Puas Dalam Dosa, baru Bertobat?

Dalam dunia yang jenuh dengan dosa dan kesukaan dosa yang makin menggiurkan ini, tidaklah heran kalau makin banyak orang-orang Kristen yang kena racun-racun falsafah dunia ini. Timbul macam-macam falsafah hidup yang menyesatkan, salah satu diantaranya itulah judul di atas ini. Banyak orang Kristen diam-diam sudah percaya akan kebenaran falsafah-falsafah yang sesat ini, sehingga hidupnya bantut, suam, kering. Terutama yang bodoh (tidak mengerti Firman Tuhan) dan yang tidak sungguh-sungguh mau bertobat; mudah kena tipu daya iblis sehingga mereka percaya bahwa mereka dapat dipuaskan dalam dosa, dan sesudah cukup puas, baru bertobat. Ini sungguh-sungguh racun maut yang cepat membuat orang mabuk lalu lupa daratan dan hilang tenggelam dalam lubuk-lubuk percabulan yang paling keji.

Kasus I

Seorang pemudi undur dari Tuhan, padahal ia ikut Tuhan sejak kecil di Sekolah Minggu. Pada waktu seorang temannya mengajaknya untuk kembali pada Tuhan, ia berkata, ya satu kali ia pasti akan kembali, tetapi belum sekarang, mungkin nanti sesudah umur 50 tahun.
Mengapa?
Ia belum puas menikmati kesukaan duniawi yang dosa dan sementara itu (Ibr 11:25). Mungkinkah sesudah umur 50 tahun ia puas?

Kasus II

Seorang bapa yang undur dari Tuhan menjawab seorang pendeta yang mengajaknya bertobat kembali, katanya: “Jangan kuatir, pasti pada satu saat saya akan kembali, jangan suruh saya kembali sekarang!

Mengapa?
Sebab sudah kena tipu daya setan. Ia takut masuk neraka, tetapi masih mau memuaskan diri dalam dosa dahulu, baru sesudah itu ia mau bertobat. Apakah bapa ini dapat bertobat kembali dan masuk di dalam Sorga?
Apa yang salah dalam falsafah ini? Semua! yaitu:

I. DOSA TIDAK PERNAH MEMUASKAN

Memuaskan diri dalam dosa lebih dahulu, baru kemudian bertobat, apa mungkin? apakah dosa dapat memuaskan kita? Tidak dapat! Bahkan tambah haus.
Ini betul-betul tipu daya setan yang banyak makan korban sebab dipercayai manusia dan orang-orang beriman yang bodoh. Tuhan Yesus membongkar rahasia setan ini. Orang yang minum dari kesukaan dosa/ dunia ini tidak akan sampai pada kepuasan, tetapi makin haus dan makin terikat dan makin pahit hidupnya.
Yohanes 4:13 Jawab Yesus kepadanya: “Barang siapa minum air ini, ia akan haus lagi,
Orang yang hidup dalam dosa itu tidak akan pernah mengenal hidup damai sejahtera, melainkan hidup dalam derita karena kepahitan jiwanya.

Roma 3:17 Dan jalan damai tidak mereka kenal;
Dengan sengaja berbuat dosa itu berarti bengis, kejam akan jiwanya sendiri.
Amsal 8:36 Tetapi barangsiapa yang berdosa kepadaku, (=pengajaran untuk hidup suci, memperkenankan Tuhan) ia itu bengis akan jiwanya sendiri; segala orang yang benci akan daku, ia itu mengasihi maut. (TL)
Akhirnya orang-orang semacam ini tidak tahan hidup, minta mati dan tidak sedikit yang kena tipu setan lebih lanjut sehingga bunuh diri (ini dosa rangkap 5 langsung masuk neraka! baca TE no7 hal 10-13) Memang nampaknya seolah-olah dosa itu memberi kesukaan, sehingga dikira akan memuaskan jiwa, tetapi sebetulnya tidaklah demikian! Kesukaan dosa itu hanya pada permulaan saja. Untuk umpan!
Kalau kita hendak menangkap tikus, apakah yang terbaik yang dapat kita berikan untuk umpan? Tentu bukan sepotong kayu atau kertas, tetapi justru kita pilihkan umpan yang paling lezat yang disukai tikus, misalnya: ikan asin atau kepala ikan. Begitu juga setan tidak akan menjebak manusia dengan pil pahit, tetapi dengan umpan yang paling lezat, itulah “kesukaan” dosa yang seketika lamanya”
Ibrani 11:25 Maka relalah ia teraniaya bersama-sama dengan kaum Allah daripada menyukakan kesukaan yang berdosa seketika lamanya;(TL).
Tikus yang perpengalaman akan lari dengan segera bila melihat perangkap tikus, sekalipun di dalamnya ada umpan yang amat lezat. Juga orang-orang yang penuh dengan hikmat Allah, pengertian Firman Tuhan, akan cepat menghindar apabila dilihatnya ada umpan dosa.
Amsal 22:3 Orang bijaksana itu serta dilihatnya jahat (mereka tidak lihat lezatnya dosa, manisnya zinah, enaknya duit dan seterusnya, tetapi mereka melihat jahatnya dosa-dosa itu yang ditutup “gula” tipis.), maka disembunyikannya dirinya, tetapi orang bodoh melangsung juga lalu kena. (TL).
Jangan menuruti nafsu-nafsu daging, itu sungguh celaka, dan tidak akan puas.
Amsal 27:20 Dunia orang mati (TL:neraka) dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas (TL: tidak pernah kenyang).
Tidak akan pernah puas, tetapi sebaliknya orang-orang ini akan diikat oleh kesukaan hawa nafsu itu, makin lama makin dikuasai sampai akhirnya dibinasakan dalam maut (Rom 6:23).
Jangan mau menghabiskan masa bujang di dalam dosa percabulan dan perzinahan, lalu berharap sesudah puas, akan bertobat dan kembali kepada Tuhan.Hati-hati, ini tipu daya setan. Orang seperti ini tidak akan dipuaskan baik-baik, tetapi justru akan dijarahi habis-habisan sehingga tinggal tulang dibalut kulit.
Amsal 5:8-11 Jauhkanlah jalanmu dari pada dia (TL:perempuan begitu), dan janganlah menghampiri pintu rumahnya, supaya engkau jangan menyerahkan keremajaanmu kepada orang lain, dan tahun-tahun umurmu kepada orang kejam; supaya orang lain jangan me-ngenyangkan diri dengan kekayaanmu, dan hasil susah payahmu jangan masuk ke rumah orang yang tidak dikenal dan pada akhirnya engkau akan mengeluh, kalau daging dan tubuhmu habis binasa,
Amsal 5:11 Kemudian pada akhirnya engkau kelak meraung-raung, apabila haus-hauslah sudah kulitmu dan dagingmupun (TL)

AKHIR HIDUP DALAM DOSA ADALAH NERAKA BUKAN SORGA!

Amsal 7:25-27 Janganlah singgah hatimu kepada jalan perempuan itu, janganlah kamu hanyut kepada lorong-lorongnya; karena banyaklah orang yang mati dibinasakan olehnya, dan amat banyak bilangan orang yang telah dibunuhnya. Bahwa dalam rumahnya adalah jalan ke neraka, yang membawa turun ke dalam bilik-bilik maut.

II. DIKUASAI DOSA, BUKAN MENGUASAI DOSA

Setan memang penipu dan pembohong yang lihay, Yoh 8:44, bahkan dia adalah bapaknya, pokoknya, asalnya dari semua tipu daya. Orang-orang seperti ini (yang percaya falsafah ini) sudah kena tipu setan. Mereka berpikir bahwa mereka dapat menguasai dosa. Sesudah merasa cukup puas, lalu berhenti dari berbuat dosa.
Ini salah! Ini keliru, ini dianggap seperti makanan, kalau sudah kenyang, lalu berhenti sendiri! Belum tentu dapat dan biasanya tidak dapat.
Mengapa?
Orang berdosa itu bukan tuan dari dosa, tetapi hamba dari dosa.
Yohanes 8:34 Kata Yesus kepada mereka:”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
Dosa menguasainya, dosa yang merajalela atas kehidupan orang ini dan mengikatnya kuat-kuat.
Rasul Paulus adalah murid Gamaliel dan sungguh-sungguh berusaha hidup beribadat. Bahkan beberapa penafsir mengatakan bahwa anak muda yang datang pada Tuhan itulah Paulus, seorang yang sungguh-sungguh beribadat dengan baik. Pokoknya secara manusiawi Paulus paling maju lebih dari semua orang sebaya dia (Pil 3:3-6; Kisah 26:5).
Tetapi sekalipun Paulus seorang yang mempunyai kemauan kuat, tanpa Yesus ia tetap hamba dosa, orang berdosa. Ini dikatakannya di dalam:
Roma 7:19-20 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya tetapi dosa yang diam di dalam aku.
Orang berdosa itu hamba dosa, di perintah oleh dosa, dikuasai oleh dosa, dosa itulah tuannya, bukan sebaliknya! Jangan mimpi! Ini kenyataannya. Orang yang berbuat dosa itu hamba dosa!
Sebab itu kalau seorang hidup di dalam dosa jangan berharap bahwa ia dapat mengendalikan diri dari dosa. Jangan harap ia dapat mengatur dosa-dosanya. Tidak mungkin hamba dosa dapat mengatur dosanya, hamba mengatur tuannya, tidak mungkin, justru terbalik. Orang berdosa itu dikendalikan dosanya. Jangan harap sesudah “puas” dalam dosa lalu bisa kembali dalam kesucian, itu hanya tipu daya setan, si penipu dan penyesat itu! Kalau sudah berdosa, ia sudah diikat dosa pasti setan tidak mau melepaskan tawanannya ini, bahkan makin diikat erat-erat, dan akhirnya ia binasa dalam dosanya.

III. HIDUP DALAM DOSA MERUSAKAN RENCANA ALLAH DIDALAMNYA

Orang muda dunia itu lain dengan orang muda di dalam Kristus. Di dalam Kristus
sejak dari masa mudanya, kita suka memelihara diri kita dalam kesucian, yaitu
dengan mencocokkan hidup ini dengan Firman Tuhan
Mazmur 119:9 Dengan apa geranganorang muda akan memeliharakan jalannya suci daripada salah? Jikalau dipatutkannya dengan FirmanMu.
Orang dunia sebaliknya, mereka menuruti nafsu-nafsu mudanya, sehingga hancur dan bejat,
tetapi justru orang-orang beriman melarikan diri dari nafsu-nafsu orang muda.
2 Timotius 2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
Jangan meniru teladan orang-orang muda dalam dunia, yang menuruti hawa nafsu percabulan zinahnya kesombongan dan tamaknya, sehingga menghancurkan segenap riwayat hidupnya.
Roma 12:1-2 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah; itu adalah ibadahmu yang sejati, Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
1 Korintus 6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan ; tetapi kedua- duanya akan dibinasakan Allah,. Tetapi tubuh bukannya untuk percabulan melainkan untuk Tuhan dan Tuhan untuk tubuh.
Hidup dalam dosa untuk mencari kepuasan daging, itu bukan hanya najis, tidak berkenan kepada Tuhan, tetapi… juga merusakkan seluruh rencana hidup yang disediakan Tuhan baginya.
Musa hanya bersalah di “air Meriba” (Ul 32:57). Akibatnya rencana Allah baginya untuk masuk Kanaan menjadi batal dan Musa terpakasa harus menerimanya dengan dukacita yang besar.
Gehazi menuruti satu kali keserakahannya atas barang-barang berharga milik Naaman, dan akibatnya: seluruh hidupnya merosot menjadi puing-puing reruntuhan yang sia-sia.
Simson terus menerus menuruti nafsunya dan riwayatnya diputuskan dengan tiba-tiba dengan ngeri.
Solaiman raja yang mulia dan besar menjadi sia-sia dan hina sebab menuruti hawa nafsunya.
Dan seterusnya.
Ada beberapa banyak orang muda yang mempunyai talenta dan karunia yang heran- heran, tetapi tidak dapat berkembang apalagi berbuah-buah, sebab hidupnya rusak oleh dosa pada permulaan hidupnya. Memang ini siasat setan untuk menghancurkan generasi yang akan datang, yaitu dengan mengajaknya untuk mecari kepuasan daging lebih dahulu sehingga segala karunia-karunia Allah di dalamnya hancur lebih dahulu sebelum dapat menghasilkan apa-apa. Jangan tertipu, bertobatlah sebelum iblis mengikat sampai putus nyawamu!

IV. AKHIRNYA BINASA

Orang-orang sering dibutakan oleh setan sehingga tidak sadar bahwa:
sekalipun hanya memulai dengan dosa-dosa yang kecil saja , tetapi akhirnya akan dahsyat.
Dosa-dosa kecil itu mengikat dan menjerat sehingga makin makin lama ia makin haus, makin terikat sehingga akhirnya ia mabuk dan tidak mau lagi kembali ke jalan yang benar.
Lukas 5:39 Maka tiada seorang pun yang minum air anggur yang lama (kesukaan dosa yang seketika), ingin akan air anggur yang baharu (kesukaan di dalam Tuhan), karna katanya: Yang lama itulah sedap rasanya.”
Akibatnya:
terlalu banyak dan terlalu besar dan tidak sebanding
dengan kesukaan dosa yang sementara itu. Ia akan meraung-raung untuk kekal.
Betul nampaknya kesukaan dosa yang sementara itu sedap, tetapi ini sekaligus memadamkan kerinduannya akan anggur yang baru dari Tuhan. Dan kalau sudah mabuk, ia akan tumbuh dengan cepat dalam dosa yang keji-keji dengan hampir-hampir tanpa disadarinya Begitu cepat tumbuh dosanya sampai tiba-tiba ia sudah menghojat Allah.
Pengkhotbah 12:1 Ingatlah olehmu akan Khalikmu pada masa mudamu, dahulu dairpada datang hari-hari jahat dan tahun apabila katamu kelak: tiada aku suka akan Dia. menghormati Allah) Justru masa muda itu untuk mencari Allah, maka masa tua akan terus berbuah-buah sampai akhir hidupnya. Hidup seperti ini akan mencapai rencana Allah yang mulia-mulia baginya, indah di sini sampai kekal.
Kalau masa muda rusak, masa tua menuai kepahitan dan hidup yang sia-sia.
Jangan tertipu oleh iblis, ini tipu daya yang membinasakan untuk kekal dalam Neraka. Percayalah akan Firman Tuhan, peliharalah kesucian hidup ini sejak pertama kali mengenal Tuhan. Suatu keuntungan dan anugerah Allah yang amat besar, kalau dari muda kita dapat memeliharakan diri, itu suatu penaburan yang amat indah, untuk penuaian yang mulia di dunia ini sampai kekal selama-lamanya. Jangan sampai hidup ini rusak disini dan disana sampai kekal, tetapi mulia mulai dari disini sampai kekal selama-lamanya dalam Kristus.
Kasus I dan II
Dapatkah sekarang saudara menjawab kasus I dan II pada permulaan tulisan ini?
Apakah mereka bijaksana mengambil sikap seperti itu?
Bukankah mereka sudah kena tipu oleh falsafah dunia yang dari iblis ini?
Bagaimana jawaban saudara?
Pada akhrinya apakah mereka selamat, atau masuk sorga dengan gundul tanpa mahkota, atau masuk neraka?
Yang manakah kemungkinan yang terbesar?
Bagaimana biasanya? Adakah saudara melihat orang-orang Kristen seperti kasus itu? Sudahkah saudara mendoakan dan menolongmenyelamatkan mereka dari neraka kekal?
Berbuatlah apa-apa untuk Tuhan. Ajaklah mereka membaca tulisan ini dan doakanlah selalu sampai kembali bertobat, atau…..
Nyanyian:
Dunia ini bukan Firdaus
Tak akan memuaskan hatiku
Tapi cinta Yesus yang amat besarlah
Membuat jiwaku bergemar
Dunia ini bukan firdaus 2x
Hanya di kaki Tuhanku
Jiwaku puas dan mulia