BABEL SEPANJANG ZAMAN


Di dalam Alkitab, Babel disebut ratusan kali, bukan nama yang asing.
Ada 3 tahap kerajaan Babel, yaitu:

I. TIMBULNYA KERAJAAN BABEL.

Didirikan oleh Nimrod. Letaknya di tanah Sinear.
Kejadian 10:9-10 ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikata kan orang: “Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN.”
Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad, semuanya di tanah Sinear.
Dibangun menjadi suatu menara yang besar, tetapi kemudian dikacau kan Tuhan, sehingga pembangunannya berhenti di tengah jalan.
Babel artinya kacau (Kej 11:1-9).
Peristiwa-peristiwa selanjutnya tidak dicatat dalam Alkitab, baru kemu dian dalam fase II yaitu pada waktu Babel berhubungan dengan kerajaan Israel.

II. BABEL DALAM ZAMAN KERAJAAN ISRAEL.

2Raj 17:24,30 Babel menjadi jajahan kerajaan Asyur dan sebagian penduduknya dipindahkan raja Asyur ke Samaria (bersama-sama bangsa lainnya juga).

2Raj 20:12-19 Bersahabat dengan raja Hizkia, tetapi dinubuatkan oleh Yesaya bahwa Israel akan ditawan ke Babel.

2Raj 24:1 Israel dikalahkan oleh Babel dan ditawan, serta tinggal di Babel selama 70 tahun.

2Taw 36:21 Kemudian orang-orang Israel kembali dari Babel dan membangunkan Kaabah Allah.
Dalam Perjanjian Baru hanya ada satu ayat yang menceriterakan tentang Babel waktu itu, yaitu tentang adanya Gereja  di Babel,  dalam 1Pet 5:13.
Ayat-ayat lain hanya sebagai ayat petunjuk saja, misalnya (Mat 1:11, 12, 17 Kis 7:43).
Sisa-sisa kerajaan Babel dan kota Babel sekarang ada di Irak Selatan kira-kira 55 mil di sebelah Selatan dari Baghdad, di kanan kiri sungai Ferat.

III. BABEL  DALAM NUBUATAN.

Ini terdapat baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru. Dalam Wahyu, Babel ini merupakan kerajaan iblis yang besar dan penuh dengan dosa, menguasai seluruh dunia yang akan dihancurkan oleh Allah.

Kita harus mengenal Babel, istime wa secara rohani sebagai kerajaan dari iblis yang melawan kerajaan Allah di dunia (Babel dalam arti rohani, bukan dalam arti jasmani. Seperti Mesir yang  selalu disebut-sebut di dalam Firman Tuhan, hampir selalu berarti secara rohani, bukan arti hurufiah. Kita tidak memikirkan tentang Mesir lahiriah, melainkan Mesir rohani yaitu  keduniawian. Bahkan orang-orang Kristen di Mesir juga harus ke luar dari “Mesir” [=ke- duniawian], tetapi bukan dari Mesir jasmani).
Kalau secara lahiriah, maka kita  hanya akan memikirkan negara-negara yang sekarang ada di Timur tengah, istimewa Irak Iran.
Memang ada nubuatan-nubuatan yang akan digenapi secara jasmani tentang negara-negara ini dalam hubungannya dengan Israel, tetapi saatnya adalah nanti sesudah  zaman Gereja selesai (Rom 11:25-26). Sebab itu Gereja Tuhan tidak memusatkan perhatiannya dalam perkara- perkara lahiriah, melainkan terhadap Babel rohani, yaitu kerajaan kegelapan yang amat najis di seluruh bumi, bukan hanya  di sungai Ferat.
Kita harus mengenali perkembangan pekerjaan iblis ini dan jangan sampai hanyut di dalamnya, tetapi menghancurkannya dan ikut serta dalam Kerajaan Allah secara rohani, yang akan disempurnakan menjelang hari Kedatangan Tuhan Yesus.

Sebab itu kita akan melihat fase demi fase dari perkembangan kerajaan Babel ini.

I. KEJADIAN 11:1-9. PERMULAAN  KERAJAAN   BABEL

Kerajaan Babel ini sama dengan Babel dalam zaman Israel, letaknya juga sama yaitu di tanah Sinear (Dan 1:2).
Semua orang-orang ini adalah turunan Nuh, dari Sem, Ham dan Yafet. Mereka baru mengalami air bah yang menenggelamkan seluruh dunia, tetapi mereka (Nuh sekeluarga) lepas karena percaya akan Firman Tuhan. Tanpa percaya Tuhan mereka akan binasa.
Sekarang, anak-anak dari orang yang sudah selamat ini mempunyai suatu pendapat, suatu pencegahan yang baik menurut mereka.
Kejadian 11:4 Lagi kata mereka itu: Marilah kita bangunkan sebuah negeri dan sebuah menara, yang kemuncaknya sampai ke langit; demikianlah kita mengadakan suatu nama bagi diri kita, supaya jangan tercerai-berailah kita atas seluruh muka bumi.
Alasan dalam ayat 4 ini nampaknya baik, masuk akal, demi kesejahteraan umat manusia, bahkan lebih jauh lagi! Memang manusia itu penuh dengan akal. Dengan kekuatan akalnya mereka mencari jalan supaya mereka jangan sampai binasa seperti zaman air bah itu lagi, sebab mereka hidup dalam dosa melawan Allah!
Jadi di balik semua ini ada roh pemberontakan. Seharusnya mereka tetap percaya kepada Tuhan dan hidup dalam kesucian seperti nenek moyangnya yaitu Nuh sekeluarga. Tetapi mereka menolak hidup seperti itu dan sekarang mereka mau melanjutkan hidupnya sendiri, lepas dari Allah, dengan akalnya sendiri. Ada apa di belakang segala pikiran ini? Mereka mau hidup bebas menuruti daging/ hawa nafsunya!
Tuhan melihat ini semua di dalam hati orang-orang ini. Ini diterangkan dalam Kej 11:6b.
Kejadian 11:6b and now nothing will be restrained from them, which they have imagined to do (KJV).
(Dan sekarang, tidak ada satu perkarapun yang dapat menahan mereka daripada berbuat perkara-perkara yang diangan-angankannya).
Ini dosa yang sama seperti dosa zaman Nuh, yaitu mereka mau menuruti kehendak daging sesuka hatinya. Angan-angannya sangat keji dan hidupnya penuh dengan perbuatan keji (Kej 6:1-3).
Kejadian 6:5-6 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata- mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hatiNya.
Kejadian 6:11-12 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sung guhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.

Mereka tidak lagi mau percaya akan Tuhan dan tidak mau bertobat. Tetapi mereka sadar bahwa hidup semacam ini mengundang ancaman yang riel; Mereka mencari jalan untuk menghindar, mencari jalan aman untuk bisa tetap menuruti hawa nafsu- nya dan terlepas dari hukuman Allah. Sebab itu mereka membangunkan menara. Mereka tidak mau jadi bodoh seperti orang zaman Nuh, tetapi sebenarnya mereka sangat bodoh sebab tertipu oleh hawa nafsunya.
Kalau mereka sudah mempunyai menara yang tingginya sampai ke langit, maka sekalipun banjir itu besar, mereka akan tetap selamat dan dapat terus hidup menuruti hawanafsunya dan tidak usah bertobat kepada Allah. Mengapa mereka tidak mau berharap pada Tuhan seperti nenek moyangnya Nuh? Sebab mereka tidak mau percaya pada Tuhan, tidak mau taat kepadanya. Mereka ingin berbuat kehendaknya sendiri, menurut daging. Mereka tidak percaya bahwa menurut Tuhan itu bahagia. Ini benih pemberontakan yang sama sejak Hawa, yang ditanamkan oleh iblis.
Babel adalah lambang pemberontakan melawan Allah, supaya mereka bebas berbuat menurut angan-angan hatinya yang jahat  itu.
Sebab itu Tuhan melawan perbuatan turunan Nuh ini dan mereka menjadi kacau.
Kalau Tuhan meninggalkan manusia, manusia tidak dapat hidup damai satu sama lain; di dalam hawa nafsunya mereka akan saling berebut-rebutan dan bergigit-gigitan sehingga se muanya kacau, tidak ada damai, perang dan hancur (Gal 5:13-15). Tanpa subsidi Allah, baik dalam perkara- perkara jasmani (Mat 5:45) dan rohani (Wah 6:4 damai diambil kembali Luk 10:5-6) maka dunia akan kacau dan binasa. Inilah dasar dari Babel.
Babel zaman sekarang itu bukan satu kerajaan atau negeri yang kelihatan di dunia ini, tetapi kerajaan iblis yang tidak kelihatan yang menguasai manusia di seluruh dunia dengan prinsip yang sama.
Prinsip pemberontakan. Tidak mau tunduk dan taat pada Tuhan. Mau bebas menuruti hawanafsunya sendiri dan dengan akalnya membuat macam-macam menara keselamatan yang canggih. Mencampur cara-cara yang canggih, ilmiah dengan segala nafsu-nafsu yang hina dan memberontak melawan hukum-hukum Allah. Memang macam-macam menara teknologi ini menjanjikan keamanan, keselamatan dan kebebasan menuruti kedagingan. Ini dasarnya. Suatu contoh, misalnya K.B. dan percabulan, lebih-lebih dengan pengguguran, steri lisasi, dan lain-lain dapat disalah gunakan oleh orang-orang berdosa ini sehingga mereka aman menuruti segala angan-angannya yang keji.
Begitulah dalam segala segi hidup, dengan kemajuan industri, tehnologi, (komputer, rekayasa genetika, dan lain-lainnya), manusia mempunyai menara keamanan yang besar untuk dapat bebas menuruti segala angan- angannya yang keji (yang menurut orang-orang berdosa ini normal saja!). Ini melawan Allah! Tetapi justru ini membuat dunia penuh dengan kejahatan, tanpa damai, pembunuhan, kekosongan hati dan celaka yang dahsyat. Semua ini tipu daya setan dengan alasan-alasan yang logis. Hanya di dalam Tuhan, kita beroleh damai dan selamat kekal! Serta dapat mengenali tipu daya setan yang licin itu. Babel akhir zaman ini hendak melawan Allah, untuk menegakkan kerajaan Babel di dunia ini.

II.  KERAJAAN BABIL  DALAM  ZAMAN ISRAEL.

Ini sambungannya dari kerajaan Babel mula-mula.
Israel yang undur/ murtad tidak akan tahan dengan Babel. Mereka dikalahkan, ditawan dan ditewaskan.
Ini juga menceriterakan tentang Babel rohani zaman sekarang sampai Tuhan datang! Kalau orang-orang ber iman undur dari Tuhan, pasti mereka tidak tahan dengan Babil rohani yaitu dengan segala godaan, serangan, tantangan  duniawi yang sangat hebat dan terus makin menghebat.
Orang-orang beriman harus betul- betul lekat dengan Tuhan (penuh dengan kuasa RohKudus dan pengurapanNya yang indah dan menyegarkan itu dan limpah dengan Firman Tuhan) sehingga tidak mudah dikalahkan serangan-serangan Babil. Perlu terus penuh dengan kuasa Roh Kudus, sehingga pikiran, angan- angan kita dikuasai, tidak lagi mau melazatkan daging, tetapi bersukacita di dalam kesucian Tuhan dan rencana-rencanaNya yang mulia untuk kekal.
Orang Kristen yang separuh hati, yang main-main, tidak akan  mengalami kesukaan Tuhan yang indah ini, kuasa dan pengurapanNya, sehingga mereka tidak akan tahan dalam dunia yang bejat ini. Harus penuh dengan Firman Tuhan dan kuasa Roh Kudus yang limpah, limpah dengan doa dan pengurapanNya, maka Kekristenan akan menjadi betul-betul indah dan sangat memuaskan.
Allah mempunyai rencana yang besar, indah dan kekal. Babel dan orang-orangnya akan lenyap seperti orang-orang zaman Nuh akan binasa, tetapi kemuliaan Allah akan memenuhi seluruh bumi dalam kerajaan 1000 tahun yang damai dan indah seperti di Eden.
Jangan separuh-separuh ikut Tuhan. Percayalah akan  Firman Tuhan, itu  benar, pasti selamat dan bahagia. Tunduk dan taat pada Firman Tuhan, sakit untuk daging, tetapi damai dan sukacita yang heran. Orang Kristen yang separuh-separuh makin lama akan makin lenyap dalam dunia yang jahat ini. Jangan separuh hati, ambil putusan untuk percaya penuh pada Firman Tuhan, 100%, bahkan berani mati (Mat 10:39 Pil 1:21). Baru kita dapat mengalahkan Babel rohani yaitu kerajaan duniawi iblis yang dahsyat ini.

III. BABEL ROHANI  AKHIR ZAMAN.


Wahyu 17:1-3 Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: “Mari kesini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur (sundal) besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya. Dengan dia raja-raja di bumi te lah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya.”
Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di- atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Bina- tang itu mempunyai tujuh kepa la dan sepuluh tanduk.

Babel diumpamakan seperti sundal yang besar.  Persundalan itu salah satu tanda kedagingan yang laku keras  di akhir zaman. Prinsip persundalan ini yang dipermuliakan   manusia di mana-mana (Pil 3:19).
Orang-orang suci justru mematikan nafsu-nafsu  persundalan ini dan pernikahan dipelihara dengan suci.
Ibrani 13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat  terhadap per kawinan dan janganlah kamu mencemarkan  tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Juga pacaran (bertunanganpun) harus dengan tulus dan suci.
1Tesalonika 4:4 Supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan (TL: tahu memilih istri sendiri di dalam hal yang kudus dan hormat) menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,

Orang Kristen yang bersundal (berzinah atau berbuat cabul) itu sudah dikalahkan Babel rohani, Babel nya iblis. Inilah orang-orang yang diikat, ditawan oleh Babel dan akan binasa.
Kalau tidak mau bertobat sungguh-sungguh akan binasa untuk kekal dalam Neraka.
Mengapa mereka berzinah? Bukan sebab tidak dapat menahan nafsunya, tetapi terutama sebab tidak percaya akan Firman Tuhan. Mereka sudah kena tipu oleh segala falsafah duniawi (Babil) dan godaan-godaan daging. Mulut besar iblis dengan sega la contoh-contoh dan “jalan lebar dalam kenajisan” ini menarik banyak orang (Mat 7:13-14). Memang orang yang berjalan di jalan sempit ini lebih sedikit dan kurang membuat “advertensi”. Orang-orang yang berzinah me menuhi koran-koran dengan banyak gambar dan ceritera, juga di dalam TV dan percakapan sehari-hari. Mereka giat bersaksi bagi “raja Babel” dan menawarkan anggur dunia (kesukaan duniawi) yang penuh dengan api perzinahan. Advertensi penipu dan penyesat ini makan korban makin lama makin banyak.
Orang-orang suci harus banyak bersaksi, bukan seperti advertensi dunia yang ingin memeras keuntungan, tetapi dengan kuasa Allah yang limpah dan cinta Kristus untuk menyelamatkan orang-orang dari dosa. Bersaksilah dengan jelas dan meluas, saksikanlah dan ceriterakanlah kebaikan Tuhan yang memanggil ke luar dari gelap masuk dalam kesukaan, kemuliaan terang Allah yang heran (1Pet 2:9). Saksikanlah dengan nyaring, kuasa dan kesukaan Tuhan yang asli. Buat macam-macam pertemuan formil dan informil untuk bersaksi, supaya kuasa RohKudus mengalir dalam orang-orang yang mau percaya dan mereka dilepaskan dari Babel yang jahat ini. Orang-orang yang hidup dalam kesucian itu indah dan Tuhan mengurapi serta mempercayakan perkara-perkara yang besar.
Wahyu 17:4-5 Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala ke kejian dan kenajisan percabu lannya.  Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pela cur dan dari kekejian bumi.”

Perzinahan itu merusakkan rencana Allah yang indah-indah di dalam orang-orang beriman, sehingga ia merosot dari ranking rencana Allah yang nomor satu ke tingkat-tingkat yang sangat rendah. Orang-orang yang dipakai Tuhan dengan indah, selalu hidup dalam kesucian nikah seperti Nuh dan anak-anaknya (di tengah-tengah bangsa yang berzinah sesuka hatinya). Juga Ibrahim dan Sarah (segera Hagar masuk, ranking mereka merosot menjadi sangat rendah). Ishak, Yusuf, Ayub, Elia, Elisa, dan seterusnya semua yang mengalami rencana Allah yang indah-indah itu memelihara kesucian hidup nikah/ bujangnya. Juga zaman  sekarang Allah masih memakai dengan heran orang-orang yang memelihara kesuciannya, seolah-olah mereka seperti teruna (suami-isteri itu bukan dosa, di luar itu cabul dan zinah (1Kor 7:3-5 Ams 5:15-23).
Lawannya dari perempuan sundal Babel ini ialah Teruna-teruna yang sempurna yang tidak menjamah persundalan. (Wah 14:5). Percayalah akan Firman Tuhan dan akan janji- janjiNya yang mulia bagi orang yang menolak persundalan.
Percabulan dan persundalan akan membawa kehancuran yang dahsyat, sebab itu adalah dosa yang istimewa (1Kor 6:18), itu najis tubuh (2 Kor 7:1). Semuanya akan hancur.
Yang sudah terlanjur cacat, tak ada jalan lain, bertobatlah sungguh- sungguh seperti Daud; sebab sung guh-sungguh bertobat, maka pada waktu tua tidak tambah buas, tetapi makin mahir menyangkal diri.
Peliharalah kesucian, jangan kena racun-racun dari segala media masa yang limpah dengan advertensi dusta dari iblis. Racun-racun itu akan mem buat rohani menjadi sakit dan rusak, yaitu timbul keinginan-keinginan dosa, sehingga tidak mau dan tidak kuat menyangkal diri. Kalau percaya pada Firman Tuhan, buang dan jauhi  semua racun-racun itu (Ams 22:3), suka berdoa dalam Roh supaya penuh pengurapan, kuasa dan kesukaan ilahi dan bergemar dalam Firman Tuhan.
Percayalah akan Firman Tuhan, kesucian itu amat indah (Maz 29:2, 50:2). Kesucian itu kata kunci dari kesukaan Surgawi yang asli (Wah 4:8). Bergemarlah dengan suami/ istri sendiri. Bujang-bujang tinggal dalam kesucian. Yang ingin menikah, percayalah pada Tuhan, dan mintalah dari Tuhan. Dia dapat memberi jodoh, tetaplah berjalan dalam kesucian dengan iman (ada syukur dan suka cita), pasti Tuhan dapat memberi pada waktunya, jangan ragu-ragu, tetapi semua tetap hidup dalam kesucian.
Anggur perzinahan itu selalu berhubungan dengan darah pembunuhan (Wah 17:6). Zinah dan segala macam kejahatan itu bersaudara kandung. Termasuk uang, sebab sundal itu hidup atas uang. Yang satu ditipu dengan ingin akan uang (dikira bahagia, tahu-tahu menjadi haus = sangat ingin, kena racun “ingin akan uang”, lalu berbuat macam-macam dosa (1Tim 6:9-10)). Yang lain ditipu dengan kesukaan  zinah yang palsu dan sementara (tambah haus, tambah kurang ajar dan lupa daratan). Yang lain lagi dengan keduniawian, kemewahan, kesombongan, kekuasaan, dan sebagainya.
Semua ini ada dengan limpah dalam Babel yaitu sundal besar di hadapan Allah.
Tetapi di dalam Tuhan kita dikuat kan dan dipuaskan dengan kesukaan Sorga yang murni. (Kisah 2:13; Lukas 10:21; Roma 14:17). Tumbuh dalam kesucian, masuk dalam rencana akhir zaman Allah yang ajaib dan kekal.

KERAJAAN BABEL DAN KERAJAAN ALLAH

Dalam nubuatan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Babel merupakan kerajaan musuh yang besar, menguasai seluruh dunia, penuh dengan dosa dan akhirnya dibinasakan Allah. Ini bayangan dari kerajaan gelap yang dikuasai iblis dan semua tentara-tentaranya yang menguasai dan memerintah semua manu sia di dunia dengan hukum dosa dan hukum mautnya.
Orang-orang percaya itu dibebaskan dari kerajaan Babel ini, masuk  dalam kerajaan Kristus (Kol 1:13).

Jadi ada 2 kerajaan rohani yang menguasai  seluruh dunia, yaitu kerajaan Babel dan kerajaan  Allah.
Orang yang ditebus dari dosa itu ke luar dari kerajaan  Babel dunia ini dan secara rohani masuk kerajaan Allah  (digambarkan oleh Kemah Suci). Jangan kembali masuk  dalam kerajaan Babil dunia ini. Orang beriman harus ke  luar daripadanya.
Wahyu 18:4 Lalu aku mendengar suara lain dari Sorga  berkata: “Pergilah kamu, hai umatKu, pergilah  daripadanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supa ya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. (Lihat juga Yes 48:20, Yer 50:8)
Yeremia 51:6 Larilah dari tengah-tengah Babel, hendaklah setiap orang menyelematkan nyawanya, supaya kamu jangan tertumpas karena kesalahannya! Sebab inilah waktu pembalasan bagi Tuhan; Ia membayar ganjaran kepadanya.
Orang beriman yang hidup seperti orang dunia,  itu berarti ia dikalahkan dan ditawan oleh Babil rohani. Harus keluar, supaya jangan binasa. Jangan dikuasai hukum dosa dan hukum maut, serta segala falsafah duniawi dan tipu daya setan. Kita harus hidup dalam kerajaan Allah, masuk dalam kesucian Tuhan, bebas dari segala cara-cara duniawi Babil ini.
Lebih dalam kita masuk dalam Bait Allah (Kemah Suci), lebih jauh kita dari sistim dunia Babil ini.

ANTIKRIS


Antikris diumpamakan seperti binatang berkepala tujuh dan  disebutkan terutama dalam Wah 13 dan Wah 17.
Ini lain halnya daripada Babel yang dari dahulu memang sudah ada,  tetapi Antikris ini, pada waktu ini belum ada.
Wahyu 17:8 Adapun binatang yang telah kaulihat itu,telah ada,  namun (KJ, TL:sekarang)tidak ada, ia akan muncul dari jurang  maut (KJ: Lubang tanpa alas), dan ia menuju kepada kebinasaan,  Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apa bila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun (KJ, TL: sekarang) tidak ada, dan akan muncul lagi.

Mengapa dikatakan demikian? Sebab:
Antikris adalah kombinasi manusia dan setan (lawannya: Immanuel, Allah di dalam manusia, Mat 1:23). Ini adalah manusia dosa (YLT: “the man of sin”; KJ: “a man of sin”, bukan “a sinner” 2Tes 2:3) yaitu orang dari dosa, orang yang sempurna dalam dosa. Ini hanya dapat terjadi kalau orang itu dirasuk, diisi dengan roh- roh jahat dan najis. (Sebagai perbandingan ialah orang-orang suci itulah manusia yang diisi dengan Roh Kudus sehingga bisa hidup suci lebih dari pada manusia biasa, bahkan orang-orang suci bisa bertumbuh sam pai sempurna dalam kesucian.
Begitu juga dengan orang-orang dosa, kalau diisi dengan roh-roh najis, ia akan menjadi lebih hebat dalam kenajisan, lebih berani dan lebih keji dalam dosa). Antikris ialah manusia yang diisi dengan banyak roh-roh najis. Yudas menjadi Antikris sesudah diisi dengan roh Iblis sendiri (rupa- rupanya sebelumnya sudah banyak roh Mammon bekerja di dalam dirinya).
Lukas 22:3 Makamasuklah Iblis ke dalam Yudas  yang bernama Iska riot, seorang dari kedua belas murid itu.
Begitu banyak roh-roh jahat masuk dalam Antikris (Dalam orang gila Gadara ada lebih dari 2000 setan masuk ke dalamnya Mark 5:9,13. Lebih-lebih di dalam Antikris orang yang paling top dalam dosa dan kejahatan, pasti lebih banyak dan lebih jahat roh-roh yang masuk di dalam- nya). Dalam Wah 17:8 dikatakan bahwa roh-roh dari lubang tanpa alas (yang dipenjarakan di sini) pada zaman Antikris dilepaskan dan masuk dalam manusia durhaka (Anti kris) itu sehingga ia menjadi sangat keji dan makin berkuasa.
Jadi Antikris itu adalah orang yang dipenuhi dengan roh-roh yang paling jahat dari lubang tanpa alas (bahkan seperti Yudas, iblis sendiri juga masuk ke dalamnya memberi kuasa yang besar Wah 13:2).
a. Manusia Antikris baru muncul pada akhir zaman dalam Minggu ke 70 Daniel.
b. Roh-roh jahat yang sangat keji yang ada dalam Antikris itu dahulu sudah ada, bersama-sama jatuh dengan Lucifer = iblis, lalu tidak ada (sebab ditangkap dan dipenjarakan dalam lubang tanpa alas) dan kemudian akan ada lagi, yaitu waktu Allah melepaskan dia untuk bergabung dan masuk dalam manusia Antikris. Itu lah sebabnya dikatakan bahwa Antikris itu dahulu ada, lalu tidak ada, lalu ada lagi. Itu tentang roh-roh Antikris atau roh-roh jahat yang ada di dalam Antikris.

BABEL DAN ANTIKRIS

Dalam Wah 17:1-6 kita melihat Babel itu diumpamakan dengan sundal Babel besar yang duduk di atas Binatang Antikris.
Jadi kita melihat ada 2 sistim Iblis dalam dunia yaitu Antikris dan Babel.
Mengapa demikian? Babel ini sudah ada dari dahulu, tetapi binatang Antikris ini dahulu ada, sekarang tidak ada, tetapi akan ada lagi.

Kerajaan Antikris ini lebih kuat dari  kerajaan Babil sebab ia berasal dari orang-  orang rohani yang jatuh dan menjadi lebih  jahat, lebih keji, lebih kejam dari orang kafir  yang digambarkan dengan Babil itu.
Orang-orang yang jatuh itu menjadi lebih jahat  dari orang kafir (1Kor 5:1 Yer 18:12-13)  bahkan dapat menjadi sempurna dalam dosa.
Inilah orang-orang pilihan dari iblis yang dijeratnya dari antara orang-orang pilihan Allah yang tidak berjaga-jaga dan tinggal dalam kelemahan (Mat 24:24).
Antikris dan kerajaannya baru akan muncul pada akhir zaman yaitu pada Minggu ke-70 Daniel dan baru dapat berkuasa penuh pada pertengahan Minggu itu.
Antikris tidak bisa dan tidak boleh muncul tanpa izin dari Allah. Kalau Gereja sudah disiapkan, baru Antikris diizinkan datang.
Dalam kerajaan Antikris, hukuman Allah dijatuhkan dan Babil akan binasa lebih dahulu, tetapi Antikris dapat bertahan sampai ke akhir, sebab ia lebih kuat dari Babel, ia menerima kuasa yang lebih besar dari Ular naga itu sendiri (Wah 13:2).
Binatang Antikris yang lebih kuat ini akhirnya yang membunuh perem- puan sundal Babel ini (Wah 17:16).
Dalam banyak ayat-ayat lain dikatakan bahwa Allah yang menghancurkan dan membinasakan Babel. Siapa yang sesungguhnya membinasakan Babel ini? Keduanya.
Pada waktu hukuman-hukuman itu dijatuhkan atas bumi, binatang Antikris yang lebih kuat ini menggunakan kesempatan ini untuk sekaligus membunuh mitra kerjanya ini (boleh juga disebut pengantin Antikris karena hubungannya yang begitu dekat, erat dan mesra). Memang ini cara kerja dalam dunia setan, saling mengkhianati kalau ada kesempatan bahkan membunuhnya terang-terangan lalu merebut seluruh kekuasaan yang ada.
Baru pada perang Harmagedon, kedatangan Tuhan Yesus sendiri yang mengalahkan Antikris dan nabi palsu, yang langsung dilemparkan ke dalam Laut Api kekal.
Jadi Iblis mempunyai 2 sistim kerajaan, yaitu yang sekarang ada: Babil dan ditambah lagi dengan yang akan datang, yang lebih dahsyat, itulah Antikris. Antikirs itu lawan dari Kristus dan Babil itu lawannya dari Gereja.
Di dalam Babel Iblis sudah mem punyai cukup banyak orang-orang yang sangat pintar, sangat jahat dan penuh dengan kuasa untuk merusakkan pekerjaan Gereja dalam dunia. Banyak orang sudah menemukan hal ini. Tetapi dalam praktek keduanya, Babel dan Antikris (yang akan datang itu) akan bekerja sama untuk melawan Gereja, tetapi Tuhan Yesus selalu menyertai GerejaNya, dan Gereja Tuhan pasti menang sampai Tuhan Yesus datang. (Memang ada beberapa yang mati syahid atau dianiaya, tetapi itu bukan berarti kalah).
Tuhan Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, tetapi Antikris adalah manusia yang menjadi seperti iblis. Tuhan Yesus itu Allah sendiri dan dengan mudah pada waktunya, Ia akan membinasakan Antikris, juga si Iblis dan semua yang tergabung dengan mereka. Betapa indah kalau kita setia di pihak Tuhan, kita akan meng alami banyak peperangan dengan Babel dan juga dengan pendahulu- pendahulu Antikris serta akan mengalami kemenangan yang hebat-hebat dan indah-indah dengan Tuhan dan terus indah dan mulia untuk kekal.