Isteri Nyaris Hilang

Kejadian 12:10-20

Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.
Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: “Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya.
Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup.
Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau.”
Sesudah Abram masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat bahwa perempuan itu sangat cantik, dan ketika punggawa-punggawa Firaun melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perempuan itu dibawa ke istananya.
Firaun menyambut Abram dengan baik-baik karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta.
Tetapi TUHAN menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram itu.
Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: “Apakah yang kau perbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu?
Mengapa engkau katakan: dia adikku, sehingga aku mengambilnya menjadi isteriku? Sekarang inilah isterimu, ambillah dan pergilah!”
Lalu Firaun memerintahkan Abram pergi, bersama-sama dengan isterinya dan segala kepunyaannya.

Ini pengalaman Ibrahim, seorang yang rohani dan setia. Sekalipun demikian, tetapi karena salah langkah, ia hampir kehilangan isterinya, nyaris rumah tangganya hancur.
Ada banyak kebenaran-kebenaran Firman Tuhan yang tersembunyi di dalam “salah langkah” dari Ibrahim ini, suatu pelajaran yang baik tentang rumah tangga supaya jangan sampai rumah tangga kita terganggu.

I. HIDUP TIDAK  DI DALAM KEHENDAK TUHAN.

Kejadian 12:10 Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir  untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.

Mencari makan (nafkah), sebab itu turun ke Mesir.
Ini tidak disuruh Tuhan, bukan dalam kehendak Tuhan! Kalau Ibrahim bertanya-tanya akan Tuhan (1Taw 16:11 seperti Daud), pasti Tuhan larang dia seperti Ishak
Kejadian 26:1 Maka timbullah kelaparan di negeri itu, — Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.
Kejadian 26:2 Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.

Karena berjalan sendiri maka Ibrahim hampir mengalami  kehancuran rumah tangga.
Orang beriman yang melangkah sendiri itu berada dalam macam-  macam bahaya. Mungkin tidak nampak dengan segera, tetapi tetap  berbahaya karena berjalan menurut kehendak sendiri, itu tidak  menurut jalan Allah, tidak ada jaminan dari Tuhan!
Elimelech waktu kelaparan, lari ke negeri kafir, menuruti  kehendaknya sendiri, itu melanggar Firman Tuhan. Untuk  sementara ia tertolong, seolah-olah tidak ada apa-apa, tetapi  akhirnya ia mati dengan semua anak-anaknya, sehingga seluruh  keluarga punah, sisa hanya Naomi sebatang kara. Padahal orang-orang di Betlehem yang dahulu sama-sama mengalami kelaparan, pada waktunya ditolong Tuhan dan tetap hidup.
Ini akibatnya seorang yang jalan sendiri, Tuhan melepaskannya dan membiarkannya dengan segala resikonya.
Bileam juga menurut jalannya sendiri dan binasa, apalagi Yudas Kis 1:25.
Karena Ibrahim berjalan menurut kehendaknya sendiri, ia salah langkah dan istrinya hampir hilang.
Kita harus belajar hidup sesuai dengan Firman Tuhan, maka seluruh hidup kita  termasuk pernikahan akan selalu terpelihara, sampai ke dalam hidup yang kekal. Kekeliruan dalam soal uang, cara hidup, dan sebagainya juga dapat mengakibatkan  kerusakan yang besar dalam hidup nikah. Sebab itu untuk mendapat hidup nikah yang baik, segala segi hidup kita juga harus dicocokkan dengan kehendak Tuhan.

II. KARENA NAFKAH.

Kejadian 12:11 Pada waktu ia akan  masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: “Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya.

Kecantikan istri adalah milik suami. Baik kecantikan yang sedikit atau banyak itu 100 % monopoli suaminya. Seluruh tubuh istri milik suami sepenuhnya, begitu juga seluruh tubuh suami milik istri sepenuhnya. Ini ikatan pernikahan, hak suami istri.
1 Korintus 7:4 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.
Mereka menuju ke Mesir karena kebutuhan makanan yaitu nafkah, karena uang. Seringkali alasan nafkah ini dianggap mutlak sangat kuat. Ada orang-orang beriman yang tidak bisa berbakti karena nafkah, mereka merasa tidak bersalah, tidak tertuduh, tidak apa-apa. Untuk orang-orang du-nia, nafkah adalah alasan utama, tetapi bukan untuk orang-orang beriman. Alasan keselamatan kekal itu yang berada di atas segala-segalanya. Untuk apa kita mendapat nafkah kalau jiwa kita terhilang.
Begitu juga dengan kesucian rumah tangga kita!Jangan karena uang, nafkah, dan lain-lain. maka hidup nikah dilonggarkan, sehingga menjadi seperti saudara dengan saudara, bukan suami-isteri. Ini permulaan dari dosa zinah!
suami istri: 1 + 1 = 1 karena uang, nafkah,  segan dan lain-lain suami istri menjadi bersaudara saja saudara – saudara: 1 + 1 = 2
Ini tindakan yang salah, menghancurkan rumah tangga. Kalau suami istri menjadi seperti saudara dengan saudara, itu berarti menghancurkan prinsip hidup nikah. Suami istri bukan seperti saudara dengan saudara. Suami istri itu seperti kepala dan badan, kalau dipisahkan akan rusak, mati!
Efesus 5:23 karena  suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
Kalau saudara dengan saudara tidak ada cemburu, kalau suami-isteri ada cemburu, ada ikatan yang kuat, yang tidak boleh diganggu, apalagi dimasuki orang ketiga. Kalau saudara bersaudara, orang lain boleh masuk, kalau suami istri tidak boleh. Tetapi karena sama-sama merasa tekanan ekonomi yang berat, lalu suami-isteri menahan diri, membiarkan ada orang ketiga ke luar masuk seenaknya, asal dapat uang. Tidak boleh ada orang lain di dalam hidup nikah. Orang ke tiga yang masuk di dalam hidup nikah, itu merusakkan, menghancurkan dan mematikan hidup nikah itu. Jadi kalau Ibrahim dan Sarah mengakui atau hi-dup sebagai saudara dengan saudara, itu mengundang orang ke tiga masuk untuk menghancurkannya.
Alasan-alasan yang lazim yang membuat suami istri yang bodoh mau hidup sebagai saudara dengan saudara:

  • Karena uang, nafkah; segan pada majikan yang memberi uang, apalagi kalau tuannya royal memberi uang sehingga isterinya dibiarkan saja “terlalu dekat” dengan bosnya dan akhirnya lekat!
  • Arena hutang budi.
  • Demi karier, dicium majikan sebab berjasa.
  • Orang besar yang disegani, ditakuti. -karena keponakan atau famili lainnya.
  • Karena teman akrab.
  • Dan sebagainya.

Tidak jarang juga karena “tanpa sebab”, tetapi sebetulnya sebab ada dosa zinah!
Alasan apapun jangan membiarkan orang ke tiga masuk di tengah-tengah suami istri, apalagi kalau suami istri sendiri sama-sama mengizinkan dan membiarkan, itu akan menghancurkan rumah tangganya. Pasti!
Bagaimana cara orang ke tiga “masuk”?
Ada macam-macam jalan dan cara sesuai dengan sikonnya masing-masing. Misalnya:

  • Bekerja sama-sama dengan orang ketiga, lebih dekat satu dengan yang lain.
  • Mengantarkan ke tempat pekerjaan atau memulangkan (mengantar pulang?).
  • Orang ketiga memberi nasehat dengan akrab berdua saja.
  • Memberi hadiah atau barang-barang tertentu.
  • Makan bersama di kantor, lalu di restoran.
  • Pergi bersama-sama.
  • Lama-lama berani bercumbu-cumbuan, tetapi terhadap orang lain ditutup-tutupi dengan perbuatan yang seringkali nampak aneh-aneh.
  • Dan seterusnya.

Kalau suami atau istri pergi atau berbuat atau bersikap yang aneh-aneh dengan orang lain yang berbeda jenis, kita harus curiga dan mengusut sambil berdoa, jangan ada “Pak Tom” masuk (Tom = The Other Man, bahasa Inggris: orang ke tiga, atau Miss Tow = The Other Woman, perempuan yang lain, orang ke tiga juga).
Mungkin ia mendapat uang dari orang ketiga itu, tetapi hubungan nikah menjadi rusak oleh orang itu!
Ini siasat iblis.
Jangan kuatir dengan kekurangan uang. Percayalah kepada Allah dan hiduplah berpada dengan apa yang ada, tetapi pelihara hidup nikah baik-baik sebagai suami-isteri, bukan sebagai saudara dengan saudara! Ja-ngan segan, lebih baik tidak mendapat uang daripada hidup nikah rusak, sebab kerusakan hidup nikah adalah kerusakan rohani dan itu kekal kecuali bertobat! (jiwanya dapat hilang ke neraka). Kurang uang untuk orang beriman itu hanya sementara, pasti Tuhan beri pada waktunya. Berpadalah dan percaya, bersyukur dan memuji Tuhan, pasti nafkah dari Tuhan datang dan hidup nikah tetap terpelihara. Kalau uang (berkat) datang, tetapi hidup nikah menjadi rusak, itu berkat dari iblis (atau lebih tepat itu jerat) !

III. IBRAHIM KETAKUTAN.

Kejadian 12:12 Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku  dan membiarkan engkau hidup.

Berjalan sendiri itu pada suatu saat pasti akan mengalami ketakutan, sebab kekuatan dan kemampuan manusia yang manapun terbatas. Jangan berjalan sendiri.
Efesus 5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, melainkan hendaklah mengerti apa kehendak Tuhan (TL).
Belajar mengerti kehendak Tuhan dan turut jalan Tuhan, berjalan dalam Roh.
Roma 8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
Kalau toh sudah melangkah salah, bertobatlah. Kembalilah ke jalan yang benar sedapat-dapatnya, serahkanlah semua perbuatan-perbuatan yang salah itu kepada Tuhan lalu taatlah terus menerus kepada Tuhan. Harap dan percaya kepada Tuhan, Dia mau mengampuni dan menolong segala “salah jalan” kita. Kalau Tuhan menolong, pasti ada jalan. Misalnya Tuhan dapat memberi rasa takut pada semua orang-orang itu seperti Mazmur 9:21; Kej 35:5. Tuhan juga bisa memberi kata-kata hikmat dan kuasa, sehingga terlepas, atau dengan mujizat. Tuhan mempunyai banyak jalan tanpa batas, Tuhan sanggup, percayalah!
Orang yang percaya tidak akan takut! Kalau masih ada ketakutan, itu berarti ada yang tidak beres, tidak punya iman. Berdoalah minta iman ditambahkan.
Godaan dan ancaman dalam dunia memang luarbiasa, sehingga banyak orang takut jatuh dalam dosa, takut tidak bisa hidup suci. Tetapi di dalam Kristus, kita dapat hidup suci, kita dapat memelihara kesucian hidup nikah kita dan memiliki hidup nikah yang indah dan bahagia, mempermuliakan Nama Tuhan. Yakinlah!

IV. HIKMAT MANUSIA SIA-SIA.

Kejadian 12:13 Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau.”


Hikmat Ibrahim (menyuruh mengakui saudara) itu adalah dari akalnya sendiri, bukan hikmat Allah. Akhirnya dengan menuruti akalnya sendiri, datang kehancuran, kesedihan dan jalan buntu!
Nampaknya hikmat manusia itu menjanjikan banyak, tetapi akan ternyata akhirnya sia-sia. Ingin selamat, akhirnya tidak selamat, pecah dan hancur.
Dengan kekuatan dan hikmatnya sendiri manusia tidak mungkin bisa lepas dari dosa dan jerat setan, tidak mungkin. Tanpa Allah setan lebih cerdik, lebih berpengalaman, lebih segala-galanya dari manusia, sebab semua orang berdosa ada di dalam kuasa setan. Ini nasib semua orang yang memakai akalnya sendiri. Ingin selamat hasilnya sesat.
Jangan memakai hikmat sendiri, tetapi dalam segala perkara pakailah hikmat Allah yaitu pimpinan Roh Kudus di dalam kebenaran Firman Tuhan.
Memang menuruti Firman Tuhan itu sangat sukar untuk daging, hampir tak mungkin, sebab memang Firman Tuhan hanya bisa ditaati dengan pertolongan Allah yaitu dengan hikmat dan kuasa Allah. Orang yang mau menurut Firman Tuhan harus hidup baru dalam kesucian, penuh dengan pengurapan Rohkudus (tekun berdoa dan membaca Firman Tuhan) dan mau menurut pimpinan Roh. Harus berjalan dengan iman, bukan dengan akal, baru dapat berjalan sesuai dengan Firman Tuhan (2Kor 5:7).
Semua orang tidak sanggup dan tidak dapat menurut Firman Tuhan dengan kekuatannya sendiri, harus berdoa dan bersandar pada Roh kudus. Tetapi kalau kita menurut Firman Tuhan, hidup nikah kita terpelihara, menjadi indah bahkan berbuah-buah. Jangan percaya siasat, hikmat, falsafah duniawi meskipun nampaknya bisa menolong.
1. Falsafah dunia ini palsu. Misalnya mau sama-sama selamat, sama-sama senang, lalu berjalan sendiri-sendiri, sebagai saudara dengan saudara, itu tipu daya setan! Ingat suami-isteri itu sebagai kepala dan badan, tidak dapat berjalan sendiri-sendiri! Tidak dapat mencari senang sendiri-sendiri, itu berarti hancur!
2. Ibrahim dan Sarah berpikir bahwa dengan mengorbankan sedikit prinsip suami istri, mereka akan selamat dan kemudian dapat bersama lagi, dapat pulih kembali. Tidak! Kalau sudah masuk jerat, semua hancur.
Mengorbankan isteri atau suami meskipun hanya satu kali atau sementara saja itu tidak membuat selamat, tetapi kehancuran di dunia dan untuk kekal! Kadang-kadang karena tekanan ekonomi yang berat atau karena keserakahan, orang menjadi mata gelap, rela kehilangan isteri atau dimasuki orang ketiga, asal dapat uang. Ini umpan setan dan pasti binasa! Jangan memakai macam-macam akal-akalan meskipun dalam keadaan darurat. Kembalilah pada Firman Tuhan, taatilah dengan kuasa Rohkudus, berdoa, kalau perlu berpuasa, Tuhan pasti dapat menolong!

V. PERI CANTIK ITU PENIPU

Kejadian 12:14 Sesudah Abram masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat bahwa perempuan itu sangat cantik,

Ada beberapa nasehat Tuhan tentang cantik dalam ayat yang berikut:
Amsal 31:30 Adapun peri cantik itu penipu adanya dan keelokan itu sia-sia, tetapi seorang bini yang takut akan Tuhan itu akan dipuji-puji (TL).

1.Cantik itu menarik perhatian, orang akan mudah dan suka melihat terus,  tahu-tahu timbul ingin dan sudah jatuh dalam dosa, lepas dari  hubungan baik dengan Tuhan, ini permulaan celaka!
2.Elok itu untuk suami sendiri. Kalau sudah dipamerkan pada orang lain,  akan menjadi onar seperti di sini!
Dalam Perjanjian Lama pemakaian cadar (tudung muka) itu sudah biasa,  apalagi terhadap orang asing.
Kejadian 24:65 Lalu katanya kepada hamba itu: Siapakah orang laki-laki yang berjalan di padang ini datang mendapatkan kita? Maka sahut hamba itu: Ia itulah tuan hamba. Sebab itu diambil oleh Ribkah akan tudung muka, lalu ditudungnya dirinya (TL).(Kej 38: 14,19).
Seharusnya Sarah memakai cadar seperti Ribkah. Rupa-rupanya Sarah itu juga suka pamer, tidak rohani dan coba-coba mengandalkan kecantikannya sehingga menjadi onar.
Isteri-isteri yang suka memamerkan sebanyak mungkin dari kecantikannya pada orang lain akan menimbulkan onar, sebab:
a. Tubuh isteri itu milik suami, dengan segala keelokannya
1Korintus 7:1-4. Menjawab segala pertanyaan di dalam suratmu itu, maka baiklah laki-laki jangan menyentuh perempuan, akan tetapi dari sebab zinah, maka hendaklah tiap-tiap laki-laki beristerikan isterinya sendiri, dan tiap-tiap perempuan bersuamikan suaminya sendiri. Hendaklah suami itu menggenapkan kewajibannya kepada isterinya, demikianlah juga isteri itu kepada suaminya. Maka isteri itu tiada berkuasa atas tubuhnya sendiri, melainkan sua-mi itu. Demikian juga suami itu tiada berkuasa atas tubuhnya sendiri, melainkan isteri itu (TL).

Ini dikatakan Paul karena adanya dosa-dosa zinah yang limpah di Korintus. Memamerkan atau mempertontonkan kecantikan muka dan tubuh “untuk orang lain” itu berhubungan erat dengan perzinahan, baik dari salah satu pihak atau dari kedua pihak. Tetapi kalau tubuh isteri itu untuk suami, itu bukan zinah, itu hak suami- isteri. Sebab itu  tidak patut isteri-isteri memamerkan sebanyak-banyaknya dari keelokannya pada orang lain, itu dosa zinah!
b. Itu jerat dosa Ams 31:30. Membuat orang laki-laki lain jatuh dalam dosa zinah. Istri yang suka pamer, sadar atau tidak, sengaja atau tidak, ia menjadi kaki tangan setan.
2 Petrus 2:18 Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat (TL: memikat) orang-orang  yang baru saja melepaskan diri dari mereka yang hidup dalam kesesatan.
Jadi suka pamer (show) adalah dosa yang jahat. Istri- istri atau gadis-gadis jangan suka pamer!
Tuhan sangat benci pada orang yang suka menjerat orang lain sampai jatuh dalam dosa. Hukumannya dahsyat, yaitu sebagai seorang pembunuh!
Amsal 16:29 Barangsiapa yang membujuk  akan sahabatnya serta membawanya akan dia kepada jalan yang jahat, ia itu pembunuh  juga adanya.
c. Dosa ini menimbulkan banyak onar dan dosa-dosa lainnya. Isteri yang setia dan suci hatinya menutup tubuhnya semaksimal mungkin dari orang lain.
Daud melihat Betsyeba dalam keadaan terbuka maksimal, sehingga timbul onar yang berkepanjangan
2 Samuel 11:2 Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.
Korbannya banyak sekali! 20.000 orang mati akibat dari “show” (pameran) yang tidak disengaja ini (2Sam 12:11- 14/ 18:7) (apalagi kalau disengaja).
Juga orang-orang zaman Nuh berbuat demikian. Mereka melihat-lihat perempuan-perempuan itu tidak habis-habisnya, yang cantik-cantik, dan menginginkan barang siapa saja yang disukainya.
Kejadian 6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan- perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
Sebab itu dosa zinah dan dosa-dosa lainnya meningkat luarbiasa. Akibatnya seluruh dunia binasa kecuali keluarga Nuh.
Amnon. Karena menuruti keinginan matanya, yaitu karena ingin keelokan Tamar  (2Sam 13:1; 14:27) akhirnya timbul onar dan Amnon binasa.
Pameran (show) perempuan Moab di Baal Peor membuat onar yang dahsyat sehingga 24.000 tentara Israel mati dalam 1 hari Bil 25:2,9.
Herodes juga membuat onar, sebab mata keranjangnya dan Herodiah memamerkan dirinya, sehingga rumah tangga Herodes dan Pilipus sauda-ranya kacau balau. Bahkan akhirnya juga kepala Yohanes putus.
Dalam segala zaman dan di mana-mana saja dunia (juga di dalam Gereja yang mengizinkan “show”!) selalu menjadi ramai oleh karena perempuan- perempuan yang tidak rohani me-mamerkan dirinya semaksimal mung-kin kepada orang-orang lain yang bukan suaminya!
Menari di dalam Gereja dapat juga menjatuhkan korban!
Ada seorang bapak berkata: “Saya silau melihat perempuan-perempuan itu menari di mimbar waktu memuji-muji Tuhan!” Ini berarti bapak itu mengalami peperangan hebat dalam hatinya sebab melihat perempuan-perempuan itu bergoyang-goyang di mimbar, dan ia hampir atau sudah jatuh, sudah ingin akan dia. Di dunia godaan ini tidak dapat dihindarkan, kita harus bisa menghadapinya, yaitu dengan kuasa Tuhan dan lari dari padanya (Ams 22:3)                              . Tetapi beberapa hamba-hamba Allah juga ada yang setuju menaruh godaan ini di atas mimbar waktu memuji dan menyembah Tuhan dalam kesucian. Tuhan tidak menyuruh!  Lalu disuruh siapa ? (Ini hanya ada dalam Perjanjian Lama. Kebenaran Perjanjian Lama tentang menari itu adalah bayangan dari “kebebasan dalam Roh” dalam Perjanjian Baru 2Kor3:17.
Dalam Perjanjian Baru tidak pernah kita disuruh memuji dan menyembah Allah dengan menari, tidak pernah, yang betul dengan kebebasan dalam Roh dan itu suci, bukan godaan untuk dosa. Jangan turut arus orang banyak, jangan mentiru-tiru luar negeri, tetapi yang penting menyembah Allah dalam kesucian, dipimpin Roh. Ada kebebasan tetapi bukan menari-nari, apalagi yang sudah direncanakan dan dilatih, bukan!).
Juga gadis-gadis yang belum menikah, harus menreservekan/ menyimpan keelokannya untuk sang suami yang akan datang. Memang gadis-gadis bersikap lebih bebas daripada isteri-isteri, tetapi tetap dalam batas-batas kesucian yang dari Tuhan. Jangan mencari suami/ pacar dengan menjual diri, itu prinsip perempuan sundal. Meskipun tanpa pameran, apalagi kalau hidup dalam kesucian, jodoh dari Tuhan pasti datang dan mereka harus tetap suci sampai kepada hari pernikahannya.
1Tesalonika 4:3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,

1Tesalonika 4:4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan.
1Tesalonika 4:4 Sehingga masing-masing kamu tahu memilih isteri sendiri di dalam hal yang kudus dan hormat (TL).
Baik isteri maupun gadis jangan suka memamerkan kecantikannya. Semua harus bersikap dan berpakaian yang wajar dan baik.
Sebab itu supaya hidup nikah terpelihara, hendaknya setiap suami beristerikan isterinya sendiri, memilikinya sendiri, jangan dengan orang lain.
1Korintus 7:2 tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.
Amsal 5:15 Minumlah air dari kulahmu sendiri, minumlah air dari sumurmu yang membual.
Juga isteri memberikan seluruh tubuhnya kepada suaminya (tanpa menahankannya) dan menutup keelokannya semaximal mungkin dari orang lain. Begitu juga suami terhadap istri.
Ini kadang-kadang relatip, tetapi  dalam hati harus suci dan jangan menjadi batu sontohan bagi orang lain (sekalipun hatinya suci masih bisa jadi batu sontohan!).
Jangan menghias dan membuat diri seelok-eloknya bagi orang lain, bukan pada suaminya sendiri; melainkan seelok-eloknya untuk suami sendiri. Kadang-kadang suami pergi untuk beberapa hari, lalu si isteri berdandan dan berhias berlebih-lebih, seelok mungkin, itu untuk siapa …?!
Jangan meniru cara-cara orang dunia, dunia memang mabuk dalam anggur persundalan Babil Wah 17:2. Kita lain! Untuk semua orang beriman lain. Berpakaian dan bersikaplah yang baik, wajar dan tegas dalam kesucian dengan selalu takut akan Allah. Boleh mendandani dan mempercantik diri untuk suami sendiri, tetapi bukan untuk orang lain. Penampilan tentu perlu diperhatikan (ini relatip), tetapi tidak berlebih-lebihan. Dengarlah suara Roh dan taatlah sesuai dengan Firman Tuhan. Juga harus mendengar suara suami sendiri tentang hal ini dan nasehat pemimpin-pemimpin di dalam Gereja.
Ada beberapa banyak perempuan yang tidak mengerti, meskipun rohani, sudah dipakai setan menjadi jerat untuk membuat kejatuhan banyak laki-laki lain dalam dosa.
Baik bujang atau sudah menikah, semua harus memelihara kesucian hidupnya dan jangan tertipu oleh kecantikan.

VI. DARI HATI MELIMPAH MELALUI MULUT.

Kejadian 12:15 dan ketika punggawa-punggawa Firaun  melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perempuan itu dibawa ke istananya.


Mata ini harus disucikan, supaya ja-ngan hati itu penuh dosa. Kalau tidak mau menyangkali keinginan mata, maka hati akan penuh dengan dosa (1Yoh 2:16).
Hati yang kotor akan memenuhi mulut dengan kenajisan yang sama seperti yang di dalam hati.
Matius 12:34 Hai kamu keturunan ular biludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.
Untuk orang dunia, tidak ada ukuran kesucian, tetapi untuk orang beriman ada.
Bahkan di dunia ukurannya terbalik Pil 3:19. Hal-hal yang najis, di dunia justru menjadi rekreasi, kesukaan dan ke-muliannya. Padahal itu dosa, merusakkan kesucian, rumah tangga dan hidup kekalnya.
Ukuran Firman Tuhan adalah sebagai berikut :

  • Mulut (Ef 5:3; Mat 12:34-36 dan sebagainya).
  • Mata (Mat 5:28; 2Pet 2:14 dan sebagainya).
  • Hati (Mark 7:21-23; Maz 51:8) dan sebagainya.

Semuanya perlu dipelihara dalam kesucian, supaya dari dalam hati kita mengalir sungai air hidup yang heran dan penuh kuasa.
Amsal 4:23 Peliharakanlah hatimu terlebih daripada segala yang patut dipeliharakan, karena dari dalamnya terpancarlah segala mata air hidup.

VII.  ANGGUR  SUNDAL BABIL.

Kejadian 12:16 Firaun menyambut Abram dengan baik- baik karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta.

Ibrahim mendapat banyak harta sebab Sarah “dijual”. Maksud Ibrahim pada permulaannya hanya untuk mendapat makanan supaya tidak kelaparan. Sekarang ia mendapatkannya, tetapi isterinya hilang!
Orang yang terlalu ingin akan uang, atau cinta uang akan mudah terjebak dalam kasus-kasus seperti ini dan rumahtangganya rusak!
Dalam dunia, hal ini sudah umum, sebab seluruh dunia minum dari air anggur sundal Babil yang keji itu sampai mabuk.
Wahyu 17:2 Dengan dia raja-raja di bumi telah  berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya.”

Anggur sundal Babil = Kesukaan dari segala perkara-perkara perzinahan.
Memang ada sukacitanya pada permulaan. Untuk sementara (Ibr 11:25).
Amsal 14:12 Ada jalan yang disangka orang lurus (TL: betul), tetapi ujungnya menuju maut.
Tetapi akhirnya celaka dan dukacita. Bunyi tertawanya hanya seperti bunyi dahan-dahan kering dibakar di bawah periuk.
Pengkotbah 7:6 Karena seperti bunyi duri terbakar di bawah kuali, demikian tertawa orang bodoh. Ini pun sia-sia.

Sesungguhnya dosa itu penderitaan.
Roma 3:17 . dan jalan damai tidak mereka kenal.
Orang beriman yang minum anggur ini, akan rusak rumahtangganya. Hiduplah dalam kesucian dan bersukacitalah, minumlah dari kolammu sendiri.
Amsal 5:15-23 Baiklah engkau minum  dari dalam kolammu sendiri dan air yang mengalir dari-pada telagamu sendiri. Biarlah pancaran airmu mengalir keluar seperti anak sungai pada sisi jalan. Biarlah ia menjadi engkau seorang jua punya  dan  jangan orang lain empunya dia sertamu. Berkatlah kiranya atas pancaranmu,  dan bersukacitalah engkau akan bini yang pada masa mudamu. Biarlah ia bagimu seperti rusa betina yang manis dan seperti kijang yang cantik, biarlah gurau sendanya memabuki engkau  selalu, dan berkembaralah senantiasa dalam kasihnya. Betapa gerangan, hai anakku! engkau membuang dirimu pada perempuan jalang, serta meriba akan orang yang tiada ketahuan? Karena jalan tiap-tiap orang adalah nyata di hadapan orang, maka Tuhanpun menyelidik akan segala bekas tapak kakinya. Adapun orang jahat, ia itu akan dijerat oleh kejahatannya sendiri, dan iapun akan terikat dengan tali dosanya sendiri.Sebab tiada diterimanya pengajaran, maka binasalah ia, dan iapun akan disesatkan oleh kebodohannya yang tiada terbaiki adanya.
Jangan menikmati anggur sundal Babil atau makan upah persundalannya, ini sumbernya segala dosa, sehingga dunia dibinasakan pada zaman Nuh, Lut dan akhir zaman ini! Jangan terjebak masuk dalam hukuman dunia, tetapi menyangkal diri supaya masuk dalam rencana Allah yang mulia dan kekal.

VIII. HUKUMAN ALLAH JATUH.

Kejadian 12:17 Tetapi TUHAN me-nimpakan tulah yang hebat kepada Firaun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram itu.
Allah itu suci dan tidak pernah dapat setuju dengan dosa, sekalipun seluruh dunia sepakat hidup dalam perzinahan. Allah tetap menghukumkan hidup nikah yang dinajiskan. Tuhan memanggil kita untuk hidup dalam kesucian, bukan untuk berbuat najis.
1 Tesalonika 4:7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.
1 Tesalonika 4:8 Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkanmenolak Allah yang  telah memberikan juga RohNya yang kudus kepada kamu.
Dosa-dosa persundalan segala zaman dihukum dengan hebat oleh  Allah, baik zaman Nuh, zaman Lut, zaman Israel dan akhir zaman ini juga.
Mengapa? Sebab:
1. Tidak percaya pada kebenaran Allah dan hukum-hukumNya. Orang berzinah ini lebih percaya akan pendapat dunia bahwa dosa zinah itu tidak apa-apa bahkan menyenangkan. Sebab itu orang seperti ini akan mudah melakukan banyak dosa-dosa  perzinahan.
2. Persundalan itu melawan kasih suami isteri. Suami isteri yang ada kasih tidak mau berkhianat Mal 3:16.
Persundalan = dosa, tidak boleh masuk Surga Wah 22:15; 1Kor 6:9,10; Gal 5:19-21; Ef 5:5.
3. Berdosa kepada tubuhnya sendiri, dihukum Allah (1Kor 6:18/ 3:16-17).
Jadi persundalan itu penuh kejahatan, sebab itu harus dihukumkan! Jangan tertipu oleh setan dan segala moralitas baru dari akhir zaman ini. Kita harus tetap pada kebenaran Allah, jangan terseret dalam tipudaya setan. Kita ingin masuk dalam Surga dengan kemuliaan yang kekal.
Ingat di Surga tidak lagi ada naluri sex. Ini hanya ada di dunia dan ini diberikan untuk mengolah roh kita. Kita harus taat akan Firman Tuhan lebih daripada menuruti naluri sex. Dengan demikian roh kita diolah, de-ngan banyak penyangkalan diri, sengsara bagi daging seperti anak manusia dahulu di dunia. Anak manusia lahir sebagai bayi laki-laki yang penuh, tetapi ia tidak menuruti naluri sexnya, taat pada Bapa lebih daripada segala naluri-nalurinya (Ibr 2:10). Dengan demikian roh kita dibentuk dan diolah taat, suci, dicocokkan dengan Firman Tuhan sehingga tumbuh menjadi sempurna seperti Kristus.
Macam-macam bentuk hukuman yang ada  untuk persundalan:
1. Penyakit-penyakit kelamin, antara lain Aids yang dahsyat. Penyakit-penyakit kelamin yang lain, yang lama tetap dahsyat! Akan ada lagi penyakit-penyakit baru yang lebih dahsyat Wah 2:22.
2. Suasana kematian, seperti neraka di bumi. Hidup dalam dosa tak mungkin senang dan bahagia Rom 3:17. Jangan percaya falsafah orang dunia. Firman Tuhan itu kebenaran. Tiada damai dan bahagia dalam lumpur dosa. Hanya di dalam Yesus ada damai, sukacita, hidup baru dan buah-buah yang limpah sampai kekal. Orang yang rusak dalam perzinahan akan bantut dan lumpuh, semua karunia-karunianya jadi sia-sia, hidunya hanya seperti sekotak tahi yang keji dan tidak berharga.
Jangan coba-coba, sangat berbahaya, keselamatan kekal bisa hilang Mat 16:26; Ams 9:13-18.
3.Rohani rusak kalau ada perzinahan.
1Korintus 6:18 Larilah daripada zinah! Maka tiap-tiap dosa lain yang dilakukan orang, ia itu dari luar tubuh itu; tetapi orang yang bersundal itu, ialah berdosa kepada tubuhnya sendiri (TL).

Ini dosa istimewa dengan akibat istimewa juga, sekalipun bertobat, kalau tidak ada pemulihan total dapat cacat dalam tubuh kemuliaannya 2Kor 7:1 TL/ KJV. Bahkan kalau tak bertobat, tak boleh masuk Surga Gal 5:19-21; Ef 5:5; Wah 22:15; 1Kor 6:9-10.

IX. KORBAN  PERZINAHAN.

Kejadian 12:18 Lalu Firaun me-manggil Abram serta berkata: “Apakah yang kau perbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu?

Orang dunia menyangka bahwa mereka akan menikmati sukacita dalam perzinahannya, tetapi sebetulnya mereka adalah korban segala siasat setan.
Orang yang berzinah itu menjadi korban karena dosa-dosanya! Orang dunia memang adalah korban rutin dari dosa sebab terus dicengkeram  di dalamnya. Juga kanak-kanak rohani dan orang Kristen yang kena tipu setan, yang keras hati tidak mau bertobat, semua akan menjadi korban. Jangan keras hati dalam dosa, jangan ikut-ikutan arus dunia yang menyala-nyala dalam dosa zinah, keluarlah daripadanya, supaya jangan binasa!
Jangan bodoh, periksalah Firman Tuhan, dari Kejadian sampai Wahyu, tak ada orang berzinah yang lolos dari hukuman Allah yang dahsyat, lebih-lebih pada akhir zaman dunia makin lama makin mabuk dalam anggur sundal Babil yang keji itu, seperti zaman Nuh dan Lut, sehingga binasa kekal dalam laut api.

X. TUHAN TOLONG, LOLOS DARI KEHANCURAN.

Kejadian 12:19 Mengapa engkau katakan: dia adikku, sehingga aku mengambilnya menjadi isteriku? Sekarang inilah isterimu, ambillah dan pergilah!”

Kemurahann Tuhan masih menyertai Ibrahim. Tuhan mendengar doanya, Tuhan mempunyai banyak jalan, tidak terbatas. Dengan anugerah dan pertolongan Tuhan, Sarah belum dijamah dan rumah tangga Ibrahim dipulihkan. Kalau tidak, wah …
Hidup nikah itu salah satu petunjuk yang peka dari keadaan rohani kita. Orang yang nikahnya rusak, juga rohaninya pasti rusak. Sebab itu jangan sembarangan dengan hidup nikah. Pelihara baik-baik, rela berkorban apapun jua demi kesucian dan keutuhan hidup nikah kita masing-masing. Orang yang memelihara kesucian hidup nikahnya dan mencintai isterinya (atau suaminya) sendiri, akan tumbuh dalam rencana Allah yang indah-indah. Tetapi yang menaruh perhatian pada isteri orang lain atau perempuan lain, akan ikut merasakan hukuman ke atas sundal Babil yang besar itu.

XI. IBRAHIM DIPULIHKAN.

Kejadian 12:20 Lalu Firaun memerintahkan Abram pergi, bersama-sama dengan isterinya dan segala kepunyaannya.

Untung isteri Ibrahim lolos. Itu semua oleh anugerah dari Tuhan.
Sebetulnya kita tak perlu takut akan segala tekanan, godaan, mode, aliran-aliran dosa dan lain-lain. (Tetapi bagi yang sudah berdosa, hanya ada satu jalan pilihan yang baik, yaitu segera bertobat hari ini! dan kembali pada yang benar). Jangan menyesuaikan diri dengan cara-cara, falsafah dan kebudayaan dosa dunia. Ikan yang hidup tidak bergerak menurut arus air, tetapi dapat melawannya. Kita lebih dari ikan. Tuhan sanggup memelihara tubuh kita dalam kesucian Allah. Jangan kuatir segala mulut besar setan yang mengadvertensikan kesukaan dosa zinah sangat berlebih2 dengan tipu daya. Di dalam Kristus kita tetap akan suci, bahkan tumbuh sampai sempurna seperti Dia. Fasilitas, kuasa, kesukaan dan keindahan dari Tuhan itu jauh lebih besar dari segala yang ada dalam dunia. Kesucian Tuhan itu indah dan mulia dan betul-betul memuaskan sampai kekal (Maz 16:11). Di dalam keindahan kesuciannya itu sa-ngat indah dan untung besar (Maz 29:2/ 50:2 KJ).
Nyanyian: Tab.Glori no. 464
Sudahlah tentu,
dunia nanti lalulah segra
Tempatnya dosa,
tempatnya sumber kejahatan
Hai anak Allah,
jangan kau tinggal di dalamnya
Nanti kau terhukum,
lari dari dalamnya.