YS53 – Yesaya 11:3-5 Sikap Tindakan Tunggul Isai

YESAYA 11:3 DAN AKAN MEMBUATNYA CEPAT MENGERTI (BERNAFASKAN L.M.G/ KESUKAANNYA B,N,D) DALAM TAKUT AKAN TUHAN

Inilah nubuatan tentang Kristus sebagai tunggul Isai yang mengeluarkan tunas (kedatangan Tuhan Yesus I) dan cabang (kedatangan Tuhan Yesus II) lalu masuk dalam Kerajaan 1000 tahun yang diceritakan dalam Yesaya 11 ini.
Kalau 7 Roh Allah ada di atasnya ini berarti Dia sebagai seorang manusia yang sempurna. Selain menjadi korban tebusan, Ia juga menjadi contoh dan jalan bagi kita yang percaya kepada-Nya.
Sesudah percaya hendaknya kita terus berjalan dalam Roh, dipimpin Roh sampai akhirnya ketujuh Roh Allah ada di dalam kita, maka kita pun bisa hidup seperti Kristus dalam pikiran, sikap dan perbuatan, dengan pertolongan Roh Kudus, lebih2 Roh Kudus yang nyata sebagai 7 Roh Allah.
Dalam terjemahan KJ membuatnya cepat mengerti, ini adalah salah satu keindahan dari orang-orang yang dipimpin Roh apalagi ada 7 Roh Allah di dalamnya, ia akan cepat mengerti. Sebab Allah itu maha tahu, maka dengan sendirinya kita juga  mengerti banyak perkara, seberapa banyak yang Tuhan nyatakan kepada kita, apalagi kalau sempurna seperti Kristus yang dipenuhi 7 Roh Allah.
Terjemahan lain bernafaskan takut akan Tuhan atau kesukaan-Nya dalam takut akan Tuhan seperti Putra manusia Yesus yang sempurna. Orang-orang rohani seperti Ayub 1:1 apalagi kalau sudah sempurna, itu seperti Putra manusia Yesus yang selalu takut akan Tuhan Allah, baik dalam perbuatan, juga sampai dalam pikiran. Orang yang bernafas takut akan Tuhan itu tidak akan berbuat atau merencanakan dosa Ams 16:6 sebab pikiran manusia itu terbuka di hadapan Allah Ibr 4:13, semua diketahui-Nya dengan lengkap dan jelas.
Inilah yang diminta dan diharapkan Tuhan dari umat-Nya, untuk selalu berjalan dengan tulus di hadapan-Nya sebab takut akan Tuhan Kej 17:1. Kalau orang itu sudah sempurna, ia sudah mahir dan selalu hidup benar di hadapan Tuhan. Kita harus terus demikian sampai betul-betul menjadi sempurna.

DAN IA TIDAK AKAN MENGHAKIMI MENURUT PENGLIHATAN MATA-NYA

Tuhan Yesus dan orang-orang yang memerintah beserta Tuhan dalam kerajaan 1000 tahun tidak pernah salah dalam menghakimi siapapun, sebab penghukumannya bukan berdasar mata saja.
Biasanya saksi mata itu kuat, sebab ia melihat sendiri, tetapi bagi Allah ini belum cukup, sebab belum tentu yang dilihat itu 100% betul. Sebab masih ada yang tersembunyi dalam hati, yang tidak bisa dilihat oleh mata, baik hal-hal yang betul atau yang salah. Misalnya yang kelihatan salah seperti Yakub yang menjadi kaya waktu bekerja pada Laban, tetapi Tuhan tahu Yakub jujur, sebab itu Tuhan tetap menyertai Yakub. Kadang-kadang tampaknya betul seperti orang Farisi dan orang-orang munafik, tetapi hatinya penuh dengan perkara-perkara yang keji seperti bangkai dalam kuburan putih Mat 23:27. Sebab itu jangan cepat-cepat menghakimi seseorang kecuali mulutnya sendiri mengakui. Meskipun demikian, kadang-kadang masih ada pengakuan yang salah, tetapi itu salah orang itu sendiri, seperti orang Amalek yang mengakui membunuh Saul di hadapan Daud, padahal tidak. Ia sempat dihukum mati oleh Daud sesuai dengan pengakuannya 2Sam 1:15 (waktu dihukum, orang Amalek ini tetap tidak mau mengakui dustanya). Sebab itu jangan cepat-cepat menghakimi, tanya dahulu pengakuan orang itu sendiri dan selalu minta dan tunggu pimpinan Roh Kudus 1Kor 4:5, sebab Roh Kudus tahu dengan tepat, lengkap segala sesuatu yang dibuat manusia sampai pikiran dan angan-angannya (orang takut akan Allah disucikan sampai angan-angannya Gal 5:24). Bukan saja dari fakta, bukti-bukti yang tampak dan pengakuan, tetapi juga di dalam hati, kita harus takut akan Allah. Pilatus membenarkan diri di hadapan orang-orang Yahudi, imam-imam, dll dengan cuci tangan, tetapi dalam hatinya ia tidak takut akan Allah, sebab ia tahu Putra manusia Yesus betul, tetapi sebab hendak menyenangkan orang Yahudi, ia menjatuhkan hukuman mati Mat 27:24-25,18. Jangan seperti Pilatus dll, takutlah akan Tuhan.

JUGA TIDAK MENEGUR (MEMUTUSKAN) MENURUT PENDENGARAN TELINGA-NYA

Ini sikap, tindakan Putra manusia Yesus sebagai Raja dalam Kerajaan 1000 tahun, sebab Ia memerintah dengan adil sebelum langit bumi dibakar dan dimusnahkan pada hari kiamat. Ini menjadi contoh bagi hidup kita sekalipun kita belum masuk dalam kerajaan 1000 tahun tetapi kita sudah ada di dalam kerajaan Allah yang jauh lebih tertib dan mulia dari kerajaan 1000 tahun. (Dalam kerajaan 1000 tahun dosa masih bisa masuk, apalagi dosa yang laten dalam hati orang-orang yang kemudian berontak kembali pada akhir kerajaan 1000 tahun, tetapi dalam Surga, dosa mutlak tidak boleh masuk).
Jangan baru dengar sudah menegur dan memutuskan hukuman. Seringkali kita juga berbuat salah dalam hal ini, lebih-lebih kalau mata dibutakan oleh iblis dengan macam-macam dosa 2Kor 4:4, misalnya oleh sombong, benci, iri, tamak dll. Seringkali seorang menjadi buta atau lupa daratan, mabuk oleh dosa-dosanya, sehingga lupa mengecek apa yang didengar. Misalnya karena benci, waktu mendengar, langsung menghukum. Juga karena dosa tamak, zinah, sombong dll. Laporan dari pendengaran harus dicek dahulu supaya jangan terjerumus dalam perangkap iblis seperti Saul yang mendengar laporan Doeg (TL: Dowej) langsung menghukum, sehingga dengan demikian ia membinasakan 85 Imam di Nob dengan isteri, anak-anak, binatang dan negerinya, suatu blunder besar sebab menghakimi hanya dari mendengar saja. Apalagi kita sendiri juga harus mengampuni orang yang sudah nyata bersalah. Sebab itu kalau toh masih belum jelas, jangan cepat-cepat memutuskan, tunggu Tuhan 1Kor 4:5. Salahpun diampuni, apalagi masih belum jelas 1Sam 22:9! Hakim-hakim duniapun tidak berbuat seperti ini. Ini salah satu sebab mengapa Saul begitu keras hati dan begitu celaka nasibnya sebab dalam keadaan dosa (iri, benci, tamak dll) menghakimi imam-imam di Nob. Kalau ada dosa, jangan menghakimi, pasti tidak bisa adil dan itu berarti melawan Hakim di atas segala hakim, dahsyat!

Tuhan Yesus sebagai Raja dalam kerajaan 1000 tahun, memerintah sangat adil bersama-sama dengan semua orang benar yang bangkit dan yang terangkat juga 144.000 orang sempurna. Semua ini bersama-sama memerintah dan mengadili dengan tongkat besi (sangat keras, tanpa ampun Wah 2:27) tetapi sangat adil, sehingga dunia waktu itu menjadi sejahtera penuh, menjadi kerajaan damai yang betul-betul damai. Tidak ada orang berani berbuat dosa apapun dalam kerajaan 1000 tahun sebab pemerintahannya adalah orang-orang yang hidup dalam tubuh kemuliaan (tubuh ini sempurna meskipun tingkat rohaninya tidak sempurna dan berbeda-beda) sehingga tidak ada kesalahan yang tidak ketahuan dan tidak perlu proses pengadilan, semua diketahui dengan jelas dan tepat dan hukumannya adil dan dahsyat tanpa ampun (ayat 4).
Juga kalau keluarga, kelompok, Gereja diatur dengan adil, (meskipun tetap ada orang yang bisa membantah dan memberi alasan), maka hadirat Tuhan akan ada di tengah-tengahnya, karya-Nya akan nyata di tengah-tengah kelompok yang adil ini, seperti tiang awan dan api ada di tengah-tengah Israel yang berdiri benar di hadapan Tuhan. Jangan dengan sengaja kita sendiri atau membiarkan orang jahat atau curang mengatur atau memerintah dalam lingkup pelayanan kita. Kalau toh ada salah (sengaja atau tidak) bereskan, maka Allah akan selalu ada di pihak kita, kita tidak perlu takut atau kuatir akan apapun juga sebab dengan Allah kita kuat 1Pet 3:12, Rom 8:31, Yes 11:4.

YESAYA 11:4 PEMERINTAH TONGKAT BESI

TETAPI DENGAN KEBENARAN IA AKAN MENGHAKIMI ORANG MISKIN

Orang miskin (Terj. Baru: orang lemah) adalah orang yang tidak berdaya. Biasanya dalam masyarakat orang-orang yang tidak berdaya itu menjadi korban, tidak bisa menuntut haknya. Kalau ada orang-orang yang mau memperhatikan dan membela hak-hak orang lemah, mereka ini biasanya disebut orang yang baik atau pahlawan. Tetapi semua pemerintah waktu itu adalah orang-orang seperti ini, sebab mereka tidak lagi bisa berdosa, mereka selalu melakukan yang benar. Dalam kerajaan 1000 tahun ada pertemuan antara orang yang fana dan orang yang kekal, orang yang masih bisa berdosa dan yang tidak lagi bisa berdosa.
Sesudah kebangkitan dan pengangkatan, orang yang memakai tubuh kemuliaan ini sudah tidak lagi bisa berdosa, bebas, merdeka mutlak dari dosa.
Sekarang di dunia dalam tubuh yang fana kita belum bebas mutlak dari dosa. Selama kita tinggal di dalam Kristus, kita tetap merdeka dari dosa, tetapi itu hasil pergumulan antara daging dan roh dan Roh Kudus menolong kita sehingga selalu menang dan tidak berdosa Gal 5:16. Ini sebab kita masih tinggal dalam tubuh daging yang belum ditebus, yang selalu menyeret ke dalam dosa dan nafsu-nafsu daging. Kalau tidak kuat, bisa jatuh kembali dalam dosa. Sebab itu harus selalu hidup penuh dan dipimpin Roh.
Tetapi sesudah kebangkitan, tubuh daging ini sudah ditebus, tidak lagi menyeret kepada hawa nafsu daging dan dosa. Sebab itu tidak lagi bisa berdosa. Ini keadaan orang yang memakai tubuh kemuliaan yang sempurna. Kelihatannya masih ada kemungkinan berdosa dalam dunia, dalam kerajaan 1000 tahun, tetapi bagi tubuh yang sempurna selain tidak ada daya tarik dosa seperti dari tubuh dosa, juga tubuh kemuliaan ini limpah dengan kuasa, mata celik, tidak lagi bisa tertipu dan limpah dengan segala hal-hal lain yang positif (seperti sukacita, pengertian jelas, bisa melihat sampai kekal, tinggal bersama Allah terus menerus, dll) sehingga sekalipun masih di dunia fana (tetapi bumi dalam kerajaan 1000 tahun ini sudah dipulihkan) tetap tidak bisa berdosa. Sebab itu pemerintahnya selalu berdiri benar dan membela siapa saja yang benar sekalipun miskin dan lemah.
Tetapi kita sekarang harus terus bergumul untuk bisa tetap hidup suci. Kesucian adalah hasil pergumulan atau peperangan, tetapi di Surga dan kerajaan 1000 tahun (bagi yang sudah bangkit), kesucian adalah keadaan sehari-hari sampai kekal, begitu indah, tidak lagi ada peperangan atau pergumulan. Sebab itu mati bagi orang-orang benar adalah perhentian perang untuk selama-lamanya, sangat indah, kalau tetap benar sampai mati. Tetapi bagi yang hidup dalam dosa, mati berarti neraka dan dorongan daging itu untuk kekal menyiksanya, sehingga terus dalam perkelahian dan kepahitan sampai selama-lamanya.

DAN MEMUTUSKAN (HUKUM) DENGAN ADIL BAGI ORANG-ORANG YANG LEMBUT DI BUMI

Juga orang-orang yang lembut, yang tidak berdaya, diadili dengan adil. Dalam dunia justru orang yang lemah dimakan. Meskipun dalam kebudayaan yang tinggi, masih sering berlaku hukum rimba, yang kuat makan yang lemah. Tetapi dalam kerajaan 1000 tahun hal itu tidak mungkin, sebab pemerintahannya tidak lagi bisa berdosa.
Dalam dunia kita harus bergumul atau berperang untuk bisa tetap benar dan adil, tetapi itu berarti di pihak Allah. Orang yang melawan keadilan itu melawan Allah, akibatnya pasti dahsyat, langsung atau tidak langsung.

DAN IA AKAN MEMUKUL BUMI DENGAN BATANG MULUT-NYA DAN DENGAN NAFAS BIBIR-NYA IA AKAN MEMBUNUH ORANG JAHAT

Yang keluar dari mulut adalah kata-kata, tetapi kata-kata orang yang berkuasa, pemerintah, bisa menjadi pukulan yang dahsyat seperti dengan batang. Dalam Kerajaan 1000 tahun Kristus memerintah dengan tongkat atau batang besi berarti dengan benar, adil, tegas, tanpa ampun seperti bejana tanah liat yang kena pukul sekali sudah habis berantakan Wah 2:27.
Dalam Kerajaan 1000 tahun tidak ada hukuman yang tidak adil, semua 100% adil dan keras, tegas tanpa ampun. Nafas bibir atau kata-kata keputusan-Nya itu langsung menghukum sampai mati. Pada permulaan Kerajaan 1000 tahun, masih banyak orang yang dihukum mati. Sebab peralihannya sangat dahsyat.
Ada tiga peralihan yang dahsyat, yaitu:

  1. Dari keadaan sekarang masuk dalam Minggu ke- 70 Daniel dimana dosa dan kesucian sama-sama meningkat sampai puncaknya. Orang-orang harus memilih dengan tegas, kalau tidak, akan hanyut dalam dosa yang luar biasa. Kita harus dipersiapkan untuk hal ini, sebab tidak bisa plin plan, harus tegas, sepenuh hati memilih dan tinggal dalam kesucian Kristus atau tenggelam dalam dosa dan binasa.
  2. Sesudah pengangkatan, keadaan hanya satu arah, yaitu hanyut dalam arus dosa. Tidak mungkin hidup suci dan tumbuh seperti sebelumnya. Yang bertobat hanya menderita sengsara sampai mati. Memilih kesucian berarti penderitaan sengsara tanpa kecuali, tanpa pertolongan Tuhan, terus dianiaya dan disiksa sampai mati; ini nasib semua orang yang memilih kesucian Wah 13:7.
    Orang yang berdosa justru dianggap pahlawan dan dipermuliakan. Orang benar dan suci dianggap penjahat. Lebih suci lebih jahat dan dihukum mati tanpa ampun. Begitu dahsyat. Kalau berdusta, khianat, zinah, fitnah, putar balik, pokoknya makin berani berdosa itu makin mulia dan terhormat. Keadaannya aneh untuk orang beriman, tetapi dalam 1260 hari mereka menjadi biasa dipermuliakan dalam dosa.
  3. Sesudah kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Semua orang dengan tanda Antikris dibunuh, hanya mereka yang tanpa cap Antikris yang dibiarkan hidup. Tetapi sekarang keadaan terbalik, semua harus hidup dalam kesucian. Siapa yang berdosa pasti ketahuan dan pasti dihukum mati. Sosialisasi hukum ini dikerjakan dengan cepat dan tepat oleh pemerintah yang hidupnya sudah kekal. Kerajaan 1000 tahun adalah pertemuan orang kekal dan orang fana. Semua mengerti dan tidak lagi salah mengerti sebab yang mengajar itu dalam kondisi tubuh yang sempurna (tubuh kemuliaan), sebab itu yang berani berdosa (itu dosa sengaja), langsung dihukum mati tanpa ampun. Keadaannya terbalik daripada zaman Antikris.

Peralihan sesudah pengangkatan dan kedatangan Tuhan II itu dahsyat. Keadaan tiba-tiba berubah 100% (juga waktu pengangkatan) dan berbahaya. Yang tidak mau ikut dalam perubahan akan mati tanpa ampun. Penjelasan untuk perubahan waktu zaman Antikris tidak jelas dan tidak tepat tetapi hukumannya langsung kena. Orang yang suci, percaya Tuhan Yesus lang-sung mati. Tetapi penjelasan waktu masuk kerajaan 1000 tahun jelas pasti mengerti, tetapi hukumannya juga dahsyat. Tetapi orang-orang yang tidak bersedia untuk masuk Minggu ke-70 Daniel akan celaka, sebab tiba-tiba terjadi dan hukumannya dahsyat. Sebab itu bersedialah! Mat 24:42.

YESAYA 11:5 PEMERINTAH KERAJAAN 1000 TAHUN HIDUPNYA SELALU BENAR

KARENA KEBENARAN AKAN MENJADI PENGIKAT DI PINGGANGNYA DAN KESETIAAN PENGIKAT BATINNYA

(Batin = reins = ginjal atau pinggang, bagian dalam)
Jadi luar dalam diikat dengan kebenaran dan kesetiaan. Luar dalam tidak bisa berdosa, sudah sempurna dalam kesucian (tetapi tidak semua orang mencapai tingkat sempurna seperti Kristus yaitu Ruangan Maha Suci, tetapi keadaan orangnya sudah sempurna dalam kesucian, tidak bisa berdosa luar dalamnya). Luar biasa. Dunia yang fana diperintah oleh orang-orang yang kekal dan sempurna lahit batin, tidak bisa berdosa! Begitu indah, senang, bahagia; sebab yang buat celaka, pahit, penderitaan adalah dosa. Kalau dosa mutlak tidak ada dan tidak lagi bisa berdosa, maka orang-orang yang memerintah dalam kerajaan 1000 tahun ini tidak bisa berdosa lagi lahir batin, sehingga hidupnya senang, sukacita, bahagia, indah dalam segala-galanya untuk kekal. Mereka memerintah di dunia, sebab itu dunia menjadi sangat indah dan ideal karena pemerintahnya tidak bisa berdosa lahir batin.
Dalam dunia saja kalau pemerintahannya benar, jujur, maka seluruh negeri dan rakyatnya bisa menikmati keadaan yang bahagia dan damai sentosa Ams 29:4. Kita yang ikut dalam pengangkatan dan kebangkitan akan menikmati keadaan dunia yang fana ini dalam suasana yang kekal untuk 1000 tahun, sangat indah dan puas sekenyang-kenyangnya. Suasana yang indah seperti ini harus dilatih dan dipelihara, maka damai dan bahagia Allah menyertai kita dan terus sampai segala masa dan kekal. Orang yang hidup dalam kesucian akan mengalami Surga sekarang dan terus sampai kekal. Juga orang yang hidup dalam dosa akan masuk neraka sekarang dan terus sampai kekal.

Nyanyian

Oh Yerusalem kota mulia, hatiku rindu ke sana
Tak lama lagi Tuhanku datanglah, bawa saya masuk Sana (Tabernakel Glori No.472)