Tuhan Saksi Langsung dan Hakim Di depan Pintu


Maleakhi 3:5 Dan Aku akan mendekati kamu untuk menghakimi, dan Aku akan menjadi Saksi langsung terhadap tukang sihir, dan terhadap orang-orang yang berzinah dan terhadap orang-orang yang bersumpah dusta dan terhadap mereka yang memeras … (KJV)

Yakobus 5:9 Saudara-saudara jangan bersungut-sungut satu terhadap yang lain supaya kamu jangan dihukum. Lihatlah Hakim sudah berdiri di depan pintu (KJV)

SAKSI  LANGSUNG

Apa artinya Tuhan adalah Saksi langsung? Dalam dunia ini disebut saksi mata yang melihat langsung dengan mata kepala sendiri.

Tuhan lebih dari saksi mata, sebab selain itu Ia langsung ada di  tempat kejadian pada seketika itu, pada saat setiap peristiwa  berlangsung, sebab Dia ada di situ, dalam semua peristiwa.
Maz 139:1 Mazmur Daud bagi biduan besar. — Ya Tuhan! Engkau menyelidik serta mengetahui akan daku, (TL) (bacalah ayat 1-12)

Maz 139:6 Pengetahuan ini kecengangan kepadaku; ter lalu tinggi adanya maka tiada aku dapat sampai kepadanya. (TL)

Maz 139:7 Ke mana gerangan aku dapat lari dari pada Roh-Mu dan ke mana gerangan dapat aku lari dari hadirat-Mu? (TL)
Juga Tuhan tahu semua dengantepat bahkan sampai dalam hati, pikiran dan angan- angannya.
Ibr 4:13 Maka tiada suatu makhluk pun yang tersamar kepada-Nya, melainkan nya ta dan terbuka segala sesuatu kepada pemandangan Allah, yang harus kita memberi jawab kepada-Nya. (TL)
Dia ada di mana-mana. Sekaligus bersamaan, sebab itulah Ia bisa menjadi Saksi langsung, langsung di tempat, pada saat itu. Luar biasa, dahsyat!
Dan Dia tidak bisa terganggu atau dihalang-halangi oleh siapa pun dan oleh apa pun jua. Sebab
itu Tuhan bisa dan memang Dia adalah Saksi langsung untuk setiap perbuatan setiap orang di dunia ini, bahkan juga dari semua mahkluk yang di alam berzakh.
Semua yang baik dan yang jahat diketahuinya, tidak ada yang bisa disembunyikan dari Dia. Ia mengetahui dengan benar dan lengkap dari setiap orang di seluruh dunia secara bersamaan. Tuhan itu Allah yang sanggup melakukan semua hal ini bersamaan pada semua orang di mana pun mereka berada. Sebab itu kalau seorang berkata-kata tentang sesuatu hal, mungkin yang lain lupa atau tidak jelas, tetapi Tuhan berkata: “Aku saksinya!”. Dalam peristiwa-peristiwa yang diketahui orang lain atau tidak, Tuhan selalu ada dan berkata: “Aku saksinya!”. Dalam peristiwa apa pun, bahkan sampai rencana-rencana yang dibuat di dalam pikiran yang belum diutarakan, Tuhan tahu dan Dia adalah Saksinya!
Tidak seorang pun bisa berdusta atau mengelabui Tuhan, sebab Tuhan mengetahui semuanya.


HAKIM DI DEPAN PINTU


Tuhan juga Hakim di depan pintu untuk setiap perbuatan baik dan jahat dari  setiap orang di dunia ini.

DI DEPAN PINTU

Ini berarti sudah sampai pada kita. Kalau sebuah barang dikirim sampai di depan pintu itu berarti sudah sampai pada kita.
Biasanya Hakim itu ada dalam gedung pengadilan, apalagi Hakim Surgawi ada jauh di Sana di dalam Surga. Diperlukan waktu untuk bisa sampai di tempat Hakim itu, bahkan kadang-kadang sangat lama atau tidak bisa sampai karena terlalu jauh. Tetapi Tuhan berkata bahwa Hakim ada di depan pintu, itu berarti kita tidak perlu mencariNya lagi, Ia sudah ada dan selalu ada di depan kita!
HAKIM
Hakim itu untuk mengadili perkara-perkara yang terjadi sampai keluar vonis. Biasanya hakim dunia membutuhkan waktu, mulai dari penyelidikan, pengumpulan data, proses pengadilannya dan sampai pada saat divonis, itu bisa cepat, bisa lambat tergantung perkaranya. Bisa berbulan- bulan sampai bertahun-tahun. Belum lagi kalau naik banding. Tetapi Hakim ilahi ini lain, Ia tahu semua dengan lengkap dan benar, sehingga tidak lagi diperlukan barang-barang bukti, saksi, jaksa atau pembela.
Ia langsung bisa menjatuhkan vonis yang 100% adil dengan seketika, tanpa kesalahan dan tanpa perlu naik banding lagi. Vonis hukuman ilahi ini 100% tepat, langsung jadi!
Tetapi vonis ini biasanya tidak langsung dilaksanakan kecuali dalam hal-hal tertentu misalnya dosanya melebihi batas dan lain-lain.
Tuhan bukan saja sebagai Hakim, tetapi Ia juga Allah yang Maha murah. Sebab itu biasanya orang itu diberi waktu untuk bertobat. 2Pet 3:9. Kalau dalam waktu itu orang itu menyesal dan bertobat, maka vonis itu langsung dikurangi sesuai dengan kesungguhan pertobatan orang itu.
Kalau orang itu tidak mau bertobat, Tuhan biasanya masih berusaha menggerakkan orang lain untuk menasehati, untuk menyadarkannya. Juga Roh Kudus biasanya terus berkata-kata dalam hatinya. Sering kali juga ada orang-orang yang berdoa syafaat baginya.
Niniwe pada akhirnya diberi waktu lagi 40 hari untuk bertobat, dan Niniwe bertobat sungguh-sungguh sampai vonis untuk Niniwe dibatalkan dan Niniwe bebas! Yun 3:10.
Orang-orang zaman Nuh diberi waktu 120 tahun tetapi tetap tidak bertobat dan vonis itu dilaksanakan. Kej 6:13.
Pohon ara di kebun anggur yang tidak berbuah itu diberi lagi waktu 1 tahun, kalau tetap tidak berbuah, vonis dilaksanakan Luk 13:8- 9.
Jadi Tuhan itu adalah S.H. (Saksi dan Hakim)

Begitulah untuk setiap perbuatan baik dan jahat dari setiap  orang, Tuhan menjadi Saksi langsung dan Hakim di depan  pintu yang langsung mengeluarkan vonis yang tepat. Tetapi  pelaksanaan vonis (atau pahala) itu menunggu waktu yang  diberikan oleh Tuhan. Kalau kita benar dan ada orang yang  merugikan, menfitnah dan menjahati kita,   kita tidak perlu  takut, sebab kita yakin bahwa Tuhan sudah menjadi Saksi  langsung dalam peristiwa itu dan vonis yang dikeluarkan pasti  adil! Apalagi kalau orang- orang menambahi dosanya dengan memutar balikkan perkara, dengan fitnah dan dusta- dusta lainnya, vonis mereka terus ditambahi lagi dengan tambahan hukuman- hukuman varu oleh Hakim ilahi yang adil dan benar itu.
Kita boleh mencoba untuk menjelaskan duduk perkaranya, supaya mereka sadar dan bertobat, sehingga lepas dari hukuman Allah dan diperdamaikan kembali dengan kita Ams 16:7.
Tetapi kalau mereka tidak terima, mereka tidak mengakui kesalahannya, bahkan memutar balikkan dan justru menyalahkan kita, kita tidak perlu takut dan tidak perlu putus asa atau hilang harapan, sebab kita tahu dan yakin bahwa Tuhan itu Saksi langsung dari semua peristiwa yang terjadi dan Dia juga Hakim di depan pintu yang sudah menjatuhkan vonis dengan tepat.
Serahkan semua kepada Tuhan, maka Tuhan yang sudah menjadi S.H. (Saksi langsung dan Hakim di depan pintu) akan menyelesaikan problem kita dengan adil dan tuntas. Tetapi harus diperhatikan supaya:

A. KITA HARUS TETAP BERDIRI BENAR DI HADAPAN TUHAN.

Dengan demikian Tuhan selalu di pihak kita dan berperang ganti kita Kel 14:14. Meskipun kita dirugikan, dihina, difitnah dan lain-lain, jangan membalas, sudah ada yang membalas yaitu Tuhan, Hakim segala orang Rom 12:19. Tugas kita mengampuni, jangan membalas, bahkan ini wajib Mat 6:14-15. Justru kita wajib memintakan berkat untuk orang yang menjahati kita Mat 5:44. Dengan demikian kita tetap tinggal dalam kesucian, tetap benar di hadapan Tuhan dan Tuhan akan membela kita. Ini reaksi yang betul yaitu tidak ditewaskan (dikalahkan) oleh kejahatan, tetapi sebaliknya mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.
Rom 12:21 Janganlah engkau ditewaskan oleh kejahatan, melainkan tewaskanlah kejahatan itu dengan kebajikan. (TL).
Kalau orang itu tidak bertobat, maka vonis yang sudah keluar dari hakim di depan pintu akan jatuh kepadanya pada waktunya dan problem akan selesai sebab Tuhan campur tangan! Bahkan hukuman Allah bisa keras.

Suatu contoh bisa dilihat dari orang-orang yang berontak kepada Musa,  dihukum mati oleh Tuhan seperti Korah, Datan, Abiram dan 200 orang yang  mempersembahkan pedupaan tembaga dan 14.700 orang Israel yang  mendukung mereka, semua dibunuh oleh Tuhan.
Suatu contoh lain yang jelas dari Tuhan sebagai S.H., Saksi langsung dan  Hakim di depan pintu adalah peristiwa pertengkaran 3 bersaudara yaitu Musa,  Harun, dan Miryam Bil 12.
Bil 12:1-4 Bermula, maka berbantah-bantahanlah Miryam dan Harun  dengan Musa sebab hal perempuan Kusyi yang telah diambilnya, karena  diperisterikannya seorang perempuan Kusyi.
2. Maka kata mereka itu: Adakah Tuhan berfirman kepada Musa seorang  orang jua? Bukankah kepada kitapun Tuhan telah berfirman juga? Maka  kedengaranlah kata ini kepada Tuhan!
3. Maka Musa itu seorang yang amat lemah lembut perangainya, terlebih lembut ia dari pada segala orang yang di atas bumi.
4. Maka dengan segeranya berfirmanlah Tuhan kepada Musa dan Harun dan Miryam: Keluarlah ketiga kamu, pergilah ke kemah perhimpunan! Maka ketiganyapun keluarlah. (TL)

Musa sebetulnya seorang pemimpin yang besar sehingga  ia digambarkan seperti Tuhan Yesus dan juga ternyata  dari kesaksian Tuhan sendiri. Tetapi Musa tidak melawan,  ia bersikap lemah lembut, bahkan yang paling lembut di  dunia. Miryam menyerang Musa habis-habisan.  Sebetulnya kesalahan Musa yang dianggap berat oleh  Miryam itu ternyata dibenarkan oleh Tuhan.
Mengapa Miryam berbuat demikian? Karena sombong. Orang sombong itu suka merendahkan lawannya supaya nampak bahwa ia jauh lebih besar dan lebih baik dari lawannya. Sombong itu membuat orang lupa daratan, tidak bisa berpikir kritis dan benar, memang sombong itu menjerumuskan manusia sampai kepada kehinaan.
Tetapi Musa tidak takut, tidak kuatir, tidak bingung, sebab ia mengenal Tuhan yang selalu bisa menjadi Saksi dan Hakim yang adil. Terbukti tepat di dalam perbantahan itu Tuhan sudah mendengar dan langsung berkata-kata kepada ketiga bersaudara itu, menyuruh mereka pergi ke depan Pintu Kemah (Bil 12:4). Tuhan sudah mendengar dan mengetahui dengan lengkap, tepat dan langsung seketika itu juga, memang Ia Saksi langsung pada saat itu juga, juga Hakim di depan pintu yang juga sudah mengeluarkan vonisNya pada saat itu juga.

Tuhan di pihak Musa sebab memang Musa sudah dibenarkan waktu itu, bahkan sejak permulaan ia dipanggil Tuhan di Horeb. Musa tahu hal itu sebab itu ia tinggal tenang dan tetap bersikap lemah lembut sebab Tuhan 100% mampu menyelesaikan problemnya, Tuhan ada di pihaknya, sehingga Musa bisa tinggal tenang dan sejahtera. Vonis langsung dijatuhkan dan Miryam menjadi kusta.

Mengapa vonis tidak menunggu waktu yang akan datang, mengapa langsung? Sebab Miryam adalah seorang nabiah. Seorang nabi itu taat, disiplin sangat ketat. Kesalahan Miryam terlalu besar, sebab ia bicara dari dirinya sendiri dan seharusnya seorang nabi sama sekali tidak berani berbuat demikian, kecuali nabi palsu yang berbicara dari dirinya sendiri. Miryam adalah nabiah Tuhan, bertindak seperti nabi palsu, lagipula penuh dengan kesombongan dan iri, sebab itu vonis itu langsung dilaksanakan dan Miryam langsung menjadi kusta. Kita melihat di sini bagaimana orang benar itu tidak perlu ragu-ragu sama sekali akan pembelaan Tuhan, tidak perlu kuatir atau takut, sebab Tuhan pasti bisa menyelesaikan problemnya asal orang benar itu tetap tinggal benar, tidak ditewaskan (dikalahkan) oleh kejahatan yang menyerangnya.

Musa tetap berdiri benar di hadapan Tuhan, ia tidak benci atau dendam pada Miryam, terbukti ia bisa langsung memintakan ampun pada Tuhan untuk Miryam dan Tuhan mengabulkan permintaan Musa. Musa tetap berdiri benar, sebab itu Tuhan ada di pihaknya dan membelanya.
Betapa indah Tuhan sebagai S.H. bagi orang-orang yang hidup berkenan kepadaNya. Bukan saja itu mempertajam hidup kita untuk makin memperkenankan Tuhan, tetapi itu juga menjadi perlindungan dan pembelaan yang tiada taranya, seperti dalam kasus Musa ini. Dia Saksi dan Hakim di depan pintu bagi kita dan semua orang.
Zaman sekarang hukuman semacam ini masih terjadi, ada banyak bukti dan kenyataan, ter utama kalau orang- orang beriman yang dijahati itu tetap hidup benar dan mengampuni. Kalau orang yang menjahati itu tidak bertobat, maka seringkali sesudah waktunya habis, hukuman Allah jatuh ke atas orang itu, sesuatu yang dahsyat terjadi!
Ada beberapa banyak peristiwa-peristiwa seperti ini dan banyak orang beriman pernah mengalami.

B. SEBALIKNYA KALAU ORANG YANG DIRUGIKAN DAN  DIJAHATI ITU BEREAKSI SALAH.

Kalau orang itu bereaksi daging, juga menjadi dosa, bersalah, jalan ceritanya akan lain. Orang ini merasa tidak salah dan diperlakukan tidak adil, ia marah dan mulai melawan, benci dan mengata-ngatai kembali juga menfitnah kembali. Suasana menjadi lebih tegang sebab sama-sama menjadi dosa.
Orang yang mula-mula benar itu sekarang tidak lagi benar di hadapan Tuhan Rom 12:21, ia dikalahkan oleh kejahatan, sehingga menjadi sama-sama berdosa di hadapan Tuhan. Tuhan tidak lagi memihak orang yang mula-mula benar sebab ia sekarang sama-sama berdosa dan jahat di hadapan Tuhan, akibatnya problem itu menjadi berlarut- larut, tidak ada penyelesaian yang baik, Tuhan tidak bisa bekerja sebab keduanya hidup dalam dosa. Meskipun ia berdoa minta tolong kepada Tuhan, Tuhan tidak bisa bekerja karena keduanya hidup dalam dosa, justru setan yang campur tangan dan keadaan menjadi makin parah! Setan bekerja dan merajalela, suasana Neraka makin nyata, tetapi Tuhan sedih, berdukacita dan tidak ada yang bisa ditolong!

Kita harus ingat Tuhan itu S.H. (Saksi langsung dan Hakim yang ada di  depan pintu). Sebab itu jangan melawan sendiri, serahkan semua kepada  Tuhan dan tetap hidup benar di hadapan Allah, maka Hakim ilahi ini akan  bertindak lebih baik, lebih tepat dan kita bisa tetap sejahtera di pihak Dia!

S.H. UNTUK HAL-HAL YANG BAIK DAN YANG JAHAT

Tuhan menjadi Saksi langsung dan Hakim di depan pintu, bukan hanya  untuk perkara- perkara yang jahat, tetapi juga untuk hal- hal yang baik,  yang sesuai dengan Firman Tuhan, yang diperbuat untuk Tuhan.
Jadi untuk segala ketaatan dan kebaikan yang kita buat, itu juga dicatat oleh  Tuhan S.H., Tuhan yang menjadi Saksi dan Hakim.
Bahkan kalau seorang hanya bisa mengorbankan satu cangkir air dingin  untuk seorang murid Kristus, itu tidak akan dilupakan, itu juga dicatat  oleh Tuhan Mat 10:42, Mal 3:16. Begitu juga dengan segala ketaatan dan perbuatan-perbuatan baik lainnya yang dibuat karena Tuhan (Perbuatan-perbuatan baik yang diperbuat untuk kepujian nama orang itu sendiri, tidak ada pahalanya Mat 6:1-2).
Di sini tidak dikeluarkan vonis, tetapi pahala dan jumlah pahala yang ditetapkan itu juga sudah disediakan, untuk diberikan pada waktunya. Biasanya pahala itu tidak diberikan langsung seketika itu.
Mengapa? Tuhan tidak mau mendidik kita menjadi mata duitan. Kalau setiap ketaatan langsung diberi pahala/ uang, lama-lama semua dibuat karena diberi uang atau hadiah, bukan karena Tuhan lagi. Tuhan ingin kita taat meskipun ada uang/ tidak! (Tetapi dalam keadaan darurat atau pada saat-saat kita membutuhkannya, meskipun kita tidak berbuat apa-apa, Tuhan tetap menyediakan segala yang kita butuhkan!).
Jadi, biasanya pahala untuk segala hal yang baik ini juga tidak langsung diberikan pada saat itu untuk melatih, mengolah imannya (supaya tetap taat dan setia sampai mati meskipun tidak ada apa-apa yang diterimanya Pil 2:8).

Pahala itu diberikan pada saat yang paling tepat dan yang paling berguna bagi orang itu. Misalnya Mordekhai yang sudah berbuat baik terhadap raja Ahasyweros, tidak mendapat apa-apa dari raja dan Tuhan juga tahu, bahkan membiarkannya, sebab Tuhan tahu kapan waktu yang terbaik untuk memberikan pahalanya bagi Mordekhai.

Tepat pada waktu Haman sudah selesai membuat  tiang gantungan bagi Mordekhai, maka Tuhan  mengingatkan raja Ahasyweros untuk membalas  perbuatan baik Mordekhai. Mordekhai  dipermuliakan oleh raja dan Hamanlah yang  disuruh berteriak- teriak di hadapan Mordekhai  untuk memberi perintah kepada semua orang  supaya memberi hormat kepada Mordekhai yang  sangat dibenci dan dihinanya Est 6:11. Saat itu  Haman yang mau membunuh Mordekhai betul-  betul direndahkan sesuai dengan hukum Tuhan, orang sombong akan direndahkanNya Est 6:1,13.

Kalau kita mengerti hal ini baik-baik, maka kita tidak berani berpikir atau berencana dosa, apalagi melakukannya, dan makin hati- hati dalam segala kata-kata, sikap dan tindakannya.
Pengertian tentang Tuhan sebagai S.H. (Saksi dan Hakim di depan pintu) ini akan makin menguatkan orang-orang beriman yang ingin hidup berkenan kepada Tuhan di tengah-tengah dunia yang jahat dan bengkok ini dan menjadi jaminan bagi orang-orang beriman yang benar bahwa Tuhan sanggup membela dan membereskan segala problem kita.