MABUK

Efesus 5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena  anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu  penuh dengan Roh.


Orang yang minum anggur berlebih-lebih akan menjadi mabuk  (karena kadar alkoholnya). Apalagi kalau minum minuman keras  dengan keadaan Alkohol yang tinggi, langsung jadi mabuk. Orang  yang mabuk itu seperti lupa daratan, mudah berbuat perkara-  perkara yng biasanya (kalau tidak mabuk) tidak akan diperbuatnya.  Juga orang yang mabuk rohani (=tergila-gila) akan sesuatu, ia  berani berbuat sesuatu dengan berlebih-lebihan yang biasanya  tidak mungkin diperbuatnya. Semua macam mabuk ini tidak baik.
Jangan sampai mabuk, baik secara jasmani, maupun secara    rohani tergila-gila dengan sesuatu benda, orang atau suatu keadaan.  Belajar berpada dan pakailah dunia ini seperti orang yang tidak memakai (1Kor 7:31). Kita harus mencocokkan hidup dan angan-angan kita dengan Firman Tuhan (Maz 119:11).
Orang yang mabuk itu lupa daratan, ia mudah berbuat segala macam dosa. Ini menyebabkan pertumbuhan yang cepat di dalam dosa.
Orang yang mabuk itu sudah masuk jerat setan, ia mudah diisi dengan segala macam kejahatan.

Absalom yang sudah mabuk tahta dan kuasa itu sudah masuk jerat setan. Sebab itu ia mudah dipompa dengan segala macam dosa, disuruh apa saja oleh Achitofel, mau saja. Sebab sudah mabuk kuasa, Absalom mau berbuat perkara-perkara yang amat keji yang dahulu belum pernah dibuatnya (2Sam 16:21-22). Absalom seperti orang gila, berani berbuat zinah yang keji-keji di hadapan umum, sebab sudah mabuk! Orang mabuk itu alat yang ampuh dalam tangan setan, bisa disuruh berbuat perkara2 yang sangat keji dengan berani. Jangan sampai mabuk, minta pimpinan Roh Kudus supaya mata rohani kita tetap celik dan tetap jalan dalam Roh, bukan menuruti nafsu-nafsu daging.
Gehasi yang mabuk harta, sudah hilang perasaannya, sudah masuk perangkap setan. Sebab itu setan mudah mengendalikan hambanya ini sehingga ia berani berdusta berkali-kali dengan begitu lancar. Ini suatu perkara yang sama sekali tidak patut di antara murid-murid nabi, apa lagi Gehasi adalah murid istimewa dari Elisa. Tetapi sebab sudah mabuk dengan harta maka Gehasi lancar dan berani berbuat macam-macam dosa yang tidak patut (2Raja 5:20-27).
Daud adalah seorang yang rohani penuh dengan Firman Tuhan dan diperkenan/ dipilih Allah sendiri. Tetapi pada waktu ia mabuk percabulan, ia dikuasai dan dipimpin setan melakukan berbagai-bagai tipu daya dan kejahatan, padahal sebetulnya ia seorang yang tulus, jujur dan jauh dari kejahatan (2Sam 12).
Tetapi sebab mabuk percabulan, Daud menjerat orang dengan anggur, membunuh prajuritnya sendiri yang setiawan dan gagah berani, berdusta dan sebagainya. Bagaimana mungkin orang rohani seperti Daud bisa berbuat demikian? Sebab mabuk dengan percabulan. Seharusnya Daud segera berhenti dari memandang perempuan yang sedang mandi itu dan membersihkan pikirannya. Tetapi Daud minum terus anggur kesukaan hawa nafsu itu sampai akhirnya ia terbakar dan mabuk dalam hawa nafsunya.
Jangan menuruti nafsu-nafsu daging, nanti mabuk dan dipimpin setan dalam dosa yang keji-keji, semua jadi rusak! Absalom anak raja yang sebetulnya masih mempunyai masa depan yang cerah, akhirnya rusak rohani dan rusak jasmani, mati digantung kena hukuman Tuhan.
Gehasi sebetulnya adalah penerus Elisa.
Sebetulnya orang akan berkata: Seperti nabi Elia, Elisa, Gehasi dan seterusnya. Tetapi sekarang Gehasi tidak menjadi apa-apa, hidupnya menjadi kosong dan sia-sia bahkan terbuang sebab kena kusta Naaman yang lekat pada tubuhnya turun menurun, sebab mabuk uang!
Daud membuat noda besar dalam riwayat hidupnya.
1Raja-raja 15:5 Karena Daud telah melakukan apa yang benar dimata Tuhan dan tidak menyimpang dari segala yang diperintahkan-Nya kepadanya seumur hidupnya, kecuali dalam perkara Uria, orang Het itu.
Andaikata tidak ada noda ini dan salah dalam (2Sam 24:1), mungkin Daud bisa menjadi sempurna. Mabuk selalu membuat noda dan cacat-cacat yang besar. Jangan mabuk, matikan daging, hidup dalam kesucian dipimpin Roh selalu.
Masih banyak contoh-contoh lain dari orang yang mabuk, semuanya menjadi mata gelap dan begitu mudah berbuat macam-macam dosa yang menghancurkan dan membinasakan dirinya sendiri! Jangan menuruti daging atau hawa nafsu, jangan dilazatkan, dimanja, nanti mabuk.
Roma 13:14 Melainkan hendaklah kamu bersalut dengan Yesus Kristus Tuhan itu, dan jangan melazatkan tabiat tubuhmu sehingga menguatkan hawa nafsu (TL).
Kita harus menyangkal diri, mematikan daging ini terus menerus supaya Roh Kudus nyata hidup dan bekerja di dalam hidup kita dengan kesukaan dan kuasa Allah.
Roma 8:13-14 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.
Orang yang terus minum anggur kesukaan daging atau dunia, tidak mau berhenti, akan mabuk, dan kalau sudah mabuk, sudah dekat dengan kebinasannya!
Pekerjaan setan selalu membuat orang bertambah-tambah dalam dosa. Dosa, selalu dosa, terus meningkat dalam dosa sehingga akhirnya menjadi sempurna dalam dosa. Ini prinsip pekerjaan setan. Biasanya ia tidak terus terang mengatakan dosa, tetapi dengan bermacam-macam cara dan istilah yang indah-indah, namun isinya ialah “tumbuh di dalam dosa.” Misalnya dengan dalih kebebasan, bebas berbuat segala kehendaknya, lalu di dalamnya termasuk segala macam dosa. Atau dengan “label”: alamiah, ilmiah, kebutuhan biologis, untuk kesehatan, bahkan juga untuk pekerjaan Tuhan, untuk Gereja, untuk “kesucian” dll (memang dia penipu yang munafik 2Kor 11:14), tetapi di dalamnya penuh perbuatan dosa dan angan-angan yang keji. Ada macam-macam nama-nama yang indah dan penipu, tetapi prinsipnya selalu “bertambah-tambah di dalam dosa!”

Sebaliknya Allah selalu bekerja di dalam terang atau kesucian. Dengan terus terang ia berkata bahwa ia menghendaki anak-anakNya hidup dalam kesucian. Tinggal di bukit kesucian; berjalan dan tumbuh  dalam kesucian; melayani di dalam kesucian, semua di  dalam kesucian. Bahkan Surgapun menjadi indah karena  semua hidup di dalam kesucian. Juga 4 Mahluk hidup di  sekitar tahta Allah tak henti-hentinya selalu berseru-seru :  “Suci, suci, suci” (Wah 4:8). Memang ini kata kunci di dalam  Sorga dan di dalam Kerajaan Allah di dunia.
Tanpa kesucian tiada seorangpun dapat memandang Allah  atau bekerja sama dengan Allah.
Jangan bosan atau alergi dengan kesucian. Tanpa kesucian semuanya sia-sia. Ada orang yang merasa jemu dengan kesucian, sebab lebih senang dengan berkat, kuasa, sukses, sukacita, penyembahan, kesaksian dan lain-lain tanpa kesucian. Semua itu indah dan perlu, tetapi tidak bisa tanpa kesucian. Tanpa kesucian, semua itu menjadi munafik, najis, sia-sia dan dibenci Allah. Semua harus dilakukan dengan kesucian, tidak bisa lepas dari kesucian. Tuhan ingin kita terus bertambah-tambah di dalam kesucian.

ANGGUR KESUKAAN.

Efesus 5:18 Jangan kamu mabuk anggur, hal itu mendatangkan percabulan, melainkan hendaklah kamu penuh dengan Roh. (TL)
Jangan mabuk anggur.
Anggur = kesukaan duniawi yaitu  kesukaan dosa yang  sementara.
Ibrani 11:25 Maka relalah ia teraniaya bersama-sama dengan kaum Allah dari pada menyukakan kesukaan yang berdosa seketika lamanya (TL)
Semua kesukaan dalam dunia itu banyak bahkan limpah berisi macam-macam dosa dan di bumbui dengan dusta setan. Salah satu dusta yang lazim diedarkan setan ialah: “makin banyak dosanya makin manis kesukaan dosa itu,” sehingga dengan demikian orang-orang ingin minum lebih banyak supaya lebih manis, tahu-tahu menjadi mabuk. Dalam keadaan mabuk ini ia sudah siap dipimpin oleh setan untuk berbuat segala macam perbuatan dosa yang lebih keji sehingga dengan cepat ia menjadi makin lama makin keji dan akhirnya binasa!
Orang-orang beriman harus mencari kesukaan di dalam Kristus, jangan di dalam dunia. Sebab itu kita harus penuh dengan Roh Kudus, “mabuk” anggur Roh Kudus.
Kisah 2:13 Tetapi orang lain menyindir: “Mereka (120 murid di kamar loteng Yerusalem yang penuh dengan Roh Kudus) sedang mabuk oleh anggur manis.”
Seratus dua puluh orang di kamar loteng justru itu penuh dengan Roh Kudus (Kis 2:4) sebab itu mereka begitu bersukacita, mukanya cerah, gembira, begitu manis sehingga dikira orang, mereka mabuk anggur manis, tetapi sebetulnya mereka penuh dengan Roh Kudus. Memang orang yang penuh dengan Roh Kudus dan dipimpin Roh itu selalu penuh kesukaan dari Allah.
Bersukacitalah di dalam Tuhan senantiasa.
Filipi 4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan bersukacitalah!
Ini kesukaan yang betul, bukan palsu dan sementara seperti kesukaan dosa yang hanya sementara itu.
Firman Tuhan mengatakan kesukaan dosa itu seperti bunyi duri terbakar di bawah periuk dan dalam tertawapun hati merasa sakit.

Pengkhotbah 7:6 Karena seperti bunyi duri terbakar di bawah  kuali, demikian tertawa orang bodoh. Inipun sia-sia.
Amsal 14:12-13 Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi  ujungnya menuju maut. Lagi di dalam tertawapun hati akan  merasai sakit, dan akhirnya kesukaan itu (kesukaan dosa)  kedukaan juga.
Allah tahu kebutuhan Gereja pada akhir zaman ini, sebab itu Tuhan mencurahkan hujan Akhir yang besar dari Roh Kudus pada setengah bagian pertama dari Minggu ke-70 Daniel ini. Orang-orang Kristen harus belajar memiliki sejahtera dan sukacita senantiasa di dalam Tuhan, yaitu dari pengurapan Roh Kudus.
Filipi 4:7 Dan sejahtera Allah yang melebihi segala akal itu akan mengawali hatimu dan pikiranmu di dalam Kristus Yesus. (TL)
Orang beriman harus penuh dengan sukacita di dalam Roh Kudus, dari Firman Tuhan dan dalam persekutuan Tubuh Kristus, baik dalam hatinya, dalam rumah tangganya dan di dalam Gerejanya.
Kalau hati orang beriman tidak ada sukacitta dan kepuasan di dalam Tuhan, maka hati yang kosong itu mudah mencari-cari kesukaan dunia dan mudah kena goda sehingga hanyut dalam arus kesukaan dosa dunia, lalu mabuk.
Amsal 27:7 Orang yang kenyang menginjak-injak madu, tetapi bagi orang yang lapar segala yang pahit dirasakan manis.
Kalau hati kosong atau lapar maka barang-barang yang pahit yang ada disekitarnya akan ditelan saja, pada hal itu racun. Godaan itu begitu banyak dimana-mana. Penuhlah dengan Roh Kudus. Tidak cukup penuh Roh Kudus hanya di dalam tugas dan pelayanan atau dalam keadaan penting saja, tetapi kita perlu terus menerus penuh dengan Roh Kudus seperti 5 anak dara yang pintar yang mempunyai persediaan minyak yang limpah Mat 25:4. Terus menerus penuh Roh Kudus di mana saja dan terus menerus dalam pimpinan Roh, itu berarti terus menerus dengan sejahtera, kesukaan dan kuasa Tuhan.

ANGGUR MURKA

Anggur Babil yang memabukkan itu adalah anggur murka Allah.
Wahyu 18:3 Karena segala bangsa telah minum anggur murka percabulannya (Babil) dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang bumi menjadi kaya melalui kelimpahan kemewahannya (TP).
Heran, ini anggur yang membuat murka. Murka siapa? Murka Allah! Sebab orang yang mencintai dunia, apalagi mabuk, ia itu seteru Allah.
Yakobus 4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
Lebih hebat dalam anggur dunia yang penuh dengan dosa (mabuk) lebih hebat ia menjadi seteru Allah.
Mengapa? Sebab dosa-dosanya makin banyak dan dahsyat, apalagi kalau sudah mabuk. Itu menarik hukuman Allah, melawan Allah Rom 8:6-7.
Sebaliknya sahabat Allah berarti seteru Babil, dunia, dosa, setan. Bagaimana keadaannya menjadi seteru dunia itu?
Seperti Paulus: Mati dari dunia.Kalau kita sudah mati dari dunia, maka dunia tidak bisa berbuat apa-apa lagi pada kita. Tetapi kalau seorang terikat dengan dunia, maka ikatan itu akan menyiksakan anak Allah ini, disiksa dengan segala macam keinginan-keinginan duniawi yang berlawanan dengan kehendak Allah. Makin terikat, makin tersiksa.
Galatia 6:14 Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan (sudah mati) bagiku dan aku (sudah mati) bagi dunia (Gal 2:19b-20).
Semua orang dunia berramai-ramai pesta pora di dalam dosa, kita tidak, kita sudah mati dari perkara-perkara itu. Kita bersukacita di dalam hadirat Tuhan, dalam kesucian, kuasa dan kemuliaan-Nya yang lebih indah dan mulia.
Orang-orang dunia berlomba-lomba dalam kejemawaan, kemewahan dan segala perkara-perkara duniawi, kita tidak. Kita berpada 1Tim 6:8 dan memakai semua barang-barang dunia ini seperti orang-orang yang tidak memakainya 1Kor 7:31. Kita memakai semua yang ada pada kita untuk kemuliaan nama Tuhan 1Kor 6:19-20.
Mereka menipu supaya lekas kaya, kita jujur dan berpada.
Mereka berzinah, kita tinggal dalam kesucian dan kemuliaan Tuhan. Mereka hanyut dalam aliran kematian dosa, kita menentang arus dosa itu dan hidup bagi Kristus sesuai dengan Firman-Nya.
Dunia mati bagi kita dan kita mati bagi dunia sebab kita hidup bagi Allah.
Filipi 1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Jangan mabuk anggur dunia ini menghancurkan seluruh hidup, dan itu akan menghasilkan dosa yang keji-keji dan ini mabuk dengan murka Allah. Jangan mencari kepuasan atau mengejar-ngejar kesukaan dunia, tetapi carilah dan nikmati kesukaan dan kepuasaan dari Allah terus menerus seumur hidup kita.
Matikan segala keinganan hawa nafsu daging, supaya kita bisa hidup dalam Roh, sebab inilah hidup yang penuh sukacita, kepuasan, suci, bertumbuh dan berbuah-buah bagi Tuhan untuk kekal.
Jangan mabuk anggur dunia!