Ajaran Tuhan

DOSA & KESUCIAN

Allah melihat semua perkara dalam keadaan yang sebenarnya dan kalau Allah berfirman, Ia selalu berkata-kata dengan benar (tidak pernah dusta seperti iblis) Firman Allah itu selalu kebenaran (Yoh 17:17)
Di hadapan Allah, dosa itu jelas sekali kelihatan sebagai perkara yang sia-sia, najis dan merupakan racun maut. Allah sangat benci kepada dosa.

Ibrani 1:9 Engkau mengasihi kebenaran dan membenci kejahatan; itulah sebabnya Engkau diurapi terlebih daripada segala tolanMu oleh Allah, TuhanMu dengan minyak alamat kesukaan (TL).
(Ini menceritakan tentang Tuhan Yesus, tetapi juga tentang setiap orang yang lahir baru, sebab mereka juga mendapatkan sifat-sifat illahi (2Pet 1:4),  yaitu cinta kebenaran dan membenci dosa).
Ulangan 32:21 Mereka membangkitkan cemburuKu dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hatiku dengan  berhala mereka. Sebab itu Aku akan  membangkitkan cemburu mereka dengan yang  bukan umat, dan akan menyakiti hati mereka dengan  bangsa yang bebal.
Mengapa Allah benci yang jahat (dosa)? Sebab upah dosa atau akibat dosa itu maut, binasa, celaka, rusak (Rum 6:23). Tidak mungkin ada keindahan di dalam dosa.
Sebaliknya, setan itu penipu, yang justru mengatakan bahwa dosa itu indah, enak, nikmat, lezat dan seterusnya. Inilah tipu daya Bapa Pembohong! Orang-orang yang buta atau kabur mata rohaninya akan mudah kena makan dusta iblis.
Firman Tuhan itulah kebenaran, selalu mengatakan yang sebenarnya, yaitu bahwa akibat dari dosa itu ialah maut. Orang yang menabur dalam daging akan menuai kebinasaan (Gal 6:7). Memang mula-mula nampaknya dosa itu manis, tetapi itu hanya permulaan yang sementara saja.
Ibrani 11:25 Maka relalah ia teraniaya bersama-sama kaum Allah daripada menyukakan kesukaan yang berdosa seketika lamanya. (T.L.)
Misalnya perzinahan/ percabulan itu nampaknya manis dan lezat tetapi akhirnya akan sangat pahit dan celaka  Bacalah Ams 5:1-10.
Amsal 5:11 Dan pada akhirnya engkau akan mengeluh, kalau daging dan tubuhmu habis binasa,

Hal-hal yang terlarang nampaknya sedap, barang curian itu manis rasanya, tetapi akhirnya orang-orang yang bodoh ini akan binasa, bukan hanya di dalam dunia ini saja, tetapi sampai kekal selama-lamanya.
Amsal 9:17-18 Bahwa air curian itu manis rasanya dan roti larangan itu sedap. Tetapi tiada diketahui orang akan hal bahwa di sanalah
-tempat orang mati dan
-segala jemputannya itu adalah dalam keleburan neraka (T.L.)


Dosa itu racun. Hanya orang yang buta dan gila yang mau minum racun.  Begitu dengan dosa, ha-nya orang yang buta mata rohaninya yang mengatakan  bahwa dosa (=racun) itu tidak apa-apa dan sedap! Tipu daya setan ini sudah  begitu umum dan meluas sehingga dalam dunia justru kebenaran itu terbalik.
Orang-orang bosan dan muak akan kesucian, tetapi merindukan kesukaan dosa  itu sebagai sesuatu yang begitu nikmat dan sedap (Pil 3:19).
Tetapi orang yang sudah dicelikkan akan bergemar dengan kebenaran!

KESUCIAN ITU INDAH & MULIA.


Di hadapan Allah kesucian itu indah dan mulia. Allah menilai seseorang bukan dari  lamanya menjadi orang Kristen, bukan dari uang, pangkat atau gelar-gelarnya (ini  penilaian manusiawi!), tetapi Tuhan melihat dari kesu- ciannya. Kesucian itu  bertingkat-tingkat seperti lampu, ada yang 5 watt,  20, 50 100, 1000, 10.000,        50. 000 watt dan seterusnya sampai seperti terang matahari (bermilyard-milyard    watt. Amsal 4:18).
Manusia tidak dapat melihat kesucian seseorang, sehingga seringkali tertipu oleh  orang-orang yang mahir munafik, tetapi Allah dapat melihat tingkat kesucian setiap  orang dengan begitu jelas seperti lampu-lampu yang berbeda-beda terangnya, dan  itu sesuai dengan kemuliaannya di hadapan Allah.
Orang yang hidup dalam kesucian, sekalipun miskin, dan sederhana, itu indah dan  mulia di hadapan Tuhan. Ini ukuran kemuliaan di hadapan Tuhan, dalam Surga,  untuk kekal selama-lamanya. Misalnya: Jusuf dan Maria, mereka adalah orang-  orang yang miskin, dan sederhana tetapi mereka memelihara kesuciannya baik-baik,  seperti lampu-lampu yang sangat terang! Waktu Allah mencari orang-orang yang dapat dipercayai untuk melahirkan dan mengasuh anak Manusia (Anak Allah yang menjelma menjadi manusia), maka pilihan Allah jatuh pada mereka. Sebab mereka suci dan mulia di hadapan Allah. Sekalipun miskin, merekalah orang yang paling berbahagia, padahal popok untuk bayi sulungnya saja tidak punya (Luk 1:42). Bahagia itu bukan karena kaya, tetapi karena ada Allah di dalam hatinya! Peliharalah hidup kesucian di dalam dunia yang najis ini. Hati-hati dengan pergaulan dan segala tipu daya setan, baik dalam percakapan diantara orang-orang beriman (setan bisa menyelusup seperti di dalam Petrus Mat 16:23) lebih-lebih diantara orang dunia, baik dari majalah, bacaan-bacaan duniawi lainnya, TV, Video, tontonan-tontonan dan lain-lainnya. Peliharalah kesucian, jauhkan dan buang pergaulan yang jahat (termasuk bacaan), tumbuhlah dalam pengertian Firman Tuhan, jangan tetap bodoh, tekunlah menyelidiki Firman Tuhan dan setia mmenyangkal diri, memikul salib setiap hari. Kesucian itu harus dipelihara mulai dari dalam pikiran. Jangan ada keinginan akan dosa/ perkara-perkara daging/ duniawi. Ibrahim bersukacita dan puas di Kanaan, tidak ingin ke Sodom dan Gomora tetapi Lut bosan di Kanaan, sebab hatinya penuh kerinduan akan Sodom Gomora. Sodom itu amat indah dalam hati Lut yang sudah kena tipu daya setan. Memang kata-kata Allah itu berbeda dengan kata-kata setan yang penuh tipu daya.
JADI,
bagi Allah:
dosa = racun, najis, hina, sia-sia.
suci = mulia, indah, ukuran yang kekal.
tipu daya setan
dosa = indah, mulia, lezat, nikmat.
suci = hina, sia-sia, tidak ada gunanya.
Dua hal ini bertentangan sekali, Sebab itu jangan tertipu oleh Iblis dan masing-masing kita harus mempunyai pengertian dan pendirian untuk tetap memegang yang benar.

KALAU SEORANG ANAK ALLAH BERDOSA

Apakah reaksi Allah?
Tentu Allah sangat sedih, sebab Allah itu suci dan benci segala macam dosa dan kejahatan. Lagipula Allah tahu dengan betul bahwa orang yang berdosa itu akan masuk dalam celaka dan binasa. Allah yang kasih itu tidak senang, tidak bisa tahan melihat anak-anakNya binasa. Sebab itu Allah bertindak, melakukan sesuatu karena kasihNya, untuk mencegah anak-anakNya berdosa lebih lanjut.
Apakah tindakan Allah
kalau anak-anakNya berdosa? Prinsipnya hanya satu: yaitu untuk mencegah anak-anakNya berdosa lebih lanjut dan menariknya supaya bertobat dan kembali hidup dalam kesucian.
Bagaimana caranya Allah bertindak?
Mula-mula Ia bertindak halus, tetapi kalau tidak mau bertobat, Ia akan bertindak makin lama makin keras sampai bertobat. Jadi, mula-mula hanya dengan nasehat atau peringatan, kalau belum mau bertobat dengan rotan pengajaran, kalau tetap tidak mau bertobat, akhirnya dihukum dan terakhir sekali diserahkan dalam tangan setan! Jadi semua tindakan ini, tingkat-tingkat kekerasan ajaran Allah, itu tergantung dari anak- anak Allah sendiri yang berdosa, apakah ia mau segera bertobat atau tidak.
Lekas bertobat itu tergantung dari:
1. Kepekaan rohaninya (terhadap peringatan Tuhan).
2. Kekerasan hatinya.

I. KEPEKAAN  TERHADAP  PERINGATAN TUHAN

Beberapa hal yang mempengaruhi kepekaan ini antara lain:
1. CINTA KESUCIAN

Orang yang sudah lahir baru itu mendapat sifat-sifat baru dari Allah, yaitu cinta kesucian/ kebe-naran dan benci dosa (Ibr 1:9). Orang yang cinta kesucian tidak akan mau berbuat dosa. Tetapi kalau toh ia tergelincir dalam dosa, segera ia sadar, ia menjadi amat sedih dan langsung bertobat.
Misalnya Petrus, sesudah menyangkal Tuhan, ia diingatkan Tuhan hanya dengan pandangan mataNya, langsung Petrus sadar dan menangis tersedu-sedu. Ia betul-betul menyesal dan bertobat sungguh-sungguh.
Orang yang hidup dalam kesucian itu peka, oleh dosa yang kecil saja hatinya sudah gelisah. Bahkan dengan suara Roh Kudus saja ia langsung sadar.
Tetapi orang yang hidup dalam dosa (terus menerus hidup dalam dosa), perasaan hatinya tumpul dan rusak, sekalipun berbuat dosa berlapis-lapis, berulang-ulang, hatinya senang-senang saja (Ams 14:16))
2. MUDAH/ MAU DIAJAR (RENDAH HATI)  ATAU TIDAK

Orang yang mau diajar, diperingati sedikit saja akan segera sadar dan langsung bertobat dan penuh terima kasih sebab ditegahkan dari dosa.
Misalnya 2 Sam 12:7,14 Waktu Daud berbuat dosa yang jahat, waktu ia ditegur oleh nabi Natan, ia langsung bertobat. (Tetapi sebab dosanya itu terlalu besar, berzinah dan membunuh Uria dan kawan-kawannya, maka ia harus dihukum. Namun karena mau bertobat dan mau diajar, ia juga menerima kemurahan yang besar (“discount” Maz 103:10-11).
3. MENGERTI  FIRMAN  ALLAH.

ORANG YANG MENGERTI FIRMAN ALLAH itu lebih peka. (Dapat mengerti Firman Al lah adalah pemberian/ anugerah Tuhan Mat 13:11; Mark 4:11). Ini orang-orang yang indah yang akan terus mendapatkan pembukaan Firman Tuhan, makin lama makin banyak (Mat 13:12). Orang-orang seperti ini banyak mengenali tipu daya setan dari Firman Allah  2 Kor 2:11. Sebab itu kalau toh ia berdosa lalu diperingatkan, ia akan segera sadar, sebab ia mengerti segala tipu daya setan.
Orang yang mengerti tidak akan mau minum racun atau masuk jerat. Langsung sadar, ia akan langsung bertindak untuk lari melepaskan dirinya.
4. SUKA BERDOA.

Di dalam doa yang sungguh, suara Roh akan lebih jelas terdengar (memang kita harus belajar peka mendengar suara Roh (Mark 4:23). Roh Kudus pasti ingin menasehati dan memperingati anak Allah yang berdosa, sebab itu anak-anak Allah yang suka berdoa, akan mudah disucikan (1Tim 4:5). Orang yang suka berdoa itu lebih peka rohaninya, sehingga tidak sampai terlalu jauh berdosa.

KERAS HATI

Definisi Keras Hati ialah:

Ibrani 3:15 “Tetapi apabila pernah dikatakan: Pada hari ini, jika kamu mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman.”

Ini Keras hati!
Jadi keras hati ialah orang yang:

  1. Sudah mengerti bahwa itu dosa (sudah mendengar suara Tuhan)
  2. Hari ini
  3. Tidak mau bertobat, tetap berdosa!

Ini keras hati!

1. SUDAH MENGERTI.
Orang yang belum mengerti dituntut lebih sedikit (Luk 12:48)
Orang yang berdosa karena tidak mengerti itu lebih ringan hukumannya dari    pada orang yang sudah mengerti tetapi tetap berdosa.
2. Sesudah mengerti, HARI INI harus berhenti berdosa. Kalau mau ber tobat tetapi baru besok, itu sudah termasuk keras hati! Itu tidak memperkenankan Allah, itu jahat! Ukuran untuk pertobatan adalah hari ini, itulah pertobatan yang sesuai dengan kehendak Allah. Jika mau berhenti dari dosa besok, itu bukan bertobat, itu tidak termasuk bertobat, itu termasuk keras hati, sebab sudah kena tipu daya iblis!
3. Hari ini tidak BERHENTI BERBUAT DOSA, itu Keras hati!
Kalau bertobat, maka segera ia sadar, segera ia berhenti berbuat dosa sekarang juga, hari ini juga, tidak lagi berbuat dosa, keluar dari dosa, itu baru bertobat. Jangan tunda! Ini berbahaya, sebab upah dosa itu maut. Kalau seorang mati di da lam dosanya, ia binasa selama-lamanya.

Jadi orang yang sudah  mengerti, tetapi tetap tidak  mau bertobat hari ini, itu  termasuk keras hati.

KERAS HATI ITU JAHAT SEKALI SEBAB:

1. ORANG ITU SUDAH KENA TIPU DAYA DOSA.

Ibrani 3:13 Tetapi nasehatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini” supaya jangan ada diantara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.
Setan menipu dengan halus dan banyak orang sudah kena tipu dayanya ini. Setan berkata: tentu engkau harus bertobat, harus, tetapi besok tidak apa-apa.
Mengapa orang itu mau menurut?
Sebab ia sudah percaya pada kata-kata setan itu, ia percaya bahwa  dosa itu nikmat, lezat, sebab itu sayang untuk dibuang. Nasehat setan untuk menunda bertobat itu cocok dengan dia. Kepada Allah ia berjanji: pasti akan bertobat, tetapi belum sekarang!
Setan berkata:  “Untuk sementara, berdosa sedikit-sedikit saja tidak terlalu berbahaya, jangan lepaskan, sebab dosa itu nikmat. Itu sebabnya ia tidak mau bertobat hari ini, sebab sudah kena makan tipu daya setan. Pada keesokan harinya setan datang lagi merayu untuk menunda satu hari lagi. Sebab orang ini buta, ia tidak percaya bahwa dosa itu racun, tetapi menikmatinya, maka menunda lagi itu lebih nikmat baginya. Begitu seterusnya. Orang yang menunda bertobat itu sudah kena tipu setan! dan sudah berada dalam jerat setan! Kalau seorang percaya bahwa dosa itu bukan perkara yang enak, berguna, atau me-nyedapkan, kalau ia mengerti kebenaran: bahwa dosa itu racun, pasti dengan segera, langsung hari ini ia akan membuang racun dosa itu! Seorang yang normal ingin secepatnya bebas dari racun-racun yang bekerja di dalam tubuhnya. Misalnya seorang yang digigit binatang berbisa, langsung luka gigitannya itu dirobek robek sehingga berdarah banyak supaya racun itu keluar dengan darah. Ini sakit sekali dan mengerikan, tetapi mereka mau melakukan nya sebab ingin supaya racun itu selekasnya dapat dibuang, saat ini juga, hari ini juga.
Dosa itu racun bukan kenikmatan. Hanya orang yang sudah   kena  tipu daya  setan yang mau percaya bahwa dosa itu enak, sehingga menunda bertobat.
Jadi orang yang keras hati (tidak mau bertobat hari ini sekalipun sudah tahu) itu betul-betul su-dah kena tipu daya dosa yang licin itu. Jangan sampai percaya kata-kata iblis, itu dusta, penuh tipu daya.

Semua alasan yang membuat orang berani berbuat dosa tanpa takut, itulah TIPU DAYA dosa dari setan.
Sekali lagi,
YANG BETUL: upah dosa itu maut!.

2. TUMBUH CEPAT DALAM DOSA


Orang yang keras hati itu dengan tidak atau  kurang sadar, akan tumbuh  dengan cepat  dalam dosa. Ia mengira dapat menguasai dosa,  tahu-tahu dosanya, sudah melebihi batas dan  membinasakan dia.
Matius 24:39 dan tiadalah mereka itu  sadar, sehingga tiba air bah itu melenyapkan  sekaliannya, demikian juga hal kedatangan  Anak manusia itu (TL).
Mengapa dosa pada orang yang keras hati tumbuh sangat cepat? Sebab:
a. HAMBA SETAN.
Orang yang hidup dalam dosa itu hamba dosa atau hamba setan (Yoh 8:34).
Ia berada dalam tangan atau kuasa setan. Ini berbahaya. Kalau seorang jatuh dalam tangan Allah, sekalipun ia dipukul dan diajar, itu jauh lebih baik daripada jatuh dalam tangan setan, sekalipun keadaannya keberkatan (untuk sementara) 2Sam 24:14. Setan tidak akan mengusahakan kebaikan/ faedah/ untung bagi orang-orang yang berada dalam tangannya, setan  setan  tidak mempunyai kasih melainkan sesungguhnya ia adalah pembunuh (Yoh 8:44).

Pasti ia akan membinasakan orang-orang yang ada dalam  tangannya, sesudah tidak lagi dapat digunakan/ diperalat  untuk menjatuhkan orang-orang lainnya. Betapa ngeri  jatuh dalam tangan setan. Orang yang keras hati itu ada di  dalam tangan setan, hamba setan! Setan akan mendorong,  menekan dan memaksanya untuk makin tumbuh di dalam  dosa-dosanya.
b.  KERAS HATI ITU DOSA DENGAN SENGAJA.
Ia sudah tahu, tetapi tetap berdosa, maka Roh Kudus dipadamkan, diusir sehingga roh setan dapat kesempatan besar untuk bekerja dengan leluasa. Setan akan mendorong dengan kuat untuk berbuat dosa, sehingga orang itu tumbuh pesat di dalam dosa.

Biasanya juga karena orang ini sendiri memang ingin, senang dan suka akan dosa, (kena tipu daya iblis). Orang seperti ini selalu mengambil dosa dalam ukuran yang besar-besar dan limpah = rakus (Ef 4:19). Tetapi pada sangkanya ia baru berdosa sedikit saja, nyatanya sudah sangat dalam. Ia tumbuh dengan cepat dalam dosa tanpa banyak menyadarinya, tahu-tahu sudah binasa.
Ingat Simson yang begitu bernafsu pada Delila, di tipu mentah-mentah, mau dibunuh sampai empat kali, Simson seperti tidak sadar. Bahkan waktu Roh Kudus meninggalkan dia, ia tidak sadar. Ia merasa bahwa Roh Tuhan masih ada di dalamnya, ternyata sudah lenyap. Rasa-rasanya Simson mendapat peringatan dari Roh Kudus baru satu  kali saja, padahal sudah berkali-kali.
Mengapa?  Sebab berkeras hati dalam dosa, sehingga ia tidak sadar, tahu-tahu sudah celaka.
Hakim-hakim 16:20. Lalu berse-rulah perempuan itu: “Orang Filistin menyergap  engkau, Simson”! Maka  terjagalah ia dari tidurnya serta katanya; “Seperti  yang sudah-sudah aku akan bebas dan akan meronta lepas”. Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa Tuhan telah meninggalkan dia.
Jangan tertipu oleh tipu daya dosa, kalau ada dosa, hari ini bertobatlah. Jangan tunda, jangan tinggal dalam tangan setan, jangan beri kesempatan setan untuk membunuh dan membinasakan diri anda sendiri!
c. BERULANG-ULANG BERBUAT DOSA YANG SAMA.
Sudah tahu bahwa itu dosa, tetapi ia tetap melakukannya berulang-ulang kali.

Kalau orang itu tetap berdosa sekalipun sudah ditegur,  itulah  orang yang lebih keras hatinya dan sudah  dekat kebinasaan.  Simson sudah diperingati Roh Kudus berkali-kali, tetapi tetap  menuruti maunya, sebab itu Tuhan akhirnya membiarkan  Simson jatuh dalam tangan orang Filistin. Kalau Tuhan mau  membebaskan Simson pasti dapat, sekalipun sudah jatuh dalam  tangan Delilah. Tuhan dapat saja membangunkan Simson  sebelum tukang-tukang cukur datang dan Simson akan terlepas. Tetapi Tuhan membiarkan sebab Simson berkeras hati menuruti kehendaknya sendiri.
Jadi orang yang berkeras hati, tetap tinggal dalam dosanya, ia akan tumbuh dengan cepat di dalam dosanya, biasanya dengan kurang sadar, tahu-tahu sudah binasa.

3. JALAN MENUJU DOSA YANG SEMPURNA

Kalau sudah tahu, bahkan berulang-ulang sudah diingatkan oleh Roh  Kudus, tetap tidak mau bertobat, itu dosa sengaja yang akhirnya akan  menjadi dosa sempurna dan tiada ampun lagi.
Ibrani 10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh  pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk  menghapus dosa itu.
Seorang anak Allah yang berkeras hati tetap tinggal dalam dosanya, itu  sudah melewati banyak peringatan dan teguran-teguran Roh Kudus.  Mungkin ia tidak merasa sebab terlalu ingin (terlalu cinta) akan dosa.  Sama  seperti anak yang tidak mau bertobat, nasehat orang tuanya yang begitu  limpah, rasanya seperti baru satu kali dinasehati.
Beberapa tahapan melawan Roh Kudus :

  • Kis 7:51 melawan Roh dengan perbuatan dosanya, lama-lama ia                Ef 4:30  mendukacitakan Roh. Kalau terus menerus didukakan maka lama- lama…
  • 1Tes 5:19 Roh Kudus dipadamkan, pelan-pelan Roh Kudus akan keluar, akhirnya
  • Mat 12:31 ia menghojat Roh, artinya sekalipun sudah dinasehati, ditegur, bahkan dihukum Tuhan, ia tetap tidak mau bertobat, itu menghojat Roh.

Seorang beriman yang undur dan menghojat Roh itu sudah melewati tahap-tahap di atas. Mungkin saja ia tidak merasa seperti Simson yang ditinggalkan Roh Tuhan, padahal sudah pasti Roh Kudus sudah berkali-kali mengingatkan dan memperingatinya untuk berhenti dari dosa- dosanya. Jangan keras hati, sebab keras hati itu jahat sekali, tumbuh cepat di dalam dosa, akhirnya jadi sempurna dalam dosa.

TINDAKAN ALLAH KALAU SEORANG BERDOSA

Tuhan amat sedih, sebab Dia tahu bahwa ini adalah keadaan yang berbahaya karena upah dosa itu maut. Allah akan berusaha dengan segala macam jalan (Ia tahu cara/jalan apa yang paling tepat dan cepat untuk membuatnya lekas bertobat). Biasanya Allah mulai dengan cara yang paling ringan, tetapi kalau masih belum mau bertobat, Allah akan memakai cara-cara yang lebih berat, sampai akhirnya yang paling dahsyat, yang penting asal jiwanya selamat tidak masuk neraka yang kekal. Justru anak yang dicintai di ajar supaya jangan jatuh ke tangan setan, jangan binasa untuk kekal.
Ibrani 12:5-6, 8 Dan sudah lupakah kamu akan nasehat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak; “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkanNYa; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya, dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak,” Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
Tindakan Allah dapat dibagi dalam:
I.   NASEHAT DAN PERINGATAN
II.  ROTAN/ DIAJAR
III. HUKUMAN
IV. DISERAHKAN DALAM TANGAN SETAN.

I. NASEHAT DAN PERINGATAN

a. GELISAH.

Biasanya orang orang beriman yang berdosa akan gelisah hatinya, sebab Roh  Kudus yang di da lam orang itu melawan segala dosa-dosanya. Roh Kudus  berbantah-bantah  dalam hati orang beriman yang hendak berdosa atau mulai  mau berdosa itu.
Kejadian 6:3. Maka Firman Tuhan: Bahwa RohKu tiada akan berbantah-  bantah selama-lamanya dengan manusia, karna hawa nafsu jua adanya,  melainkan tinggal lagi panjang umurnya seratus duapuluh tahun (TL).
Kalau ini terjadi, maka orang-orang yang sungguh-sungguh beribadat yang ingin memperkenankan Tuhan, biasanya langsung sadar dan berhenti berdosa. Tuhan akan senang sekali melihat hal ini. Sebab itu kalau hati gelisah hendaklah kita berhenti dahulu dan bertanya-tanya pada Tuhan, mengapa hati kita tiada sejahtera. Orang yang biasa hidup dalam sejahtera (Pil 4:7), memelihara sejahtera, akan lekas sadar kalau hatinya gelisah. Biasanya Roh Tuhan berbicara langsung kepada orang yang akan atau mulai berdosa ini, baik lewat suara kecil di dalam hati, atau dengan kegelisahan, maupun lewat pembacaan Firman Tuhan dan doa (ini jalan yang umum yang dipakai Tuhan untuk berbicara kepada kita) atau dengan cara-cara lainnya. Kalau tidak mempan atau tidak didengarkan, maka Tuhan akan memakai orang-orang lain. atau dengan tindakan-tindakan lain yang lebih kasar.
b. DINASEHATI/ DITEGUR dari Firman Tuhan oleh orang lain, mungkin lewat khotbah, nasehat, nubuat, mimpi atau peristiwa-peristiwa yang terjadi di dekatnya. Biasanya  kalau  dengan cara-cara yang ringan ini sudah berhasil, itu lebih baik dan akibat-akibatnyapun sangat minim. (Ingat, untuk setiap dosa selalu ada akibatnya Kol 3:25). Kalau orang itu segera sadar, biasanya akibat-akibat dosanya itu tidak terlalu hebat. Seperti orang sembuh dari penyakit yang ringan, ada kerugian, tetapi akibat-akibat samping lainnya sedikit. Tetapi kalau sembuh dari penyakit-penyakit berat misalnya radang otak dan lain-lain, sekalipun sembuh seringkali jadi cacat. Begitu pula pertobatan yang kasep, dapat mengakibatkan cacat rohani atau keru-gian-kerugian yang kekal.

II. ROTAN AJARAN


Kalau seorang yang tetap berkeras hati dalam dosa, maka Allah ter paksa harus  memakai tindakan- tindakan yang lebih keras supaya mau bertobat. Dengan  apa?
a. DENGAN PERISTIWA-PERISTIWA yang cukup berat seperti kerugian,  kecelakaan, dipecat dari pekerjaan, kehilangan, dihina, kegagalan dan  sebagainya. Semua ini bukan kebetulan. Orang- orang beriman harus selalu  memeriksa diri sampai mengerti mengapa ia harus mengalami perkara-perkara  yang pahit ini.
b. PENYAKIT, ini sering mengingatkan orang pada kematian sehingga ingat kepada Allah dan hidup sesudah kematian dan menjadi bijaksana lalu bertobat!
c. PERISTIWA-PERISTIWA yang terjadi pada orang-orang yang dikasihinya misalnya pada anak-anaknya, suami/ isterinya, orangtuanya dan lain-lain. Seringali waktu si anak sakit, orang tuanya bertobat. Tidak ada perkara yang terjadi kebetulan (Mat 10:30-31). Ada maksud yang baik dari Allah dalam segala perkara yang terjadi pada kita (misalnya supaya bertobat).
d. DENGAN  HAL-HAL LAIN.
Seringkali dalam fase-fase ini timbul akibat-akibat yang tetap jelek sekalipun orang itu mau bertobat. Ada efek-efek samping yang pahit, sekalipun ia bertobat. Misalnya Daud mau bertobat, tetapi anaknya tetap mati, rumah tangganya dirusak oleh Absalom, bahkan kerajaannya direbut Absalom untuk sementara.
Juga perbuatan-perbuatan dosa itu berakibat kekal. Orang yang terus berkeras hati di dalam dosa, rencana-rencana Allah yang mulia yang sudah disediakan Allah bagi dirinya menjadi batal dalam hidupnya, tingkatan rohaninya tidak meningkat dan itu untuk kekal!

III. HUKUMAN


Kalau anak-anak Allah masih tetap keras hati sesudah diajar oleh Allah, maka akhirnya Al-lah menghukumkan dia dengan setimpal. Gehazi jadi kusta, Akhan dilempar batu sampai mati (dalam Perjanjian Lama hukumannya lebih keras, sedikit saja kemurahannya).

IV. TINDAKAN TERAKHIR

Kalau orang itu tetap tidak mau bertobat, tetap berkeras hati di dalam dosanya, maka sebagai tindakan terakhir seringkali orang itu diserahkan ke dalam tangan setan, supaya tubuhnya diajar, disiksakan dan dihancurkan oleh setan. Siapa tahu dengan siksaan seperti ini orang itu mau bertobat. Misalnya:
1Korintus 5:5 Orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.
1Timotius 1:20. Demikianlah Himeneus dan Iskandar, yang sudah aku serahkan kepada iblis, supaya mereka itu diajar jangan menghujat (TL).
Ini adalah fase terakhir! Siksaan yang dialami saat ini sangat dahsyat, yaitu siksaan oleh setan. Allah lepas tangan sama sekali. Setan boleh menyiksanya habis-habisan sampai mati. Sudah diserahkan Allah ke dalam tangan setan. Ini seperi siksaan Neraka, hanya tempatnya masih di bumi, ini Neraka di atas bumi, sangat tersiksa dan ngeri.
Apakah Allah jahat? Sama sekali tidak! Justru ini adalah karena Allah itu baik. Siksaan ini seperti Neraka Percobaan (seperti hukuman percobaan). Kalau ia mau bertobat, ia masih dapat diselamatkan sekalipun seperti orang menerusi api 1Kor 3:15 (tanpa pahala sama sekali). Orang yang sudah masuk Neraka sekalipun mau bertobat lagi, sudah tidak mungkin, sudah tidak ada kesempatan lagi! Tetapi di sini, orang itu disiksa dalam tangan setan seperti Neraka, ia sudah mencicipi Neraka, tetapi kalau mau, masih dapat bertobat. Bukankah ini cinta Allah yang tidak putus-putusnya untuk menarik anak-anakNya kembali pada keselamatan? Sungguh Neraka di atas bumi ini adalah kemurahan Allah bagi anak-anakNya yang sangat keras hati, suatu kesempatan terakhir untuk anak-anakNya. Dibandingkan dengan Neraka yang sebebnarnya, inilah “Neraka yang indah”, sebab kalau orang itu mau bertobat, ia masih dapat keluar daripadanya dan selamat. Inilah kasih Allah yang masih terus mengejar anak-anakNya yang keras hati sampai pada saat-saat dan kesempatan yang terakhir. Diserahkan dalam tangan setan, ini termasuk kemurahan Allah.
Tidak semua orang diberi kesempatan seperti ini.
Kesempatan ini diberikan Allah untuk anak-anakNya yang :
1. Keras hati, tidak mau bertobat lagi sekalipun dihukum Allah. Suatu contoh 2Taw 28:22 (TL). (TB: “berubah setia” = undur)
2. Tetapi orang ini belum mencapai titik dosa yang sempurna (= mutlak tidak dapat dan tidak mau bertobat lagi).
3.  Allah yang Maha tahu itu dapat mengetahui lebih dahulu bahwa orang ini masih akan dapat bertobat dengan “Neraka Percobaan”. Kalau Allah sudah tahu bahwa seseorang tidak mau bertobat lagi sekalipun dimasukkan dalam Neraka percobaan ini, biasanya ia tidak lagi diserahkan dalam tangan setan, langsung saja ia “dipanggil pulang” untuk menghadap Allah; Tidak ada gunanya untuk disiksa lagi, Allah bukan penonton yang sadis, tetapi Allah itu kasih dan adil.
Juga Paulus menyerahkan orang-orang yang sudah sangat keterlaluan dalam dosa, yang sudah tahu, tetapi tetap berbuat dosa (1Kor 5:1), bahkan melebihi orang-orang kafir. Orang-orang se perti ini diserahkan Paulus ke dalam tangan setan, baik dalam 1Kor 5:5, juga dalam 1Tim 1:20. Raja Yoram hidup begitu jahat di hadapan Tuhan, sampai nabi Elia menyurati dia supaya bertobat (2Taw 21:12). Tetapi raja yang jahat ini tetap tidak mau bertobat, sebab itu Tuhan membiarkan dia mengalami hukuman yang amat dahsyat. Mungkin juga orang ini sudah diserahkan Tuhan dalam tangan setan, sehingga menjadi sakit dengan sangat hebat sampai perutnya pecah dan isi perutnya ke luar (Kanker yang tumbuh pada perut?). Ia disiksakan sampai matinya (2Taw 21:18-19). Apakah ini  suatu  kasus yang diserahkan ke dalam tangan setan, tidak disebutkan, tetapi keadaannya mirip sekali. Juga raja Ahazia tersiksa sampai mati (2Raj 1:2, 16).

MENDERITA SENGSARA

Mengapa Allah menyerahkan anak-anakNya yang keras hati ini ke dalam tangan setan? Supaya mereka disiksa dengan hebat, sehingga merasai sengsara yang hebat. Biasanya orang yang merasai sengsara di dalam tubuhnya akan berhenti berbuat dosa.
1Petrus 4:1b Karena orang yang merasai sengsara  di dalam keadaan tubuh itu berhenti daripada berbuat dosa (TL).
Ada 2 (dua) macam sengsara yang dialami anak-anak Allah.
1. Dengan kehendak sendiri, mau merasai sengsara karena taat akan Tuhan, karena kebenaran (ini salib! 1Pet 2:21). Itu seperti Tuhan Yesus, Dia mau menderita sengsara karena taat kepada Bapa. Orang yang seperti ini tidak akan berbuat dosa.
Misalnya kalau ada orang menghina kita, hati kita menjadi sakit sebab kita masih hidup dalam tubuh manusiawi ini, tetapi Tuhan sudah melepaskan kita dari segala kebencian dan dendam. Kalau kita mau tinggal suci, bahkan mengasihinya, kita dapat, Tuhan sudah memberi kemampuan itu, tetapi kita harus mau memikul resikonya yaitu: “hati yang disakiti”. Sebab itu kalau kita mau pikul salib, mau menderita karena Kristus, maka kita dapat mempraktekkan kele-pasan dari dosa ini (Rohkudus akan menguatkan dan memberi sukacita bahkan dengan limpah sehingga ada saldo sukacita). Sebab itu kita dapat berkata: “Aku mau disakiti!”  Kita tidak berdosa, sebab Tuhan sudah menderita karena kita dan kita rela menderita, ini seperti Tuhan Yesus.
Contoh lain, kalau godaan datang merayu dengan manis, daging sangat ingin menerimanya, tetapi dengan kehendak kita sendiri, kita matikan tabiat daging, kita sangkali daging (ini sakit, tetapi kita mau) maka kita tidak akan sampai berbuat dosa, sebab mau merasai sengsara karena taat kepada kebenaran. Inilah sengsara dengan kehendak sendiri seperti Yesus, sehingga tidak berdosa.
2. Sengsara yang dipaksakan. Orang yang merasai sakit, sengsara dalam tubuh karena diajar akan berhenti berbuat dosa, kecuali kalau dia sudah keras hati!
Ini prinsip ajaran Allah. Semua yang berdosa diajar. Daud berzinah dan membunuh Uria dengan kawan-kawannya, Allah memberi 1 paket ajaran yang cukup dahsyat selama bertahun-tahun. Daud sunguh-sungguh bertobat, minta ampun dan berhenti berdosa. Juga Musa yang salah, diajar oleh Tuhan supaya berhenti berdosa. (Cara ini juga kita pakai dalam mendidik anak, ini Alkitabiah dan sangat berfaedah).
Andaikata Imam Eli mengajar anak-anaknya dengan tegas, maka mereka tidak akan mati muda begitu cepat dan Israel tidak binasa begitu banyak. Ini cara Allah. Allah mengajar anakNya yang berdosa supaya bertobat,  tetapi kalau ia keras hati akhirnya Allah “lelah” (makan hati). Allah tidak mau lagi berbantah-bantah dengan manusia yang keras hati.

Kejadian 6:3 Maka Firman Tuhan: Bahwa Rohku tiada akan berbantah-bantah selama-lamanya dengan manusia, karena hawa nafsu jua adanya, melainkan tinggal lagi panjang umurnya seratus dua puluh tahun (TL).
Diajar, tetapi tidak mau bertobat, diajar, tetap keras kepala, akhirnya Allah tidak mau berbantah-bantah lagi, ditetapkanNya kebinasaan mereka. Kalau sudah sampai puncak keras hati, maka Allah menyerahkan orang itu kepada setan, supaya dibinasakan tubuhnya, siapa tahu kalau ia mau bertobat, maka ia akan selamat.
SAMPAI MATI
Orang yang sudah diserahkan kepada setan, biasanya tidak dapat hidup lagi. Setan diberi izin untuk merusakkan tubuhnya, itu berarti sampai mati (Wah 13:7). Inilah itu kesempatan terakhir untuk bertobat dan juga kesempatan terakhir untuk hidup.
* Ada seorang anggota Paduan Suara Gereja yang sudah berkeluarga berzinah. Ia dipukul oleh Tuhan dengan penyakit, dan bertobat. Tetapi tidak lama kemudian berzinah lagi, bahkan sering keluar negeri untuk lebih bebas berzinah. Akhirnya di rumah sakit ia tertelentang dengan penuh penyesalan dan menangis, katanya: “Berilah saya hidup Tuhan, supaya boleh melayani Engkau seumur hidupku…” Ia tersiksa dan mederita sampai mati. Mungkin sekali ia sudah diserahkan ke dalam tangan setan untuk merusakkan tubuhnya. Baginya, inilah kesempatan terakhir untuk bertobat dan kesempatan terakhir untuk hidup.
* Ada seorang ibu yang sudah mengerti dan melayani Tuhan tetapi ia membiarkan anak gadisnya berjalan serong. Penghasilannya besar, mereka lekas jadi kaya, tetapi si ibu diam. “Diam” berarti setuju dengan tidak langsung! Tuhan tidak setuju dengan sikap semacam ini. Akhirnya Tuhan menghukum ibu ini dengan menyerahkannya ke dalam ta-ngan setan. Ia disiksa habis-habisan. Ia dipotong (dioperasi) oleh dokter sebelah sini, belum cukup, dipotong lagi sebelah yang lain, masih belum cukup, potong lagi sampai akhirnya mati terpotong-potong…
Ia sampai pada kesempatan terakhir untuk bertobat dan kesempatan terakhir untuk hidup.
* Ada seorang wanita yang sudah menjadi Pelayan Tuhan, main-main dan mencuri suami orang. Orang ini berzinah seenaknya saja tetapi tetap ke Gereja, tetap menjadi orang Kristen, bahkan tetap melayani (mengapa diperbolehkan?) Akhirnya dihukum Allah luarbiasa. Penyakitnya aneh, dokter tidak mengetahui penyakitnya. Tiba-tiba ia lumpuh dan makin menjalar keatas, akhirnya dalam derita ia mati dengan sangat mengerikan. Untuk apa semua harta dan kesukaan yang diperolehnya? Ia segera sampai pada kesempatan  terakhir untuk bertobat dan kesempatan terakhir untuk hidup.
Kita tidak mengetahui sampai seberapa kekerasan hati seseorang. Tetapi kalau seseorang sudah mengerti, sudah tahu, tetapi dengan sengaja masih terus hidup dalam dosa, hati-hati! Ia dapat dengan segera terjerumus kepada keadaan terakhir yang amat mengerikan.
Ibrani 10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
Jangan keras hati. Kalu ada dosa, bertobatlah! Lebih-lebih dengan dosa perzinahan. Ingat 1Korintus 6:18. Ini dosa istimewa sebab lain daripada yang lain. Pada akhir zaman ini Tuhan mengirimkan bala-bala hukuman untuk orang yang berzinah, supaya mereka mati tersiksa diatas tempat tidurnya (Wah 2:22) Penyakit AIDS yang terkenal adalah salah satu bala yang sudah dikirim Allah baru beberapa tahun ini. Dahulu tidak ada!
Dari penjelasan-penjelasan diatas tentang “ajaran Allah” nyatalah bahwa Prinsip zaman Antikris adalah ajaran Allah fase terakhir atau kesempatan terakhir untuk anak- anakNya yang keras kepala.
Jadi tindakan Allah pada anak-anakNya yang berdosa ialah:
1. Nasehat dan peringatan.
2. Rotan/ ajaran.
3. Hukuman.
4. Tindakan terakhir.
Inilah orang-orang yang diserahkan dalam tangan setan itu secara pribadi. Pada akhir zaman akan ada hal yang sama seperti ini tetapi secara bersamaan, masaal, yaitu bagi semua anak-anak Allah yang tertinggal sebab berkeras hati di dalam dosa, tidak mau bertobat. Ini terjadi bersamaan, sekaligus, pada saat setelah kedatangan Tuhan Yesus II, sesudah Gereja akhir zaman diangkat (perempuan yang di beri sayap burung nazar dalam Wah 12. Hal ini akan dijelaskan secara terperinci dalam Pelajaran kitab Wahyu). Benih perempuan yang tertinggal (Wah 12:17) itu diserahkan dalam tangan setan sampai mati (Wah 13:7).
Orang yang tertinggal ini adalah orang-orang yang keras hati, sebab:
1. Waktu itu sudah terjadi hujan akhir (pencurahan Roh Kudus) yang amat besar sehingga orang-orang Kristen menjadi berapi-api dan tingkat rohaninya rata-rata meningkat tinggi. Orang yang tetap dingin pada saat itu dan menolak pekerjaan Roh Kudus adalah orang-orang yang betul-betul keras hati.

2. Pada akhir zaman ini dosa meningkat amat tinggi, begitu juga kesucian, sama-sama mencapai tingkat puncak yang tertinggi (Wah 22:11). Godaan dan pe-ngaruh pergaulan amat kuat. Pada saat ini hampir- hampir tidak ada lagi orang-orang yang setengah hati, semua yang setengah-setengah sudah terseret menjadi najis sepenuhnya, mereka tumbuh dengan pesat dalam dosa. Semua yang tidak sungguh-sungguh beribadat pasti akan hanyut dalam dunia yang sangat rusak pada saat ini, seperti zaman Lut dan Nuh menjadi begitu keji.
Diantaranya terdapat anak-anak Allah yang betul-betul keras hati dan mereka hidup dalam dosa yang amat besar.
Jadi orang-orang yang tertinggal itulah orang-orang beriman yang keras hati, sudah tahu dan sudah mendapat kesempatan untuk melihat dan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri kegerakan Roh Kudus yang heran itu tetapi tetap tidak mau bertobat.

Ini seperti orang-orang zaman Nuh, yang sudah mendengar Nuh berkhotbah (2Pet 2:8) dan sudah melihat tanda-tanda mujijat yang heran itu, yaitu bahtera yang besar itu sungguh-sungguh sudah jadi dan segala macam binatang menjadi jinak, berbondong-bondong masuk dalam bahtera Nuh. Mereka sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri segala mujijat yang heran-heran ini tetapi tetap tidak mau bertobat sehingga mereka tertinggal dan semuanya mati dalam Air Bah besar itu. Begitu pula dengan orang-orang yang tertinggal dalam zaman Antikris, mereka diserahkan sepenuhnya dalam tangan Antikris (setan).
Kalau mereka mau bertobat dan mengakui nama Tuhan, mereka akan disiksa Antikris (setan) sampai mati. (Kalau mereka menyangkal nama Tuhan, mereka dimeteraikan dengan “cap” Antikris (666) dan dilepaskan, tetapi jiwanya binasa dalam Neraka kekal). Mereka yang mati syahid dalam zaman Antikris, oleh Tuhan diberi jubah putih, sebab sebelumnya mereka belum mempunyainya, karena mereka memakai jubah yang tidak pantas, jubah duniawi (Wah 6:9-11).

Jadi pada zaman sekarang “diserahkan ke tangan setan” itu sudah dilakukan Tuhan (juga lewat hamba-hambaNya yang mengerti, dengan marifat Allah) secara pribadi, tetapi nanti sesudah kedatangan Tuhan dan pengangkatan Gereja, Tuhan akan menyerahkan semua anak-anak Allah yang tertinggal sekaligus bersama-sama secara masaal ke dalam tangan setan dalam zaman Antikris. Inilah prinsip zaman Antikris itu, fase terakhir dari ajaran Allah, diserahkan dalam tangan setan untuk dirusakkan tubuhnya sampai tewas supaya mau bertobat dan kembali kepada Tuhan.
Wahyu 13:7 Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus  (yang tertinggal! Mengapa disebut “kudus”, akan diterangkan lain kali) dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberi kuasa atas setiap suku dan umat dan bangsa.
Dalam zaman Antikris Tuhan meninggalkan bumi ini sama sekali dalam tangan setan, sehingga setan mendapat kesempatan menyiksa semua orang-orang dengan bebas tanpa dibatasi Allah (Hanya ada 2 orang saksi yang menolong menguatkan orang-orang yang tertinggal ini Wah 11:4-10). Ini betul-betul zaman yang amat ngeri. Semua cara-cara penyik saan yang paling hebat dari seluruh dunia dikerahkan. Setiap hari penuh dengan siksaan yang dahsyat, yang pasti dipancarkan/ disiarkan keseluruh dunia supaya ditiru dimana-mana. Setan yang memang haus untuk menyiksa manusia, membuat hampir semua orang ketagihan menyiksa dengan buas dan sadis. Tidak ada seorangpun anak Allah yang tertinggal yang luput. Semua yang bertobat dan mengaku Yesus akan masuk dalam aniaya yang amat mengerikan ini, yang menjadi kesempatan terakhir bagi mereka untuk bertobat dan kesempatan yang terakhir untuk hidup!
Inilah prinsip zaman Antikris, diserahkan Allah  dalam  tangan iblis bersama-sama, secara masaal, sekaligus, semua orang-orang yang keras hati (yang tertinggal) dalam tangan setan.
Jangan sampai kita tergolong orang-orang keras yang hati, apalagi tergolong orang-orang yang diserahkan ke dalam tangan setan. Sebab itu perangi dan buang segala perkara-perkara dosa sejak dari permulaan yaitu sejak dosa mau hinggap di dalam hati dan pikiran kita. Tumbuhlah dalam kesucian, itu berarti tumbuh dalam kuasa dan kemuliaan Allah yang heran, lagi pula ini menghasilkan kemuliaan yang abadi, tetap indah dan mulia untuk kekal.