah cinta semua orang dan ingin supaya semua masuk dalam kerajaan Surga, bahkan menjadi sama dengan Dia.
Jadi tujuan Allah mengubah tabiat manusia ini:
1. Bukan sekedar membuat manusia yang baik yang bisa diterima di dunia, tetapi lebih dari itu.
2. Allah hendak menyelamatkan manusia dari hukuman dosa, sehingga tidak masuk Neraka (bebas dari tuntutan dosa) tetapi masuk Surga dan
3. Menjadi seperti Allah, mulia, penuh dengan sifat-sifat ilahi yang sesungguhnya adalah manifestasi dari kasih Allah.
Jadi rencana Allah itu bertahap: (supaya jelas diterangkan dengan angka-angka negatif dan positif. 10 = Kristus;
-10 = seperti Iblis).
-10…………………………………………….+10
1. Dari manusia berdosa.
–>> -4 –>> 0 –>> +1 –>> +2 –>> +3 –>><R> (misalnya -4), dilepaskan, diampuni dan disucikan sampai bebas dari dosa dan suci luar dalam (0=nol).
2. Diolah dan ditumbuhkan dalam tabiat dan keadaan yang baru, seperti Kristus, tabiat-tabiat dan keadaan ilahi.
0 –>> + 1  –>> +2 –>> + 3 –>> +4.
Pengolahan ini dengan pergumulan antara daging dan roh, dengan penyangkalah diri dan sengsara.
3. Mula-mula yang diolah adalah manusia batin, sedangkan manusia lahiriahnya (tabuh daging) itu justru menjadi agen pengolahan, penuh kedagingan, yang menarik orang itu untuk menuruti keinginan da-ging.
Kalau seorang terus menerus hidup menuruti daging, pertumbuhannya se-perti ini:
-10 <<–…..-4 <<– -3 <<– -2 <<–
seperti
iblis
Jadi tubuh daging (manusia lahiriah) ini justru mengolah, menempa manusia batiniah (roh manusia) dengan mengajak untuk menuruti nafsu daging sehingga timbul pergumulan. Tetapi kalau orang itu menang, daging ditolak, dimatikan, maka tabiat Kristus makin nyata, sehingga ia tumbuh dalam arah positip:
+1 –>> +2 –>> +3 –>> dan seterusnya
akhirnya menjadi seperti Kristus + 10.
dosa   benar  suci
<<— —             —  —>>
-10 …..<<—-       0   ——–>> ……. +10
seperti iblis                     seperti Kristus
sempurna dl dosa,           sempurna
dl kesucian
tabiat iblis                              tabiat ilahi
penuh kejahatan                  penuh kasih
Dimana manusia memulai perjalanan hidupnya?
1. Manusia lahir dalam dosa
2. Manusia hidup dalam tubuh dosa yang menarik kepada hal-hal dosa dan kegelapan Yoh 3:19.
3. manusia tinggal dalam kerajaan gelap yang dikuasai oleh iblis dengan senjata-senjatanya yaitu hukum dosa dan hukum maut, sehingga tanpa intervensi Allah, manusia aman jadi milik iblis untuk selamanya.
Luk 11:21: apabila seorang kuat (iblis dan tentaranya) yang lengkap dengan senjatanya (hukum dosa dan hukum maut yang memperbudak manusia dalam dosa tanpa ada seorang pun bisa lepas), menunggui istananya sendiri (manusia-manusia yang lahir sebagai orang berdosa sejak Adam Hawa jatuh dalam dosa adalah milik iblis dan iblis bertahta di dalam manusia yang menjadi istananya), maka miliknya pun selamatlah (keadaan ini tidak bisa diubahkan oleh apa pun juga, iblis tetap jaya, miliknya selamat).
Tetapi kemudian datang intervensi Allah.
Luk 11:22 Tetapi apabila Seorang yang lebih kuat (Putra Allah yang menjadi manusia lahiriah dan Dia lah orang yang lebih kuat dari iblis!) menyerang serta mengalahkan dia (Putra manusia Yesus menyerang dan mengalahkan iblis dengan menebus orang berdosa yang menjadi milik iblis, direbut, dirampas dari tangan iblis dengan darahNya sendiri, yaitu dengan kematian Kristus di atas salib sebagai Anak domba Allah yang mengangkut dosa manusia Yoh 1:29), niscaya dirampasinya segala alat senjatanya yang diharapkannya itu (dilepaskan dari hukum dosa dan hukum maut dengan memindahkan orang itu ke dalam Kerajaan Putra Allah itu yaitu Kerajaan Allah (lihat lebih jelas dalam buku Hukum- Dosa, Hukum-Maut dan Hukum Roh) maka sekarang orang yang ditebus Kristus itu lepas dari hukum dosa dan maut dan pindah, sekarang berada dalam hukum Roh yang memberi hidup Rum 8:2) lalu dibagi-bagikannya rampasan itu (sekarang orang beriman jadi menang atas iblis, menjarah iblis, melepaskan orang-orang dosa lainnya dan dengan kemenangan-kemenangan besar ini dan sifat-sifat Kristus yang baru justru tumbuh dan berkembang, sehingga akhirnya manusia- manusia yang menjadi putra-putra Allah tumbuh dan berubah menjadi pemenang sama seperti Kristus, tabiatnya tumbuh menjadi seperti kristus).
-10  <<——— 0 ——->> +10
seperti iblis                      seperti Kristus.
Jadi pada permulaannya manusia lahir dalam dunia itu lahir dalam dosa, dengan ketiga hal negatip diatas, meskipun masih bayi dan belum bisa berbuat dosa, ia sudah lahir dengan keadaan -3 (lebih kurang negatif 3).
Sebab itu tanpa intervensi dan pertolo-ngan Allah tidak mungkin manusia bisa selamat, apalagi berubah tabiatnya menjadi seperti Kristus.
-10     -3     <<—- 0 ——>>             +10
lahir di dunia —>> 0 —>> +1-+2–.>>+10
lahir     tumbuh    spt
baru                  Kristus
Tanpa penebusan dan pertolongan Allah tidak mungkin kita selamat apalagi berubah tabiatnya menjadi seperti Kristus, seperti rencana Allah. Tanpa fasilitas Allah, tidak mungkin kita bisa mempertahankan kesucian apalagi tumbuh dalam kesucian dan tabiat ilahi.  Saat demi saat, terus menerus kita ditarik oleh tubuh daging ini (manusia lahiriah) yang belum ditebus (lihat buku Tebus Tubuh) seolah-olah manusia itu “digandoli” (dibebani, ditarik terus menerus) oleh kekuatan -3 !
Bahkan kalau orang itu melazatkan tabiat daging Rom 13:14 (dirangsang dengan segala macam nafsu daging dan dunia, misalnya dibakar dengan nafsu zinah, nafsu benci, nafsu berkelahi, nafsu tamak dan sebagainya) maka ia ditarik oleh kekuatan negatip yag lebih besar mungkin -7, -8.
Sebab itu kalau orang Kristen tidak tinggal dalam Kristus, tidak berjalan dalam Roh, tidak memakai kekuatan ilahi dari Firman Tuhan, doa (Roh Kudus 1Yah 4:4) dan kekuatan Bapa (hidup benar, Allah beserta Rum 8:31, Mat 1:23), maka tidak mungkin ia bisa hidup suci, bahkan mempertahankan kesucianpun tidak mungkin. Kita harus diisi dengan kekuatan positip dari Allah, baru kita bisa menghadapi kekuatan negatip dari iblis.
Tanpa Allah kita hidup sia-sia, seperti bejana tanah liat tanpa permata yang mulia itu 2Kor 4:7, seperti Simson tanpa Roh Allah, tidak mungkin menang melawan musuh!
Jadi perubahan tabiat ini luar biasa, proyek Allah yang canggih, dengan kuasa ilahi dan terus menerus berubah menjadi seperti Kristus, suatu tabiat ilahi yang mulia.
Berubahlah, itu kehendak Allah.
Contoh sudah ada yaitu Putra Manusia Yesus. Pasti bisa, sebab rencana Allah sempurna dan tidak mungkin gagal Ayb 42:22, Luk 1:37.
Dengan iman kita bisa berubah dan bertumbuh dalam tabiat yang baru!
Jangan takut gagal, sebab kalau de-ngan tulus kita mau dan taat dalam pimpinan Roh memakai seluruh perlengkapan ilahi, maka kita pasti akan dapat terus bertumbuh dalam tabiat baru seperti Kristus, makin lama makin penuh seperti Dia dalam setiap segi hidup.
PASAL VIII.  KESIMPULAN.
Jangan tertipu oleh banyaknya pengajaran campuran dengan hasil pikiran manusia-lama. Perubahan karakter kita tidak lagi menambal tabiat yang lama, tetapi dengan kelahiran baru sehingga kita mendapat benih ilahi dan kalau ini ditumbuhkan, pasti akan menjadi seperti Kristus dan kalau terus tumbuh akhirnya akan menjadi seperti Kristus sepenuh-penuhnya.
Benih/ biji mangga tidak mungkin menjadi pohon kelapa tetapi pasti menjadi pohon mangga dan berbuah mangga.
Manusia-lama (benih iblis) tidak mungkin menjadi seperti Kristus, tetapi orang percaya yang lahir baru (benih ilahi) kalau tumbuh betul (dengan pertolongan Allah) pasti bisa menjadi seperti Kristus, dengan tabiat Kristus yang makin penuh.
Nyanyian:
Oh Tuhan saya ingin seperti Engkau;
Baik berpikir, baik berkata,
juga bertindak di mana saja,
jadikan saya seperti Engkau.[]