Allah dan UmatNya yang Ajaib


Allah itu ajaib, itu nyata dalam pekerjaanNya. Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus, semua perbuatanNya sangat ajaib. Begitu juga umat Tuhan yang normal itu  juga penuh dengan keajaiban,  sebab ada ketiga oknum Allah di dalamnya! Kita akan melihat keajaiban ketiga oknum Allah itu satu persatu di dalam namaNya.

Pekerjaan Ajaib Allah di dalam umatNya.

  • Karunia-karunia Roh Kudus.
  • Jabatan-jabatan Allah Anak.
  • Perbuatan (rencana hidup) Allah Bapa.

1Kor 12:6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

PEKERJAAN ALLAH itu ajaib sekali, sebab itu dinamakan pekerjaan ajaib dari Allah Bapa. Pekerjaan ajaib, heran! Orang yang nampaknya tidak ada gunanya, tidak dapat berbuat apa-apa, terbuang, tetapi kalau ia bertobat dan mau dipimpin Roh, Allah dapat membuatnya menjadi seorang (alat) yang amat indah dan heran!
Cara manusia
Biasanya di dalam satu kelas, kalau mau memilih seorang ketua kelas, maka mereka akan memilih seorang yang mempunyai banyak kelebihan daripada yang lainnya. Mungkin orang yang paling ramah, atau paling pintar, paling favorit (disenangi) paling kuat dan sebagainya. Ini biasanya cara manusiawi, supaya betul-betul menjadi orang yang luar biasa, sebab ia harus menjadi ketua. Begitu juga seringkali di dalam Gereja (yang masih memakai cara-cara manusiawi), untuk memilih seorang menjadi ketua panitia ini dan itu, biasanya selalu dipilih orang yang luar biasa. Yang mempunyai macam-macam punya kelebihan supaya hasilnya baik.

Cara Allah

Tetapi cara Allah lain! Bagi Allah tidak ada perkecualian, Ia dapat memilih siapa saja.
a. Allah tidak membedakan orang (Rom 2:11). Allah adil dan tidak condong pada seorang lebih daripada yang lainnya, menganak emaskan yang satu lebih daripada yang lainnya.
b. Siapa saja yang sungguh-sungguh bertobat, hidup dalam kesucian dan mau dipimpin Roh Allah (Rom 8:14), Allah sanggup  membuatnya menjadi suatu bejana (alat) yang amat indah!
Luar biasa Allah itu! Ia dapat memakai siapapun, asal mau. Mengapa? Sebab andil hamba-hamba Allah (yang heran-heran itu) dalam sukses-sukses pelayanannya itu sebetulnya hanya sedikit, lebih dari 90% dari sukses dan kehebatannya itu berasal dari Allah, anugerah  Allah (1Kor 15:10; 2Kor 4:7).
Misalnya:
Seorang tahanan, bekas budak belasan tahun, tetapi hidupnya dipimpin oleh Roh Allah, Allah dapat membuatnya menjadi pemimpin besar, bahkan semua orang Mesir dan seluruh keluarga bapanya tergantung dari dia, yaitu Yusuf anak Yakub.
Seorang kebiri, masih kanak-kanak, orang asing yang ditawan, tetapi karena mau dipimpin Tuhan, Tuhan memberinya wahyu dan pengurapan yang luar biasa yaitu Daniel
Seorang nelayan sederhana, sudah mulai tua, tidak terpelajar, tetapi Tuhan dapat membuatnya menjadi pemimpin Gereja sedunia, dialah Petrus.
Ada banyak contoh-contoh dalam Alkitab dan dalam Gereja-Gereja Tuhan!
Inilah keajaiban rencana Allah  Bapa yang dibuat bagi hidup setiap anak-anakNya, dibuatkanNya rencana yang terbaik, yang terindah dan sempurna, asal kita mau mengerti dan melakukan rencana-rencana (kehendak)Nya itu. Rencana Allah bapa (pekerjaan ajaib) untuk setiap anakNya itu tidak sama. Tetapi pasti untuk setiap orang yang baru lahir baru, Allah membuatkan baginya suatu rencana yang sama indahnya dengan semua anak-anak Allah lainnya Rum 2:11. Tetapi tentang jadi atau tidaknya rencana itu tergantung dari masing-masing anak Allah itu sendiri, apakah mereka mau tetap tinggal dalam Kristus dan selalu menurut kehendak/ pimpinan Allah atau tidak.

PEKERJAAN ROH: KARUNIA-KARUNIA

1Kor 12:4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
Ini juga ajaib, sebab bukan kita sendiri, tetapi Roh Kudus yang di dalam kita, Dialah yang membuat karunia-karunia itu. Kita ini hanya menyampaikan, menyalurkan, hanya tukang pos untuk karunia-karunia itu.
1Korintus 12:11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendakiNya.
1Korintus 12:8 Karena kepada seorang dikaruniakan (diberi) oleh Roh perkataan hikmat; dan kepada yang lain, perkataan marifat, menurut kuasa Roh itu juga; (TL) dst.
Sebab itu sekalipun kita sederhana, bodoh, orang biasa, tetapi kalau kita mau hidup dipimpin oleh Roh, maka Roh Kudus dapat menyalurkan banyak karunia-karunia lewat kita untuk kemuliaan nama Tuhan dan untuk faedah sidang Tuhan.
Sebab itu kalau orang-orang beriman yang penuh Roh itu mau dipimpin Roh, mengerti dan mau menyampaikan karunia-karunia Roh itu maka langsung orang itu menjadi heran, ajaib, pelayannnya tergolong luar biasa, sebab bukan dia, tetapi Roh Kudus yang bekerja di dalam dia!
Jadi selain kemampuan, juga kekuatan dan keberaniannya menjadi luar biasa! Suatu contoh yang nyata ialah Rasul- rasul sebelum dan sesudah penuh Roh Kudus.

Sebelum penuh Roh Kudus mereka sudah dapat melayani dengan heran dan ajaib sehingga Tuhan Yesus sendiri bersukacita (Luk 11:17-18), tetapi sesudah ditinggalkan Tuhan Yesus mereka menjadi ketakutan, mengunci diri tidak berani berbuat apa-apa.
Sesudah penuh Roh Kudus diatas kamar loteng Yerusalem, mereka menjadi begitu bergairah, berani, berapi-api, penuh hikmat dan kuasa naik saksi bagi Tuhan. Sampai dianiaya berkali-kali mereka tetap berani dan penuh dengan kata-kata hikmat (misalnya Kisah 4:19), penuh dengan kuasa menyembuhkan orang, marifat dan lain-lain. Semua ini karena mereka penuh Roh Kudus, mau dipimpin Roh, mengerti bekerja sama dengan Roh Kudus dan sebab Roh Kudus yang ada di dalam mereka dapat bergerak sebebas-bebasnya melalui rasul-rasul. Juga  zaman sekarang ini Tuhan akan berbuat hal-hal yang sama, bahkan lebih besar dari itu (Yoh 14:12) di dalam kita, asal kita mau selalu tinggal dalam kepenuhan Roh Kudus (ini berarti tinggal dalam hidup yang suci sampai dalam pikiran angan-angan dan cita-cita kita Gal 5:24) dan mau dipimpin Roh sekalipun itu melawan daging (Yoh 21:18; 2Kor 4:10-12).
Allah sudah mencurahkan Roh Kudus kepada kita, dan siapa yang mau dipenuhi dan menyampaikan karunia2 Roh Kudus, pasti pelayanannya menjadi luar biasa, seolah-olah ia menjadi super man (jauh lebih tinggi dari orang biasa) sebab Roh Kudus yang bekerja di dalamnya. Roh Kudus itu Allah sendiri!
Karunia-karunia Roh = tanda-tanda orang yang dipimpin Roh
Jadi karunia-karunia Roh itu adalah tanda-tanda dari orang yang penuh Roh (Ep 5:18) dan yang mau menurut akan pimpinan Roh Kudus (Rom 8:14), tidak menghalang-halangi Roh (Kisah 7:51). Sebab itu supaya karunia-karunia Roh bertambah-tambah dalam hidup dan pelayanan kita, jangan belajar cara-caranya atau tekniknya atau metode-metodenya untuk dapat berkarunia, tetapi belajarlah lebih teliti dan lebih tepat melakukan pimpinan Roh (di dalam berjalan dalam Roh). Kita juga akan belajar mengerti cara bekerja Roh dan bagaimana menyalurkannya, tetapi ini bukan pelajaran tersendiri di luar berjalan dalam Roh! melainkan ada di dalam berjalan dalam Roh. Orang yang berjalan menuruti daging (hawa nafsunya) tidak menurut pimpinan Roh, jangan harap dapat berkarunia sekalipun sudah belajar teknik dan cara- caranya.
Orang yang hanya mau belajar  metode atau teknik-tekniknya untuk dapat berkarunia itu seperti robot yang mau meniru tanda-tanda orang hidup. Robot ini dapat meniru, tetapi mudah keliru.
Ada sebuah robot yang diprogram sedemikian rupa sehingga kalau ada orang (tuannya) lewat, akan membungkuk dan berkata; “selamat datang tuan! Pada suatu waktu ada anjing lewat dan robot ini juga berkata: “Selamat datang tuan!” Malamnya seorang pencuri masuk dan robot ini juga berkata:”Selamat datang, tuan!”, sehingga pencuri ini bertambah senang menghabisi seluruh isi rumahnya itu dengan robotnya sekali.
Begitulah orang yang meniru-niru karunia Roh, ia tidak dapat membedakan roh dan akan bekerja sama dengan roh setan sehingga sesat, mengacaukan dan merusakan pekerjaan Tuhan. Jangan belajar berkarunia, tetapi belajar untuk sungguh- sungguh dan selalu berjalan dalam Roh, dipimpin Roh.
Menurut Firman Tuhan bukan teknik, metode, cara-cara.
Jangan belajar cara-cara secara akal, tetapi belajar dari Firman Tuhan sebanyak-banyaknya tentang karunia-karunia Roh Kudus. Ini perlu supaya kita mengerti kehendak Allah sehingga tidak ragu-ragu dalam menyampaikan, tetapi lancar. Orang yang tidak mengerti kebenaran Firman Tuhan tentang karunia-karunia Roh itu akan sering ragu-ragu dalam menyampaikan karunia-karunia Roh, sehingga ia sendiri menjadi penghambat dari karunia-karunia Roh. Ini sebab kebodohan dan keragu-raguannya. Jangan bodoh, belajar mengerti dan pelajarilah akan Firman Tuhan lalu melakukannya. Mungkin  mula-mula ada beberapa kekeliruan tetapi ini bukan berarti karunia-karunia Roh itu keliru, tetapi penyalurnya, tukang posnya yang membuat kekeliruan! Ini masih mungkin, bukan sesat, sebab kita belum sempurna.
1Korintus 13:9 Karena pengetahuan (marifat) kita belum sempurna, dan hal kita bernubuat belum sempurna. (TL).
Namun kalau keliru hendaklah kita mengakuinya supaya jangan akibat-akibatnya yang terjadi itu terus merusak tetapi dapat diperbaiki. Jangan takut, dengan rendah hati, tetap dalam kesucian dan dengan banyak memeriksa diri belajar lagi menyampaikannya. Dalam Alkitab ada sebuah contoh tentang orang yang keliru menyampaikan karunia-karunia Roh, misalnya:
Kisah 21:4 Maka kamipun berjumpalah dengan beberapa murid dan tinggallah di sana 7 hari lamanya; maka mereka itupun mengingatkan kepada Paulus dengan ilham Roh, supaya jangan ia naik ke Yerusalem (TL).
Nubuat ini salah: “Jangan naik ke Yerusalem”. Mengapa? Sebetulnya ilham dari Roh Kudus sudah betul, menceritakan bahwa Paulus akan naik ke Yerusalem, Nabi Agabus yang lebih mahir dapat menyampaikan nubuat tentang hal yang sama dengan betul (Kisah 21:10-11). Murid-murid di Tsur ini mencintai Paulus, lalu suara Roh dicampurnya dengan cinta dan kasihan pribadi, ini tidak boleh, ini salah.
Sehingga timbul nubuatan yang justru melarang Paulus ke Yerusalem supaya tidak binasa (seperti yang dikira oleh mereka). Dalam menyampaikan karunia-karunia Roh kita tidak boleh menambah atau mengurangi atau merubah Memang pengaruh emosi, cinta, perasaaan dan daging ini dapat mempengaruhi. Kita harus belajar menyangkal daging!.

PEKERJAAN ALLAH ANAK : JABATAN-JABATAN

1Kor 12:5 Dan ada rupa-rupa pelayanan (jawatan/ jabatan TL), tetapi satu Tuhan.
Ini juga ajaib dan indah-indah.
Ini suatu pemberian, bukan berasal dari kita, dan dalam orang-orang yang murtad bisa berangsur-angsur hilang, sebab ini suatu pemberian.
Epesus 4:8 Itulah sebabnya kata nats: “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.”
Orang yang mendapat jabatan dari Allah Anak, pelayanannya menjadi luar biasa, sangat ajaib dan seolah-olah fantastis (tidak dapat dipercaya oleh akal!). Siapa saja yang menerima jabatan-jabatan ini akan menjadi luar biasa! Tidak tergantung dari siapa dan bagaimana keadaan orang itu, asalkan ia hidup dalam kesucian dan mau taat akan panggilannya (1Kor 7:17) dalam tempat dan jabatan yang diberikan oleh Tuhan.
Apa bedanya orang yang mendapat jabatan dari Tuhan dan tidak?
Misalnya sorang guru dalam Gereja Tuhan (Ep 4:11). Ada orang menjadi guru sebab banyak belajar dari text-book (buku2). Zaman sekarang ada begitu banyak buku-buku (yang baik, yang setengah  keliru dan yang sesat)  yang mengupas setiap ayat dari Alkitab. Sebab banyak belajar dan menghafalkannya, maka orang ini tahu banyak perkara dan mulai mengajarkannya apa yang diketahuinya dan yang dihafalkannya. Ini bukan jabatan guru, ini belajar menjadi guru Alkitab.
Tetapi orang yang mendapat jabatan guru dari Tuhan, sekalipun ia tidak belajar dari banyak buku-buku, ia tahu banyak karena Roh Kudus membukakan Firman Tuhan yang dipelajarinya (Mark 6:23). Tentu pada permulaan ia harus dibimbing dan dididik oleh orang-orang suci lainnya, tetapi ia mengetahui banyak, mengajar banyak bukan karena belajar dari buku-buku lainnya, bukan dari guru-guru lainnya  tetapi sebab Roh Kudus terus berbicara membukakan ayat-ayat Firman Tuhan kepadanya! (Gal 1:11-12,17/ 2Kor 12:7).
Guru karena belajar dari buku2, mengajarkan apa yang telah ia baca dalam buku-bukunya, (ini tidak salah, malahan semua Gembala-gembala Sidang perlu belajar dari buku-buku atau langsung dari orang-orangnya yang diangkat Tuhan sebagai guru, supaya makin banyak mengerti dan dapat memberi domba-domba Tuhan  makanan rohani yang bermutu); Tetapi guru sebagai jabatan dari Anak Allah itu mengajarkan kebenaran-kebenaran Firman Tuhan yang didapatnya dari Roh Kudus. Ini berbeda, lebih-lebih dalam menimbang pelajaran-pelajaran baru/ sesat, guru-guru yang belajar sendiri itu bersandar pada banyak pendapat-pendapat manusia lainnya, (sebetulnya Roh Kudus sudah siap memberikan karunia membedakan Roh dalam hal-hal semacam ini, mintalah!) tetapi jabatan guru dari Tuhan itu menunggu pembukaan Firman Tuhan oleh Roh Kudus dan mengajarkannya sebagaimana Roh Kudus menyatakan kepadanya. Sebab itu guru-guru karena belajar itu lebih mudah keliru atau sesat (2Pet 3:16). Tetapi guru-guru yang dipimpin Roh, yang setia pada tempat dan jabatannnya dalam tubuh Kristus itu tidak mudah keliru, lebih-lebih bila didampingi oleh jabatan-jabatan lainnya dalam Gereja Tuhan. Nikodemus adalah guru karena belajar (tetapi Nikodemus ini tulus dan sungguh-sungguh mencari Tuhan), ia tidak dapat mengerti kata-kata Anak manusia yaitu guru dari Allah (Mark 6:2-3; Yoh 3:10). Dalam  hidup sehari- hari kita dapat melihat suatu perbandingan yang agak mirip dengan ini:
Orang yang berbakat menggambar, sekalipun tidak belajar ia dapat menggambar dengan indah-indah. Kalau orang ini belajar menggambar,itu langsung membuatnya menjadi sempurna.
Tetapi orang yang tidak mempunyai bakat menggambar, ia dapat sekolah menggambar, dan sesudah 10 tahun belajar, hasilnya tidak dapat melampaui orang-orang yang sungguh-sungguh berbakat. Tetapi bakat ini sudah ada sejak lahir dari turunan.
Jabatan itu mirip seperti bakat, tetapi bukan sejak lahir, bukan turunan (meskipun Allah sudah tahu lebih dahulu sejak lahir), tetapi ini suatu pemberian dari Anak Allah untuk GerejaNya bagi beberapa orang. Meskipun seorang tidak  punya “potongan penginjl” tidak punya bakat berkhotbah, tetapi waktu ia bertobat dan menjadi dewasa rohani, ternyata ia dapat menjadi seorang penginjil dan pengkhobah yang heran, sebab Anak  Allah memberinya jabatan ini kepadanya. Tuhan sendiri yang tahu jabatan apa yang paling baik untuk masing- masing kita.
Kadang-kadang jabatan itu  tidak cocok dengan sifat, tabiat atau keadaan kita, tetapi Tuhan yang paling tahu jabatan apa yang paling baik. Musa, Paulus tidak petah lidah (tidak pintar bicara ), tetapi melalui mereka Allah berbicara sangat banyak untuk umatNya (Kel 4:10; 1Kor 2:1,3- 4. Seolah-olah Tuhan salah pilih kalau memilih Musa/ Paulus untuk menjadi juru bicara dari Firman Tuhan. Tetapi Allah tidak dapat gagal, siapa yang membuat mulut? Kel 4:11), sebab Tuhan dapat memberikan jabatan ini di dalam hamba-hambaNya. Sama seperti sebuah mesin yang semula tidak dapat mendeteksi (menemukan) adanya racun dalam air susu, tetapi sesudah dipasang sebuah perangkat komputer, tiba-tiba mesin ini dapat menemukan adanya racun dalam air susu di pabrik pengalengan itu. Begitu  hamba-hamba Allah yang setiawan, pada waktu Tuhan memberinya jabatan itu, maka  mulailah ia dapat melayani dalam bidang itu dengan sangat mudah, lancar dan berbuah-buah. Sebab itu orang-orang beriman yang sudah dewasa rohaninya harus mengenali dimana tempatnya dalam tubuh Kristus dan apa fungsi dan jabatannya. Mungkin bukan jabatan yang populer dan dikenal banyak orang, tetapi pasti ada satu pekerjaan dalam tubuh Kristus yang dipercayakan kepadanya. Misalnya kuku itu sangat sederhana, tetapi “jabatan” ini tidak dapat digantikan oleh bagian tubuh yang mana juga, dan kalau kukunya sakit, copot atau terganggu, seluruh tubuh merasakan kepincangan akibatnya!
Setiap orang-orang beriman yang dewasa pasti mempunyai tempat dan pekerjaan dalam Gerejanya masing-masing sebagai anggota tubuh Kristus. Pasti Allah sudah menyediakan suatu tugas, suatu pelayanan atau jabatan tertentu. Setialah dalam panggilan untuk jabatan dan tempat ini, jangan pandang kepujian manusia, tetapi kerjakan jabatan ini dengan setia dan sungguh-sungguh sehingga berbuah-buah banyak bagi Tuhan.
Memang ada 5 jabatan dalam Ep 4:11 yang seringkali disebutkan sebagai jabatan pemimpin-pemimpin, sebab biasanya para pemimpin yang diangkat Tuhan mempunyai salah satu dari jabatan ini. Tetapi kalau semua jadi pemimpin, dimana anggota-anggotanya. Hanya sebagian kecil orang yang menjadi pemimpin-pemimpin besar sesuai dengan panggilan Tuhan dan keadaan orang itu. Tetapi setiap orang beriman yang dewasa itu pasti mempunyai salah satu pekerjaan/ pelayanan atau jabatan dalam Gereja Tuhan.
Jadi hamba-hamba Tuhan yang mendapat jabatan dari Tuhan, (besar atau kecil) lalu setia berdiri ditempatnya, akan  berbuah-buah sangat limpah! Jangan dapat jabatan penginjil lalu menjadi gembala  suatu gereja atau kepala sekolah Alkitab, nanti kacau, semua rusak, tidak banyak buahnya. Jangan  guru menjadi penginjil dan seterusnya. Masing-masing harus berdiri ditempatnya, setia pada panggilannya beserta dengan Allah.
1Korintus 7:24 Saudara-saudara hendaklah tiap-tiap orang tinggal di hadapan Allah dalam keadaan seperti pada waktu ia dipanggil
Orang yang berdiri tidak pada tempatnya, bukan pada jabatannya, bukan saja tidak dapat berbuah-buah dengan sepatutnya, tetapi  merugikan dan merusakan seluruh tubuh Kristus.
Misalnya:
Mata hendak mendengar.
Telinga hendak bernafas.
Mulut hendak melihat
Hidung hendak berkata, maka tubuh itu kacau, rusak, bisa-bisa binasa! Sebab itu masing-masing harus tinggal setia dalam tempat dan jabatannya masing-masing, baru ia dapat berbuah-buah lebat dan tumbuh dalam imannya dengan pesat, ini paling baik baginya.
Kalau seorang mendapat jabatan dari Tuhan, karunia-karunia Roh Kudus dari Roh Allah dan mengalami rencana-rencana yang ajaib dari Allah Bapa, bagaimana jadinya orang ini? luar biasa!
Hebat, dahsyat, bukan main, menjadi suatu ajaib!. Lebih- lebih kalau ia tetap tinggal dalam kesucian dan setia pada tempat dan panggilannya, maka makin lama buah-buahnya makin lebat dan  hidupnya makin memperkenankan Tuhan dan luar biasa. Memang beginilah rencana Allah dalam setiap orang- orang percaya! Allah ingin melakukan perkara-perkara besar dalam kita yang mau  hidup dalam kesucian, taat berbuat kehendak Roh, setia pada tempat dan panggilannya. Apa lagi kalau dalam Gereja, semua anggota-anggotanya hidup seperti ini, maka betul-betul Gereja itu akan menjadi suatu ajaib, baik dalam dunia sehari-hari, juga dalam dunia roh (“dilangit”) sehingga menjadi seperti Wah 12:1 yang sudah dinubuatkan Tuhan (Perempuan ini melambangkan Gereja, bukan hanya Israel jasmani!) luar biasa.
Wahyu 12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
Pekerjaan Roh Kudus nyata di atas kepala perempuan ini, pekerjaan Allah dinyatakan sebagai matahari yang membungkus tubuh perempuan ini dan pekerjaan Allah Anak sebagai bulan di bawah kakinya.
Luar biasa, Gereja dan anak-anak Allah menjadi suatu ajaib yang besar.
Begitulah pelita ini yang terdiri dari unit-unit yang merupakan kesatuan dari 3 bagian tersebut (kelopak, kuntum, bunga) pada seluruh cabang-cabang dan polanya. Dimana-mana saja ada kelopak kuncup dan bunga, sangat indah dan heran. Begitu Gereja yang menjadi pelita bagi dunia ini harus penuh dengan pekerjaan dari ke 3 oknum Allah dalam semua pelayanannya, di dalam semua anggota-anggotanya, dalam segala waktu, barulah nampak Gereja sebagai sebuah pelita dari emas yang bercahaya  gilang gemilang ditengah-tengah dunia yang gelap ini.
Inilah pola dasar dari pelita terdiri dari 3 bagian diseluruh cabang-cabang dan pokoknya. Biarlah kita belajar mencocokan diri kita dengan Firman Tuhan maka pasti semua yang sudah di janjikan Allah dalam FirmanNya juga akan nyata, berlaku dan digenapkan dalam hidup kita.