Naluri, Nafsu dan Kebutuhan

PERTANYAAN

Mengapa Allah memberi macam- macam naluri, nafsu dan kebutuhan ini kepada manusia?
Justru semua ini membuat manusia menjadi ribut, kacau, berdosa, berbuat macam-macam perkara yang jahat, melawan Allah. Padahal Allah sanggup menciptakan Malaekat tanpa semua naluri dan nafsu semacam ini (kecuali “suka puji”).
Orang-orang dunia berkata, andai kata tidak ada perempuan (artinya manusia tidak berjenis kelamin) maka dunia ini tidak terlalu ribut seperti sekarang ini.
Juga ada Gereja yang pendeta- pendetanya dilarang menikah sehingga tidak mempunyai istri, anak, keluarga dan lain-lain yang membuat banyak kebutuhan sehingga dapat membuat pendeta tersebut menjadi tidak jujur, tidak taat dan sebagainya.
Ada orang mengebirikan dirinya sendiri supaya tidak lagi berbuat dosa-dosa sex dan seterusnya, dan seterusnya.

Apakah pendapat-pendapat manusia ini betul?

Mengapa Allah menciptakan segala naluri, nafsu dan kebutuhan ini di dalam manusia?

JAWABAN ALLAH.

Kejadian 1:31a Maka dilihat Allah akan tiap-tiap sesuatu yang dijadikanNyaitu, sesungguhnya amat baiklah adanya (TL).
Allah sudah mengerti semua hal ini. Allah memang sengaja membuat naluri, nafsu dan macam-macam kebutuhan dasar ini (selain macam- macam kebutuhan yang dibuat oleh manusia itu sendiri) sebab Allah mempunyai rencana yang sangat mulia dan kekal di dalam manusia, yaitu di dalam Yesus Kristus.
Efesus 1:6 Akan mendatangkan puji sebab kemuliaan anugerahNya, yang dianugerahkanNya kepada kita di dalam kekasihNya (Yesus Kristus). (TL)

SEMUA NALURI-NALURI INI DICIPTAKAN ALLAH

UNTUK:

I. MENGOLAH ORANG PERCAYA MENJADI MULIA SEPERTI ALLAH.

Orang-orang percaya itu yakin bahwa Firman Tuhan itu benar dan mereka mau menaatinya sekalipun mengorbankan dirinya.
Justru dengan adanya macam- macam naluri dan nafsu-nafsu ini, kalau ini dikendalikan, dicocokkan dengan Firman Tuhan, itu menjadi latihan dan pengolahan sehingga kita bertumbuh menjadi makin indah, makin hari makin lebih indah, akhirnya menjadi seperti Kristus.
1Yohanes 3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanya yang sebenarnya.

Jangan kita menuruti naluri-naluri, nafsu-nafsu atau kebutuhan-kebutuhan kita tanpa kendali.
Semua harus diatur, dikendalikan dan dicocokkan dengan Firman Tuhan, sehingga hidup kita tetap memperkenankan Allah.
Misalnya Naluri Makan.
Orang yang benar-benar lapar, itu kuat nafsu makannya. Orang yang ber puasa itu lebih banyak mengalami kesukaran oleh karena nafsu makannya yang berkobar-kobar daripada oleh keadaan tubuh yang lemah sebab tidak makan. Sebetulnya kalau seorang berpuasa 3 hari saja, ia tidak akan mati, tetapi seringkali orang-orang tidak tahan berpuasa terutama karena tidak dapat mengendalikan nafsu makannya, bukan karena akan mati.
Begitu juga dengan naluri dan nafsu-nafsu lainnya.
Tuhan memberi macam-macam nalu ri dan nafsu ini kepada manusia supaya  dengan  ini  manusia  dapat diolah, supaya orang-orang beriman lebih cinta Tuhan daripada menuruti naluri-nalurinya. Supaya orang-orang beriman belajar memikul salib, menyangkali nafsu-nafsunya, mematikan keinginan- keinginan dagingnya.

Begitu juga dengan naluri sex. Kita harus mengendalikannya, mencocokkannya dengan Firman Tuhan. Kita harus mau menyangkal diri, mau sengsara dalam daging, tetapi justru ini meningkatkan ketaatan, kasih dan kesucian kita.
Sesudah kebangkitan, tidak ada lagi laki-laki atau perempuan, tidak ada lagi perbedaan jenis kelamin, tidak ada nafsu-nafsu sex, tidak ada orang kawin atau dikawinkan.
Markus 12:25 Karena apabila mereka itu bangkit kelak dari antara orang mati, tiadalah mereka itu kawin atau dikawinkan, melainkankeada an mereka itu seperti malaekat yang di Sorga (TL).
Sesudah kebangkitan keadaan kita akan seperti malaekat, tanpa naluri- naluri/ nafsu sex, tetapi hasil pengolahannya yaitu antara lain: kesucian, ketaatan dan kasih kita kepada Allah  dan lain-lain, itu tetap ada selama-lamanya, dan inilah yang menjadi ukuran kemuliaan kita untuk kekal.

Jadi naluri-naluri ini ada pada kita sekarang untuk melatih kita menaati Allah habis-habisan, melakukan kehendakNya saja, mencintai Dia lebih dari semua yang lain. Semua ini dengan pengorbanan sebab seringkali bertentangan hebat dengan keinginan daging (Gal 5:17). tetapi justru dengan demikian rohani kita tumbuh menjadi seperti Kristus.
Kalau semua naluri-naluri/ nafsu ini dibuang maka tidak ada lagi kesukaran untuk menaati kehendak Allah, tidak ada salib, tetapi juga tidak ada pengolahan untuk roh kita, sehingga tidak ada pertumbuhan dan perkembangan bagi roh kita. Maka semua manusia yang diciptakan Allah keadaan rohaninya itu hanyalah seperti bayi-bayi rohani saja.
Tetapi justru dengan adanya naluri ini kita mengalami pengolahan, peperangan di dalam diri kita, sehingga dilatih dan menjadi lebih taat, bertumbuh menjadi lebih menyerupai Tuhan. Inilah maksud dan keuntungan yang heran yang direncanakan Tuhan lewat naluri-naluri ini. Dan satu kali kelak ini akan nampak menjadi faedah yang mulia untuk kekal sesudah semua naluri-naluri ini lenyap.

II. KEHIDUPAN YANG SUCI ITUJAUH LEBIH INDAH

DAN PUAS DARIPADA KEHIDUPAN YANG BERDOSA.

Hampir semua orang berdosa (termasuk banyak orang Kristen) tidak mengerti dan tidak yakin akan hal ini. Mengapa?
Karena falsafah dan pikiran manusiawi sudah diracuni dusta setan sehingga orang-orang mengira hidup dalam dosa itu justru paling nikmat dan bahagia.
Sesungguhnya ini tidak benar!
Justru kesucian itulah puncak keelokan, kepuasan dan kebahagiaan.
Di dalam Alkitab hidup suci itu diumpamakan dengan bukit kesucian, bukit Sion (Maz 48:2-3) dan itu adalah puncak keelokan, keindahan dan kenikmatan yang sesungguhnya.
Mazmur 50:2 Maka dari dalam Sion (kesucian), yaitu kesempurnaan keelokan, bersinarlah Allah dengan kemuliaanNya (TL).

Mazmur 50:2 Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar (TB).
Orang yang hidup dalam kesucian itu hidup di dalam hadirat Allah dan itulah hidup yang betul-betul puas dan kenyang dengan kesukaan.
Mazmur 16:11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehi- dupan; di hadapanMu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kananMu ada nikmat senantiasa.

Mazmur 16:11Maka Engkau memberitahu aku jalan yang menuju kehidupan; kekenyangan dengan sukacita adalah di hadapan hadirat Mu dan kesedapan pada ka nanMu sampai selama-lamanya (TL)

Percayalah akan Firman Tuhan, inilah kebenaran
Yohanes 17:17 Kuduskanlah mereka itu di dalam kebenaran; FirmanMu itulah kebenaran (TL).
Jangan percaya dusta setan yang mengatakan bahwa dosa itu nikmat dan kesucian itu sengsara. Justru itu terbalik, itu dusta setan!
Orang yang hidup dalam dosa itu tidak akan menikmati kesukaan atau sejahtera atau bahagia.
Roma 3:17 Dan jalan sejahtera (damai) tiada dikenalnya (oleh orang-orang berdosa) (TL).
Tuhan yang menciptakan seisi bumi ini, Dialah juga yang memiliki seluruh dunia ini. Tuhan mempunyai semua yang terbaik, yang terindah dan termanis. Apa yang dimiliki oleh dunia dan setan itu bukan yang terbaik, bukan yang asli, itu palsu, sementara dan justru umpan dari setan untuk membinasakan manusia. Kesukaan dan kepuasan dalam dosa itu palsu, umpan maut.
Ibrani 11:25 Karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah daripada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa (TL: kesukaan yang berdosa seketika lamanya).
Percayalah bahwa Allah yang maha kuasa itu benar-benar memiliki yang asli dan yang terbaik. Allah sanggup memberi kannya di dalam hidup kita dan Allah mau memberikannya. Percayalah dan terimalah dengan iman sehingga kita dapat bergemar di dalam Dia dan menikmati kesukaan, kepuasan dan kebahagiaan yang asli dan yang betul- betul indah. Pasti puas.

Ada 2 kakak beradik berkelahi berebutan boneka kayu yang jelek. Mereka berkelahi ramai dan akhirnya si adik kalah, boneka itu dibawa lari si kakak


Si adik yang kalah menangis sekeras-kerasnya, sebab dia yakin bahwa ia tidak dapat hidup tanpa boneka itu. Ia yakin bahwa itulah boneka yang paling indah, satu-satunya yang dapat memuaskan dia

Si ibu berlari mengejar si kakak yang berhasil merampas boneka adiknya dan berkata kepadanya “Kembalikanlah boneka kayu itu kepada adikmu, nanti ibu akan memberimu boneka yang lebih indah dan pasti engkau akan puas!” Si kakak ini tidak percaya kata-kata ibunya, ia menolak permintaan ibunya dan lari dengan boneka kayu itu.

Lalu ibu itu berkata pada si adik yang menangis meraung-raung, kata nya: “Kalau engkau mau diam dan mengalah, rela memberikan boneka kayu itu pada kakakmu, ibu akan memberi yang lebih baik, pasti engkau puas

Si anak percaya dan diam. Lalu ibu itu mengambil dan memberikan sebuah boneka yang amat indah.

Si anak keheran-heranan dan menerimanya dengan kesukaan dan kepuasan yang sangat besar.
Janji ibunya yaitu boneka itu sungguh-sungguh memuaskan dia lebih daripada boneka kayu, yang sekarang nampak sangat jelek sesudah dibandingkan dengan boneka yang indah ini.

Begitu pula dengan kita.
Percayalah bahwa Allah  yang Maha Kuasa, yang menciptakan manusia dan seisi dunia ini; mem punyai yang jauh lebih indah dan nikmat daripada yang dijanjikan oleh dosa dan setan.
Percayalah di dalam Tuhan ada kesukaan dan kepuasan yang se- sungguhnya.
Yohanes 4:13-14 Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama- lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan men jadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.

Perempuan Samaria ini merasa kenikmatan sex itu yang paling indah, sebab itu ia merasa “terpaksa” harus melanggar kesucian sebab tidak tahan dan ingin menikmati kepuasan sex itu.
Tetapi Tuhan Yesus memberikan yang terlebih baik. Waktu ia percaya kepada Tuhan Yesus, kesukaan dan kepuasan ilahi yang amat besar memancar dan memenuhi hatinya, jauh lebih daripada kesukaan sex yang membuatnya menjadi gelisah dan penuh ketakutan.
Roma 14:17 Sebab Kerajaan Allah itu bukanlah soal makanan dan minuman. tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Lukas 10:21a Pada waktu itu juga bergembiralah (bergemarlah TL) Yesus dalam Roh Kudus dan berkata…
Percayalah bahwa kesukaan yang diberikan Sang Pencipta Yang Maha Kuasa itu lebih besar dan betul-betul nikmat, indah, sejahtera dan kekal. Jangan percaya tipu daya iblis. Kesukaan dari Tuhan itu  pasti dapat memuaskan kita, itu menjadi seperti sungai air hidup, yang memuaskan kita sampai kekal (Yoh 7:38).

MENGAPA MANUSIA TIDAK PERCAYA PADA KESUKAAN DALAM TUHAN?

Sebab sudah kena tipu oleh dusta iblis. Orang yang sudah ingin akan kesukaan dosa, itu sukar percaya akan kesukaan Tuhan, tidak lagi mau mempercayainya.

Lukas 5:39 Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua (= kesukaan dosa/ dunia) ingin minum anggur yang baru (kesukaan di dalam Tuhan), sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik (KJV: lebih baik).
Orang yang sudah mencicipi anggur (kesukaan) dosa itu, apalagi kalau sudah mabuk di dalamnya, biasanya sudah tidak mau lagi menikmati kesukaan Allah yang sebetulnya justru murni dan jauh lebih indah.
Orang seperti ini akan terus minum anggur kesukaan dosa dan daging sampai mabuk sehingga akhirnya ia samasekali tidak lagi dapat menikmati kesukaan dari Allah dan tidak mau mengenal Allah lagi.
Pengkotbah 12:1 Ingatlah olehmu akan khalikmu pada masa mudamu, dahulu daripada datang hari yang jahat dan tahun apabil katamu kelak: Tiada aku suka akan dia.

Jelas kita melihat bahwa kesukaan hawanafsu dosa ini adalah umpan dari iblis supaya manusia menjadi mabuk dan menolak Allah untuk selama-lamanya dan itu berarti kebinasaan kekal.
Dalam Luk 15:13 diceritrakan bahwa “ANAK TERHILANG” itu tergiur akan rayuan kesukaan dosa sehingga tidak betah (tidak tahan) tinggal di rumah.

Ia tidak dapat merasakan kenikmatan, damai sejahtera dan bahagia di dalam rumah bapanya. Ia sudah tergila-gila dengan kesukaan dosa yang sudah merayu dan memanggilnya dengan manis.
Sesudah semua rusak, sesudah cacat, sesudah semua pusakanya habis dan ia sendiri hampir mati, barulah ia teringat akan rumah bapanya. Untung ia bertobat, sehingga kembali dan diterima bapanya.
Baru sekarang ia dapat menikmati kesukaan rumah bapanya yang jauh lebih indah dan sungguh-sungguh asli.
Mengapa dahulu ia tidak dapat merasakan dan menikmatinya?

Mengapa sesudah cacat dan semua pusakanya habis baru ia dapat  merasakan kesukaan yang amat indah dan luarbiasa di rumah  bapanya?
Sebab dahulu ia tidak percaya, ia tergila-gila dengan kesukaan  dunia, ia terbius dengan kesukaan dosa yang palsu dan sementara itu.
Begitu juga LUT, tergoda dan beringin-ingin akan kesukaan Sodom  Gomora, sehingga ia bersukacita waktu mendapat kesempatan dapat  meninggalkan Ibrahim (Kej 15:9). Kesempatan ini yang sudah lama  ditunggu-tunggunya. (Ia takut melepas kan dirinya dari Ibrahim yang beribadat kepada Allah, sebab ia tahu itu berarti hidup kekal. tetapi Lut tidak percaya bahwa kesukaan Tuhan itu lebih besar dari kesukaan Sodom dan Gomora).
Segera ia mendapat kesempatan, ia mendekati Sodom dan Gomora dan tidak lama kemudian ia sudah menceburkan dirinya sepuas-puasnya di dalam keramaian dan kesukaan Sodom. Akhirnya “pahit empedu belaka”.

Ulangan 32:32-33 Karena pokok anggur (sumber kesukaan)  mereka itu daripada pokok anggur Sodom dan dari padang Gomora  asalnya, dan buah anggurnyapun buah anggur upas dan tandannya  pahit maung belaka.
Air anggurnya itu bisa (racun) ular naga dan bisa (racun) ular beludak  yang amat bengis (TL).

NALURI DAN NAFSU-NAFSUYANG TERUS DITURUTI

SAMPAI MENJADI DOSA, ITU MENYAKITI ORANG-

ORANG BERIMAN

Matius 6:13..lepaskanlah kami dari pada yang jahat (TL).
1Tawarikh 4:10…Engkau memeliharakan daku kelak daripada dipersakiti oleh jahat.. (TL).
Orang yang dipelihara Allah itu indah (Maz 31:24). Orang-orang ini tidak disakiti oleh yang jahat.
Apakah yang dimaksud dengan “jahat” itu?
Semua dosa, perkara-perkara da ging, keduniawian dan segala perkara yang melawan Allah, semua perkara yang dari setan. Tanpa Tuhan manusia akan disiksa oleh dosa-dosanya.
Tentu setan tidak mengatakan demikian. Setan selalu berdusta, ia bapa pendusta
Yohanes 8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan- keinginan (hawa nafsu, TL) bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya (TL: menurut tabiat nya) sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
Iblis justru mengatakan bahwa dengan dosa itu manusia menjadi senang dan bahagia. Ini dusta iblis dan setan- setan!
Justru di mana setan bekerja, disitu dosa bertambah dan menyiksa manusia

Seperti orang Gadara yang terus manerus teraniaya, begitulah  orang yang penuh dengan setan dan segala hawanafsunya, tidak pernah  ada perhentian, terus menerus tersiksa, tetapi terus mencari kesukaan  dosa sebab percaya dosa itu nikmat.
1Timotius 5:6 Tetapi (orang) yang mencari kesukaan (dosa) itu  hidup seperti mati (tersiksa, teraniaya oleh dosa-dosanya).
Orang ini tersiksa jiwanya, tiada damai, tiada sejahtera, gelisah, lemah,  jauh dari Tuhan dan rohaninya bantut, tidak dapat bertumbuh sebab disiksa oleh segala perkara yang jahat.
Contoh: AMNON.
Amnon dikuasai oleh nafsu per- cabulan dan perzinahan. Sebab itu ia tidak dapat hidup tenang dan sejahtera, tetapi terus gelisah dan lemah, bahkan sakit-sakitan sebab membiarkan dirinya dikuasai oleh nafsu-nafsu cabul dan zinah itu. Ia mengira itu nikmat tetapi itu justru menyiksanya.
2Samuel 13:2 Hati Amnon sangat tergoda, sehingga ia jatuh sakit karena Tamar, saudaranya itu, sebab anak perempuan itu masih perawan dan menurut anggapan Amnon mustahil untuk melaku kan sesuatu terhadap dia.
Pada waktu ia mendapat kesempatan memperkosa gadis yang ditujunya, ia tidak dipuaskan, tetapi makin haus seperti Yoh 4:14.
Akhirnya sebab takut hukuman, gelisah, malu dan serba salah, ia justru menjadi benci pada gadis itu. Ia makin tersiksa oleh nafsu-nafsu dan dosanya.
Juga SIMSON, orang yang penuh pengurapan Rohkudus, tetapi percaya pada dusta setan. Ia mengira nafsu sex di luar pernikahan itu nikmat, tetapi justru karena menuruti nafsu-nafsunya, ia tersiksa sampai akhirnya hancur lahir bathin!
Begitu pula DAUD yang tidak mau mengendalikan nafsu-nafsu sexnya, ia tidak mengendalikannya, ia menurutinya saja sehingga jatuh dalam dosa zinah dan pembunuhan. Hidupnya menjadi gelap, pahit dan tersiksa, disakiti oleh dosa-dosanya, baik dalam hati dan dalam tempat persembunyian nya dan akhirnya juga terang-terangan di hadapan semua orang. Daud sangat menderita oleh karena dosa-dosanya sebab ia menuruti nafsu-nafsunya.
JUGA NAFSU-NAFSU LAINNYA NAFSU INGIN PUJI, GILA HORMAT, INGIN KEDUDUKAN.
Nafsu-nafsu seperti inilah yang mem buat ABSALOM (2Sam 15) menjadi orang yang penuh dengan tindakan- tindakan yang aneh. Ia menjilat pantat, mengambil hati, bersikap sangat baik, terlalu berlebih-lebih dan banyak lagi sikap dan perbuatannya yang aneh-aneh.
Mengapa? Sebab didorong dan disiksa oleh nafsu-nafsu iblis, yaitu gila hormat.
ADONIA (1Raja1:5-53) juga terus disakiti oleh keinginan-keinginannya yang suka puji. Ia menjadi mata gelap oleh karena hendak merebut kedudukan. Akhirnya oleh kelimpahan tinda- kan-tindakan yang mata gelap ini, semua orang-orang semacam ini terus tersiksa jiwanya sampai saat kematiannya.
JUGA NAFSU TAMAK, INGIN LEKAS  KAYA, yang tidak dimatikan itu akan menyiksa dan menyakiti orang- orang itu sendiri.
Bahkan, meskipun orang-orang itu sudah mencapai taraf yang indah- indah di dalam Tuhan seperti Yudas, Gehazi, Akhan dan lain-lain, kalau mereka membiarkan nafsu-nafsu ini hidup dalam hatinya dan dituruti, mereka juga akan disiksa dan teraniaya dan disakiti oleh nafsu-nafsu yang tidak terkendali ini. Kalau tetap tidak mau bertobat, akhirnya mereka akan terus tersiksa sampai binasa oleh nafsu-nafsu ketamakannya.
Jangan kita tertipu oleh dusta setan sehingga percaya bahwa kesukaan dosa itu indah dan murni, tidak benar, salah! Jangan percaya. Kenali segala tipu daya setan (2Kor 2:11; 2Tim 2:26) dan lihatlah akibatnya yang dahsyat di dunia dan di Neraka kekal (Ams 5:8-23)
Camkanlah hal-hal ini baik-baik, maka keinginan-keinginan dosa itu akan leleh dan nafsu-nafsunyapun itu dapat dikendalikan dengan lebih mudah, untuk dicocokkan dengan Firman Tuhan. Berdoalah maka kita akan mendapat kekuatan yang berlebih-lebih untuk menaati Firman Tuhan dan membuang (menyalahkan) segala dusta setan. (Kisah 1:8, Luk 24:49) Bahkan kita akan mengalami kesukaan ilahi yang sungguh- sungguh murni, suci dan kekal di dalam Kristus.
Larilah daripada segala yang nampak jahat, jangan mau di tipu setan.
1Tesalonika 5:22 Jauhkanlah dirimu daripada segala jenis kejahatan (TL) (dari segala yang nampak jahat KJ).

Orang yang tinggal di dalam kesucian akan terpelihara daripada yang jahat dan tidak disakiti olehnya melainkan penuh dengan kesukaan, kepuasan dan bahagia dari Tuhan, kesukaan yang mulia dan kekal.

KESIMPULAN

Percayalah akan Firman Tuhan, itulah kebenaran. Perkataan setan itulah dusta.

Percayalah bahwa Tuhan pencipta dan pemilik seisi dunia ini. Ia mem- punyai semua yang terindah dan yang terbaik. Dia Maha Kuasa, Dia sanggup dan mau memberikan yang terbaik, terindah, termanis dan ternikmat bagi kita di dalam kesucianNya.
Jangan percaya dusta setan. Kesukaan dosa yang sementara itu palsu dan umpan Neraka belaka. Jangan tergila-gila.
Bertobatlah dari dosa, buanglah segala dusta setan dan terimalah kesukaan dari Tuhan yang asli dan abadi itu.
Tuhan sanggup melepaskan setiap orang dari dosa*)
Terimalah juga kesukaan dalam kesucianNya dengan iman, itu tidak sukar. Kuasa Allah akan menolong kita. Penuhlah dengan Rohkudus dan bertekun dalam doa di dalam Roh dan Kebenaran, pasti kita akan dapat bergemar senantiasa di dalam Roh kudus, dengan kesukaan, kenikmatan dan kebahagiaan yang asli.
Pilipi 4:4 Bersukacitalah kamu di dalam Tuhan senantiasa, dan lagi sekali aku mengatakan: Bersukacitalah kamu.
Memang daya tarik nafsu daging (sex, makan, jemawa, benci, tamak dan lain-lain) itu seolah-olah nyata dan menggiurkan, tetapi jangan percaya mulut setan, percayalah akan “mulut” Allah, kata- kata Allah itu benar! Tolaklah kesukaan dosa, terimalah kelepasan dari dosa dan kebebasan dari keinginan-keinginannya dengan iman (Roma 6:2,14) Bersedialah merasai sengsara sebab naluri-naluri daging ini dikendalikan dan dicocokkan dengan Firman Tuhan, maka kita akan menikmati hidup suci yang indah dan sungguh-sungguh bahagia. Percayalah dan mulailah bersukacita di dalam Tuhan.
Nyanyian:
Hanyalah Yesus sendiri
Yang jadi penghibur hati
Harta dunia keindahan
Tidak memberi kepuasan
Hanyalah Yesus sendiri.
Marilah bergembira
Dengan kuasaNya
Hadapi sgala percobaan
Yang ada di dunia
Bebanku terlepas, Bebanku terlepas
Di bawah kaki Yesus
Jiwaku disembuhkan
Bebanku terlepas.
*) Untuk mendapat pelajaran Firman Tuhan yang lebih jelas mengenai hidup suci yang praktis dan mudah, bacalah artikel “Tidak berbuat dosa lagi” dalam TE nomor 1 (saudara dapat membeli bundel I pada redaksi).