HATI YANG GEMBIRA

Ams 15:13  Hati yang gembira memaniskan muka tetapi oleh dukacita hati, rohnya pecah.

Bisa? Sukar?

Tidak sukar sebab ini kehendak Tuhan yang dipesankan berkali-kali Pil 2:18; 3:1; 2Kor 13:11
Filipi 4:4 Bersukacitalah kamu di dalam Tuhan senantiasa, dan lagi sekali aku mengatakan; Bersukacitalah kamu (TL).
Bapa Surgawi senang melihat putra-putraNya bersukacita.

Bagaimana cara memperolehnya?

Allah itu sumber segala sukacita. Untuk mendapat sukacita itu, kita harus lekat dengan Dia seperti ranting yang lekat pada pokok terus menerus.
Bagaimana kita bisa lekat terus menerus di dalam Dia?
Yoh 15:5 Aku inilah Pokok Anggur yagn benar, dan kamulah carang-carangnya. Siapa yang tetap di dalam Aku, dan Aku pun di dalam dia, ialah berbuah lebat; karena kalau tiada beserta dengan Aku, suatu pun tiada dapat kamu perbuat (TL).

A. JANGAN HIDUP DALAM DOSA.

Sebab dosa itu memutuskan hubungan dengan Tuhan Yes 59:2. Sebab itu kalau kita mau penuh dengan kesukaan dari Tuhan, kita harus suka memeriksa diri seperti Daud
Maz 139:23-24 supaya jangan ada dosa dalam hidup kita dan memeriksa diri supaya jangan timbul dosa lagi. Orang yang hidup dalam dosa tidak ada sejahtera, juga tidak ada sukacita, hatinya tertuduh terus dan gelisah.
Rom 3:17 dan jalan sejahtera tiada dikenalnya; (TL)
Kalau pun ia berusaha menikmati kesukaan yang berdosa (yang hanya seketika lamanya itu Ibr 11:25), hatinya tetap menderita; sekalipun mulutnya tertawa, hatinya berasa sakit jua).
Ams 14:13 Lagi dalam tertawapun hati akan merasai sakit, dan akhirnya kesukaan itu kedukaan juga (TL).
(Dosa itu identik dengan iblis dan Neraka). Ada dosa, ada iblis dan suasananya pasti suasana Neraka, penuh derita dan aniaya. Jangan tertipu oleh iblis seperti Hawa yang mengatakan bahwa dosa itu indah, sama sekali tidak.
Upah dosa itu maut Rom 6:23 dan tidak pernah ada sukacita dalam dosa dan Neraka, hanya tangisan dan kertak gigi dalam kegelapan Mat 25:30. Jangan percaya pada advertensi iblis yang indah, meriah, itu hanya umpan. Memang umpan itu terasa manis sampai yang diumpan itu tertangkap dan terikat baru nyata pahitnya.

Ams 9:17-18 Bahwa air curian itu manis rasanya dan roti larangan itu sedap. Tetapi tiada diketahui orang akan hal bahwa di sanalah tempat orang mati dan segala jemputannya itu adalah dalam keleburan neraka (TL).
Jangan tertipu oleh anggur Sodom Gomora tampaknya merah memikat, rasa-rasanya pasti senang dan bisa selalu gembira ria, tetapi sesungguhnya kematian ada di dalamnya, kematian rohani dan jasmani Ul 32:32-33.

B. PERCAYALAH KEPADA ALLAH

dengan betul, sesuai dengan keadaan Allah yang sebenarnya.

Mrk 11:22 Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu: “Percayalah akan Allah.” (TL)
Kalau mau bersukacita selalu di dalam Tuhan, harus percaya kepada Dia. Kalau kita tidak percaya kepada Tuhan dengan mudah sukacita itu berlalu manakala datang pencobaan atau kesusahan. Hidup dalam dunia ini selalu limpah dengan kesukaran dan kesusahan, sehingga jarang orang bisa bersukacita terus. Kadang-kadang dukacitanya lebih banyak.
Tetapi kalau kita percaya kepada Tuhan, sekalipun kesukaran datang, kita tetap bersukacita sebab kita mempunyai hubungan dan percaya kepada Allah. Dia Bapa kita, kita putraNya dan kita percaya bahwa Allah itu kasih dan baik Maz 34:9, Nah 1:7, kemurahannya setinggi langit Maz 103:11. Dia tidak pernah membuat rancangan celaka bagi kita, tetapi rancangan yang baik Yer 29:11. Lebih banyak kita mengenal Tuhan, iman kita lebih mantap kepadaNya sehingga kita bisa sungguh-sungguh bersukacita.
Orang yang kurang percaya akan Allah itu seperti putra sulung yang susah di rumah bapa Luk 15:28-31. Yang betul adalah putra bungsu. Ia mengalami susah dan penderitaan di negeri asing, tetapi ia percaya bahwa di rumah bapanya sebagai hamba pun amat berbahagia dan sukacita, apalagi sebagai putra Luk 15:17. Tetapi putra sulung tidak percaya bahwa bapanya itu baik dan mencintai dia, sehingga ia hidup seperti tawanan perang yang diancam untuk bekerja keras sehari-harian, bukan hidup sebagai putra Bapa di rumahnya sendiri.
Sebetulnya kita 100% bisa bersukacita, sebab itu adalah kehendak Bapa Surgawi dan apa yang dikehendaki Bapa pasti bisa jadi. Kalau seorang bapa di dunia berkata kepada putranya, senang-senanglah engkau nak, banyak kali itu tidak bisa jadi, sebab sekalipun bapanya menghendaki tetapi kemampuan untuk menyenangkan anaknya itu terbatas.
Kalau anaknya sakit, bapanya berkata sembuhlah engkau nak; tetapi kemampuan bapanya untuk menyembuhkan anaknya sangat terbatas. Kadang-kadang tidak mempunyai cukup uang untuk berobat, kadang-kadang tidak ditemukan penyakitnya, bahkan beberapa dokter pun terpaksa melihat saja  anaknya mati tanpa bisa berbuat apa-apa, sebab kemampuan manusia terbatas. Juga kalau anaknya gagal atau terjerumus di dalam salah satu penderitaan, kata-kata bapanya hanya menjadi harapan yang hanya sebagian bisa terlaksana.
Tetapi kalau Bapa Surgawi yang mengatakan bersukacitalah engkau, kita pasti bisa bersukacita 100%, sebab Dia sanggup menolong segala kesukaran kita sampai tuntas sama sekali sehingga bisa bersukacita sepenuhnya. Bapa menyediakan semua fasilitas yang kita butuhkan untuk bersukacita bahkan sampai kekal.

Yoh 7:38 Barangsiapa yang percaya akan Daku, seperti yang tersebut di dalam Alkitab, dari dalamnya itu akan mengalir beberapa sungai air hidup.” (TL)
Yoh 4:14 tetapi barangsiapa yang minum air itu yang akan Kuberikan kepadanya, tiadalah ia akan dahaga selama-lamanya, karena air yang Aku berikan kepadanya itu, akan menjadi di dalamnya suatu mata air yang memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (TL)
Dia berikan sungai air hidup  sampai kekal untuk orang yang bisa percaya. Tetapi kalau seorang tidak percaya, maka ia tidak akan menerima janji-janji Allah sehingga kalau kena kesusahan akan susah terus sampai pertolongan ekstra, hanya dari kekuatannya sendiri. Kita menerima sesuai dengan iman kita.
Mat 8:13 Lalu kata Yesus kepada penghulu itu: “Pulanglah engkau, sama seperti yang engkau percaya menjadilah bagimu.” Maka budak itu pun sembuhlah pada ketika itu juga. (TL)

Beberapa banyak orang Kristen masih belum percaya akan kebaikan  Allah dan janji-janjiNya, seolah-olah itu hanya janji manis tetapi  kosong, bahkan mereka curiga dan was-was akan hukuman Allah  seperti putra sulung terhadap bapanya. Apalagi kalau sudah  dikecewakan oleh seseorang, atau putus asa, kepahitan, susah, takut,  kuatir, gelisah dll yang semacam itu, yang lebih besar dari  kemampuannya sendiri, maka ia tidak bisa keluar dari dukacita itu  sebab tidak percaya kepada Tuhan.
Tetapi sebaliknya orang yang percaya itu yakin bahwa:
1) Tidak ada yang kebetulan terjadi padanya, semua diketahui  dan diizinkan oleh Tuhan Mat 10:30, sekalipun pahit dan merugikan,  ia percaya semua akan menjadi kebaikan bagi orang-orang yang cinta Tuhan Rom 8:28. Sebab itu meskipun ditengah-tengah susah, orang yang percaya bisa bersukacita.
2)  Bisa menyerahkan segala kuatirnya kepada Tuhan
1Pet 5:7 serahkanlah segala kuatirmu kepadaNya, karena ialah yang memperdulikan kamu. (TL)

Ada seorang ibu hendak berbelanja, anaknya yang masih kecil diserahkannya kepada ibunya (nenek si anak kecil ini) dan ibu ini pergi dengan bebas, tidak kuatir sama sekali, sebab ia percaya penuh pada orang tuanya yang lebih berpengalaman dan sungguh-sungguh cinta anaknya, pasti aman dan terpelihara. Tetapi kalau ia menitipkan anaknya kepada orang lain yang kurang dipercayainya, ia tidak bisa pasrah sepenuhnya, terus kepikiran.
Begitu kalau kita tidak percaya, kita tidak bisa menyerahkan segala kekuatiran kita kepada Tuhan. Kalau percaya, bisa!
Sekalipun ada banyak hal yang nyata-nyata menguatirkan dan menakutkan orang yang percaya bisa menyerahkan segala kekuatirannya kepada Tuhan sehingga ia bebas dari ketakutan atau kekuatiran. Sebab itu orang-orang yang percaya bisa bersukacita dengan hati yang plong, sebab yakin Tuhan akan memperdulikan dia, Tuhan sanggup mengambil oper segala kekuatirannya dan bisa menyanyi dengan sukacita dan penuh kegirangan.
3) Kalau datang pencobaan, ia yakin tidak akan lebih dari kekuatannya.

1Kor 10:13 Karena hanya pencobaan yang lazim kepada manusia sudah berlaku atas kamu. Tetapi Allah itu setiawan, yang tiada membiarkan kamu dicobai lebih daripada kekuatanmu, melainkan dengan pencobaan itu Ia akan mengadakan suatu jalan kelepasan, supaya cakap kamu menahannya. (TL)
Sebab itu mengapa susah atau kuatir, apalagi kalau kita menghadapi pencobaan itu dengan Allah pasti menang.
Rom 8:31 Sekarang apakah hendak kita katakan atas segala hal itu? Jikalau Allah memihak kita, siapakah lawan kita? (TL)

Oleh karena itu orang yang percaya kepada janji-janji Firman Tuhan, bisa terus bersukacita, sebab pasti FirmanNya jadi dan ia akan menang.
4) Masa depan orang beriman dirancang oleh Allah penuh damai sejahtera. Orang yang bisa percaya tidak kuatir akan masa depannya.
Yer 29:11 Karena Aku ini amat mengetahui akan segala maksud yang Kutaruh akan kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu maksud akan hal selamat (TB: rancangan damai sejahtera) dan bukan akan barang sesuatu yang jahat, supaya pada akhirnya Aku mengaruniakan kepadamu barang yang kamu harap itu. (TL)
Kita tidak kuatir akan masa depan kita, dimanapun kita berada, sebab Tuhan sudah merancangkan yang baik dan pasti itu jadi. Tuhan akan memberi pimpinan dan kuasaNya akan menolong kita sehingga (kalau kita taat) semua yang baik, yang direncanakanNya pasti jadi.
5. Tuhan berjanji memelihara kita.
Banyak kesukaran dan hari-hari yang sulit mengancam, tetapi orang yang percaya tidak takut sebab Tuhan berjanji memelihara kita Mat 6:11 bahkan lebih baik dari Solaiman Mat 6:25-33.
Pada akhir zaman, hari-hari yang sulit itu akan mencapai puncak-puncaknya, tetapi kita juga tidak kuatir sebab Tuhan berjanji menyertai kita sampai akhir zaman Mat 28:20. Dia tidak pernah meninggalkan kita.
Ibrani 13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan me membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (TB)

Ibrani 13:6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (TB)
Sebab itu orang yang bisa percaya akan janji-janji Allah ini, bisa bergembira terus, tidak perlu takut dan hilang kesukaannya.
6. Segala perkara boleh jadi bagi orang percaya, tidak ada yang mustahil.
Mrk 9:23 Tetapi sahut Yesus kepadanya, “Bagaimana: Kalau boleh? Segala perkara boleh jadi bagi orang yang (KJ: bisa) percaya.” (TL)
Sebab itu kalau kita bisa berjalan dengan iman tidak ada alasan untuk kuatir. Orang benar bisa hidup dengan iman akan janji-janji Tuhan, sebab janji Tuhan pasti digenapkan dalam diri orang yang percaya.
Rom 1:17 Karena di dalamnya itu kebenaran Allah dinyatakan daripada iman kepada iman, seperti yang telah tersurat: Bahwa orang benar itu akan hidup oleh sebab  iman. (TL)
Apalagi kalau kita terus penuh dan dipimpin Roh, tidak ada ketakutan 2Tim 1:7.
7. Kesukaan yang Tuhan berikan pada kita itu bermutu kekal, tidak bisa diambil oleh siapapun.

Yoh 16:22 Demikian kamu pun berdukacita sekarang ini; tetapi Aku akan melihat kamu pula, lalu hatimu sukacita kelak, dan seorang pun tiada dapat mengambil kesukaanmu itu daripadamu. (TL)
Sebab itu kita bisa bersukacita selalu seperti perintah Allah.
Sebab itu jangan simpan dosa, jangan dikalahkan oleh dosa, tetap percaya kepada Tuhan dalam segala problem dan persoalan, penuh dan dipimpin Roh, maka sungai air hidup itu akan mengalir selalu dalam jiwa kita, bahkan sampai kita masuk dalam Surga Yoh 4:14.

Ams 4:23 Peliharakanlah hatimu terlebih dari pada segala yang patut dipeliharakan, karena dari dalamnya terpancarlah segala mata air hidup. (TL)
Kalau orang-orang beriman tetap hidup dalam dosa, simpan dosa, tidak mau membereskandosa-dosanya (hubungan dengan Allah sangat terganggu, rusak atau putus) dan juga tidak percaya akan Allah dan janji-janjiNya, maka orang-orang seperti ini sulit untuk bisa hidup bersukacita di dalam Tuhan, hanya kadang-kadang saja di gereja atau kalau lawatan Roh Kudus yang kuat, atau kalau ia menghisap kesukaan umpan dunia.
Tetapi orang yang lekat dengan Allah dalam kesucian, tidak dipisahkan oleh dosa dan ia sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan dan Allahnya, maka Tuhan menjadi jaminannya dan ia bisa bersukacita selalu di dalam Tuhan dalam sikon apapun juga. Ini tidak fantastis atau teoritis, tetapi dialami oleh orang yang sungguh-sungguh bertobat dan percaya kepada Tuhan.
Kalau hati ini kita pelihara dalam kesucian dan terus percaya kepada Tuhan, maka hati kita tidak bisa dirusak-rusak oleh kecewa, susah, kuatir, takut, dll maka dengan mudah kita bisa tetap bersukacita.
Ini kosmetik ilahi yang paling kuat dan tahan dalam segala keadaan. Kosmetik yang biasa tidak bisa mengubah hati yang kecut, sedih, layu, apalagi hati yang marah, benci, pahit itu semua membuat wajah menjadi jelek, bahkan seram dan kejam seperti “bapanya”

HATI YANG GEMBIRA MEMANISKAN MUKA



Sebaliknya kalau hati gembira di dalam Tuhan, maka wajah ini akan menjadi manis  dan bersinar-sinar dari kasih dan kemuliaan Tuhan. Wajah orang seperti ini akan menjadi manis lebih daripada kosmetik-kosmetik yang biasa. Biasanya suami akan menemukan istrinya makin cantik (bisa naik sampai 30-50%) kalau istrinya penuh dengan kesukaan dari Tuhan, begitu sebaliknya suami bagi istri. Bahkan terhadap semua orang, orang-orang akan melihat ada kemanisan ilahi dalam wajah kita seperti Stefanus Kis 6:15.
Untuk apa wajah yang manis dan bersukacita terus?
Banyak orang merasa tidak perlu mempunyai wajah yang sukacita dan manis, lebih-lebih mereka yang merasa punya kuasa, kedudukan dan ditakuti, tidak terpikir oleh mereka faedahnya bermuka manis dan gembira. Tetapi bagi setiap orang beriman hal ini sangat penting. Sebab wajah yang manis, penuh sukacita adalah salah satu tanda rohani yang baik, yang harus ada dalam setiap orang beriman!
Wajah yang manis dari hati yang bersukacita di dalam Tuhan adalah tanda bahwa:
1. Ada hubungan baik dengan Tuhan.
1Tes 5:10 yang sudah mati karena kita, sehingga baik kita jaga baik kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. (TL)
Seperti carang yagn lekat di pokok, sekalipun kena panas terik terus menerus, carang itu akan tetap segar dan hijau, itu tanda ada hubungan yang normal, hubungan baik antara ranting dan pokok. Demikian juga kalau seorang wajahnya manis karena hati yang gembira di dalam Tuhan, itu tanda ada hubungan yang baik dengan Tuhan siang malam.
Kalau wajahnya cemberut, kecut, geram, pahit, dsb, itu pasti ada sesuatu yang tidak beres dalam hubungannya dengan Tuhan. Kalau hubungannya baik, sekalipun dalam susah, aniaya, ketegangan dll tetap ada wajah yang manis sebab hatinya tetap sejahtera dan gembira di dalam Tuhan.
2. Tanda imannya bekerja.
Kalau imanya terlalu kecil, tidak bekerja, maka waktu datang susah, ancaman, penderitaan, kepahitan, dll, ia akan jadi takut, kuatir, susah sehingga tidak bisa bersukacita. Kalau bisa bersukacita sekalipun dalam penderitaan dan beban berat, itu berarti imannya bekerja. Jadi bisa berwajah gembira di dalam Tuhan adalah tanda yang baik.
3. Tanda ada kekuatan dari Tuhan dalam dirinya.
Neh 8:11b …… maka sebab itu janganlah kamu berdukacita, karena kesukaan yang dari pada Tuhan itulah juga kuatmu. (TL)

Orang seperti ini akan produktif, berbuah-buah, tumbuh dan mudah menang dalam setiap pencobaan. Ini salah satu cara untuk bisa terus hidup berkemenangan. Sebab bisa bersukacita terus, hanya mungkin di dalam Tuhan dan kalau terus tinggal di dalam Tuhan, pasti menang terus seperti Immanuel Mat 1:23, Rom 8:31.

TETAPI OLEH DUKACITA HATI


Jangan kita dikalahkan oleh dukacita dan lain-lain kepahitan yagn menyerang dalam hati kita. Jangan ikut berdukacita dengan kesusahan yang terjadi dalam sikon kita, mungkin karena rugi, gagal, dihina, kena pencobaan dll, tetapi lawan, tolak, buang, tetap bersukacita di dalam Tuhan.
Orang yang ikut berdukacita dengan hatinya yang susah atau dengan dukacita karena kerugian, celaka, kegagalan, dll yang dialami, itu berarti kalah, mungkin juga sudah putus hubungan dengan Tuhan. Selama masih ada hubungan dengan Tuhan, masih percaya, kita akan tetap tabah sekalipun menderita, bahkan bisa tetap bersukacita.
Misalnya Paulus waktu dihukum cambuk di negeri orang, lalu dipasung kaki tangannya, bayangkan betapa celaka dan menderita keadaannya. Penjara zaman dahulu keadaannya sangat jorok dan mengerikan. Belum baunya, lalat dan binatang-binatang kecil yang bertebaran di mana-mana. Bayangkan dipasung, kalau buang air kecil dan besar, pasti tidak ada orang yang menolong, belum lagi punggung yang hancur dirobek-robek oleh cambuk sadis. Untuk memikirkan tubuhnya saja ada banyak kesukaran tanpa jalan lepas. Belum lagi persoalan dengan pengadilan, dengan orang banyak, dll.
Ada banyak kesulitan dan penderitaan, tetapi Paulus tidak mau ikut berdukacita menuruti rasa susah, ngeri dan derita ini, tetapi Paulus bersyukur dan bersukacita di dalam Tuhan

Coba Paulus dan Silas berdukacita dan mengasihani dirinya dalam  penjara Pilipi, maka mereka bisa merana sampai mati karena tidak  mengalami kemenangan dari Tuhan. Tetapi Paulus yang mengerti  rahasia wajah gembira, kesukaan dalam Tuhan, tidak mau ikut  berdukacita menurut segala susah yang limpah dan komplek itu.  Memang Paulus yang dipakai oleh Tuhan untuk menyampaikan ayat-  ayat manis ini (Pil 4:4,7, dan lain-lain).
Ia tetap memelihara keadaan gembira dalam hatinya, tetap  bersukacita meskipun dalam sikon yang tidak cocok dan tidak memungkinkan. Ia menolak segala perasaan dukacita.
Memang lebih cocok kalau Paulus dan Silas menangis, marah, sedih dan mengeluh, itu normal dan sesuai dengan sikonnya. Tetapi Paulus menolak dukacita itu, ia bersukacita dan memuji-muji Tuhan, sebab itu ia mengalami kemenangan yang besar-besar dengan Allah Kis 16:25.
Di mana-mana orang-orang akan cepat bisa mengenali orang-orang yang selalu berpenampilan gembira. Di dalam dunia, hal-hal seperti ini (orang-orang yang riang gembira) tidak banyak dan lebih banyak dianggap sebagai pembawaan, tetap semua orang yang lahir baru dan berjalan dengan Tuhan bisa berwajah atau berpenampilan gembira seperti ini kalau percaya dan mau. Kalau orang beriman terus mau berpenampilan (wajah) pahit dan susah, bisa juga tetapi adalah kehendak Tuhan supaya kita selalu bersukacita.
Jangan mau ditaklukkan atau dikuasai oleh susah, jangan ikut berdukacita dengan segala kesusahan dan kepahitan hati ini. Tolak dengan iman (bersukacitalah, berwajah gembira, ini adalah tindakan iman!). Pasti bisa, sebab pencobaan yang kita alami ini tidak lebih dari kekuatan kita. Ini cara hidup orang beriman yagn praktis, sederhana dan enak (selalu sukacita itu manis!), yaitu dengan:
A)  Memelihara sejahtera dalam hati dan
B)   Sukacita dalam sikap dan penampilan kita.
Seharusnya semua orang baru itu gembira ria dalam segala keadaan dan justru ini menjadi kesaksian yang baik. Dahulu selalu kecut, merengut dan berdukacita tetapi sekarang selalu sukacita dan gembira sekalipun dalam sikon yang susah dan celaka. Ini kehendak Tuhan, tetapi hanya bisa dialami kalau kita mau dan percaya akan Firman Tuhan serta hidup dalam kesucian. (Kalau penampilannya pahit dan kecut biasanya hatinya juga begitu, sebab wajah pahit dan susah itu biasanya tidak dibuat-buat, tidak ada orang yang mau begini kecuali ada maksud-maksud tertentu. Tetapi penampilan sukacita masih sering dibuat-buat).

ROHNYA PECAH


Terjemahan Lama: Menindikan nyawa.
Terjemahan Baru: Mematahkan semangat.
Kebanyakan Alkitab bahasa Inggris: The spirit is broken.
*) King James, NIV, New KJ, Second KJ, Modern KJ, 21 century KJ, Darby, Young (The spirit is smitten). Green (The spirit is stricken) dll.
Bahasa Ibrani: Ruach = roh.
Roh itu pribadi kita. Kalau hati dikuasai oleh dukacita, kita turuti atau ikut berdukacita, maka Firman Tuhan berkata bahwa rohnya akan pecah, tertindas, terpukul, hancur. Orang semacam ini (yang rohnya pecah) itu loyo, lemas, tidak mempunyai gairah hidup lagi sebab meskipun hidup tetapi seperti mati, sebab rohnya hancur, pecah; sebab itu hidupnya tidak bisa produktif, tidak bisa berbuah, hidup tidak berguna, sia-sia. Jangan dikalahkan oleh kepahitan atau dukacita dalam hati, jangan mengikuti dukacita itu, tetapi buang, tolak, kalahkan dan singkirkan semuanya dengan cara yang tepat, dengan iman (seperti yang sudah diterangkan di atas).
Berapa banyak orang yang sebetulnya bisa hidup berguna dan berbuah-buah, tetapi sebab rohnya pecah, hidupnya menjadi tidak berguna, sia-sia, tidak ada kekuatan, loyo, lemas, tidak bisa berbuat apa-apa, tidak ada gairah.
Hidup seperti ini banyak membuang waktu dengan sia-sia, hidup kosong, target tidak dipenuhi, justru dosa bertambah-tambah dengan semua kepahitan dan kesedihan.
Yakub menuruti terus perasaan hatinya yang sesat, itu berdukacita. Anak-anaknya datang menghiburkan dia, tetapi ia menolaknya dan tetap mau mengikuti perasaan hatinya berdukacita sehingga rohnya pecah.
Kej 37:35 Maka datanglah segala anak-anaknya laki-laki dan perempuan hendak menghiburkan dia, tetapi engganlah ia dihiburkan serta katanya: Bahwa karena anakku ini aku hendak berkabung sampai ke kubur. Demikianlah Yusuf itu ditangisi oleh bapanya (TL).

Yakub tidak mau membuang dukacita karena kehilangan Yusuf, justru ia menerimanya, membiarkannya bahkan menyimpan dukacita itu dalam hatinya. Mungkin alasannya karena sudah kehilangan 2 (istri dan anak) dan sebab ia tidak berani menyalahkan Tuhan tetapi ia hidup dalam tanda tanya yang besar. Ia membiarkan hatinya hanyut dalam dukacita, sebab itu rohnya pecah, ia menjadi loyo. Selama ditinggal Yusuf, hidupnya sia-sia, sama sekali tidak ada perkara-perkara besar yang dibuatnya dengan Tuhan.

Baru sesudah ia mendengar dan melihat bukti-bukti bahwa Yusuf masih hidup, rohnya bangun dan segar dan baru bisa produktif lagi.
Kej 45:27 Tetapi setelah disampaikan mereka itu kepadanya segala perkataan Yusuf yang dikatakannya kepada mereka itu, dan setelah dilihatnya segala pedati yang dikirim Yusuf supaya membawa akan dia, maka roh Yakub bapanya pun segarlah pula. (TL)
Yakub seorang yang mencintai Tuhan dan suka perkara-perkara dari atas. Ia pernah menipu kakak dan bapanya tetapi sudah dibereskan. Ia tidak bersalah pada Tuhan. Sebab itu ia bisa bangun dengan cepat waktu bertemu Yusuf. (Bahkan sebetulnya ia bisa bersukacita waktu ditinggal Yusuf, kalau mau, tetapi ia ikut berdukacita menuruti perasaan hatinya yang sedih). Ia bangun kembali, tetapi ia sudah membuang waktu hampir 22 tahun dengan sia-sia. Coba dalam waktu itu ia berkarya dengan Allah, akan ada banyak perkara-perkara besar yang dibuatnya untuk bangsa Israel dan untuk kerajaan Allah.
Kadang-kadang tidak ada kasus-kasus yang berat seperti “kematian” Yusuf bahkan tidak ada kasus-kasus yang tampak, hanya karena pergumulan dalam hati yang kalah, ia berdukacita dan terus menuruti dukacita itu sampai rohnya pecah. Kadang-kadang karena hatinya terus bercintakan hal-hal dunia atau kedagingan, tetapi tidak berhasil atau ia tidak berani menuruti keinginan-keinginan dagingnya tetapi keinginan-keinginan daging itu tidak dibuang, tidak dimatikan sehingga ia putus asa dan sedih. Ini dibiarkan terus dan berlarut-larut mencengkeram dan menguasai rohnya sehingga pecah, lalu menjadi loyo, lemas sehingga hidupnya menjadi sia-sia dan rohaninya bantut Mat 13:22.
Orang seperti ini hidup bertahun-tahun tanpa buah, hidup kosong dan sia-sia. Semua hanya rutinitas yang mati, sebab rohnya dibiarkan pecah karena dicengkeram oleh dukacita dan susah, loyo, lemas, tidak bisa bangun, roboh!

Jangan ikut berdukacita, tetapi bersukacitalah di dalam Tuhan.

Suatu pengalaman dari seorang Presiden. Presiden itu biasanya dipilih oleh orang banyak dan biasanya orang-orang seperti ini mempunyai banyak kelebihan. Tetapi meskipun demikian, kalau rohnya pecah, biar pun orang hebat, orang luar biasa, hidupnya juga menjadi sia-sia.

Kita lihat contoh ini:
Kematian anaknya Willie Lincoln tgl 20-2-1862 dalam umur 11 tahun, merupakan pukulan yang menghancurkan Presiden Lincoln. Tak putus-putusnya ia menangis tersedu-sedu. Dalam hari-hari berikutnya seolah-olah ia sudah tidak bergairah untuk hidup lagi. Hari Kamis yang pertama ia mengunci diri dalam kamarnya.
Seorang pun tidak tahu berapa hebat ia menyerah pada kedukaannya. Sampai hari Minggu berikutnya hal yang sama terjadi. Ia tidak dapat melanjutkan pekerjaannya. Kemudian ia menerima kunjungan Pdt Francis Vinton dari Gereja Trinity di New York, yang mencela dia sebab berlaku sebagai orang kafir dan menyerah total pada dukacita, itu suatu dosa. “Anakmu tidak mati, ia hidup dalam Firdaus”, katanya. Mula-mula Lincoln seolah-olah tidak sadar akan kata-kata itu. Tetapi kemudian kata-kata itu menusuk hatinya. “Hidup? Engkau mempermainkan saya!”
“Tidak tuan”, kata Dr Vinton. Inilah pengajaran Firman Allah tentang penghiburan yang terbesar (1Tes 4:18). Lincoln mulai insaf, kemudian menangis lagi tersedu-sedu sambil berseru-seru: hidup, hidup, anakku hidup ……
Sesudah itu Presiden Lincoln tidak menutup diri dalam kamarnya. Ia mulai mengerahkan pikirannya sekarang kembali untuk pekerjaan negaranya. Kehilangan seorang kekasih memang merupakan penderitaan yang berat, dan orang-orang Kristen tidak kebal akan pukulan yang melumpuhkan ini. Penderitaan karena kematian kekasih memang berat dan menumpahkan air mata itu menolong kesembuhan “luka  dalam”.
Tetapi menyerah tanpa terkendali pada perasaan itu salah. Kita harus melawan kecenderungan patah semangat untuk hidup; Tuhan berkata: Janganlah kamu berdukacita sama seperti orang-orang lain yang tak mempunyai pengharapan.

Sesudah Presiden ini percaya akan Firman Tuhan, ia dapat mengatasi dan membuang dukacitanya. Sekalipun dalam fakta ia kehilangan anak, tetapi sesudah ia percaya akan Firman Tuhan, ia menjadi kuat dan bisa menolak dukacita itu, tidak lagi ikut dukacita menuruti perasaan hatinya!
Kalau ia tidak bisa membuang dukacita yang memecahkan rohnya itu, maka hidupnya akan menjadi sia-sia, sekalipun ia seorang yang kuat dan hebat.
Kalau rohnya pecah, biasanya orang seperti ini loyo, makan pun tidak suka, terus susah, minta mati seperti Hana yang penuh kesukaran tetapi tidak mempunyai jalan keluar. Tetapi pada satu saat, ia tidak mau lagi menuruti dukacita hatinya, ia melawan semua ini dan mulai berdoa sungguh-sungguh kepada Tuhan dan heran, nasibnya berubah sama sekali, hidupnya menjadi sangat indah, penuh sukacita dan bahagia. Coba Hana terus menerus ikut berduka menuruti dukacita hatinya, tidak mau bangun, tidak mau makan, tidak mau membuang perasan hati yang berdukacita, maka nasibnya sampai mati akan tetap sia-sia dan hidupnya menjadi kosong dan terus merana seumur hidupnya.

Jangan menuruti hati yang berdukacita, periksa sebabnya lalu  bangun, kembali pada Tuhan, pasti nasib akan berubah menjadi  lebih baik.
Juga putra yang terhilang bangun, tidak lagi menuruti dukacita  hatinya terus menerus, sebab itu terjadi perbaikan nasib yang  sangat indah Luk 15;18.
Jangan berdukacita menuruti susah dan kepahitan hati, periksa  sebabnya, kalau ada yang salah, langsung perbaiki dan bereskan di hadapan Tuhan, lalu hampiri Allah. Ia pasti mau menolong dan Ia sanggup mengangkat orang yang pecah  rohnya Yak 4:7-8

HATI YANG GEMBIRA ITU MEMPERBAIKI SEPERTI

OBAT


Banyak orang simpan obat di rumah. Ini obat biasa, tetapi obat dari Tuhan ini obat ilahi, sebab hanya kalau dipimpin Tuhan hati bisa gembira dengan betul dan menjadi obat untuk segala dukacita dan kepahitan kita.
Orang yang memelihara penampilan yang gembira, karena Kristus ada dalam hatinya (bukan dibuat-buat) itu seperti memiliki obat ilahi yang bisa mengobati kesusahan apa saja!
Jangan berdukacita menuruti hati yang susah, tetapi ubahkan dukacita itu dengan kesukaan. Memang ini tidak mudah dan banyak orang gagal sebab ngawur, hanya secara emosional, tidak mengerti caranya. Kita sudah belajar caranya yaitu dengan pemberesan dari dosa dan percaya kepada Tuhan, lebih-lebih kalau  penuh Roh Kudus, sehingga bisa berdoa dalam Roh, maka kita akan berhasil mengusir dukacita itu dan bersukacita di dalam Tuhan. Roh Kudus itu penolong pribadi kita, Ia sendiri Allah. Kalau kita bisa berdoa dalam kebenaran dan Roh, maka di dalam doa itu Roh Kudus akan bekerja dan membereskan semua dengan caraNya sendiri, yaitu dengan cara ilahi. Sebab itu orang yang berkata-kata dalam bahasa lidah, imannya menjadi kuat 1Kor 14:4 sehingga tidak loyo, bisa bangun dan membuang atau menolak semua dukacita dan putus asa, ia bertindak dengan iman sehingga rohnya menjadi kuat lagi! Firman Tuhan dan Roh Kudus itu obat loyo yang paling ampuh.
Elia sudah putus asa, minta mati, tidak kuat, untuk lagi hidup satu hari pun, ia sudah sangat lemah dan tidak berdaya melawan Izebel. Tetapi sesudah ia makan minum roti dan air Surgawi, ia menjadi begitu kuat, penuh gairah dan kekuatan sehingga bisa berjalan 40 hari 40 malam sampai di gunung Allah 1Raj 19:6-8. Ia berubah sama sekali oleh Firman Tuhan dan Roh Kudus. Kalau kita rutin makan minum jatah rohani kita setiap hari (lebih-lebih 2 gomer di akhir zaman ini) dan selalu penuh dan dipimpin ROh, maka sungai air hidup itu akan mengalir nyata dalam hati kita, hati akan bergembira dan itu menjadi obat anti loyo atau lemas.
Berdoalah terus menerus dalam Roh dan kebenaran (hidup benar di hadapan Tuhan) itu banyak faedahnya dan hati bisa bersukacita sesuai dengan perintah Firman Tuhan dalam Pil 4:4. Ini obat anti loyo dan lemas, rohnya tidak pecah.
Juga nasehat dan kesaksian saudara-saudara seiman, (yang di dalamnya juga ada Roh Kudus) bisa menolong kita.

TETAPI ROH YANG PECAH ITU MENGERINGKAN

TULANG


Tulang itu untuk berdiri, jalan dan lari. Kalau tulangnya kering, terganggu, semua ini terganggu. Sebab itu jangan membiarkan rohnya pecah, nanti tulangnya kering dan mati.
Dimanakah kita mendapatkan tulang-tulang yang kering?

Yeh 37:4 Lalu firmanNya kepadaku: Bernubuatlah engkau atas tulang-tulang ini, katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah olehmu firman Tuhan! (TL)

Yehezkiel melihat tulang-tulang kering yang mati, yang tidak bisa berbuat apa-apa. Beberapa banyak orang Kristen seperti tulang kering yang mati yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Coba Lot tidak seperti tulang kering, ia bisa  menguatkan gembala-gembalanya tetap  beriman (seperti gembala-gembala Abraham), maka jumlah orang  beriman di Sodom bisa melebihi 10 dan Sodom tidak perlu dibakar.  Gembala-gembala Lot luntur imannya dan Lot tidak bisa menolong,  sebab ia hanyut dalam kesukaan dan keramaian Sodom sehingga  hatinya tidak ada lagi sukacita dari sungai air hidup. Ia hanya  tertawa di luar tetapi hatinya merana Ams 14;13. Rohnya pecah dan tulangnya menjadi kering sehingga kesaksiannya mati! Dua calon anak mantu pun tidak bisa ditolongnya, sebab tidak ada kuasa dan pengurapan ilahi dalam hatinya. Sebab hidupnya penuh dengan percintaan kesukaan Sodom yang terus mengikatnya. Lot hidup sia-sia, tidak menjadi berkat, sebab tulangnya kering dan mati, tidak bisa berbuat apa-apa yang berfaedah secara rohani.
Kalau orang-orang beriman seperti tulang-tulang kering yang dilihat Yehezkiel, maka tidak ada orang yang bisa mereka selamatkan! Berapa banyak orang Kristen tidak pernah atau tidak lagi bisa memenangkan jiwa sebab rohnya pecah, menjadi loyo, tulangnya kering, tidak ada gairah, tidak ada perhatian, tidak peduli pada orang-orang di dekatnya yang terus berjatuhan ke Neraka!
Yehezkiel dipakai oleh Tuhan untuk membangunkan tulang-tulang kering itu dengan nubuatannya yaitu dengan Firman Tuhan. Firman Tuhan inilah yang bisa membangunkan setiap tulang kering kalau mau percaya. Tuhan sanggup menghidupkannya lagi.
Percayalah akan Firman Tuhan yang sudah Saudara baca, kalau ada dukacita apapun dalam hati Saudara, tolak! Buang! Usir keluar dari hati Saudara! Dalam nama Tuhan Yesus, pasti Dia yang mengasihi Saudara (2Pet 3:9/ Yeh 33:11/ Luk 15) memberi kekuatan Roh Kudus untuk bertindak dengan tegas. Kalau ada salah, segera bereskan, jangan menuruti hati yang dukacita, usir, tolak, buang dengan iman dalam nama Tuhan Yesus, pasti Tuhan beri pertolongannya.
Jangan tinggal dalam dukacita seperti Yakub. Makanlah Firman Tuhan seperti Elia dan bangun seperti tulang-tulang kering yang mendengar Firman Tuhan dari Yehezkiel, maka tulang-tulang kering itu akan bangkit, bahkan akan bangkit satu tentara besar yang bisa dipakai dan diutus oleh Tuhan untuk menolong orang lain yang loyo dan yang belum percaya, menjadi pasukan keselamatan dari Tuhan.
Yeh 37:10 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkanNya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk ke dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar. (dari tulang-tulang kering yang mati).
Sesudah bangun, bukan saja problem pribadinya beres, tetapi orang-orang seperti ini bisa dipakai Tuhan menjadi berguna!

Maz 68:12 Bahwa Tuhan telah mengadakan orang berkata-kata; adapun akan orang yang memasyurkan kabar baik ia itulah suatu tentara besar adanya. (TL)
Elia, bahkan menjadi sempurna, juga Yakub bangkit, Hana, tulang-tulang kering dan setiap Saudara yang rohnya pecah, kalau percaya, sekarang pun akan bangkit!
Tentu yang lebih baik adalah hidup seperti Paulus yang sama sekali tidak mau menuruti hati yang susah, tidak mau mengasihani diri sendiri, supaya jangan terus hanyut dalam nasib yang susah, tetapi Paulus bersukacita terus di dalam Tuhan, maka Paulus mengalami perkara-perkara yang besar dari Tuhan.

KESIMPULAN

Peliharakanlah hati ini dalam kesucian dan terus tumbuh dalam iman kepada Allah. Jangan seperti putra sulung yang tidak percaya pada bapanya, hidupnya menjadi kering dan pahit, rohnya pecah.
Kalau kita hidup suci, penuh dan dipimpin ROh, berjalan dengan iman, maka hati akan gembira terus karena dipuaskan dan disegarkan oleh sungai air hidup dan bisa tampil terus dengan sukacita, itu menjadi obat sehingga rohnya terus segar, produktif, berbuah-buah dan tumbuh makin mulia di hadapan Tuhan. Jangan berdukacita menuruti susah dan kepahitan hati, nanti rohnya pecah dan tulangnya kering, hidup menjadi kosong dan sia-sia seperti mati. Ingat hidup sia-sia dari Yakub dan Hana; baru sesudah mereka bangun dan kembali bersukacita, mereka juga bisa berbuah-buah dan tumbuh dalam kesukaan Tuhan.

Nyanyian:

Hati yang gembira adalah obat, seperti obat hati yang senang.
Tapi roh yang pecah-pecah, keringkan tulang.
Hati yang gembira, Tuhan senang.