Kolam Bocor


Yer 2:11 pernahkah suatu bangsa  menukarkan allahnya meskipun itu  sebenarnya bukan allah? Tetapi umatKu  menukarkan Kemuliaannya dengan apa yang  tidak berguna. (TB)

Yer 2:12 tercengang-cenganglah kamu, hai  Surga gentarlah (gemetarlah) dan ngerilah  akan hal itu Firman Tuhan.

Yer 2:13 Karena umatKu sudah melakukan dua kejahatan,

(1) Mereka meninggalkan Daku, sumber air hidup dan

(2) Memahatkan kolam-kolam bagi dirinya sendiri, kolam-kolam yang bocor yang tidak dapat menahan air.

YER 2: 12   SURGA KEHERAN-HERANAN DAN GEMETAR

SURGA

Siapa yang dimaksud disini ?

Tentu bukan benda atau langit biru itu, tetapi itulah isi Surga yang selalu melihat dan mengamat-amati orang yang hidup di dunia.
Sesudah mati, orang yang percaya Tuhan Yesus, langsung dibawa Allah Bapa besertaNya di dalam Surga, tempat Allah 1 Tes 4:14.
Orang-orang di Surga bisa melihat orang-orang di dunia, misalnya: Abraham, ia bisa melihat Putera manusia Yesus melakukan tugasNya menebus manusia dan bersukacita  Yoh 8:56.
Meskipun orang-orang di dalam Surga bisa melihat manusia di dunia tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa kecuali berdoa seperti Tuhan Yesus. Kita tidak tahu sampai di mana peran mereka terhadap orang-orang di dunia, sebab tidak disebutkan di dalam Alkitab, tetapi masih bisa melihatnya (juga bisa melihat orang-orang yang di Neraka seperti dalam Lukas 16:23-24, tetapi Abraham tidak bisa berbuat apa-apa untuk orang-orang yang di Neraka maupun yang masih di dunia. Kalau bisa, tentu sudah diceriterakan).

DILIHAT ALLAH

Kalau Allah dan malaekat-malaekat, mereka tentu terus melihat keadaan manusia dan tidak seorang pun yang tidak jelas di hadapan Dia, semua terbuka.

Ibr 4:13 Maka tiada suatu makhluk pun yang tersamar kepadaNya, melainkan nyata dan terbuka segala sesuatu kepada pemandangan Allah, yang harus kita memberi jawab kepadaNya. (TL)
Orang-orang yang menyembunyikan dosa atau kejahatannya itu jelas tampak dari Surga, seperti anak umur 2 tahun mencuri sebuah bola lalu menyembunyikan di belakang, di punggungnya. Anak itu mencoba menyembunyikan bola yang dicurinya dari hadapan orang tuanya.
Sembunyi-sembunyi berbuat dosa di hadapan Tuhan itu hanya:
1. Membuang-buang waktu
2. Berusaha dengan sia-sia
3. Kehilangan kesempatan yang indah sebab ditukar dengan berbuat dosa,
4. Menarik hukuman Allah yang sudah pasti.

KETAHUAN

Orang yang mencuri biasanya berpikir, belum tentu ketahuan, mungkin pencuri yang ketahuan hanya 25%, sebab itu orang masih berani mencuri dan berharap termasuk 75% yang tidak ketahuan.
Kalau ada pameran permata dan emas, lalu di setiap pojok tempat emas itu ada polisi berjaga-jaga dengan senjata yang siap ditembakkan, juga di sekitar daerah itu penuh dengan polisi bersenjata, maka orang yang mencuri, pasti ketahuan dan akan tertangkap dan pasti dihukum, jangan-jangan juga kena tembak. Kalau ada seorang dari pencuri- pencuri itu berani mencuri, apa yang dikatakan teman-teman pencuri lainnya? Kamu gila, minta mati ya! Ini disebabkan kalau mereka mencuri (berbuat jahat) pasti 99% ketahuan dan dihukum!
Begitu orang-orang yang berbuat dosa sembunyi-sembunyi di hadapan Allah  dan isi Surga, itu terlalu amat bodoh dan gila, sebab pasti ketahuan 100% dan pasti kena hukum.
Orang yang mengerti hal ini baik- baik, tidak mau berdosa, tetapi akan selalu berusaha hidup dengan jujur dan tulus, sebab itu yang paling baik dan untung paling besar serta berkenan pada Tuhan; ia pasti akan menuai sesuai dengan apa yang ditaburkan  Gal 6:7-8. Tuhan sendirilah yang memberi jaminan bahwa ia pasti akan menuai, kalau di dunia tidak sempat, masih tetap diteruskan dalam Surga Gal 6:10.
Orang yang mengerti hal ini baik- baik, tidak akan mau berdosa. Hanya orang yang bodoh mau berbuat dosa meskipun 100% pasti ketahuan dan pasti akan dihukum, itu betul-betul bodoh atau gila. Ams 1:22,23.
Tetapi orang yang percaya dan mengerti rahasia ini pasti tidak mau berdosa dan hidupnya akan mulia dan indah untuk kekal. Jangan menjadi orang bodoh, tetapi orang yang bijak yaitu yang mau taat akan Firman Tuhan.

TERCENGANG-CENGANG, GEMETAR DAN NGERI

Orang yang tidak mengerti, tidak takut, tidak pusing, tidak ngeri melihat orang- orang yang berbuat dosa, sebab tidak tahu akibatnya. Tetapi isi Surga ini tahu akibatnya sebab itu mereka tercengang- cengang, gentar dan ngeri, melihat orang- orang di dunia ini, lebih-lebih umat Israel (sebagai orang- orang yang beruntung menjadi umat Allah), berani berbuat dosa, melawan Firman Tuhan, undur dari Tuhan, sungguh ngeri.
Ada seorang anak kecil berumur 5 tahun tidak ngeri memberi sebuah silet pada adiknya yang berumur 2 tahun, bahkan ia tertawa-tawa gembira menunggu apa yang akan diperbuat adiknya. Anak ini mulai bermain- main dengan silet itu dan menggosok-gosok pipinya, langsung teriris-iris dan ia mulai menangis serta darah mengalir. Ketika ibu bapaknya, melihat hal ini, mereka berteriak-teriak histeris, melihat anak itu penuh dengan darah sebab mukanya kena silet, sangat ngeri. Tetapi si anak yang memberi silet itu menganggap ibu bapanya terlalu gaya, extrim dan sikapnya berlebih-lebihan.
Begitu orang yang mengerti apa artinya berdosa dan apa akibatnya di dunia dan di alam kekal, ia tidak habis-habisnya berteriak-teriak, berseru-seru memberitakan kabar keamanan dan keselamatan di dalam Kristus. Tetapi orang yang tidak mengerti, tidak terlalu pusing, bahkan menganggap orang-orang yang terbeban untuk menyelamatkan orang-orang berdosa itu terlalu gaya, extrim dan abnormal. Memang orang yang tidak mengerti itu buta dan bodoh, apalagi kalau dibandingkan dengan akibatnya yang begitu dahsyat di dalam Neraka, itu orang gila.
Jangan menjadi bodoh, minta Roh Kudus mencelikkan mata rohani kita Yoh 16:13 dan belajar dari Firman Tuhan dengan tekun, supaya jangan mata rohani kita kabur atau buta.
Selain itu masih ada lagi celaka yang lain, sebab ada oknum-oknum yang mengail di air keruh, memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil untung dari orang-orang yang bodoh dan yang buta, yaitu iblis. Orang-orang yang bodoh ini akan menjadi mangsa iblis! Dalam kebodohannya, dengan mudah mereka kena tipu, disesatkan dan dibunuh sehingga rohaninya mati, dan akhirnya……..masuk dalam neraka.
Satu kali sesudah mati, orang akan celik matanya, tetapi sudah terlambat. Bagaimana kalau orang-orang ini diajak tour saja ke Surga-Neraka supaya bisa melihat dan mengerti. Sia-sia! Sebab sekalipun sudah melihat dan sudah tahu, belum tentu mau bertobat. Lebih- lebih orang yang keras hati, sekalipun sudah tahu, tetap percaya dusta iblis dan kenikmatan dosa. Iblis berkata tidak ada Neraka, kalau toh ada Neraka, lama-lama akan habis, tidak akan disiksa untuk kekal. Allah tidak mungkin begitu kejam, Dia baik dan kasih adanya.
Ada banyak dusta dan alasan iblis tentang kenikmatan dosa dan Neraka, dan mereka tetap percaya pada iblis, tidak mau bertobat seperti iblis dan seperti orang-orang berdosa dalam Wah 9:21; 16:9,11. Juga hukuman untuk orang yang bisa melihat dan tahu itu, lain daripada orang di dunia yang tidak bisa melihat Kerajaan Surga. Malaikat- malaikat di Surga bisa melihat dan tahu hukum-hukum Allah, pada waktu mereka berdosa tidak ada ampun sama sekali baginya 2Pet 2:4, Luk 12:48. Tetapi manusia, sekalipun dosanya jahat sekali, masih diampuni seperti Saul yang menjadi Paulus, dan lain-lain. Sebab itu jangan tunggu melihat baru mau percaya, tetapi percayalah akan Firman Tuhan, maka Rohkudus akan mencelikkan dan menolong kita untuk bisa mengerti. Hidup yang terbaik dan senang adalah taat akan Firman Tuhan Luk 11:28.

YER 2: 13   DUA KEJAHATAN

Yer 2:13 Karena umatKu sudah melakukan dua kejahatan,
(1) mereka meninggalkan Daku, sumber air hidup dan
(2) memahatkan kolam-kolam bagi dirinya sendiri, kolam-kolam yang bocor yang tidak dapat menahan air.
Umat Tuhan itu seharusnya mengerti dan taat akan hukum Tuhan. Bisa menjadi umat Tuhan itu suatu kesempatan dan anugerah yang besar. Bisa percaya dan menjadi putra-putra Allah itu untung besar, itu seperti:
1) Orang yang mendapat tanah luas dan sangat subur, seharusnya orang- orang ini bisa menghasilkan buah-buah yang lebat!
2) Juga setiap putra Allah akan beroleh warisan yang kekal yaitu Surga Bumi Baru untuk selama-lamanya.

MENINGGALKAN TUHAN

Banyak orang tidak mengerti dan tidak memakai kesempatan ini baik-baik, malah undur dalam dosa dan membuang Allahnya dan diganti dengan ilah lain. Akhirnya mereka binasa untuk kekal dan di dunia juga hidup dalam kepahitan dan kegelapan, sebab jalan orang berdosa itu celaka dan tiada damai Rom 3:17.
Seharusnya umat Tuhan itu taat, sehingga hidupnya sangat berbahagia dan menjadi contoh. Tetapi ternyata di sini mereka masih berbuat dosa dan kejahatan beruntun-runtun. Akhirnya mereka meninggalkan Tuhan, undur, ganti “allah” Yer 2:11 sehingga bebas berbuat jahat dalam segala jalannya sendiri.

Orang beriman yang undur itu menjadi lebih jahat dari  pada waktu mereka belum percaya. 2Pet 2:22.
Orang dunia meskipun berhalanya itu bukan ilah, tetapi  mereka setia, tidak mudah menukarkannya dengan ilah  yang lain. Mereka tetap setia meskipun mengalami banyak  masalah, banyak kegagalan, banyak celaka, sebab memang mereka tidak mempunyai Allah yang hidup, sebab itu selalu gagal dan macet berulang-ulang bahkan terus menerus.

HARUS SETIA

Tetapi Israel mempunyai Allah yang hidup, yang Maha kuasa, Maha besar, tetapi ia tidak setia, undur daripadaNya, suatu kebodohan yang sangat besar. Ini sumber dari segala celaka yang akan dialami mereka di dalam dunia dan terus bersambung sampai kekal. Sebab itu jangan sampai tertipu oleh iblis seperti orang-orang Israel yang bodoh dan tidak setia ini. Perlu setia.

APA DASAR DARI KESETIAAN ?

Dasarnya adalah iman, percaya, meskipun tidak melihat bukti, tetap percaya, tetap setia.
Jangan waktu gagal satu kali saja sudah undur, tidak setia, mau lari, padahal sebab kegagalan itu adalah dari orang itu sendiri, bukan dari Allah, sebab Allah itu Maha kuasa, tidak pernah salah, dan kalau mau menolong, tidak pernah gagal. Setialah ikut Tuhan, jangan mudah berubah.
Beberapa orang baru bertekun sampai 3-4 kali, sudah meninggalkan Tuhan sebab tidak berhasil. Ini disebabkan karena mereka memakai akalnya, bukan berjalan dengan iman. Kalau sudah berusaha 3-4 kali atau sudah beberapa tahun tidak berhasil, maka dengan akal sehat, seharusnya mencari jalan lain, mencari pertolongan atau berhala lain. Sama seperti membetulkan mesin. Kalau 3-4 kali masih belum berhasil, lalu mencari montir lain, atau 3-4 kali berobat belum sembuh, ganti dokter!
Orang yang memakai akal saja akan mudah berubah dan tidak setia, lalu undur istimewa kalau mengalami kesulitan yang berlarut- larut. Ini kesetiaan dari akal. Sebab akal memang suka membandingkan dan mencari jalan atau kemungkinan lainnya yang kadar suksesnya lebih tinggi. Apalagi kalau ada tawaran-tawaran yang menggiurkan, dengan bukti-bukti nyata, maka orang yang ikut Tuhan berdasar akal akan mudah berubah dan tidak setia.
Jangan hanya memakai akal, bisa berubah, tidak setia dan kehilangan hidup yang kekal. Sebab itu kalau kekristenan didasarkan pada akal saja,  tidak bisa berbahagia, bahkan bisa celaka Yoh 20:29.
Kesetiaan kita harus didasarkan atas iman dari Tuhan, bukan iman sebab  melihat bukti, itu iman akali. Tetapi dasarkanlah pada iman ilahi, iman dari Tuhan yang akan tetap percaya sekalipun tidak melihat bukti. Tetap percaya pada Firman Tuhan sekalipun kenyataannya lain. Iman dari Tuhan bisa tetap percaya dan Rohkudus akan menguatkannya.

APA UKURAN DARI SETIA ?

Sampai berapa lama kita harus setia? Kalau tidak ada bukti, tidak ada pertolongan sekian tahun, masakkah kita harus terus setia? Pertanyaan yang terkenal dari Ny. Ayub: “Masih tetapkah engkau dengan ketulusan hatimu?” Ay 2:9. Ukuran setia yang betul ialah setia sampai mati.

Wah 2:10c Biarlah engkau setia sehingga mati, dan Aku akan memberi engkau makota hayat itu. (TL)

Sekalipun pahit dan belum berhasil, sekalipun belum tertolong, sekalipun belum mendapat apa-apa, sekalipun masih menderita, sekalipun ini dan itu, tetaplah setia sampai mati.
Salah satu contoh yang indah dari orang yang setia sampai mati adalah Ayub. Ia sudah bertekad dan berikrar dalam hatinya, sekalipun Tuhan membunuhnya (sebab ia mengerti, semua celaka yang terjadi padanya itu diizinkan oleh Tuhan), ia akan tetap setia kepada Tuhan, tetap berharap pada Tuhan sampai mati, meskipun tidak ada bukti atau pertolongan dari Tuhan.
Ay 13:15a Sekalipun Ia membunuhku, namun aku akan tetap berharap kepadaNya. (KJ)
Bagaimanapun juga orang yang setia akan tetap percaya, tetap bertahan, sekalipun tidak melihat pertolongan Tuhan sampai mati, tetap setia. Ini suatu kebodohan besar bagi akal, tetapi orang yang percaya tetap yakin, tetap tidak mau meninggalkan Tuhan dan tetap setia sampai mati. Ini lain sama sekali daripada kalau kita berjalan menuruti akal.
Iman yang betul mau taat sampai mati Pil 2:8. Ini dasar dari setia sampai mati. Akal mengatakan ini bodoh, sebab tidak mau berusaha mencari yang lain. Akal masih mengharapkan kemungkinan yang lain yang lebih baik; akal selalu memakai perhitungan.
Tetapi orang yang berjalan dengan iman itu lain, mau taat dan setia sampai mati, meskipun belum melihat pertolongan Tuhan.

MENGAPA UKURAN SETIA ITU HARUS  SAMPAI MATI?

Sebab:
1. Orang beriman itu seperti mempelai , 2Kor 11:2. Yes 54:5. Tuhan itu seolah-olah seperti suami bagi umatNya.
Kalau sudah menikah itu tidak boleh bercerai dengan alasan apa pun. Kalau sudah menikah, harus tetap setia sampai mati. Sebelum menikah boleh memilih jodoh sebaik mungkin dan mintalah pimpinan Tuhan. Tetapi kalau sudah menikah tidak boleh diceraikan lagi.
Jadi orang-orang beriman itu dianggap sebagai isteri atau mempelai dari Kristus dan harus setia dan taat sampai mati. Sekalipun pasangannya menjadi cacat, misalnya karena kecelakaan, harus tetap setia, tidak boleh bercerai, harus setia sampai mati. Begitulah umat Tuhan harus cinta dan setia sampai mati, seperti suami- isteri.

2. Kunci pertumbuhan dan kemenangan.

Setia berarti tidak boleh ada cadangan lain, tidak boleh ada “ban serep”. Memang banyak kali akal itu bertentangan dengan Firman Tuhan, sebab akal tidak sanggup mengerti pikiran Allah. Kalau mobil tidak boleh mempunyai ban serep itu berarti bodoh, apalagi untuk perjalanan penting dan jauh. Tetapi bagi iman ini tidak bodoh, melainkan indah.
Ayub meskipun menderita habis- habisan dan sudah hampir mati, ia tetap setia. Bahkan ia juga berikrar untuk tetap setia sampai mati, dalam Ayub 13:15. Tetapi isteri Ayub memakai akal sehat, oleh karena itu ia menolak pendirian Ayub suaminya; sebab sudah terbukti Ayub terus kena celaka, ya ganti berhala saja. Tetapi ini zinah, tidak setia!
Ayub tidak demikian, sekalipun akan mati ia tetap setia. Justru sebab inilah (mau setia sampai mati) Ayub lulus dalam ujian itu dan melihat kemuliaan Allah.
Kalau Ayub ikut isterinya, ia akan undur dari Tuhan, tidak setia, melawan Allah dan tidak tertolong. Ia akan tetap sakit dan semua yang ada padanya akan tetap habis, tidak kembali dan ia tidak lulus. Juga ia tidak akan mengalami kemuliaan Tuhan, hidupnya akan makin parah, makin celaka, makin pahit seluruh sisa hidupnya sampai mati.
Tetapi Ayub percaya, sebab itu ia tetap setia sampai mati dan sebab itu juga ia lulus dan melihat kemuliaan Allah.
Orang yang tidak mempunyai iman dan tidak mau setia sampai mati, tidak akan lulus ujian dan akan hancur kena pencobaannya, rusak, habis dan pahit seluruh hidupnya.
Juga Jusuf yang mengalami banyak kepahitan terus menerus, tidak akan lulus kalau tidak setia sampai mati.
Bahkan untuk tumbuh, juga harus setia sampai mati. Kalau ia tidak setia, dalam pencobaan dan kepahitan yang bertubi-tubi itu, ia sudah undur dan tidak mau taat lagi kepada Tuhan. Ia akan mudah jatuh dalam ujian yang dihadapinya dan tidak akan melihat akhir yang amat sangat mulia itu, baik di dunia, bahkan sampai kekal. Tetapi sebab mempunyai pendirian untuk taat dan setia sampai mati, maka ia terus tumbuh dalam bermacam-macam pengolahan itu dan terus lulus dan akhirnya mengalami kemuliaan Allah yang amat besar.
Juga Daud, Daniel, Putera manusia Yesus dan lain-lain, semua setia sampai mati, taat sampai mati. Sebab itu mereka menang, tumbuh, lulus dan menerima kemuliaan Allah yang besar. (Memang ada yang betul-betul mati seperti Stefanus, Yohanes Pembaptis dan tampaknya mereka seolah-olah tidak mendapat apa-apa. Tetapi mereka menerima kemuliaan yang lebih besar dalam kekekalan).

3. Allah itu setia dan bisa di percaya 100%.

Setia 100%, Allah tidak pernah berubah, kesetiaanNya kekal selama-lamanya Ibr 13:8.

2Tim 2:13 jikalau kita tiada setia, maka Ia tinggal setia, karena tiada boleh Ia menyangkal diriNya.” (TL)

Percayalah sepenuhnya kepada Allah, Dia dapat dipercayai habis-habisan. Dia tidak pernah dusta, Dia tidak pernah ingkar janjiNya, FirmanNya kekal, tetap berlaku. FirmanNya 100% bisa dipercaya, tidak pernah salah, sebab itu Tuhan menuntut kita taat sampai mati. setia sampai mati. Kalau kita taat sampai mati, pasti untung. Sebab itu orang beriman harus setia sampai mati, taat sampai mati.
Percaya, taat dan setia sampai mati adalah kunci untuk tumbuh dan lulus dalam pencobaan, lulus dalam ujian sehingga bisa mengalami kemuliaan Allah yang besar. Orang yang hidup semata-mata dipimpin akalnya, juga bisa setia yaitu kalau beruntung, setia kalau tidak rugi, setia kalau mendapat sesuatu, setia kalau ada bukti! Kalau tidak ada bukti, tidak untung, tidak mendapat apa-apa, tidak mendapat faedah, maka ia tidak mau tekun dan tidak bisa tahan sehingga gagal dalam ujian, gugur dan binasa. Kalau 2 atau 3 kali saja gagal dan tidak tertolong, mungkin masih bisa tahan, tetapi selanjutnya gugur!
Israel yang ke luar dari Mesir, tidak bertekad setia sampai mati, sebab itu sesudah bertahan beberapa kali, mereka tidak bisa tahan dan mereka gugur dalam ujian dan mayatnya juga berguguran dalam padang gurun.
Tetapi mengapa Allah mengizinkan pencobaan dan ujian datang?
Untuk menumbuhkan iman. Jangan takut, pencobaan itu tidak akan melebihi kekuatan kita 1Kor 10:13, tetapi kita harus mempunyai iman dan kesetiaan sampai mati. Tanpa tekad setia sampai mati, akan mudah gugur, tidak lulus dan binasa. Kita perlu diolah dan pasti lulus kalau mau setia sampai mati.
Jangan undur karena alasan apa pun, pasti celaka, tetapi tetap setia sampai mati dalam keadaan atau kesukaran apa pun, tetapi rutin memeriksa diri, sebab kalau bukan ujian, pasti kita yang salah dalam kesukaran- kesukaran itu sehingga janji Tuhan tidak berlaku.

AKU, SUMBER AIR HIDUP

Air hidup ini bukan saja untuk di Surga, tetapi dibutuhkan sejak di dunia. Bukan saja untuk hal-hal rohani, tetapi juga untuk segala keperluan jasmani dan Allah sanggup mencukupi.
Yoh 4:14 tetapi barangsiapa yang minum air itu yang akan Kuberikan kepadanya, tiadalah ia akan dahaga selama- lamanya, karena air yang Aku berikan kepadanya itu, akan menjadi didalamnya suatu mata air yang memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (TL)
Kalau seorang mendapat Kristus, maka sumber air hidup itu mengalir dalam dirinya.
Ini berarti:
1. Segala keperluan yang fana sudah termasuk di dalam Kristus.
Rom 8:32 Maka Ia yang tiada menahan AnakNya sendiri, hanya menyerahkan Dia karena kita sekalian, masakan Ia itu tiada juga mengaruniakan sertaNya segala sesuatu bagi kita? (TL)

Kadang-kadang ada orang mau ikut Tuhan Yesus tetapi menuntut ini dan itu, itu orang yang tidak mengenal Tuhan dan FirmanNya dan biasanya gagal. Kalau kita sudah mendapat Kristus, bisa mempercayai Kristus dengan betul, maka semua keperluan  sehari-hari juga akan diberikan. Tuhan memberikan semuanya sesuai dengan iman kita, bukan sesuai dengan tuntutan! Israel di padang gurun selalu menuntut tetapi tidak percaya, sebab itu selalu gagal dan akhirnya undur dan binasa.
Kalau Allah sudah memberi PutraNya yang tunggal yang tidak dapat dinilai harganya, masakan Ia tidak memberikan segala kebutuhan kita yang fana, yang tidak ada harganya di hadapan Tuhan? Pasti diberikan, asalkan itu menjadi faedah bagi kita, bukan penghalang, pengganggu atau perusak iman. Tuhan sudah menjanjikan hal ini dalam ayat di atas, jangan ragu-ragu.


2. Allah tahu kebutuhan kita dan menyediakannya.
Allah tahu bahwa kita memerlukannya. Sebelumnya ia sudah tahu lebih dahulu.
Mat 6:31-32 Sebab itu janganlah kamu kuatir, mengatakan: Apakah yang hendak kami makan? atau: Apakah yang hendak kami minum? atau: Apakah yang hendak kami pakai? Karena semuanya ini dituntut oleh orang kafir, padahal Bapamu yang di surga terlebih mengetahui segala perkara itu perlu bagi kamu. (TL)
Semua ini dituntut oleh orang dunia dan mereka mencari di tempat-tempat yang keliru, bukan pada sumberNya. Bahkan mereka mau taat asal mereka mendapatkan semuanya, tetapi mereka tidak pergi kepada sumber yang betul yaitu Tuhan, sumber air hidup.
Orang berdosa mau taat asal mereka mendapatkan kebutuhannya dengan limpah, tetapi mereka tidak percaya dan sebab itu tidak tahu jalan dan sumber yang betul. Kalau mereka datang kepada iblis, mereka dituntut untuk taat pada jalan yang salah, sehingga kena hukuman dan binasa, memang itu yang direka oleh iblis, supaya manusia masuk dalam jeratnya dan binasa. Tetapi Tuhan mencintai manusia, apalagi umatNya, Ia mengetahui segala kebutuhannya dan sudah menyediakannya. Jangan kuatir, mempunyai Kristus berarti mempunyai semua.
Masih ada orang yang mempunyai Kristus tetapi kekurangan lalu bersungut- sungut dan undur dari Tuhan. Jangan bodoh, nanti binasa Ams 10:21. Mempunyai Kristus berarti mempunyai semua, sebab Kristus lebih dari semuanya. Percayalah dengan betul, jangan ragu-ragu dan jangan melanggar syarat dari setiap janji Tuhan, dan setialah sampai mati, maka kita pasti akan lulus dalam pencobaan-pencobaan dan beroleh janji-janji Tuhan.
Tuhan itu sumber air hidup, Ia akan mencukupi hidup kita, bahkan kita akan limpah dengan air hidup lebih dari orang yang membuat kolam dengan kekuatannya sendiri yang pasti bocor. Kalau Tuhan memberi air hidup, itu tidak akan bocor, sebab semua berada dalam tangan Tuhan.
Kadang-kadang dalam nafkah orang-orang beriman mengalami kesulitan; perlu periksa diri! Sekalipun dalam masa sulit, krismon, kalau kita berkenan pada Tuhan, pasti dapat nafkah yang cukup,  jangan ragu- ragu. Allah sanggup, seperti Ishak dalam kesukaran, ia menuai 100 kali ganda. Orang-orang Filistin sampai iri pada Ishak, sebab ia tidak mengalami kelaparan. Kej 26:1,12- 14.
Periksa diri, jangan ada dosa, dan percayalah serta tetap taat akan Firman Tuhan dan setia sampai mati, supaya lulus dalam pencobaan-pencobaan tentang nafkah, maka sumber dari Tuhan akan mencukupi kita. Kalau belum berhasil, carilah sebab-sebabnya, pasti kesalahannya ada pada kita sendiri. Juga syarat-syarat dalam bekerja harus dipenuhi, misalnya kerajinan, ketekunan, bertanggung jawab, cerdik, teliti dan lain-lain itu perlu, tetap harus dipenuhi, sekalipun sudah percaya, sebab itu juga kehendak Tuhan bagi orang beriman.
Juga problem-problem dalam segi-segi yang lain, kalau belum beres, harus dibereska, sebab semua ada hubungannya. Kalau ada dosa di segi hidup yang mana pun, Tuhan tidak bisa bekerja dalam hidup kita, harus dibereskan.
Kalau problem itu ujian, biasanya sejahtera itu tidak hilang. Kalau itu dosa, maka sejahtera dan sukacita akan hilang.
Jangan takut, kalau sudah beres, Tuhan di pihak kita, Tuhan beserta kita, maka sekalipun musuh kompak, kalau kita betul dan lulus, maka Tuhan akan menghancurkan musuh yang membuat problem pada kita Kel 14:14. Tuhan sanggup melepaskan kita dari problem-problem dan keperluan kita.
Juga gangguan kuasa gelap, jangan ragu-ragu, tetap dilawan, sebab Dia yang di dalam kita lebih besar dari mereka semua yang ada dimanapun Rom 8:31, 1Yoh 4:4. Pasti menang. Kita mempunyai kuasa atas segala kekuatan musuh Mrk 16:17, Luk 10:19. Kalau ada sumber air hidup (sebab mau setia sampai mati), pasti menang melawan iblis, sehingga gangguan iblis pun akan lenyap dan segala keperluan dicukupi.

KOLAM  BOCOR

Dan memahat kolam-kolam bagi dirinya sendiri, kolam-kolam yang bocor, yang

tidak dapat menahan air.

Kejahatan pertama dari umat Tuhan adalah karena tidak  setia, undur dari Tuhan.
Ini adalah kejahatan kedua yaitu membuat kolam bocor,  sebab tanpa Tuhan, semua kolam buatan manusia itu  selalu retak atau bocor. Mereka memahat dalam bukit-  bukti/ gunung batu, kamar-kamar yang dibuat menjadi  kolam air, tetapi kolam-kolam yang dibuat oleh manusia  itu kolam-kolam yang bocor/ retak. Sulit membuat kolam  yang tidak ada retaknya dan sulit menambalnya.
Manusia tidak bisa membuat kolam yang tidak bocor / retak. Ini yang tidak disadari oleh manusia, juga umat Tuhan. Mereka pikir mereka bisa memahat kolam yang utuh dan tidak bocor atau retak. Tetapi sesungguhnya tidak ada orang yang sanggup membuat kolam yang baik tanpa bocor.

RETAK

Pepatah manusia sendiri mengakui bahwa “tidak ada gading yang tak retak”! Ini kemampuan manusia yang maksimal, selalu ada saja yang retak atau bocor. Kekuatan manusia sangat terbatas. Hati hendak memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai.
Ada seorang penginjil menginjili seorang pedagang pemilik toko. Penginjil ini mengatakan bahwa kita ini orang berdosa, pernah berdosa, sebab itu perlu pengampunan dosa. Misalnya bohong, ingkar janji, dsb. Tetapi pedagang itu berkata bahwa ia tidak pernah bohong, bahkan dusta kecil pun tidak pernah, apalagi menipu! Tiba-tiba telpon berbunyi dan ia berbicara dengan bergairah. Sesudah selesai ia berkata kepada si penginjil bahwa ia baru saja mendapat untuk yang besar. Ia mengatakan, orang itu minta barang, saya bilang ada dan menawarkannya, padahal saya tidak mempunyai barangnya. Sesudah cocok harganya, ia berjanji akan mengambil barangnya besok, dan sekarang saya akan mengambilnya dari gudang teman saya. Si penginjil terkejut, katanya ia tidak pernah berdusta sekecil apapun. Selanjutnya pedagang ini berkata: Untung saya banyak, dia mau. Sebab saya berkata bahwa saya sama sekali tidak untung, hanya harga pokok dan dia mau. Saya berkata bahwa saya sudah sering menjual barang ini, padahal ini baru pertama kalinya saya menjualnya dan saya langsung mendapat untung besar, kata pedagang itu dengan bangga.
Ini manusia, selalu penuh dengan dosa dan tipu daya, kolam yang retak!
Sebagus-bagusnya hidup manusia, selalu ada yang retak di salah satu pihak, kalau tidak dalam hal uang, dalam hal sex, kalau bukan disitu, dalam kerendahan hati, atau dalam kesucian rumah tangga, atau dalam ketaatan dsb. Bahkan seringkali dalam banyak segi ada keretakan. Tidak ada manusia yang tidak berdosa, di salah satu segi pasti ada kelemahan dan dosa-dosanya. Ini orang-lama.
Oleh karena itulah orang dagang selalu tertuduh, sebab selalu ada dusta,   bahkan menipu dan memeras. Juga orang-orang sering tertuduh dalam hidup nikah, dalam rumah tangga, dalam berkata-kata, dalam ketulusan dst, dalam segala segi hidup selalu bercampur dusta, dosa dsb. Kekuatan manusia terbatas, tanpa Tuhan selalu timbul dosa, ada-ada saja, dan inilah kolam yang bocor/ retak. Dengan kekuatannya sendiri manusia tidak mungkin bersih dari dosa, tidak mungkin kolamnya utuh. dan setiap dosa itu menarik hukuman Allah, setiap dosa ada penuaiannya, sebab itu kolamnya bocor!
Orang yang undur dari Tuhan akan hidup sia-sia. Memang orang dunia kadang-kadang berhasil, tetapi itu tidak berhasil di hadapan Tuhan sebab ada dosa di dalam suksesnya, kolamnya retak. Jangan  undur dari Tuhan, kolamnya akan retak, tidak mungkin tanpa dusta dan dosa sehingga hukuman Allah akan datang, lebih- lebih yang sudah mengenal Tuhan. Kalau seorang berjalan dengan Tuhan, ia bisa membuat kolam yang tidak bocor.
Ia akan bisa hidup dalam kesucian, dalam segi hidup yang mana pun. Sebab Tuhan yang mengampuni dosanya dan melepaskannya dari segala ikatan dosa. Ia akan bisa mentaati Firman Tuhan de-ngan kuasa Roh Kudus, bahkan itu menjadi kesukaannya. Orang yang hidup penuh dan dipimpin Roh, tidak akan menggenapi keinginan daging Gal 5:16. Ia akan bisa menyangkal diri dan tidak lagi bebuat dosa, sebab kuasa Allah menyertainya. Dan Roh Kudus akan memimpinnya selalu dalam setiap langkah hidupnya Rum 8:14, sehingga ia selalu mempunyai sukses yang indah-indah dalam semua yang dibuatnya.
Yus 1:8 Janganlah isi kitab taurat ini lalu dari pada mulutmu, melainkan perhatikanlah dia pada siang dan malam, supaya dengan yakin engkau melakukan dirimu setuju dengan segala yang tersebut di dalamnya, karena begitu engkau akan memperuntungkan segala jalanmu dan begitu engkau akan menjadi bijaksana (thou shalt have good success KJ). (TL)

Hidup dengan Tuhan itu indah dan memuaskan hati! Dengan Tuhan Kolamnya tidak akan bocor sehingga Tuhan bisa memenuhinya dengan limpah. Segala berkat jasmani dan rohani akan tetap disitu, tidak bocor, sehingga ia menjadi kesaksian yang hidup dan kemuliaan Tuhan memenuhi hidupnya.
Ada Tuhan berarti ada kemenangan, ada sukses yang indah-indah, ada kesucian, ada ketaatan dan bisa setia. Kolam tidak bocor dan limpah air hidup yang mencukupi segala kebutuhan jasmani dan rohani!
Memang orang yang percaya Tuhan Yesus itu ada di tanah yang subur, segala yang diperbuatnya akan beruntung juga Maz 1:3. Sebab itu jangan meninggalkan Tuhan, tetap dengan Dia sehingga boleh terus di dalam kesucian dan kolamnya tidak bocor bahkan tumbuh dan berbuah-buah sampai Dia datang.

KESIMPULAN

Setia dan taat sampai mati.
Sekalipun ada kekurangan, “kekalahan” dan macam-macam pencobaan yang pahit, tetap setia sampai mati. Jangan baru 5-6 kali belum tertolong sudah tidak setia, ini akan membuat seluruh hidup menjadi rusak dan kolamnya bocor.
Tetap setia sekalipun ada banyak hal yang berat dan yang tidak dimengerti. Periksa dengan pertolongan Roh Kudus, apakah itu karena dosa atau ujian, lalu bereskan semua baik- baik dengan pertolongan Roh Kudus dan tetap setia sampai mati!
Jangan setia dengan akal, dengan perhitungan, tetapi setia dengan iman, mau taat sampai mati, setia sampai mati, baru bisa tumbuh dan lulus ujian sehingga sumber air hidup tidak bocor dan akan mencukupi semua kebutuhannya.
Orang Israel berbuat jahat dua kali yaitu:
1. Undur dari Tuhan sebab tidak mau setia sampai mati dan
2. Membuat kolam sendiri, sebab itu retak dan bocor.
Tetapi orang yang setia karena percaya kepada Tuhan dan mau taat sampai mati, maka Roh Kudus akan menolongnya sehingga ia akan bisa tetap setia sampai mati serta kolamnya tidak akan bocor tetapi penuh dengan berkat Allah yang manis, jasmani dan rohani.
Pilih mana?
Orang yang undur hanya membuat kolam yang retak!