Kebal dari Dosa?

JANGAN SALAH MENGERTI.

Banyak orang pada permulaan hidup kekristenannya salah mengerti, dikira sesudah lahir baru kita merdeka, lepas, bebas dari dosa itu berarti sudah menjadi kebal dari dosa (kena segala macam percobaan atau godaan, tidak bisa berdosa lagi), belum ! Ini akan terjadi pada waktu seseorang menjadi sempurna.

Orang yang salah mengerti seperti ini, kalau ia jatuh lagi  dalam dosa, ia akan bingung, kecewa dan bisa putus asa.  Ia dapat ditipu setan yang mengatakan: “Tidak mungkin  engkau dapat lepas dari dosa.” Kalau ia percaya pikiran  setan ini, ia akan kembali dalam dosanya.
Hidup baru, lepas dari dosa belum berarti kebal dari dosa,  tetapi ia sudah bisa hidup suci terus-menerus.

HIDUP DALAM DOSA ITU PAHIT


Merdeka atau bebas dari dosa bukan berarti kebal. Kalau tidak dipelihara,  bisa jatuh dalam dosa kembali dan itu pahit. Berapa banyak kegelisahan dan  kekacauan timbul sebab seseorang jatuh dalam dosa. Lebih sering jatuh  dalam dosa, lebih hebat dosa itu, lebih dahsyat akibatnya: pengurapan  hilang, hati tertuduh, jadi kasus yang lebih rumit, disindir-sindir setan dan  lain-lainnya, semua jadi kusut dan kacau sebab kalah dalam bergumul  melawan dosa. Hidup dalam dosa itu memang pahit sekali.
Ada beberapa dosa yang manis, tetapi itu sementara dan hanya merupakan umpan setan, yang membuat orang lain mudah jatuh dalam dosa, tetapi itu membuat hidup lebih kosong dan pahit.
Ibrani 11:25 “maka relalah ia teraniaya bersama-sama dengan kaum Allah daripada menyukakan kesukaan yang berdosa seketika lamanya”
Ingat dan lihatlah contoh-contoh hidup orang-orang berdosa di muka mata kita.

HIDUP DALAM KESUCIAN ITU MANIS


Sebaliknya, orang yang hidup dalam kesucian itu indah. Hatinya bebas  merdeka, bisa menyanyi dengan sukacita dengan musik hati, pengurapan  tetap limpah, hubungan dengan Tuhan hidup, ada sejahtera dalam segala  perkara, pelayanan diberkati Tuhan, semua jadi indah.
Apa lagi karena suci, Roh Kudus bisa bekerja dengan bebas, hidup kita  menjadi sangat efisien dan kalau dipimpin oleh Roh 100 %, berarti sukses  100 % !
Ini hidup yang luar biasa. Kita bisa menyanyi “Duduk senang, berjalan senang, dimana- mana hatiku senang…”.

Kalau suami istri hidup dalam kesucian, rumah tangga jadi manis dan bahagia.
Kalau orang tua, anak, mertua, menantu hidup dalam kesucian, maka akan ada persekutuan yang manis dalam keluarga.
Kalau jemaat hidup dalam kesucian, maka setiap persekutuan, kebaktian menjadi sangat indah, hadirat Tuhan nyata, kuasa dan karunia-karuniaNya nyata, ada pembukaan Firman Tuhan, ada pertumbuhan dan ada kesukaan yang besar. Ini semua akan terjadi kalau kita hidup dalam kesucian.
Banyak orang Kristen dapat hidup terus didalam kesucian dan menikmati keindahan dan kesukaannya. Ini hanya terjadi kalau kesucian dipelihara. Ini adalah hasil pemeliharaan kesucian!

CARA DAN RENCANA ALLAH

Mengapa Tuhan tidak membuat kita langsung kebal dari dosa? Tuhan  mempunyai cara dan rencanaNya sendiri.

Lahir baru belum menghasilkan keadaan ini. Nanti sesudah sempurna,  baru hal ini terjadi. Lihat Yoel 2:7-8. Dalam ayat-ayat ini dinubuatkan  tentara rohani yang luar biasa, yang kebal terhadap segala macam  senjata, inilah nubuatan tentang orang-orang sempurna.
Sesudah lahir baru kita menjadi baru dan suci, tetapi ini harus terus dipelihara! Kalau tidak, akan menjadi lemah, sakit dan mati kembali, rusak kembali.
Kesucian harus dipelihara! Banyak orang malas memelihara, rasa-rasanya ingin seperti alat-alat modern yang “maintenance free”, tidak perlu pemeliharaan, tidak perlu perawatan. Tetapi tidak demikian halnya dengan rohani kita !
Kesucian itu dapat diumpamakan seperti kesehatan. Kesehatan harus dipelihara, kalau tidak, bisa sakit dan kalau terus tidak dipelihara bisa mati! Begitu juga kesucian kita, harus dipeli-hara. Kita harus mau memelihara kesucian, baru kita bisa menikmati keindahannya yang heran.

Ingat, sorga itu begitu heran dan fantastis, bukan karena uang, bukan karena seni, bukan karena mewah dan seterusnya, tetapi karena suci. Makhluk-makhluk surgawi begitu kagum dengan akibat dari kesucian, sehingga siang malam mereka hanya mengatakan kata kunci yang heran ini, yaitu: Suci !
Wahyu 4:8 “Maka keempat zat yang hidup itu masing-masing ada bersayap enam, penuh dengan mata sekeliling di luar dan di dalam; maka keempatnya dengan tiada berhenti siang malam menyebut: ‘Kudus, kudus, kudus Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang sudah sedia ada, dan Yang ada, dan Yang akan datang kelak.'”
Sama seperti kesehatan harus dipelihara dengan makan  minum yang bergizi cukup, tidur cukup, bergerak cukup, begitu juga kesucian. Kadang-kadang si Ibu berkata kepada anaknya: “Sarapan dahulu supaya tidak masuk angin”, atau kepada anaknya yang tidak mau tidur tetapi ngobrol terus dengan temannya: “Tidur dahulu supaya besok jangan sakit”. Mau tidak mau anak-anak diharuskan meme-lihara kese-hatannya. Bahkan sering kali orang-orang memiliki banyak sekali pengertian tentang kesehatan, seperti makanan-makanan yang bebas choles-terol, makanan dengan kadar serat tinggi, pantang makan usus sapi, ginjal, limpa dan sebagainya. Banyak orang mau memperhatikan sebab mengerti bahwa kesehatan harus dipelihara.
Begitu juga dengan kesucian, kalau dipelihara, pasti bisa hidup dalam kesucian terus-menerus dan itu manis sekali !

Jadi cara dan rencana Allah dalam menebus dan mengolah orang-orang yang percaya ialah:
A. Mula-mula dilahirkan baru menjadi orang baru yang dapat hidup dalam kesucian.
B. Tumbuh dalam kesucian sehingga makin hari makin serupa dengan Kristus.
C. Beberapa banyak orang beriman yang tumbuh terus dengan baik akhirnya menjadi sempurna, mustahil tidak dapat berdosa lagi. Ini dapat disamakan dengan kebal dari dosa.
Jadi tingkatan terakhir, yang sempurna baru dapat dikatakan “kebal” dari dosa. Hal ini belum terjadi pada permulaan, sebab itu kita harus memelihara kesucian sepanjang umur hidup kita sampai sempurna atau sampai masuk dalam Surga. (Di Surga orang-orang beriman tidak lagi berbuat dosa, juga dengan mutlak, meskipun mungkin tingkatannya belum sampai sempurna.)

CARA MEMELIHARA KESUCIAN

Bagaimana cara kita memelihara kesucian supaya tetap tinggal suci senantiasa? (Ini untuk orang-orang yang sudah lahir baru, bukan untuk orang dosa !)

I. MAU !


Kalau tidak mau tidak bisa! Kita bukan robot yang dapat distel menjadi “suci” atau “najis”. Keputusan untuk mau itu sangat penting.
Lukas 12:57 “Apakah sebabnya tiada dapat kamu mengambil keputusan yang sungguh daripada dirimu sendiri ?” (Yus 24:15). (TL)
Meskipun mau, masih ada cukup banyak kesukaran dan penyangkalan diri dalam  pemeliharaan kesucian ini. Biasanya ini terjadi pada permulaan hidup keKristenan, lebih-lebih kalau tidak mengerti Firman Tuhan. Tetapi kalau “mau”, pasti dapat, sebab Rohkudus selalu siap menolong! Harus mau!
Juga kemauan ini harus tetap, jangan sebentar mau, sebentar tidak, harus belajar mempunyai hati yang tetap teguh.
Yusak 14:9 “Maka pada hari itu juga berjanjilah Musa kepadaku dengan sumpah setia, katanya: ‘Bahwa tak akan jangan tanah yang telah dijejak oleh kakimu itu, menjadi milikmu pusaka dan milik anakmu pun sampai selama-lamanya, sebab engkau telah tetap dalam menurut Tuhan, Allahku.

II. MAU BERJALAN DALAM ROH


Jangan berjalan dalam daging, yaitu hidup menurut daging, menurut hawa nafsu, tetapi belajar dalam setiap hal hidup menurut Roh, yaitu sesuai dengan Firman Tuhan. Ada dua pokok penting dalam berjalan dalam Roh ini, yaitu
1. Berjalan dengan iman sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Perjalanan orang Kristen itu adalah perjalanan hidup yang suci dan ini adalah perjalanan dengan iman.
2Korintus 5:7 “Karena  perjalanan kami dengan iman, bukannya dengan penglihatan.”


Kita tidak mungkin hidup dalam kesucian, hidup seperti Tuhan  Yesus dengan kekuatan kita sendiri. Tidak mungkin! Hidup manusia  biasa adalah hidup di dalam dosa, sebab semua manusia adalah  hamba dosa. Tetapi sesudah lahir baru kita bisa hidup baru dalam  kesucian seperti Kristus. Dan ini hanya dapat terjadi dengan iman.  Setiap langkah kita di dalam kesucian adalah langkah iman (Rom  1:17).
Orang yang tidak berjalan dengan iman akan berjalan dengan  kekuatan atau pikirannya sendiri dan orang-orang seperti ini akan  gagal.
Tetapi kalau percaya kepada Firman Tuhan dan mau berjalan dengan iman, maka orang-orang yang lahir baru pasti berhasil. Mengapa? Sebab kita sudah dijadikan baru, yang lama sudah lenyap (2Kor 5:17) dan kemenangan itu sudah diraih Kristus untuk kita orang-orang baru, cobalah dengan iman, hasilnya sangat indah. Misalnya dalam perubahan tabiat, dalam  percobaan, dalam perkara-perkara baru, dalam melakukan kehendak Tuhan dan sebagainya. Kalau orang yang percaya itu bertindak dengan yakin, ia akan heran, bagaimana ia dapat mencapai perkara-perkara yang indah-indah dalam setiap perkara. Memang beginilah caranya untuk bisa menang, maju, melakukan kehendak Tuhan dengan iman. Misalnya: bersukacita. Kalau hati  kita tidak menyalahkan kita (1Yoh 3:21), mulailah bersukacita (Pil 4:4), dan kita menemukan kesukaan yang indah itu  berlaku, nyata, ada, indah. Begitu dalam setiap segi hidup yang lain, sekalipun dahulu tidak bisa, sekarang dengan iman, bisa! Jalanlah seperti sudah bisa, tahu-tahu kita dapat melakukannya, sebab “orang baru” sudah mengalami perubahan dari Tuhan menjadi lain dari dahulu !
2. Mau menyangkal diri

Berjalan dalam Roh adalah jalan salib, jalan sempit. Harus mau menyangkal diri (Luk 9:23), sebab hidup dalam Roh itu berlawanan dengan hidup menurut daging.
Galatia 5:17 “Karena kehendak tabiat duniawi berlawan dengan Roh, dan kehendak Roh itu berlawan dengan tabiat duniawi, karena keduanya itu berlawanan, supaya jangan kamu lakukan barang yang kamu kehendaki.” (TL).
Orang yang tidak mau pikul salib, menyangkal diri setiap kali, setiap hari, tidak bisa memelihara kesucian dengan baik, maka ia akan berulang-ulang jatuh dalam dosa dan pergumulannya dengan dosa menjadi sangat berat, selalu kalah! Harus mau pikul salib dalam setiap hal (Rom 8:13-14)

III. MAU MEMELIHARA HATI /PIKIRAN


Sejak lahir baru pikiran atau hati kita  harus dipelihara dalam kesucian. Jangan membiarkan sedikitpun  dosa masuk! (Ams 4:23) Apakah kita dapat memelihara hati atau pikiran kita dalam kesucian? Dapat! Mengapa bisa?
Kita lain dengan orang dunia.
Orang dunia sering kali dikuasai oleh pikiran-pikiran dosa (obsesi), misalnya pikiran benci, cabul, iri, ingin puji, uang dan sebagainya. Sering kali orang-orang berdosa tidak lagi dapat menguasai pikirannya. Kalau sudah kena ikatan kebencian, selalu kebencian itu datang berulang-ulang dan menyiksa. Bahkan tidur pun lenyap karena kedatangan pikiran benci berulang-ulang.

Juga ingin akan uang, ingin puji, percabulan, kepujian manusia, ketakutan, dan lain-lain. Sering kali hal-hal ini menguasai pikiran manusia dan ini sering kali menyiksanya serta memaksanya untuk berbuat macam-macam dosa. Mereka tidak bisa lepas sebab mereka tidak mempunyai kekuatan lebih daripada dirinya sendiri.

Orang Kristen lain ! Tuhan Yesus sudah mati dan menang untuk kita. Dengan iman kita mengambil oper segala kemenangan itu.

Rom 6:11 “Demikian juga kamu wajib menghisabkan dirimu mati lepas daripada dosa, tetapi hidup bagi Allah didalam Kristus Yesus.” (TL)

Hisabkan dirimu berarti memperhitungkan, menganggap diri sebagai sudah menang, dengan iman lalu berjalan seperti sudah menang dan heran, kita sungguh-sungguh berhasil.
Ini bukan emosi atau sugesti. Ini disebabkan karena dengan iman kita menghisap kemenangan Kristus bagi kita.
Sebab itu orang-orang beriman berkuasa atas pikirannya dan semua pikirannya ditundukkan pada Kristus yaitu disesuaikan dengan Firman Tuhan sehingga tetap tinggal dalam kesucian.
2Korintus 10:5 “menjatuhkan segala bicara orang, dan segala perkara yang melawan marifat Allah, dan kami menawan tiap-tiap pikiran bertaat kepada Kristus.” (TL).

Setiap kali ada pikiran jahat masuk, kita tolak, kita usir dan dengan iman kita sanggup dan selalu menang. Cobalah! Ingat, perlu kemauan dan mau menyangkal diri, lalu bertindak dengan iman ! Pasti berhasil, Firman Tuhan itulah kebenaran !
Jangan beri tempat pada iblis, sedikitpun jangan (Ef 4:27). Pikiran dosa itu sudah dosa
Amsal 23:7a (KJ) “Karena sebagaimana seorang berpikir didalam hatinya, begitulah dia”
a. Dosa dalam pikiran itu membuat sejahtera kita hilang, sebab Roh Kudus didukakan dan dilawan (Ef 4:30, Kis 7:51)
b. Kalau pikiran dosa dibiarkan, maka dosa itu akan berkembang dan tumbuh terus, apa lagi karena manusia itu sangat kreatif, baik dalam dosa atau dalam kesucian.
c. Kalau ini dibiarkan, akan lahir dosa dan keadaan kita jadi semakin ruwet, gelisah, kacau, tidak efektif, pengurapan hilang. Jangan lupa, pengalaman hidup dalam dosa itu pahit sekali, dan
d. Akhirnya akan binasa (Rom 6:23) ! Memelihara hati / pikiran itu mutlak untuk memelihara kesucian dan dengan iman kita pasti sanggup.

IV. BERTEKUN (Kisah 2:42)



1. BERTEKUN DALAM  FIRMAN TUHAN (Mat 4:4)
Seperti tubuh yang dipelihara itu selalu diberi makan dengan teratur, begitu juga rohani kita perlu dipelihara dengan roti dari Surga dengan teratur setiap hari. Baik dalam kebaktian, (Setialah beribadat, jangan mudah membolos Ibr 10:25) juga di rumah. Setiap hari kita harus memiliki masa teduh yang teratur. Bahkan dalam setiap pertemuan dengan orang-orang beriman perlu selalu sharing tentang Firman Tuhan dan kesaksian-kesaksian.

Ada banyak orang yang memperhatikan makanan jasmaninya dengan baik-baik supaya tetap sehat. Juga orang Kristen yang memperhatikan makanan bagi jiwanya akan tetap sehat rohaninya (suci) dan tidak akan mudah jatuh dalam dosa. Lebih banyak kita mengerti Firman Tuhan, lebih mudah menjaga kesucian ini dan hasilnya indah sekali.
2. BERTEKUN DALAM DOA (1Tes 5:17)
Belajar banyak berdoa, baik “berdoa di dalam bilik” (Mat 6:6), pada jam-jam tertentu di rumah dan di gereja, juga berdoa senantiasa.
Tekun dalam doa itu memelihara persekutuan kita dengan Tuhan se-hingga hidup ini tetap segar dan manis (itu limpah dengan sukacita, Maz 16:11, Pil 4:4), dan kuasa Allah terus bertambah-tambah didalam kita (Luk 24:49). Kalau ada dosa-dosa (lebih-lebih yang tersembunyi dalam rencana-rencana dan yang terlupa), akan banyak diterangi didalam doa (dan Firman Tuhan) (1Tim 4:5) sehingga orang yang mau dapat membereskan dan membuangnya sama sekali (dengan iman).
3. BERTEKUN DALAM  PELAYANAN
Firman Tuhan itu seperti roti (nasi). Doa itu seperti bernafas atau tidur. Pelayanan itu seperti bergerak. Semua ini diperlukan untuk bisa tetap hidup sehat.
Justru dengan bersaksi dan melayani saudara-saudara kita (dengan sungguh-sungguh dan tulus), kesucian kita akan tetap terpelihara. Sebab sedikit dosa atau keinginan-keinginan dosa sudah membuat banyak problem dalam pelayanan, sehingga kering, kosong, membosankan, hilang semangat dan gagal, tidak ada buahnya.
4.  BERTEKUN  DALAM  PERSEKUTUAN
Bersekutu dengan saudara-saudara seiman dalam kasih dan kesucian Allah itu besar pengaruhnya di dalam pemeliharaan kesucian. Hanya bertemu saja di dalam hadirat Tuhan (dalam kebaktian atau di tempat-tempat lain) sudah menyegarkan dan menguatkan kita sehingga keinginan-keinginan dosa  itu makin lemah (sirep, sirna) dan lebih mudah dibuang (Rom 1:12).

KESIMPULAN:


Sesudah lahir baru kita menjadi baru, dan suci, bebas, merdeka dari dosa  namun belum kebal dari dosa.
Tetapi kalau kita mau memelihara kesucian, kita dapat terhindar  dari semua dosa sejak dari dalam pikiran kita, sehingga kita hidup bebas  dari dosa setiap saat. Kita menang dalam setiap percobaan, dapat  melakukan kehendak Tuhan dan tabiat, sifat, sikap kita berubah menjadi  seperti Yesus, selalu hidup dalam  kesucian. Ini in-dah! Kelihatannya seperti kebal dari dosa, tetapi sebetulnya belum. Ini adalah  hasil pemeliharaan kesucian dengan baik.
Ini besar artinya, kita bisa bertumbuh terus, berbuah-buah dan me-ningkat dalam kesucian dan pelayanan (Orang yang jatuh bangun dalam dosa, pertumbuhannya sangat terganggu, sering kali harus mulai baru lagi dan dosa itu merusak banyak perkara yang baik! Pengk 9:18).
Ingat, kita belum kebal dari dosa, sebab itu kesucian harus dipelihara ! Dan hasilnya sangat indah. (Jauh lebih indah dan jauh lebih banyak faedahnya daripada kalau kita memelihara kesehatan, bahkan hasilnya sampai kekal !).
Setiap hari kalau kita dapat hidup suci, itu dengan anugerah Tuhan, dengan iman. Kita sangat tergantung dari Tuhan seperti bumi ini tergantung penuh dari matahari. Kalau putus hubungan dengan Tuhan, akan menjadi lemah, dan jatuh dalam dosa. Setiap langkah dan setiap hari kita harus berjalan dengan Tuhan, jangan berjalan sendiri, kita mutlak tergantung dari Dia.
Kalau seorang memperhatikan semua hal ini, hidupnya akan bebas dari dosa seolah-olah seperti kebal, tetapi belum. Nanti waktu sampai pada kesempurnaan, baru kita menjadi kebal, 100 % tidak bisa berdosa lagi. Kita akan sampai pada fase itu, kita tingkatkan rohani kita, terus tumbuh dalam Ruangan Suci sampai masuk dalam tingkatan Ruangan Maha Suci, yaitu kesucian mutlak, sempurna, itu puncak dari segala keindahan dan kemuliaan (Maz 50:2).

HARUS PERCAYA !

Mengapa ada orang Kristen yang bisa  hidup dalam kesucian terus menerus dan ada yang tidak ?
Sebab ada yang percaya, ada yang tidak percaya. Orang yang percaya akan Firman Tuhan ini, akan melakukannya dan pasti ia mengalaminya sesuai dengan imannya.
Orang yang tidak percaya,  tidak akan sungguh-sungguh memelihara kesuciannya, ia ragu-ragu dan akan berulang-ulang dan jatuh.
Percayalah, kita bisa hidup suci seperti Yesus kalau kita menaati Firman Tuhan  diatas. Akan jadi sesuai dengan iman kita.
Matius 9:29 “… ‘Sama seperti yang kamu percaya menjadilah bagi kamu.'”(TL).

Jadi kita bisa hidup tetap suci kalau  kita mau bergantung pada Tuhan dan memelihara kesucian kita dengan:
1. Mau
2. Berjalan dalam Roh,
a. Mau salib, mematikan daging, bukan menuruti  daging
b. Melangkah dengan iman setiap kali dalam semua segi dalam setiap langkah
3. Memelihara hati/ pikiran dalam kesucian.
4. Bertekun dalam Firman Tuhan, doa, pelayanan/ bersaksi dan persekutuan.
1Yohanes 5:18 “Maka kita mengetahui bahwa barangsiapa  yang berasal daripada Allah tiada berbuat dosa,  melainkan orang yang berasal daripada Allah itu memeliharakan diri, dan si jahat itu tiada menjamah dia.”(TL).

KEBAL DARI DOSA

Pada suatu tingkatan tertentu, kita dapat sampai pada keadaan ini. Alkitab tidak mengatakan tentang kekebalan dari dosa, tetapi suatu “keadaan mutlak tidak bisa berdosa lagi”, seperti Allah, yaitu:
1. Pada waktu orang-orang beriman yang percaya masuk Surga. Di sini memang tidak ada iblis dan setan-setan, tidak ada godaan dari luar, juga dari dalam tidak ada tubuh dosa (yang penuh dengan nafsu-nafsu dosa), dan orang-orang beriman disini juga tidak bisa berdosa lagi sebab sudah teruji di dunia dan lulus (dan mendapatkan tingkatan / pahalanya masing-masing)

Tubuh kemuliaan. Sudah teruji, mutlak tidak bisa  berdosa lagi.
(Bagaimana bayi-bayi yang mati dan masuk surga? Mereka belum  teruji, apakah mereka juga tidak bisa berbuat dosa lagi di Surga?  Ya! Keadaan mereka seperti malaekat-malaekat yang  setia dan  tidak berdosa. Meskipun malaekat-malaekat tidak pernah diolah  dan diuji dalam “sekolah dunia” seperti manusia, tetapi malaekat-  malaekat ini tetap setia. Allah dapat melihat lebih dahulu (Rom  8:29) bahwa orang-orang (bayi-bayi) ini,yang lahir dalam keluarga  orang percaya, juga punya keadaan seperti malaekat-malaekat yang setia ini. Sebab itu mereka dilahirkan lewat orang tua yang percaya sehingga waktu mati mereka juga selamat (1Kor 7:14)).

2. Orang beriman (sudah lahir baru) selama hidup di dalam Roh itu seolah-olah kebal dari dosa, artinya tidak berdosa lagi, tetapi kalau ia keluar dari pimpinan Roh, jalan sendiri, ia bisa jatuh kembali di dalam dosa.
3. Orang sempurna. Orang beriman yang “sempat” tumbuh didalam Kristus sampai sempurna (sesudah melewati “Tirai” yaitu baptisan api), akan berubah menjadi sempurna seperti Kristus. Tubuhnya berubah menjadi  tubuh kemuliaan seperti tubuh kebangkitan Kristus lalu langsung naik ke tahta Allah. Ini dialami oleh Henoch, Elia, Musa (mati dahulu lalu dibangkitkan Tuhan dalam tubuh kemuliaan) dan masih ada banyak orang lagi yang “sempat” mencapai tingkatan ini, istimewa pada saat terakhir diakhir zaman, didalam hujan akhir. Mereka langsung naik ketahta Allah, tetapi juga kembali melayani gereja akhir zaman didunia seperti Kristus (selama 40 hari sesudah kebangkitan Kis 1:3). Keadaannya sebagai berikut:

Kelompok yang terakhir ini (orang-orang sempurna) dinubuatkan  dalam banyak ayat-ayat Alkitab. Misalnya dalam (1Tes 5:23, 1Kor  1:8, Ef 5:27, Mat 5:48, Yoh 10:35), dan sebagainya.

Di dalam (Yoel 2:7-8) nampak mereka kebal didalam peperangan.  Ini adalah nubuatan tentang pelayanan orang sempurna pada Gereja  akhir zaman seperti pelayanan Tuhan Yesus selama 40 hari sesudah  kebangkitan (hanya untuk orang-orang tertentu saja. (Kis 1:3,  10:40-41)). Ini suatu pelayanan yang luar biasa, langsung dari tahta Allah, seperti “malaekat-malaekat” yang naik ke tahta Allah dan turun kembali ke bumi  ke atas Gereja yaitu tubuh dari Anak Manusia ! (Yoh 1:51).

Pasukannya tidak pernah bubar sebab mereka betul-betul kebal dari semua senjata musuh. Mereka menang 100 % dalam setiap peperangan. Mereka  dapat menghadapi pedang yang terhunus tanpa dilukai, kena panah dan tombak, kena batu dan pukulan, tetap tidak terpengaruh sedikitpun. Sebab seperti Kristus sesudah kebangkitan, mereka bisa berjalan tembus tembok meskipun punya daging dan tulang Luk 24:39, Yoh 20:26.


Yoel 2:7 Mereka akan berlari-lari seperti orang perkasa. Mereka akan memanjat tembok seperti orang-orang perang dan mereka akan berbaris masing-masing di jalannya, maka ikatan perang mereka tidak pecah (KJ).

Yoel 2:8 Juga mereka tidak akan saling berdesakan; mereka akan berjalan masing-masing pada jalurnya dan kalau mereka jatuh ke atas pedang, mereka tidak terluka (KJ).

Inilah keadaan orang-orang yang sempurna ini, yang  mutlak tidak lagi berdosa. Istimewa di dalam pelayanannya  di bumi, mereka tidak lagi bisa jatuh waktu digoda, dirayu,  diancam bahkan diapakan saja, sebab keadaannya sudah  sempurna seperti Kristus. Beberapa banyak diantara kita  yang sungguh taat, selalu dipimpin Roh akan sempat diolah  sampai sempurna.
Sangat indah. Sebab dosa itu sumber segala kepahitan,  kepedihan, celaka, penderitaan dan sengsara; Kalau kita  bisa tetap tinggal hiddup dalam kesucian itu sangat indah. Apa lagi kalau kita sudah masuk dalam kesucian yang mutlak, itu amat indah, betul-betul itulah Surga

Mazmur 50:2. Maka dari dalam Sion (Bukit Kesucian), yaitu kesempurnaan keelokan, bersinarlah Allah dengan kemuliaanNya.

Suci itulah puncak keindahan dan suci itulah Surga.